Hi! Aku kembali lagi (ga ada yang ngarep!). Sebenernya mau bikin one shot tapi terlalu panjang nanti (aku kan ga suka yang panjang-panjang) jadi aku bikin jadi multichap deh.
Ya udah deh takut kebanyakan note. Langsung aja ke ceritanya yah..
HAPPY READING!
***AKHIRNYA KUMENUKANMU***
Pairing : SasuSaku
Rated : T
Disklamer Tokoh : Masashi Kishimoto
Disklaimer cerita : Lathiefniwa
...
Setelah kejadian di rumah sakit itu, aku dan pemain yang lain langsung lari belakang panggung buat ganti baju, bosen kan diliat penonton bajunya itu terus. Tapi sambil nunggu pemainnya ganti baju, ada selingan tarian khas Jepang. Ga mungkin kan penontonnya dibiarin nunggu kelamaan.
Pas tarian itu ga tau kenapa ada yang teriak "WAAAAAAAAAAUUUWWW!". Katanya sih penarinya itu kan pake rok, terus pas mereka muter ada salah satu dari mereka (penari) yang roknya itu terlalu keangkat banget dan kau tau kan...
Tarian selesai dan aku kembali naik ke atas panggung dan kembali beracting. Aku sedang menunggu di depan rumah sakit.
"Hmm, dimana ya dokter itu? Katanya jam 11, sekarang sudah jam setengah 12,"
Tiba-tiba terdengar suara dari belakangku.
"HEI ! Maaf membuatmu menunggu lama, tadi ada operasi jadi sedikit telat,"
"Tidak papa kok dok,"
"Ayo sekarang kita langsung aja ke restaurannya,"
Aku dan Sasuke berjalan menuju mobilnya. Di mobil kami saling pandang memandang satu sama lain, tanpa ada kata yang keluar dari mulut kami. Dan aku sempat mendengar beberapa anak lainnya yang berbisik.
"CIIEEEEEEE!"
"SUIT SUIT,"
"WAHAHAHA,"
Kelihatannya Sasuke semakin tidak menyukai drama ini karena gangguan-gangguan tadi, yah dia memang cowok ter-cool dan ter-handsome di sekolah. Dan drama ini membuat imejnya hancur lebur. Tapi kalo dia ga beracting serius orang tuanya akan menjual PSP, Laptop, Ipod, dan HP-nya (kejam amat). Jadi terpaksa dia beracting bagus. Hahahaha...
Sasuke mulai memecah keheningan.
"Hmm nona Haruno, kau suka seafood?"
"Ya aku suka, dok,"
"Hmm, tidak usah panggil dokter, panggil saja aku Sasuke,"
"Hmm, baik dok eh maksud saya Sasuke. Panggil saja saya Sakura tidak usah pakai nona,"
"Baiklah Sakura. Oh ayo kita sudah sampai, silahkan turun Sakura,"
"Terima kasih Sasuke,"
Kami berjalan masuk restaurant itu, aku lihat tertulis di depan restaurant itu "SAUNG HURING" dan udah so pasti kalo itu nama restaurannya. Kami berjalan dan duduk di sebuah saung kecil yang ada di sana.
"Maaf mau pesan apa?" seorang pelayan datang menghampiri kami.
"Sakura kau mau pesan apa?"
"Hmm, aku sama aja sama Sasuke,"
"Owh, ya udah aku pesan paket 2-nya 2 yah,"
"Baik tuan, segera diantar mohon untuk tunggu sebentar ya," pelayan itu mengambil daftar menunya dan pergi menuju dapur. Sambil nunggu kami ngobrol yang GaJe gitu deh..
"Kenapa kau ingin menjadi seorang dokter, Sasuke?"
Habis aku nanya gitu ke Sasuke, aku sempet denger ada yang bisik "Biar bisa megang-megang pasiennya kali," dan beberapa orang tertawa. Sementara Sasuke semakin BT.
"Aku ingin menjadi dokter karena aku senang membantu orang lain dan demi meneruskan cita-cita ayahku juga, kau sendiri kenapa ingin menjadi dokter?" tanya Sasuke padaku.
"Aku juga memang senang membantu orang lain, jadi dokter mungkin cocok untukku,"
"Ya aku pikir itu memang cocok untukmu yang baik dan cantik, pasti banyak pasien yang senang diobati olehmu," goda Sasuke padaku.
"Ah Sasuke bisa aja, kau sendiri juga banyak pasien karena kau baik, ramah dan tampan," Sasuke tersenyum malu mendengar kata-kataku tadi tapi mungkin sebenarnya dia langsung besar kepala.
Makanan yang tadi kami pesan datang, dan kami langsung menyikatnya.
"Hmm Sakura, boleh aku bertanya sesuatu?" Sasuke kembali memecah keheningan di antara kami.
"Boleh,"
"Hmmm, apa kau sudah punya pacar?" pertanyaan Sasuke tadi membuatku sedikit merinding dan kaget tentunya. Tentu saja siapa yang tidak gugup kalo ditanya hal seperti itu oleh lelaki tampan seperti Sasuke. Dan mulai terdengar kembali suara...
"CIIEEEEE !"
"KIW KIW"
Dari penonton yang jail itu, aku ga tau persisnya siapa tapi suaranya sih laki-laki dan kayaknya itu adik kelas. Huh, awas kau ya, belum tau kekuatanku yang sebenarnya. (Author: aku udah tau kok. Readers: aku juga udah tau kok, siapelah yang belum tau?)
"Hmm, belum kok. Memangnya ada apa? Kau sendiri bagaimana?"
"Aku juga belum. Umurmu berapa? Maaf aku menanyakan hal yang privasi padamu,"
"Umurku 20 tahun, kalau kamu?"
"Umurku 24 tahun,"
"Wah kau masih muda sudah menjadi dokter yang sukses, pasti karena alasan tadi yang aku sebutkan,"
"Ah tidak, terima kasih,"
Kami segera menuju kasir, dan Sasuke yang membayar karena dia kan yang ngajak, haruslah dia yang bayar masa' aku.
Kemudian Sasuke masuk ke dalam mobilnya dan aku pun mengikutinya. Di dalam mobil kami bertukar nomor HP, dan kemudian kami berbincang.
"Sakura, boleh aku mengatakan sesuatu?"
"Ya boleh, kenapa kau selalu minta ijin padaku sebelum kau bertanya atau ingin mengatakan sesuatu, Sasuke?"
"Hahaha, aku selalu takut saat berbicara kepada orang lain, karena aku tidak tau apa yang sedang dirasakan oleh orang lain saat ini. Jadi mungkin saja orang itu sedang tidak mau bicara atau diganggu," jelas Sasuke yag membuatku kagum akan alasannya. Berarti Sasuke itu pengertian terhadap orang lain. Syarat cowo gua banget, sayang semua hanya acting.
"Oh, kamu ga perlu bertanya dulu kok padaku sebelum bicara, aku tidak akan marah. Tadi kau ingin mengatakan apa?"
"Oh iya. Hmm, Sakura aku pikir aku jatuh cinta padamu?"
"APA?"
"Ya, karena aku merasa ada sesuatu yang dari tadi membuatku nyaman di dekatmu. Dan kau, aku kira kau sangat mirip sekali dengan mantan pacarku waktu itu,"
"Mirip dengan mantan pacarmu? Memangnya sekarang dia kemana?"
Sasuke diam dan dia kelihatan murung.
"Dia telah meninggal," seketika aku sangat terkejut dan prihatin."Dia meninggal karena sebuah kecelakaan, dan itu semua salahku. Kalo waktu itu aku ga janjian sama dia di taman, pasti semua ini ga bakal terjadi,"
"Memangnya apa yang terjadi?"
"Saat dia ingin menyebrang dari seberang taman, dan aku sudah menunggunya di seberang. Dia tidak melihat kalo ada mobil yang ngebut dari arah kirinya, dia pun tertabrak dan jatuh terlempar. Aku melihat semuanya, dari awal sampai akhir. Aku tidak tau harus berbuat apa, dia meninggal di tempat kejadian,"
Aku menundukkan kepala karena turut berduka atas kejadian tersebut, dan masih memikirkan kalo aku mirip dengan pacarnya itu, haruskah aku mengatakan kalo aku juga mencintainya? Tapi aku coba memberanikan diri.
"Hmm, Sasuke. Kapan kejadian itu terjadi?"
"Hari ini tepat 2 bulan yang lalu, apa kau mau menemaniku ke makamnya sekarang?"
"Ya aku mau,"
"Baiklah, sebentar lagi kita sampai,"
Kami sampai di makamnya, dan segera turun dari mobil dan langsung menuju lokasi.
"Sakura ini adalah pacarku," Sasuke berhenti di depan makam pacarnya. Dan aku kaget sekali melihat batu nisannya.
"Sas.. sasuke.. Apa ini..." dia langsung memotongku.
"Ya namanya adalah Sakura, nama yang sama denganmu. Aku sangat merindukannya, dan akhirnya aku menemukanmu. Kau sangat mirip sekali dengannya, jadi aku merasa rinduku sedikit hilang karena kehadiranmu," Sasuke memegang tanganku. Dan aku melihat ada beberapa ibu yang terharu sampe nangis, kayaknya kebanyakan nonton Sinetron deh.
"Sakura, mau kah kau menjadi pasangan hidupku?" Aku tidak menyangka dia mengatakan hal itu. Aku bingung harus mengatakan apa tapi aku juga mencintainya. Dan sekarang saatnya..
"Ya aku mencintaimu, Sasuke. Aku menerimamu," dan kami pun berpelukan di sana. Dan aku pikir suara-suara yang dari tadi mengganggu itu akan keluar lagi, saat aku lihat ternyata mereka sedang mengangis sejadi-jadinya. Hahaha, kena kau.
Lampu pun mati dan kami langsung berlari ke belakang panggung. Dan suasana panggung pun berganti menjadi sebuah karnaval yang meriah dan banyak sekali orang.
..
1 tahun kemudian...
..
Aku dan Sasuke beserta teman-teman yang lain (Ino, Shikamaru, Tenten, dan Neji) berjalan menuju karnaval tersebut. Aku dan Sasuke sudah menjadi pasangan suami istri. Kami menari, menyanyi, bermain dan bercanda.
Dan setelah bersenang-senang. Aku dan Sasuke pergi ke sebuah jembatan yang sedikit sepi. Kami memandangi bulan yang sangat indah malam itu.
"Sakura, apa kau bahagia?"
"Ya, aku sangat bahagia sekarang,"
"Aku juga sangat bahagia dan merasa beruntung telah mendapatkanmu, semoga kau juga bahagia Sakura,"Sasuke melihat ke langit dan membayangkan pacarnya yang telah meninggal itu.
Dan inilah acting yang paling aku benci tapi harus aku lakukan. Dan aku tau Sasuke juga pasti sangat membencinya tapi harus dilakukan.
Sasuke memegang tanganku, dan dia mulai mendekatkan kepalanya pada ku, dan jarak antara bibir kami sekarang hanya 10 cm, jantungku sudah mulai berdetak kencang dan kami semakin dekat. Bagaimanapun ini hanya acting, tapi aku merasa ini sungguhan. Penonton sepertinya mulai antusias terutama para adik kelas itu.
5 cm..
4 cm..
3 cm..
2 cm..
1 cm..
Dan lampu pun mati, tirai segera tertutup dan drama pun selesai. Dan terdengar suara yang sangat keras sekali.
"YYAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHH!" sudah kupastikan dari mereka.
Akhirnya aku bebas dari penyiksaan ini, tapi dugaanku salah. Sasuke tetap meneruskannya tapi dia mencium pipiku bukan bibirku. Aku langsung terpaku tidak bisa berkata apa-apa.
"Terima kasih Sakura, actingmu sangat bagus," Sasuke berbisik di telingku sambil tersenyum dan langsung berjalan pergi meninggalkan panggung sementara aku masih mematung di tempat. Bagaimana tidak, aku baru saja dicium oleh lelaki ter-cool, ter-handsome dan paling banyak penggilanya. Untung saja tidak ada yang lihat karena gelap.
Sesaat kemudian Ino mengagetkanku dari belakang, membuatku langsung tersentak.
"HEEEI, bengong aja bu,"
"Ah Ino, kau membuatku jantungan aja deh,"
"Hmm, bagaimana tadi? Kau pasti sangat deg-degan waktu beradegan dengan Sasuke,"
"Ya begitulah, aku benci ini,"
"Benci atau suka?" Ino mulai menggodaku.
"AKU BENCI INI!" aku berteriak di telinga Ino dan dia langsung menutup telinganya.
"OK OK, aku ngerti kok. Tapi bagaimana rasanya dicium oleh Sasuke?" aku sangat kaget sekali, sepertinya dia mengetahui kejadian itu, antara aku dan Sasuke. Ino mengeluarkan senyuman sinis khasnya itu dan itu membuatku kesal.
"Ya Sakura aku mengetahui semuanya," aku semakin kaget mendengar itu semua. Dan yang pastinya aku sangat malu sekali mendengarnya.
"Hmm Ino, aku tidak mengharapkan itu semua dan semuanya terjadi begitu saja, bisakah kau simpan rahasia ini?" aku tergagap.
"Ya pastinya my best friend, aku tidak akan memberitahu ini semua pada siapapun,"
..
Setelah aku dan Ino tertawa dan saling memberi selamat kepada yang lain. Tiba-tiba Sasuke menghampiriku.
"Hmm, Sakura apa ada acara siang ini?"
"Tidak kok, memangnya ada apa?" jawabku sedikit terkejut dengan pertanyaannya tadi.
"Bisa kita makan siang bersama siang ini, Ino pun boleh ikut. Akan ku traktir deh,"
Aku dan Ino saling pandang memandang seakan mengerti maksud dari ajakan tersebut dan kemudian tertawa. Sasuke pun bingung dengan reaksiku dan Ino.
"Boleh kok," jawabku bersama dengan Ino serentak.
...
THE END
Yak akhirnya selesai juga. Ga apa-apa ya cuma 2 chapter. Yang penting suka sama ceritanya. Maaf kalo masih ada miss typo. Dan lathiefniwa mengucapkan "SELAMAT MUDIK" ya (bagi yang mudik) dan "MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN".
Makasih buat semua REVIEW-nya ya.. Ini balesan buat REVIEW:
Rin Akari Dai ichi: makasih ya atas masukkannya, kalo masih ada yng salah lagi tolong diingetin. Dan thanks banget udah dijadiin fav
rissaAW 'uchiha: Wahaha, ternyata saya berhasil membuat anda tertawa ya, semoga yang kali ini juga deh. Wah ica udah bisa connect cepet..
Hanaya Muchiniwa: feelnya kenapa? Ah sudah lupakan, makasih udah nge-REVIEW yah..
Miss Uchiwa SasuSaku: Ya emang tuk kata-kata yang terakhir itu, kadang orang suka maunya yang sempurna aja, padahal kan ga ada manusia yang sempurna. Jadi maklumi aja deh..
4ntk4-ch4n: Makasih... (bukan Author yang lucu tapi ceritanya GR bgt). Ya pokoknya makasih aja deh udah nge-review..
Pokoknya thanks banget yang udah nge-review yang belum ya tolong review yah.. Semoga yang nge-review lancar rejekinya, tambah pinter, dan tambah cantik/ganteng deh.. Amieeennn...
SO, REVIEW PLEASE!
