Disclaimer: Kalo persona 3 punya saya, Minato bakal hidup!
Warning:+ Spoiler! Bagi yang belum namatin P3 scenario The Journey sama the answer.
Bahasa campur!
Note: Beberapa adegan tidak sama dengan komik dan gamenya. Kalo mau sama beli aja gamenya!
Persona 3
Tale of Self Insertion.
Chapter 2: First Day In School
April 7 2009
Early Morning
DoK!DoK!DoK! Terdengar suara ketukan pintu. Aku menggeliat sambil mencibir,Apa-apaan sih? Orang masih ngantuk juga!
"Sapa?" tanyaku
"Ini aku, Minato. Kamu sudah bangun? Kita disuruh cepat-cepat nih, sebentar lagi mau berangkat ke sekolah." Jawabnya. Aku pun ngliat jam. Astaga! Sudah jam 08.00!
(A/N:aku ga tau di jepang masuk sekolah jam berapa jadi anggap aja setengah sembilan )
"Ya, tungguin!" Aku lalu mengacak-acak lemari untuk mencari seragam Gekkoukan 'Aduuh aku taruh dimana yah kemarin?'. Setelah ketemu aku langsung ngaca(Narsis!) sambil memakainya.
Terus aku ngliat tubuhku sendiri.
Waduh choy! Bener bener beda! Ukuran badan gue sih sama. Kulit gue jadi keputih- putihan padahal aslinya kuning(emangnya gigi?). Mukaku kaya campuran(emang blender?) muka Squall Leonheart, mata Elizabeth(yang kuning itu loh!), sama rambutnya….Teddie. OMG! Gua jadi bule!
Anjrit! Badan gua udah dimodifikasi! Tepatnya sih muka gua…tapi yach tetap aja ga seperti asalnya.
"Ano…Melthingham-kun? Apa ada masalah?" tanya Minato. Tampaknya ia curiga karena aku berhenti membuat suara.
"Ga! Ga ada kok! Aku keluar sebentar lagi! jawabku sambil ngerapiin baju.
Aku keluar kamar dan mendapati Minato dan Yukari sudah menunggu.
"Akhirnya bangun juga. Mitsuru-senpai menyuruhku mengantarkan kalian, ayo berangkat!" kata Yukari gak simpatik, kayaknya dia rada-rada pegel karena dia siswi teladan. Kalau dia sampai telat nama baiknya bisa tercemar.
Dan kamipun berangkat ke sekolah….
Di Sekolah…(emangnya lagu sherina?)
"Yak, kita disini. Selamat datang di SMA Gekkoukan ,Aku harap kalian bisa kerasan." Kata Yukari. Dia senyum ke Minato, aku dicuekin. Yaelah apa sih masalahnya?
Dan selanjutnya sama saja seperti gamenya (kalo ga tau maen aja!). Singkatnya aku, Minato, sama Yukari kelasnya sama.
Sekarang ini kita-kita lagi mendengarkan ocehan ga jelas pak kepala sekolah
"Eh Melthingham-san?" tanya Minato.
"Panggil Chazz aja." jawab gue kalem.
"Chazz, apa kau mengerti apa yang dibicarakan oleh kepala sekolah?"
"Meneketehe." Jawabku.
"Oh..Begitu." kata Minato. Dalam hati dia berkata Syukurlah, aku pikir cuma aku saja.
Terus ga ada kejadian lainnya. Kecuali kalau orang yang nanyain apa Yukari sudah punya pacar itu bisa dianggap kejadian.
Setelah ocehan ga jelas kepala sekolah akhirnya kita bisa pulang juga. Pas mau keluar tiba-tiba disapa orang asin berkaleng..eh salah, maksud saya orang asing bertopi yang siapa lagi kalo bukan Junpei Iori?
"Sup dude!" katanya, sok keminggris "Gimana kabarnya?"
"Siapa kamu?" tanya Minato dan Aku bersamaan.
Dia menjawab "Junpei Iori, senang berkenalan dengan kalian." Lalu dia juga bilang kalau dia tu pindah kesini pas kelas 2 Smp, yadda, yadda, yadda, d-el-el, d-es-te. Anjrit! Ini orang cerewet banget sih?
"Hey, itu Yuka-tan!" tiba-tiba dia ngomong.
Diselamatkan dengan kedatangan Yukari. Selamet, thengkyu Yukari!
"Lu ga mikir ta kalo lu ngangguin mereka dengan ke'cerewetan' elu?" katanya kasar.
Buset! Yukari disini bisa ngomong kasar!
"Apa? Woi, aku cuma mencoba berteman saja kok!" balas Junpei.
"Elu tuh kalo ngomong 'pake lama' tau ga!" kata Yukari.
"Apppuuuaaaaaaaaaaa!" kata Junpei ga terima.
Dan terjadilah,sodara-sodara."Mouth Wars" Attack of the killer Word!
Akupun ngajak Minato kaburzz dari tempat itu "Eh Minato, kayaknya ini bakal lama deh, tinggal nyok! Ke game center azaaaa.".
Minato cuma tersenyum dan mengangguk.
Aku dan minato menghabiskan 15 menit di game center….
"Kok bisa ya?" Tanya Minato tiba-tiba
"Apanya?"
"Kita semua seasrama satu kelas."
"Takdir kaleeee." Jawabku asal- asalan.
Entah kenapa kulihat wajah Minato sedikit memerah. Iih jangan-jangan tu anak Gay. Tapi di gamenya kan punya Yukari, Mitsuru, Aigis, Fuuka, Chihiro, Yuko dan Elizabeth (ya amplop playboy amat!). Jadi seharusnya aku aman kan? Ya amplop! Gua jadi paranoid!
Akhirnya kita ngabisin waktu disana dengan atmosfir yang uaneeh bener!
Asrama…. Mitsuru POV
Mitsuru lagi enak-enakan baca tabloid ketika seseorang dengan rambut perak (uban kali yach? -digebuk Akihiko-) dan rompi merah menghampirinya.
"Aku mau pergi bentar." katanya.
Mitsuru yang enak-enakan baca tabloid dibilangin begitu cuma bisa bilang "…Hm?"
"Aku mau pergi bentar."
"Apa?" tanya Mitsuru, masih belum jelas.
"BUDEG YA? Gua bilang gua mau pergi sebentar sekalian menyelidiki yang ada di Koran tadi pagi!" Jawab Akihiko sewot.
"APA? LU MAU GUA EKSEKUSI?" jawab Mitsuru tak kalah sewot, sampai-sampai hilang tuh bahasa formalnya.
"I..Iya s..s..sori a..aku c-c-cuma mau pergi sebentar." Jawab Akihiko yang ketakutan seperempat mati. (emang ada?) " Kamu sudah lihat kan di Koran? Banyak yang terjadi hari ini."
"Aku tahu." Jawabnya sambil menghela napas "Orang yang tidak apa-apa sebelumnya jadi terjangkit Apathy parah."
"Mereka bilang itu karena stress tapi-."
"Ya, itu 'mereka' kan?" potong Akihiko."Kalau tidak aku nggak bakalan ngapa-ngapain."
"Kamu pergi sendiri?" tanya Mitsuru.
"Ya, jangan khawatir Aku pasti baik-baik saja kok." katanya dengan percaya diri sambil tebar pesona. Mitsuru cuma bisa sweardropped melihat itu.
End of Mitsuru POV
Kita kembali ke Chazz dan Minato.
Ketika mereka kembali, mereka melihat Ikutsuki dan Yukari lagi ngobrol
Gua pun Mikir Anjrit! Cepet banget tuh anak kesini. Padahal 'Mouth Wars' nya tadi menghabiskan waktu 1 jam!
Mereka lalu menyadari keberadaan kami.
"Oh, mereka sudah kembali." Kata Yukari.
"Jadi ini ya tamu baru kita? Perkenalkan, namaku Shuji Ikutsuki, semacam Dewan Asrama sekolahmu." kata orang tersebut."Ikutsuki, susah diucapkan ya? Aku sendiri juga tidak suka mengenalkan diri, bisa-bisa lidah saya terbalik nanti. Haha…hahahaha….hahahaha." tawanya..
Kami semua cuman bisa sweatdropped.
Gua bingung, ni orang nti jadi jahat? Tampangnya aja kayak orang yang overdosis obat ketawa, mana leluconnya garing lagi! Yah, tapi Adachi (dari P4) juga sama. Awalnya bikin ketawa…eh jadi antagonist tu anak!
Tahu-tahu dia ngomong "Ada pertanyaan?"
Minato menjawab " Tadi malam waktu Chazz dan aku kesini tahu-tahu…"
Wajah mereka menunjukkan bahwa mereka sudah tahu apa maksudnya, tapi disembunyikan.
"Ah… mungkin saja, Roda gigi otak kalian aus karena kecapekan dan kalian menjadi salah lihat." katanya, dengan nada 'mengakhiri topic ini' dan lelucon garing."Ada pertanyaan lain?"
Aku langsung saja menjawab "ga".
"Kalau begitu semoga sukses." katanya.
Begitu dia pergi Yukari langsung ngomong "Maafkan dia, memang leluconnya garing."
Kami pun pergi ke kamar masing-masing untuk tidur, kecuali Yukari. Yang aku tahu pasti mengawasi kita bersama Ikutsuki dan Mitsuru
Pas enak-enakan tidur tau-tau aku sudah ada di Velvet Room.
Minato ada di depan, lagi diperkenalkan sama Elizabeth dan Igor (yang juga lagi menjelaskan tentang Velvet Room), lalu mereka menyadari keberadaanku.
"C-Chazz? Kenapa kamu ada disini?" tanya Minato, kelihatannya terkejut sekali melihatku.
Igor mengacuhkanku dan berkata kepada Minato "Simpan ini." Sambil menyerahkan Velvet Key pada Minato, lalu ia langsung hilang.
"Ahhh Melthingham, duduklah tamuku yang terhormat." kata Igor. Setelah aku duduk ia langsung berkata "Pasti ada yang ingin kamu tanyakan bukan?"
Aku mengangguk
"Melthingham, kamu dikirim ke dunia ini dengan satu tujuan, yaitu membantu tamu kami yang lainnya. Minato Arisato." katanya lagi.
"Membantu? Memangnya apa yang bisa aku lakukan?" tanyaku terheran-heran.
"Membantunya menghindari kematiannya." Katanya,tidak terpengaruh dengan muka terkejutku."Ya, aku tahu dia ditakdirkan untuk menjadi The Great Seal. Tetapi bekas asistenku membuat perjanjian denganku untuk membebaskannya dari takdir itu."
"Bekas asistenmu?" Siapa nih? Margareth?
"Kau sudah bertemu dengannya dialah yang memindahkanmu ke dunia ini." jelasnya.
Om-Om itu! Jadi dia asisten Igor sebelumnya?
"Tapi… apa yang harus kulakukan? Bagaimana caranya mengalahkan Nyx?Apakah aku harus-" sebelum aku selesai bicara Igor mengangkat tangannya. "Waktu sedang berjalan di duniamu, aku tak bisa menahanmu lebih lama lagi, dan Oh! Aku lupa, ambil ini."
Mendapatkan key item Evoker?
Bentuknya seperti Evoker tetapi lebih futuristis, ada gambar berbentuk jilatan api.
Emang buat apa nih?
Cahaya terang menyelimutiku dan akupun mendapati tempatku berada sekarang adalah kamar tidurku.
End of Chapter 2
A/N: Gimana? Bagus nggak chapter ini? Chapter berikutnya adalah kemunculan pertama personanya Chazz. Stay tuned!
