Disclaimer: ATLUS yang punya, mau protes?

Warning:+ Spoiler!!!! Bagi yang belum namatin P3 scenario The Journey sama the answer.

+Bahasa campur!!!

+Sedikit genderbending

Note: Beberapa adegan tidak sama dengan komik dan gamenya. Kalo mau sama beli aja gamenya!

Persona 3

Tale of Self Insertion.

Chapter 3:The Persona, The Shadow, and The Girl

April 9 2009

Besoknya, aku langsung dibangunkan Minato.

"Hei, Chazz. Kau sudah bangun? Aku mau bertanya sesuatu padamu." Suaranya terdengar dari balik pintu, disertai beberapa ketukan.

"Oke, tunggu sebentar." Jawabku.

Setelah berpakaian, aku langsung menemuinya di koridor.

"Selamat pagi." Kataku.

"Selamat pagi." Jawabnya "Amu, tentang pertanyaanku-".

Aku memotongnya "Nanti saja waktu kita berangkat ke sekolah."

"Oh?Eh..Baiklah." jawabnya

Dalam perjalanan menuju ke sekolah

"…"

"…"

"…"

"…"

Suasana sunyi yang aneh mengisi atmosfer mereka.

"Anu, Chazz?" akhirnya Minato berbicara.

"Ya?"

"Apakah kemarin malam kau pergi ke tempat.." Dia tiba, tiba berhenti bicara, mungkin karena masih berpikir itu mimpi.

"Velvet room?" kataku, mencoba menyambung pembicaraan.

Dia tampak terkejut "Ya!Ya! Velvet room! Sudah kuduga kemarin itu bukan mimpi!" katanya girang. "Kenapa kau bisa kesana? Aku kira hanya orang yang menandatangani perjanjian yang bisa ke sana."

"Aku udah nandatangani perjanjian, apa elu ga liat namaku dibawah namamu?" tanyaku heran.

"Begitukah.." responnya.

Tampaknya Minato tidak melihat namaku

"Lalu." Lanjutnya "Apa yang Igor katakan padamu?".

"Dia cuma ngomong kalau lu akan menghadapi cobaan, dan aku diharuskan untuk membantu lu." Jawabku kalem.

Senyum merekah di wajahnya "Begitukah? Kalu begitu mulai sekarang mohon bantuannya." Ia membungkuk padaku.

"Udah,udah ga usa terlalu formal, biasa aja. Oke?" kataku.

Dia cuma mengangguk "Oya, apakah kamu tahu apa yang dimaksud Igor dengan 'cobaan'?" tanyanya.

"Sori, gua ga tau." Kataku, pura-pura tidak tahu.

"Begitukah….."

Pembicaraan kami dipotong oleh seseorang yang memanggil kami."

"Hey, kalian berdua! 'Sup?" kata orang itu.

Ternyata Junpei

"Langitnya biru, kita masih muda. Apalgi yang bisa kita minta?" katanya.

"Kamu sedang senang ya ?" Tanya Minato.

"Ya iyalah! Masa Ya iya dong!" jawabnya Optimis

"Eh bukannya menggangu. Tapi lebih baik kalo kita bicarakan di dalam saja. Udah mau bel nih! Potongku

Kami mengobrol dalam perjalanan masuk ke kelas.

Morning

Pelajaran hari ini ga terlalu special,malah sebenarnya membosankan! Guru kami yang bernama Ekoda itu sibuk mengoceh tentang Literatur Klasik

Minato sedang tidur.

Junpei malah ngorok.

Takut ketinggalan, akupun ikut-ikutan (Teladan buruk!!!!)

Pulangnya kita bertiga langsung maenan di game center sampai malem. (Teladan parah!!!)

Kita berpisah di tengah jalan, begitu sampai di dorm aku dan minato langsung tidur di kamr masing- masing.

Dark Hour

Di ruang control, Yukari dkk POV

"Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Ikutsuki.

"Sama seperti kemarin." Jawab Mitsuru.

"Hmmmm….Menarik, sangat menarik" kata Ikutsuki "Bahkan 'Mereka' yang berpotensi pun kondisinya tidak stabil waktu pertama kali mengalami Dark Hour."

"Hilang ingatan.. Gila sesaat..Bugil sesaat..Menari striptis sesaat..Ajep-ajep sesaat..(Hah?!?!?)" lanjut Ikutsuki.

"Chariman, saya mengerti tentang hilang ingatan dan gila sesaat, tetapi yang lainnya.."

"Nah, itulah poinnya, lucu kan? Haha Muahahahahaha." Tawa Iktusuki menggelegar seantero asrama, untungnya pahlawan kita masih bisa tidur dengan tenang, Yukari dan Mitsuru langsung sweatdrop mengadapi lawakan basah…Eh salah, lawakan garing.

Kemudian Ikutsuki memasang wajah 'seriusnya' yang sayangnya mirip orang mau be'ol.

"Idih..Chairman, kalau mau BAB pergi ke kamar mandi dunk!" jawab Yukari lebay.

"Eh? A-anu bukan! A-aku tidak.." Ikutsuki mencoba menjelaskan, tapi keburu dipotong Mitsuru (akhir-akhir ini kok banyak main potong ya? jangan jangan nanti fic ini jadi fic tukang jagal!)

"Chairman, sebaiknya anda keluar. Apa anda ingat terakhir kali anda kentut?" kata Mitsuru.

Flashback

Shinjiro dan Akihiko sedang terlihat memerangi Shadow. Mitsuru mem back-up mereka

"Musuhnya sekarat! Kita serang nyok!" kata Akihiko lebay.

"All-out attack!" seru Shinjiro

BROT!BROBOTBROBORBROBOT! terdengar suara kentut menjijikan

Akibatnya:

Persona Shinjiro berserk

Shadownya berserk

Akihiko dan Mitsuru pingsan

Seorang Ibu yang ada di sekitar situ kelenger dan tertatih-tatih berjalan ke tengah Persona Shinjiro dan Shadow tersebut

JRAS!

"Ibu! Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaak!" Ken Amada kecil menghampiri Ibunya dengan lebay

Di gang tersembunyi Ikutsuki terlihat berkeringat seperti habis melahirkan(O_0)

"Sial! Seharusnya aku tidak makan ketela itu!"

Flashback selesai.

"Shinjiro pergi gara- gara itu! Apa anda tidak malu? Sudah, keluar sana! Kalau tidak aku akan meng EKSEKUSI Anda!" bentak Mitsuru dengan nada mengancam.

Ikutsuki langsung ambil langkah seribu.

Beberapa menit kemudian…

Ping! Komunikator ruang control berbunyi.

"Ruang control, apakah itu kau Akihiko-sempai?" Tanya Yukari

"Kalian tidak akan percaya ini! Benda itu besar sekali! Dia berkali-kali mencoba menusukkan pedangnya padaku!" jawabnya.

"-Gasp-Akihiko-sempai, aku tidak tahu anda ternyata…. "

"Hah? Bu-bukan, Bukan itu! Yang aku maksud adalah Shadow!"

"Akihiko-sempai, Anda (beep) dengan Shadow?" kata Yukari semakin menjadi –jadi.

"Udah lu junior geblek! Sambungin ama Mitsuru!" kata Akihiko sewot.

"Ada apa Akihiko?"

"Aku diserang, dia kuat sekali! Sekarang aku hampir disana, kalian tunggu saja."

Semua isi ruang control kaget.

"Maksudnya, shadow itu mau dibawa kesini?" Tanya Yukari khawatir.

"Pak Chairman, kita tunda harus bersiap untuk pertempuran!" kata Mitsuru tegas.

"Y-ya!Hati-hati!" jawab Ikutsuki.

Chazz POV

Gua lagi ntidur enak-enak sampai terdengar bunyi pintu digedor.

"Chazz!Chazz! Maaf mengganggu, keadaan darurat!Aku sudah membangunkan Minato, cepat keluar dari kamarmu!" terdengar suara Yukari dari balik pintu.

Jadi para shadow sudah menyerang.

Aku memutuskan untuk membuka pintu sebelum didobrak Yukari.

Di luar terlihat Yukari yang sedang panik dan minato yang sedang bengong.

Lalu asramanya tiba-tiba bergetar.

"Aku tidak punya waktu menjelaskan, ayo kita pergi ke bawah!" kata Yukari, sedikit ketakutan.

Di tengah jalan Yukari berhenti sebentar

"Oh Iya, ini!Buat jaga-jaga."

Minato mendapatkan nodachi

Chazz mendapatkan….garpu.

"Woi!"

"Udah, pake itu dulu aja!" bentak Yukari

Kami berhenti di ruang makan.

"Harusnya kita aman sekarang." Katanya.

Tiba-tiba komunikatornya berbunyi "Takeba, apa kau mendengarku? Hati-hati,yang kami lawan sekarang bukan yang tadi dilihat Akihiko." Dan seperti ada yang menjawab, pintu belakang langsung digedor oleh seseorang.

"Se-sebaiknya kita ke atas saja!" seru Yukari.

Kami berlari ke atas, setibanya di atap Yukari langsung mengunci pintu.

"Phew, mungkin kita aman disini." Katanya.

Yukari,kenapa kau harus mengatakannya? Pasti ada sesuatu yang terjadi setelah ini.

Benar saja.

Arcana Magician muncul dari belakang, Yukari mencoba memanggil personanya, tapi nampaknya ia masih ketakutan dengan bentuk evokernya.

Shadow itu mengambil kesempatan dan menyerang Yukari sehingga Evokernya jatuh.

Selanjutnya, well seperti di gamenya, Minato mengambil evokernya dan memanggil Orpheus, yang lalu berubah menjadi Thanatos, dan mencabik-cabik Shadow tersebut.

Tapi, ada satu hal yang berbeda di gamenya

Bagian shadow yang tercabik itu menyatu dan mendekati Minato

"MINATO! DI BELAKANGMU!!" Teriakku.

Terlambat.

Pedangnya mengenai bagian tubuh Minato, meskipun kena bagian yang tumpul tetap saja Ia terpental karena kekuatan shadow itu.

Aduh,gimana nih? Evokernya dia (atau punya Yukari ya?) ada di belakangku, sedangkan shadow itu mulai mengincarku (Apalagi senjataku cuma garpu).

Di saat-saat seperti itu aku teringat benda pemberian Igor, bukankah itu Evoker?

Aku merogoh saku celanaku bagian belakang…

ADA!

Tapi, apakah ini Evoker? Bagaimana kalau pistol beneran? Aku bisa mati

"Itu Evoker kok." Jelas sebuah suara.

Aku menoleh ke sumber suara itu

Itu Om-om yang mendorongku ke dunia ini!

"Aku tidak ada waktu untuk menjelaskan, cepat gunakan!"

Aku mengarahkannya ke otakku

"Per...So...Na!"

DUAR!

"Thou art I, I am Thou. I have come from thy sea of soul. I am Hitoshura, master of Demon, what is thy bidding my master?" Buset! Personaku ngomong bahasa Inggris!

Penampilannya kayak manusia, tapi matanya kuning dan ada tato-tato kayak shaman di tubuhnya, dan ada semacam tanduk di tengkuknya.

"Blight!" teriaknya

Personaku mengeluarkan pedang sinar (bukan lightsaber lo ya!) dan menghantam shadow itu, tidak menyisakan apapun kecuali asap.

Aku yang lega karena selamat hampir saja jatuh ke lantai

Aku mencengkram sesuatu untuk bertumpu.

Kok Empuk?

Ternyata itu 'dada' nya Minato.

"Minato?" gua Tanya dengan nada gemetaran.

"Ya?"

"Lu sebenarnya…cewe ya?"

Dengan kalem dia cuma mengangguk

Gua langsung pingsan.

End of Chapter 3

A/N:Huaah!Chapter yang ini puaaaaanjang sekali! Terima kasih ya Messiah Arisato sama Lonely KOS-MOS buat reviewnya! Bikin semangat loh, sampe chapter ini bisa selesai dalam sehari!