Disclaimer: ATLUS yang punya, mau protes?
Warning:+ Humor yang rada jayuzzz
+Bahasa campur!!!
+Fic ini ada 50% kemungkinan menjadi MinatoxOC
Note: Beberapa adegan tidak sama dengan komik dan gamenya. Kalo mau sama beli aja gamenya!
Persona 3
Tale of Self Insertion.
Chapter 4: S.E.E.S New Recruit
??/??/??
Daytime
Pantesan!
Pantesan Mitsuru bilang AKU yang bakalan masuk asrama cowok
Pantesan mukanya merah waktu aku bilang takdir, pasti dikira lagi flirting!
Pantesan 'gunung kembar' nya empuk!
Dia, Minato Arisato. Seorang cewek, cewek tulen!
Duniaku serasa kebalik.
Eh?
Tunggu dulu! Duniaku emang sedang kebalik sekarang, Aku berputar-putar!
Rasanya seperti masuk ke dalam angin puyuh. Aku hampir muntah karena pusing!
Setelah 'berputar' di sana selama beberapa menit akhirnya aku mendarat di atas tanah.
Tanah yang solid dan keras.
Aku langsung muntah.
"Ah..Elizabeth, sepertinya cara kita memanggil tamu kita kali ini kita sedikit keterlaluan." Seru sebuah suara.
Aku mendongak ke atas.
Igor.
Ya, kakek versi masa depan pinokio itu dengan tenang dan cengengesan memandangiku dengan matanya yang besar seperti mad scientist.
Di sebelahnya Elizabeth berdiri dengan ekspresi 'innocent'nya.
Aku memandang sekeliling dan mendapati tempat ini bukan Velvet Room.
Tempat ini seperti gurun pasir, dengan sebuah karpet tergeletak di tempatku berada sekarang.
Aku sudah diseret ke dunia ini dengan paksa, disuruh menembak kepalaku sendiri, dan sekali lagi diseret ke tempat aneh.
Dan mereka bilang sedikit keterlaluan?
MBAHMU!
"Jangan marah, anak muda. Sebagai permintaan maaf akan kami jelaskan apa yang terjadi padamu sekarang." Kata Igor, ekspresinya tetap sama tetapi dengan nada seolah-olah ia tahu segalanya.
Aku memandangnya dengan tajam, mencoba mencari-cari tanda-tanda kebohongan.
Aku tidak menemukannya.
"Baiklah" gerutuku "Cepat katakan, semuanya".
"Dunia ini" dia menghela nafas "Adalah dunia pararel".
"Wauw, kenapa aku tidak terkejut ya?" kataku sarkastis.
"Dengar dulu lanjutannya anak muda" kata Igor " Dunia ini seperti duniamu sendiri, dengan beberapa 'perubahan' yang sama sekali tidak ada di duniamu."
"OO! Baguslah! Sekarang aku sudah tahu semuanya!" kataku, masih sarkastis.
Igor tidak menghiraukanku "Tetapi anehnya, 'aliran takdir' dunia ini bisa memasuki pikiran orang-orang tertentu. Sehingga lahirlah yang kalian sebut 'imajinasi' dan 'video games' "
"Lelaki yang menarimu ke dunia ini adalah perwujudan dari 'keinginan' para manusia yang menginginkan takdir yang berbeda untuk bocah itu" lanjut kakek berhidung panjang tersebut.
Aku diam saja, mencoba mencerna informasi ini.
Setelah berpikir untuk waktu yang lama akhirnya aku memutuskan untuk bertanya
"Tapi, ada satu hal yang tidak kumengerti." Kataku.
"Dan hal apa itu anak muda?" Tanya Igor.
"Apa yang terjadi." Aku menelan ludah "Pada gender Minato?"
"Ga tau tanya aja si sutradara merangkap author BlazingFireAngelXXX." Kata Igor acuh tak acuh sambil mengorek upil.
"WOI!GUA GA NYATA DI SINI! NYEBUT NAMA GUA TABU TAUK!(kaya Voldemort aja)UDAH, ULANG, ULANG!" kata sebuah suara dengan menggelegar.
Upil Igor sampe terlempar gara-gara itu, untung aja Chazz refleknya cepet. Kalo ga bisa kena 'limbah' tuh orang.
Sayangnya Elizabeth ga begitu cepat
"Kyaaaaaaaaaa! Ikh jijay! Najis! ^&%&^!" dia misuh-misuh sambil menggelepar.
Akibatnya lokasi syuting pun berantakan.
Loh? Kok jadi sudut pandang orang ketiga yach?
45 menit kemudian….
Lokasi syuting sudah diperbaiki
Karakter sudah memakai make-up dan siap berakting.
Scene 14 Take 2, ACTION!
"Apa yang terjadi." Aku menelan ludah "Pada gender Minato?"
"Seperti yang aku katakan tadi anak muda, ini dunia pararel 'imajinasi' bangsamu kadang-kadang bisa sedikit berbeda dengan kenyataan" kata Igor was-was, takut dimarahin ama suara tadi.
Hening
Aku bertanya lagi "Apa yang bisa kulakukan untuk menyelamatkan Minato? Bagaimana caranya mengalahkan Nyx tanpa the Great Seal?"
Igor hanya tersenyum "Coba pikirkan anak muda, bagaimana cara mengalahkan yang tak terkalahkan?"
Sekelilingku menjadi kabur
"Caranya…"
Kegelapan mulai memasuki tempat ini.
"Cara untuk mengalahkan yang tak terkalahkan…"
Kesadaranku sedikit demi sedikit mulai pudar
"…Adalah menjadi lebih kuat dari yang tak terkalahkan."
Tempat ini mulai hilang
"Nah, kau sudah temukan jawabanmu anak muda" kata Igor, tersenyum puas.
Kesadaranku hilang total.
"…."
Kepalaku semakin jernih.
Aku membuka mataku, ada seseorang yang memandangku dengan wajah cemas.
"Akhirnya kau sadar juga." Suara itu berbicara padaku.
Penglihatanku mulai jelas, itu Minato!
"Bagaimana perasaanmu?"
"Like crap…" jawabku sok keminggris
"Well, you look like one too." Balasnya sambil tertawa kecil.
"Urrghhhh… sudah berapa lama aku disini?" rasanya capek sekali walaupun aku barusan tidur.
"Seminggu penuh, kau tidur seberti beruang sedang hibernasi." Candanya, wajah cemasnya berganti menjadi wajah lega.
"Huh, yeah right…" kataku, sifat sok keminggrisku keluar lagi.
"Dimana ini?" Tanyaku, jelas-jelas tempat ini bukan asrama. Ruangannya berwarna putih, dengan tirai berwarna putih juga,ada vas bunga,TV Plasma, PS3,XBOX 360, Nintendo Wii (Aje gile ini rumah sakit ato game center?). Minato duduk di kursi di sebelahku.
"Ini Tatsumi Memorial Hospital, jaraknya lumayan dekat dengan stasiun". Jawabnya.
"Yah, anyway dokter bilang kamu sudah boleh pulang, katanya kamu hanya kecapekan, dan kamu bisa pulang sekarang juga kalau kamu mau. Tapi aku sarankan kamu istirahat saja, kalau ada apa-apa panggil suster." Kata cewek berambut biru itu
"Oya boleh aku bertanya sesuatu?"
Dia menoleh ke arahku dan berkata "Ya, apa?"
"Kamu cewek kan? Kenapa kamu pakai seragam cowok?"
"Soalnya waktu pendaftaran seragam ceweknya habis, yah jadi terpaksa aku pakai seragam cowok." Jawabnya enteng.
Aku cuma bisa sweatdropped melihat sikapnya yang terlalu easy-going.
"Aku akan memberitahu yang lain kalau kau sudah bangun."
Dia berdiri dan berjalan menuju pintu
"Aku sudah mendapat penjelasan dari para senpai tentang apa yang terjadi malam itu, mereka bilang mereka akan menjelaskannya padamu begitu kau bangun."
Dia membuka pintu
"Jadi..um…Bye!" ia mengucapkannya dengan muka merah, jangan-jangan…
Ah tak mungkin!
Dan iapun meninggalkan ruangan ini.
Sebuah suara terngiang di kepalaku
"I art thou and thou art I, thou shalt be given blessing when thou chooses to create persona from The World Arcana."
The World Social Link has been made!
Your power to create Persona from 'The World' Arcana has grown.
Holy S##t!
Minato adalah Social link? Udah gitu dari World Arcana lagi!
Aku menghela nafas, apa saja yang akan terjadi padaku?
Sabtu, 18 April 2009
Early Morning
Yukari menyetopku di gerbang Gekkoukan
"Hey, kau sudah sehat?" Aku mengangguk "Syukurlah, kau tidur selama seminggu penuh. Kami khawatir kalau kau…" ia berhenti bicara " Ah..sudahlah, jangan diungkit-ungkit lagi." Emang yang ngungkit tadi siapa?
"Oh ya, Senpai-tachi dan Ikutsuki mau berbicara denganmu sepulang sekolah." Aku cuma mengangguk "Pastikan kau datang ya!" katanya lagi.
Sekali lagi, aku cuma mengangguk.
After School
Aku naik ke lantai 4 untuk menghadiri rapat S.E.E.S
Semuanya sudah disana.
"Akhirnya kau datang juga, ayo kita mulai rapatnya" sambut Mitsuru dengan senyum ramah.
"Aku lega kau baik-baik saja" bisik Minato
"Ya...." jawabku.
"Alasanku memanggilmu ke sini adalah karena aku perlu berbicara padamu." sahut Ikutsuki "Duduklah."
Aku duduk di tengah-tengah Minato dan Yukari (Lucky! Hehehehehehe).
"Oh! Sebelum itu aku ingin mengenalkanmu, ini Akihiko."
"Senang bertemu denganmu." sahutnya.
"Baiklah, sekarang kembali ke topik utama" Ikutsuki menghela napas "Apakah kau percaya padaku bila kukatakan bahwa satu hari lebih dari 24 jam?"
"Ga." jawabku singkat, padat, jelas.
Mitsuru kemudian menyahut "Ingatkah kalian pada malam pertama kalian di sini?" (jangan pikiran kotor! Lurus dan Suci! Lurus dan Suci!)
"Lampu-lampu di jalan mati, benda elektronik mati, peti-peti bermunculan di jalan dan waktu sepertinya terhenti." lanjutnya "Itulah Dark hour, aliran waktu yang tersembunyi di antara satu hari ke hari berikutnya."
"Tersembunyi?" tanya Minato.
"Orang biasa tidak akan menyadarinya, mereka berubah menjadi peti, ingat?" sahut Akihiko.
"Tapi Dark Hour itu ada, dan terjadi setiap hari setelah tengah malam." lanjut Ikutsuki.
"Tapi, yang membuatnya menarik adalah 'makhluk' itu." kata Akihiko lagi."Kami menyebutnya 'Shadows'. Mereka muncul di Dark Hour dan menyerang siapa saja yang tidak menjadi peti. Dan tugas kita adalah membasmi mereka, menarik bukan?"
Mendengar pernyataan itu Mitsuru langsung kesal "Akihiko! Jangan kekanak-kanakan! Ini bukan permainan!"
Atmosfirnya berubah menjadi tegang, karena itu Ikutsuki mencoba menenangkan mereka berdua "Tenanglah kalian berdua!"
Hening
Ikutsuki yang pertama berbicara "Singkat cerita, kami S.E.E.S kepanjangan dari Specialized Extracurricular Execution Squad."
"Di koran, kami terlihat seperti klub sekolah biasa, tetapi sebenarnya kami adalah organisasi yang bertujuan melenyapkan Shadows." kata Ikutsuki "Pemimpinnya Mitsuru, sedangkan aku penasihatnya,"
Kemudian Mitsuru melanjutkan "Para Shadow memangsa pikiran korbannya. Ya, merekalah penyebab Apathy Syndrome." lanjutnya setelah melihat wajah terkejut kami.
"Bagaimana dengan polisi?" tanya Minato
Mitsuru menjawab "Sayangnya polisi tidak bisa beroperasi pada Dark Hour."
Ikutsuki melanjutkan "Walaupun jarang, beberapa orang bisa bergerak dan memiliki kekuatan untuk melawan Shadows pada Dark Hour. Itulah 'persona' kekuatan yang kalian gunakan seminggu lalu."
"Hanya pengguna persona yang bisa mengalahkan 'mereka', para Shadow."
"Artinya hanya kita yang bisa." kata Mitsuru
"Trus?" tanyaku
Mitsuru mengeluarkan sebuah koper, isinya adalah sebuah Evoker dan Armband.
"Maukah kalian bergabung dengan kami?" tanya Mitsuru.
Aku menatap Minato, dia mengangguk.
"Kami ikut." seru kami bersamaan.
"Terima kasih, kalau ada pertanyaan silakan tanya." kata Mitsuru.
Aku mengangkat tangan.
Mitsuru menoleh ke arahku "Ya?"
"Err...Evokerku mana?"
"Oh ya, hampir lupa."
Mitsuru menyerahkan Evokerku (yang lebih keren, hehehe) beserta pelindungnya.
Wow, aku merasa ga lengkap tanpanya.
"Baiklah, kalian boleh keluar." kata Ikutsuki.
Waktu aku menuju pintu keluar Mitsuru menahanku.
"Melthingham, bolehkah aku bertanya?"
Aku menoleh ke teman-temanku, mereka sudah pergi ke kamr masing-masing.
"Silahkan."
"Darimana kau mendapatkan Evoker-mu?"
Waduh.
Aku langsung keringat dingin, gimana nih? Masa harus kukatakan tentang Velvet Room?
Mitsuru menatapku dengan tajam
"Ah...anu aku beli di toko barang antik. Desainnya menarik, jadi aku pikir pantas kubeli."
"Begitu? Baiklah, kau boleh pergi." kata Mitsuru, nadanya mengandung kecurigaan
Waktu aku berjalan ke kamarku aku mendengar bisik-bisik.
"Toko barang antik? Evoker diciptakan oleh Kirijo Group. Tidak mungkin bisa diduplikasi tanpa skemanya, dan aku tidak percaya ada orang bodoh yang mencoba mencurinya aku tahu seberapa besar pengamanan di gedung Kirijo." kata Mitsuru.
"Bagaimana menurutmu Chairman?" tanya Akihiko.
"Yah, untuk sementara kita awasi saja dia. Kalau dia bertindak mencurigakan, kita akan siap." jawab Ikutsuki.
Kedua anggota senior S.E.E.S mengangguk setuju.
End of Chapter 4
A/N: Oh tidak! Chazz telah dicurigai! Apa yang akan terjadi? Dapatkah anggota S.E.E.S mempercayainya? Nantikan dalam Episode selanjutnya!
Special thanks bagi yang meriview Chapter sebelumnya StarGuy, Lonely KOS-MOS, dan Messiah Arisato, Chapter ini review juga yach!
