Disclaimer: ATLUS yang punya, mau protes? Protes aja ke ATLUS!

Warning:+ Humor yang rada jayuzzz

Bahasa campur!!!

+Fic ini ada 50% kemungkinan menjadi MinatoxOC.

Note: Beberapa adegan tidak sama dengan komik dan gamenya. Kalo mau sama beli aja gamenya/kominya!

Persona 3

Tale of Self Insertion.

Chapter 5: Dueling with Death

Minggu, 19 April 2009

Daytime

They've got ... a power and a force

that you've never seen before.

They've got ... the ability to morph

and to even up the score.

No one can ever take them down

the power lies on their saiaiaiaiaide…….

Hari Minggu.

Aku cuma diam di kamarku sambil dengerin musik dengan walkman (coba tebak musiknya apa!)

Go Go Power Rangers

Go Go Power Rangers

Go Go Power Rangers

Mighty Morphin' Power Rangers

Yep, lagu Power Ranger. Lumayan bisa nostalgia.

Di tengah-tengah lagu aku mendengar ketukan pintu.

"Chazz, kau di dalam?" Tanya sebuah suara yang familiar.

"Ya, lu sapa?" tanyaku.

"Minato, boleh aku masuk?" sahutnya.

"Masuklah." Jawabku

They know ... the fate of the world is lying in their hands.

They know ... to only use their weapons for defense.

No one will ever take them down,

the power lies on their saiaiaiaiaiaide…..

Pintu terbuka Minato lagi berpakaian 'biasa' (cek sendiri di persona 3).

"Kok pake baju cowok lagi?"

"Habis, nyaman sih. Lebih mudah bergerak." Jawabnya.

Hening

Suara lagu masih terdengar:

Go Go Power Rangers

Go Go Power Rangers

Go Go Power Rangers

You Mighty Morphin' Power Rangers

"Ooke jadi ada pa nih?" tanyaku lagi.

"Kamu bebas tidak siang ini?"

"…..Ya, emang napa?"

"Jalan-jalan yuk!" katanya, nadanya antusias tapi mukanya emotionless….serem!!!

Aku berpikir sebentar.

Ini hari minggu.

Gua lagi ga ngapa-ngapain kecuali ngedengerin musik.

No one ... can ever take them down

the power lies on their saiaiaiaide…

Daripada ngedengerin musik sampe budek, mendekam di kamar sampai badeg (?!?). Udara fresh kelihatannya lumayan

Go Go Power Rangers

Go Go Power Rangers

Go Go Power Rangers

You Mighty Morphin' Power Rangers

"Okelah, kenapa tidak?" kataku,mengambil keputusan.

Wajah Minato menjadi cerah sedikit "Benarkah? Kalau begitu bersiap-siaplah, aku tunggu di bawah."

Dia meninggalkan kamar.

Musik dari walkmanku masih terdengar.

Go Go Power Rangers

Go Go Power Rangers

Go Go Power Rangers

10 menit kemudian.

Minato mendengar suara langkah kakiku, ia mendongak ke atas dan tersenyum

"Sudah siap?" Aku mengangguk, "Ayo kita pergi" sahutku.

Dan kamipun pergi jalan-jalan, entah kemana itu.


Sementara itu…

Yukari terbangun dan menuju ruang tamu, disitu sudah ada Ikutsuki, Mitsuru, dan Akihiko

"Loh? Minato mana?" tanyanya.

"Tadi pergi sama…siapa namanya lagi? Cheese?(keju) Chess? (catur)" kata Ikutsuki .

"Chazz." Mitsuru membetulkan.

"Begitu? Yah, kalau aku lupa lagi tinggal kita Chase (kejar) saja,terus kita tanya lagi. Hahahahahaha!" Yak saudara-saudara, Ikutsuki telah membuat lelucon jayuzzz….LAGI.

Ketiga penghuni asrama lainnya cuma bisa geleng-geleng kepala dan menghela napas melihat kelakuan Chairman mereka

Sementara itu(lagi?) di tempat Chazz…

ZET!

Bulu kudukku berdiri.

"Kenapa?" Tanya Minato, ia heran sekali karena aku tiba-tiba berhenti di tengah jalan

"Kayaknya ada yang mlesetin namaku deh.." Aku melihat sekeliling dengan waspada, siap menghadiahi bogem mentah kepada 'terdakwa' karena pelecehan nama dengan tidak hormat (cieeee).

"Karena itu tidak sesuai pasal 7869898 KUHP tentang pelecehan nama: Nama harus dihargai siapa yang memelesetkan nama dengan tidak hormat, maka akan dihukum mencuci kaus kaki para penghuni lembaga permasyarakatan. Karena tidak sesuai dengan pri-kenamaan dan pri-pemberi nama!" kataku sok penting dan full bacot.

Minato cuma bisa bengong menghadapi sikapku yang overreacting

Aku cuma bisa terdiam, malu karena mbacot ga karu-karuan.

Akhirnya aku membuka topic pembicaraan "Eh..jadi kita mau kemana?"

Minato menoleh ke arahku "Elizabeth tadi telepon, katanya mau menjelajahi salah satu bagian Port Island Dan karena cuma kamu dan aku yang tahu Elizabeth, aku ingin meminta bantuanmu."

Sial! Kirain ngajak jalan-jalan sebentar, ternyata aku disuruh babysitting si Elizabeth!

"Emangnya dia minta aku datang juga?" Biasanya Elizabeth kan cuma nge-request ke Minato aja.

"Tidak sih, cuma ada beberapa 'masalah' waktu aku menemaninya ke Pawlonia Mall." Kata Minato, dia kelihatannya malu.

Aku mengela napas, Ya Tuhan kelihatannya hari ini akan menjadi hari yang panjang.

Tahu ga, ternyata Elizabeth ngajakin ke mana? Ke Escapade choy!

Jangan-jangan mau Ajep-ajep di sana?

SALAH BESAR

Mengapa aku bilang begitu?

Oke, begini ceritanya.

Begitu masuk Elizabeth langsung menunjuk Bar kecil yang terletak di sudut.

"Aku percaya bahasa kalian adalah 'Bang minta minumnya!' kalau kalian memesan minuman. Iya kan?" tanyanya lugu.

"Eh…Iya, kenapa?" Aduh Minato, kenapa kamu jawab? Pasti nanti ada kejadian konyol.

Elizabeth tidak menjawab, ia cuma melangkah ke bar tersebut . Bartender yang bertugas mendongak menatapnya.

"Mau pesen apa,non?" tanyanya sopan

"Bang! Pesen Wedus Binal, enam!" katanya antusias. Gile nih anak emangnya kita kuat minum 2 botol?

Elizabeth menoleh kepada kami dan tersenyum "Kalian pesan apa?"

Rahangku serasa jatuh ke lantai, Minato melotot.

5 Menit kemudian….

"Fuaaah, aku puas." Elizabeth berkata dengan gembira.

"Oh….Begitu ya?" kata Minato. Dia dan aku cuma pesen root beer 2, Elizabeth ngabisin 36 botol berbagai jenis minuman keras dan ga mabok-mabok.

"Bang, nih bayarannya!" kata Elizabeth seraya melemparkan sekantong besar uang koin.

Begitu melihat isinya Bartendernya cuma bisa melotot "Kembaliannya simpen aja!" kata Elizabeth.

Kami mengantar Elizabeth keluar sambil diliatin para pengunjung, ada yang ngegosip malahan.

Begitu sampai di pintu Velvet Room Elizabeth berhenti " Terima kasih, kalian berdua. Kini aku tahu keunikan masing- masing minuman keras. Soalnya di ruangan tuan minumannya cuma beberapa jenis." Jelasnya "Ini buat kalian."

Minato mendapatkan Iron Nodachi.

Aku mendapatkan Sawn-off Shotgunx2.

"Selamat tinggal." Ucapnya.

Aku cuma bisa bengong melihat senjata baruku sementara Elizabeth memasuki Velvet Room.

"Ini.. asli ya?" tanyaku.

Minato mengamati punyaku dan berkata "Yep."

Gila, gimana kalo ketuker sama Evokerku? Bisa-bisa otakku bertebaran di lantai.

Selama aku berpikir ternyata ada satpam yang lewat.

Sayup-sayup terdengar suara "Dua orang mencurigakan memegang senjata ditemukan di lorong Pawlonia Mall, mohon dikirim bantuan."

Aku terkejut dan menggengam tangan Minato "KABURRRRR!!!!!"

Kami keluar dari lorong, menabrak satpam tadi, dan berlari sekuat tenaga menuju pintu keluar.

"Hey kalian! Tunggu!" Enak aja, sapa sing mau tunggu?

Begitu kita di tempat aman aku langsung berkata pada Minato "Bilang sama Elizabeth, lain kali kalau kasih senjata jangan di tempat yang banyak orang!"

Minato mengangguk.

Dan kamipun di berjalan menuju asrama.


Sesampai di pintu masuk….

Minato menghentikanku dan berkata "Terima kasih mau menemaniku hari ini."

"Ga masalah." Kataku enteng.

"Sebenarnya, aku melakukan penyelidikan tentang keluargamu " ucapnya tiba-tiba.

Glek. Gimana nih? Apa di dunia ini aku punya orangtua?:

"Orangtuamu meninggal di kecelakaan yang sama pada kecelakaan yang merenggut nyawa orangtuaku juga," katanya dengan nada yang sedikit sedih.

Aku tertegun, Orangtuaku ada? Tapi sudah mati?

Dia melanjutkan "Aku bersyukur bisa berteman denganmu, mungkin memang takdir yang mempertemukan kita."

"Er…um…ya." oh tidak! Aku kehilangan kata-kata!

"Yah, ayo kita masuk. Tidak ada gunanya kita tetap disini." Katanya sambil memasuki pintu.

Sebuah suara terngiang di kepalaku….

"Thou art I….And I am thou. Thou shalt have our blessing when thou choosest to create a persona from The World Arcana…"

Trus aku dapet SMS

"The World Social link has reached level 2! Your power to create the persona from the world arcana has grown!"

Aku menghela nafas dan memasuki asrama.

Seketika itu juga disambut suara yang familiar " Yo! Bung! Wazzap!"

Aku menoleh ke arah suara tersebut "Junpei.."

"Wow! Aku tak percaya! Kita semua pengguna persona!" katanya antusias, kemudian ia menunjuk dirinya "Tenang aja, selama ada Junpei-sama, dijamin kalian bakal aman!"

"Bukannya malah celaka?" kata Yukari sinis.

"Yuka-tan! Jangan kejam begitu dong." Kata Junpei.

Yukari cuma me-'hmph' dia.

"Yah anyway,Akihiko-senpai menemukanku tergeletak di jalan menangis ga karuan." Katanya murung "Kalau kalian gimana? Apa mengalami seperti itu?"

Yukari menjawab "Aku juga sih." Kemudian ia menoleh ke arah kami "Cuma mereka berdua yang tidak."

Junpei juga menoleh ke arah kami "Benarkah?" kami mengangguk "Aku iri deh!" katanya.

Lalu Mitsuru mendatangi kami "Sekarang jumlah anggota sudah cukup, jadi kita akan 'ke sana' sekarang bersiaplah kalian semua."

Kami meng-iyakannya.

Mitsuru mengajak kami ke depan sekolah Gekkoukan.

"Anu… kita ngapain di sini Mitsuru-senpai?" tanya Junpei.

"Diam dan lihatlah" jawab Akihiko.

11:59:58

11:59:59

12:00:00

Sekolah kami berubah menjadi labirin yang tentu sudah kukenal dengan nama 'Tartarus'

Aku melihat ekspresi yang lain.

Junpei kaya orang bengong.

Yukari terkejut.

Akihiko, Mitsuru, dan Minato biasa aja.

Mitsuru yang pertama kali angkat bicara "Mari kita masuk."


Pintu masuk Tartarus

Dark Hour

"Oke, jadi begini rencananya. Kalian akan menjelajahi lantai 1 untuk menyesuaikan diri di dark hour. Lantai 1 saja! Mengerti?" Jelas Mitsuru, Kami semua mengangguk.

"Kemarilah, pilih senjata yang menurut kalian cocok."

Junpei dan Yukari mendekat untuk memilih, sedangkan kami diam saja.

"Lho? Ada apa? Ayo pilih! Jangan malu-malu." Kata Akihiko.

"Kami sudah punya." Kataku.

Lalu aku dan Minato mengeluarkan senjata kami masing-masing.

Akihiko dan Mitsuru Cuma bisa melongo melihat senjata kami yang ASLI.

Catet, ASLI.

Bukan busur klub ekskul atopun katana imitasi.

"Darimana kalian mendapat barang tersebut?" Tanya Mitsuru.

"Toko Barang Antik." Kata kami serempak.

Mereka tampak curiga pada awalnya tetapi membiarkannya saja.

"Baiklah silakan masuk." Kata Mitsuru

"Tunggu Mitsuru. Aku ikut." Sahut Akihiko.

"Kau masih terluka!" kata Mitsuru.

"Tenang, kita ada 5 orang, kalau ada masalah pasti langsung ketahuan."

"Tapi-" bantah Mitsuru.

Akihiko berbisik "Ini kesempatan untuk mengetahui Melthingham di pihak siapa."

Mitsuru menatapnya sebentar dan berkata "Baiklah,Takeba! Personamu bisa menyembuhkan dekat-dekatlah dengan Akihiko."

"Baik!" kata Yukari

"Minato, kamu pemimpinnya. Pastikan tim-mu selamat." Perintah Mitsuru.

"Baik." Kata Minato

Dan kamipun memasuki Tartarus…


Aku mendarat di lantai yang dingin dan berdarah.

Oke, aku sudah sampai di tartarus.

Tapi ada sesuatu yang salah...

Aku muncul di tempat sepi dengan hanya Akihiko bersamaku.

Suara Mitsuru berdengung di telinga kami.

"Akihiko! Melthingham! sepertinya kalian terpisah dari yang lain kalian ada di lantai 3! Lebih baik kalian segera ke lantai satru untuk bergabung dengan yang lainnya. Melthingham, tolong jaga Akihiko."

"Oke."

"Tunggu dulu Mitsuru, bukannya harusnya aku yang menjaga dia?" tanya Akihiko.

"Lupakah kau kalau kau sedang terluka?"

"Er... tapi! Aku...Dia! Ohhhh Baiklah!" kata Akihiko pasrah.

Dimulailah perjalanan kami ke lantai satu...


Tapi ada yang salah...

Aku dan Akihiko mendarat di sisi lain Tartarus.

"Mitsuru? Ada apa ini?" tanya Akihiko.

"Kalian terpisah dengan yang lainnya! Cepat, kalian harus bergabung dengan mereka! Mereka akan menunggu di pintu masuk!" Kata Mitsuru.

Kayak aku ga tau aja...

So...Anyway! Kita segera bergegas mencari jalan menuju pintu masuk Tartarus.

Tapi ternyata...

Labirin ini lebih besar dan ruwet daripada gamenya.

Jadilah kami membantai segala yang ada (sadis!) sambil mencari pintu masuk.

Kemudian Mitsuru menghubungi

"Sedikit lagi kalian berdua! Kalian cuma perlu lurus sedikit lagi untuk bergabung dengan yang lainnya!"

Syukurlah...aku sudah capek sekali! Sedikit lagi bisa Istirahat!

Tetapi kayaknya nasib berkata lain.

Kami dihadang sama...Reaper!

"Celaka! Akihiko! Melthingham! Cepat lari! Makhluk ini tidak bisa kalian kalahkan berdua!" teriak Mitsuru dari interkomnya.

Menuruti nasihat Mitsuru kami langsung ambil langkah seribu.

Tapi makhluk ini ulet juga, ditambah lagi dia cepat!

Dan seperti nasib ga berpihak padaku aku kepleset genangan darah...

"&*&#!" sumpahku.

"Melthingham!"

"Senpai, jangan khawatir! Senpai lari saja! Aku akan menghadangnya!"

Akihiko menyumpah dan menggumam sesuatu lalu berkata padaku "Tidak, kita akan hadapi dia berdua."

Reaper tersebut menyergap kami.

"Sial! Kalian berdua tunggu saja disitu! Akan kupanggil yang lain!" sahut Mitsuru.

"Roger." kata Akihiko.

Akihiko melayangkan tinjunya ke Monster itu. Sepertinya tidak terlalu berpengaruh. Maka aku menggunakan power charge dan menembaknya dengan shotgun kembarku.

Masih tidak terlalu berpengaruh.

"Senpai, kita gunakan sihir! Sepertinya serangan fisik tidak akan berhasil!" Akihiko mengangguk menyertujui.

"Agilao!"

"Zionga!"

Berhasil! Serangan itu berefek padanya, meskipun sedikit.

Dia menyerangku dengan Hamaon

Block!

Aku memutuskan untuk menggunakan Matarukaja untuk meningkatkan kekuatan kami.

Akihiko tetap menyerang dengan Zionga.

Reaper itu menjerit kesakitan, tapi masih hidup.

Dia menggunakan Garudyne pada Akihiko.

Kena telak! Akihiko down!

"Si-sial, seandainya aku melihat serangannya tadi!"

Bagus, aku harus mengadapinya. SENDIRIAN.

"Agilao!" serangan itu tampaknya malah membuatnya marah

" Jangan khawatir Chazz! Serangannya mungkin meningkat tapi pertahanannya menurun!" kata Mitsuru

Ya, tapi serangannya -dyne ditambah lagi MEGIDOLAON.

Dia menggunakan Bufudyne.

Meleset!!!

Aku membalasnya dengan Agilao.

Kayaknya kesabarannya sudah habis karena seranganku tadi membuatnya mengeluarkan MEGIDOLAON.

Mampus. Mampus deh aku.

DUARRR!

"UARGGHH!"

Gua sekarat sekarang. SEKARAT.

"Chazz! Sial, kalau saja aku bisa bergerak!" Ia berusaha untuk bangun dan membantuku, tetapi sia-sia.

Oke gua sekarat sekarang, bahkan gua udah meliat cahaya.

Inikah akhir hidupku?

Tiba-tiba terdengar suara

"Jangan menyerah!"

Aku menoleh ke sumber suara tersebut.

Itu orang yang menarikku ke dunia ini.

"Jangan menyerah sekarang! Siapa yang akan membantu Minato kalau begitu?"

Tapi...aku...

"Percayalah pada personamu! Keluarkalah kekuatannya yang sebenarnya!"

Kekuatan...yang...sebenarnya?

Aku bangkit, menodongkan Evoker,dan berkonsentrasi pada Hitoshura.

"Kekuatan...yang...sebenarnya." gumamku.

Duar!

Hitoshura muncul dan menggunakan serangan terkuatnya, Gaea Rage!

Lantai dibawah Reaper retak dan mengeluarkan ledakan magma yang dasyhat.

Reaper itu tewas, meninggalkan beberapa item

Aku ke tempatnya tadi untuk memungutnya.

Mendapatkan Pedang Karatanx1!

Mendapatkan persona Lancelot!

Mendapatkan Steel Barrel!

Kemudian aku menuju Akihiko senpai untuk membantunya berdiri

Ia bertanya padaku "Apa....itu tadi?"

"Aku tak tau, aku mengeluarkannya secara tak sengaja." jawabku.

"Begitu?" katanya

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari arah depan.

"Senpai, tunggu disini aku akan mengeceknya."

Ia menatapku dan berkata "Berhati-hatilah."

Aku mengangguk dan berjalan menuju suara itu...


Aku sampai di depan pintu masuk.

Tak ada siapa-siapa selama perjalananku ke sini.

Aneh, kalau begitu kemana yang lain?

Aku berjalan mundur dan menabrak seseorang

Aku langsung berputar 180 derajat untuk mengetahui siapa orangnya

Minato

Aku langsung lega...

Tapi, aku kemudian disambut rentetan kejadian:

Kepleset genangan darah+megang pundak Minato+dia ikut jatuh+dia di atasku+ mulut bertemu (0_o)+dia kaya cowok=sepasang gay lagi bercumbu

Minato cuma diem aja entah terlalu kaget atau terlalu kalem.

Dan waktu sepertinya ga bisa menambah buruk kejadian, yang laen dateng.

Mereka menatap kami.

Kami menatap mereka.

"Er...um...er...Aku bisa jelaskan!" ujarku mencoba menjelaskan

Tapi Junpei mengangkat tangan dan bicara sok tau "Tak perlu dijelaskan kawan, Aku masih mau kok berteman dengan gay."

"Ta-Tapi."

Yukari menimpali "Jangan khawatir, aku akan mendukung kalian." Di wajahnya ada senyum nakal

Pasti sebenarnya dia tahu siapa Minato.

Waktu aku ribut mencoba menjelaskan Akihiko diam-diam menghubungi Mitsuru

"Mitsuru?"

"Akihiko? Syukurlah kau selamat, maaf tadi aku sibuk membimbing grup Minato melewati jalan lain supaya bisa menyergap Reaper tadi sehingga aku tidak bisa sering-sering menghubungi kalian."

"Tidak apa-apa, dari pertarungan tadi aku bisa tahu satu hal."

"Apa itu?"

"Melthingham....bisa dipercaya."

"Begitu?"

"Dan..."

"Dan apa?"

Akihiko menelan ludah dan berkata "Dia ternyata gay...."

End of Chapter 5


A/N:Yihaaaa! Chapter 5 Updated!Tetapi Chazz keluar dari mulut singa masuk mulut buaya!Akankah dia memulihkan reputasinya sebagai laki-laki normal? Oya Chapter ini puanjang loh! 2000-an lebih! Gimana StarGuy? Udah cukup panjang? Hari ini ada sedikit tambahan,enjoy! Dan sebelum itu special thanks buat Starguy,Lonely KOS-MOS, and messiah Arisato buat review chapter sebelumnya. terus baca yach!

Behind The Scenes

Chazz: Aku berhenti!!!

Author(aku): Loh kenapa?

Chazz:Adegan tadi itu extrim banget tauk!

Author:Ga Bisa! Lu udah nandatangan kontrak!

Chazz:Tapi reputasiku gimana? Kan ada rezim penggemar Minato cowok!!!

Author:EGP

Chazz:*Nangis histeris*

Tau-tau Minato datang

Minato:Chazz, tenang aja gua cewek kok disini. Udah berenti nangis! Ntar gua beliin Es Krim!

Chazz*Berenti nangis* Beneran?

Minato:Ya

Chazz:Yey!

Author:Swt


Nantikan episode berikutnya!