Disclaimer: ATLUS yang punya, mau protes? Protes aja ke ATLUS! Lagu-lagu yang numpang lewat juga bukan punyaku.

Warning: Humor yang rada jayuzzz, Bahasa campur!,Character rada-rada OOC, dan ada kemungkinan berubah jadi harem (aku cowo sih! tapi tenang aja masih "kemungkinan")

Note: Beberapa adegan tidak sama dengan komik dan gamenya. Kalo mau sama beli aja gamenya/komiknya!

Fanfic ini dibuat sebelum ada kabar tentang P3P mungkin ATLUS terinspirasi membuat game itu dari fic ini! (G-R Mode ON!)

Persona 3

Tale of Self Insertion.

Chapter 6: The Priestess

Sabtu,9 Mei 2009

?

Oke..beberapa minggu udah lewat sejak kejadian itu. Para senpai udah mulai percaya padaku, walaupun mereka masih ada sedikit kecurigaan. Aku harus berhati-hati supaya ruang gerakku tidak dibatasi, apalagi ada Ikutsuki.

Satpam Mall sudah diganti oleh Officer Kurosawa. Ia berbaik hati menghapus kami dari blacklist mall pawnlonia. Bahkan menawarkan kami (dan anggota S.E.E.S) berbagai macam senjata baru.

Minato punya banyak temen baru, kerjanya sekarang bolak-balik asrama-sekolah-mall-tempat lain-velvet room-asrama sampe mabok aku ngeliatin. Dia juga nyelesaiin beberapa side quest Elizabeth sendirian dengan sukses . Bahkan dia cuma ngajak aku untuk melawan Rampage Drive. Gile, kok kuatan yang disini daripada di game?

Sejak "kejadian itu" Junpei kalo ngeliatin gua seperti ngeliatin Nemesis (tahu toh? Bossnya RE3). Butuh 3 hari supaya dia bisa normal (emangnya pernah normal? -Hermes siap-siap Cleave-) lagi.

Aku? Aku mendapatkan persona baru, namanya...

Lancelot...

Kayaknya dia ksatria dari legenda King Arthur. Aku tidak terlalu tahu tentang dia. Elementnya listrik, skillnya cuma Zio, Bash, dan Tarukaja. Dan Dia. Bukan! Bukan dia kata bantu yang menunjukkan orang lain! Tapi Dia yang untuk nge-heal itu loh...

Keburukannya dapet persona baru itu mesti level uppin supaya dapet skill yang bagus-bagus.

Social linkku cuma 1. Yep, that means Minato is the only person that i have interact mostly with! (kok jadi inggris?)

Tentang Velvet Room? Aku ga terlalu sering pergi kesana, habis personaku cuma 2. Kalau takgabungkan jadinya elek gimana? Apa? Elizabeth ? Aku kan usah bilang aku ga terlalu sering ke Velvet Room. Blom sempat ngecek.

Huh...

Ketukan di pintu menyadarkanku dari lamunanku.

"Woi! Bangun euy! Kita harus sekolah sekarang!" terdengar suara si jengot kambing-maksudku stupei-Junpei .

Sekolah...ngedengerin aja bikin aku males.

Dengan sangat berat hati dan penuh perjuangan akhirnya aku berhasil meninggalkan ranjang (halah!)

Early morning

"Akhirnya bangun juga, ngapain aja loh? Jangan-jangan kamu jadi kayak Junpei! Bahaya nih!" goda Yukari.

"Berisik, aku mo ngapain itu urusankoe!" balesku dengan lemah.

lemah karena si Yukari nanyain teruzzzzzzzzz apa yang sedang aku lakukan waktu itu, sambil sesekali melirik ke arah Minato...Wah jangan-jangan dia lezz-Kena panah Yukari-

Aku belum bilang ya kalau yang cewek sudah tahu gender asli Minato? (Plus Ikutsuki, that's for sure)

Sementara yang cowo cuma bengong campur jijay...

Karena seperti lihat Yaoi Hentai...

Aku pergi ke sekolah habis makan petay..

Dengan langkah yang gontai (Rhyme!)

Lunchtime

"Senpai maukah kau memakan bekalku?"

"Eh Min, ke kantin bareng yuk."

"MINAAAAAAAAAAAAAAA-chhhhhhhhhhhhhaaaaaaaaaan."

Pegel gua ngeliatin.

Cewekku-maksudku Minato lagi dikerubungin arek-arek dari berbagai macam kelas.

Maklum, dia itu lumayan populer. Bahkan fanclubnya sudah ada. Anggotanya macem-macem.

Cewe ada, Banci juga ada (hiyyyy!)

Pegelnya bukan karena itu tapi karena mereka ngerubungin sambil nyenggol-nyenggol aku.

Sampai hampir jatuh.

Tempat dudukku dekat jendela, Minato di sebelahku.

"Woy, ati-ati dong! Kalau kalian nyenggol aku sampe keluar jendela gimana?" bentakku.

Aku dicuekin mereka.

Karena pengap sekali di ruang sempit itu, ditambah dengan fanclub yang menghabiskan oksigen di sekitarnya (lebay). Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke luar kelas. Refreshing bentar.

Aku sudah lama sekali di sini, tapi anehnya aku malah merasa familiar dengan tempat ini.

Kenapa ya?

Padahal aku cuma beberapa minggu di sini.

Sebuah tangan di pundak membuyarkanku dari lamunanku.

Dan siapa lagi kalau bukan si (mantan) tokoh utama kita berambut biru yang ternyata seorang cewe dan ia memakai baju laki-laki hanya karena kecuekannya? (panjang amat)

"Gak sopan ! Aku masih tokoh utama! Lagian dia-menunjuk ke Chazz- kan aslinya tidak ada!" protesnya sambil mendelik pada author.

"Udah, lanjutin tuh ceritanya! tembok ke-empat gua bisa habis karena lu-lu semua hancurin terus!" jawab sang author.

PLEASE WAIT

REPLAY

Sebuah tangan di pundak membuyarkanku dari lamunanku.

Si (mantan) tokoh utama telah tiba.

"Da' pa?" tanyaku.

"Nanti saya, Junpei, Yukari mau pergi karaokean di club escapade. Mau ikut tidak?" tanyanya

Berhubung gua ga bisa nyanyi dan ada urusan gua putusin untuk menjawab "Sori, ga bisa aku sibuk."

Dia tampak sedikit kecewa "Oh begitu sayang sekali..."

Dan rasanya aku bisa mendengar Yukari mengatakan "YES!"

Dasar lesbi kampungan -dilempar sandal sama penggemar Yukari-

After School

Aku memutuskan untuk menyelesaikan urusan yang tadi sempat kusebut

Mau tahu apa?

Online.

Seperti lagunya Saykoji.

Siang malam ku selalu

Menatap layar terpaku

Untuk online...online

Online...online...

Keadaanku hampir mirip dengan tokoh lagu itu

Tidurku sekarang telaaaaaat sekali. Sayangnya diiringi dengan bangun kesiangan.

Untung aja rekan seasrama berbaik hati untuk membangunkanku, jadi gak terlalu kesiangan amat.

Begitu pulang sekolah Online lagi di warnet.(ealah nih anak!)

Di asrama belum dipasang Wi-Fi sih...

Lalu... Internet sini murah banget! 1000 rupiah (anggap aja yen aku gak terlalu tahu kurs valas yen sekarang berapa XD) per 30 menit!

Tapi baru juga 1 jam ada gangguan.

"Hey dude! kamu disini toh rupanya!" seru sebuah cara dengan ceria.

Junpei.

Dengan aura ala Higurashi no Naku Koro Ni aku menjawab "Terussss Kenaaapaa...?"

Junpei sampai swt

"Minato bilang lu sibuk...inikah maksudnya?" ejeknya

"Berisik! Udah sono karaokeo!" bentakku, bukannya aku lagi mbuka situs "ehem", tapi kan ga enak kalo internet diliatin orang (ya kan?) apalagi JUNPEI orangnya.

Dasar pengganggu privasi!

Tapi takdir kejam juga.

PET!

Mati lampu...

Aku berdiri dengan tenang, berjalan keluar dari bilik.

Menghimpun Nafas dalam-dalam.

"!" teriakku keras-keras. Junpei sampai jatuh ke lantai.

"B-bung! Tenanglah! Ini bukan akhir dunia!" katanya enteng.

Aku diam saja meratapi akhir masa mudaku (haaah?).

"A-ayolah kita karaokean aja." ajaknya.

Akhirnya aku setuju. Setelah membayar biaya internet kami menuju club escapade.

Dan mungkin aku salah lihat, tapi rasanya aku melihat Minato membawa sebuah tang di tengah jalan (HAh? Jangan-jangan...)


Okeeh aku udah sampe di club escapade, tepatnya di karaoke roomnya (anggep aja ada).

Dreamless dorm, ticking clock,
I walk away from the soundless room.

In this night, moonlight melts,
My ghostly shadow to the lukewarm gloom.

Sekarang Minato dan Yukari sedang menyanyi.

Nightly dance of bleeding sword
Reminds me that i still live.

Jangan kaget dengan yang dinyanyiin.

I will burn my dread...
I once ran away from the god of fear
And he chained me in despair.

Gila nih, mereka tahu theme song game mereka? Apakah ini juga termasuk penghancuran tembok ke-empat?

Burn my dread...
I will break the chain
And run till i see the sunlight again.
I lift my face and run to the sunlight.

Emang sih artis bernama Yumi Kawamura juga ada di dunia ini.

Oh.. i'll run
Burning all regret and dread
And i will face the sun
With pride of the living

Tapi kok bisa sih mereka menyanyikan lagu ini?

Applaus Junpei menyadarkanku dari lamunan (sering nglamun nih belakangan...makanya sering kesambet-Chazz menyiapkan shotgunnya-)

Minato menunjukku sambil berkata "Oke sekarang giliranmu."

Aku menghela nafas, dari dulu aku ga suka dengan yang namanya menyanyi. Lagu sih oke, tapi nyanyi?

Merepotkan saja.

Aku mengambil mikenya, menancapkan flashdisk di tape supercanggih(nih abad berapa ya?) milik karaoke tersebut.

Dan...

Toki o koero sora o kakero kono hoshi no tame

Kimi wa mita ka ai ga makka ni moeru no o?
Kurai yami no soko de kiken na wana ga matsu
Shinjiru yatsu wa justice shinjitsu no ooja
Yume o mitsuzukeru koto ga ore no fantasy
Ikiru koto ga suki sa aoku ukabu cosmo
Toki o koero sora o kakero kono hoshi no tame
Atsuku moyase namida nagase asu to iu hi ni
Kamen Rider Black!Kamen Rider Black!

Kuroku hikaru body haato ni ti ga kayou
Kaze ga hakobu uta ni kimoti ga futo yureru
Shinpai shitagaru magician ayashige na esper
Tatakau toki wa soldier ore no hokori sa
Kono tikyu ga suki sa kokoro yurushita tomo
Towa ni mamore wakasa hajike kono ai no tame
Ima o moyase tsuyoku ikiro kyu to iu hi o
Kamen Rider Black! Kamen Rider Black

Shinjiru yatsu wa justice shinjitsu no ooja
Yume o mitsuzukeru koto ga ore no fantasy
Ikiru koto ga suki sa aoku ukabu cosmo

Toki o koero sora o kakero kono hoshi no tame
Atsuku moyase namida nagase asu to iu hi ni
Kamen Rider Black! Kamen Rider Black!

Hening...

?

Mereka tertawa keras-keras!

Malu banget dah aku "EMANG KENAPA? KAN BAGUS!"

Mereka malah tertawa lebih keras.

Dasar kurang ajar!

Aku hanya hapal lagu ini karena lagu ini telah menyulut "api" di jiwaku. (Nostalgia banget...Udah lama ga liat Kamen Rider Black a.k.a Ksatria Baja Hitam).

Dengan perasaan marah dan jengkel, tanpa ba-bi-bu aku langsung meninggalkan karaoke room.


Afternoon

Aku sekarang berada di kamar. Masih jengkel terhadap anggota 3 anggota S.E.E.S yang lain.

Tok-tok-tok!

Ada yang mengetuk pintuku.

Aku diemin aja.

Duk!Duk!Duk!

Cuek.

TekTekTekTek!

Cklik!

Krieeek!

Apaan tuh? Kayak suara pintu dibuka.

Aku mendongak...

Dan menemukan sesosok makhluk berambut pendek warna biru ( Ato merah ya? Kayak di P3P) memandangiku...

1.2.3..

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!

"Setan! Pergilah! Aku ga punya apa-apa! Kalau mau apa-apa bunuh aja tuh Junpei! Udah norak, idup lagi!" kataku, mencoba menyelamatkan diri.

Sementara itu Junpei...

-Menangis tersedu-sedu-"Hiks-hiks...UAAAAAAAAA!"

"Ahhhh berisik lu ! Kerasukan apa sampe nangis begini?" tanya Yukari.

"Gue kok merasa ga ada yang nginginin gue!" balasnya tersedu-sedu. Ruang tamu asrama sampai hampir banjir (LEBAY).

"Itu mah, bukan perasaan lagi, tapi fakta!" balas Yukari dengan dingin.

-Junpei menangis lebih keras-(Ya ampun...)

Balik ke Chazz...

Sosok itu menghela nafas "Saya bukan setan, coba lihat baik-baik."

Nada sopan ini...

"Min-min ya?" tanyaku.

Sosok itu menghela nafas lagi "Rasanya nama saya Minato bukan Min-Min"

Aku nyalain lampu (emang mati tadi?).

Minato sedang duduk di kasurku, tepatnya di sebelahku.

"Bikin kaget aja! Lagian ngapain kamu membobol pintu? Lebih tepatnya, ngapain kamu ke sini?" tanyaku ketus.

Bukannya menjawab tapi dia malah memandang sekeliling "Aku datang ke sini untuk mengatakan..."

"Mengatakan...?" tanyaku ga sabar.

Dia tersenyum "Lagumu tidak terlalu jelek kok, Meskipun itu lagu anak-anak kamu tampak begitu menghayatinta."

Aku cuma melongo melihat senyumnya yang so sweeeet~Eee...maksudku teharu dengan perkataannya.

"Oh ya...?" tanyaku tak percaya.

"Aku tadi tidak ikut mengetawai kamu loh."

Flashback

Junpei dan Yukari sedang tertawa sekeras mungkin. Minato cuma diem aja, wajahnya menunjukkan kepedulian.

End Flashback

Hening...

Kami merasa lebih tahu satu sama lain...

!

Suara aneh terngiang di kepalaku...

Thou art I...and I am thou

Thou shalt have our Blessing when thou choosest to create a Persona of The World Arcana...

The World social link have reached level 3

Your power to create a persona of the World Arcana has grown.

Kami ngobrol sampai ketiduran( Hah?).

Dark Hour

3rd person POV

Mitsuru duduk di ruang control, mengeluh karena tidak bisa mendapatkan sinyal , Akihiko datang menghampiri.

"Kamu ngapain nyecan? Apa ada "virus" di luar "komputer" kita? Jangan khawatir kan hal itu jarang terjadi" candanya.

"Yah, kan kita tidak akan pernah tahu kapan musuh bisa muncul." jawab Mitsuru.

"Aku kira kamu tidak bisa mencari di luar Tartarus?" tanya Akihiko heran.

Mitsuru menghela nafas "Sejujurnya, kekuatanku kurang kuat…" keluhnya " Mungkin ini adalah yang terbaik yang bisa dilakukan Penthesilea dalam rangka mengumpulkan data."

"Walaupun begitu, ternyata kekuatan persona lebih besar dari yang kuduga." Kata Mitsuru lagi. "Kita bahkan punya 2 orang yang bisa mengganti Persona di tengah pertarungan."

"Maksudmu Arisato dan Melthingham?"

-Flashback-

Team S.E.E.S sedang menghadapi Cowardly Mayas...

"Lancelot!" teriak Chazz mengeluarkan persona keduanya, menghanguskan shadow yang dilawannya dengan Zio.

"Woooah Bung! Aku kira personamu Hitoshura?" tanya Junpei.

"Hitoshura!" teriak Chazz lagi, kali ini menggunakan serangan Blight untuk membelah seekor shadow.

"Sebenarnya aku dan Chazz bisa menggunakan lebih dari 1 Persona." jawab Minato ketika melihat wajah rekan setimnya.

-End Flashback-

"Ya, ada sesuatu yang istimewa tentang kekuatan mereka..." lalu tiba-tiba dia teringat sesuatu "Ngomong-ngomong soal Melthingham, aku tidak bisa menemukan apapun tentangnya."

"Maksudmu?" Tanya Akihiko

"Aku sudah menyuruh orang menyelidiknya, dia kembali dengan tangan kosong. Aku pun menyelidiki namanya, tidak ada 'Chazz Melthingham' yang tercantum di database Kirijo group. Ada sih laporan bahwa orangtuanya adalah pasangan Melthingham yang sudah meninggal, tapi itu palsu. Laporan sebenarnya menyatakan bahwa pasangan Melthingham tidak mempunyai anak" ujarnya.

"Mungkinkah dia menggunakan nama palsu?" Tanya Akihiko.

"Walaupun begitu, pasti ada hasil yang cocok waktu mencari ciri-cirinya" kata Mitsuru

Akihiko menghela nafas.

"Yah, walaupun begitu dia menyelamatkan nyawaku, dan aku berutang padanya. Aku percaya padanya, untuk saat ini…"

"Kuharap kau benar…" tiba-tiba Mitsuru terlonjak "Ada shadow!"

"Apa?Kau benar-benar menemukan satu?" Tanya Akihiko.

"Tunggu, sesuatu tidak benar. Aku mendeteksi sesuatu yang sangat besar! Kita tidak pernah menemui yang seperti ini sejak…"

Lalu mereka pun sadar.

Akihiko bertanya "Maksudmu, itu salah satu dari 'mereka'?"

"Kemungkinan besar…ya." jawab Mitsuru dengan tegas.

"Wah kalau begitu ini bakal jadi asyik!" kata Akihiko "Aku akan membangunkan yang lain."

Akihiko pun bergegas membangunkan keempat anggota S.E.E.S yang lain dengan…..

Dengan cara menekan tombol alarm (Ye…males banget. Kirain mau gedor-gedor pintu kamar. Jogging sana lo! Biar ga gendut! Huahahaha-diuppercut Akihiko-haha. Eh..eh cuma bercanda!)

End of 3rd person POV

Chazz POV

TEET! TEET! TEET! TEET!

"Eh...Chazz bangun...Alarmnya bunyi tuh?" ujar suara Minato.

Suara Minato?

Aku bangun untuk mendapatkan...Kepalaku tidur di pangkuannya (ehem-ehem!). Dengan cepat dan salah tingkah aku cepat-cepat bangun dari pangkuannya dan meraih knob pintu...Untuk mendapatkan bahwa seseorang dari luar telah menduluiku dan masuk ke dalam. Siapa lagi kalau bukan si Jenggot dan si Lezzbay dari gua Jamur-Diserang Garu dan Agi- Maksudku si Junpei dan Yukari.

Junpei berseru "Eh Chazz!" lalu dia menyadari keberadaan Minato "Wah! Sekalian Minato di sini~eh tunggu! Kalian ga ngapa-ngapain kan?" ujarnya dengan jijik.

Kepalanya langsung ditoyol sama Yukari "Udah! Eh kalian berdua, kita dipanggil senpai-tachi. Sepertinya penting!"

Dan kamipun bergegas menuju ruang kontrol...


Kami disambut oleh omelan Akihiko "Sedang apa saja kalian? Lama sekali?"

"Maaf senpai, Tapi Stupei susah bangunnya, apalagi ngoroknya keras." kata Yukari membela diri.

"Yukari..." ujarnya lemah

"Sudahlah! Mari kita fokus pada ancaman baru ini." ujar Mitsuru "Tadi waktu aku sedang menyelidiki aku menemukan reaksi di daerah stasiun Iwatodai."

"Ada Shadow di luar Tartarus?" tanya Junpei.

Mitsuru mengiyakan "Tampaknya jenis yang sama dengan yang dulu menyerang kalian berdua." ujarnya kepada kami.

"Jadi?" kataku.

Semuanya menoleh kepadaku, seakan mengatakan "Jadi, apa?"

"Jadi, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan mengacuhkannya? Atau kita kan melawannya?" tanyaku tak sabar.

"Kita akan melawannya. Aku akan membantu kalian, tapi jangan lengah." ujar Mitsuru penuh wibawa.

"Sip lah!" ujar Akihiko penuh semangat.

"Akihiko, kau tidak boleh ikut." perintah Mitsuru.

"Apa? Kenapa?" tanyanya dengan nada ketidakpercayaan. Seolah-olah Mitsuru mengatakan bahwa acara tinju kesayangannya dibatalkan karena ada kartun baru bernama Spongebob Squarepants (perumpamaannya panjang sekalee...)

"Lukamu masih belum sembuh benar, ditambah lagi seseorang harus mengabari Chairman" jelas Mitsuru "Aku tidak mau mengulangi kejadian kemarin." tambahnya.

"Uh...Baiklah..." ujarnya dengan berat hati.

"Yakinlah pada mereka Akihiko, mereka sudah siap." ujar Mitsuru menghiburnya "Giliranmu akan tiba, tapi sekarang..."

"Aku tahu, kabari Chairman.

Mitsuru-senpai menoleh ke arah kami "S.E.E.S team! Roll Out!" perintahnya.

"Hah? nggelundung kemana senpai?" tanya Junpei dengan begonya.

"Bodo! Maksudnya berangkat!" kataku.

"Dasar Stupei..." timpal Yukari

Mitsuru geleng-geleng kepala.


Kami tiba di stasiun duluan, Mitsuru bilang dia harus menyiapkan sesuatu dulu.

Kami memutuskan untuk menunggunya di pintu masuk stasiun Iwatodai.

5 menit berlalu, masih belum datang.

10 menit...Belum ada tanda-tandanya.

Yukari mulai sewot "Selalu begini! Telat!"

Junpei berusaha menenangkannya "Udah, tenang paling ada sedikit masalah di jalan."

Emang si Yukari itu ada sedikit inferiority complex dengan Mitsuru Senpai, ditambah lagi dia terpaksa bertarung dengan shadows karena ayahnya peneliti dari Kirijo Group.

Kemudian deru sepeda motor terdengar dari kejauhan.

"Nah, tuh udah dateng." ujar Junpei. Yukari cuma nge-hmph! dia.

"Maaf aku terlambat, aku harus menyiapkan sesuatu." jelas Mitsuru.

Junpei memandang berkeliling, seakan ingin memastikan sesuatu.

"Loh, senpai harusnya mesin kan ga ada gunanya di Dark Hour?" tanyanya.

Mitsuru menepuk sepeda motornya sambil menjawab "Ini dibuat khusus supaya bisa berjalan di dark hour."

"Oke, sekarang Mitsuru-senpai udah dateng. Jadi di mana shadownya?" tanyaku.

Mitsuru menjawab" Di rel kereta A ada sebuah kereta yang berhenti karena Dark Hour. Aku merasakan ada nya keberadaan shadow di sana"

Minato mengangguk "Baiklah, ayo berangkat!"


Kami sudah sampai di dekat pintu gerbong, perjalanan dari rel kereta ke sini mulus. Alias tidak ada shadow.

Tapi aku udah tahu apa yang ada di dalamnya.

Salah satu dari ke-12 Arcana:Priestess

Bisa selamet ga ya?

Junpei memecahkan keheningan "Jadi shadownya ada di dalam sini ya?"

"Dimana lagi?" kata Yukari sambil memanjat tangga.

Tiba-tiba dia berhenti, memandang ke arah aku dan Junpei.

"Awas ya kalo ngintip!" ancamnya

Junpei dan aku swt.


Gerbong keretanya serem banget, ada bercak darah di mana-mana dan suara-suara aneh. Untungnya kita udah kebiasa ama Tartarus jadi ga terlalu ketakutan.

"Ah!" seru Junpei tiba-tiba.

"Apa?" tanya kami bertiga.

"ITU SHADOWNYA!" serunya bangga kaya habis menang lotere.

Junpei segera bergegas mengejarnya tapi berhasil ditahan olehku.

"Tunggu, bisa jadi jebakan." kataku (Soalnya aku tau apa yang akan terjadi selanjutnya)

"Ah! Shadow mana punya kepintaran." tukasnya.

"Tidak, Melthingham benar. Penelitian dari Kirijo Goup menyimpulkan bahwa Shadow mempunyai kepintaran, tergantung dari jenisnya." Kata Mitsuru "Tapi kita tak bisa disini terus, bagaimana Leader?" tanyanya pada Minato.

"Dekati dengan kewaspadaan penuh." jawabnya.

Junpei, yang iri karena bukan dia leadernya langsung panas "KELAMAAN! NTAR KABUR!" katanya sewot, lalu segera mengejar Shadow itu.

"WOI! STUPEI! JA-" kata-kata Yukari terpotong bunyi pintu yang tertutup dengan keras, dan kemunculan dua Spurious Book (Namanya kalo ngga salah itu)"...NGAN Berpisah..."

Aku tidak buang-buang waktu langsung mengcast Agilao ke satu Shadow, sedangkan Minato mengganti personanya ke Angel dan bersama Yukari meng-Garu shadow satunya.

"They're down! Let's kick their a**es!" ujarku, mengusulkan All-Out Attack yang langsung disetujui Minato.

BAK!BUK!BAK!BUK!PETOK!MOOOO!MBEEE!KAINGKAINGKAING!

Dan tamatlah riwayatnya.


Kami merneruskan perjalanan dengan terburu-buru. Tepatnya aku sih... aku kan tahu apa yang akan terjadi berikutnya.

"Chazz, tunggu!" seru Yukari "Ealah, nia anak sama aja dengan Junpei." komentarnya ketika ia tidak melihatku mengurangi kecepatan.

Gerbong kedua...Ga ada apa-apa.

Gerbong ketiga...Masih gak ada apa-apa

?

Tunggu dulu, itu kan

"Eh liat tuh! Itu topinya Junpei." kataku sambil menunjuk topi yang melayang (Hah?) di gerbong keempat

Ga kok cuma bercanda... XD.

Kami melihat Junpei, sedang berusaha keras untuk mengenyahkan 3 shadow sekaligus.

Satu kelihatan seperti timbangan

"Junpei!" seru Yukari

"Jangan ikut campur...keadaan terkendali kok!" katanya keras kepala.

DOR!DOR!DOR!DOR!

Laras shotgunku masih berasap..

Tembakanku tidak membunuh mereka, cuma mereka tersentak mundur.

Tanpa-buang-buang waktu Minato mengeluarkan Angel dan me-Magaru mereka.

Kuat bener... Mereka langsung koit.

Junpei langsung ngambek "Bung! Apa yang kaulakukan! Aku kan sudah bilang kalau situasi terkendali!"

Sebelum aku sempat membalas Minato udah keburu maju dan...

PLAK!

Menampar Junpei...

Junpei melongo kehabisan kata-kata.

"Hentikan." kata Minato dengan dingin "Kita tim dan kerjasama adalah aspek yang paling penting. Dan ini bukan permainan siapa yang paling banyak membantai shadow."

Kami semua cuma bisa diam.

Aku memutuskan untuk memecahkan keheningan "Udahlah yang penting dia gak papa."

Yukari ikut-ikutan "I-Iya itu yang penting."

Hening

"Baiklah, mari kita..." omongan pemimpin kita terpotong oleh guncangan kereta. Keretanya jalan bo!

"Apa-apaan ini?" tanya Junpei kepada siapapun yang bisa mendengarnya.

"Jangan-jangan shadow!" kataku. Ya jelas toh wong aku udah maen game ini...

"Melthingham benar." ujar Mitsuru " Aku merasakan suatu kekuatan yang dashyat di gerbong paling depan!"

"Kalau begitu apalagi yang kita tunggu?" kata Junpei antusias.

Kami bertiga swt, nih anak baru aja dibilangin...

"Ah!"

"Apa lagi?"

"Kalau kalian begini terus kalian akan menabrak kereta di depan!"

"?" seru Anggota S.E.E.S yang laen.

"Aku tidak percaya aku mengatakan hal ini, tapi...Sebaiknya kalian cepat-cepat menghadapi shadow itu. Kalian cuma punya waktu 8 menit sebelum kereta kalian menabrak kereta lain!" seru Mitsuru histeris.

"Tunggu apa lagi? Ayo maju!" perintah Junpei seenaknya. Kasihan tuh Minato, udah susah-susah mau bikin rencana supaya anak buahnya slamet...eeee anak buahnya kualat!

"Tidak ada pilihan lain, kita harus maju."

Maka berlarilah para anggota S.E.E.S dengan tenaga turbo kaya ibu-ibu rebutan migor diskon di hari rebo-All out Attack oleh anggota S.E.E.S-

07:46

Di tengah perjalanan kita dihadang shadow, 20 detik habis untuk menghadapi mereka. Terus Junpei kepleset kulit pisang (Penumpangnya jorok niih...) mengahabiskan 5 detik. Dan setelah mengahadapi 72 halangan dan rintangan akhirnya kami sampai di hadapan priestess.

06:00

Dia besar sekali. Shadow itu duduk di kopkit kereta dengan sesekali mengoyangkan rambutnya. Rambutnya panjang, badannya hitam putih yang gue yakin bukan karena dia penggemar sepak bola. Di *****nya ada tulisan BJ yang aku yakin adalah singkatan dari B***J** (Chazz mulai ngerezzz...bahaya!)

Priestess itu nge-summon 2 Muttering Tiaras

" Junpei! Kau dan aku menghadapi 2 shadow itu! Chazz kau serang yang di tengah. Yukari, bantu dia!" perintah Minato.

Sementara Minato dan Junpei ber-agi ria dengan 2 shadow menyebalkan itu (Menyebalkan sekali, dia menghalangi kita menyerang priestess di game).

"Huh! Aku tidak butuh bantuanmu!" ujar Yukari sambil mengecast Garu.

Dan berakibat dia ditampel sampai ke seberang ruangan...

Aku menghela nafas dan menghampirinya "Udah, dengerin aja tuh leader kita." sambil mengecast Dia. Sementara itu The Priestess mengeluarkan 2 Muttering Tiaras lagi, BETAPA MENJENGKELKANNYA. Aku segera menggunakan Hitoshura dan mengcast Power Charge.

Yukari akhirnyan mau ga mau membantuku dengan memanah shadow-shadow tersebut. Begitu power chargeku selesai aku mengganti personaku ke Lancelot dan mem-bash the Priestess. Sayangnya seranganku tidak terlalu melukainya. Dia segera membalas dengan melempar Yukari ke seberang ruangan menggunakan rambutnya.

Kini kami tinggal 3 orang.( Yukari pingsan...)

"Woooooooi kalian ada yang bawa Revival Bead ga? tanyaku, Mereka cuma geleng-geleng kepala. SIAL!

The Priestess menggunakan Mabufu, Junpei langsung pingsan, tinggal 2 orang nih!

"Min, aku alihkan perhatiannya, gunakan Nekomata. Aginya lebih kuat dari Orpheus!" Minato cuma mengangguk mendengar saranku.

Maka akupun menembakinya "Woi! Jelek! Aku di sini!" sahutku. The Priestess kemudian mengalihkan perhatiannya kepadaku. Oke, langkah pertama berhasil. Tetapi yang terjadi selanjutnya lain dari dugaanku.

"Kauuuuuuuuu!"lolongnya "KetuRunAN sang pengKHInat! BeraNi sekaLI kAu menAMPAkkan diri di sini!" sahutnya angkuh.

Hah? Shadow bisa ngomong? Udah gitu dia nyebut aku apa?

"Keturunannya...HArUS DIBaSMi!" dia menyerangku secara membabi buta, dia tak peduli walaupun anak buahnya kena serangannya. Kalau begini terus aku bisa mati "GAEA RAGE!" teriakku.

Hening

Insufficient SP!

Wah sial kayaknya kemampuanku hanya bisa digunakan pada saat-saat tertentu saja. Dan tentu saja aku bakal mati saat itu juga kalau Minato belum selesai mengecast Agi.

Shadow itu mengerang kesakitan "Bagus Min-tong! Teruskan!" kataku sambil mengacuhkan protesnya 'Namaku Minato!

Jadi, mengacuhkan hal yang terjadi tadi, aku memutuskan untuk menembakinya saja (SPku langsung habis karena mencoba mengcast Gaea Rage dengan SP yang sedikit).

Dalam kemarahannya, The Priestess menampel shotgunku keluar dan mengakibatkannya dilindes kereta

"..."

"Chazz SPku juga habis!" seru Minato

OH S**T!

"Sekarang...MaTILah! KetuRuNan SetfOxAn!" ujarnya menyiapkan rambutnya untuk menyerangku. sesaat itu juga beberapa pikiran melintas di pikiranku. Setfoxan? Siapa tuh? Apa yang dia lakukan? Apa benar aku keturunannya? Apa semua ini -memandang anggota S.E.E.S yang pingsan- salahku?

Pikiranku terpotong oleh suara keras seperti besi bergesekkan dengan besi. Aku memusatkan perhatian pada sosok baru yang berada di dekatku...Minato?

"Apa yang kau lakukan? tanyanya.

"Haaah?" tanyaku bengong.

"Aku tak tahu apa yang dia katakan, tapi..."

"Tapi...?"

"Jangan biarkan hal itu masuk ke kepalamu, kamu adalah kamu. Bukan orang lain." katanya sambil tersenyum. Minato...

CTANG!

Pedang Minato mental karena kekuatan The Priestess

"MAaaaaatiiiiiiii KAUUuuuuuuuuuuuuU!" teriaknya, mengeluarkan es berbentuk lancip, siap merajam kami.

Okay WE'RE SO DEAD!

NGIIIIIIIING

OR MAYBE NOT...

Pedang karatan yang kudapat dari Reaper bersinar...

Tiba-tiba aku mendapat ide , kuberikan pedang itu pada Minato dan berkata "Suruh Orpheus men-tune pedang ini!"

"Haaah?" gantian dia yang bengong

"Udah cepetan!" kataku tak sabar.

Minato memanggil Orpheus "Orpheus bisakah.." Tapi Orpheus sudah keburu men-tune pedang itu.

Karatnya retak dan terkelupas dan cahaya terang menyilaukan keluar dari pedang itu.

Minato mendapatkan Lyre Swordx1

Bentuk pedangnya aneh sekali. Bagian tajamnya berwarna putih mengkilat, bagian tumpulnya malah berupa senar, dan pengikat gagangnya sewarna dengan rambut Orpheus.

Minato menatap pedang itu dalam-dalam "Pedang ini... Seperti bagian tubuhku saja." Kemudian dia memblok serangan Priestess menggunakan pedang itu dengan mudah.

"APAaaaaAAAAAAAAAA?" teriak Priestess tak percaya.

"Terima ini." Minato men-charge kekuatannya ke dalam pedang itu "Agi Blazing Slash!" teriaknya, menyabetkan pedang itu secara cepat ke arah shadow itu. Mataku sampai tidak bisa mengikuti gerakannya saking cepatnya. Dan begitu sadar hanya ada bekas seperti sayatan gosong di lantai.

"Sudah selesai kah?" tanyaku dalam hati.

Tetapi bukannya berhenti keretanya malah berjalan lebih cepat "Min-jhon! Coba tarik tuas itu." Aku ga tau kenapa tapi belakangan ini aku ada keinginan kuat untuk memberikan nickname pada protagonist kita ini.

Minato protes, tapi menarik tuas itu.

KRAK!

Tuasnya patah...

Aku mengecek batas waktu.

00:10

MATI DEH KITA.

Tiba-tiba aku dapet ide, terus aku bilang "Min-Dhong..."

Dengan jengkel dia memandangku, seolah mengatakan "Apa?"

Aku menghela nafas "Kalau aku mati...kremasi tubuhku dan masukkan abuku ke luar angkasa." ucapanku ini membuatnya bengong.

Aku mundur ke belakang. Bersedia! Siap! WUZZ! Aku berlari dengan kecepatan penuh menuju kaca jendela depan...

PRANG!

Dan terhempas ke arah rel...

To Be Continued

A/N: Halo semua! Sorry aku absen beberapa bulan ini, habis ga ada ide. Terus komputerku susah nyambung ke Youtube. Jadi susah nyari tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Karena itu mohon kalian memberitahuku dalam review apa yang terjadi setelah melawan si priestess. Oya kasih saran Elizabeth Request apa yang harus kukasih ke Chazz. Review ya! Tembok Ke-empatku hancur terus karena para cast-melirik sinis ke arah cast fanfic- karena itu aku berhutang banyak dan butuh review untuk membayarnya (LEBAY MODE:ON). And here's a little bonus for you guysSS!

PERSONA RANGER

Mereka sampai di hadapan The Priestess

The Priestess: -melihat ke arah S.E.E.S-HaaaaNNYYYYYYyyAaaa SSeeeeRRRAAAaaangGGaa! HuuuuAAaaa HaaAAAAAAA HaaaAAAaaaa!

Yukari: Dia meremehkan kita.

Junpei: Kalau begitu apa lagi yang kita tunggu?

Chazz: Ayo kita lakukan!

Minato: It's Morphin' time!

Yukari:IO!

Junpei:HERMES!

Chazz:HITOSHURA!

Minato:ORPHEUS!

S.E.E.S: PERSONA RANGERS

The Priestess:...

Minato: Gabungkan senjata kita!

Yukari: Io's Bull Head!

Kepala Kebo Io muncul dan mengambang di ruangan ini.

Junpei: Hermes Wing!

Sayap Hermes menempel di samping KKI (Kepala Kebo Io)

Chazz:Hitoshura's Horn!

Tanduk Hitoshura (adauw!) menempel di moncong KKI.

Minato:Orpheus Lyre!

Minato melompat dan menempelkan harpa Orpheus di atas KKI.

S.E.E.S: S.E.E.S Cannon!

The Priestess: *Makin ga ngerti...*

S.E.E.S: Fire!

The Priestess WhhhaAAtttT TtthHee Ffff******K -ditembak- !

End

GAJE AMAT.