Disclaimer: ATLUS yang punya, mau protes? Protes aja ke ATLUS! Lagu-lagu yang numpang lewat juga bukan punyaku.
Warning: Humor yang rada jayuzzz, Bahasa campur!!!,Character rada-rada OOC.
Note: Beberapa adegan tidak sama dengan komik dan gamenya. Kalo mau sama beli aja gamenya/komiknya!
Fanfic ini dibuat sebelum ada kabar tentang P3P mungkin ATLUS terinspirasi membuat game itu dari fic ini! (G-R Mode ON!)
Persona 3
Tale of Self Insertion.
Chapter 7: My arm and Elizabeth's Request
Sabtu,9 Mei 2009
Dark Hour
3rd person POV
Chazz berlari ke jendela sekuat tenaga dan melompat keluar....
Menembus kaca jendela...
Terhempas tepat ke rel kereta..
Ia terlindas kereta.
Isi perutnya terburai, bertebaran di atas rel kereta.
Setelah team S.E.E.S berhasil mengumpulkan bagian tubuhnya, mereka menghormati permintaan terakhirnya dengan mengkeremasi bagian tubuhnya (yang dikumlkan dengan susah payah) dan mengirimnya keluar angkasa.......
Selama pengkremasian gak ada yang menangisi dia.
The End
.....
Hahaha bercanda kok! Mana mungkin tokoh utama mati secepat itu. Mari kuceritakan apa yang terjadi sebenarnya.
Chazz terhempas ke arah rel kereta, seakan-akan mencoba bunuh diri. Tetapi dengan sigap ia menembakkan Evokernya "Lancelot!" teriaknya, memanggil Lancelot. Kemudian...Karena author sendiri ga tau apa yang dia rencanakan (LOH?! Yang ngarang siapa?).
Chazz POV
"Lancelot!" teriakku, memanggil ksatria abad pertengahan itu, kemudian kusuruh mengcast Tarukaja ke diriku sementara aku memanggil Hitoshura "Hitoshura!" dan menyuruhnya untuk menahan jatuhku. Kemudian Hitoshura mengcast Power Charge untuk menambah kekuatan. Pada saat kereta itu menabrakku, rasa sakitnya tidak separah yang kubayangkan. Dengan semangat 45 (Udah lewat kaleee) aku berusaha menahan kereta itu, sampai-sampai sol sepatuku terbakar. (PUUUUUAAAAANAAAAASSSSSSSSSS!!!!!!)
"AAAAAAAAAAAAAURRRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHH!!!!" teriakku, mencoba menghentikan kereta. Para readers, jangan meniru perbuatan ini di rumah ya!
Tiba-tiba sebuah kilatan warna biru dan putih keluar dari jendela.
Burungkah? Pesawatkah? Roketkah? BUKAN! Itu ORPHEUS! (Lebay) Tapi ngapain dia?
Dia menempelkan tangan di kereta..Dan ikut mendorong!
Kemudian ada bunyi tembakan, diiringi dengan makhluk aneh berbentuk koma. Dia mengcast Rakukaja kepadaku.
Oh Minato, ternyata kamu adalah orang paling baik sedunia.
Tapi, kalau aku tidak bisa menghentikan kereta ini dalam....00:07 detik maka aku bakal menjadi "Sandwich kereta isi Chazz."
Sekarang aku sudah melihat moncong kereta satunya, kalau tidak salah sekitar 7 meter. Aku menggeretakkan gigi dan berjuang untuk menahan kereta ini supaya tidak menabrak kereta satunya. Personaku yang merasakan kegelisahanku pun menjadi lebih agresif. Mereka mencoba mendorong sekuat tenaga. (Lho? jadi tadi ga sekuat tenaga?)
Aku merasakan kereta ini semakin melambat, tetapi semakin dekat juga dengan kereta satunya!
6 Meter....
5 Meter....
4 meter....
3 meter....
2 meter....
1 meter....
50 cm......
5 inchi.....
CIIIIITTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!
Keretanya berhasil berhenti tepat pada saat hidungku menyentuh moncong kereta. Para Persona udah lenyap duluan, mungkin karena pegel linu (Eee....tuan ga tau diri ya! Udah kita bantuin!). Yeah whatever karena aku sendiri mau ambruk kalau saja aku tidak tergencet di antara kereta ini. Setelah bersusah payah akhirnya aku dapat mengeluarkan diri dari gencetan kedua kereta itu (Kereta sialan! Hampir aja jadi sandwich!). Tapi, kemudian aku menyadari sesuatu yang menyeramkan...
Tanganku, tepatnya tangan kananku,kulitnya terkoyak, darah mengucur deras, dan ada sesuatu benda panjang yang mencuat dari bagian lengan.
ASTAGA!!!!
Tulangku patah! Lalu indera perasaku yang sempat mati rasa gara-gara ketakutan sekarang terasa AMAT SANGAT SAKIT!!!!!
"GUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH!!!!"
Minato's POV
Keretanya terhenti, apa Chazz berhasil menghentikannya? Oh boy kalau nanti kita ketemu lagi bakal aku marahin dia! Gegabah sekali tindakannya-
"GUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH!!!!!"
Huh? Suara apa itu?
Aku bergegas menuju keluar, khawatir dengan keadaan rekanku (ehem-ehem!-ditusuk lyre sword-).
Oh Tuhan.....
Tangannya,tepatnya tangan kanannya,kulitnya terkoyak....
"STOP! STOP!"
Sang sutradara bergegas menuju ke lokasi syuting.
"Kreatif dikit kek! Lagian mendeskripsikannya 2 kali membuat beberapa penonton pingsan." katanya sambil menunjuk bangku kanak-kanak.
Sebagian besar pingsan, sebagian lagi muntah-muntah, sebagian lagi ngiler (?), sisanya make-out dengan sebelahnya (??!).
"Oke, oke aku mengerti." kataku mengalah. Ya ampun ini Setan ato Sutradara ya? Orang terkapar malah dibiarin gara-gara salah omong.
"Bagus! In 3...2...1...ACTION!"
Tangan kanannya....Well, keadaannya parah sekali, dia mengalami patah tulang yang sangat parah, sampai-sampai tulang hastanya (iya kan? author anak IPS sih XD) menyembul keluar merobek kulitnya, dan tidak hanya itu saja, bagian pangkal patahannya melengkung sekitar 45 derajat.
Pasti sakit.
"Chazz!" teriakku sambil menghampirinya, dia tergeletak di tanah, mengerang kesakitan.
Chazz POV
Gila nih sakit banget, rasa sakitnya tak tertahankan bergerak sedikit saja ZRENG! Sakitnya langsung menyengat.
"Chazz!" Minato? Dia selamat? Syukurlah.
Sosoknya semakin mendekat "Kamu tidak apa-apa? Bertahanlah!" Dia kemudian mengaktifkan comlink-nya.
"Mitsuru-senpai, bisakah anda mendengarku?" ujar Minato.
"Minato? Akhirnya aku bisa menghubungimu, apa yang terjadi? Apakah anggota timmu selamat?" tanya Mitsuru dari tempatnya.
"Anggota tim yang lain ?" kata Minato sambil menengok kebelakang. 'Iya-ya bagaimana keadaan Junpei dan Yukari?' tanyaku dalam hati.
Dia berlari ke arah kereta untuk mengkorfimasinya "Ya! Mereka baik-baik saja, tapi Chazz..."
"Ada apa dengan Melthingham?" tanya Mitsuru.
Minato terdiam sebentar, kemudian berkata "Dia...Dia menghentikan kereta dengan cara berdiri di depannya!" sahutnya.
"A-apa? Benarkah itu? Bagaimana kejadiannya?" tanya Mitsuru.
"Dengar, sebaiknya Senpai mengirimkan bantuan, aku dan 2 anggota lainnya cuma luka ringan tapi dia lebih parah. Aku akan menceritakan segala kejadiannya nanti" klaim Minato.
"Oke, Dark Hour akan segera berakhir, tunggulah aku akan mengirim bantuan." jelas Mitsuru "Sementara ini tunggulah di sana."
"Dimengerti." jawab Minato, lalu dia menoleh padaku. "Kamu tidak apa-apa kah?" tanyanya iba.
"Lumayan sih......Daripada.......Elu....Hahahahaha." kataku sambil tertawa lemas.
"Apaan? Kan bukan aku yang nekat lompat di depan kereta, nanti kalau kelindes gimana? Untung saja cuma patah tulang." Omelnya seperti ibu-ibu.
"Badan lu kan kebelah." jawabku, 5 Minato menatapku heran.
"Errm.....Chazz?" tanyanya.
"Apa?"
"Coba ikuti gerakan telunjukku." perintah ke5 Minato.
"Yang mana? Minato ke1?2?3?4?5? Ato semua?" tanyaku.
.......
"Mitsuru-senpai gawat!" kata Minato histeris.
"Ada apa Arisato?" tanya Mitsuru.
"Chazz mengalami halusinasi gara-gara kehabisan darah ! Tolong percepat bantuan!" sahut Minato histeris.
Gelap....
Sepertinya aku pingsan gara-gara kehabisan darah.
Ato malah mati ya?
Aku mencoba membuka mata, ternyata tempat ini terang sekali.
Aku berada di salah satu bangsal pasien rumah sakit Tatsumi.
"Apa tidak bisa dokter?" samar-samar terdengar suara Mitsuru dari luar.
"Maafkan aku Kirijo-san, aku sudah berusaha semampuku, tetapi syarafnya rusak karena tulangnya yang patah itu mengoyaknya." jelas suara seorang laki-laki.
"Yah, apa boleh buat kalau begitu." kata Mitsuru dengan nada pasrah.
"Sekali lagi maaf, Kirijo-san aku tidak bisa membantu temanmu." kata Dokter itu dengan nada minta-maaf.
"Tapi, dia bisa pulang sekarang kan?" tanya suara seorang wanita muda....Minato!
"Ya, yang mengalami kerusakan hanya tangan kanannya. Jantung, otak, serta organ-organ tubuh lainnya masih berfungsi dengan baik." jelas Dokter itu.
"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Mitsuru.
"Mereka hanya luka ringan dan memar-memar." jawab Dokter itu "Mereka juga sudah boleh pulang, kurasa mereka harus istirahat selama 24 jam." tambahnya.
Mitsuru mendengus "Baiklah dokter, terima kasih atas bantuan anda."
"Sama-sama." jawab sang Dokter.
Terdengar suara langkah kaki berat menjauh dan suara Minato berkata "Apa benar tidak ada harapan lagi?"
Mitsuru mendengus lagi "Dia dokter terbaik keluargaku, tidak ada lagi yang lebih baik dari dia. Bahkan dokter luar negeri sekalipun."
"Jadi dia..." ujar Minato.
"Ya, cacat seumur hidup." lanjut Mitsuru.
Cacat...?
Seumur hidup....?
Saat itu juga aku merasa, bahwa dunia ini semakin kejam saja.
Aku menatap tangan kananku, rasa sakitnya hilang. Tapi, sebaliknya malah tak ada rasa APA-APA.
Nasib.
KRIIIIIIIEEEEEETTTTTTTT.........
Seseorang membuka pintu.
Aku menoleh ke arah pintu dan mendapati sang pemimpin S.E.E.S yang berambut biru menghampiriku.
"Hey." sapanya.
"Hey." balasku.
Ekspresinya tiba-tiba menjadi serius "Chazz, aku harus mengatakan sesuatu, sebenarnya..."
"Kamu ingin menyatakan cinta?" godaku.
"HAH! Bu-bukan, bukan itu! Dengerin dong! Ini penting!" ujarnya sewot.
Aku mengangkat tangan kiriku, menghentikan omongannya "Aku tahu, tangan kananku nggak bakal bisa bergerak lagi kan."
Dia terkejut "Makanya, kalau ngomong jangan keras-keras." candaku sambil cengengesan.
"Chazz...." dia kehabisan kata-kata.
"Aku udah tahu resikonya, sewaktu aku melompat keluar kaca jendela." kataku.
Dia terdiam sebentar, kemudian menyunggingkan senyum sedih "Kamu tegar ya...."
Aku cuma membalas senyumnya, padahal sebenarnya dalem hati udah krasa ANCUR.
Kalau sudah balik ke duniaku gimana jadinya ya?
"Loh nak, tanganmu kenapa?" tanya Ibuku.
"Habis ngerem kereta ma!" jawabku.
"HAAH?!"
"AKU REM DENGAN TUBUHKU DAN PERSONAKU MA!" lanjutku.
"WTF??!" (Lo ini ibu rumah tangga ato Boss Mafia ya?)
"SUPAYA USAHA SHADOWNYA MEMBUNUH TEMANKU GAGAL MA!" jawabku penuh semangat.
Ibuku terdiam lalu tersenyum sambil mengangkat telepon "Halo? Ini RSJ ya? Tolong! Anak saya kecanduan game sampai mau bunuh diri!!!"
....
Yaaah, kurasa aku akan bilang kalau aku jatuh dari tangga. Yep, jatuh dari tangga kedengarannya logis.
Akhirnya, setelah Junpei dan Yukari bangun dari 'beauty sleepnya' (HOEKS!) kami semua pulang ke asrama diantar Mitsuru.
Perjalanan dari RS ke asrama sepi sekali, karena ga ada topik yang bisa diomongin.
"..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"AAKHHHHHH UDDDAAAAAAAH JANGAN DIEMAN AJA! GUE BISA GILA NIH!" teriak Junpei.
"Loh, bukannya elo sudah gila?" ujar Yukari sadis.
JLEB! Kata-katanya Yukari membuat Junpei langsung DOWN. Untung aja ga ada yang meng All-Out-Attack dia.
Semua, kecuali Junpei langsung cengengesan.
Hening lagi.
"..."
"..."
"..."
"..."
"Eh Chazz." kata Junpei tiba-tiba.
"Apa?" tanyaku.
"Lu nekat banget sih? Nglompat keluar kereta!" ujarnya.
"Yah, daripada kita semua gepeng kaya pancake." jawabku.
"Masa ga ada cara laen sih?"
"Rem tangannya cepot gitu loh. Mau gimana lagi?" kataku.
Dia terdiam.
"Seharusnya kamu bangunin kita berdua, biar bisa ngebantu gitu loh." kata Yukari sambil menatap tanganku. Ekspresinya menunjukkan rasa iba.
Hah? Tumben.
"Iya! Jangan cuma minta bantuan Minato." timpal Junpei.
Aku menatap Minato, dia cuma manggut-manggut.
"Hahahaha iya,iya laen kali aku bakal minta bantuan kalian." kataku cengengesan.
Ternyata mereka peduli juga...
PRANG!
Thou art I...
And I am thou...
Thou hast established Empath social link.
Thou shalt have our blessing when thou choosest to create Persona from the Empath Arcana.
Empath social link is formed!
Empath? Emangnya ada social link itoe?
...
Nanti aku tanya Igor saja.
Minggu, 10 Mei 2009.
Early Morning.
"Kemarin, hari Sabtu tanggal 9 Mei terjadi tabrakan antara 2 kereta Shinkansen 'Asahi' dan 'Ikuto' . Polisi menegaskan bahwa hal ini disebabkan oleh korsletnya sistem kereta dan menyebabkan sistem navigasinya menjadi kacau. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kalau saja kedua Masinis dari kedua belah pihak kereta tidak sigap menghentikan kereta maka akan banyak korban berjatuhan. Mereka adalah pahlawan seja-" KLIK! Aku mematikan acara berita di tv.
Wow! Kirijo group memang hebat, bisa membuat alasan untuk menutupi aksi kami para anggota S.E.E.S.
Tapi rasanya gak enak juga, Masinisnya yang dapet penghargaan, kita-kita gak dapet tanda jasa apa-apa. Memangnya kita guru? (Gak bermaksud menyinggung orang yang pekerjaannya guru, hehehe).
Oh well.
Aku menengok keluar, hari masih pagi. Sebenernya sih semua anggota disuruh istirahat gara-gara kejadian kemarin. Tapi aku mau ke Velvet Room,ada banyak hal yang ingin kutanyakan ke Igor.
Pip!Pip!Pip!
Aku dapet SMS, pengirimnya Elizabeth.
'Aku cuma ingin memberitahu bahwa jalan yang diblokir sebelumnya sudah bisa dilewati, aku hanya ingin memberitahu itu. Semoga beruntung. Oh ya aku hampir lupa, bisakah nanti malam kamu datang ke Velvet Room? Aku ada permintaan.'
~Elizabeth
Kebetulan, aku juga mau kesana. Tapi kenapa harus nanti malam?
...
Mungkin dia sibuk di siang hari....
Afternoon
Aku bergegas menuju ke luar asrama.
"Melthingham? Kamu mau pergi ke mana?" tanya seseorang yang ternyata adalah Mitsuru.
"Cari angin Senpai, bosen di kamar terus." jawabku.
Alisnya naik "Begitukah? Baiklah, tapi hati-hati ya."
"OK Boss!" sahutku.
Maka bocah laki-laki itu memulai perjalanannya dengan meninggalkan asrama.....(Lebay!)
Misi kita hari ini :Cari social link sebanyak-banyaknya sampai sore...
Yah, kupikir untuk mengalahkan dari Nyx harusnya berhubungan dengan persona yang kuat juga, yang tercipta dari social link yang erat.
Oh well, tujuan pertama: cari tahu apakah social link Minato= social link ku.
Jadi dengan penuh percaya diri aku menghampiri social link Minato yang lagi hang out, Kazushi, Kenji, Bebe, Mamoru. (emang bisa?)
"WAAAAAAZZZZZZZZZZZAAAAAAAAAAAAAAAAPPPPPPPPPPP!!!!" teriakku penuh semangat.
...
Kazushi nanya "Sapa tuh?"
Kenji menjawab "Chazz Melthingham."
"Siswa yang suka bikin kimono itu?" bisik Kazushi.
"Bukan! Itu sih aku." sahut Bebe.
"Dia melihat kearah kita!" ujar Hidetoshi.
Kazushi menatapku dengan tajam, aku curiga dia lagi mikir "Nih anak mau ngapain ya? Awas kalau dia ngegrepe-grepe gua dengan gipsnya..."
Sementara Kenji mungkin mikir "Over banget, jangan-jangan dia diminumin bir...Jangan-jangan tangannya patah gara-gara dia backflip di atas tangga"
Bebe "Pura-pura gak kenal. Pura-pura gak kenal." (emang ga kenal !)
Mamoru " Adik-Adikku aja ga Over...Padahal aku mandiin pake bir."
...
Yah, itulah arti pandangan mereka menurut sudut pandangku.
Jangan-jangan aku sudah buat mereka ilfil....
Dengan segera aku membubuhkan tanda silang pada daftarku dan bergegas pergi dari tempat itu sebelum menarik perhatian orang lain.
MISSION FAILED!!!
Maka aku segera beralih pada misi kedua : Temen Chatting!!!!
Maka aku segera menuju warnet dan masuk ke
Ada 3 orang yang mereka komunits pecinta game.
Oke, mari kita coba.
Aku Log-in dengan nama Weduzzz.
Weduzzz: WAASSSSSSSSSSLLLLLLLLLLLLAAAAAAAAAAPPPPPPP!!!!!!!!
SSHr_Holmez:....
SVLM_BMW:...
MARS:....
Weduzzz had been kicked out of the server.
FISSION MAILED! Eh salah MISSION FAILED!
Waduh, kayaknya ga gampang juga nyari social link...Ato authornya lagi males?
PLOOOK!!!!
Seseorang melempar sandal dengan sangat keras, mengenai samping kepalaku " GOBLOK! MAKANYA JANGAN OVER DONG NYAPANYA!!!!"
"Iya, iya." jawabku pasrah, takut kelempar sandal lagi.
"UDAH CEPET CARI CARA NYELAMETIN SI MINATO!" Aku mendengus, emangnya gampang? Kenapa ga dia aja yang nyelametin.
"Karena aku makhluk netral, aku cuma bisa ngasih kekuatan. Dan mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya." jawab sang author sambil menggunakan kekuatan pembaca pikirannya, seperti Matt Parkman dari Heroes.
Sang author dilempar sandal.
"Itu tugas gue dodol!" kata seorang pria bertopeng kupu-kupu.
"Biarin, inikan ficku! Bebas dong mau ngapain!" jawab Author dengan kasar.
Maka, ketika kedua makhluk antardimensi tersebut sedang bertarung. Aku mengambil kesempatan untuk menyelinap ke Kuil Kaminari.
Kuil Kaminari
HOSH !HOSH !HOSH!
FIUUUHHHHH
Akhirnya bebas dari dua makhluk interdimensi kampret tersebut -dilempar sandal oleh Philemon dan Author-
Swt....
Eniwei, let's get back to the story...
Karena ga ada ide, akhirnya aku pergi ke Kuil Kaminari untuk istirahat sebentar.
"Haaaahhhhh." keluhku, panas-panas gini harusnya aku mendem di dorm aja. Gila, kerasukan apa ya aku sampe bela-belain nyari social link?
"Plotline!" jawab Author.
"Yeah, whatever." gumamku.
"Halo anak muda!" sahut seseorang.
Aku menoleh dan melihat seorang kakek-kakek berumur 50 tahunan menyapaku dengan ramah.
"Err.....Halo?"
Kakek itu tersenyum "Jarang sekali aku melihat anak muda mengunjungi kuil. Mereka lebih suka ke klub malam yang bising. Bayangkan!" ujarnya penuh semangat tatapannya serius. Kemudian dia tersenyum lagi "Jadi, apakah kamu kesini untuk mengajukan permintaan?" tanyanya.
"Ah, tidak aku hanya ke sini untuk beristirahat. Sebenarnya aku mau ke tempat lain." jawabku. Iya, balik ke dorm yang full AC
"Pasti berat kesini dengan kondisi tanganmu." katanya sambil menatap tanganku yang patah.
"Tidak juga, tanganku tidak terlalu membebaniku." kataku.
"Begitu ya?" katanya.
"KAKEK!" teriak seseorang.
Seorang cewek berlari ketempat kami.
Rambutnya perak, dikuncir ke dua arah ala pendekar Kung-Fu, umurnya kira-kira 2 tahun lebih muda dariku. Kayaknya aku pernah melihat dia disuatu tempat.
"Disini rupanya! Jangan menghilang begitu dong. Paman sampai bingung." kata cewek tersebut.
"Huh! Anak Durhaka! Ngundang Pesta Perkawinan di tempat hingar-bingar begitu!" Kakek itu bersungut-sungut (sungutnya siapa?)
"Aduhhh Kakek, Paman kan sudah bilang kalau dia tidak dapat tempat lain. Lagipula pestanya tinggal 30 menit lagi. Sabarlah." Kata cewek itu hampir putus asa.
"Baiklah! 30 Menit saja." kata Kakek itu.
Cewek itu menghela nafas "Akhirnya...." Ia menatapku "Terima kasih sudah menemaninya. Orang ini kakekku." Yaiyalah! Wong aku denger teriakanmu tadi, gumamku dalam hati. "Dia kabur dari pesta perkawinan Pamanku karena dia tidak suka dengan musik yang diputar band yang disewa pamanku." Dia menghela nafas "Kami kelabakan mencarinya."
"Oh... Begitu ya?"
"Sekali lagi terima kasih." Dia menuntun kakeknya "Ayo kek."
"Terima kasih anak muda." seru Sang aku ga ngapa-ngapain....Apa kakek itu terlatih kayak James Bond sehingga kalau aku ga ngobrol dengannya tadi dia udah ilang ke Russia?
"Hey!" seru cewek itu tiba-tiba.
"Hmm....?"
"Boleh aku tanya namamu?"
"Chazz Melthingham, kamu?"
"Souji Seta."
CTAR!! Petir serasa menyambar kepalaku. Dia MC Persona 4?!! Perasaan dia cowok deh! Atau jangan-jangan semua MC persona di dunia ini cewek? Apakah Maya cowok? Apakah Kanji gay? Apakah pelajaran kesenian ga berguna? Apakah aku Superstar? Apakah Emakku jualan tempe? Apakah Bibiku cerewet ? YA AMPUN MULAI GA NYAMBUNG NIH!
Pantesan kayaknya pernah liat. Aku kan punya Wallpaper karakter cowo Culture Festival waktu lagi crossdressing contest. (sebenarnya sih ngga, secara fanic gitu loh!)
"Kalau begitu sampai jumpa, Seta-san."
"Sampai jumpa." balasnya.
PRANG!
Thou art I...
And I am thou....
Thou shalt have our blessing when thou choosest to create a Persona from the Fate Arcana.
The Fate social link hast been established!
Your power to create Personas from the Fate Arcana has grown.
Huh?! Fate?
Satu lagi social link baru.
Evening
Hari sudah gelap, Oke saatnya ke Velvet Room.
Pawlonia Mall
Aku memasuki jalan buntu...
Velvet Room.
Disini cuma ada Elizabeth....
"Ah! Selamat datang di Velvet Room, sayang sekali Master sedang pergi." katanya.
"Ooh..." sahutku kecewa. Nih Igor saat dibutuhkan malah pergi, jangan-jangan dia ga mau jawab pertanyaanku? Kayaknya ngga sih, lha wong masa mau tanya social link aja ditinggal. Masa sampe Classified? Sementara aku tenggelam dalam pikiranku Elizabeth menatapku dengan puppy dog eyes. "Kenapa Beth?" tanyaku.
"Chazz-san, sebenarnya aku ada permintaan."
GULP.
"Permintaan apa?" tanyaku. Dia merengut, agaknya sedang memikirkan sesuatu.
Semoga permintaannya ngga aneh-aneh.
"Aku ingin......."
Inilah dia saudara-saudara.....
"....Jalan-jalan di Shirakawa Boulevard!"
CTAR!BLAAAAAR!!!!
Anjrit! Mintanya yang aneh-aneh.
"Ga ada tempat lain yang ingin kaukunjungi? Taman Bermain? Mall? Kuil? Sekolah?" tanyaku. Waduh, semoga Minato belum...
"Minato-san sudah melakukannya." katanya sambil tersenyum. Terkutuk kau Minato! Terkutuk Kau!
"Kalau begitu minta Minato saja!" mereka kan sama-sama cewek...Tunggu dulu malah BERBAHAYA kalau begitu.
"Tapi kan kamu yang ada di sini." katanya.
"Tapi," kataku mencoba mengalihkan pembicaraan "Apa harus sekarang, mending besok siang aja." tambahku. Kalau siang kan nggak terlalu 'berbahaya'.
"Tapi aku ingin pergi sekaraaaaang!" katanya merajuk. Sambil 'mengupgrade' puppy dog eyes-nya.
Aku menyerah, bisa-bisa dia ngambek nih "Oke, ayo kita pergi."
ELizabeth bersorak kemenangan.
Aku berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa.
Late Night
Shirakawa Boulevard.
"Jadi." kataku,"Mau kemana dulu Beth?"
Aku mencoba menghubungi Minato dalam selang waktu kesini, tapi HPnya ga aktif. Damn You!
"Hmmmm, kemana ya....Akh! Aku tahu, ke sana!" tunjuknya pada plang besar berwarna merah, yang ternyata adalah LOVE HOTEL.
Aduh Elizabeth, kamu seneng ya nyiksa aku? Atau kamu udah Di-Korupsi 'seseorang'?
Di suatu tempat
"HUUUUAAACHIH!"
" Ada apa Minato? Flu ya?"
Cewek berambut biru itu memandang berkeliling, seolah-olah mencari seseorang.
"Tidak, mungkin saja ada yang membicarakan saya..."
Back to Chazz
Oke, sekarang aku mengantar Elizabeth sampai ke dekat Hotel tersebut. Aku bilang 'dekat' soalnya aku nggak berani masuk, takut ada yang kenal. Tapi, kalaupun ada yang kenal, ngapain mereka ke situ? Kecuali mau 'Ehem-Ehem'
"Udah Beth lihat-lihatnya? Cepetan dong! Jangan lama-lama di sini banyak premannya!" kataku panik.
"Hmmmm, bisakah kita masuk?" tanyanya dengan wajah Innocent.
"Ja-jangan!"
"Kenapa?"
"Tempat itu." bisikku pelan-pelan sambil menunjuk TEMPAT TERKUTUK ITU. "Tempat orang melakukan..Errr..." aku mencoba mencari kata yang tepat "Hubungan Intim." bisikku.
"Aaah persetubuhan ya?" Aku mengangguk "Tapi, kenapa repot-repot disana?" tanyanya. " Yah, karena mereka melakukannya bukan untuk berkembang biak." kataku malu-malu. "Maksudnya?" Aduuuh, jangan diungkit-ungkit terus kenapa sih? "Begini ya Beth, saat manusia bersetubuh." Aku merinding mengucapkannya "Pertama kali masuk akan sakit, tetapi begitu mencapai 'puncak' rasanya akan Enak Sekali." Mukaku merah seperti kepiting rebus begitu mengucapkan 'Enak Sekali'.
"Begitukah? Bagaimana anda tahu Chazz-san? Apakah anda pernah melakukannya?" tanya Elizabeth penuh minat.
"A-apa tentu saja tidak pernah! Aku hanya mendengar hal ini dari ." kataku dengan gugup "Lagipula, aku belum punya pacar."
"Aaah begitu." ujarnya "Baiklah, penjelajahanku cukup sampai disini saja."
AMIN! YA TUHAN PUJI SYUKUR KEPADAMU!
Tapi aku jadi khawatir, ntar kalo requestnya yang selanjutnya jadi begini:
"Chazz-san! Permintaanku yang berikutnya, Bersetubuhlah denganku!"
Bisa Berabe nih....
Oh well, aku membuang pikiran itu dan mengantar Elizabeth ke Velvet Room.
Di tengah jalan kita dihadang sama berandalan. Sialan, mimpi buruk jadi kenyataan.
"Haai cewek, godain kita dong. Kita-kita ini lebih keren daripada pacar elo!" kata salah satu berandalan.
Aku merentangkan tanganku yang sehat, mencoba melindungi Elizabeth.
Salah satu berandalan itu tertawa "Hahahaha! Liat ini guys! Dia mencoba bersikap ksatria." dia mendekatiku "Gue paling benci orang sok kayak elo!" katanya sambil menjotos kepalaku. Serangannya tidak terhenti di situ saja dia memukul gips-ku dengan keras dan membantingku ke tanah, kemudian bertubi-tubi menendangi perutku. Dan kemudian mengkomando semua teman-temannya (yang berjumlah 6 orang, mampus aq) untuk mengeroyokiku. mereka melakukannya sambil tertawa-tawa.
"HENTIKAN!" teriak Elizabeth.
Semua berandalan menoleh kepadanya.
"Kalian berenam, mengeroyok satu orang...Sungguh tidak jantan, pengecut!" bentaknya.
"Heh! Itulah aturan 'dunia ini' manis." kata berandalan yang memakai baju hijau "Atau, kamu mau mengorbankan diri untuknya? Bagaimana? Kalau kamu 'melayani' kami semua mungkin dia gak bakal kami bikin ikan kaleng, paling-paling jadi agar-agar." candanya.
Semua berandalan itu tertawa
"Elizabeth jangan! Lari saja! Jangan pedulikan aku" teriakku
Berandalan berhidung pesek menendangku "Diam! Sekarang giliran dia bicara." hardiknya.
Elizabeth diam saja, tapi tubuhnya bergetar hebat. Bukan karena takut, tapi karena marah.
"Manusia bodoh..." sumpahnya "Kalian akan membayar penghinaan kalian." Dia mendongak, wajahnya menunjukkan amarah yang luar biasa.
Uh-oh, ini tidak bagus.
Kejadiannya cepat sekali, aku hanya bisa melihat bayangan Elizabeth. Dalam 10 detik semua berandalan itu terkapar di , ingatkan aku untuk tidak membuat marah Elizabeth.
"Dia!" seru Elizabeth, dalam sekejap rasa sakitku lenyap.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Elizabeth khawatir.
"Yeah, kamu tidak membunuh mereka kan?"
Dia menggeleng "Aku tak sudi melumuri tanganku dengan darah mereka."
Fiuuh, kita ga bakal berurusan sama polisi.
Kami melanjutkan perjalanan ke Velvet Room, untung aja Pawlonia Mall masih buka.
Kami tiba di depan jalan buntu tempat pintu Velvet Room terletak "Maafkan aku." kata Elizabeth tiba-tiba.
"Hah?"
"Seandainya aku tidak menyuruhmu menemaniku ke sini, kau tidak akan..."
"Akh, tidak apa-apa, lagipula aku ingin refreshing, daripada di asrama nggak ngapa-ngapain."
Dia tersenyum "Begitu ya?" Dia membuka pintu "Akh!"
"Kenapa?" tanyaku.
"Aku lupa, aku belum memberi hadiah atas kerja kerasmu, jadi kamu mau apa?" tanyanya.
Aku boleh milih? Bukannya minta kembali ke dunia nyata ato menjadi dewa. Aku malah minta hal yang sangat simple "Bisakah kau perbaiki lenganku?"
Elizabeth mengernyit, tampak bahwa ia sedang berpikir keras.
"Hmmmm, tunggu sebentar."
Dia balik ke Velvet Room, dan kembali membawa pisau daging.
"Buat A-." perkataanku terpotong ketika Elizabeth menyabet (Hey, rhyme!) tanganku.
CROSSSS...
Tanganku terpotong dari bahu ke bawah.
Tanganku terpotong dari bahu ke bawah.
Tanganku terpotong dari bahu ke bawah.
OH MY GOD!!!!
Elizabeth baru saja memotong tanganku yang patah DARI BAHU KE BAWAH!!
Aku menutup mata saking sakitnya dan baru saja mau berteriak sekeras-kerasnya kalau saja sesuatu tidak menutup mulutku.
Apa ini? Rasanya hangat dan lembab.
"Ssssstttt tenang Chazz-san, aku akan memperbaiki lenganmu dengan sukses. Jadi tahan sebentar ya..." kata Elizabeth dengan nada menenangkan anak kecil.
Aku membuka mata pelan-pelan ,Elizabeth sudah balik ke Velvet Room. Tapi aku yakin dia akan kembali.
Aku memandang tanganku yang buntung, darahnya berhenti. Potongannya terlihat rata sampai-sampai aku curiga Elizabeth itu dulunya pembunuh bayaran...hiiiii.
Sakitnya hilang, untuk saat ini.
KRIIIIEEEK
Elizabeth kembali membawa sebuah lengan.
Warna kulitnya agak gelap, lebih gelap dari warna kulitku dan ada tato aneh menyelubunginya. "Sayang sekali Chazz-san, lenganmu yang lama tidak bisa kuperbaiki." katanya "Karena itu aku mempersembahkan ini." katanya sambil menyodorkan lengan itu.
"A-apa ini?"
"Lengan ini adalah perpaduan dari ilmu sihir dan Alchemistry, kubuat sedemikian rupa supaya cocok untukmu." jelasnya.
Begitukah? Aku tidak tahu apa saja yang dia lakukan, tapi aku hargai usahanya "Baiklah, aku ambil lengan ini." kataku sambil tersenyum.
Kemudian dia 'menjahit' lengan itu ke lenganku yang buntung.
"Selesai!" ujarnya ceria. Aku memandang lenan baruku. Lumayan sih, proporsinya mirip dengan lengan lamaku.
Aku menggerakkannya...Seperti lenganku yang lama!
"Terimakasih Elizabeth."
"Kembali.."
Dia kembali ke Velvet Room sambil menutup pintu.
Kalau tidak salah aku mendengarnya bergumam " Untung saja dia menutup mata dengan sendirinya , Kalau tidak dia akan melihat 'dosaku' "
To be continued.
A/N: Maaf cerita ini sedikit lebih pendek, aku kehabisan ide. Untuk Nana-san, gimana? Udah puas. Bagi yang tidak mengerti ,referensi bagian terakhir bisa dilihat di .com/watch?v=S7HPvtCTUxE
