Persona 3:

Tales of Self Insertion

Chapter 8: Test...Urggghhhhhh...Test

A/N: Hallo semua! Sorry aku lama sekali updatenya, terima kasih bagi yang masih mau membaca cerita ini. Seperti yang aku tulis di profilku aku lagi bokek ide makanya gak update-update hahaha... Ngomong-ngomong , aku mungkin ga bakal nulis tanggal lagi di cerita ini, repot soalnya! Masih mungkin lo!


Night Time

21:00

Whew, akhirnya selesai juga. Ga nyangka aku kalo ngabulin permintaanya Elizabeth bakal serepot ini. Yah...tapi mendiinglah.

Eh? kenapa?

Lengan baruku choy!

Awalnya sih kelihatan aneh, karena bentuknya mirip dengan lengan sang Pangeran Persia yang dikorupsi pasir waktu di The Two Thrones. HAnya saja tanganku ga ada daggertail-nya.

Tapi beberapa menit setelah dipasang semacam ilusi menyelubunginya, sehingga kelihatan seperti lengan biasa.

Sekarang aku hanya perlu melakukan satu hal: Operasi Menyusup ke Asrama tanpa Mitsuru dan Akihiko senpai Beranak Orang Kerdil (haaah?), disingkat: OMA MABOK (ga nyambung).

Saatnya beraksi...


Sementara itu...

Minato's POV

"Eh Min, bangun dong!"seru seseorang.

Aku menggerutu, sesaat melupakan sopan santun yang diajarkan orang tuaku " Apaan sih? Malem-malem gini, besok kan sekolah!"

Yukari mendesah "Halaah, masih jam 9 malem udah tidur, nanti jadi sapi lo!" Aku cuma mendelik kepadanya.

"Gini lo, sebagai sesama perempuan di asrama ini hendaklah kita adakan Pesta Piyama!" serunya bangga, layaknya pemimpin upacara 17-an yang kejepit pintu.

Aku menghela nafas, dasar Yukari...

Walaupun dia sahabat terbaikku, dia agak cerewet.

Yang ini lah, yang itu lah, yang aku gak bersikap terlalu feminin lah.

Ada aja deh.

Singkatnya, dia sedang mencoba mengubahku menjadi cewek tulen. (Me: OMG! lu hermaphrodite? Min: *MORNING STAR* Me:-9999 HP!)

Ngomong-ngomong soal Malam, Chazz dari tadi belum pulang tuh. Apa dia kena masalah ya? Kan banyak orang yang suka mengganggu orang cacat. Apalagi di Iwatodai ini (jangan ditiru ya!).

GDUBRAK! Sebuah suara keras terdengar dari arah kamar mandi.

Aku dan Yukati terkejut, lalu menatap sumber suara tersebut dengan diam.

Aku mengambil Evokerku sambil melempar punya Yukari ke dirinya (ya iyalah, masa keluar jendela) lalu mengisyaratkan padanya untuk tetap diam.

Yukari cuma mengangguk.

Sambil mengendap-endap aku mempersiapkan senjataku juga, yang entah aku ambil dari mana...

Aku memegang kenop pintu, Yukari berdiri di belakangku, siap membantu kalo-kalo aja ada masalah.

Eh? Kenapa aku mengeluarkan senjata segala? Yah, suara keras di malam hari kan gak wajar. Kalau tikus sih masih bisa dibasmi, kalau perampok gimana? Ato malah Shadow? Kemungkinan bahwa Shadow yang menghasilkan suara emang kecil sih, tapi kan nggak ada salahnya berjaga-jaga.

Eh tunggu, sekarang kan belum Dark Hour...Yah setidaknya itu menggulingkan (gulingnya siapa ya?) kemungkinan bahwa makhluk itu shadow.

Chazz POV

ANJRIT.

MAMPUS.

GOD HAVE MERCY.

Dari segala tempat kok bisa-bisanya aku mendarat di kamar mandi? Apalagi dilihat dari desainnya ini kamar mandi cewek.

Tapi bukan itu SEKARANG AKU MENDENGAR SUARA SESEORANG MENGENDAP-ENDAP MENUJU KAMAR MANDI INI! (Me:hebat banget nih orang bisa ndengerin orang ngendap-ngendap Ch: Yaiyalah gue OC lu!)

Bagaimana aku bisa terjebak di situasi ini?

Mari kita lihat kilas balik 5 menit yang lalu!

-Flashback-

'Gimana ya caranya supaya bisa nyampe situ?' pikirku. Kamarku ada di lantai atas, susah ke sana kalau ga pake tangga.

Tangganya disimpen di gudang. Gudangnya terkunci.

Apes, masa hari ini aku harus tidur di luar? Bisa-bisa nanti digrepe-grepe orang gila.

Tahu-tahu..TING! Aku dapet ide.

Begini rencananya, aku akan memanggil Hitoshura, kemudian dengan spell Agilao aku akan memantulkan diriku ke atas.

Rencana Brilian!

-End Flashback-

'BRILIAN MBAHMU!' seruku dari hati.

"Yeee...kan elu yang mikir rencana kayak gini!" jawab Author Yang Terhormat. (rada narsis dikit, hehehe..)

"YANG NULIS SCRIPT-NYA KAN ELU!" teriakku lagi.

"UDAH JANGAN TERUS-TERUSAN NGANCURIN TEMBOK KE-4! SUSAH MBETULINNYA!" seru Author Yang Terhormat.

-Rewind-

'Brilian ya, huh...' umpatku dalam hati "Sekarang harus ngapain yaah?"

Di saat keadaan makin gawat saja, tiba-tiba ada orang nyungsep disebelahku. Penampilannya aneh sekali, coba deh: pake kostum spandex hitam, topeng ski hitam, jubah hitam, celama dalam item yang dipake di luar! Ini orang perampok atau fansnya Batman ya?

"MUAHAHAHAHA AKHIRNYA AKU BISA MENYUSUP KE KAMAR MINA-CHI!" seru penyusup gak jelas ini.

Ooooh, ternyata salah satu dari fansnya Minato, Dia nggak keliatan aku soalnya aku ada di belakang tirai shower, sembunyi. Eh tunggu dulu, posisinya TEPAT berada di depan pintu kamr mandi.

'KESEMPATAN!' dengan refleks secepat kilat aku langsung lompat keluar jendela, tidak lupa gosok gigi~EEEE maksudnya tidak lupa pegangan tepi jendela supaya gak jatuh kebawah.

Kemudian aku langsung menggeser diri ke kanan ala Prince of Persia supaya tanganku ga keliatan. Sekarang yang hanya perlu kulakukan adalah bertahan di sini, yang ternyata JAUH LEBIH SUSAH dari yang diperagakan oleh Pangeran Persia.

BRAK! Pintu dibuka, aku lagi fokus pada peganganku sih jadi nggak tau detailnya, tapi yang jelas kedengeran suara teriakan dan suara minta ampun.

Dan sosok hitam tadi dilempar,aku ulangi DILEMPAR dari lantai 3 (Asrama cewek lantai 3 kan?) ke bawah dalam KEADAAN BABAK BELUR. Ajaibnya dia bisa selamat.

Beneran!

Habis jatuh ke tanah dia tergopoh-gopoh berlari menjauh dari asrama ini.

"Yukari-san gimana sih? Masa dilempar dari lantai 3? Kalau pendaratannya tidak kuperlambat dengan Garu dia bisa mati sekarang!" kata Minato khawatir.

"Huh! Pantes kok buat orang macam dia!" kata Yukari ketus.

"Yukari-san nggak boleh begitu dong. Setiap nyawa itu berharga,blablablablabla..." ujar Minato memberi nasehat "Paling nggak kan kita bisa laporin dia blablablablabla.."

"Huh, iya deh iyaa..." ujar Yukari menyerah, atau lebih tepatnya dia lagi ga mau ndengerin nasihat orang tua*Minato:bersiap-siap untuk meng-Armageddon Author*~Maksudku nasehat Minato.

Aku mendengar suara langkah kaki pergi menjauh..

Setelah yakin nggak ada orang aku melangkah turun ke kamarku yang persis berada di bawah kamar Minato.


Senin 11 May 2009

Morning

"Yak semuanya perhatikan, tolong perhatikan!" seru pak Ekoda.

Semua siswa duduk manis dan mendengarkan begitu mendengar suara pak Ekoda. Walaupun tampangnya kalem bisa bahaya nanti kalau nggak ndengerin. Bisa-bisa nanti dicekokin obatnya yang nggak karu-karuan itu. (Ek: Mau coba? Me: Nah, aku sehat-sehat Ek: Cih!)

"Minggu depan kita akan ulangan semester. Jadi pelajarilah Bab 1 sampai Bab 3. TIDAK ADA REMIDI!" katanya menekankan kata 'Remidi'

Haaaaaaahhhh. Nggak di dunia asal, di dunia ini pun masih ad aja Ulangan Taring Setan.

Ya, kalian tidak salah dengar, Ulangan Taring Setan.

Males banget deh, periode yang paling kubenci sepanjang abad. Habis, Yang dipelajari itu luar biasa banyaknya. minimal 3 bab, tapi bisa saja sampai 7 bab.

Para guru sih enak ga belajar apa-apa. Lha siswanya gimana?

Mitsuru memberitahuku kalau nilai UTS di sini berpengaruh pada nilai kelulusan. Singkatnya dapet nilai jelek= is dead.

Pasti ini Konspirasi. Konspirasi yang dibuat dewan sekolah supaya para siswa ga bisa senang-senang. Konspirasi yang membuat para siswa berkeringat dingin saat menghadapi soal-soal. Konspirasi supaya masa depan siswa menjadi stereotipikal Office Boy.

KONSPIRASI!

"CHAZZ!"

"Huh?"

Rupanya Minato. Setelah kulihat baik-baik cuma ada dia yang ada di kelas sekarang, yang lainnya udah pergi. Oops, kayaknya aku ngelamun sampai pulang sekolah.

"Ada apa?"

"Aku panggil-panggil sejak tadi kamu tidak jawab, kamu ngelamun apa sih?" katanya sedikit sebal.

Entah kenapa tapi sepertinya Minato gak bakal seneng kalau aku kasih tahu "Teori Konspirasi" ku jadi aku bilangin kalau aku lagi mikirin cara belajar yang efektif untuk UTS ini.

Ekspresinya melunak sedikit "Begitukah? Kalau mau kamu bisa belajar bersamaku. Mungkin aku bisa ngajarin kamu."

"Aaah gak apa-apa kok aku bisa sendiri." jawabku mantap.

"Beneran? Oke deh kalau berubah pikiran hubungi ak-" tahu-tahu Minato terdiam, lalu dia jawdropped.

"K-kenapa? Ada yang salah?" tanyaku heran.

"Ta-tangan kamu." katanya terbata-bata

Aku ngeliat tanganku 'Oh iya, aku belum bilang kalau tanganku disembuhin Elizabeth'

'TANGAN KAMU BALIK SEPERTI SEMULA OMG!" seru Junpei yang tahu-tahu ada dibelakangku dengan suara banci. (Ju: Agidyne! Me: Absorb Fire)

Aku mengela nafas, kemudian aku njelasin kalau Aku dapet Persona baru yang bisa nyembuhin luka berat sambil menunjukkan kunci velvet room ke Minato, dia mengangguk mengerti.

Sekarang yang harus kulakukan adalah mencari persona dengan skill diarama atau semacamnya kalau-kalau aku ditanya oleh yang lain. Haaaah, capek deh.

Aku harus pinter-pinter bagi waktu untuk belajar sama cari persona, itupun secara diam-diam karena aku yakin Mitsuru-senpai gak bakalan ngijinin kita ke Tartarus pada periode seperti ini.

Maka, persiapan UTS dimulai!


Selasa, 12 May 2009

After School

...

ZZZ...

*Kamu tidur melewati hari ini


Rabu, 13 May 2009

Ngupil bentar ah...

Mengupil, harap tunggu sebentar...

Yak sedikit lagi, sedikit lagi, OOOOH INI DIA!

*Kamu berhasil mengorek upil yang sangat besar!

-Tempelin tembok

-Dibersihin pake tissue yang jaraknya 2 Meter dari tempat kamu berbaring.

-Lemparin ke Junpei yang lagi kebetulan lewat

Hmmmmm...

*Kamu memutuskan untuk melemparkan upilmu pada Junpei.

JACKPOT!

*Kamu berusaha keras untuk menahan tawa.

*Junpei bengong...

Setelah Junpei pergi aku tertawa terbahak-bahak. Biarin, disangka orang gila. Aku rela!

*Kamu tidur dengan perasaan senang


Kamis, 14 May 2009

Maen Innocent Sin, buat refreshing sebelum belajar..

*Kamu mainnya keasyikan

Waah udan malem, bobo aja deh!

*Kemalasanmu bertambah

*Kondisimu menjadi segar bugar!


Jumat, 15 May 2009

Pergi ke Velvet Room, mau fusion persona...

*Kamu menyadari bahwa personamu cuma ada dua.

Sialan! Aku lupa kalau personaku cuma 2!

Padahal harus segera cari nih Persona dengan skill Penyembuh yang hebat!

*Paranoaiamu bertambah

Ini pasti cuma mimpi! Benar, cuma mimpi buruk!

*Kamu tidur, berharap bisa bangun dari 'mimpi buruk' mu.

*Delusimu bertambah


Sabtu, 16 May 2009

*Kamu bermimpi bahwa Minato adalah Istrimu dan dia melahirkan bayi yang ternyata adalah JUNPEI!

IDIH!

Urrgh...Mual rasanya.

*Kesehatan mental menurun...

*Kegilaan bertambah.

*Kamu menghabiskan hari ini dengan tiduran dan sesekali muntah.


Minggu, 17 May 2009

*Kamu menyadari bahwa kamu menghabiskan waktu seminggu nggak ngapa-ngapain.

...

...

"MINATO!" teriakku

Minato melongok keluar dari kamrnya, kaget dengan teriakanku.

Aku langsung masuk kamarnya sambil nyembah-nyembah "MINATO ELU HARUS NOLONGIN GUA!"

"Bentar-bentar, ada apa?" tanyanya kalem.

Aku menjelaskan bahwa aku ga sempat belajar satu minggu ini.

"Heee? Katanya kamu bisa sendiri?" katanya sengan nada sinis.

"AMPUNI HAMBA PADUKA! HAMBA JELAS-JELAS TELAH MEREMEHKAN KEADAAN!" kataku sambil bersujud di hadapan Minato.

Minato menghela nafas "Oke deh, aku bantuin"

Matahari bersinar, bunga bermekaran, pelangi muncul walaupun enggak ujan, tubuhku melayang-layang ke angkasa. Ooh, indahnya hidup ini.

Tiba-tiba Minato datang bawa pengait dan aku ditarik kembali ke dunia fana "TAPI! kamu harus berjanji untuk belajar dengan benar mulai sekarang" Aku sih cuma ngangguk-nganguk saja.

*Harga diri berkurang

*Kepintaran bertambah

(A/N: Chazz bisa lolos ke SMA karena keberuntungan belaka. Chazz: Hei! Bohong itu!)


Hari-hari Ujian bakalan diskip Author, karena Author males banget dan lagian pertanyaan-pertanyaan yang disajikan di game ini Author sendiri lupa jawabannya...hehehe

Sebagai gantinya marilah kita tonton iklan berikut ini!

"SOUUUUUUUUUUUUUUJIIIIIII!" seru seorang cewek berambut merah dengan rambut dikepang ke atas.

"HAMUUUUUUUUUUUUUUUUKOOOO!" seru seorang cowok berambut mangkok warna perak.

"SOUUUUUUUUUUUUUUUUJIIIIIII!"

"HAMUUUUUUUUUUUUUUUUKOOOO!"

"SOOOOOOOUUUUUUUUUUUUUUUJIIII!"

"HAMUUUUUUUUUUUUUUUUKOOOO!"

"GUA GA BISA DENGER LU NGOMONG APA!" teriak keduanya.

"Sinyal jelek merusak hubungan anda?" seru Fuuka yang tau-tau muncul di hadapan kita.

"Makanya, pake kartu Triple X! Udah murah sinyalnya kuat lagi!" seru Rise yang tau-tau juga nongol.

Triple X, bukan kartu sim porno!


Sabtu, 23 May 2009

After School

Akhirnya ujiannya selesai juga.

Minato ngebantuin aku belajar jadi ujiannya gak terlalu susah. Aku gak yakin bisa nyampe 10 besar, tapi yach kemungkinan besar nilaiku bisa memenuhi SKM.

Akihiko-senpai harusnya sudah sembuh dan dia akan bergabung dengan kami hari ini tapi gara-gara dia terluka saat menjelajahi Tartarus (baca chapter 5!) jadinya diundur deh. Sayang banget padahal dia kuat. Bye bye Polydeuces!

Junpei bilang kemarin Mitsuru-senpai nanyain dia soal tanganku, dia jawab pakai alasanku waktu itu.

...

OH S**T!

"MINATO LU MESTI BANTU GUA CEPET!" teriakku minta tolong.

Minato menghela nafas panjang, agak terganggu dengan 'permintaan tolong' ku "Ada apa lagi?" tanyanya.

"ELU PUNYA PERSONA YANG ADA SKILL DIARAMA ATO HEALING TINGKAT NGGAK?"

Minato diem sambil ngingat-ngingat "Hmmmmmm...ada! Memangnya ada apa?

"AKU LAGI BUTUH BANGET NIH! PINJAM NANTI TAK-KEMBALIKAN!" kataku menggebu-gebu. Darurat nih! Kan Kirijo senpai itu suka banget curigaaan, kalau aku bikin dia lebih curiga lagi bisa gawat!

Minato dieeeeeeeeeeeeeeeeeeem aja terus menatapku sambil senyum-senyum

"Boleh aja..." waktu aku mau berangkat ke Fantasy Land dia mengucapkan kata terlarang itu "Tapi!" Oh Tidak! " Kamu harus menemani aku shopping seharian."

DEG!

Menemani cewek shopping seharian, hukuman paling berat buat kita kaum cowo (A/N: Bener nggak? Bener nggak). Soalnya cewek itu suka pilih-pilih tentang barang, bisa makan waktu berapa lama ini shoppingnya?

Aku menelan ludah, mengencangkan ikat pinggang, dan berkata dengan mantap 1 kata yang dibutuhkannya.

"Ok."

To be continued.


A/N:Wooo! 1 Chapter selesai, review yach semuanya! Ngomong-ngomong belakangan ini aku jadi kepingin membaca fic tentang Souji x Hamuko nich! Ada yang mau buat nggak? *Hamuko itu nama Protagonis cewek P3P buat yang nggak tau*.