Ahaha,akhirnya saya bisa update chapter 2. Saya sudah berusaha memperbaiki kata-kata yang typo, jadi semoga saja chapter ini lebih baik dari Chapter 1. Terima kasih banyak yang udah baca and Reviews fic , let's go…

Disclaimer:

Bapak saya, Masashi Kishimoto *Dogorok Masashi*

Summary:

Nggak ada, Baca aja!

Warning:

Jika anda tidak ingin tertular virus Nista-Ness, virus Gaje-Ness, virus Mudarat-Ness.,Dan virus-virus berbahaya lainnya yang bisa membuat anda asma seumur hidup. Silahkan klik tombol 'Back' di jika anda membuka Fic ini di Handphone anda atau klik arah panah kekiri anda jika anda membaca fic ini di Komputer atau semacamnya.

Don't Like, Don't Read. Happy Reading ^_^

.

"Gw tau nama yang bagus untuk WARNET kita !," Jawab Itachi yang tak menghiraukan pertanyaan Tobi tadi , sedangkan Tobi masih tereak-tereak gaje sambil keliling-keliling Monas *Emang ada Monas di Markas Akatsuki *.

"APAAN?"Tanya semua anggota Akatsuki (Minus Itachi , dan Tobi yang lagi asik tereak tereak gaje ) ,

"Namanya Adalah…,"

"AKA-NET."

"AKA-NET?Apaan tuh artinya?,"Tanya Pein dengan puppy eyesnya yang membuat author mabuk darat.

"Masa Senpai nggak tau,"Kata Tobi sok tau,semua anggota Akatsuki (Minus Tobi) memerhatikan Tobi yang masih asyik berbangga-bangga diri.

"AKA itu artinya merah,jadi AKA-NET itu adalah Warung internet merah,"Kata Tobi yang Author bingung kerasukan setan darimana?.

"Loh,kenapa harus merah sih?," Tanya Pein dengan bloonnya.

"Kan Organisasi kita namanya AKATSUKI,jadi sesuai kan?,"Kata Itachi , terpaksa Pein DKK mengangguk-angguk-ria.

"Dan jika ada yang nggak bayar,akan ada banyak air berwarna merah nantinya," Kakuzu nyambung.

"Yaudah deh karena gw sang Leader terganteng di dunia udah ngantuk. Mulai sekarang kita diriin warnet yang namanya AKA-NET!," Tereak Pein lesu sambil goyang gergaji diatas meja rapat ^Hooo^.

"Setuju,"Tereak semua anggota Akatsuki minus Pein.

"Udah , udah . bubar sana!,"

Semua anggota akatsuki pun kembali kesarangnya masing-masing (Baca:Tempat tidur masing-masing). Kecuali Kakuzu yang tangannya tiba-tiba ditarik oleh Pein dan dipaksa bertatapan langsung dengannya , Pein menatap Kakuzu setajam gitar Spanyol (?) , Jantung Kakuzu berdegup kencang , peluh bercucuran , tangannya gemetaran , wajah Pein terus mendekati wajah Kakuzu , semakin dekat dan semakin dekat , dengan sigap Pein,

Hmm, apa yang akan dilakukan Pein pada Kakuzu yah? Eits , Para Readers sekalian jangan berfikiran negative dulu , kita lihat bagaimana nasib Kakuzu selanjutnya.

Dengan sigap Pein menggerak-gerakkan mulutnya sembari bersabda…

"Eh Zu , elo yang gurusin warnet nih yah! Gw kagak ngarti masalah yang kayak beginian," Kata Pein disertai hembusan nafas lega dari Kakuzu.

"Huuh , kirain mau pinjem duit," Tereak kakuzu sampai-sampai membangunkan Barack Obama yang sedang tidur.

"Apeee?" Tanya Pein yang ternyata telinganya kemasukan Flytrap punyanya si Zetsu ^Lohh,kok bisa?^.

"Nggak papa kok . Sini , duit gw," Kata Kakuzu sambil mengambil uang punya Pein dan disambut baik oleh sang uang.

"Oke oke deh , yang penting gw bisa bayar utang ke DJ," Kata Pein yang lagi sibuk membersihkan telinganya menggunakan batang pohon Beringin (?).

"Beres deh , tenang aja," Kakuzu memberikan jawaban yang meragukan dan langsung ngacir entah kemana.

Keesokan Harinya

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 7 pagi .Hanya zetsu dan Kakuzu sajalah yang

bangun , sedangkan anggota Akatsuki yang lain sedang asyik ngorok ditempat masing-masing. Mereka berdua bersiap pergi mall shoping keperluan untuk membuat Warnet *Maaf , Author nggak begitu tau tentang Warnet-warnetan*. Setelah naik taksi nggak bayar ^ Digebukin supir taksi^ , Naik ojek nggak bayar ^Dilempar Onderdil^ , Naik pesawat nggak bayar ^Diturunin paksa waktu lagi terbang^ , Naik Kapal nggak bayar ^ Dicemplungin kelaut^ , Naik Bajaj nggak bayar ^Disantet tukang Bajaj^ , Dan naik Becak nggak bayar ^Dilempar ban becak^ , akhirnya mereka berdua sampai ke mall dengan wujud yang acak-acakan. Setelah 1 jam mencari akhirnya mereka menemukan tempat jualan perlengkapan untuk membuat Warnet.

"Eh , disini ada jualan warnet nggak," Tanya Zetsu nggak nyambung kepada seorang pegawai disana yang author ketahui bernama Rock Lee ,

"Apaan , Gw kagak paham?" Tanya Lee polos.

"Eloo nantang gw , haaaah ?" Zetsu menantang dan dengan reflek atau sengaja , Zetsu memberikan minyak mentah kepada Lee.

"Sialan elo , rasakan jurusku ini. CIAT!," Lee terbakar emosi.

Pertempuran dahsyat pun terjadi . Tetapi akhirnya Zetsu harus mengakui bahwa Lee lebih hebat darinya setelah bermain 1000 ronde lalu menang 1 kali dan kalah 999 kali *Waduuh,main apaan yah?*

"Disini ada jual perlengkapan untuk buat warnet seperti modem atau semacamnya," Tanya Kakuzu yang kali ini lebih sopan dari Zetsu kepada seorang mayat.

"Ada kok, mau dipasang dimana kek?" Tanya seorang mayat yang Author ketahui dia adalah Orochimaru,sepertinya dia telah mengatakan kalimat yang salah.

"Apee elo bilang!," secara refleks Kakuzu memberikan cubitan mentah kepada .

"Waadaaw ,mata gw!Sialan lo. Dasar –Piiip- ,-Piiiip- ,-Piiiip-, dasar –Piiip-….." Orochimaru terus-menerus mengatakan kata-kata kotor *Maklum,belum dicuci pake Sunlight*yang Author sensor.

Perkelahian Gaje pun terjadi, Kakuzu segera menjauh dari Orochimaru dan Orochimaru pun juga begitu. Jambak-jambakan Rambut terjadi diantara mereka berdua .Beberapa menit kemudian Jambak-jambakan itu berhenti dan Orochimaru berkata.

"Sialan eloo. Rasakan ini, Kuchik-Kuchik Yose no Jutsu," Kata Orochimaru setelah melakukan beberapa segel yang baru dia pelajari di 'Buku Petunjuk Persegelan' yang baru saja dijual obral oleh Kakuzu;

"Kane no Jutsu."

"Aaaaa,Aku kalah," Kata Orochimaru.

"Hahaha,aku menang!" Kakuzu nyambung.

"Aku bonyok,"Zetsu ikutan nyambung.

"Aku nggak bonyok," Lee nggak mau kalah,diapun juga ikut-ikutan nyambung.

Beberapa Menit Kemudian…

"Oke deh, elo mau buat warnet kan? Dimana?" Tanya Orochimaru dengan muka donyok eh bonyok.

"Di markas Akatsuki . Diseberang rumahnya pak Kepret," Zetsu menjawab.

"Markas Akatsuki, dimana tuh? Gw nggak pernah denger?" Tanya Lee dengan Deathglare nya *Looh*.

"Iyah, saya juga nggak pernah dengar," Kata seseorang pengunjung mall yang Author ketahui dia bernama Kabuto Yakushi.

"Masa eloo nggak tau .Akatsuki organisasi penangkap Biju yang terkenal itu. Gw udah masang iklannya di Tv loh!" Kata Kakuzu bangga.

"Oh ya, di mana? Nggak pernah liat," Orochimaru berkata.

"DI –Piiiiip- TV, Setiap hari Kamis pada jam 2 malam. Durasinya 2 detik," Kata Kakuzu semakin bangga ,semua orang dimall itu Sweatdrop.

"Tapi rumah pak Kepret elo tau nggak?" Tanya Zetsu kepada Orochimaru, sedangkan Kakuzu masih sibuk membangga-banggakan dirinya.

"Gw tau .Itu kan rumahnya buyut gw," Kata Orochimaru lebih bangga dari Kakuzu.

"Tapi perasaan diseberang rumahnya pak Kepret nggak ada rumah atau semacamnya deh?" Lanjutnya.

"Pokoknya Cariin aja, pasti ada kok!" Kakuzu nyambung tiba-tiba.

"Oke deh. Sebelumnya kalian mau pesan berapa computer?" Lee ikut-ikutan nyambung.

"Sebelumnya lagi , BERAPA HARGA SATU UNIT KOMPUTERNYA?" Tanya Kakuzu setengah berteriak.

"Sekitar 3 juta Ryo."

Otak Kakuzu pun dengan reflek segera menghitung komputer yang diperlukan . Satu detik kemudian, akhirnya selesailah dia berpikir ,dan segera memberitaukan hasil pikirannya kepada Orochimaru dan kawan-kawan.

"Gw beli 5,"

"Ok, langganan apa?"

"S^^DY"

"Oke,silahkan isi formulir ini dulu," Kata Orochimaru sembari menyerahkan selembar kertas kepada Kakuzu. Tetapi karena Kakuzu sedang kelilipan dan tangannya kesemutan, Zetsulah yang mengisi formulir tersebut.

" Silahkan bayar uang mukanya dulu," Orochimaru tersenyum iblis. Tapi, apakah Kakuzu rela menyerahkan uangnya itu kepada Orochimaru?

.

.

IKINASAI SAA
YOKUSOKUNO IE FURIMU KANAIDE

SHINJINASAI SAAA

FURERU OMOI TSUYOSANI KATTE

Lagu berjudul 'Kaze no Uta' mengiringi kepergian'nya' dari dompet Kakuzu dengan isak tangis dari Kakuzu dan Obama.

"Bagus,bagus. Hehehehhe," Orochimaru menyeringai.

Selesailah petualangan KZ di Mall .Mereka pun pulang ke Bui (Baca:Markas Akatsuki) dengan penuh duka cita *Terutama Kakuzu*. Sesampai disana Kakuzu lesu dan lunglai,dia seperti orang kehilangan semangat hidup . "Akankah dia kembali kepadaku?" Pikir Kakuzu sedih. Tetapi tiba-tiba..

"Ahhaa, cepek!" Kakuzu menemukan uang koin senilai 100 ryo tergeletak tak berdaya di tanah. Hal itu telah membuat Kakuzu kembali bersemangat untuk menghadapi hidup yang sulit ini *Lebaynya dikau..*.

2 abad Kemudian ,eh ralat , 2 Jam Kemudian…

Tiiit…Tiit…

"Woiii, pesanan datang," Seseorang berteriak dari luar gua yang sontak mengejutkan semua anggota Akatsuki.

Pein keselek majalah –Piiip- nya karena kaget, kertas origami Konan yang sedikit lagi berbentuk patung Pancoran robek karena kaget sampai-sampai Konan frustasi, Kisame kecebur di got karena kaget, Itachi nggak sengaja keoles krim anti keriput ke matanya karena kaget, Deidara meledak karena kaget, Sasori nggak sengaja matahin kepala boneka Barbienya karena kaget lalu nangis Bombay, Zetsu masih asyik berfotosintesis karena nggak kaget , Hidan yang lagi zikir tereak "Astaganagabonarjadidua" karena kaget, Kakuzu nggak kaget, Tobi anak baek.

"Apaan sih, ganggu aja. Lagi seru nih majalah –PiiiP- nya. Zetsu, cepet bukain pintu sana!" Tereak Pein yang ternyata masih punya banyak cadangan majalah –Piip- , walaupun majalah yang satunya udah keselek.

"Nggak ah, lagi asyik nih. Kisame, cepet bukain pintu," Zetsu berteriak.

"Nggak mau, gw lagi asyik berenang nih. Hidan aja," Kisame juga berteriak.

"AStagafirullah. Baiklah, demi Jashin gw akan bukain pintu markas kita," Kata Hidan bergegas membukakan pintu *Yang sedari tadi Author bingung adalah, sejak kapan gua laknat tersebut(Baca:Markas akatsuki) punya pintu?*.

Tetapi sebelum Hidan sukses membukakan pintu, seorang yang sejenis dengan Deidara *BANCII* mendobrak pintu. Alhasil, HIdan terpental sejauh 100 KM 'ralat' 100 M karena terkena ledakan maha dahsyat dari pintu yang didobrak tersebut -?-.

"WOOIII, lama banget suiih bukain pintu," Kata orang yang tak lain dan tak bukan bernama OroJeneng a.k.a Orowati a.k.a OroYanto a.k.a OROCHIMARU. Semua anggota Akatsuki (Minus Hidan yang masih terpental) Sweetdrop.

"Iya maaf. Eh, ngapain elo kesini? Gw kan nggak nyewa –Piip-," Kata Kakuzu sopan.

"Dasar BAKA NO! Eloo udah pikun yah? Elo kan yang mesan Computer dan perlengkapan untuk buat Warnet ?"Tereak Orochimaru dengan sopannya sambil menggebrak TV LCD 35 Inchi milik Akatsuki yang membuat Kakuzu mati ditempat *Sejak kapan Akatsuki punya TV, LCD lagii*.

"Kapan? Lupa gw," Kata Kakuzu dengan Puppy Eyes nya.

"Masa elo lupa, Zu? Kita kan baru pesen 2 Jam yang lalu," Zetsu nyambung.

"Hmm.."

Flashback

SIlahkan baca paragraph 45-63.

End Flashback

"Ooooh, iya. Gw ingat sekarang," Kata Kakuzu sambil garuk-garuk rambutnya yang kutuan.

"Nah, sekarang mau dipasang dimana?" Kata Lee yang tiba-tiba datang sontak membuat penyakit Jantung Kakuzu dan Orochimaru kumat.

"Pasang di ruang tamu tiga," Kata Zetsu sambil nunjuk-nunjuk ruang tamu Akatsuki(?),

"Sekalian dua di WC," Kisame nyambung.

"Tobi anak baek," Tobi nggak nyambung.

"Oke deh,"

.

SKIP TIME

Akhirnya , AKA-NET pun selesai dibuat. Pembukaan AKA-NET berlangsung dengan sangat meriah. Yang hadir dan diundang dalam acara tersebut adalah Sasori, Hidan, Deidara, Kakuzu, Tobi, Pein, Konan, Itachi, Kisame, dan Zetsu. Dan AKA-NET pun sudah diresmikan setelah Kakuzu memotong tali rafia menggunakan Silet bekas plus karatan yang mulung di TPSK (Tempat Pembuangan Sampah Konoha).

Satu jam telah berlalu semenjak AKA-NET resmi dibuka untuk umum. Datanglah pelanggan pertama ke Warnet Gaje-ness tersebut.

"Ini Warnet yah," Tanya pelanggan pertama tersebut polos yang diketahui bernama Naruto.

"Yaeyalah ini Warnet, eloo kiraiin apaan?" Kata Kakuzu Emosi. Ya, dialah sang Operator AKA-NET sekaligus Bendahara dan sekaligus Kasir *Sabar, Zu. Ini pelanggan pertama eloo*,

"Oh,Kalau gitu. Temen-temen, ayo masuk!" Tereak Naruto keluar ruangan. Tokoh-tokoh dari Anime yang berbeda-beda pun masuk ke AKA-NET.

Sasuke masuk ke AKA-Net dan langsung ngaktifin Mangenkyo Banana 'Ralat' Mangenkyo Sharingannya, Chouji masuk ke AKA-NET sambil menyantap kripik kentang terakhirnya, Kiba mengendus, Shikamaru masih ragu kalau ini Warnet. Disusul dengan kedatangan Luffy, Sena Kobayakawa, Ichigo Kurosaki, Yugi Mutou, Conan Edogawa, Satoshi, Light Yagami, Barrack Obama (?), Spongebob Squarepant, Roronoa Zoro, Komputer di AKA-NET cuman ada 5.

"AHA. Sebelum kalian bermain di AKA-NET, silahkan kalian isi dulu formulir ini!"Kata Kakuzu sambil menyodorkan selusin lebih kertas bertuliskan"

-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o

Nama:

Alamat:

Nomor yang dapat dihubungi:

Tanda Tangan

-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o

Dengan segera para WarnetMania tersebut mengisi formulir-formulir yang dibagikan Kakuzu. Yang mendapat giliran bermain permulaan adalah Naruto, Kiba, Akamaru, Manda(?), dan Hiruma. Untuk mengisi waktu senggang, Yugi nantang Satoshi untuk duel, Luffy lagi asyik manjang-manjangin tangannya, Ichigo lagi asyik mainin pedangnya,Light Yagami lagi asyik nulis-nulis gaje dibuku yang kita ketahui bernama Deathnote, Sasuke tatap-tatapan sama Itachi, Sena Kobayakawa lari-lari gaje sampai-sampai kepeleset gara-gara liurnya Chouji yang berserakan dimana-mana, Shikamaru dan Conan lomba mikir, dan masih banyak lagi kegiatan gaje makhluk-makhluk tersebut yang bisa menghabiskan 19 page Microsoft Word *Readers: Yaelah, bilang aja males nulis*.

1 Setengah jam kemudian…

Naruto pun keluar dari tempat peristirahatannya dan menuju kearah Kakuzu.

"Waah, benar-benar memuaskan. Berapa gw harus bayar? Soalnya di Komputer tadi nggak ada tulisan harganya," Kata Naruto sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya yang Bahenol *Looh*.

"Semuanya jadi 40Ribu Ryo," Kata Kakuzu Innocent.

Dengan bloonnya Naruto merogoh saku celananya dan mengambil dompetnya, lalu merogoh dompetnya untuk mengambil uang senilai 40Ribu Ryo.

"Niih,duitnya!" Kata Naruto sembari menyerahkan uang tersebut kepada Kakuzu yang sudah menyeringai.

"Hehe, Aku Kaya," Tereak Kakuzu .Saking kerasnya teriakan Kakuzu tersebut membangunkan Barrack Obama yang lagi asyik main 'Doom' bersama Chopper dan Zetsu.

Sementara Itu DI Tempat Lain..

"Hmm, gimana yah Warnet gw? Nggak usah dipikirin daah, yang penting gw bisa bayar utang ke DJ," Seseorang berteriak. Orang tersebut sedang Asyik membaca plus melihat majalah –Piip- dengan tekun dan teliti yang tak lain itu adalah Pein, sang Leaders Akatsuki.

Konan dengan segera memanggil petugas RSJ Sambang Lihum . Konan mengira Pein udah gila karena dia bicara sendiri. Beberapa detik kemudian, petugas tesebut datang dan segera menggiring Pein ke pihak yang berwajib *Emang bola digiring!, atau si vokalis Band Nidji itu?Terserah lah, hanya DJ yang tau,*.

Tanpa diduga-duga oleh Mbah Marijan, Tanpa diramal-ramal oleh mama Lemon, ternyata AKA-NET laku keras di pasaran (?). Entah kenapa para WarnetMania sangat berminat untuk bermain di AKA-NET, padahal biayanya mahal (Baca:Super mahal) dan boxnya yang tergolong sedikit (Cuman lima).

Rapat Komite lanjutan pun sedang dilakukan sekarang di WC pribadi milik James.

"Wooii , diem dan perhatian semuanya," Tereak Pein. Semua Akatsuki minus Pein terdiam seketika.

"Eh, Zu. Gimana? Udah berapa duit yang terkumpul?" Tanya Pein melotot kepada Kakuzu.

"Masih 5 Juta Ryo Leaders-Sama," Kata Kakuzu Innocent.

"Oh, berarti tinggal dikit lagi," Kata Pein dengan polosnya dan dikuti fakta bahwa diantara anggota Aktasakti *Eh* yang lain hanya Kakuzu yang bisa berhitung.

Fakta, padahal uang yang terkumpul sudah 43Juta Ryo *Buuusyat dah, banyak Amat, Amat aja kagak banyak, kok ini banyak*.

Mengapa dan bagaimana cara Kakuzu mendapat uang sebanyak itu? Jawabannya hanya ada di Chapter selanjutnya…

TO BE CONTINUED

Ahahaha, jelek Amat *Disantet Amat karena salah paham*. Maaf klo pendek dan humornya masih belum kerasa. Rencananya Chapter depan saya buat chapter , jangan pernah lupa dan bosan untuk memberikan saya..

R.E.V.I.E.W.S