Diceritakan di chapter sebelumnya bahwa AKA-NET laku keras di pasar saham Internasional-?-. Tapi pertanyaannya sekarang adalah, darimana AKA-NET bisa mendapatkan uang 43juta Ryo kurang dari satu bulan? OKe, kita mulai saja fic gaje plus abal ini.
Sebelum fic ini dimulai. Saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada yang udah baca and reviews . Semoga chapter 3 ini lebih baik dari chapter-chapter sebelumnya. Okelah, let's go to read!
Disclaimer:
Kakak saya, Masashi Kishimoto *Digorok Masashi*
Summary:
Nggak tau, baca aja!
Warning:
Membaca fic ini dapat menyebabkan kanker *Khususnya kanker payudara*, serangan jantung, epilepsi, mati mendadak, gila mendadak, gila sesaat, keguguran janin, flu, asma, kesemutan, nyeri sendi, pegel linu, encok-encok, dan penyakit-penyakit berbahaya lainnya. Karena Fic ini mengandung 99% Unsur Gaje-Ness, OOC, OC, Yaoi-?-, Jayus, abal-abal, bahasa nggak baku dan bakteri parasitisme dan mengandung 1% Nikotin.
Rated:
M *Anak kecil dilarang baca,*
Author jujur aja yah. Sebenernya, Fic ini ratednya K+
Don't Like Don't Read.
Happy Reading ^_^
Chapter 3
Rapat Komite lanjutan pun sedang dilakukan sekarang di WC pribadi milik James.
"Wooii, diem dan perhatian semuanya," Tereak Pein. Semua Akatsuki minus Pein terdiam seketika.
"Eh, Zu. Gimana? Udah berapa duit yang terkumpul?" Tanya Pein melotot kepada Kakuzu.
"Masih 5 Juta Ryo Leaders-Sama," Kata Kakuzu Innocent.
"Oh, berarti tinggal dikit lagi," Kata Pein dengan polosnya dan disertai fakta bahwa diantara anggota Aktasakti *Eh* yang lain hanya Kakuzu yang bisa berhitung.
"I..iya Leaders,"Jawab Kakuzu ragu-ragu.
"Eh, Pein. Klo elo nggak bayar utang kedewa Jashin emangnya kenapa?" Tanya Konan dengan Puppy Eyesnya sehingga membuat wajahnya terlihat manis *Emang gula, Manis?*.
"Oh. Kata beliau bila gw nggak bayar utang, dia mau minta nyawa gw," Kata Pein Innocent. Sorak kemenangan pun terdengar meriah di Markas Akatsuki yang membuat Pein Sweetdroped.
"HORE!" Tereak semua anggota Akatsuki (Minus Pein dan Tobi).
"Nape suuih?" Pein Bingung melihat tingkah dan tereakan gaje dari para anggotanya.
Tetapi cuma Tobi yang nggak tereak-tereak dan bertingkah gaje karena dia nggak paham. Karena rasa penasarannya yang sangat besar sampai-sampai mengalahkan besarnya 'Gunung Tsunade'. Maka diapun memberanikan diri untuk bertanya.
"Kisame-Sama, Nyawa itu apaan sih?" Tanya Tobi kepada seonggok Buaya darat disebelahnya. Sedangkan Kisame langsung menatap Tobi dengan Deathglarenya.
"Ya ampyunn. Demi Jashin, ternyata Pein dan Tobi otaknya udah 'miring'," Batin kisame berkata *Sejak kapan Kisame ikut aliran sesat DJ?*.
"Nyawa itu adalah nama duit baru Kakuzu," Kata Kisame ngasal dan disambut dengan kata 'Oh' dari Tobi.
"Oke deh. Udah berapa hari AKA-NET didiriin,ZU," Kata Pein kepada Kakuzu yang masih asyik arisan bersama uang-uangnya.
"Eh,engg.. Kira-kira sudah 29 hari 12 jam 25 menit 45 detik yang lalu," Kata Kakuzu yang kaget. "Oh, berarti tinggal 11 jam 35 menit 15 detik lagi gw harus bayar utang nih." Kata Pein santai.
"Bukan Leaders-sama. Yang bener tuh 11 jam 35 menit 13 detik lagi," ujar Kakuzu seraya membetulkan atau meralat kata-kata Pein yang salah tadi.
"Oh, gitu yah?" Gumam Pein dengan muka yang eng… Gimana jelasinnya yah, soalnya mukanya Ancur buaanget .
Di lain pihak tetapi di tempat yang sama, Zetsu membisikkan sebuah kalimat tertentu kepada sasori yang berbunyi seperti dibawah ini:
"Kakuzu bohong. Padahal yang bener itu 11 jam 35 menit 11 detik." lalu Sasori membalas pernyataan Zetsu tadi:
"Elo yang bohong. Yang bener itu 11 jam 35 menit 9 detik."
"Oh," Zetsu hanya bisa mengatakan kata itu.
Tetapi tiba-tiba Itachi bangkit dari tempat duduknya. Sontak kejadian itu membuat para anggota Akatsuki lainnya kaget. Saking kagetnya, sakit mata Pein kambuh lagi. Untung saja Konan membawa Balsem bermerek 'Balpirik Merah' dan langsung menyerahkannya kepada Pein. Pein pun dengan segera mengoleskan Balsem tersebut kematanya . Alhasil, sakit matanya tambah parah seketika *Ini beda dengan yang ada di chapter.1 looh,*.
"Nape elo, Chi?" Tanya Sasori dengan penuh kegelisahan. "Gw mau menanyakan sesuatu," Kata Itachi dengan serius. "Apaan?" Tanya semua anggota Akatsuki (Minus Itachi pastinya) penasaran. "Kalau semua anggota Akatsuki disini. Siapa yang jaga AKA-NET?" kata Itachi dengan logikanya.
"Oh, iya iya," Jawab Kakuzu sambil geleng-geleng kepala.
"Okelah kalau begitu. Gw nyatain rapat Komite lanjutan hari ini selesai," Pein berteriak sambil menghentakkan secercah Palu kemeja rapat yang menandakan rapat telah usai. Semua anggota Akatsuki (Nggak ada minus-minusan) kembali ke peristirahatan masing-masing. Kakuzu pun segera berlari menuju ke AKA-NET dengan tenang, sehat, sentosa, dan selamat dunia akhirat *?*.
.
Oh iya, apakah ada sesuatu yang terlupa. Hmm…
Instaling….
Connecting..
Error….
Connecting…
.
Success….
Ahaa, saya ingat. Saya akan menjelaskan bagaimana caranya AKA-NET bisa mendapatkan uang sebesar 43Juta Ryo. Bila anda sudah pusing dan mual-mual karena membaca fic ini, disarankan secepatnya untuk pergi ke RSJ terdekat sekarang. Okelah, kita mulai penjelasan Ilmiahnya. Masih ingatkan secarik kertas yang harus diisi dulu sebelum bermain di AKA-NET? Itulah yang menjadi senjata andalan kakuzu untuk memperkaya dirinya. Di kertas tersebut terdapat tulisan kecil yang bertuliskan seperti di bawah ini:
Saya yang bertanda tangan dibawah ini rela dan ikhlas memberikan uang sebesar 5Juta Ryo kepada Bendahara of Akatsuki a.k.a Kakuzu. Saya yang bertanda tangan di bawah ini tidak akan menuntut apapun kepada King of Money a.k.a Kakuzu dalam bentuk apapun.
Okelah, sekarang kita lihat perjuangan Kakuzu untuk mengumpulkan uang sebesar 43Juta Ryo tersebut.
Flashback
2 hari yang lalu sebelum rapat komite
Tok.. Tok.. Tok.. Gdum.. Brak… Bruk.. Mbeeek..
Seseorang mengetok pintu dari kediaman sang hokage ke 4 a.k.a Yondaime a.k.a Minato Namikaze yang mempunyai istri bernama Kushina Uzumaki dan anak bernama Narto Dimaki-maki *Maksudnya Naruto Uzumaki*."Iya, sebentar." teriak Kushina dari dalam rumah sambil berjalan menuju pintu yang diketuk tersebut. Batinya berkata, "Siapa sih siang-siang gini ngetuk pintu."
Kushina POV
Perlahan-lahan kubuka pintu rumahku. Mataku 'meleleh' seketika saat melihat pemandangan mengerikan itu. Yaitu melihat seonggok wanita bercadar berada didepan pintu rumahku dan disertai fakta ternyata dialah yang mengetok pintu rumahku sedari tadi. Wajah orang itu membuatku mati rasa, peluh bercucuran, jantungku berdegup kencang, mataku berkunang kunang, mengapa bisa demikian? Itu karena aku tengah membaca majalah terlarang *Sejak kapan Kushina ketularan penyakitnya Pein dan Jiraiya*.
End Kushina POV
"Eh, siape elo? Ngapain elo kesini? Emang ada urusan apa?" Tanya Kushina bertubi-tubi.
"Perkenalkan, nama saya Kakuzu binti Abdul Qodir,"kata Kakuzu sambil menjulurkan tangannya dengan bermaksud untuk bersalaman kepada Kushina. Tetapi ini tidak semudah yang Kakuzu kira. Kushina malah memukul tangan Kakuzu yang menjulur tadi mengakibatkan Kakuzu meringis kesakitan.
"Oh, gw nggak nanya nama elo. Gw Cuma nanya siapa elo? Ngapain elo kesini? Emang ada urusan apa?" lagi-lagi Kushina menghujani Kakuzu dengan pertanyaan-pertanyaan disertai semburan air yang sangat ampuh.
"Gw bendahara sekaligus pemimpin dari AKA-NET. Gw kesini mau nagih utangnya si Paruto!" kata Kakuzu yang sekarang lebih sopan dari yang tadi.
"Paruto? Siapa tuh? Nggak kenal."
"Loooh, jadi ini bukan rumahnya Paruto yah? Sialan, gw kena tipu. Dasar anak kumisan kyak lukisan! Rambut kuning kyak nasi kuning! Mata biru kyak mata kutu!" teriak Kakuzu sambil berkata-kata yang tidak karuan.
"Kumisan? Rambut kuning? Mata biru? Gw sih kenal ciri-ciri kyak gitu. Tapi namanya bukan Paruto tapi Naruto," kata Kushina meluruskan permasalahan ini yang tadinya bengkok sebengkok rel kereta api-?-.
"Nah, iya iya. Namanya itu Naruto, bukan Paruto!" kata Kakuzu yang baru saja dapat ilham dari Dewa Jashin *Waduh, siapa tuh ilham?*.
"Nah, itu tuh anak gw. Emang dia punya utang yah? Berapa Ryo?"kata Kushina menahan amarah.
"Dia punya utang. Dikit kok. Cuma 5juta Ryo."
Suasana hening seketika. Beberapa detik kemudian…
"NARUTO BAKA!" Teriak Kushina sampai-sampai membangunkan Pein yang lagi boker.
"Eh ayam,ayam, eh pantat ayam…" kata Naruto gagap mengalahkan gagapnya Azis gagap dan orang bisu. Setelah mendengar teriakan keras dari ibunya, Naruto bangkit dari tempat tidurnya dan segera pergi menemui ibunya. Begitu juga Minato ayahnya Naruto, beliau juga segera pergi menemui Kushina padahal lagi asyik-asyiknya mengeluarkan air mancur dari tubuhnya. Naruto terus dan terus berjalan, terus berjalan mendekati ibunya. Terus dan terus, nggak belok-belok. Pada akhirnya setelah berjalan terus-menerus sampailah dia ketempat tujuannya. Begitu juga Minato yang sedari tadi membuntuti Naruto *Membuntuti? Gimana caranya?*.
"Kaa-san…. Kaa-san kenapa?"Tanya Naruto polos.
BUAK!
Jitakan super keras tepat sasaran mengenai kepala Naruto yang mengakibatkan Naruto sakit kepala dan tidak ada yang datang membantunya. Dimanakah Konan sang penyembuh sakit kepala?
Jreng…
"Haaah, apa yang kau lakukan?"tanya Minato lebay yang kayak di sinetron-sinetron gitu looh.
"Ini semua salahmu Naruto. Kenapa kau berhutang kepada orang aneh ini!"kata Kushina seraya menunjuk-nunjuk Kakuzu dengan jari tengahnya.
"Dia bohong Kaa-san. Sebenarnya dia telah merenggut keperawananku,"
Sweetdrop…
BUAK!
Dijitak lagi…
"Kaa-san, Tou-san. Naru nggak pernah ngutang kok, Naru kan anak baek. Orang itu pasti berdusta!"kata Naruto ketularan autisnya Tobi.
"Enak aja elo. Gw kagak pernah boong. Gw juga anak baek!"Kakuzu mempertegas.
"Udahlah Naru-Chan, akui saja. Emangnya berapa sih utangnya?"ujar Minato sembari tersenyum.
"Utangnya itu 5 juta Ryo!"tereak Kakuzu dan Kushina bersamaan.
"UUAAAPPAAA!" Minato murka dengan background es krim padel pop disertai soundtrack-nya*Lohh, nggak elit banget siih*.
"Di..dia bohong kok. Tou-san,"Naruto gugup karena kedua orang tuanya (Plus Kakuzu) memberikan Deathglare padanya.
"Emangnya mana buktinya kalau gw pernah ngutang ame elo!" ujar Naru melotot ke Kakuzu.
Setelah mendengar perkataan Naruto tadi, Kakuzu pun menyeringai sampai membuat Naruto menjadi gugup. Kemudian Kakuzu segera merogoh kantong celana dalamnya dan mengeluarkan secarik kertas yang sudah tertunduk lesu tak berdaya.
"Iiuuh, jijik buuangetzz,"kata Kushina gaul.
"Nih buktinya! Elo udah nandatanganin nih kertas yang berisi bahwa elo bersedia memberikan gw uang sebesar 5 juta Ryo dan nggak bakalan menuntut gw dalam bentuk apapun."
"Masa sih kishimoto?"
Naruto, Kushina, dan Minato pun segera memeriksa kertas tersebut. Ternyata itu benar-benar tanda tangan Naruto para Reader's sekalian.
"Iya bener. Ini tanda tangannya Naru. Tapi, mana buktinya kalau Naru ngutang?"kata Kushina yang sedikit agak lega.
"Coba pake ini,"ujar Kakuzu sambil menunjukkan kaca pembesar kepada Naruto, Kushina, and Minato.
"Gimana cara makainya?"Tanya Minato dengan bloonnya.
Kushina juga bertanya,"iyah, gimana cara makainya yah?"
Naruto berfikir,"aduh, kok kaa-san dan tou-san jadi BAKA gini yah?". Lalu Naruto bertanya kepada Kakuzu.
"Gimana sih cara makainya?"
.
"Eits, klo mau gw ajarin. Bayar dulu, satu orang 10ribu Ryo!"Kakuzu menjulurkan tangannya.
"UAAPPEEE!" dengan sangat terpaksa, Kushina mengambil uangnya di balik bajunya, Minato mengambil uangnya di balik celananya, dan Naruto mengambil uangnya di balik celengan berbentuk Kodok kepunyaannya. "Niiih!"kata mereka secara bersamaan.
"Hehehehe, gini nih caranya,"Kakuzu menyeringai.
Skip Time
"Oh, gitu caranya yah!"ujar Minato lega.
"Nah, sekarang coba kalian baca!"
.
.
"Uuaapee, Naru-chan. Bagaimana kau menjelaskan semua ini!"
"Hah? Apa yang perlu di jelaskan sih?"Naruto segera mengambil secarik kertas dari Kakuzu lalu membacanya memakai kaca pembesar.
"Aaapaa. Ini nggak mungkin, nggak mungkin, ini…eng."kata Naruto lebay sambil tertunduk lesu.
"Nah, sekarang kalian mau apa lagi? Cepetan bayar. Jangan buang-buang waktu gw disini, sebab waktu adalah uang,"kata Kakuzu masuk akal-?-.
"Grrr…kalau tau jadinya kayak gini, gw nggak bakalan main di AKA-NET!"kata Naruto emosi.
"Siapa suruh nggak tau?"kata Kakuzu menggunakan fakta dan logika.
"Tou-san, Kaa-san!"
Naruto menatap Kushina dan Minato menggunakan Puppy eyes andalannya. Akhirnya mereka pun takluk.
"Oke deh, gw bayar!"kata Kushina kepada Kakuzu.
"YEAH!"hati Kakuzu berbunga-bunga yang diketahui bunga tersebut adalah bunga Raflesia Arnoldi-?-.
"Naru, jangan harap kau akan selamat malam ini!"lanjut Kushina yang tengah menghadiahkan deathglare kepada Naruto. Naruto hanya bisa menelan liurnya pertanda dia ketakutan setengah mati .
"Niih, uangnya!"kata Kushina terpaksa.
"Thank Gozaimashitta, JAHAHAHAHAHA!"tawa laknat Kakuzu menggema sampai ke Amerika.
"Ia iya deh. Sana pergi dari istanaku,"tendangan super Kushina sukses membuat Kakuzu terpental. Entah ini takdir atau kebetulan, ternyata Kakuzu terpental kembali ke tempat asalnya (baca:markas Akatsuki). Terlebih lagi dia mendarat tepat dikamar pribadinya Sasori.
BRUAK!
"Uwaa, boneka gw. Ancur semuanya sudah!" Sasori stress sebab Kakuzu telah menghancurkan boneka-boneka koleksinya seperti Barbie, Winnie the pooh (Bener nggak yah tulisannya?), Dora the Explorer, DMBL (Dan Masih Banyak Lagi).
"Sialan elo Kakuzu. Rasakan ini, Ciat!"
BUAK!
Kakuzu sukses terpental lagi karena tendangan dari Sasori dan melesat cepat kekamar pribadi Deidara.
DGUM!
"Uwaa, bom-bom gw. Dasar Kakuzu –Piip-, -Piip-, -Piip-, un!"kata Deidara emosi sambil menghantam Kakuzu dengan kata-kata kotor *Dasar banci laknat ^C4 actived^*.
"Iya iya maaf,"Kakuzu Innocent.
Deidara berkata,"Kakuzu,elo harus ganti bom-bom gw,un! Semua harganya 1 juta Ryo,un!"
"Ape, elo gila yah. Gw nggak akan menyerahkan duit gw sampai titik darah penghabisan!"
"Yaelah, siapa bilang mau minta elo nyerahin duit elo,un! Gw cuma minta ganti, un!"ujar Deidara tersenyum iblis.
"Sama aja penghuni taman lawang!"kata Kakuzu memberikan penekanan pada kata 'penghuni taman lawang'. Tentu saja hal itu membuat Deidara tersinggung,un!. Perkelahian pun terjadi diantara mereka.
End Flashback
.
"Tinggal 3 menit 54 detik lagi, si Jashin akan datang nagih utang ke gw,"kata Pein gugup.
"Salah senpai, yang bener itu 3 menit 52 detik lagi,"kata Tobi.
"Okelah, terserah elo!"
Lalu Hidan berkata, "bersabarlah wahai Leaders-sama. Sang DJ pasti sebentar lagi akan datang. Beliau tidak pernah mengingkari janjinya. Itulah jalan ninjanya."
Tak lama setelah Hidan menyampaikan kalimat yang membuat Pein sweetdrop, Kakuzu datang dengan hati yang gembira. Disertai Deidara mengikuti di belakangnya.
"Zu, gimana. Udah ada uangnya?"tanya Pein dengan penuh harapan.
"Pein-sama. Uangnya hilang,"jawab Kakuzu bohong.
"Apa!" semua anggota Akatsuki hanya bisa mengatakan kata itu kecuali Deidara yang berkata, "Apa,un!" Tobi yang mengatakan kalimat, "Tobi anak baek!" dan Kakuzu yang mengatakan kalimat, "Pein-sama. Uangnya hilang.".
"Yaudah deh. Gw jujur aja ke DJ kalau duitnya masih nggak ada,"Pein mencoba tenang.
"Iya, Jashin-Sama pasti ngerti kok," Hidan nyambung.
2 menit 23 detik sebelum bayar utang…
Suasana masih hening di markas Akatsuki. Kisame bengong, Itachi bengong, Konan tambah bengong, Pein apalagi, Hidan senyum-senyum nggak jelas, Deidara bengong, Sasori juga bengong, Zetsu tidur, Tobi paling berpengalaman bengongnya. Kalau Kakuzu?
Author POV
"Hehehe, kalian kena tipu. Padahal uang yang terkumpul udah mencapai 2 ratus juta Ryo lebih,"batin Kakuzu sambil menyeringai.
"Whaaatt's, dasar Kakuzu penipu. Gw kira cuma 43juta Ryo!" Kataku.
"Elo nggak nanya,"kata Kakuzu kepadaku.
"Sialan! Maaf reader-reader sekalian. Ternyata AKA-NET telah meraup keuntungan sebesar 2 ratus juta ryo lebih kurang dari satu bulan,"kataku sambil tersenyum.
"Makanya, jadi Author itu harus tau dong tentang fic nya sendiri!" Kakuzu menceramahiku.
End Author POV
Kakuzu terus saja mengomel nggak jelas kepada Auhtor. Semua anggota Akatsuki (Minus Kakuzu) hanya sweetdrop melihat kelakuan Kakuzu yang sudah mirip pasien Sambang Lihum. 15 detik lagi DJ akan menagih utang-utangnya Pein.
7…
6…
5…
4…
3…
2…
1…
BLAM!
Tiba-tiba secercah cahaya menerangi langit-langit yang sedari tadi gelap. Semua anggota Akatsuki tercengang akibat peristiwa langka tersebut. Muka yang jelek, tangan karatan, mata yang juling, rambut botak, bibir sumbing, DMBL kejelekan-kejelekan yang mendeskripsikan makhluk yang keluar dari cahaya tersebut dan diketahui dialah Jashin sang maha Jelek *Disantet plus disetrum Hidan dan DJ*.
"Aku datang untuk menagih hutangmu, wahai Pein!" katanya menggelegar.
"Maaf, DJ. Duitnya masih nggak ada," jawab Pein santai.
"APA! Dasar kau tak tau diuntung. Kalau begitu rasakan…."
.
DIa menusukku dengan sebilah lidi yang sangat tajam. Apakah perasaan ini? Perasaan sakit paling sakit yang pernah kurasakan dalam hidupku. Mataku berkunang-kunang, detak jantungku semakin melambat, apakah ini akan menjadi akhir dari hidupku?"Kumohon, jangan pergi!", "Jangan tinggalkan kami!". Suara-suara itu, mungkin aku tak akan pernah bisa mendengarnya lagi. "Maafkan aku, semuanya!" itulah kata terakhir yang bisa kuucapkan kepada kalian semua. Setelah itu semua terlihat gelap. *Looh, kalau kayak gini bisa ganti genre.*
Ternyata oh ternyata Pein sedang menonton sinetron gaje and lebay berjudul 'Kemilau Gila Jashin' di sebuah stasiun swasta.
"Hiks..hiks, sedih banget yah!"kata DJ sambil meluk-meluk Pein disusul kecemburuan yang mendalam dari Hidan.
"Okelah, kembali ke masalah sebenarnya. Jadi elo nggak punya duit?" kata Jashin mencoba lebih bijak dari tadi.
"Iyah, maaf yah!"Pein tersenyum.
"Kalau begitu, sesuai perjanjian. Nyawa elo buat gw. JAHAHAHAHAHA!" tawa laknat Jashin sukses membuat Pein merinding.
"Haaah."
.
EPILOG…
Konan sedang memetik bunga di sawah miliknya pak Kepret. Dihirupnya bau-bauan pada bunga tersebut, khususnya di bagian keteknya(?). Aktifitasnya pun tiba-tiba terhenti setelah dia merasakan setetes air jatuh tepat di kepalanya. Air apakah itu? Hmm…
"Eh, hujan yah. Tapi, kok bau pesing sih?"tanyanya heran.
Diatas langit…..
"Aaah, leganya," seseorang mendesah pelan.
"Wooi, Pein. Udah gw bilangin kan, jangan pipis sembarangan lagi. Kasian kan yang di bawah kena 'air' punya elo!"kata seseorang murka yang tak lain dan tak bukan dia adalah Jashin.
"Gomen."
THE END
Jahahaha… Gimana menurut para Readers fic pertama saya? Abalkah? Tapi yang terpenting adalah akhirnya saya bisa akhiri fic laknat ini! Okelah, saya mohon kritik dan saran melalui…
R.E.V.I.E.W.S, yah!
