Kali ini eSSha mau buat fic dengan pair berbeda yaitu Hitsuruki. Yeah!
Sahabat Terbaikku…
………………………………………………………………………………………………
Author: eSSha Kuroki.
Disclaimer: Bleach punya om Tite Kubo!
Genre: friendship.
………………………………………………………………………………………………
Mata emeraldnya, rambut putihnya, dan senyumnya yang manis. Menjalani hari-hariku yang sangat singkat bersamanya. Aku sangat bersyukur, Tuhan berikan ia untukku. Sahabat terbaik, dua kata yang sangat cocok untuknya…
Aku sangat sayang padanya, Ia yang selama ini setia menemaniku di tempat yang penuh dengan bau obat-obatan, jarum suntik, dan alat-alat kesehatan yang aku tidak tahu namanya…
.
Rukia's POV
Setiap hari bagiku adalah sama. Hari- hari yang penuh dengan kebosanan. Yang dapat kulakukkan di
Ruangan ini hanyalah tiduran atau nonton Tv. Ruangan bercat putih kusam dengan kasur dan meja
Kecil di sampingnya. Juga ada satu buah tv. Disinilah aku tinggal. Rumah sakit Karakura. Disini-
Lah juga aku berjuang melawan penyakit ginjal stadium dua. Dan hidupku tidak akan lama lagi.
Tapi aku tidak perlu khawatir karena selalu ada Shiro-chan yang membunuh rasa bosanku.
"hai Rukia, melamun saja." Suara yang sangat familiar. Suara Hitsugaya Toushiro
" Shiro-chan kapan kau pulang?!?!" kataku kaget bercampur senang.
" hehe, maaf ya aku tidak memberi tahumu dulu, ini ada oleh-oleh untukmu." Katanya sambil
Menyerahkan sebuah bungkusan. Cepat-cepat kubuka oleh-oleh darinya. Mataku bekerjap-kerjap
Senang. Shiro-chan memberiku boneka chappy yang sangat lucu.
" Terima kasih ya shiro-chan." Ucapku bersemangat.
" untuk membunuh rasa bosanmu. Maaf ya, mungkin untuk sekarang-sekarang aku tidak bisa
Sering menjengukmu ke rumah sakit. Karena aku banyak pekerjaan di Rukongai. Tapi aku akan
Berusaha membagi waktu." Shiro-chan panjang lebar. Aku hanya menjawabnya dengan senyuman.
.
Ialah sahabatku, Hitsugaya toushiro… Bertahun-tahun penuh dengan suka dan duka. Persahabatan kami tidak akan lenyap di makan sang waktu. Kasih sayangku akan selalu kuberikan untuknya. Ialah penyemangat hidupku. Kini apapun yang akan terjadi padaku aku tidak akan takut tuk menghadapinya.
.
NORMAL'S POV
Akhirnya Hitsugaya pulang. Ia harus membuat bahan persentasi untuk besok di kantornya.
Di perjalanan ia terus memikirkan Rukia. Ia senang, karena Rukia mau menerima boneka chappy nya.
Kediaman Hitsugaya toushiro…
" Toushiro, rupanya kau sudah pulang, makan sana. Ibu sudah buatkan sup ayam dah tentunya jus semangka." Unohana Retsu menyuruh anaknya tuk makan malam.
Mendengar kata semangka rasa lelah Hitsugaya lenyap dan tanpa ba-bi-bu lagi hitsugaya langsung lari menuju dapur.
" Toushiro-Toushiro." Unohana haya geleng-geleng kepala.
Hitsugaya makan dengan lahap sekali. Akhirnya iapun kenyang. Lalu ia mandi. Setelah mandi ia membuka laptopnya dan mulai membuat bahan persentasi untuk kantornya.
.
Rukia berjalan perlahan menuju jendela. Ia menyingkap hordengnya sedikit lalu memandang keluar. Lampu kota berkelap-kelip indah. Ia tidak pernah membayangkan beginilah takdir hidupnya.
Penyakitnya yang sudah memasuki stadium dua…
Kalo ia boleh memilih takdirnya, ia ingin mewujudkan mimpi-mimpi yang selama ini ia pendam seorang diri.
Tapi ia masih punya harapan untuk sembuh, jika saja ada orang yang mau menyumbangkan ginjal untuknaya…Rukia pun mulai terisak…
.
Pagi ini begitu cerah. Rukia bangun dengan mata sembapnya karena menangis semalaman.
Ia terinagt sesuatu. "oh ya! Hari ini ayah dan ibu akan datang!". Karena tidak ingin mereka tahu anaknya menangis Rukia cepat-cepat mencuci muka.
.
Terdengar pintu diketuk di ruangan bernomor seratus lima belas. Tapi pemilik kamar tersebut tidak menjawabnya. Beberapa kali diketuk. Tetap tidak terdengar jawaban.
" Tidak ada jawaban! Bagaimana ini ayah?!?!" seorang wanita suaranya mulai meninngi dan kahawatir.
" jangan kahawatir Hisana." Kuchiki Byakuya menenangkannya. "buka saja pintunya. Rukia tidak pernah mengunci ruangannya kan…"
.
Fic kedua eSSha.
REVIEW PLIZ….
