A Girl in Solitude

Chapter Two

OSR said "This story is confusing? hope you still like it,, A Girl in Solitude is my second story kuppoo…? I think? Kupopo need review, don't blame me too much kuppoo DX"

"Menunggumu bukanlah sesuatu hal yang pasti, Namun jika kamu yang menungguku, aku akan memastikannya untukmu".

Konoha Wilderness in the Afternoon

Naru tak ingat kapan terakhir kali dia berada di istana, tiba – tiba semuanya terjadi begitu saja, bahkan dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Saat ini naru terbangun di hutan yang teramat sunyi, bahkan terlalu sunyi, untuk disebut sebagai hutan

"Tempat apa ini… aku tidak bisa mendengar apapun, walaupun hanya suara jangkrik" pikir naru dalam – dalam,

Dia sempat berfikir kalau dia tuli, akan tetapi… mendadak angin bertiup dengan kencang dan membuat dedaunan bergemerisik panik.

"Aah…" naru terkejut, daun itu bergemerisik dan dia dapat mendengarnya, akan tetapi tempat ini terlalu aneh.

"Kenapa aku disini…?" gumam naru lirih.

Naru menyingkap roknya yang penuh dengan renda keemasan,

Kini, kaki naru yang lincah itu dipenuhi dengan tanah kemerahan, dengan perlahan dia menghindari ranting – ranting yang bertebaran di dasar hutan itu.

"Hei! kau…" panggil seseorang pada naru, suara seorang laki – laki. Naru terperanjat cemas, namun dia sangat ingin tau siapa lelaki ini

"Siapa itu! Siapa disana!" teriak naru kearah datangnya suara itu,

Perlahan dari balik sebatang pohon yang teramat besar, muncul bayangan seseorang. seorang laki – laki dengan wajah dingin dengan rambut biru hitam pekatnya yang menawan.

Baju zirahnya yang berwarna perak berderap kencang seiring dengan sepatu bajanya,

Perlahan dia melepaskan jubahnya yang berwarna biru laut gelap (/,

Dia maju beberapa langkah ke arah naru dengan gaya yang angkuh, dan naru pun memajukan langkahnya dengan berani

Kemudian dia melemparkan jubahnya itu tepat ke wajah naru,

"Gyaah!" naru terjatuh ke tanah,

"Sialan kau! Jubah ini berat tauk! Ingin macam – macam denganku ya!" teriak naru bangkit dari duduknya dan berdiri dengan lantang ke arah laki – laki itu,

"Fuh… bahasamu kasar sekali tuan putri…" celetuk laki – laki itu,

"Awas kau! Kau kira aku takut padamu! Haahh!" teriak naru didepan wajah laki – laki itu,

Ketika suasana semakin memanas, dan mereka berdua saling berteriak satu sama lain. tiba – tiba ada seseorang lelaki muncul dari balik kabut,

Dengan buku aneh yang dia genggam, dia berjalan kearah mereka tanpa suara sedikitpun, namun mereka sama sekali tidak menyadarinya.

Orang itu menepuk pundak lelaki berbaju zirah sekeras – kerasnya dengan buku ditangannya dan memanggil namanya dengan malas,

"Heh Sasu!"

Dan…

Kejadiannya begitu cepat…

Dengan gerakan slow motion atau gerakan secepat kilat lelaki misterius berbaju zirah (a.k.a Uchiha Sasuke The Lord Knight) secara tidak sengaja menyentuh bibir sang tuan putri dengan "hot" nya

(=A=") uhuuy~

"Err… heh sasu, baru kutinggal sebentar saja, kau sudah mencumbu seorang wanita begitu" celetuk lelaki yang baru datang.

"Pervert!" teriak naru, sambil muntah - muntah

"WTF!" teriak sasu, ikutan muntah

(-*e*-) OSR said "What a horrible kiss?"

Setelah beberapa saat setelah lelaki berbuku itu melerai mereka, suasana mencekam pun mereda.

Masing – masing dari mereka shock dengan kejadian tersebut, sebagian reader ada yang minta izin ke toilet, tapi tidak diizinkan oleh bapak guru… (lho?)

"Perkenalkan, namaku Uchiha Hatake Kakashi the High Wizard" kata kakashi, sambil membetulkan eyepatch-nya yang miring,

Lelaki ini selalu bersikap ramah pada semua orang dan menyunggingkan senyum tiap kali ada kesempatan

Jubahnya yg berwarna hijau tentara, serasi dengan rambutnya yang berwarna putih keperak – perakkan, naru sempat menyangka itu uban, tapi dibantah oleh sasu dengan datar.

"Maafkan muridku yang lancang ini, dia memang tidak pernah mengikuti pelajaran manners dari kelas saya" kata kakashi yang lagi – lagi terlihat tersenyum,

"Apanya yang kelas manners! Haaahh.. ahh.." kata sasuke membantah, namun diselak oleh kakashi tetap dengan senyumannya.

"Dia memang tidak pernah diajarkan hormat pada tuan putri kerajaan yang terhormat seperti anda, maafkan murid saya yang sudah terlalu lancang, biarkan saya yang memberinya pelajaran" kata kakashi datar,

Kakashi sembari memaksa mendorong kepala sasu kebawah agar dia mau menunduk tanda hormat,

"Cepat minta maaf pada tuan putri Namikaze Uzuki Naru" kata kakashi kesal, sambil tetap menahan kepala sasu yang tertunduk

"Maaf" jawab sasu singkat.

"Hu… ha… huwahahahahahhaha!" gelak tawa naru meledak terbahak – bahak, yang sedari tadi tertahan,

"Dasar menyebalkan" kata sasu sinis,

Dengan menyerngitkan dahinya, sasuke melangkah pergi, kepergiannya dibarengi hembusan angin yang keras sehingga membuat dedaunan itu lagi – lagi bergemerisik.

"Heei, berhenti kau! Berhenti kataku!" teriak naru pada sasu, tapi sepertinya dia tidak mendengarkan,

"Sekali lagi maafkan saya tuan… untuk menebus kesalahan saya, biarkan saya mengundang tuan dalam acara minum teh di kediaman keluarga Uchiha" kata kakashi menunjukkan tanda penghormatannya.

"Tunggu dulu… ada apa ini? apa yang sebenarnya terjadi! Bagaimana… bagaimana mungkin, aku berada disini dan bertemu denganmu tanpa ada suatu alasan? Jangan – jangan… kau ini…" kata naru dengan penuh curiga,

Dia tau ada yang tidak beres disini, dia tau seharusnya ada yang salah… tapi apa?

"Ceritanya panjang tuan… biarkan saya membahasnya bersama tuan dengan tuan nanti, disini dingin dan berbahaya, sudikah anda menghadiri acara minum teh kami?" kata kakashi sambil tersenyum

"Uh… baiklah…" kata naru lirih, dia tak punya pilihan lain untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.

Jubah biru laut milik sasu, dipakaikan oleh kakashi kepada naru

Setelah mendapatkan persetujuan dari naru, kakashi mengayunkan wand-nya dan melompatkan mereka berdua ke kediaman Uchiha (teleport)

Mereka berdua muncul didalam labirin yang penuh dengan bunga mawar berwarna biru laut, sekitar beberapa langkah dari sana, ada air mancur yang sangat besar, diantaranya ada tangga menuju kedasar tanah

"I… ini?" kata naru merasa aneh dan bingung

"Jalan pintas tuan…" kata kakashi, yang kemudian memimpin jalan, masuk ke dalam air terjun melewati tangga itu, diikuti naru dibelakangnya, dan kemudian… tangga itu menghilang…

TO BE CONTNUE...