Silent Voice
Disclaimer: P3 and P4 aren't mine nor his nor ours. ATLUS is the owner. Isn't it sad?
A creation of Sir Knight and the Mistress
Warning: Alternate Universe, Chara's death (mungkin?)
"Kasus seperti apakah itu?" tanya Naoto.
"Baiklah. Akan kujelaskan." kata Akihiko dengan wajah serius.
.
Chapter 2: Case I - Rooftop
Akihiko mengeluarkan sebuah map besar yang ia bawa. Di dalamnya terdapat detil-detil serta petunjuk dari berbagai kasus yang akan dipecahkan. Lalu, ia menarik secarik kertas dari dalam map itu.
"Lihatlah ini." katanya sambil memberikan kertas itu kepada Naoto.
Kertas itu berwarna beige dengan sebuah lambang jaring laba-laba hitam dengan mawar putih terjerat di tengahnya. Kertas itu berbau campuran antara alkohol dan zat lain yang baunya tidak kalah menyengat. Di atas kertas itu, tertulis semacam pesan dengan tinta berwarna merah darah.
'Semoga angin mengantarnya ke surga-dimanapun itu.
Semoga angin membawanya ke sisi Tuhan-siapapun Dia.
Dan duka kami akan disematkan pada butiran debu
yang dibawa angin kepada-Nya.'
"Apa ini, Akihiko-san?" tanya Naoto setelah membaca kertas itu.
"Ini ditemukan di sebelah jasad korban." jawab Akihiko.
"Semacam petunjuk?" tanya Naoto sambil membolak-balik kertas itu.
"Yaaah, bisa dibilang begitu. Tapi, apa yang ditunjukan oleh pesan ini, kami tidak tahu." jawab Akihiko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Naoto terus membolak-balik kertas itu, berusaha mencari petunjuk lain yang bisa membantu. Namun, hasilnya nihil. Naoto pun meletakkan kertas itu di mejanya.
"Detil kasusnya sendiri bagaimana, Akihiko-san?" tanyanya kepada Akihiko.
"Ah, ya! Aku sampai lupa. Hmmm, biar kujelaskan…"
.
.
.
"Semua mundur! Ini area polisi! Mundur!"
Mari Hojo. 17 tahun. Umur yang cukup muda untuk meninggal.
"KYAAAA! DARAAAH!"
Gadis malang. Semestinya dia tidak mendengarkanku. Ah, tapi biarlah. Orang yang sudah terlalu bodoh matinya pun mati bodoh.
"Lapor, pak! Kami menemukan ini di sebelah jasad korban."
Ah, kertas itu. Ini pasti kerjaan dia. Dasar, Souris*. Suka bertingkah seenaknya.
"Scan kertas itu! Ini tidak mungkin hanya kecelakaan!"
Tch. Si bodoh. Ketahuan kan ini bukan kecelakaan?
"Tapi, pak, bukti tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa ini pembunuhan berencana. Mungkin saja korban menulis ini sendiri dan kertas ini jatuh bersama dia dari atap."
Anjing polisi yang hidungnya tidak bisa mengendus, eh? Anjing paling pintar.
"Tidak! Mari tidak mungkin menulis itu! Dia pasti dibunuh!"
Diam, anak sialan! Sekutumu sudah mati. Relakan saja.
"Sabar, Nona… Sudah, sudah… Biarkan para polisi yang mengurus semuanya."
.
Anjing pintar. Polisi memang anjing peliharaan paling pintar.
.
.
"Kerja bagus. Tapi untuk apa kau meninggalkan kertas itu, bodoh?"
"Ahahaha. Maaf, Maîtresse*. Hanya mau menambah kesan misterius. »
"PLAK!"
~~..~~
"…Begitulah kasusnya. Menurut salah satu temannya, ia naik ke atap karena ehm- pernyataan cinta. Dan beberapa detik sebelum ia 'terjatuh', terdengar suara ledakan dari atap." jelas Akihiko.
"Tidak ada petunjuk lagi?" tanya Naoto.
"Ada. Sekotak coklat." jawab Akihiko.
"Coklat?"
"Ya. Kami juga menemukan coklat yang berserakan di sekitar korban beserta kotaknya. Tapi, sepertinya itu tidak ada hubungannya. Tidak ada sidik jari apapun di kotak coklat itu kecuali sidik jari korban."
Naoto terdiam sejenak. Ia mencerna setiap penjelasan Akihiko tentang kasus tadi.
"Jadi… Bersediakah kau membantu kami?" tanya Akihiko memecah keheningan.
"Baiklah."
TO BE CONTINUED
Moiriscarlett's Note:
Begitulah chapter buatan saya. Beda banget kan kesannya sama kalo dibuat Haya-tan? :D Ummm, maaf kalau pendek. Soalnya saya author awesome yang pemalas. Awesome, kan? /PLAK
Oh iya, kita berdua lagi masa Try Out II. Mohon doanya, ya! Merci*~
Maaf jika ada kesalahan! Kami manusia (yang terkadang agak-agak enggak) biasa yang tak luput dari kesalahan.
Oh, iya, yang italic itu ceritanya flashback. Terus bawahnya ada sedikit percakapan para pembunuh. Keren, kan~? /PLAK
Review,s'il vous plaît*
*Souris : Tikus (French)
Maîtresse : Nyonya (French)
Merci : Terima kasih (French)
S'il vous plaît : Please (French)
