Math Class [Chapter 2]

PrussiaxChinaxAustria, GilbertxRoderichxYao

Rated T for LIME (Possibly Rated M!)

Hetalia Axis Powers © Hidekaz Himaruya

/

Minna! Maap telat update~ Saya pusing ngadepin ujian berderet tiada henti~ Sekarang saya update! Yeah! Walaupun masih di tengah-tengah PRA UAS-UN. Maap kalo di chappie sebelumnya ada beberapa typo dan ada sedikit kesalahan nama.. Saya lupa nge-cek lagi! Udah ngebet mau publish soalnya~~ XD Di chappie ini pairingnya berubah dikit, jadi GilbertxRoderichxYao~! XD

Okelah, Doakan semoga chappie ini lebih baik dari chappie sebelumnya dan tidak ada typo~! Yeah~!

Btw, Mungkin rated nya saya naikin ke M lho~~ *smirk*

Enjoy~

/

Summary: "Gilbert dan Yao semakin semangat "mengisengi" Roderich. Kali ini tidak hanya di kelas Matematika saja. Gilbert dan Yao pun tampaknya sudah menyusun rencana khusus untuk Roderich agar takluk terhadap mereka"

Warning: LIME, little OOC, Maybe TYPO, AU

Ada adegan kissu nya~ Jadi jangan protes saya karena saya udah kasih anda sekalian warning~ :D

/

"Kesesesese... Okeh, Ayo Yao! Pegangi tangannya!" Kata Gilbert cepat

Yao pun langsung bereaksi cepat atas ucapan Gilbert. Ia memegangi kedua tangan Gilbert ke belakang.

"Ya-Yao? Gil? Kau mau apa?" Kata Roderich panik sambil meronta-ronta.

Untung saja saat itu suasana kelas sedang ramai, jadi tidak ada yang memperhatikan mereka bertiga.

"Kesesesese... Tenang saja Roderich~ Kesesesese.." Kata Gilbert menyeringai senang.

/

"Gil-Gilbert.. Yao! Mau ngapain kalian! Aaahhh!" Roderich kembali berontak dan lolos dari cengkraman Yao. Ia pun lari ke depan kelas secepat mungkin.

"Yah, kabur deh.." Kata Gilbert, Ia hendak menyusul Roderich tapi sayangnya guru pelajaran selanjutnya, yaitu Sejarah, sudah masuk.

"Fuh. I'm saved" Roderich menghela nafas lega saat melihat kedatangan guru Sejarah yang sudah menyelamatkannya dari Yao dan Gilbert.

"Okeh, anak-anak, keluarkan buku Sejarah kalian.." Kata guru Sejarah itu sambil menaruh buku yang dibawanya di meja guru di sudut kelas.

.

.

.

Selama pelajaran Sejarah itu, Roderich terlihat sangat gelisah, Ia sama sekali tidak memperhatikan saat gurunya itu sedang berbicara menjelaskan bab baru tentang "Zaman Pra Sejarah". Ia sibuk memikirkan sebenarnya apa yang hendak dilakukan Yao dan Gilbert padanya tadi.

Di sudut lain, Gilbert menyeringai senang ketika melihat reaksi Roderich yang sangat gelisah itu. "Kesesese... Tampaknya si Roderich sedang bingung memikirkan apa yang mau kulakukan tadi padanya bersama Yao" Kata Gilbert dalam hati. Lalu Ia menyeringai dan melirik Yao, Yao yang mengerti ekspresi muka Gilbert itu pun ikut menyeringai bersama Gilbert. "Hehehe~ Tampaknya mengerjai Roderich akan jadi santapan sehari-hari ku bersama Gilbert, Aru!"

.

.

.

KRIIIIINNNGGG!

Tak terasa bel istirahat berbunyi, Jam pelajaran Sejarah selesai sudah. Roderich buru-buru pergi ke kantin agar tidak kehabisan makanan tentunya, tampaknya berpikir membuat cowok berkacamata itu sangat kelaparan.

Tapi tujuan Roderich pupus sudah ketika Roderich baru saja berdiri dari bangkunya, Gilbert dengan cepat menarik lengan Roderich ke pelukannya dan memeluk pinggangnya. Sementara itu Yao sudah berdiri di depan Roderich sambil tersenyum.

"Kesesesese... Mau kemana kau, Roderich sayangku?" Kata Gilbert sambil mengelus pinggang Roderich perlahan.

"Kau mau kabur ya, Aru?" Tambah Yao.

"He-Hei! Aku Cuma mau ke kantin, apa-apaan kalian berdua ini?" Kata Roderich sambil berusaha menyingkir dari pelukan Gilbert.

"Oh, mau ke kantin atau kabur dari ku dan Gilbert, Aru?" Tambah Yao sambil menyeringai.

"Jadi, kau tidak mau menjawab pertanyaan Yao, Roderich" Kata Gilbert sambil meniup telinga Roderich perlahan, yang sudah pasti membuat Roderich merinding setengah mati setengah hidup.

"A-aku.." Kata-kata Roderich tiba-tiba terputus.

CUP

Gilbert mencium bibir Roderich! Roderich diam seketika, membatu, tidak menyangka perlakuan Gilbert kepadanya itu.

"Hei-hei, Roderich honey! Kau kok diam sih! Harusnya kau bangga dong menerima ciuman super awesome dari ku ini" Kata Gilbert.

"..."

"Hei, Roderich, Aru!" Kata Yao sambil berjalan mendekati Roderich. Ia lalu memutar tubuh Roderich dari Gilbert dan menatap nya senang.

Dann..

CUP

Yao mencium bibir Roderich juga! Roderich telah dicium dua kali hanya dalam selang waktu beberapa detik oleh dua pria berbeda! Sungguh malang nasib Roderich.

Untung saja saat itu kelas kosong sehingga tidak ada yang mengetahui perbuatan Gilbert dan Yao kepada Roderich.

Lima detik setelah Yao mencium Roderich..

"AHHHHH!" Roderich teriak sekuat tenaga sambil menutup bibirnya. Ia lalu beringsut ke pojokan kelas.

"Ka-kalian.. A-apa yang kau lakukan padaku, hah?" Roderich teriak di depan Gilbert dan Yao.

"Ah, kami hanya menciummu kok, Aru!" Kata Yao. Ia dan Gilbert lalu melangkah perlahan mendekati Roderich yang ada di pojokan kelas.

Roderich semakin meringkuk ketakutan.

"Kesesese..." Gilbert menyeringai, Ia memegang dagu Roderich, membuatnya menatap dia, Roderich coba mendorong Gilbert tapi Gilbert sudah memegang kedua lengannya dan menahannya di tembok di kedua sisi kepala Roderich.

"A-apa maumu, Gilbert? Kenapa kau berlaku seperti ini padaku? Sejak pelajaran Matematika tadi kan?" Tanya Roderich.

"Itu karena..." Gilbert sengaja menggantungkan perkataannya, Ia mendekatkan mukanya ke muka Roderich.

"Karena apa?" Tanya Roderich lagi sambil berusaha menyingkirkan mukanya dari muka Gilbert.

"Karena... Aku ingin mengerjai mu, Roderich honey~" Kata Gilbert sambil menyeringai, Ia kemudian menjilat bibir bawahnya dan mencium Roderich lagi.

Roderich speechless.

"Ta-tapi, Mana ada orang yang mengerjai orang lain dengan cara seperti ini, hah?" Roderich lalu menendang Gilbert agar menjauh darinya.

"Huh. Dasar gila" Roderich merapikan bajunya yang kusut kemudian Ia berjalan menjauhi Gilbert yang sedang meringkuk kesakitan karena perutnya ditendang Roderich.

Roderich tersenyum puas karena Ia berhasil kabur dari Gilbert. Tapi tampaknya Roderich melupakan sesuatu...

.

.

.

"Hei, mau kemana, Roderich, Aru!" Kata Yao, lalu Ia menarik pinggang Roderich agar mendekatinya. Yao lalu memeluknya, tak lupa tangannya mengelus-elus punggung dan pinggang Roderich. Ia lalu mencium Roderich. Ciuman yang lembut dan jauh lebih lama dari sebelumnya...

"Hei-Hei, Yao! Kau ini kenapa sih?" Kata Roderich sambil menyingkirkan tangan Yao di pinggangnya.

"Aku sependapat dengan Gilbert, Aru" Kata Yao sambil mencium Roderich lagi. Roderich meronta, melepaskan ciuman Yao dan lari keluar kelas.

"Hah. Hah. Dasar mereka gila. Apa-apaan sih ini?" Roderich menggerutu sambil berlari menuju kantin.

"Yah, gagal lagi deh.." Yao menggerutu lalu Ia berjalan mendekati Gilbert yang kini sedang duduk di lantai sambil berpikir.

"Hei, ada apa Gil, Aru?" Kata Yao sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Gilbert berdiri.

Gilbert pun berdiri dibantu Gilbert. Ia tampak sedang sibuk berpikir, tapi sesaat kemudian mukanya menjadi cerah.

"Dapat ide apa Gil, Aru?" Kata Yao yang sudah hafal raut muka Gilbert kalau Ia mendapat ide baru.

"Kesesesese... Yao! Sini! Dengarlah ideku yang awesome ini!" Kata Gilbert sambil menarik Yao agar mendekatinya.

"Yah, yah" Yao pun menanggapi sekedarnya, tapi Ia tetap sepenuh hati mendengarkan rencana yang dibisikkan Gilbert padanya itu.

"Gini Yao, Jadi..." Gilbert pun menjelaskan rencana yang sudah dipikirkannya baik-baik itu.

"Hoo..." Yao yang sudah selesai mendengar rencana Gilbert itu langsung menyeringai.

"Gimana? Rencanaku awesome kan?" Kata Gilbert yang ikut menyeringai juga.

"Yeah! Rencanamu memang awesome Gil! Aru!" Kata Yao senang.

"Okeh berarti besok kita jalankan rencana kita itu! Jangan lupa ya!" Kata Gilbert lalu Ia kembali duduk di bangkunya.

"Yosh, Aru!" Kata Yao sambil memberi hormat pada Gilbert. Ia pun juga kembali duduk di bangkunya.

KRIIIIINNNGGG!

Bel tanda istirahat sudah selesai berbunyi. Semua anak kembali masuk ke kelas masing-masing. Semuanya tampak seperti biasa, Roderich juga. Kecuali dua orang itu yang menyeringai senang di bangkunya masing-masing, tak sabar menunggu hari esok tiba.

/

Huwahahaha! Aneh ya.. Fic nya makin ngga nyambung! Saya rada bingung juga buatnya sih.. XD Chappie depan saya rencanakan rated M, Threesome! Wahahaha! *ketawa jahanam* Ya sudahlah, Mind to review, Minna?