A/N : moshi-moshi minna...

saya balik lagi dengan cepat neh,, soalnya pengen cepet-cepet nyelesaiin fict ini,, tadinya nggak mau bikin chapter 2,, tapi coz banyak yang minta,, jadi saya bikinin deh,, mungkin di chapter ini rada pendek sih...^^

Pairing : Ulquiorra & Orihime

Rated : M

Genre : Romance, Comfort/Hurt

Disclaimer : Bleach masih punya om Kubo...T.T ndak mungkin di wariskan ke saya...*pundung*

Warning : Geje,, Abal,, ndak karuan,, Rada gimanaaaa gituh...XP

kata-katanya sesuka hati saya.

no lemon...

Ok nggak usah banyak babibu

Happy reading minna...^^

Library of Love

Chapter 2

Kabar Orihime berpacaran dengan Ulquiorra sudah menyebar se antero SMA Karakura. Mereka sangat mesra(menurut Orihime). Dan kebiasaan mereka masih tetap, yaitu menghabiskan waktu di perpustakaan. Hal yang membuat Orihime selalu terkejut senang adalah, Ulquiorra sering mencuri cium di bibir, pipi, atau pun kening Orihime secara tiba-tiba.

Di lain tempat, ada perkumpulan kaya geng gitulah. nama gengnya Arancar yang beranggotakan Tia Halibel, Loly, Menoly, dan Neliel. Mereka sedang menyusun rencana untuk membuat Orihime malu, dan bertekuk lutut karena mereka menganggap Orihime telah merebut kekasih Halibel. Dan Orihime yang menyebabkan Halibel putus dengan Ulquiorra.

"Tch, aku akan menghancurkanmu Orihime" Decak Halibel cemburu, sambil melihat Orihime yang sedang jalan berdua dari balik jendela kaca di ruang klubnya.

"Tenanglah Halibel, kita sudah merencanakannya dengan matang bukan,, jadi aku rasa kita akan berhasil membuat gadis itu menangis" Menoly mencoba menenangkan Halibel dengan memegang pundak sahabatnya itu.

OoO

Keesokan harinya Orihime sedang berjalan di koridor sekolah, dia sedikit tergesa-gesa melangkahkan kaki menuju perpustakaan. Saat itu tiba-tiba Orihime berpapasan dengan Halibel and the geng. Halibel menatap Orihime jijik dan segera berlalu. Orihime yang bingung dengan tatapan Halibel padanya segera memperhatikan dirinya sendiri, berharap tidak ada yang salah dengan dirinya. Karena memang tidak ada sih menurut Orihime, dan dia pun kembali melanjutkan jalannya untuk menemui kekasihnya.

"Kau lama sekali Orihime" Ulquiorra yang sedang duduk langsung memeluk pinggul Orihime yang berdiri di depannya sambil tersipu malu.

"Eh,, maaf Ulquiorra" Orihime membiarkan kekasihnya itu memeluk pinggulnya, karena dia juga merasa nyaman dengan posisi ini. Di mata Orihime Ulquiorra yang seperti ini terlihat sangat manja, walau wajahnya teteap datar.

"Ulquiorra,, lepaskan.. nanti ada yang melihat bagaimana?"

"Aku tidak peduli Orihimr, tapi kalau kau mau begitu, baiklaahh..." Dengan berat hati Ulquiorra melepaskan pelukannya.

"Ulquiorra,, nanti aku mau pulang cepat, jadi kau tak perlu mengantarku pulang. Lagi pula kau banyak pekerjaan kan sejak di rekrut menjadi wakil ketua Osis oleh Ggio"

"Ah,, kau benar Hime, baiklah.. tapi kau harus berhati-hati" Rasa kekhawatiran begitu terlihat dari matanya.

"Ok.. bos" Jawab Orihime sambil mengembangkan senyumnya agar Ulquiorra tidak terlalu mengkhawatirkannya.

OoO

Orihimepun segera pulang begitu terdengar bel sekolah berbunyi, tak lupa dia menghampiri Ulquiorra dan segera mencium bibir kekasihnya dengan lembut sebelum akhirnya dia berlalu sambil melambaikan tangannya.

Ulquiorra hanya tersenyum kecil melihat tingkah kekasihnya itu, dia mengelus lembut bibirnya sendiri dengan ibu jarinya. Lalu dia segera pergi ke ruang Osis karena sang ketua Osis Ggio tak mau menunggu anak buahnya terlalu lama.

Orihime melangkah ringan menuju apartement kecilnya yang lumayan jauh tapi nggak terlalu juga sih mennurutku, tapi nggak tau juda deh hehehe...*Author di bakar*.

Tiba-tiba seseorang mengarahkan sapu tangan kehidung Orihime dari belakang, dengan seketika Orihime pun langsung pingsan.(sinetron banget sih?)

"Ternyata mudah sekali" kata seorang wanita yang berkata kepada teman-temannya.

Mereka lalu membawa Orihime ke dalam mobil, dan segera mennuju rumah Neliel.

OoO

Saat Orihime terbangun, matanya gelap tidak bisa melihat apapun, badannya terasa sedang terbaring di sebuh tempat tidur yang sangat nyaman. tangannya terasa sakit dan pegal. Terbesit di pikiran Orihime bahwa dia sedang di sandera dan di ikat di atas tempat tidur menyerupai huruf X,, huruf X sodara-sodara(ngebayangin .)

Orihime mencoba berontak saat menyadarinya, tetapi tidak ada hasil, hanya rasa sakit yang dia rasa pada pergelangan tangan dan kakinya yang pastinya sudah diikat dengan kuat oleh si penculik.

Orihime merasakan dingin di perut datar nan mulusnya.

"Apakah bajuku terbuka?" tanya Orihime pada dirinya sendiri, karena dia tidak bisa berbicara. ada sumpal di mulutnya.

"Ehmmpth... emmmmmpttt..." Orihime berusaha berteriak dan terus berontak.

"Ahahaha... ternyata kau bodoh sekali ya!" suara yang Orihime kenal walau dia tidak begitu yakin tetapi dia merasa itu seperti suara Loly, salah satu sahabat Halibel.

"Loly! pelankan suaramu..!" tegur Neliel

"Kenapa Nel? Kau tak suka?"

"Bukan begitu, nanti ada yang curiga" sergah Neliel.

"Tch,, baiklah" suara Loly seketika mengecil.

"Eeaasaaannn...(lepaskan maksudnya==V)". Orihime terus berontak, dia mulai menangis. dan tak habis pikir mengapa dia di perlakukan seperti ini.

Jprett...Jprett..Jprett..

Terdengar suara kamera yang memotret tubuh Orihime(Author: gimana sih suara kamera gi jepret"? *di jungkrakin ke jurang*)

Orihime terus menangis dan berontak sampai dia kelelahan. gerakan-gerakan memberontaknya membuat semakin hot hasil fotonya. Halibel dan teman-temannya tertawa puas melihatnya, kecuali seseorang, Neliel melihat iba pada Orihime yang di lecehkan seperti itu. Tetapi dia juga tidak bisa menolong Orihime.

Setelah selesai, penutup mata Orihime di buka oleh Neliel. Pandangan Orihime terasa kabur pada awalnya lalu dia bisa melihat dengan jelas sosok Halibel yang sedang berdiri di depannya bersama Loly dan Menoly yang tersenyum menyeringai.

Halibel memperlihatkan Foto-foto yang tadi dia ambil pada Orihime. terlihat senyum puas Halibel. tetapi tidak dengan Orihime. dia membelalak kan mata melihat foto dirinya dengan kancing baju terbuka dan terlihat vulgar itu.

"Kau tau apa yang akan terjadi bila aku menyebarkan foto-fotomu ini?"

"Ehmmmpptt... mmmmhhptt..." Orihime mencoba untuk memberontak lagi, walau itu sia-sia.

Orihime hanya bisa menangis dan ketakutan.

"Hahaha... dasar bodoh,, kau sangat menjijikkan" umpat Halibel kesal.

"Kau harus menjauhi Ulquiorra jika kau tidak mau foto-fotomu ini aku sebarluaskan, dan kau harus tunduk juga patuh terhadapku" Halibel menatap tajam pada mata Orihime. Hingga membuat Orihime bergidik ketakutan.

Akhirnya Orihime menganggukan kepalanya pelan. Halibel menyeringai puas melihat ketidakberdayaan Orihime.

Orihime di antar pulang oleh Neliel, setelah dia selesai merapikan dirinya.

"Ja.. Orihime,, semoga kau bisa menenangkan dirimu" Neliel mencemaskannya.

"Terimakasih Neliel-san"

Orihime berjalan gontai memasuki apartementnya. Dia langsung menghempaskan badannya di tempat tidurnya, menutup matanya, dan menangis sambil mengingat ancaman Halibel padanya.

"Ulquiorra.. hiks..hiks.. Aishiteru.. hiks..hiks.."

~TBC~

Hime : kenapa aku jadi gini...T_T

jahat banget...

nggak mau lepas ama Ulqui...*mewek*

Gw : goomeeenn...

ntar juga balik ug... kayanya sih tapi...

Hime : hueeeee... ug masih kayanya sih?

mana dah kaya sineteron aja...

Gw : maklum ane orang Indo jadi ya sinetron gt... wkwkwkw

Hime : Ulquiiii...*peyug Ulqui*

Gw : hey...hey... *cemburu beraaattt*

Hime :tambah gejee ya?

Gw : iyah... yang bikin geje capa coba?

Hime : ya lw... kan lw yang nulis gini dodol...

Gw : oia dink... sudahlaaahhh...*jitak hime*

Hime : kenapa gw yang di jitaaakkk begooo

Gw : gw yang ngarang kan? *deathglare*

Hime : *cengok*

sudahlaaahh...

hohoho... tunggu chap 3 yah...^^

maav lop chapter ini rada vulgar gimanaaaaa gituh...

lop nggak suka nggak usah dibaca gapapa ug.. lop dah terlanjur ya sudah..XDD

okay ripyu please...^^