A/N : ^^ ini chapter terakhir dari fict pertama saya ini minna...^^

semoga kalian suka dengan ending ceritanya yah...^^

Pairing : Ulquiorra & Orihime

Genre : Romance, Comfort/Hurt

Rated : M

Disclaimer : Bleach Tite Kubo punya...

Warning : Typonya ada aja... AU, OOC, Gele, Abal..

.

.

.


Library Of Love

Chapter 3

Sejak saat itu Orihime menjaga jarak dengan Ulquiorra. Walaupun dia sendiri tidak menginginkan hal ini terjadi pada hubungannya. Tekanan yang dia terima dari Halibel sangat mengganggu fikirannya. Halibel selalu memiliki banyak mata untuk mengawasi sirinya.

Sementara Ulquiorra mulai menyadari kelakuan aneh kekasihnya. Misalnya, Orihime sudah jarang sekali ke perpustakaan, bahkan mungkin sudah tidak pernah sama sekali. Orihime juga selalu tidak mau pulang bersama. Ulquiorra sangat bingung dengan sikap Orihime yang mendadak berubah drastis ini.

"apa aku telah melakukan kesalahan padanya?" pikir Ulquiorra.

Kekhawatiran Ulquiorra sangat terlihat sekali, dia menanyakan perubahan sikap Orihime pada sahabat-sahabat Orihime. Tetapi hal nihillah yang Ulquiorra dapatkan. Orihime selalu terlihat ketakutan dan was-was bila bersama Ulquiorra, maka dari itu dia tidak pernah berlama-lama dengan ULquiorra. 3 menit pun sudah terasa lama baginya yang begitu takut.

OoO

"Halibel, sepertinya sejauh ini rencana berjalan mulus," kata Loly saat memasuki ruang klub mereka itu.

"Baguslah kalau begitu,, tapi aku masih belum puas dengan ini semua,"

"Maksudmu?" Neliel terkejut dan tak menyangka kalau Halinel belum puas hanya dengan melecehkan Orihimr yang bisa saja membuat gadis cantik itu gila.

"Jalankan rencana kedua, Menoly," perintah Halibel tanpa menggubris pertanyaan dari Neliel.

"Baiklah,, aku akan segera menghubungi Nnoitra kalau begitu,"

Menoly dan Loly pun meninggalkan ruang klub dan langsung menuju Nnoitra.

"Halibel,, kau keterlaluan!"

Neliel akhirnya pergi sambil membanting pintu, setelah Halibel memberitahukan apa rencana kedua mereka itu.

OoO

tiga hari selanjutnya, Orihime masih tetap bersikap aneh. sampai pada suatu kejadian yang membuat Ulquiorra tak percaya dengan apa yang dia lihat. Dan dia merasa terkhianati untuk yang kedua kalinya.

_Orihime POV_

Aku sedang berjalan sambil tertunduk menuju ruang klub Halibel. Dia menghubungiku dan ingin aku segera menemuinya saat istirahat di klubnya. tentunya dia juga mengancam agar aku mau mematuhi perintahnya itu.

Aku berhenti sebentar, lalu melihat langit biru dari kaca besar yang ada di koridor sekolah, langit hari ini begitu cerah tak berhiaskan awan putih. hanya warna biru yang terhampar luas sepanjang mata melihat.

"Hh.. sampai kapan aku harus begini? aku sudah tidak tahan lagi.. Kami-Sama... tolong aku,, aku sangat merindukan Ulquiorra,"

Saat aku masih sibuk memandangi langit indah itu. Tiba-tiba tanganku di tarik oleh seseorang, menyeretku ke koridor yang lebih sempit dan mendorong tubuhku hingga aku tak bisa melarikan diri lagi. karena sekarang aku telah berada di bawah tangga menuju lantai dua.

"Nnoitra... apa yang..."

"Diamlah nona,, kita akan menjalankan permainan kedua Halibel," Nnoitra menyeringai senang. Lalu mengapit tubuhku. Aku sangat ketakutan, sementara Nnoitra mulai menggerayangi tubuhku. mamasukkan tangan ke dalam baju seragamku. ntah apa lagi yang dia lakukan. Aku tak memperhatikan karena aku terlalu ketakutan. tidak hanya itu, Nnoitra lalu memiringkan kepalanya dan menciumku dengan paksa dan rakus, seolah bibirku akan habis dimakannya.

aku mulai menangis karena aku sangat tidak suka di perlakukan seperti ini. tetapi aku juga tidak bisa bergerak untuk melawannya. badan Nnoitra yang walaupun kurus, tetapi dia sangat tinggi.

"tenanglah nona manis… "

Nnoitra meneruskan pekerjaannya yang sangat nikmat itu(menurut Nnoitra loh). Kini dia mulai meraba paha mulusku. Membuat ku gemetar lebih hebat dibandingkan sebelumnya dan air mataku seolah tak pernah habis mengalir.

_end Orihime POV_

Orihime berjalan lunglai menuju apartementnya. bila mengingat kejadian tadi, dia berharap tidak ada yang melihatnya dan melaporkannya pada Ulquiorra. Karena itu akan membuat Ulquiorra merasa terkhianati untuk kedua kalinya setelah dia memberikan hatinya untuk Orihime sepenuhnya. Saat Orihimr berbelok untuk memasuki halaman apartementnya, dia ditarik seseorang ke dalam mobil dan mobil itu langsung melesat menjauhi apartement Orihime.

"Grimmjow-san... Neliel-san..."

Orihime membelalakkan mata saat mengetahui siapa yang menculiknya kali ini. Neliel hanya memberikan senyuman manis pada Orihime agar dia tenang dan tak berpikiran dahwa penculikannya kali ini akan membuatnya tertekan kembali.

Mobil Grimmjow lalu berhenti di apartement mewah.

"Neliel-san kenapa kita ke sini?"

"Nanti kau juga akan tahu Orihime,"

Neliel menggandeng tangan Orihime dan mengajaknya memasuki apartement itu. Sementara Grimmjow mengikuti mereka dari belakang.

Neliel berhenti di depan pintu sebuah apartement dan mengetuk pintunya. tak perlu waktu lama untuk menunggu, karena pintu langsung terbuka.

orihime terperanjat melihat siapa yang membuka pintu itu.

"Ulquoirra… "

Hanya kata itu yang keluar dari mulut mungil Orihime. Neliel menarik Orihime masuk diikuti dengan Grimmjow, lalu Neliel mengajak Orihime duduk di sofa suang tengah apartement itu. Orihime tak menyangka bahwa apartement mewah ini milik kekasihnya. dia tidak pernah ke apartement itu debelumnya. Ruangan dan perabotan di apartement itu di dominasi dengan warna hijau, hitam, dan putih. sangat Ulquiorra sekali bukan?

"Baiklah Ulquiorra,, tugasku sudah selesai kan?"

ulquiorra hanya menjawab dengan anggukan kecil. yang membuat Neliel mengerti bahwa tugas swlanjutnya adalah meninggalkan Ulquiorra dan Orihime. Neliel lalu menggamit lengan Grimmjow dan keluar dari apartement Ulquiorra.

Hening menyelimuti keduanya. Lalu Ulquiorra mendekati Orihime dan duduk di sebelah Orihime.

"Hime... " yang di panggil tidak menyambut sapaan Ulquiorra. dia malah menundukkap kepalanya dalam-dalam, sampai lehernya terasa sakit.

"Maafkan aku Ulquiorra,"

"Hn.. aku sudah tahu semuanya hime.. Neliel menceritakan semua yang terjadi padamu,"

Seketika wajah Orihime terangkat dan menatap Ulquiorra tidak percaya.

"Maafkan aku... hikss..hikss... " Orihime menunduk lagi dan mulai menangis. dia tidak tahu mengapa dia menangis. yang dia rasa hanyalah ingin menangis.

"Aku yang seharusnya minta maaf Orihime.. kau begini karena aku,"

Ulquiorra memeluk kekasihnya, mencoba menenangkannya. dan mengelus lembut rambut berwarna senja milik Orihime.

"Ta-tapi.. hikss..hikss..huweeeee,, "

Orihime memeluk erat Ulquiorra dan menyandarkan tubuhnya pada tubuh Ulquiorra.

"Aku mencintaimu Orihime.. sangat mencintaimu," Ulquiorra mengangkat wajah Orihime dan menghapus airmata di pipi Orihime.

tangisan Orihime perlahan menghilang tergantikan dengan suara dengkuran halus. Ulquiorra lalu menggendong Orihime ala bridal style dan membaringkan tubuh Orihime di tempat tidurny ayang berukuran king size.

Ulquiorra lalu mengelus lembut poni Orihime. dan membaringkan badanya di samping Orihime sambil memeluk hangat Orihime. Orihime terlihat begitu polos seperti anak kecil saal tidur. Akhirnya Ulquiorrapun juga tertidur detelah mengecup kening Orihime.(author juga ikut tertidur ah...*d lempar ke jurang*)

OoO

Orihime membuka matanya. Dia melihat Ulquiorra yang tertidur sambil memeluknya. lalu Orihime menyapukan pandanganya mencari jam, 19:50. Ulquiorra bangun, tetpi dengan cepat Orihime langsung menutup matanya kembali, berpura-pura masih tidur.

"Orihime bangun... " Ulquiorra mengelus rambut Orihime lembut.

"Ehm..." Orihime menggeliat manja lalu membuka matanya.

"Aku mau mandi dulu hime," Ulquiorra bangun dan pergi ke kamar mandi setelah sebelumnya mengambil handuk dan pakaian. Orihime juga bangun dan merapikan tempat tidur Ulquiorra lalu menuju sofa hijau dan mendaratkan pantatnya di sana.

Tak lama Ulquiorra sudah selesai dari mandinya. Dia menyuruh Orihime juga mandi dan memakai baju Ulquiorra untuk sementara. Orihime pun menurutinya, sementara Orihime sedang mandi. Ulquiorra membuat makan malam untuk mereka berdua.

Orihime sudah menyelesaikan mandinya dan mendekati Ulquiorra yang sudah menunggu Orihime di meja makan. mereka makan bersama dalam suasana romantis. Setelah itu Ulquiorra mengajak Orihime duduk di sofa lagi untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang terpotong karena tidur tadi.

"Orihime.."

Orihime langsung memandang Ulquiorra penuh tanda tanya besar di kepalanya, jantungnya berdegup kencang. takut Ulquiorra akan marah padanya.

"I-iya Ulquiorra?"

"Aku melihatnya," sambung Ulquiorra datar.

"Melihat apa?"

"Kau dan Nnoitra," Orihime langsung munundukkan wajahnya

"Maaf.. aku tidak bermaksud untuk me.."

Ulquiorra langsung mencium bibir Orihime, melumatnya dengan lembut lalu melepaskannya.

"Aku tidak suka melihatnya Orihime," Ulquiorra menetapnya tajam

"Aku tau.. maaf,"

"Aku mau kau melupakan ciuman itu,, aku akan menghilangkan bekasnya di bibirmu,, selanjutnya, bibirmu hanya milikku,"

Orihime tersenyum, lalu Ulquiorra menciumnya kembali, dan Orihime menutup matanya sambil memeluk Ulquiorra. Ulquiorra menjilat bibir Orihime agar bibirnya terbuka. Orihime langsung membuka sedikit bibirnya, dan itu sukup untuk membuat lidah Ulquiorra melesak masuk bermain di dalam mulut Orihime. Ciuman malam itu begitu manis hingga Ulquiorra membaringkan Orihime di sofa itu sedang Ulquiorra di atas Orihime terus mencium, melumat dan mempermainkan lidahnya.(alamaaaakkk... malu ndry yang bikin begini... Kami-Sama maaf kan aku sudah nulis beginian XDD)

OoO

Neliel dan Grimmjow melaporkan tindak pelecehan yang dilakukan oleh Helibel pada Orihime, yang membuat Halibel di keluarkan dari sekolah Elite tersebut. Sementara Loly dan Menoly mendapatkan hukuman berat setiap harinya.

Foto-foto Orihime sudah diamankan oleh Ulquiorra, jadi hanya Ulquiorra yang memiliki foto-foto itu.. hehehe...

Orihime dan Ulquiorra pun menjadi pasangan yang paling serasi dan bahagia se kota Karakura.

Ketika sudah keluar dari sekolah dan pekerjaan mereka mapan, Orihime dan Ulquiorra menikah. Mereka dikaruniai tiga Orang anak.

Pertama, seorang perempuan dengan warna rambut hitam seperti Ulquiorra.

kedua, seorang laki-laki dengan warna rambut mirip Orihime

dan ketiga, masih ada di kandungan Orihime^^

OWARI

ok..

sampe sini ja ya fict kali ini.

semoga kalian suka dan dapat mengambil hikmah dari fict ini(ceileehh emank ada ya?)

RnR please...^^