Order ketiga *keempat deng!* dari DJ-san! XD

Uwaahh.. jadi ingat kaset yang waktu itu Ome pinjam dari tetangga, mah.. itu lagu keren sumpah emang~~

Tokoh utama Gumi? mau kita pasangkan sama siapa yaa? :3

Gaku Len atau Kiyo?

*tulis nama di kertas terus dishuffle pake tangan , lihat siapa yang keluar~*

Hasil shuffle-an tangan Ome bilang dipasangin sama Len, jadi.. GuLen!

Siip ini orderan DJ-san! Tidak ada warning berarti, selain OOC dan rada gaje :3 *dilempar ke sungai buaya*


Warning:

{…}: khayalan dan mimpi Gumi~

Enjoy yah all~


Pacarku Superstar (Project Pop)

"Haeehhh.."

Miki, Lily, dan Gakupo hanya bisa sweatdrop saat mereka melihat tampang Gumi yang mendadak berubah rada-rada bloon saat menatap kotak kaca besar yang disebut tele..pon eh bukan ya televisi deng. Apalagi Gakupo sebagai pemilik rumah tempat mereka sedang menonton televisi dan merangkap sebagai kakak sepupu Gumi. Harusnya dia sudah nggak heran lagi kenapa Gumi bisa menjadi selebay itu, meskipun sang gadis sangat menentang gerakan alay. Mereka bertiga tahu pasti alasannya, yang hanya sebiji, yaitu..

"Uwaaahh.. Len-kyun..~"

Kesebut juga itu nama.

Mereka bertiga makin sweatdrop saat melihat Gumi memeluk erat bantal yang sedari tadi didekapnya.

"Tuh kan! Kalau nggak karena kalian, si Gumi sakitnya nggak kumat!" bisik Gakupo sambil menyikut Miki yang ada di sebelahnya.

"Idiih.. kok nyalahin kita sih? Kan Gumi nyah yang ngajak nonton di sini!" bisik Lily yang duduk di ujung sofa bagian kanan dengan tak kalah sewot.

"Iya nih.. kan yang ngajakin nonton sinetron ini Gumi toh.." Miki ikutan ngangguk kayak dashboard mobil.

Gakupo hanya bisa facepalm berkali-kali. Sementara Gumi masih tetap menempelkan pandangannya pada layar televisi 29 inci yang ada di hadapan mereka. Saat ini sedang diputar sinetron remaja yang dibintangi oleh Kagamine Len, si shota-babe yang sedang naik daun di kalangan remaja putri. Tapi di antara ketiga pemudi yang ada di situ, hanya Gumi sajalah yang mendaftar menjadi die-hard fan nya Len tersebut.

"Len-kyun.. akkhh~! Len-kyun nya pegang tangan dia! Hwaaa.. gag rela gag relaaa!" Gumi memukul-mukul bahu Gakupo, menjadikannya sandsack hidup.

"Wadaw wadaaaww..! Sakiiitt..! Woy!" Gakupo berseru kesakitan. Gumi baru sadar akan hal itu saat Gakupo mengacungkan katana kesayangannya.

"E.. ehh.. o.. onii-chan.. maaf.. Hwaakk..~! Len-kyun kuuu!" Gumi kembali memekik histeris setelah meringis lebar pada kakak sepupunya itu. Tiba-tiba..

"Loh?"

"Ah?"

"Mati lampu ya?"

Mengheningkan ciptaa..~

"HUEEEEE… FILMNYAH BELUM HABIIIIIISSS…! TEGA AH TEGAAAAA…!" isak Gumi sambil kembali memukul-mukul badan Gakupo tanpa ampun, seolah kakak sepupunya itu yang membuat listrik di rumah itu padam.

"Weeee..! Gumi! Sakit taooookk! Woi!" Gakupo kembali mengacungkan katananya, membuat gadis berambut hijau itu terdiam.

"E.. uuu.. Gu.. Gumi-chan, kita.. eh.. jalan-jalan yuk?" usul Miki dengan nada suara ketakutan, untuk membuat moodnya cerah kembali.

"Jalan-jalan?" tanya Gumi. Lily mengangguk.

"Ya sudahlah, ayo siap-siap!" Gakupo melompat dari sofa dan segera bersiap-siap, diikuti ketiga pemudi lainnya.

Dan yah, mereka memang benar-benar jalan-jalan (jalan kaki, maksudnya XD) menuju taman kota, tempat mereka biasanya merilekskan diri.

"Gumi-chan, nglamunin siapa?" tanya Miki saat melihat sahabatnya itu tengah terpaku sambil menatap poster sebuah film yang menampilkan wajah idola favoritnya, Len-kyun itu.

"..Mi? Gumi? Woy!"

"Gu.. Gumi-chan?"

{"Gumi-chan, mau main film bareng aku nggak?"

Gumi menatap tak percaya orang yang ada di hadapannya. Seorang Kagamine Len mengajak Megpoid Gumi yang adalah cewek biasa main film bareng dia?

"Bo.. boleh.. ehehehe.." Gumi mengangguk-angguk dengan semangat, wajahnya berwarna merah muda.}

"Gumi! Nglamunnya udahan woi! Pake nyengir, lagi! Ayo pulang!" Lily menyeret temannya itu diiringi oleh Miki dan Gakupo yang udah balik dari acara nggodain kakak penjual takoyaki itu menuju ke rumah.

"Gakupo, kita pulang dulu ya," Lily dan Miki pamit pada Gakupo yang menggendong Gumi yang mulutnya berbusa gara-gara kebanyakan ngayal itu.

"Sip, hati-hati di jalan ya.."

Gakupo menutup pintu rumah dan membanting, err, nggak deh, menaruh Gumi di atas kasur di kamar cewek itu, lalu meninggalkannya tidur sendirian.

{"Gumi-chan.."

Gumi memandang lekat cowok di hadapannya.

"Kita.. kolaborasi di dunia nyata, yuk?"

"Eh? Maksudnya apaan, Len-kyun?" tanya Gumi polos.

"Um.. kita jadian, mau nggak?"

"A.. aku.."

"Hm~?"

"Aku.. aku ma.."}

BYUUUURRR..!

Gumi melonjak tiba-tiba. Cahaya matahari langsung menyergap pandangannya.

"Sekarang udah jam 07.00, tahu! Cepat siap-siap sekolah!" Gakupo yang sudah siap berangkat sekolah menenteng ember yang tadi dipakainya untuk menyiram Gumi yang masih enak tidur dan pergi keluar untuk menaruh lagi ember itu ke tempatnya. Dengan malas Gumi pergi ke kamar mandi, lalu buru-buru ganti baju dan berdandan sedikit, sebelum mengikuti langkah kakak sepupunya pergi ke sekolah.

Uhh.. andaikan yang pergi ke sekolah sama aku ini bukan Gakupo-nii, tapi Len-kyun..

Gumi mulai mengkhayal lagi..

{"Gumi, ayo kita berangkat sekolah!"

Len lalu menunggu Gumi naik ke sepeda yang ditungganginya, dan setelah semuanya siap, ia memacu tunggangannya itu.

"Waa.. Gumi enak ya, dianterin cowok ke sekolah!"

"Cowoknya ganteng sangat!"

"Tunggu, kayak kenal deh.."

"Itu kan.."

"LEN-KYUUUUUNN..~! AAAAAAAAAAA….!"

Segera saja para cewek-cewek menyergap Len yang baru memarkir sepedanya.

"Len, minta tanda tangan!"

"Len, minta nomor handphone!"

"Minta e-mail!"

"Punya FB, nggak?"

"YM-an yuukk~!"

"Alamatnya di mana?"
"Len, minta kissu!"

Oke, yang itu berlebihan.

Gumi hanya bisa cengo saat melihat idolanya dikerubuti cewek-cewek lain.}

"Gumi, kok lesu amat sih?" tanya Miki sesampainya ia di kelas.

"Hiks.. bisa nggak sih cewek kayak aku jadi pacarnya Len-kyun.." gumam Gumi nelangsa. Miki berdecak dalam hati.

"Gumi, duh! Jadi pacarnya artis itu berat banget loh! Mesti tahan cemburu, tahan nggak kontakan lama, tahan nggak ketemuan langsung, tahan.. tahan godaan iman juga!" repet Miki panjang lebar kali tinggi.

"Tapi Miki pacaran sama Piko yang anak band~" isak Gumi polos. Miki sweatdrop.

"I..itu bisa tahan karena Miki mempertahankan sepenuh hati tauk!" Miki memalingkan wajahnya yang blushing parah.

"Udah deh, Gumi jangan banyak ngayal, kita harus tetap berpegang pada realita, 'key?" lanjut Miki sambil menepuk bahu sohibnya itu.

"Tapi Gumi cinta mati ama dia~" isaknya lagi. Miki langsung facepalm.

"Ya, mau gimana. Kita ini kan cewek biasa, dia kan artis~"

Gumi kembali nelangsa.

"Eh iya, baru ingat. Filmnya Len kan bakal premier Sabtu ini, kita pergi nonton, yuk?" usul Miki.

"Siipp! Aku mau bangeeeeeeeeeeeeetttt..!" Gumi mulai histeris. Miki mau tak mau sweatdrop lagi.

Hari Sabtunya, di bioskop..

"Uwaaahh.. rame banget!" Miki celingak-celingukan mencari loket penjualan tiket yang setidaknya agak sepi.

"Aku pergi beli cemilan dulu deh.." Lily yang juga ikut bareng mereka cabut ke supermarket dekat bioskop itu untuk membeli cemilan. Biar lebih murah, katanya.

"Hadoooii..~"

"Ada apa, Gumi-chan?" Miki masih celingak-celingukan.

"Nggak tahaan.. mau ke toilet..~!" Gumi langsung kabur ke toilet wanita. Mula-mula ia merasa heran mengapa banyak cewek yang mengerubungi pintu toilet itu. Apa karena semua cewek bernasip sama seperti dirinya? Ah, nggak lucu~

Gumi buru-buru masuk ke salah satu bilik dan menyelesaikan 'urusan'nya, "Sudah kubilang, yang kayak gini tuh konyol!" seru seseorang di luar bilik.

"Mau gimana, apa kamu mau aku dikeroyok dulu sebelum acara jumpa fans? Yang benar aja dong!" sahut orang yang satu lagi.

"Fuh.. Lenny Lenny Lenny~" yang pertama ngomong tadi berdecak. Gumi tersadar. 'Lenny'?

"Apa sih? Dan namaku bukan Lenny, tapi Kagamine Len! Tolong dicatet dong!" seru suara yang tadi ketakutan karena bakal 'dikeroyok massa' sebelum acara jumpa fans.

"Ah, sudahlah, aku keluar dulu deh,"

"Rin, jangan keluar du.."

"KYAAAAAAAAAAAAAA….!"

Telat, Len. Rin nya udah keburu dikeroyok duluan tuh.

"Len! Len-kyun cosplay jadi cewek! Imuuuttt..!"

"Len-kun kawaii desu ne!"

"Leeeenn.. ai laph yuh somaaattchh..~!"

Len mendadak sweatdrop, dan lebih sweatdrop lagi saat melihat sosok gadis berambut hijau keluar dari salah satu bilik.

Celaka. Kalau nggak dikeroyok, mungkin dilempar gayung.

"Eh.. ano, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Gumi, cewek rambut hijau itu polos.

"Eh, uh.. nggak apa kok, wehehe," Len nyengir high-pitch a la cewek.

Gumi tersenyum manis. Dapat teman baru~

"Eh, mau keluar ya! Aku ikut dong!" Len meraih tangan Gumi yang terkejut namun akhirnya tersenyum itu.

"Boleh deh. Oh ya, namaku Gumi, senang berkenalan," Gumi membungkuk ke arahnya tanda hormat.

"Oke, ayo kita keluar.." Len *yang masih nyamar jadi cewek* membuka pintu toilet wanita sambil memegang tangan Gumi. Dalam hati Len bersyukur karena tidak ada yang mengenalinya.

"Oh ya, aku mau pergi ke tempat temanku, mau ikut tidak? Kalau kamu tidak ada tiket, bisa antri sama kami saja.." sahut Gumi.

"Aku sudah ada tiket kok.." gumam Len.

Mata Len tertuju pada senyum riang dan langkah ringan gadis itu. Kalau dilihat-lihat si hijau ini kiyut juga..

"Miki! Sebelah sini!" Gumi melompat-lompat gaje sambil melambaikan tangan. Miki langsung berlari kecil ke arahnya.

"Gumi! Lama amat sih! Eh, ini siapa ya?" tanya Miki heran.

"Ini teman baruku! Ketemu di toilet!" Miki dan Len sweatdrop bareng mendengar jawaban gaje nan polos Gumi.

"Ya sudah, aku pergi dulu deh.." Len melepas tangan Gumi. Miki dan Gumi langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan aneh. Suaranya jadi sedikit berat, seperti suara..

"Kagamine Len-kyun!"

Semua cewek lain berlari ke arah Len yang sudah kabur duluan, namun ia masih sempat menoleh ke arah Gumi dan mengerling padanya.

Wajah Gumi memerah hebat. Pertanda apa ini?

Apakah seorang Megpoid Gumi, cewek biasa, bisa menjalin hubungan spesial dengan sang artis Kagamine Len?

Who knows?


Phew! Cerita ngbingungin dan ending nggantung!

Menurut kalian, gimana endingnya? Apa songfic ini perlu dikembangkan lebih jauh di satu fic khusus?

You wish, you order!Karena orderan masih dibuka!

Siip, ke orderan selanjutnya! Kalau ada yang mau diutarakan, feel free to talk!