Yuupp... Orderan selanjutnyaa~!
Uwaahh... Uptown Girl, jadi ingat... orang yang Ome suka tuh sukaaa... banget ama boyband! Huakakakakakkk~
Kurara animeluver, ini Uptown Girl nyah! Karena pairing nyah nggak ditentukan, jadi Ome pilihkan MiKaito~ nyehehee~
Enjoy yah all~
"Miku, setelah besar mau jadi apa?"
"Apa aja boleeeh~"
"Serius dong, Miku mau jadi apa?"
"Umm.. penyanyi! Biar bisa tinggal di kota besar!"
"Oooh… terus?"
"Terus… Miku mau jadi pacarnya si…!"
"Siapa?"
"Eeh… gag apa kok~"
Uptown Girl (Westlife)
"Jadi ini toh sekolahnya..."
Kaito bergumam sambil manggut-manggut saat menatap gedung sekolah yang berada di hadapannya. Gedung yang sangat megah nan asri berdiri tegap dengan aura kemewahan melimpah ruah meliputinya. Kaito menepuk pipinya berkali-kali, memastikan bahwa ia tidak salah masuk sekolah.
"Bahaya ini, ternyata sekolahnya semewah ini, harusnya aku nggak daftar beasiswa ke sini..." gumam Kaito sambil facepalm sendiri.
TIIIIIIIIIIIIINNNNN...!
"Hey! Minggir dari jalan orang, dong!" pekik seseorang yang berada dalam mobil sedan sport mewah berlukiskan karakter yang terasa asing di matanya. Maklum lah, Kaito berasal dari daerah di pedesaan nan damai yang nyasar ke kota karena berhasil mendapat beasiswa masuk Crypton International School.
"Ma... maafkan saya!" Kaito membungkukkan badan tanda hormat, lalu cepat-cepat menjauh dari mobil yang langsung melaju dengan kencang namun anggunnya itu. Sesaat kemudian, sang sopir turun dari mobil tersebut, lalu ia membukakan pintu dan terlihatlah sosok seorang gadis yang… wow!
Kaito terpana. Tubuhnya yang mungil (jika dibandingkan dengan Kaito sendiri), kunciran pigtails berwarna biru kehijauan yang melambai pelan, dan wajah ceria itu...
Sepertinya kenal, deh…
Tapi namanya siapa ya?
Sang gadis menoleh ke arah Kaito. Wajahnya yang polos bersemu, lalu melambai-lambaikan tangannya dengan senyum ceria yang khas.
"Kaito-kun! Itu kamu, kan?" panggilnya.
"Hah? Hoh! Miku-chan?"
Itu benar-benar Hatsune Miku teman masa kecilnya? Kaito mengucek-ngucek matanya.
"Kaito kenapa sih? Lupa ya, sama Miku?" ia memanyunkan bibir. Kaito langsung tersadar.
"Bu… bukan! Aku cuma terpana aja, sekarang Miku udah sebesar ini…" Kaito menepuk-nepuk rambutnya.
"Sembarangan~" dumel Miku pelan. Kaito cuma cengar-cengir doang.
"Jadi Kaito dapat beasiswa khusus ya? Senangnya, Kaito menepati janji!" Miku tersenyum manis padanya.
"Loh? Miku sudah jadi artis ya?" tanya Kaito lugu nan begonian.
"Ehehehehe…" gantian Miku yang cengar-cengir. Ia memberikan Kaito sebuah majalah yang cukup ternama di kota, dengan sampul yang menampilkan wajah polosnya. Di situ tercetak besar-besar: "HATSUNE MIKU: THE FUTURE MINNA NO UTAHIME", alias sang idola masa depan. Kaito serta merta nosebleed mendadak.
"Haahh! Hidung Kaito berdaraaah!" pekik Miku sambil mengaduk tasnya, lalu menyodorkan sebungkus tisu yang langsung disambar Kaito dan dipakai untuk mengelap hidungnya yang berdarah dengan gajenya itu.
"Makasih, Miku-chan…" Kaito menundukkan kepala karena malu. Sekarang Miku yang dikenalnya waktu kecil telah berubah menjadi gadis gemerlapan yang membuatnya terkesima. Tak seperti dirinya yang masih tetap sebagai cowok biasa…
"Kaito masuk kelas berapa?" tanya Miku dengan senyumnya yang indah itu.
"Umm.. 2-IA-1…" Kaito menggaruk-garuk kepalanya. Senyum manis Miku masih awet terulas di bibirnya.
"Wah! Sama dong kayak Mi…"
"PAAAAAAAAAGIIIIIIIIII… MIIIIIIIKKUUUUUUUUUU…!"
Mereka berdua syok bareng. Sekumpulan cowok-cowok yang kelihatannya adalah pemuja nomor satunya Miku berkumpul dan serentak mengucapkan selamat pagi padanya.
"Miku-chan sehat kan?"
"Tadi makan paginya gimana?"
"Miku cantik banget hari inii~"
Kaito menatap ke arah Miku yang kelihatan ketakutan, meskipun ia tetap memaksakan senyum manis. Insting pembela kebenaran yang sering ia lihat di TV pun muncul.
"Hei hei, minggir darinya," ucap Kaito sambil melambai-lambaikan tangannya tanda mengusir. Kontan para cowok-cowok itu menjadi marah.
"Heh! Dasar kampung! Mau ngapain kamu sok-sok jadi pahlawannya Miku? Yang cocok itu ya gua!" salah satu dari mereka menunjuk dirinya bangga. Yang lain menimpali dengan perasaan tidak terima.
"Ya gua kali!"
"Gue lah!"
"Aku aja!"
"Udah jelas gua kan?"
"Jangan bertengkaar~!" pekik Miku dengan suara tingginya, membuat para fansnya dan Kaito syok dan terpana…h.
Kaito menoleh ke arah Miku dan kembali mengeset tenggorokannya.
"Kalian denger kan? Sana pergi dan jangan ganggu dia lagi!" seru Kaito. Para maniak itu serentak mengepalkan tangan dan memukulkannya ke tangan lainnya, tanda menantang.
"Tunjukkan kemampuanmu, baru kami boleh akui kau," ujar salah seorang di antara mereka. Kaito tersenyum. Sedangkan gantian Miku yang syok.
Perang pun dimulai, Kaito dengan susah payah harus menahan serangan para maniak yang jumlahnya belasan itu. Pertempuran memang dimenangkan oleh Kaito, tapi dia juga ikut-ikutan tepar karena tak sanggup lagi menerima pukulan-pukulan dan karena kelelahan.
"Ka… Kaito-kun! Kamu nggak apa-apa?" tanya Miku khawatir sambil berlutut di sisi Kaito, yang lalu mengacungkan ibu jarinya sambil tersenyum gaje.
"Ayo kita ke UKS! Lukamu cukup parah loh!" Miku mengangkat Kaito dengan menarik tangannya dengan susah payah.
"Tapi… kita kan mau be…"
"Bisa kuurus! Yang penting Kaito sembuh!" Miku bela-belain memapah Kaito menuju UKS. Pipi mereka bersemu.
Kaito melamun, ini keuntungan apa kerugian, ya?
Setelah dirawat beberapa saat di UKS, Kaito sudah bisa diperbolehkan masuk ke kelas. Hatinya H2C alias Hidrokarbon… *author dicekokin readers*… maksudnya Harap Harap Cemas, apa nanti keadaannya bakal lebih parah dari yang tadi?
Tok tok tok~ Kaito mengetuk pintu kelas. Seorang guru yang masih kelihatan muda menyambutnya dengan lumayan ramah.
"Selamat siang, Tuan Kaito. Sudah baikan?" tanya sang guru datar, namun tidak mengintimidasi.
"Su… sudah, Sensei," sahut Kaito pelan.
"Silakan memperkenalkan dirimu terlebih dahulu sebelum kita melanjutkan pelajaran," perintah sang guru tersebut.
"Selamat siang! Nama saya Kaito Shion, mohon bantuannya!" Ia membungkuk tanda hormat di depan kelas. Saat itu terdengar bisik-bisik riuh. Yang cewek sedang membicarakan betapa cool nya cowok desa satu ini, sedangkan yang cowok malah mengepalkan tangan mengajak berantem, karena merasa posisinya terancam.
Maka pada saat jam kosong, mereka membuat rencana untuk menghadang Kaito dari Miku.
"Halooo Miku-chaan~ Ini aku bawain kalung mutiara dari Afrika, khusus buat Miku-chan yang cantik!"
"Miku-chan, kita pesiar bareng yuk, berdua? Hanya ada aku dan kau, suka Denkaw!"
"Miku sama aku aja ya, aku akan memanjakanmu dengan apa saja yang kau mau…"
Dan lain-lain.
Kaito hanya bisa facepalm. Ia sangat cemburu dengan banyaknya cowok yang mengerubungi gadis idola itu, meskipun yang bersangkutan hanya cuek dan terus menggumamkan beberapa bait lagunya yang terkenal, makin membuat mereka menggila.
"Ish! Jauh-jauh dong! Mikunya sesak napas ntar!" sahut Gumi, sahabatnya, sambil mengusir para maniak itu.
"Kita kan sukanya sama Miku-chan, nggak sama kamu!" Mereka makin mengerubungi Miku, membuat gadis itu terpaksa menoleh ketakutan.
"A… apa-apaan sih…" katanya pelan.
"Miku-chan, jadi pacarku yuk!" pekik mereka sambil mulai menarik-narik Miku yang langsung syok. Kaito yang adalah sahabat masa kecilnya *dan orang yang sangat menyayanginya* gag terima gadis semanis itu diperlakukan sesadis itu, maka…
"MENJAUH DARI MIKU!" serunya. Para maniak itu menoleh serempak.
"Kau… Kaito Shion, nyalimu besar juga, ya… Butuh berapa pukulan lagi biar kau bisa kalah?" seringai mereka. Nyali Kaito mendadak ciut. Mana pasukan mereka lebih banyak dari yang tadi pulak, sayuuur~
"Oh ya? Coba saja kalau berani, dasar maniak!" seru Kaito.
Mereka meninggalkan Miku dan langsung menyerbu Kaito, namun…
"HENTIKAAAAAAAAAAAAAAANNNN…!"
Suara high-pitch yang sangat khas, siapa lagi kalau bukan sang Minna no Utahime~?
"Daripada kalian, aku lebih pilih Kaito! Karena Kaito jelas lebih keren dari kalian semua! Aku muak sama kalian!" Miku beranjak dari tempat duduknya dan cepat-cepat menggandeng Kaito dan membawanya pergi.
"M… Miku?" tanya Kaito heran, mereka masih berjalan.
"Sekarang Miku sudah bisa nepatin janji Miku, akan jadi pacar Kaito kalau sudah jadi besar nanti!" siul Miku gembira sambil memeluk lengan Kaito. Yang lengannya dipeluk malah tersipu gaje sendiri.
Ini keuntungan apa kerugian sih? OwOa
Eheheeee… muaaaaafff~~
Hasilnya jauh dari harapan bundakahh? Tolong beritahu Ome! TwT/
Yuuk! Lanjuuut~
