Pro-Miss
Presented by Kie2Kei
.
Warning
Rate T, AU, Miss Typo, OOC*Maybe*, Abal, etc.
.
Disclaimer
I don't own Code Geass, Code Geass was owned by Sunrise Studio and for character design by CLAMP.
.
Chap 3 Update. Don't like, so don't read.
Saya merubah gaya opening-nya, apa yang ini lebih baik?
P.S.
Bagian fic yang di-italic-kan hurufnya 'seperti ini' adalah flash-back.
Enjoy! Don't forget to RnR!
o~o~o
Reviews n' Replys
Kafuu: Ehehe.. gini lho, Rei, di fic ini C.C. emang suhu tubuhnya gitu, a.k.a. berdarah dingin. Bikin Lelouch gemeteran dikit lah.
Ishikeshi Ayay: Iya, fic ini AU. Wah.. sepertinya saya harus belajar lagi dalam membuat fic supaya mudah dimengerti. Moe.. Arigatou untuk ucapan selamat tahun barunya.
Ms. xx: Ahaha.. iya. Eh? yg mana? *tengok+baca fic, untuk memastikan* thanks udah ngingetin. Tapi sepertinya, saya belum bisa memperbaikinya. *maklum males*
ReiyKa: Arigatou Gozaimasu! Telah mengingatkan saya, thanks juga untuk koreksi, pembetulan typo & sarannya. Itu benar-benar berguna buat saya-Bener lho! Gak bohong-. *deep bow* makasih juga karena udah mendukung saya.
Reiyu Chan: Iya, ini di-lanjut kok, walau agak lama sih. *piss, jangan hakimin saya*
o~o~o
Sekali lagi,
untuk reviwers diatas,
Kei ucapkan Arigatou Gozaimasu karena telah me-review fic ini.
Terima kasih juga untuk yang meng-alert & mem-fave fic GaJe ini.
o~o~o
Bab 1
Introduce
3
Trouble Magnet
.
.
.
.
Tuk.. Tuk.. Tuk.. Tuk..
Terdegar suara ketukan meja yang disebabkan oleh seseorang, yang tengah mengetukan jari-jemari lentiknya di permukaan halus meja, yang berbahan dasar kayu jati. Telapak tangan kiri-nya masih bebas sehingga bisa menopang kepalanya, dan meletakan sikutnya di atas meja tersebut sebagai tumpuan. Sesekali ia menghembuskan nafas panjang, yang berarti ia sedang banyak pikiran-coret, masalah.
Rambut raven hitamnya, kadang kala dibelai angin malam yang berhembus yang menyusup lewat jendela kamarnya yang tak tertutup. Iris violet-nya tak nampak karena kedua kelopak matanya tertutup, dan kedua alisnya pun saling bertaut.
Jam digital di mejanya menunjukkan angka 21.49, yang menandakan malam mulai larut. Ia harus segera tidur kalau ia tidak mau bangun kesiangan lagi. Dan ternyata, dia memilih untuk tidur daripada memikirkan masalahnya yang rumit sampai larut malam. Ia pun beranjak ke tempat tidurnya yang jaraknya tidak jauh dari meja belajar. Begitu ia mencapai tempat tidur, ia pun mematikan lampu dan membaringkan tubuhnya di kasur.
Tak sampai tiga puluh menit, ia telah tersedot ke alam bawah sadarnya, yang biasa disebut...
alam mimpi.
.
.
"Jadi... apa jawabanmu?" tanya gadis berambut light-green, meyakinkan supaya Lelouch segera menjawab.
"Aku...," Lelouch belum menjawab, ia masih ragu untuk menjawab.
Lelouch berpikir sejenak dan berusaha mendinginkan kepala. Ia tak buru-buru mengambil keputusan karena itu terlalu beresiko.
'Jika aku menjawab 'tidak' aku akan kembali ke kehidupanku yang biasa yaitu, kehidupanku yang membosankan. Dan aku tidak-kan tahu bagaimana rahasia masa laluku. Juga.. ada hal menarik yang membuatku penasaran yaitu-'
"Lelouch?" tanya gadis itu lembut, suaranya yang halus membuyarkan pikiran Lelouch.
"Ah, iya.. jawabanku ya?" jawab Lelouch, ah.. bukan, itu lebih terdengar seperti sebuah pertanyaan. Lelouch pun menarik nafas dalam-dalam dan ia mengatakan, "Aku menjawab... ya."
Lelouch mengungkapkannya dengan mantap. Terlihat walau sekilas, sudut bibir gadis itu membentuk sebuah lekukan ke atas. Senyuman. Ya, gadis itu tersenyum tipis, dan dengan durasi kurang dari satu menit, senyuman itu pudar. Wajahnya kembali seperti semula, berekspresi datar.
Tiba-tiba, cahaya menyilaukan terpancar dari gadis tersebut. Tepatnya dari tanda di dahi gadis tersebut, tanda yang berbentuk garis horizontal dengan 'v' tepat di tengah-tengahnya. Cahaya tersebut menandakan bahwa, Lelouch dan C.C. sudah terikat. Lebih tepatnya, mereka telah menjalin kontrak.
Selama beberapa detik, tanda di dahi C.C. masih bersinar. Sampai C.C. memejamkan kedua matanya perlahan, dan membukanya kembali. Dan cahaya itu pun, perlahan-lahan mulai meredup dan lenyap.
"Kalau begitu, apa permintaan pertamamu?" tanya C.C. tiba-tiba.
"Permintaan pertama?" tanya Lelouch heran. Kemudian kedua alis tipisnya saling bertaut yang menandakan bahwa, Lelouch kembali berpikir. "Aku akan menuruti saranmu, seperti yang kau katakan kemarin."
"Saran.. kemarin?" C.C. balik bertanya. Tiba-tiba munculah seringai kecil di bibir C.C. si gadis penyihir. "Baiklah, aku mengerti. Dan akan kukabulkan permohonan pertamamu."
.
.
o~o~o
Tak berapa lama setelah Lelouch tertidur, terlihat sesosok bayangan pria yang menyusup ke kamarnya. Ia berjalan perlahan-hampir tak ada suara- menuju tempat tidur di mana Lelouch berada. Ia pun menatap datar wajah Lelouch yang sedang terlelap sambil berbisik, "Jadi, kau client C.C-sama selanjutnya."
"Kita lihat, seberapa jauh kau dapat bertahan," lanjut pria itu lemah, sambil berlalu menjauhi tempat tidur Lelouch.
Pria itu pun keluar dari kamar Lelouch, lewat jendela kamar Lelouch yang terbuka. Dan pria tersebut menghilang dibalik kelamnya langit malam, setelah menutup jendelannya secara perlahan dan berkata, "Sayonara, matta ashita."
o~o~o
Temaramnya cahaya bulan pun telah terganti dengan cerahnya sinar mentari pagi. Lelouch pun bersekolah seperti biasanya. Ia berangkat sekolah sendirian karena, Nunally sedang libur sekolah pada hari ini. Ia pun menyusuri jalan yang biasanya ia lewati, jika ia akan pergi sekolah. Dan tentu saja, ia melewati kuil dengan tangga batu-nya yang khas itu.
Ia pun teringat kembali akan kejadian kemarin, kejadian yang mungkin akan mengubah kehidupannya.
.
.
"Lelouch, kemari!" perintah sang gadis penyihir.
"Eh? Untuk apa?" tanya pria yang merasa namanya dipanggil.
Lelouch tidak meyangka apa yang yang akan dilakukan gadis tersebut. Biasanya jika ia sedang bermain catur, ia pasti bisa membaca langkah selanjutnya yang lawannya akan lakukan. Lalu bagaimana dengan C.C.? Ia akui, C.C. itu orang yang susah dibaca tindakkannya. Dan apa yang C.C. akan lakukan sekarang? Guess it.
Ah... ternyata C.C. memperkecil jarak antara mereka berdua, yang tadinya 2 meter lebih kini, hanya terpaut 1 meter kurang. Lalu, apa yang ia lakukan selanjutnya? Tanpa ragu, C.C. menggenggam kedua tangan Lelouch. Lelouch yang setengah sadar mencoba mencerna apa yang dilakukan C.C.
Hening.
Suasana hening yang menyusup diantara mereka berdua. Entah mengapa sebuah suara membuyarkannya. Ya, siapa lagi kalau bukan Lelouch? Yang risih dengan perlakuan si gadis penyihir terhadap dirinya.
"A-apa yang kau lakukan?" tanya Lelouch gelagapan.
"Kau jangan berpikir yang macam-macam. Aku melakukan ini untuk mengabulkan permohonanmu," tanggap C.C. cepat, yang nyaris tak ada jeda antara pertanyaan Lelouch dengan tanggapannya.
"Dengan begini, aku mentransfer sebagian energiku untuk mengabulkan permohonanmu. Kau ingin mengingat masa lalumu, bukan?" jelas C.C. singkat.
Saat menggengam kedua telapak tangan jenjang milik C.C. yang dingin. Entah kenapa, Lelouch jadi ingin memberikan sesuatu pada C.C. Seperti, kehangatan yang dimiliki tangannya.
Ia ingin meng-hangatkan tangan C.C. yang sedingin bongkahan es Kutub Utara, dengan balik menggengam tangan C.C. dan menautkan kesepuluh jari-jarinya dengan erat. Walau Lelouch tak bisa mengubah suhu tubuh C.C. menjadi seperti suhu tubuh manusia 'normal' tetapi, paling tidak kehangatan tangan Lelouch dapat meng-hangatkan telapak tangan C.C. yang ramping dan sekitarnya.
Jika Lelouch berada di dekat C.C., Lelouch merasakan perasaan yang janggal, entah apakah itu. Mungkin perasaan yang menggelitik. Rasanya seperti banyak kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya; dan perasaan itu dapat membuat Lelouch menjadi OOC akut.
o~o~o
Suasana kembali hening seperti sebelumnya, dan C.C. tetap menggengam kedua tangan Lelouch, begitu pula sebaliknya. Tapi yang berbeda kali ini adalah, C.C. menggumamkan mantra-mantra aneh. Dan ia menyuruh Lelouch untuk menutup kedua kelopak matanya.
Setelah C.C. menggumamkan mantra-mantra-nya tiba-tiba, potongan acak ingatan masa lalunya silih berlalu-lalang di dalam pikiran Lelouch. Seperti, ingatannya yang tertawa bersama Nunally di sebuah gubuk tua; saat ia mengikat kontrak dengan C.C. waktu itu; saat ia melaksanakan kudeta melawan Raja Britania, yang tak lain dan tak bukan adalah ayahnya sendiri; dan saat kudeta itu juga, Lelouch kehilagan nyawanya. Itulah beberapa potong ingatan Lelouch di masa lalu; ingatan yang cukup tak mengenakkan hati.
.
.
Dan setelah kejadian itu, permintaan pertamanya terkabul. Ia tidak habis pikir bahwa, ia adalah reinkarnasi dari wujud seorang Pangeran. Tepatnya, seorang Pangeran yang diasingkan. Ia tidak terlalu tertarik dengan masa lalunya. Karena sekarang, ia bukanlah Lelouch sang Pangeran melainkan, Lelouch sang murid Ashford Academy. Dan ia juga cukup senang dengan kehidupannya saat ini.
Tapi, pada saat kejadian itu juga, C.C. berkata bahwa ingatan Lelouch belum kembali sepenuhnya. Dan perkataan C.C. itulah yang membuat Lelouch bingung, dan membuat Lelouch memikirkannya semalaman. Mungkin selama waktu masih berjalan, cepat atau lambat, pasti, ingatan yang hilang itu perlahan akan kembali, pikir Lelouch.
Ah.. iya, setelah kejadian itu pun, masalah lainya menimpa Lelouch. Yaitu, masalah tentang teman sekelasnya sendiri, Shirley. Shirley pulang tanpa menunggu Lelouch kembali pulang ke rumahnya kemarin. Mungkin Shirley sudah geram dengan perlakuan Lelouch yang bisa dibilang, kurang sopan.
Mengapa?
Yang jelas, apakah orang yang menjenguknya dibiarkan menunggunya kembali pulang dari kegiatan yang benar-benar tidak jelas, adalah hal yang tak sopan? Apalagi yang menengoknya itu seorang gadis. Yang benar saja, masa Lelouch tega membiarkan seorang gadis menunggu?
Mungkin itulah yang membuat sumbu amarah Shirley tersulut, padahal ia sudah bilang pada Lelouch bahwa ia ingin menjenguknya. Tapi niat baik itu diabaikan Lelouch begitu saja, seperti air yang menguap. Dan masalah itu juga yang membuat Lelouch berpikir semalaman.
o~o~o
Lelouch yang tanpa sadar masih memandangi kuil itu, berinisiatif untuk berdo'a di dalam kuil sebelum ia pergi sekolah. Karena dengan berdo'a, mampu menenangkan hati.
Karena jam masuk sekolah Ashford masih lama. Setelah selesai berdo'a, Lelouch pun berkeliling kuil yang tak terurus tersebut. Semilir angin musim semi tercium harum, karena membawa serbuk bunga yang baru bermekaran. Lelouch yang tak sadar sudah sampai di halaman belakang kuil, menatap takjub pemandangan yang dilihatnya.
Sebab, pemandangan yang dilihatnya dapat di-ibaratkan seperti lukisan hasil goresan tangan Vincent Van Gogh yang kaya warna dan sarat makna, juga indah dipandang. Lalu apa sebenarnya yang sedang dipandang oleh Lelouch?
Simple saja, ia sedang memandangi C.C. yang tertidur menyandar di batang kokoh pohon Sakura, yang terletak di halaman belakang kuil. Dan bunga Sakura yang sedang bermekaran itu-mengingat saat ini musim semi-, menjadi nilai tambah tersendiri di mata Lelouch.
Tanpa sadar, Lelouch mendekati C.C. yang sedang tertidur damai. Ia memperhatikan setiap lekuk wajah C.C. Tapi sayangnya, Lelouch tak bisa melihat iris emas kepunyaan gadis itu. Karena iris emas itu bersembunyi di balik kedua kelopak mata sang gadis yang kini sedang tertidur pulas.
Seperti saat menggenggam kedua tangan C.C. Entah kenapa, perasaan janggal itu kembali menyergapi sekujur tubuh Lelouch. Tanpa sadar, Lelouch ingin membelai rambut light-green-nya dengan lembut, mulai dari puncak kepala gadis tersebut hingga ujung rambutnya. Sayangnya, belum sempat ia menyentuh puncak kepala C.C., ia sudah diserang oleh sesuatu. Dan 'sesuatu' itu berhasil melukai wajahnya yang tampan dan mulus, menjadi terdapat luka goresan. Siapa yang berani-berani melukai Lelouch? Mungkin jika fans-nya Lelouch tahu siapa pelakunya, pasti mereka akan mencincang pelakunya seperti filet ayam.
Nampaknya Lelouch pun mulai siaga bila ada serangan berikutnya, dan ternyata prediksinya benar. 'Sesuatu' itu kembali menyerangnya, gerakannya sungguh cepat dan berhasil membuat Lelouch jatuh tersungkur ke tanah.
Lalu Lelouch bangun dengan tertatih, dan mengumpulkan keberanian untuk berbicara, "Siapa kau? Dan keluarlah, jangan bersembunyi!" gertak Lelouch.
Tiba-tiba, muncul seekor kucing dari balik semak-semak. Kedua alis Lelouch bertaut dan kedua matanya juga menyipit; untuk memastikan bahwa apa benar kucing di depannya ini yang telah menyerangnya, tapi hal itu tidak mungkin dan tak masuk akal.
Tetapi, hal yang tak mungkin itu kini menjadi mungkin. Ternyata kucing itu kembali menyerang Lelouch. Kedengarannya tak masuk akal, tapi kucing itu benar-benar menyerang Lelouch dengan ganas. Dan dengan susah payah, Lelouch berhasil menghindar dari serangan kucing aneh-?- tersebut. Dan kali ini, kucing itu menerjang Lelouch sampai jatuh terlentang. Seakan tak ada bosannya, Lelouch pun mencoba bangkit kembali.
Walau cuma kucing jantan berwarna abu gelap, tapi tenaga kucing ini sama dengan seorang atlit binaragawan. Iris faded green-nya menatap Lelouch berang. Kesalahan apa yang dilakukan Lelouch sampai disiksa kucing abu-abu ini?
"Apa salahku, hei kucing? Sampai-sampai aku diserang olehmu mati-matian begini," tanya Lelouch yang lebih tepat kepada diri sendiri, di sela-sela saat kucing itu sedang menyerangnya.
"Apa salahmu, hah? Kau masih juga bertanya apa kesalahanmu setelah jelas-jelas kau sudah melakukan kesalahan!" jelas sang kucing sarkasme.
"Apa? Kau dapat bicara?" tanya Lelouch tidak percaya, dan otaknya sedang memproses apa yg sedang terjadi saat ini.
"Tentu saja, manusia!" cetusnya kasar.
"Kau tidak tahu, siapa aku 'kan?" lanjut kucing itu dengan nada lebih rendah dan mulai berhenti menyerang Lelouch. "Aku adalah kuc-"
Tiba-tiba suara seseorang berhasil memblokir pembicaraan antara Lelouch dan hewan tersebut, "Lelouch? Dan.. Arthur?"
"C.C,"
"C.C.-sama," jawab Lelouch dan Arthur-kucing itu-, serempak.
"Hah..," C.C. menghembuskan nafas panjang. "Baru saja ku-tinggal tidur sebentar, kalian sudah membuat halaman belakang ini berantakan," jelas C.C. enggan, karena ia baru saja bangun tidur.
Terlihat, jalan setapak di halaman belakang kuil yang rusak dan retak-retak, dan dedaunan hijau berserakan di mana-mana. Seakan pepohonan menggugurkan daun-daunnya, padahal ini 'kan musim semi.
"Hm.., sepertinya aku lupa memperkenalkan dirimu pada Arthur, Lelouch. Arthur ini orang baik lho," lanjut C.C.
"Apa? Di saat begini aku harus berkenalan dengan-nya? Dia hampir saja membunuhku! Dan apakah orang seperti itu bisa disebut 'orang baik'?" tanggap Lelouch yang kesal dengan perbuatan kucing jantan tersebut.
"Tunggu dulu, bukankah dia ini binatang? Lantas kenapa kau menyebutnya dengan kata ganti 'orang'?" tanya Lelouch heran.
"Bukannya kau menyebutku dengan kata ganti 'orang' juga-kan, sebelumnya?" celetuk Arthur ketus membela majikannya.
"Sudahlah, hentikan pertengkaran konyol kalian. Lelouch, Arthur ini adalah.. ah, lebih baik Arthur saja yang perlihatkan," jelas C.C. dengan enggan-engganan. "Ayo tunjukan Arthur!" perintah C.C. pada Arthur.
"Yes, your highness. C.C.-sama."
Tiba-tiba, seberkas sinar menyelubungi seluruh tubuh Arthur. Sinar itu sangat menyilaukan mata. Sehingga, jika Lelouch bersikeras untuk melihat apa yang terjadi, ia harus menyipitkan kedua matanya agar, kedua kelopak matanya dapat membentengi cahaya yang akan menerpa kedua bola matanya.
Lalu cahaya menyilaukan itu perlahan meredup dan lenyap. Cahaya itu hanya menyisakan sesosok bayangan. Tunggu, itu bukanlah bayangan hewan, melainkan bayangan manusia. Ya, sesosok manusia yang jika melihat dari postur tubuhnya, ia adalah seseorang yang berjenis kelamin pria.
Sekarang, siapa sebenarnya sosok Arthur, mulai jelas. Dengan wujudnya yang sekarang, ia nampak seperti manusia biasa, dengan rambutnya yang agak ikal dan berwarna kecoklatan. Iris faded green-nya nampak sempurna, tepat terletak di wajahnya yang cukup tampan. Ia benar-benar terlihat seperti manusia tapi, sebenarnya ia bukan hanya seorang manusia biasa melainkan, Youkai yang dapat berubah wujud menjadi sosok manusia.
Setidaknya itulah kesimpulan yang ditangkap oleh Lelouch. Lelouch sadar, ini adalah dunia nyata. Bukan di dunia anime/manga, yang segala hal yang tak masuk akal dapat terjadi begitu saja, tanpa melalui proses berpikir menggunakan otak kiri dan bantuan akal pikiran.
Setelah berubah wujud, sang youkai mulai bersuara kembali, "Inilah wujud manusiaku."
"Aku adalah pelayan sekaligus pelindung C.C.-sama. Ingat ini baik-baik, namaku Suzaku Kururugi," jelas sang youkai bangga.
"Aku lebih suka memanggil Suzaku dengan nama panggilan 'Arthur'," komentar C.C.
Jika menilik kembali perkataan Suzaku. Lelouch pun sadar akan alasan mengapa Suzaku menyerangnya tadi. Garis besarnya, Suzaku itu pelindung C.C. Maka, ia akan melindungi C.C. dari ancaman apapun. Dan jika mengulas ulang tentang kejadian 'rusaknya halaman belakang kuil' berarti, Suzaku mengartikan Lelouch sebagai ancaman bagi tuannya.
o~o~o
Kehidupan Lelouch benar-benar berubah 180°. Baru saja ia mengikat kontrak dengan seorang gadis penyihir, tak lama kemudian ia pun bertemu youkai kucing yang dapat berubah wujud menjadi manusia. Entah kenapa durasi kehidupan Lelouch terasa sangat cepat, di-ibaratkan bagai meteor yang sedang jatuh menuju bumi yang dapat mengakibatkan ledakan besar.
.
.
.
.
Conclude
.
.
.
.
ﭏ
"Now, I'll admit there are a lot of things I don't understand C.C.!"
Lelouch admitted.
ﭏ
[I took that sentence from Nico Nico Douga lyric song.]
Kidding,
.
Still
.
TBC
o~o~o
A/n: Mungkin curcol yang satu ini akan panjang jadi, saya sarankan skip aja & langsung Review.
Saya bener-bener minta maaf yg sebesar-besar-besarnya! Karena telat update. .:madesu:. yang jadinya bikin readers pada kabur. Jadi saya bikin chappy ini panjangnya hampir sama dengan chappy kemarin.
Saya akui, saya adalah author spesialis fic yang satu chappy-nya panjang banget.
Karena saya baru berhasil menyelesaikan war. War yang bikin bulu kuduk penimba ilmu yang setingkat dan sederajat dengan saya pada berdiri dan orang yang melakukannya akan menjerit ngeri. .:lebay:.
Walau war itu menambah wawasan saya, tapi tetep aja bikin ngeri. Jadi saya baru bisa update bulan ini.
Di chappy ini mungkin Suzaku terlihat OOC akut. Tapi bayangin aja sifat Suzaku seperti saat di Knight of Rounds, yang cukup dingin itu lho..! Jujur, saya tadinya ga tau nama warna mata Suzaku #digilesLancelot, jadi kalo salah, tolong kasih tau nama warna matanya apa, nanti saat review. .:ngerepotin:.
Dan juga saya minta maaf buat Suzaku FG n' FC *deep bow* karena telah membuat dia jadi kucing kaya Arthur.
Oiya, saya ganti pename dari Cecania Kuroshiyu = Kie2Kei #kicked
Youkai = sejenis siluman, hantu, dan semacamnya. –tapi di fic ini di-ibaratkan Suzaku yang bisa berubah jadi kucing- yang begitu sejenis youkai juga bukan?
Vincent Van Gogh = seorang Maestro lukis beraliran Eskpresionisme.
Pendapat saya sendiri tentang fic ini adalah: Abal dan gajelas, plot hole, OOC akut, lama update, dan yang ga ketinggalan itu, selalu typo.
Mind to...
R
E
V
I
E
W
Please?
Thank you for waiting this 'abal' fanfiction,
=Shiyu/Kie2Kei=
