Di sebuah lorong gelap yang sepi di dalam sebuah pabrik sepatu yang bangkrut, terdengar suara langkah kaki yang biasa aja, -tidak tergesa ataupun tidak lambat-. Pemuda pemilik suara kaki tersebut terus berjalan dalam lorong, sampai akhirnya ia tiba di ujung lorong.
Diujung lorong tersebut, ada sebuah pintu yang terbuat dari kayu mahoni yang kokoh. Tanpa ragu, pemuda itu membuka pintu ruangan itu.
Ternyata ruangan itu adalah stand tembak pribadinya.
Ruangan itu bernuansa coklat dan gelap. Pemuda itu menekan saklar lampu ruangan itu, dan tampaklah dinding kedap suara di sekitar ruangan itu.
Tak lupa juga berderet papan target berbentuk manusia untuk latihan tembaknya.
Jumlah papan tersebut ada sepuluh buah, mewakilkan perasaannya yang membenci 'sepuluh orang.'
Tak hanya itu, papan target itupun di tempeli foto-foto sepuluh orang yang paling di bencinya di dunia ini.
Pemuda itu mengeluarkan handgun jenis barreta dari balik jubah hitamnya. Moncong handgunnya tertuju pada sebuah papan target dengan sebuah foto ditengahnya.
DOR!
Ia menarik pelatuknya dengan mantap. Menimbulkan foto targetnya bolong, tepat di dahi sang foto tersebut. Tak hanya itu, foto itupun ikut jatuh ke lantai.
Pemuda itu mengambil foto targetnya yang baru saja jatuh, matanya berkilat penuh kemenangan.
"Andai saja dahimu benar-benar berlubang akibat tembakanku,"
Pemuda itu menyeringai kejam.
"...Baka Imouto!"
.
.
Naruto (c) Masashi Kishimoto
Gunslinger Girl (c) Maira 'milly' Kanzaki
Inspired : "Gunslinger Girl" by Yu Aida
Rating : T
Pairing : SasuNaru, GaaNaru *) and others.
Genre : Romance, Angst, Action
WARNING : OOC, AU , tidak memakai bahasa baku, maybe Typo, STRAIGHT or YAOI? Anda yang menentukkan.
Tidak suka? Jangan Baca!
Chara :
Naruto, Kiba, Gaara, Tenten, Shikamaru : 17 tahun.
Sasori : 18 tahun.
Sasuke : 20 tahun.
Rin & Iruka : 23 tahun.
Itachi & Kakashi : 24 tahun.
Minato & Fugaku : 50 tahun.
Summary : Kebenaran dibalik peristiwa lima tahun yang lalu. Kartu mulai terbuka satu-persatu.
.
.
ENJOY!
Chapter 4 : Kartu yang Terbuka.
.
.
Dibalkon kamar yang bernuansa merah marun di lantai tiga, terdapat seorang pemuda tampan duduk di kursi balkon dengan segelas coklat hangat tangan kirinya. Malam musim gugur berhasil membuatnya sedikit menggigil. Matanya yang berwarna merah kecoklatan terus menatap nanar pada kertas yang berada di tangan kanannya.
Ia terus seperti itu sejak lima menit yang lalu, tepatnya ketika pukul 21:55.
Sang Pemuda meneguk coklat hangatnya sekali lagi, dan mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, tak percaya dengan tulisan yang baru saja dibacanya.
-.-
FLASHBACK
-.-
Disebuah kamar kerja tidak terpakai di kediaman Uchiha, seorang pemuda terlihat sedang mengutak-ngatik laptop yang berada dihadapannya. Disamping laptopnya, terdapat sebuah mesin printer yang sedang mem-print-out beberapa lembar kertas hasil kerjaannya.
TOK! TOK! TOK!
Pintu kamar kerja diketuk seseorang.
"Masuk," jawab pemuda itu tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
KREK!
Pintu ruangan dibelakangnya terbuka, disusul dengan kepala seseorang berambut merah yang menyembul kedalam.
"Sedang apa, Shikamaru? Apa aku mengganggu?" tanya pemuda berambut merah itu.
"Kerja. Tidak." Jawab Shikamaru pendek.
Pemuda berambut merah yang bernama Sasori itu tau betul apa maksud rekannya dengan kata 'kerja'. Apalagi kalau bukan hacking?
"Siapa yang memberitahu kau bahwa aku disini?"
"Salah satu maid. Kalau tidak salah namanya Hotaru,"
"Oh,"
Tanpa disuruh, Sasori masuk kedalam ruangan setelah terlebih dahulu menutup pintunya. Sasori menghampiri Shikamaru yang duduk membelakanginya, Sasori dapat melihat sekilas, Shikamaru sedang mengambil beberapa data dari Hebi Corp –lagi-.
"Apa yang kau dapatkan?" tanya Sasori.
"Banyak," jawab Shikamaru. Ia menunggu si printer menyelesaikan pekerjaannya. Setelah selesai, Shikamaru menyerahkan kertas hasil print-out miliknya pada Sasori. "Bacalah, isinya membuatku kerepotan,"
Sasori menerima sodoran kertas dari Shikamaru, yang ternyata berisi kopian headline sebuah koran.
.
.
KONOHA'S DAILY
'POLISI MENGUNGKAP FAKTA TENTANG BISNIS TERLARANG PERUSAHAAN HEBI CORPORATION'
Konoha, 30 September 2006.
Hebi Corporation, perusahaan raksasa yang merupakan rival berat Uchiha Corporation yang bergerak di bidang yang sama; otomotif, ternyata memiliki bisnis terlarang; yaitu bisnis Pasar Gelap.
Dari hasil pengakuan para polisi, mereka berhasil menangkap seorang pengendara truk mencurigakan yang sedang mengangkut barang selundupan berupa tembakau di Pelabuhan Konoha. Pengemudi yang berinisial S itu ditangkap dan di introgasi oleh polisi. Namun selama sejam, S tidak mau mengakui perusahaan apa yang memperkerjakan dirinya.
Polisi akhirnya meminta bantuan pada Namikaze Kyuubi (17) seorang pemuda lulusan Namikaze's Quarantine and Military Exercises atau yang biasa dikenal dengan sebutan Namikaze's Millitary (NM), yang juga merupakan anak dari Namikaze Minato (45), pemilik NM, untuk mengintrogasi S.
Hanya butuh lima menit, S akhirnya mengakui bahwa ia bekerja dibawah perintah Orochimaru, pemilik Hebi Corp. Dan menurut pengakuan S, Orochimaru juga menyewa sepuluh buronan terkenal yang tergabung dalam kelompok 'Akatsuki'. Berikut daftar nama anggota 'Akatsuki' :
.
.
Tulisan di kertas yang berada ditangan Sasori berhenti sampai disitu.
"Apa masih ada lanjutannya?"
"Sebentar, sedang ku print," jawab Shikamaru.
Keheningan sementara menyelimuti mereka. Sasori mengerutkan kening, nampaknya sedang berfikir.
"23 Maret 2006? Berarti koran ini terbit sekitar lima tahun yang lalu, begitu? Dan kalau koran ini sudah lama terbit, kenapa polisi belum juga menangkap manusia ular itu?" tanya Sasori.
"Tidak," jawab Shikamaru misterius.
"Eh?"
"Koran itu tidak terbit. Orochimaru menyogok wartawan, dan perusahaan Konoha's Daily agar tidak menerbitkan koran itu. Pihak wartawan setuju, namun tidak dengan pihak Konoha's Daily.
Orochimaru telah memberi surat ancaman ke pihak Konoha's Daily agar tidak menerbitkan berita itu. Namun, karyawan Konoha's Daily yang nekat menerbitkan koran tersebut,"
Shikamaru menghela nafas sebentar sambil menggumam 'merepotkan'. Kemudian ia melanjutkan ceritanya.
"Deadline koran itu terbit pukul 00:00. Beberapa karyawan Konoha's Daily sedang bersiap memasukkan koran-koran siap terbit itu kedalam truk pengangkut barang yang akan menerbitkan koran itu keseluruh penjuru Konoha, tepat ketika pukul 23:48.
Namun aksi mereka diketahui oleh anak buah Orochimaru, dan karyawan Konoha's Daily bagian penerbitan semuanya ditembak mati oleh anak buah Orochimaru. Ia beruntung tidak harus mengerahkan banyak anak buah, pasalnya kantor pusat penerbitan Konoha's Daily hanya satu, alias tidak mempunyai cabang dimanapun.
Hal itu menimbulkan kontroversial diseluruh penjuru Konoha, sebab rakyat Konoha protes karena tidak terbitnya koran kesayangan mereka. Sang Direktur koran merasa janggal, karena ia yakin kalau ia baru saja melihat cetakkan koran siap jual kemarin malam. Ia pun meminta bantuan NM untuk menyelidiki kasus ini," jelas Shikamaru.
Wajah Sasori memucat, perlahan-lahan ia mengetahui kebenaran yang dicarinya selama lima tahun terakhir. Ia sudah mulai menebak arah pembicaraan Shikamaru.
"Kyuubi-senpai diutus polisi untuk mengungkap siapa dalang dibalik 'pembantaian' karyawan Konoha's Daily. Rakyat Konoha berharap, headline Konoha's Daily suatu pagi nanti adalah berita tentang keberhasilan Kyuubi menangkap pelaku 'pembantaian'..."
Sasori merasakan firasat buruk sekarang.
Shikamaru mengambil selembar kertas yang baru saja selesai di print, dan menyodorkannya pada Sasori. "Selanjutnya, kau baca ini. Terlalu merepotkan bagiku untuk menjelaskan semuanya."
Sasori menerima kertas dari Shikamaru dan membacanya. Ternyata sebuah kopian headline Konoha's Daily.
-.-
END OF FLASHBACK
-.-
.
.
Dan disinilah Sasori, duduk dibalkon kamarnya yang berada dilantai tiga dengan posisi yang masih sama; gelas berisi coklat hangat di tangan kirinya, dan kertas kopian headline Konoha's Daily dari Shikamaru ditangan kanannya. Sedangkan matanya yang kecoklatan –masih- menatap nanar tulisan di kertas.
.
KONOHA'S DAILY
NAMIKAZE KYUUBI (17) GUGUR DALAM MISI.
Konoha, 11 Oktober 2006.
Namikaze Kyuubi (17) pemuda lulusan Namikaze's Quarantine and Military Exercises atau yang biasa dikenal dengan sebutan Namikaze's Millitary (NM), dikabarkan gugur dalam misi menyelidiki kasus 'pembantaian' beberapa karyawan Konoha's Daily pada pukul 23:50, 3 Oktober 2006.
Rekan kerjanya ketika misi, Hatake Kakashi (19), Umino Iruka (18) dan Namikaze Naruto (11) selamat dalam misi, namun mereka gagal menangkap pelaku karena kondisi fisik mereka yang terluka parah.
Kakashi berkata, kalau markas para pelaku 'pembantaian' itu berada di sebuah Gedung Sekolah Dasar Konoha 1 yang sudah lama tidak terpakai, tepatnya berada di dekat sungai Konoha.
Para saksi yang tinggal di sekitar TKP mengaku; mendengar jeritan orang, suara tembakan dan mencium bau anyir darah yang menyengat sekitar pukul setengah 12 malam tanggal 3 Oktober 2006. Esok paginya, tanggal 4 Oktober, mereka melihat mayat seseorang berambut merah dan badannya berdarah-darah hanyut di sungai Konoha yang terkenal dengan arusnya yang kelewat deras.
Polisi dan tim SAR sudah berusaha mencari dan mengevakuasi mayat Kyuubi yang dikabarkan hanyut di sungai. Namun malang, setelah mencari kurang lebih enam hari, akhirnya polisi mengumumkan kematian dan tidak di temukannya jasad Kyuubi pada 10 Oktober 2006, tepatnya kemarin. Dan pihak Namikaze's Millitary, yang juga merupakan pihak keluarga Kyuubi mengaku pasrah atas kehendak-Nya.
Kami, segenap karyawan Konoha's Daily turut berduka cita atas kematian Namikaze Kyuubi.
Dan kami, rakyat Konoha memberikan gelar 'Pahlawan' kepada Namikaze Kyuubi atas jasanya karena beliau sudah berusaha dua tahun terakhir ini untuk membasmi kriminal di kota Konoha.
.
.
Kebenaran dibalik peristiwa lima tahun yang lalu.
Kartu mulai terbuka satu-persatu.
Sasori kembali teringat percakapannya dengan Shikamaru;
.
"Kertas kopian headline ini sangat penting dan berbahaya jika jatuh ditangan rang lain. Tepi mengapa Orochimaru tidak memberi sistem keamanan yang lebih khusus untuk menyimpan ini? Sehingga orang-orang seperti kau mampu mengambilnya? Dan darimana kau dapatkan artikel koran yang bahkan tidak terbit ini?"
"Entahlah, mungkin Orochimaru berfikir bahwa kasus 'pembantaian' itu sudah berlangsung lama. Ia menyimpan artikel itu disalah satu folder pribadinya. Lagipula, teknologi tahun 2006 tidak secanggih tahun 2011 sekarang, sehingga kurangnya tingkat keamanan. Hah, merepotkan!"
"Dan kau ingat Shika? Tahun itu juga tahun untuk misi pertamanya Naruto, ketika ia berumur 11 tahun,"
"Ya, tepat saat ulang tahunnya yang ke-12, Kyuu-senpai diberitakan mati,"
"Ja-jadi, penyebab Naruto menjadi seperti 'itu'?"
"Aku pun berfikir seperti itu, Sasori. Dan kejadian lima tahun yang lalu, aku yakin belumsemua terkuak. Dan jangan sampai ada yang membaca kertas itu, terutama Naruto. Aku tidak mau terjadi hal yang merepotkan."
"Aku mengerti."
.
'Ck, kenapa ini semua terjadi?' sungut Sasori kesal. Kemudian ia mengambil kertas kedua, yang berada dibalik kertas pertama. Dan untuk kesekian kalinya, Sasori menatap nanar judul di kertas yang kedua. Lanjutan dari artikel 'POLISI MENGUNGKAP FAKTA TENTANG BISNIS TERLARANG PERUSAHAAN HEBI CORPORATION'.
.
DAFTAR NAMA ANGGOTA AKATSUKI
Yahiko 'Pein'.
Nagato 'Pein.'
Konan
Tobi
Hidan
Kakuzu
Kisame
Uchiha Madara
.
Sebagai seseorang yang bekerja sebagai butler keluarga Uchiha, seharusnya, Sasori terkejut karena melihat nama 'Uchiha' sebagai daftar anggota Akatsuki sekaligus buronan.
Ya, seharusnya.
Pada kenyataannya, tidak.
Sebelum polisi dan warga Konoha mengetahui daftar anggota Akatsuki -yang kini bekerja di bawah kendali Orochimaru-, Sasori sudah mengetahui sejak lama.
Di kopian koran yang ada ditangannya, tidak disebutkan ciri-ciri fisik dari semua anggota Akatsuki, namun Sasori mengetahui semua ciri-ciri anggota Akatsuki.
Tadi, Sasori baru membaca 8 daftar nama Akatsuki. Namun tanpa harus dibaca lagi, Sasori sudah tahu siapa 2 orang lainnya.
.
Namikaze Deidara
Akasuna no Sasori
.
Gunslinger Girl
.
Srek. Srek.
Perpaduan suara kuas yang ditorekan ke kanvas putih, menimbulkan melodi indah tersendiri bagi pelukis manapun. Termasuk Naruto.
Padahal waktu sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam, namun Naruto tetap melukis diatas kanvas yang diberikan Sai.
Sudah lima hari Naruto tidak masuk dan belajar di kampusnya, dan Naruto bersumpah, itu sangat membosankan! Maka ia berhasil meyakinkan kelima temannya dan Tuan Muda-nya, kalau ia sudah sehat dan akan masuk besok. Sekaligus mengumpulkan tugas melukisnya.
Srek. Srek.
Dengan penuh semangat, Naruto menorehkan kuas yang telah diberi cat minyak. Kanvas yang semula berwarna putih itu, kini di dominasi perpaduan coklat muda dan coklat tua.
Autumn.
Ia ingat, waktu itu Sai bilang, harus melukis sesuai dengan keadaan hati. Dan tidak dapat dipungkiri, suasana hatinya tidak menentu semenjak insiden 'Minato-Bazooka' waktu itu.
Lalu kenapa ia memilih menggambar suasana musim gugur?
Gampang saja, sebab Naruto menyukai musim gugur.
Selain karena musim gugur adalah musim ketika dirinya lahir, musim gugur sangat menyenangkan bagi Naruto. Daun-daun kecoklatan yang jatuh perlahan ditiup angin, angin yang sejuk, membuat hati Naruto menjadi tenang.
Itulah alasan mengapa Naruto melukis suasana musim gugur. Ia ingin 'menenangkan' hatinya dari semua masalah hidupnya, Naruto menyebutnya 'Autumn-Therapy'.
.
.
.
"Sasuke-kun!~"
"Kyaa, Sasuke!"
"Makin tampan saja ya, Sasuke-kun?"
Suara-suara seperti itu memang sudah 'biasa' terdengar di seluruh penjuru kampus, jikalau Uchiha Sasuke baru melangkahkan kakinya di depan gerbang kampus.
Namun, sepertinya ada yang 'berbeda' dari teriakkan itu.
"Hei lihat! Butler-nya Sasuke-kun sudah masuk lagi!"
"Mana? Mana? Oh itu dia ya? Kalau tidak salah, namanya Naruto 'kan?"
"Naruto? Hei apa dia anak dari Minato-san? Pemilik NM?"
"Syukurlah Naruto sudah masuk, kudengar ia sakit parah kemarin ehingga tidak masuk selama lima hari,"
Itulah yang berbeda. Bukan hanya Sasuke saja yang dibicarakan, namun juga butler pribadinya, Namikaze Naruto.
Ya, hari ini Naruto sudah kembali masuk ke kampus setelah lima hari tidak masuk.
"Jangan pedulikan perkataan mereka, Naruto," ujar Sasuke yang berada selangkah didepannya.
"Baik, Sasuke-sama,"
Pasangan Tuan Muda-Bodyguard ini tetap berjalan melintasi pekarangan kampus, pura-pura tidak mendengar seruan dan bisik-bisik semua orang. Naruto terus mengekori majikannya, sehingga tiba-tiba saja Sasuke menghentikan langkahnya, otomatis Naruto juga berhenti.
'Ada apa?' batinnya.
Namun ketika Naruto mengetahui penyebab berhentinya langkah Sasuke, ia tersenyum.
Ternyata Sasuke dicegat sama dua orang fans beratnya; Sakura Haruno dan Ino Yamanaka.
.
.
Naruto POV.
Sakura dan Ino memang tergila-gila sekali pada Tuan Mudaku, mereka tak pernah lelah menyapa dan memberikan sesuatu kepada Sasuke-sama. Yang jelas Sasuke-sama akan menolaknya, namun mereka tetap saja tidak menyerah.
Sakura Haruno, putri tunggal Hatarashi Haruno ini adalah pewaris Haruno Corp suatu saat nanti. Gadis cantik ini mempunyai warna rambut yang unik; merah muda dan mata yang berwarna hijau seperti Gaara. Yang aku tahu, perusahaan Haruno dan Uchiha sedang melakukan kerjasama. Kerjasama apa? Aku tidak tahu karena itu bukan urusanku.
Ino Yamanaka, sahabat Sakura. Putri tunggal Inoichi Yamanaka ini mempunyai toko bunga terbesar dan terkenal di Konoha. Rambutnya berwarna pirang pucat di kuncir tinggi kebelakang, ponytail yang dimiringkan ke kanan dan matanya berwarna aquamarine. Mengingatkanku Dei-nii, yang hilang enam tahun yang lalu.
"Ohayou, Sasuke-kun~," seru Sakura dengan nada yang manja, sedangkan Ino –yang berada dibelakangnya- hanya tersenyum ke arah—aku?
"Hn," jawab Tuan Mudaku dengan trademarknya.
"Aih, dingin sekali sih, Sasuke-ku. Padahal matahari sekarang sangat cerah lho..." ujar Sakura sambil menunjuk ke langit.
Tu-tunggu dulu! Tadi Sakura salah bicara, atau memang ia menyebut Sasuke-sama dengan sebutan 'Sasuke-ku'?" tanpa 'n'?
"Hei, Naruto-kun. Ohayou! Kau sudah sembuh?" tiba-tiba suara Ino mengagetkanku.
"Oh iya, aku tidak sadar ada Naruto-kun, ohayou," timpal Sakura.
"Eh? Ohayou Sakura-san dan Ino-san," jawabku sambil menunduk a la Jepang.
"Aish, jangan terlalu formal, panggil aku Ino saja. Kalau mau memakai embel-embel, pakai '-chan' saja," sergah Ino.
Hei, apa aku tidak salah lihat? Barusberan Ino seperti err—mengedipkan matanya padaku?
Nice, aku merasakan bulu tengkuk milikku berdiri.
"Ah, emm baiklah err—Ino-chan," jawabku.
Lagi, barusan aku melihat Putri Yamanaka ini tersenyum puas.
"Sudahlah, apa yang kalian berdua inginkan, Haruno dan Yamanaka?" tukas Sasuke cepat. Sepertinya Tuan Mudaku mulai tidak sabar.
"Ah, tidak apa kok, Sasuke~. Aku hanya ingin menyapa calon suamiku," jawab Sakura sambil mengelus pelan pipi Sasuke.
DEG!
A-apa? Calon suami? Jadi, kerja sama antara dua perusahaan besar ini, untuk menikahkan kedua pewaris mereka?
Dan mereka akan menikah? Tapi—kenapa?
Hei! Tunggu dulu! Ini bukan urusanku 'kan? Walau aku butler pribadi Sasuke-sama, aku tetap tidak berhak mencampuri urusan pribadi Sasuke-sama. Termasuk—urusan percintaannya.
"Tsk! Lepaskan!" seru Sasuke sambil menepis tangan Sakura. Dan tiba-tiba ia menyeret tanganku dan meninggalkan Sakura dan Ino. Sebelum kami berdua pergi, Sasuke membalikkan badan dan berkata, "Dalam mimpimu, Haruno-san!". Dan kemudian ia terus menyeretku sampai kedalam kampus.
END NARUTO'S POV.
.-.
:- Maira Kanzaki -:
.-.
Sebuah mobi Toyota Rush hitam sedang melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil itu berisi tiga orang. Hatake Kakashi, sebagai pengendali kemudi. Rin, wanita satu-satunya di mobil itu, ia duduk disamping Kakashi. Sedangkan majikan mereka, Fugaku Uchiha duduk di belakang. Pemilik perusahaan Uchiha Corp itu sedang memangku laptop hitam dan ia sibuk dengan laptopnya sedari tadi.
Kakashi dan Rin, dua bodyguard ini, kini sedang mengawal sang Majikan, Fugaku, ke kantornya. Kantornya sendiri cukup jauh, di dekat perbatasan antara kota Konoha-Suna.
"Kakashi, apa benar sekarang Naruto-kun sudah masuk ke kampus?" tanya Fugaku, pandangannya tidak lepas dari monitor.
"Sudah, Fugaku-sama. Keadaan Naruto juga sudah 90% sembuh,"
"Hn,"
Ketiganya terdiam lagi. Hal ini sudah biasa terjadi, karena faktor keturunan Uchiha rata-rata orang yang pendiam.
Kini mereka sedang memasuki sebuah terowongan panjang. Terowongan ini adalah satu-satunya jalan untuk menuju kota Suna. Biasanya, banyak mobil berlalu-lalang disini sehingga menimbulkan kemacetan kecil.
Ya, biasanya.
Karena pada kenyataannya, tidak ada satu mobilpun yang lewat di terowongan ini sekarang. Hanya mobil yang dikendarai Kakashi. Apalagi, ini masih jam 8 pagi.
Ganjil? Ya, Kakashi merasakan seperti itu. Ingin rasanya ia mengerem mobil ini dan memeriksa keadaan. Namun diurungkan niatnya.
Berbeda hal dengan Rin. Ia sudah mulai memprediksikan keadaan sekitar. Siaga satu sudah ia pasang dalam diri dan pikirannya. Pandangannya mulai meluas; kiri, kanan, belakang-memakai kaca spion- dan terakhir—depan!
"Kakashi! Stop!"teriak Rin.
Serta-merta, Kakashi yang kaget langsung mengerem mobil mendadak. Padangan matanya ke arah Rin, "Ada apa?" tanyanya.
Rin tidak menjawab. Matanya tiba-tiba memicing, pandangannya lurus ke depan, dahinya mengkerut.
Kakashi sudah hafal betul dengan sikap Rin. Dan kalau wanita itu sudah memicingkan matanya, dan tiba-tiba menyuruh dengan alasan tidak jelas, maka pasti Rin sedang mendeteksi musuh disekitarnya. Rin layaknya anjing betina yang sigap melindungi anak-anaknya.
"Ada masalah, Kakashi?" tanya Fugaku dari belakang.
"Sepertinya begitu, Fugaku-sama," jawab Kakashi.
"Mohon maaf karena kelancangan saya memberhentikan mobil Anda, Fugaku-sama. Karena ada sesuatu yang tidak beres disini," sesal Rin, namun matanya masih lurus kedepan. Tiba-tiba matanya membelalak, "Kakashi! Mundurkan mobilnya sekarang juga!" teriaknya.
Kakashi, yang beruntung tidak di 'berkahi' otak yang lemot, langsung menarik mundur perseneling mobil, dan menginjak gasnya dengan kecepatan sedang.
"Lima..." tiba-tiba Rin menghitung mundur.
"Empat..."
Mobil terus mundur.
"Tiga..."
Mundur lagi...lagi. Sampai cukup jauh keluar dari terowongan.
"Dua, hentikam mobilnya!"
CKIIITTT! Suara rem yang diinjak Kakashi terdengar.
.
.
.
"Satu, MERUNDUK!" perintah Rin.
DHUUAARRR!
Dan semuanya berlalu dengan cepat, sesuai hitungan Rin.
.
Kakashi, Rin dan Fugaku masih menunduk setelah bunyi ledakkan yang berasal dari terowongan. Seketika terowongan hangus terbakar, beruntung mereka selamat karena mereka sudah berada di luar terowongan.
"Bom?" tanya Fugaku, setelah kagetnya hilang.
"Ya. Tadi di tengah terowongan aku melihat gundukkan batu aneh, dan samar-samar aku mendengar suara seperti detik jam," jelas Rin.
Sedangkan Kakashi masih terdiam. Mata hitamnya menelusuri terowongan yang hangus, api yang membakar terowongan berangsur-angsur padam. Asap yang mengepul juga mulai menghilang.
"Dari hasil ledakkan bom tadi, prediksiku mengatakan, ini bom C2," jelas Kakashi setelah selesai mengamati.
"Aku juga mengira seperti itu. C2 adalah bom yang bereaksi ketika sebuah objek berada sepuluh meter didekatnya, dan bom itu akan meledak sepuluh detik kemudian," timpal Rin.
"Dan hanya satu yang dapat membuat bom macam ini..." Kakashi menggantungkan kata-katanya.
Rin mengangguk, wajahnya terlihat lebih pucat.
"Deidara Namikaze..."
.
.
Chapter 4 : Kartu yang Terbuka
COMPLETE.
.
.
Note's :
It's me again. Pertama-tama Mai mau mengucapkan "HAPPY BIRTHDAY" to Uchiha Sasuke. Telat sehari sih, tapi yang penting ngucapin deh. Mai juga baru ngepublish birthday fict buat Sasuke tuuh. *promosi terselubung*
Maafkan Mai (lagi) karena update-nya lama. Mai manusia biasa, tangannya Cuma dua dan punya kegiatan sekolah selain ngetik fict. Jadi kalau ada yang minta update kilat, Mai gak bisa janji karena Mai punya banyak banget tugas sebagai pelajar SMA. Tapi Mai usahain update seminggu sekali.
Tadinya Mai mau hiatus, tapi setelah nonton film 'Bourne Ultimatum' (bener kaga tuh tulisannya?) yang notabene bergenre action jadi semangat ngetik lagi ^^v . Oia, anak buah Orochimaru di fict ini yang berinisial S itu maksudnya Sakon. Yang di anime sama manga-nya dia punya kepala dua. Pasti tau dong?
Soal Naruto yang menyukai musim gugur. Jujur, aku gak tau apakah Naruto di anime-nya suka Autumn atau ngga. Sebenarnya Mai yang suka sama Autumn, jadi Mai pikir gak ada salahnya kalau menjadikan Naruto menyukai Autumn disini.
Di chap ini juga mulai terjawab, kenapa si Kyuubi mati. Eits, tapi faktanya belum terungkap semua lhoo.
Btw, ada yang bisa nebak gak, kira-kira adegan yang paling pertama itu siapa? Hohoho.
Again, Mai gak bisa bales review Minna-san di chap kemarin karena acc Mai eror, gabisa buka review. Mozilla sedang tidak berpihak rupanya. Mohon maaf T.T , tapi sebagai gantinya Minna-san bisa review lewat FB atau Twitter (ada di bio), Mai dengan senang hati menjawab.
Ohh satu lagi, kalo chap ini ada typo-nya MOHON MAAF BANGET karena saya ngetik ini abis nangis. Nangis gara-gara nonton vcd Naruto yang 'Kakashi Gaiden' (gatau episode berapa) yang pas Obito mati terus nyerahin matanya buat Kakashi, terus bilang kalau dia cinta sama Rin. Konyol memang, tapi serius, Mai terharu banget sekaligus mutusin kalau Mai jadi salah satu Fans-nya Obito ^^
Oia Mina-san, ada yang tau link buat nonton Naruto Shippuuden The Movie gak? kalau ada yang tau, kasihtau Mai ya^^
Kritik, saran, review dan flame (dg alasan logis) saya terima.
Regards,
Mai.
Jakarta,
24.07.11
