MERMAID'S LIPS
Chapter 3
Tok
Tok
Tok
'Uh siapa sih malam-malam begini mengganggu orang saja' batin seorang cowo berambut pirang yang berjalan ke pintu dengan gaya orang mabuk sambil menguap,
"Naruto buka pintunya" suara seseorang yang mengedor-gedor pintu
"Iya sebentar"
CLEK
"Ohh kau Sai , ada apa kau kesini ? " Tanya Naruto sambil menguap,lalu terheran-heran dengan permadani terbang yang melayang-layang di belakang Sai .
Naruto lebih heran lagi saat permadani itu perlahan-lahan menurun memperlihatkan 6 orang cewe yang cantik – cantik dan…..TANPA PAKAIAN !
'DHUAK'Naruto pingsan akibat kekurangan darah(Author:mimisan bok#gaknanyak)
"Hah…..kyaaaaa"teriak para gadis diatas permandani sebagian dari mereka menutup mata dengan kedua tangannya ada juga yang melotot kearah Naruto yang wajahnya sudah belepotan darah .
"NARUTO" teriak Sai kaget sambil menguncang-guncang tubuh Naruto .
"Uhh…"
"Kyaaa, saudara mu mengeluarkan cairan merah dari hidungnya"teriak Tenten sambil terkagum-kagum .
"Aku yakin yang muncrat keluar itu tadi adalah darah"seru Karin mangut-mangut sambil mengusap-usap dagunya .
"Ooh…begitu , tapi kalau darah keluar dari pembulu kapilar atau Aorta itu artinya dia mendapat kejutan atau adanya luka yang menyebabkan pembulu darah pecah"terang Temari khawatir
"Ini pertama kali aku melihat darah warnanya begitu merah sepertinya enak"ujar Hinata di ikuti SweatDrop oleh lainnya.
"Kalian ini"ujar Sai geleng-geleng kepala , "Lebih baik alian masuk ke kamar lantai atas yang ada di pojok kiri,itu adalah ruang tamu yang paling luas"setelah menuntun para duyung Sai mengangkat tubuh Naruto ala Bride Style dan menbawanya ke kamar utama yang bernuansa kuning pudar .
"WUAH kamarnya keren sekali !"seru para putri yang masih berada di atas permadani kayangan , "Iih lihat itu , itu yang namanya ranjang lebih lebar dari batu karang tempat tidur kita"teriak Sakura sambil melompat keatas Rajang size king yang disusul dengan Tenten "Dan lebih empuk" "Juga nyaman"sambung Ino yang melompat-lompat di ranjang membuat dia terpental ke udara .
"Aku juga mau mencoba kaki ini"kata Tenten ikut melompat seperti Ino yang di susul oleh lainnya minus Temari dan Hinata yang masih merasakan ngilu di kaki mereka .
"Dasar tidak sabaran !"keluh Temari yang mencoba berdiri di atas lantai sambil berpegangan pada sofa .
"Kalian hati-hati nanti terjatuh lagi seperti di sungai tadi"HInata mengingatkan teman-temannya .
PRINCESS POV
Saat berjalan menaiki bebatuan yang ada di pinggiran sungai,satu persatu tubuh duyung mereka bersinar di susul dengan perubahan yang terjadi pada tubuh mereka , Sai menatap duyung itu dengan takjub perlahan-lahan cahaya itu memudar lalu terlihatlah enam orang gadis yang mencoba berdiri tapi sayangnya mereka malah terjatuh lagi .
"Aduh kenapa aku tidak bisa merasakan kaki ku Hinata ?"Ino mengomel sendiri sambil berusaha berdiri tapi gagal dan terjatuh lagi .
"Ak…aku tidak tau , yang ku tau obat ini bisa membuat duyung memiliki kaki tanpa efek samping dan aku mengambil obat ini diam-diam dari lemari penyimpanan obat terlarang"
"Itu mungkin karna syaraf kaki kalian belum aktif karna pembulu darah tertahan sesuatu nanti juga bisa bergerak sendiri "jelas Sai yakin di susul senyuman palsunya . sedangkan para duyung hanya bisa mangut-mangut meng-iyakan penjelasan Sai .
"Kalau begitu aku akan ke kayangan sebentar untuk mengambil permadani sekaligus minta izin sama bunda untuk tinggal di bumi"jelas Sai yang langsung terbang secepat kilat lalu menghilang di balik kabut malam .
Lima belas menit kemudian Sai kembali dengan permadani terbang yang langsung di naiki Sakura ketika di gelar , setelah di naiki oleh semua duyung/gadis permadani itu terbang itu terbang secepat kilat menyusul Sai yang sudah terbang duluan.
Perjalanan indah di atas hamparan padang rumput yang menyerbakkan aromanya dan di temani oleh cahaya bulan yang bersinar terang mereka terbang dengan kecepatan 180 km/jam dan tidak lama kemudian mereka sampai di sebuah Bungalou yang mewah dan tersendiri di atas penggunungan yang menjorok ke laut, bangunannya megah tanpa meninggalkan kesan angker karna ada banyak lampu di sekitar taman .
Mereka tidak perlu melewati gerbang penjaga karna dari atas tapi yang membuat aneh para duyung/gadis/cewe saat sampai di depan pintu sudah tidak ada lagi penjaganya bahkan pelayan pun tak ada .
Seperti mengetahui apa yang dipikirkan oleh para putrid laut Sai menjelasakan kalau malam hari para pelayan tidak berkeliaran disini,sedangkan penjaga hanya berjaga di depan maklum Naruto dan aku tidak suka kalau ada pelayan yang mondar-mandir sana-sini "Gerah tau liatnya"(Author: banci mode on!
langsung dapat DeathGlare dari Sai disusul senyum palsu,merinding aku)
Lalu Sai mengetuk pintu datanglah saudaranya yang lucu dengan pakaian piyama dan topi tidur yang aneh lalu dia pingsan karna melihat kita .
PRINCESS END POV
"Hi….hi…hi.."para putrid tertawa karna mengingat hal tadi .
"Ittaiii"teriak Karin karena jatuh terpental kebawah dengan kasar membuat kaki kirinya tidak bisa di gerakkan , "Karin"teriak Temari dan Hinata bebarengan .
"Aduh sakit"seru Karin sambil mengusap-usap kaki kirinya itu untuk mengurangi rasa nyeri . "Makanya jangan ikut melompat-lompat kalau kaki mu masih nyeri,padalah baru saja di peringatkan Hinata"serga Temari mulai menceramahi Karin ,di balas dengan tatapan makyun dari sang korban , "Ini salah Hinata"teriak Karin .
"Lho kok aku yang di salahkan ?"
"Siapa lagi coba ?"Karin balik nanyak
"Tapi kan a..aku tidak ikut lompat-lompat"lirih Hinata dengan tatapan innocentnya lagi di susul dengan anggukan dari empat duyung lainnya .
"Tapi kan aku ingin mencoba kaki ini"seru Karin masih tak mau di salahkan karna kecerobohannya sendiri .
"Lalu kau ingin mencoba kaki mu itu dengan melompat-lompat seperti mereka bertiga"Temari menunjuk Ino,Sakura,dan Tenten "Saat kaki mu masih lemah seperti kaki ku dan Hinata"Karin masih diam,Temari melanjutkan ceramahnya "Lalu kau menyalahkan Hinata , kenapa ?" "Soalnya yang punya tanpa bersalahkan Cuma Hinata"cengir Karin yang membuat SweatDrop para temannya , 'apa hubungannya coba'batin mereka semua minus Karin .
XxXxXx
Karena sudah kelelahan akibat perjalanan panjang para putri laut pun tidur terlelap di atas ranjang tapi tidak semua tertidur dengan tenang .
Well tidak semua tertidur Ino merasa kedinginan dan tidak bisa tidur,dalam redup malam karna tidak ada lampu yang dinyalakan dia bangkit perlahan-lahan dia berjalan menuju jendela yang menjadi pintu ke beranda yang cukup luas , Ino menyingkirkan gorden merah tua yang senada dengan warna coklat kayu dinding kamar itu .
"Huft"
Ino melepas nafas yang membuatnya sesak entah karna apa ,nafasnya yang berupa udara yang tak terlihat berubah menjadi uap yang berwarna putih , TABJUK itulah yang dirasakan Ino,karna herah dia menghembuskan nafasnya lagi berulang-ulang,sampai dia menoleh kearah luar jendela dan 'Huaw' ada gumbalan putih kecil-kecil yang jatuh kepermukaan bumi , tidak perduli apapun dia membuka jendela itu lalu lompat keluar lalu berdiri di lantai yang licin .
"Wuah…it's so AMAZING" seru Ino sambil berputar-putar di tempat dan melebarkan kedua lengannya itu ingin merasakan jatuhnya bulir-bulir salju yang pernah dia pelajari di sekolah dulu. "Dan dingin" batih Ino yang menekap kembali tubuhnya lalu meng-eratkan selendang tipis yang menutup tubuhnya itu .
"Huatcih…." "Ehm siapa itu yang bersin tadi"pikir Ino , sambil berpegangan pada pagar beranda Ino melongokkan kepalanya kebawah ingin melihat asal suara itu dan 'Wuah'kembali Ino berseru dalam hati karna melihat sesosok laki-laki sedang ada tepat di bawah tempat dia berdiri dan sedang menggenggam sesuatu di tangannya yang dia tempelkan di telinganya .
Penasaran kok ada orang bicara sendiri Ino memiringkan wajahnya ingin melihat bagaimana wajah orang dibawahnya yang sekarang menghadap kearah kiri rambut Ino yang panjang dan lurus itu ikut terjatuh pelahan-lahan kesamping kiri sehingga menghalangi cahaya lampu tiang yang ada di tengah tamam Ino menggerakkan kepalanya makin kesamping membuat rambutnya yang panjang itu ikut bergerak,karna kesal rambutnya turun dia mengibaskan rambutnya kesamping tapi rambut itu jatuh lagi,di kibaskan lagi jatuh lagi gerakan itu membuat adanya bayangan baru di tanah dan dapat disadari oleh orang yang sendari tadi menelpon .
Laki-laki itu mematikan HandPhonenya dan memasukan dalam katung celananya lalu menoleh ke samping ingin mencari tahu siapa yang membuat bayangan yang bergerak-gerak secara beratuaran tapi karna tidak dilihat adanya orang di samping kiri dia melihat kesamping kanan, namun tidak ada orang di sana lalu laki-laki itu berputar untuk melihat kearah belakang tapi tetap saja tidak di temukan adanya orang . 'Jangan-jangan hantu !'
"Kyaaaa…."teriak Ino saat melihat orang di bawahnya itu ternyata sangat tampan , laki-laki itu memiliki mata hijau yang tajam dengan garis hitam di seputar lingkaran di matanya dengan rambut merah ,dan wajah yang keren samar-samar dalam cahaya yang redup karna terhalang oleh rambutnya Ino melihat adanya tato kanji bertuliskan 'Eeh entahlah aku tidak begitu bisa membaca tulisan rumit itu'pikir Ino yang masih terkagum-kagum tanpa sadar dia melepaskan tanganya dari pagar beranda itu dan karna lantainya licin ditambah dia merasa kakinya tidak dia tidak merasakan apapun pada kakinya tak ayal Ino terpeleset dari beranda dan terjun kebawah di ikuti dengan teriakkan .
"Kyaaaaaaaaaaa"takut akan merasakan hal yang sama seperti Karin Ino menutup mata dengan kedua tangannya dan 'HUP' syukurlah Ino terjatuh dalam pelukan seseorang yang memeluknya dengan erat ,entah kenapa Ino merasakan kantuk yang sangat dan tak di elakkan lagi dia tertidur dengan pulas dalam pelukan laki-laki yang menolongnya (Author:menurut saya Ino pingsan karna syok , Readers ngangguk-ngangguk)
'Duyung…..'pikir Gaara kalut, 'Aku menggendong duyung , tunggu nona ini benar-benar duyung'pikir Gaara tidak yakin dengan apa yang dilihatnya . seorang gadis dengan tubuh manusia di bagian atas dan sirip ikan dari pinggul ke bawah dan dia ada dalam pelukan Gaara dalam keadaan pingsan pula .
'Aku harus memberitahu yang lain'batin Gaara yang membawa masuk Ino ke dalam tapi setelah melewati pintu kaca yang transparan itu tubuh duyung yang di gendong Gaara ala Bride Style itu berubah menjadi tubuh manusia yang polos dengan sebuah selendang transparan yang melilit dari leher sampai pahanya itu pun tidak tertutup semua setelah terkena cahaya Gaara makin kacau dia tidak tau harus berbuat apa saat memandan tubuh cewe yang dari duyung berubah jadi manusia tepat dalam dekapannya dan itu nyata bukan mimpi .
Saat memperhatikan cewe dalam dekapannya itu yang pingsan dengan kepala terjatuh kebelakang dan rambut yang tergerai acak-acakan lalu entah sejak kapan tangannya yang mulus itu melingkar di leher Gaara ,saat pandangannya itu turun ke bawah leher Ino buru-buru dia memalingkan wajahnya kearah lain.
"Ehm…Huft"Ino makin mempererat pelukannya di leher Gaara reflek wajah Gaara tertarik lebih dekat dengan leher Ino ,Gaara bisa memcium aroma tubuh duyung ini 'aroma ini kalau tidak salah seperti mawar biru'pikir Gaara tersenyum entah mengapa dia merasa nyaman .
'Pasti kau kedinginan kan ? lebih baik aku membawamu ke kamar ku lalu pagi-pagi sekali akan keberi tahu Naruto dan yang lainnya'pikir Gaara tanpa sadar dia tersenyum lagi dan membawa Ino ke kamarnya di rumah sahabat baiknya ini .
Susah payah Gaara membuka knop pintu lalu menutupnya kembali sambil terus menggendong Ino dia berjalan kearah rajangnya lalu menidurkan Ino pelan-pelan agar Ino tidak bangun ,setelah merebahkan Ino di rajangnya Gaara menyelimuti Ino dengan selimut lalu perlahan-lahan dia menarik selendang putih transapran yang menutupi tubuh Ino dari bawah selimut .
Setelah menarik selendang itu dan meletakkanya sembarang tempat Gaara lalu melepaskan jaket kulitnya mencampakannya begitu saja lalu naik keatas ranjang dan tidur di sisi lain ranjang itu 'heran aku kok bisa ngantuk sekali seperti ini ya setelah mencium aroma tubuh duyung itu aku jadi ingin segera tidur'pikir Gaara yang kemudian tertidur lelap .
XxXxXx
Cuit
Cuit
Cuit
Suara burung di pagi hari membuat Hinata terbangun ,sudah biasa Hinata bangun pagi-pagi atau paling telat jam 06:30 dan sekarang jam 06:15 Hinata mengetahui itu dari jam digital yang ada di atas meja samping tempat tidur .
"Huam…"Hinata menguap halus lalu menoleh kesamping di lihatnya teman-temannya masih tertidur 'mau di bangunkan mereka pasti masih lelah,tunggu ada yang kurang siapa ya ….? ya sudahlah aku mau lihat-lihat rumah ini'pikir Hinata yang turun secara perlahan-lahan agar ranjangnya tidak bergerak lalu menuju pintu setelah menutup pintu secara perlahan Hinata menggerakkan kakinya ke tangga berjalan sambil memegangi pinggiran tangga dia turun perlahan sampai di lantai dua Hinata berjalan dengan sangat hati-hati tanpa di sadarinya ada orang yang melihatnya dari belakang memerhatikan jalan Hinata yang oleng kekiri dan ke kanan .
'Jadi itu duyung yang diceritakan Sai saat Naruto pingsan….pantas saja dia pingsan tubuh duyung itu benar-benar WOW'pikir cowo bermasker yang menutupi hampir seluruh wajahnya yang tertinggal hanyalah mata kirinya saja.
"Hey….Kakashi kau lihat apa ?"Tanya laki-laki berambut coklat panjang mata lavender pucat dan kulit yang putih pada temannya itu yang mimisan dari balik maskernya .
"Surga dunia Neji"gumam Kakashi yang masih melotot kearah Hinata dengan tanpang mesum .
"Apa maksudmu ?"Tanya Neji bingung lalu melihat ke arah mata Kakashi .
"Huh…bagaimana mungkin Hanabi-chan"gumam Neji kaget saat melihat kearah Hinata yang sangat mirip dengan mendiang adiknya !
"HANABI !"
'Huh seperti ada yang memanggil ku , tapi tidak mungkin orang yang di panggilkan Hanabi bukan Hinata'pikir Hinata yang berhenti berjalan kearah tangga ke lantai satu.
"HANABI….." 'Ada yang berteriak Hanabi lagi ?'pikir Hinata yang menoleh ke arah orang yang memanggil nama Hanabi tapi saat menoleh kaki kanannya yang sudah menyentuh anak tangga tersebut tidak sanggub menahan bobot tubuh Hinata sehingga saat Hinata menoleh ke arah Neji tubuh Hinata oleng dan terjatuh .
"Kyaaaaaaaaaaaaa"
"HANABI"Teriak Neji yang di susul dengan SweatDrop Kakashi , Neji berlari dengan kecepatan yang tinggi berusaha mengapai tangan Hinata atau dalam pikiran Neji adalah adiknya Hanabi yang pada saat itu hampir terjatuh dari ketinggian 15 meter lantai dasar .
"Kyaaaaaa"Hinata berusaha menggapai tangan Neji , tapi pada saat tangan Neji tinggal 2 inchi untuk memegang tangan Hinata, gaya gravitasi semakin kuat menarik tubuh Hinata terjatuh dari tangga .
"HANABI "teriak Neji yang gagal menolong Hinata .
"BRUK"
"Uhh sakit" 'Heh siapa yang mengeluh padahal aku yang terjatuh dan aku tidak merasakan sakit sedikit pun,malah nyaman' pikir Hinata bingung .
"Anda tidak apa-apa nona,Hanabi ?"Tanya laki-laki dengan bingung, yang berhasil memeluk Hinata bermaksud menolong gadis ini agar tidak kesakitan karna terjatuh dari tangga .
"Huh"Hinata menoleh ke arah belakang melihat orang yang menyelamatkannya bermaksud berterima kasih , tapi…..!
"WOW"hanya itu yang keluar dari bibir mungil Hinata .
"Maaf,apa anda baik-baik saja nona ?"Tanya laki-laki ini biasa saja .
Tapi emang malah Hinata yang baru pertama kali melihat manusia dalam jarak wajahnya dan wajah laki-laki ini hanya 7 cm sehingga membuatnya tidak mengalihkan pandangannya dari laki-laki ini,dia menggapai wajah orang yang menyelamatkannya,menyentuh rambut revennya,lalu tangannya bergerak ke sana kemari bermain dengan wajah manusia yang menyelamatkannya kadang-kandang dia mencubit pipi laki-laki yang putih susu itu.
Sedangkan orang yang di pegang-pegang wajahnya biasa saja seperti sudah terbiasa di perlakukan seperti itu oleh perempuan yang di jumpainya hanya saja' biasanya cewe yang mencubit wajahnya itu akan berteriak 'Kyaaaaaaa kyaaaaaaaaaaa aku menyentuh wajah Sasuke !'dengan tatapan 'Kalau sekarang aku mati aku rela'tapi kali ini pipi ku di cubit oleh seorang bayi yang tidak pernah melihat mainan ini seperti ini sebelumnya'inner Sasuke yang mulai panas akibat ulah cewe di depannya .
Gimana gak panas coba sekarang Hinata menarik pipi Sasuke dengan paksa kalau saja Neji dan Kakashi tidak turun pasti dia sudah mendorong cewe ini dan meninggalkannya dalam jurang kerterpurukan .
"Kamu tidak apa-apa Hanabi?"Tanya cowo berambut coklat panjang yang hanya di jawab dengan tatapan 'aku tidak mengerti maksud mu ?'
"Apa kamu baik-baik saja Hanabi"Tanya Neji pada Hinata tapi menyebutnya Hanabi .
"Aku baik-baik saja,terima kasih sudah mengkhawatirkan ku ,tapi…"Jelas Hinata yang bingung .
"Sykurlah"kata Neji yang menghembuskan nafas panjang karna kekhawartirannya sambil membantu Hinata berdiri .
"Siapa kalian ?"Tanya Hinata setelah menatap ke tiga orang asing tersebut .
"Aku Kakashi . Hatake Kakashi"
"Aku Uciha Sasuke"jawab Sasuke datar lalu beranjak pergi ke ruang makan .
"Aku Neji ,aniki mu Hanabi apa kau melupakan aku ?"Neji balik Tanya .
Hinata menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal 'mau menyela takut dia kecewa kan kasihan kalau di lihat dari auranya yang putih dia ini orang baik'Hinata menyimpulkan setelah menggunakan Byakugan kekuatan khusus keluarganya sejak dulu untuk melihat sesuatu yang tak tampak dengan mata telanjang termasuk aura .
"Maaf Neji-kun…"Hinata memberanikan diri untuk bicara .
"panggil aku nii-san"Neji meyakinkan .
"Nee,Neji-nii san ,aku….aku bukan Hanabi,namaku Hinata"jelas Hinata singkat yang membuat Neji kembali berwajah cool .
'Ya ampun bodohnya aku,Hanabi sudah meninggal sejak 3 tahun lalu,apa yang ku pikirkan !'di tatapnya orang di depannya,Kakashi permisi sarapan menyusul Sasuke meninggalkan Hinata dan Neji .
"Aku tahu kalau Neji sudah menyadari kalau aku bukan mendiang adikmu,tapi duyung yang akan menetap di sini dalam beberapa waktu ."Hinata berhenti untuk menarik nafas .
"Tapi kalau Neji tidak keberatan aku ingin memanggilmu Nii-san" "Hah"Neji kaget dan berhenti melamunkan adiknya yang meninggal karna kecelakaan .
"Dari dulu aku sendirian di castle,otto-san,ka-san selalu sibuk hanya ada pelayan,aku iri pada teman-temanku di sekolah yang memiliki saudara makanya waktu melihat Neji rasanya yang ku impikan tidak lagi mustahil"
"Maksud mu ?"Tanya Neji penuh kasih sayang seperti berbicara pada adiknya dulu .
"Kalau dilihat wajah kita tidak terlalu berbeda,mata kita sama,kulit kita hampir sama,rambut kita juga panjangnya hampir sama,intinya kalau aku memanggilmu Nii-san tidak akan ada yang curiga !"
"Pemikiran yang bagus" "aku tidak keberatan kau memanggilku Nii-san,tapi aku yakin kau keberatan kalau aku menjadi aniki mu,aku sangat over protective pada adikku dulu !"kata Neji datar
"Aku tahu,sesaat aku melihat bagaimana Neji saat bersama Hanabi yang sangat mirip denganku"jelas Hinata yakin
"Kau bisa melihat masa lalu Hana maksudku Hinata"Tanya Neji kaget hanya saja tidak tergaris diwajahnya .
"Ehm"Hinata mengangguk "So we have a deal"kata Hinata mengangkat tangannya
"Deal"jawab Neji yang menjabat tangan Hinata lalu menghentakkannya sekali .
"Nah Hinata-chan"kata Neji yang menekan pada bagian chan "Sebagai aniki mu kau harus mengikuti perkataan ku"Hinata mengangguk "Pertama saat keluar dari kamar mu kau harus B-E-R-P-A-K-A-I-A-N kau mengerti"kata Neji yang membuka kaos lengan panjangnya lalu memakaikan pada Hinata .
"Bagaimana"Tanya Neji saat membantu mengeluarkan rambut Hinata yang ada di balik baju Hinata .
"Hangat nyaman dan wangi earl grey"kata Hinata yang memcium aroma baju kakaknya .
"Kalau begitu ayo ikut aku kita sarapan bersama dengan lainnya,pasti mereka sudah menunggu"
XxXxXx
"Wuah…Hinata kau lama sekalinya kemana saja dari tadi"Tanya Tenten yamg memakan sandwich .
"Aku jalan-jalan,Ohya kenalkan ini kakak baru ku Neji-nii san"Hinata memperkenalkan Neji pada teman-temannya .
"Oh..hai Neji,aku Tenten"kata Tenten riang, "Aku Sakura"Kata Sakura menatap senyum kearah Neji "Aku Temari"kata TEmari sambil Tersenyum halus lalu menepuk temannya berambut merah yang sendari tadi membaca buku "Apa"tanyanya pada Sakura,Sasuka menatap Karin lalu menoleh kearah Hinata dan Neji memberi kode pada Karin .
"Ohh hay Neji aku Karin senang bertemu dengan mu ."kata Karin tersenyum palsu lalu kembali membaca buku yang di rebut dari Sai .Di balas dengan DeathGlare Neji tapi malangnya Neji Karin hanya focus pada buku tentang lukisan itu .
"Ada yang kurang"teriak Hinata "Huh"jawab mereka serempak "Apanya ?"Karin balik tanya .
"Ino tidak ada !" "Apa maksud mu Hinata,Ino ada di"Karin berhenti bicara saat menyadari kalau Ino tidak ada di samping kursinya .
"Dimana Ino"Teriak Karin kaget .
"Astaga Sai dimana Ino ?"Tanya Sakura pada Sai hanya dib alas dengan gelengan pelan lalu kembali memakan sandwichnya .
Para duyung sudah mulai lebai mencari Ino,tapi para cowo di rumah ini terlalu cool untuk perduli pada sekitarnya jaga image lah,kepanikan mulai meraja lela lalu para duyung dengan serempak berteriak nama Ino .
"INOOOOOOOOOOO"teriak mereka .
Sedangkan Ino yang masih setengah sadar hanya mengumpat lalu mengambil bantal dan menutup telingnya dengan bantal itu .
"Berisik"umpat Gaara yang membuat Ino menoleh ke samping lalu bertatap mata dengan cowo asing di sampingnya lama mereka bertatap mata lalu
"Kyaaaaaaaaaaaa"
To be continued
Maaf kalau telat update !
sekalian mau Tanya
Naruto cocok gak sama Tenten ?
