Hallo minna san…bertemu lagi dengan saya The Portal Transmission 19 dengan fic yang bisa dibilang kurang kerjaan*plak*
Happy reading ^.^
"hai Sasuke" sapa Sakura lagi, Sasuke yang merasa dipanggil namanya pun mengangkat kepalanya yang tadi dimanjakan diatas meja dan menoleh ke arah suara itu, alangkah terkejutnya dia karna orang yang menyapanya sudah berada disampingnya.
"ada apa?" Tanya Sasuke datar. "he-hm anu perkenalkan namaku Sakura, Haruno Sakura" kata gadis berambut merah itu pada sasuke."aku Sasuke" balas Sasuke masih dengan nada dan ekspresi yang datar.
"hm-anu maukah kau menemaniku ke kantin?" Tanya Sakura gugup, dia berharap Sasuke mau menerima ajakannya."hmm,bagaimana yah?" sasuke terlihat masih mempertimbangkan ajakan itu.
"tenang saja,aku yang traktir kok" kata sakura lagi dengan penuh harap, sasuke terlihat masih mempertimbangkan ajakan sang gadis cantik tersebut.
DISKLIMINER : BY MASASHI KISHIMOTO SENSEI
SETELAH sekian lama menunggu jawaban dari Sasuke -sekitar 2 menit- akhirnya Sasuke menerima ajakan tersebut walaupun agak sedikit ragu didalam hatinya.
Dalam perjalanan menuju ke kantin, ke 2 pasangan itu mendapat kondisi yang sangat tidak nyaman. Kenapa? Karna setiap mereka melewati para murid yang lain pasti selalu mendapat tanggapan yang tidak baik yang dilontarkan pada mereka berdua.
"hih! Kenapa seorang anak pengusaha mau berjalan dengan si gembel itu yah" itulah salah satu kalimat sadis yang dilontarkan pada mereka berdua.
Tapi Sakura dan Sasuke tidak mengubris perkataan orang-orang itu. Bahkan seakan tidak mendengar. Entah kenapa sakura merasa nyaman berada disamping sang Uchiha itu. Sasuke hanya diam saja selama perjalanan.
Ketika sampai di kantin, banyak anak murid yang memperhatikan mereka berdua. Mereka tidak menyangka bahwa Sakura seorang anak petinggi Desa Konoha mau saja berjalan dengan seorang anak yang bisa dibilang sangat memprihatinkan kondisinya.
"selamat datang nona sakura" sapa penjaga kantin ramah."wah!ternyata kali ini tidak sendirian yah, apa dia pacarmu sakura?" tanya sang penjaga kantin dengan nada menggoda.
"he-eh..tidak kok, dia hanya temen aku, kebetulan dia murid baru disini" jawab sakura dengan pipi yang memerah.
"haha…gitu yah? Aku kira dia pacarmu sakura" goda penjaga kantin itu seraya menodorkan daftar menu kepada ke dua pasangan itu. Sakura hanya bisa terdiam dengan wajah memerah sambil menerima daftar menu yang diberikan.
"he-em-anu...mau pesan apa Sasuke?" tanya sakura sambil menyodorkan daftar menu yang satunya kepada sasuke.
"aku pesan jus tomat saja" kata sasuke datar.
"apa sudah tentukan pilihannya?" tanya penjaga kantin yang diketahui bernama Karin
"jus alvokad dengan jus tomat, masing-masing satu" kata sakura seraya mengembalikan daftar menu kepada Karin
"ok baiklah, ngomong-ngomong siapa namamu anak muda? Tanya penjaga kantin itu kepada Sasuke.
"sasuke" jawab sasuke datar dan singkat.
"nama yang bagus" kata Karin seraya berlalu meninggalkan mereka
Masih seperti didalam kelas, sasuke masih terlihat diam. Diam dan diam. Sehingga sakura memutuskan untuk memulai pembicaraan.
"hm-anu-Sa-Sasuke…kalo boleh aku tahu kamu pindahan dari sekolah mana?" tanya sakura memecah keheningan antara mereka berdua.
"aku pindahan dari desa Iwagakure" jawab Sasuke singkat
"dan dimana kamu tinggal sekarang" tanya Sakura lagi
"tidak jauh dari sini, sekitar 3 kilometer" jawab sasuke lagi
Mereka pun terbawa dalam perbincangan yang sangat hangat dan saling mengenal satu sama lain. Sampai seolah-olah mereka tidak memperdulikan para penghuni kantin lain yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan tatapan sinis.
Perbincangan mereka terhenti sejenak ketika Karin datang membawa pesanan mereka.
"pesanan sudah datang, silahkan menikmati ya" kata Karin ramah
"terima kasih" kata SasuSaku bersamaan
"wah, kalian memang pasangan yang serasi yah" goda Karin lagi seraya meninggalkan tempat itu dan membuat kedua pasangan itu blushing.
Pasangan itu segera mencicipi pesanan mereka dengan wajah yang masih memerah
"Sasuke, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya sakura sambil menikmati minumannya
"hn" hanya itu jawaban dari Sasuke, dan memberi isyarat bahwa jawabannya adalah –iya-
"he-m-anu_apa kau sudah punya pacar Sasuke? Tanya sakura gugup
Sasuke yang masih menikmati minumannya tersedak seketika karna mendengar pertanyaan dari Sakura
"ma-maaf Sasuke-kun" kata Sakura sambil memberikan air putih kepada Sasuke yang masih tersedad karna mendengar pertanyaan tadi
"ti-tidak apa-apa Sakura" kata Sasuke disela-sela penderitaannya akibat tersendat tadi.
Tak mereka sadari bahwa dari tadi para murid-murid disitu menertawakan mereka berdua.
Ketika sudah tidak tersedat lagi, Sasuke pun melamjutkan menikmati minumannya
"ma-maaf sekali lagi sasuke kun, aku janji tidak akan menanyakan pertanyaan konyol lagi seperti tadi" kata Sakura sambil menundukan wajah karna malu dan takut kalo Sasuke akan membencinya
"tidak apa-apa Sakura, sejujurnya aku juga belum mempunyai pacar atau kekasih" kata Sasuke lagi tanpa menatap Sakura.
Entah kenapa begitu senangnya hati Sakura mendengar jawaban itu. Dan tak lama kemudian bel jam istirahat pun usai. Para murid segera kembali ke kelasnya masing-masing, begitupun dengan Sakura dan Sasuke.
Ketika mereka sedang berjalan menuju kekelas mereka. Mereka dikejutkan oleh suara yang bisa dibilang sangat mentang dan ditujukan kepada mereka
"hei bocah!tunggu!" perintah suara itu dengan kasar.
Sakura dan Sasuke pun menoleh kearah suara tadi dan….
Sakura : "oh tidak! Begitulah ekspresi Sakura ketika mengetahui siapa Yang memanggil mereka berdua. Sedangkan Sasuke masih tenang-tenang saja dengan wajah tanpa expresi
(N/A : siapakah orang yang memanggil Sakura dan Sasuke? dan mengapa Sakura begitu terkejut ketika mengetahui siapa yang tadi memanggil mereka berdua? Jawabannya ada di chapter depan)
Bersambung
Bagaimana minna san? Apa terlalu pendek? Yah mau gimana lagi. Inilah kebiasaan author yang selalu menulis fic tanpa membuat naskah terlebih dahulu atau membuat rencana sebelumnya, karna isi dari cerita ini hanya terlintas sesaat di otak author dan lagsung dicurahkan pada lembaran kertas MSW…hehehe…Cuma bermodalkan satu bungkus rokok saja sudah bisa mempunyai imajinasi yang begitu luas. apalagi satu slop yah?
Ok…terima kasih pada para readers yang sudah mereview cerita dari saya. Natikan chapter 3 nya yah…
Salam hangat :THE PORTAL TRANSMISSION 19
