Halo minna san,kembali lagi dengan author kampret ini -lha?- yang ternyata Cuma membutuhkan waktu satu hari untuk mempublish chap 3 ini…hebat juga ya saya…huhuhuhuhu (ketawa laknat -?- )
Balasan review :
Just Ana : yah maaf kalo kependekan chap sebelumnya, karna buatnya diwarnet sih hehehe –direbus ana- makasih ya udah review
Winterblossom Concrit Team : terima kasih ya udah kasih saran, itu sangat berguna sekali bagi saya. makasih ya udah review
Kirei Atsuka : ini sudah di publish beberapa chapter, makasih ya udah review, dan salam kenal juga ^.^
Rein Cerise : haha…makasih udah review, aku akan membuat Sasuke menderita di beberapa chap, tapi setelah itu baru akan kubuat dia bahagia – lah ? –
Anonymouse Me : TERIMA KASIH ATAS FLAME YANG SANGAT LEMBUT DARI ANDA! SEMOGA ANDA AKAN SELAMAT DUNIA AKHIRAT -?-
Sebelumnya :
"hei bocah!tunggu!" perintah suara itu dengan kasar.
Sakura dan Sasuke pun menoleh kearah suara tadi dan….
Sakura : "oh tidak!" Begitulah ekspresi Sakura ketika mengetahui siapa Yang memanggil mereka berdua. Sedangkan Sasuke masih tenang-tenang saja dengan wajah tanpa expresi
Diskliminer :by Masashi Kishimoto Sensei
HAPPY READING MINNA SAN ^.^
Sakura sangat terkejut ketika mengetahui bahwa siapa yang memanggilnya tadi, yang ternyata adalah geng yang paling ditakuti di sekolah KHS, - Akatsuki,- begitulah nama geng itu, geng yang terdiri dari 5 orang, (disini author hanya memunculkan beberapa anggota Akatsuki saja) yang diantaranya adalah Pain sebagai kepala geng dari organisasi tersebut beserta Hidan, Kakuzu, Itachi, dan Deidara sebagai anggotanya.
"mau apa kalian kemari?" Tanya Sakura sinis
"seharusnya aku yang harus menanyakan hal itu, dan kenapa kamu berjalan dengan laki-laki gembel ini?" Pain balik bertanya dengan nada mengejek
"bukan urusanmu" jawab Sakura kasar.
"oh..aku tahu. Apa dia pacarmu? Tanya Pein lagi dengan nada mengejek.
"kalo iya kenapa? Jawab Sakura lagi. Tapi kali ini dengan nada menantang.
Sontak semua yang ada disitu kaget + terkejut(-Sakura) Begitupun dengan Sasuke. Tapi dia masih tetap tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"oh..begitu ya? Dan kau tahu kan? Siapapun yang dekat denganmu akan merasakan akibatnya" kata Pein lagi. Tapi kali ini dia kelihatan sangat geram dengan jawaban yang dilontarkan Sakura tadi.
Pein lalu memberi kode kepada anak buahnya si Hidan. Hidan pun mengangguk menderti dan dengan cepat dia segera mencengkram tangan Sakura dan menahannya agar tidak kabur.
"lepaskan! Lepaskan kubilang!" bentak sakura berusaha melepaskan cengkraman dari tangan Hidan.
"tidak akan!" kata Hidan bersih keras untuk tidak melepaskan tangan Sakura
Kembali ke Pein dan Sasuke
"hey bocah! Kau tahu? Siapapun yang dekat-dekat dengan kekasihku pasti akan merasakan akibatnya! " kata Pein sambil menatap tajam kearah Sasuke.
Sasuke hanya diam saja dan balik menatap tajam kearah Pein. Dan karna merasa geram, Pein member kode sekali lagi kearah anak buahnya si Deidara yang berdiri dibelakang Sasuke.
Deidara yang mengerti perintah dari Ketuanya langsung membuat tendangan dengan gerakan memutar kearah kepala Sasuke. Sontak Sakura dan para murid lain yang melihat adengan itu histeris.
"Sasuke! Awas!" teriak Sakura memperingati Sasuke.
Sasuke tidak bergerak sama sekali dan malah menutup matanya
-Slow motion mode on-
Semua murid terlihat histeris akan apa yang dilakukan Deidara. Ada juga yang menutup mata saking tidak sanggupnya melihat kejadian apa yang bakal terjadi. Dan Sakura semakin tegang dan nyaris menangis ketika melihat kaki Deidara hampir mengenai kepala Sasuke. Sakura yang tidak bisa melakukan apa-apa hanya bisa pasrah dan menutup matanya.
Tapi apa yang mereka pikirkan ternyata tidak terjadi, karna ketika kaki Deidara yang sudah hampir mengenai kepala Sasuke malah dihentikan dengan dua jari Sasuke yang masih dalam keadaan mata terpejam.
-Slow motion mode off-
Betapa terkejutnya semua murid disitu + heran melihat adegan itu, begitupun dengan Sakura yang sudah membuka matanya. Mereka terkejut Karna melihat tendangan Deidara yang master taekwondo di KHS dan terkenal akan kehebatan tendangannya itu dipatahkan dengan sangat mudah oleh dua jari Sasuke.
"ti-tidak mungkin" kata Deidara tidak percaya
Melihat hal itu Kakuzu mulai melancarkan pukulannya kearah wajah Sasuke. Tapi lagi-lagi dipatahkan dengan sangat mudah oleh Sasuke yang masih dalam keadaan mata tertutup.
"si-siapa kau?" Tanya pein gugup dan sudah mulai gemetar
Sasuke mulai membuka matanya. Dan alangkah terkejutnya Pein dan semua yang berada disitu (- Sakura karna dia berada dibelakang Sasuke) karna melihat mata Sasuke yang semula berwarna hitam onix kini berubah menjadi warna merah dengan tiga tanda koma hitam di sekitar pupil tersebut. Sasuke mengeluarkan mata Sharinggan.
Pein yang mulai ketakutan akhirnya mundur beberapa langkah. Dan segera memberi komando kepada semua anak buahnya agar meniggalkan tempat tersebut. Sebelum meninggalkan tempat itu Pein mengatakan kepada Sasuke bahwa urusan mereka berdua belum selesai sampai disini.
Sakura yang sudah dilepaskan Hidan karna berlari mengikuti Pein segera menghampiri Sasuke.
"Sasuke apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Sakura cemas
"hn" lagi lagi hanya gumaman yang menjadi jawaban dari Sasuke.
"su-sukurlah" kata Sakura lagi.
Merekapun kembali melanjutkan perjalanan ke kelas dan meninggalkan para murid lain yang masih terheran-heran dengan kejadian barusan.
Sesampai di kelas
"ehem ehem…kayaknya ada pasangan baru nih di kelas" goda seorang wanita dengan rambut bercepol dua dan diketahui bernama ten ten ketika melihat pasangan SasuSaku masuk ke dalam kelas bersama sama
Seketika ruang kelas mulai ribut akibat menyoraki ke dua pasangan itu. Sakura tidak bisa berkata apa-apa dan hanya tertunduk malu sampai wajahnya memerah meskipun yang dikatakan itu tidak benar a.k.a keduanya memang bukan pasangan kekasih
Ruangan itu kembali tenang ketika masuknya seorang Guru kedalam kelas untuk mengajar.
Skip time. Lonceng tanda pulang sekolah berbunyi dan disambut dengan suka cita oleh semua murid
Tak sampai 15 menit ruang kelas 9 Ipa A sudah kosong karna ditiggal murid-murid yang sudah pulang sekolah. Tapi lagi-lagi tenyata masih ada dua orang yang tetap berada dalam ruang kelas tersebut. Dan lagi-lagi mereka adalah Sakura dan Sasuke.
Ternyata hari ini Sakura mendapat giliran piket untuk membersihkan ruang kelas. Sebenarnya hari ini Sakura mendapat tugas piket dengan temannya yang bernama Hinata. Tapi hari ini Hinata tidak masuk sekolah karna alasan sakit. Dan Sasuke masih terlihat membereskan buku-bukunya untuk dimasukan kedalam tas punggungnya.
"Sakura, apa kau sudah selesai?" Tanya Sakuke tiba-tiba yang membuat Sakura terkejut
"ah-se-sedikit lagi sudah selesai, memangnya kenapa Sasuke?" jawab dan tanya Sakura gugup
"tidak apa-apa, aku hanya mau menunggumu sampai selesai" kata Sasuke datar
Sakura terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan Sasuke. Tapi dia juga merasa senang karna Sasuke mau menunggunya sampai selesai
Akhirnya setelah menunggu sekitar lima menit,pekerjaan Sakura pun selesai, dan mereka berdua pulang bersama-sama.
Didalam perjalanan
"tumben kamu mau pulang bareng ama aku, sebenarnya ada apa ya Sasuke?" Tanya Sakura pada Sasuke yang sedari tadi hanya diam saja.
"ada yang ingin aku bicarakan denganmu" jawab Sasuke datar
"eh? Ma-mau bicara tentang apa Sasuke? Jangan-jangan mau membicarakan tentang godaan dari teman-teman tadi ya?" kata Sakura sambil tertawa
"bukan itu"
"heh? Lalu?"
"siapa mereka yang tadi menahan kita?" Tanya Sasuke datar dan tanpa menoleh kearah Sakura.
Sakura terkejut mendengar perkataan dari Sasuke. Dan terdiam sejenak kemudian berkata
"se-sebenarnya…" sakura menggantungkan kata-katanya
"sebenarnya kenapa Sakura?" Tanya Sasuke lagi, tapi kali ini sambil menoleh kearah gadis itu.
"sebenarnya dulu dia adalah pacarku. Tapi sekarang tidak lagi karna dia telah menghianatiku. Aku menangkap basah dia dan kakaku bernama Konan yang sedang" Sakura kembali menggantung kata-katanya dan kemudian melanjutkan kalimatnya lagi sambil menitikan air mata "sedang bercinta diranjang rumahku"
Sasuke terkejut mendengar penjelasan dari Sakura tadi. Tapi tidak di tampakannya
"aku tidak akan memaafkannya" kata Sakura lagi disela isak tangisnya
"ma-maafkan aku Sakura, a-aku tidak bermaksud" kata-kata Sasuke terpotong
"tidak apa-apa Sasuke, semua itu sudah berlalu, aku juga sudah melupakannya" kata Sakura lagi sambil menyeka air matanya
"sekali lagi maafkan aku" kata Sasuke lagi
Sakura hanya menjawab dengan senyuman kecil. Mereka kemudian saling berbincang bincang lagi
"Sasuke, tadi kamu hebat sekali bisa mengalahkan mereka. Belajar dari mana? Apa kamu pernah ikut club beladiri?" kata Sakura disela sela perbincangan mereka
"hanya kebetulan saja" jawab Sasuke singkat
"tapi tadi kamu keren banget lho bisa mengalahkan geng yang paling ditakuti di sekolah" kata Sakura lagi sambil tersenyum karna mengingat kejadian tadi.
Sasuke hanya tersenyum mendengar kata-kata Sakura
Merekapun melanjutkan perbincangan mereka dan merekapun sangat akrab. Akhirnya mereka berpisah dipersimpangan jalan karna rumah mereka berlawanan arah.
Skip time-Sakura sampai dirumahnya
"aku pulang" seru Sakura ketika sudah memasuki rumah berlantai tiga yang megah dan tak lain adalah rumahnya
"selamat datang" jawab seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah ibu Sakura
"wah..hari ini kamu kelihatan sangat gembira sekali, coba mama tebak, pasti kamu dapat pacar baru ya?" kata ibu Sakura dengan nada menggoda
"ih…ada-ada saja mama ini" kata Sakura yang pipinya sudah mulai memerah
ibu sakura hanya tertawa mendengar jawaban dari anaknya. Sakura pun segera bergegas menuju kamarnya karna ingin menyembunyikan semburat merah diwajah dari ibunya
sakura pov
Aku rasa aku mencintai Sasuke, meskipun penampilannya seperti kekampungan tapi aku mencintainya. Hatiku serasa damai saat berada didekatnya. Ingin rasanya tidak mau jauh-jauh darinya. aku juga merasa bebanku selama ini hilang begitu saja saat ku berada disisinya. Aku harap dia adalah cinta sejatiku. Aku harap dia adalah orang yang kutunggu-tunggu selama ini. Dan aku harap dia adalah Cinta pertama dan terakhirku.
End of sakura pov
Sakura sedang berjalan-jalan dimalam hari menuju rumahnya saat dia melihat sosok yang berada ditengah kegelapan malam berjalan teresok-esok menuju kearahnya sambil memanggil namanya. Sakura begitu takut melihat sosok itu yang tak jauh darinya dan sekarang sedang berjalan kearahnya.
Sakura ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu. Tapi seolah-olah hatinya menahan langkah kaki Sakura. Sosok itu semakin dekat dan dekat sekali lagi sambil memanggil nama Sakura. Sakura semakin ketakutan saat sosok itu semakin mendekat.
Sakura tidak bisa menggerakan kakinya lagi saking gugupnya. Sosok itu semakin terlihat jelas oleh cahaya lampu jalan yang berada didekat Sakura. Dan tak lama wujud sosok itu terlihat dengan jelas.
Betapa terkejut dan syoknya Sakura ketika mengetahui siapa sosok itu yang ternyata adalah Sasuke dengan kondisi tubuh penuh luka sobek akibat benda tajam, juga memar yang sangat parah dan darah bercucuran dengan sangat derasnya dari kepala bocah Uchiha itu.
(N/A: APAKAH YANG TERJADI PADA SASUKE? JAWABANNYA ADA DI CHAPTER DEPAN)
Bersambung
Bagaimana minna san? Terhiburkah? Semoga saja …
Nantikan chapter depannya yah?
Review please
SALAM HANGAT : THE PORTAL TRANSMISSION 19
