Haloo minna san. Maaf ya. Updatenya Lama. Soalnya Saya Lagi sibuk Banget Nih. Ini Juga Saya Lagi Nyolong Waktu buat mampir ke Warnet ( emang waktu bias dicolong? )

Dan terima Kasih yang sebesar-besarnya untuk Reader yang sudah Mereview

Ok langsung Saja ya Minna San

Before : "Hello bocah! Kita ketemu lagi" kata Pein dengan nada yang dibuat SANGAR!.

Sasuke yang sedari tadi hanya tidur diatas meja pun tersadar dan mengangkat kepalanya. Dan alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui bahwa dia sudah dikelilingi orang-orang yang tak asing lagi baginya.

"Hn?" Tanya Sasuke

Tak menunggu waktu lama. lima kepalan tangan secara bersamaan melaju kearahnya.

BUAAK!

"Sasukeeeeeee!" teriak Sakura histeris. Sedangkan Hinata Cuma bisa menutup matanya karna tidak sanggup melihat kejadian apa yang bakal terjadi.

Diskliminer : By Masashi Kishimoto Sensei

Story : By The Portal Transmission 19

Happy Read Minna San

Waktu terasa begitu lambat bagi Sakura ketika melihat Sasuke, orang yang dikaguminya dan bahkan dicintainya dianiyaya oleh Sekelompok Orang yang tak berperikemanusiaan. Bayangkan Saja, lima orang lawan satu. Apa itu bisa dikatakan adil dalam suatu pertempuran? Oke, mungkin ini keterlaluan. Tapi inilah perang. Tidak memandang siapakah engkau. Dimana engkau masih berstatus sebagai musuh yang masih bernafas, maka disitulah tempat engkau mempertaruhkan nyawamu.

Tidak seperti yang lalu-lalu. Kini Sasuke tidak membalas serangan mereka. Dia hanya menggunakan tangannya sebagai pelindung dari serangan-serangan beruntun tersebut. Entah apa yang sedang dipikirkannya sekarang.

Sakura ingin menghentikan tindakan mereka. Tapi selalu dicegah oleh Hinata. Kini Sakura dan Hinata hanya bisa menyaksikan tontonan SADIS itu dengan tatapan iba. Tidak ada guru yang datang untuk membantu dan melerai mereka. Berhubung Kelas mereka berada di tingkat paling atas alias tingkat tiga. Sehingga suara bising yang diciptakan oleh pertarungan itu nyaris tidak terdengar dari ruang guru yang letaknya paling bawah.

Aksi pemukulan beruntun itu berlangsung selama sepuluh menit. Dan kini Wajah mulus Sasuke sudah berubah warna menjadi biru lebam.

"Hentikan!"

Seketika Anggota Akatsuki menghentikan aksi mereka setelah diperintah oleh Orochimaru yang sedari tadi hanya menonton aksi mereka.

"Sekarang bagianku," kata Orochimaru sambil menyerigai

Sontak semua anggota Akatsuki mundur beberapa langkah tanpa bicara untuk memberi ruang pada Orochimaru. Setelah mendapat ruang gerak yang pasti, kini Orochimaru berjalan dengan perlahan menuju kearah Sasuke yang sudah tidak berdaya.

Tanpa basa-basi lagi, Orochimaru langsung mencekik leher Sasuke dengan Satu tangan dan mengangkatnya keatas sehingga membuat kaki Sasuke tidak lagi menginjak tanah.

Melihat hal itu, kini Sakura sudah tidak tahan lagi. Diapun berlari kearah Gerombolan mafia itu tanpa memperdulikan teriakan Hinata yang mencoba untuk menahannya. Tapi usahanya sia-sia karma sebelum dia menuju ketempat Sasuke, keburu dia ditahan oleh Deidara.

"Lepaskan! Lepaskan kataku!" bentak Sakura yang berusaha ingin melepas cengkraman dari tangan Deidara yang malah tidak menggubris sedikitpun.

"Hei bocah! Kenapa tidak melawan hah! Mana kehebatanmu!," Tanya Orochimaru dengan nada menantang. Akan tetapi Sasuke tidak menggubris perkataannya sedikitpun dan masih berusaha melepas cengkraman tangan Orochimaru dari lehernya.

Merasa geram karna tidak ada perlawanan, Orochimaru akhirnya meludah wajah Sasuke sehingga membuat wajah Sasuke penuh dengan air liur dari 0rochimaru.

Melihat hal itu, kini semua orang yang berada didalam ruang kelas tersebut terdiam dalam ketegangan. Termasuk Sakura yang Syok karna tidak terima dengan perlakuan nista tersebut. Kini Sakura sudah mengeluarkan bulir-bulir bening dari matanya. Dengan kata lain dia menangis karna tidak tahan lagi melihat perlakuan keji tersebut.

Detik demi detik telah berlalu dalam kesunyian. aura ketegangan yang semula menyelimuti ruangan tersebut, kini berubah menjadi aura membunuh yang mencekam. Aura yang penuh dengan emosi membunuh dari seseorang yang sedari tadi dianiaya. Yang tak lain adalah Sasuke.

Kini Sasuke tidak lagi berusaha melepas cengkraman tangan Orochimaru. Yang dilakukannya hanya diam. Matanya tertutup rapat. Dan deru nafasnya sudah semakin kencang yang menandakan akan emosi yang tidak terbendung lagi.

Melihat hal itu. Bukannya melepas cengkraman tangan dileher Sasuke. 0rochimaru malah semakin mempererat cengkraman tersebut. Raut wajah yang semula menandakan kesombongan kini berubah menjadi cemas ketika merasakan aura membunuh mencekam yang berasal dari bocah didepannya.

"S-sebenarnya siapa bocah ini?" Tanya Orochimaru dalam hati

"S-Sasuke," gumam Sakura cemas.

"Hei bocah! Apa kamu sudah menyerah hah! Atau hanya disini saja kemampuanmu?" Tanya Orochimaru tegas untuk menyembunyikan rasa takutnya.

SIIIIING

Sasuke membuka matanya seketika. Menatap tajam kearah orang yang tengah mencekiknya sekarang. Dan terlihat matanya sudah tidak berwarna hitam lagi, melainkan berwarna merah dengan tiga tanda koma disekelilingnya. sehingga menciptakan kesan membunuh.

Melihat hal itu, kini ketakutan Orochimaru sudah tidak bisa disembunyikan lagi. Diapun melepas cengkraman tangannya dari leher Sasuke dan mundur beberapa langkah. Tentunya dengan raut wajah yang menandakan ketakutan yang teramat sangat.

"Si-siapa kau?" Tanya Orochimaru gugup.

"Yah…mulai lagi deh," Kata Pein dengan Santainya. Padahal dalam hatinya sedang merasa ketakutan setengah mati.

Sasuke tidak menjawab pertanyaan dari Orochimaru, dan malah menyerigai yang membuat Orochimaru semakin takut dibuatnya.

"Ka-Kabuurr!" perintah Orochimaru pada anak buahnya.

Mendengar perintah tersebut, sontak semua anggota Akatsuki berhamburan keluar kelas. Dan ketika Orochimaru hendak berbalik untuk melarikan diri, keburu kerah bajunya dicengkram oleh Seseorang dari belakang. Perlahan-lahan Orochimaru menoleh kebelakang, sampai mata ularnya berpapasan dengan mata merah menyala penuh emosi. Yang tak lain pemiliknya adalah Sasuke.

Tanpa banyak bicara lagi, Sasuke memutar tubuh Orochimaru sehingga berhadapan dengannya.

BUAAAKK!

Satu pukulan keras sukses mendarat di dada bidang Orochimaru yang membuat Orochimaru terhempas dan menghantam tembok depan kelas dengan sangat keras sehingga membuat dindingnya nyaris retak.

Akibat dari pukulan tersebut, kini terlihat tubuh Orochimaru tidak lagi bergerak. darah segar mengalir dari kepala dan sudut bibirnya. entah dia masih hidup atau tidak.

"Sa-Sasuke, a-apa yang kamu lakukan?" Tanya Sakura yang tidak percaya akan kejadian fenomenal barusan. Kejadian yang sama sekali sulit dicerna akal sehat manusia.

Sasuke tidak menggubris pertanyaan Sakura. Dia berjalan perlahan menuju keluar kelas. Sesampainya dia diluar kelas, dia melihat kearah lapangan bola basket melalui jendela dimana para anggota Akatsuki sedang berlari untuk mencoba melarikan diri. Sasuke kembali berjalan dan memanjat jendela tingkat tiga tersebut. Para murid yang kebetulan melihatnya aksi Sasuke hendak menghentikanya karna mereka berfikir bahwa Sasuke mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari jendela.

Sakura yang sekarang telah menyusul Sasuke sempat histeris melihat tindakan Sasuke tersebut. Dan berusaha menghentikannya. Tapi terlambat. Sasuke sudah lebih dulu melompat dari jendela.

Sempat terfikir di benak masing-masing orang yang melihat aksi Sasuke tersebut. Dimana Sasuke jatuh dari tingkat tiga Sekolah dan mengalami patah kaki serius.

Tapi ternyata dugaan mereka salah. Karna setelah Sasuke melompat dari jendela tersebut, bukanya jatuh kebawah melainkan dengan sekali lompatan dia terhempas jauh seratus meter kedepan, dan tepat mendarat didepan para anggota Akatsuki yang tengah melarikan diri. kejadian tersebut sempat membuat orang yang melihatnya dibuat melongo stadium akut. Termasuk Sakura yang entah sudah keberapa kali menyaksikan kejadian fenomenal tersebut.

Kini Sasuke mendarat tepat dihadapan para anggota Akatsuki tepatnya didepan Ketua mereka. Dan tanpa basa-basi lagi, dengan secepat kilat Sasuke merangkul pundak Pein dari arah depan ( seperti adegan ketika Naruto dan Sasuke pertama kali bertemu di episode Naruto Sippudend )

Melihat hal itu, anak buah Pein menghentikan langkah mereka. Raut wajah mereka menandakan kecemasan yang luar biasa. Kaki mereka seakan-akan sulit digerakan karna gugup. Sempat terbesit di pikiran mereka bahwa ketua mereka akan dibantai habis-habisan. Begitu pun dengan beberapa warga KHS lain yang tidak sengaja menyaksikan kejadian tersebut. dan kebetulan saat itu para Guru sedang melaksanakan pertemuan, jadi tidak mengetahui kejadian tersebut.

"To-tolong jangan sakiti aku," pinta Pein dengan nada memelas

Sasuke tidak memperdulikan kata-kata dari Pein. Malahan dia sudah mengepalkan tanganya dan hendak menarik tengan tersebut untuk diluncurkan kewajah Pein.

"Sasuke! Apa yang kamu lakukan?" terdengar suara yang tidak asing lagi bagi Sasuke. Sasuke menghentikan aksinya dan menoleh kearah suara itu. Dan benar. Kini dia tengah melihat seseorang yang tak asing lagi baginya yang sedang menatapnya dengan tatapan datar dan dingin.

"Kau?" tanya Sasuke dingin

( N/A : Siapakah Orang tersebut? dan apakah yang akan terjadi pada Sasuke? jawabannya ada di chapter depan )

BERSAMBUNG

Wah! Akhirnya Chapter lima selesai juga, butuh dua jam untuk mengerjakannya.

Menarik ngak? Maaf yah kalau masih ada kesalahan. Nanti saya akan berusaha untuk memperbaikinya….

Oh ya..ada kuis nih… Siapakah Orang yang memanggil nama Sasuke di akhir Cerita? Hadiahnya ada loh…

Jangan lupa di review ya minna san. Tunggu ya Chapter selanjutnya

Salam Hangat

The Portal Transmission 19

REVIEW HERE

I

I

I

V