Ohayo Minna san. Lama yah nunggu updatenya? (readers : bangeeettt!)
Yah, gomen, gomen kalo begitu *bungkuk-bungkuk* sebenarnya saya sangat sibuk sekali, tapi karna kepedulian saya terhadap readers*halah* maka saya berusaha dengan sebisa saya untuk mencolong waktu lagi membuat fic ini.(untung ngak ketangkep FBI) dan saya mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para Readers yang udah mereview ficku yang mungkin tidak sempurna ini.
Sasuke : we mahluk! Jang bicara talalu banyak! balas reders pung review sana!
19 : io e… sabar sadiki ka, paleng baribot e…panta ayam e…
Sasuke : se bilang apa? coba ulang do.
19 : seng o…, angin su bawa lari akang, la pi potong pele akang sudah…nanti beta bantu deng doa sa. haha…
sasuke : ose ni, mau cari makang katupat ambon ka apa ni!
19 : iko mau sa…dari pada ose, bicara banyak salah banyak,
Sasuke : alah bustet!
19 : hahahaha….
Ok, dan terima kasih yang sebesar besarnya buat
1. Noir Raion
2. Kirei Atsuka
3. Just Ana
4. breakbullet
5. Noir Raion
6. Hikari no Kyori
7. sun setsuna
8. SweTieeNi-ch4N Riona Evinct
9. Thia2rh
10. Namikaze Sakura
11. Uchihaha
12. Yunacha Zaitte
13. Fujisaki Fuun
14. 4ntk4-ch4n
15. Fidy Discrimination
16. Hanayaka Teru
17. Putri Luna
18. naruto - lovers – xD
19. Aoi
yang sudah mereview fic ini. tanpa kalian, aku tidak mungkin bisa berbafas hingga sekarang ini (halah)
Before : "To-tolong jangan sakiti aku," pinta Pein dengan nada memelas
Sasuke tidak memperdulikan kata-kata dari Pein. Malahan dia sudah mengepalkan tanganya dan hendak menarik tengan tersebut untuk diluncurkan kewajah Pein.
"Sasuke! Apa yang kamu lakukan?" terdengar suara yang tidak asing lagi bagi Sasuke. Sasuke menghentikan aksinya dan menoleh kearah suara itu. Dan benar. Kini dia tengah melihat seseorang yang tak asing lagi baginya yang sedang menatapnya dengan tatapan datar dan dingin.
"Kau?" tanya Sasuke dingin
Diskliminer : By Masashi Kishimoto Sensei
Story : By The Portal Transmission 19
Happy Read Minna San^.^
"Apa yang ingin kamu lakukan Sasuke?" Tanya orang tersebut masih dengan raut wajah stoiknya.
"Hanya ingin olah raga sedikit kak." Jawab Sasuke polos.
"Apa kamu lupa, pesan dari Kaasan?" Tanya Orang yang dipanggil kakak itu lagi.
"Tapi dia yang mulai duluan kak," jawab Sasuke lagi dengan wajah cemberut.
"Kalau begitu lepaskan dia," perintah orang itu lagi masih dengan raut wajah yang datar.
"Huh," keluh Sasuke sambil melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Pein.
"Itachi. Apa kamu kenal dengan bocah kurang ajar ini?" Tanya Pein setelah terbebas dari cengkraman Sasuke.
"Hn," jawab Orang yang diketahui bernama Itachi itu.
"Siapa dia?" Tanya Pein lagi.
"Dia adiku," jawab Itachi singkat.
"Pantas aja sifat kalian berdua tak jauh berbeda. Sama-sama menyebalkan." Kata Pein lagi dan mendapat Deathglare dari kedua Uchiha bersaudara tersebut.
"Heh? Tunggu dulu, apa kalian berdua sudah saling kenal?" Tanya sasuke penasaran.
"Ya, dan lebih tepatnya lagi dia yang sudah menghianatiku" jawab Pein yang kelihatannya tidak nyambung dengan arah pembicaraan.
"Sasuke, ikut aku!" seru Itachi seraya berjalan meninggalkan kelompok Akatsuki tersebut.
"Hn" jawab Sasuke seraya mengikuti langkah Itachi dari belakang dan meninggalkan kelompok Akatsuki yang hanya diam seribu bahasa.
Sakura melihat kejadian tersebut dari jauh. dan ada satu pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya sekarang, yaitu siapa pria yang mirip Sasuke tersebut? dan kenapa Sasuke terlihat menurut sekali kepada pria itu? karna penasaran, Sakura pun bergegas untuk mengejar Sasuke yang kelihatannya mengikuti Pria tadi kearah belakang sekolah.
Setelah berjalan selama beberapa menit, akhirnya Sakura tiba juga dibelakang sekolah. Tapi dia tidak menemukan keberadaan Sasuke. Dia mengedarkan pendangannya kesegala pejuru mata angin hanya untuk sekedar menemukan Sasuke. Dan akhirnya dia mendengar sesuatu, dan asalnya dari balik salah satu pohon dibelakang sekolah. Sakura pun berjalan pelan secara diam-diam kearah salah satu pohon yang tak jauh dari asal suara itu, dan dia melihat orang yang mirip Sasuke tersebut sedang menceramahi Sasuke. tapi tunggu dulu, ternyata bukan hanya mereka berdua yang ada disana, tapi ada tambahan satu orang lagi, yaitu seorang anak laki-laki yang seumuran dengan Sasuke, pria dengan rambut pirang jabrik, dan ada tanda seperti kumis dipipinya, siapa dia? itulah yang jadi pertanyaan beruntun di benak Sakura.
"Sakura, apa yang kamu lakukan disini?" terdengar suara seseorang yang sangat familiar ditelinga Sakura, Sakura sedikit terkejut dan memalingkan wajahnya ke belakang, dan tampaklah seorang wanita berambut indigo dengan mata lavender sedang menatapnya dengan tatapan heran.
"Hi-hinata, kenapa kamu mengikutiku?" tanya Sakura pelan.
"Aku tadi khawatir karna kamu tiba-tiba saja menghilang, setelah kutanya pada Neji kun, katanya dia melihatmu berjalan kebelakang sekolah, ya aku ikut deh, emang ada apa Sakura?" jawab Hinata pelan.
"Stttt," Sakura menarik Hinata pelan untuk menunduk.
"Ada apa sih Sakura?"
"Coba kamu lihat disana," kata Sakura sambil menunjuk kearah salah satu pohon yang tak jauh dari mereka bersembunyi.
"Wah, tampan sekali pria itu," kata Hinata setelah pandangannya terarah pada tempat yang ditunjuk Sakura tadi.
"Heh? tampan? siapa yang kau maksud Hin?" Tanya Sakura curiga.
"Itu tuh, yang rambutnya pirang," jawab Hinata yang dibarengi semburat merah diwajahnya.
"Hi-hinata, ka-kamu bisa jatuh cinta?" tanya Sakura tidak percaya.
Hinata hanya bisa menjawab dengan cengiran yang sangat jarang dia perlihatkan.
"Ya Tuhan, kayaknya aku harus menabrakan diriku ke buldoser untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi," kata Sakura dalam hati karna tidak percaya bahwa Hinata bisa menyukai seorang Pria.
Ya, Hinata adalah seorang bunga di KHS, tubuhnya yang sexi dan parasnya yang cantik adalah sesuatu yang membedakan dirinya dari wanita lain di KHS, sehingga dia selalu di juluki generasi penerus salah satu guru mereka yang bernama Tsunade, seorang guru KHS dibidang pertanian, yang kesexian tubuhnya bisa ditanding dengan tubuh Julia Peres dan Dewi Persik, sudah ratusan pria menyatakan cinta pada gadis Indigo ini, tapi tak pernah diterimanya. bukannya jual mahal, tapi karna Gadis ini belum menemukan orang yang benar-benar tulus mencintainya.
lama tenggelam dalam pikiran masing-masing, akhirnya Sakura dan Hinata melanjutkan menguping pembicaraan tiga orang itu.
Transmission-19
"Sasuke, kakak kan sudah bilang, kalau jangan tunjukan kelebihanmu di sembarang tempat, itu sangat berbahaya. dan bisa mengancam terbongkarnya rahasia kita yang selama ini sudah kita simpan rapat-rapat." kata Itachi panjang lebar pada Sasuke.
"Iya kak, aku mengerti, tapi yang tadi itu sudah keterlaluan kak. masa wajahku diludah oleh orang yang mirip zombie itu," balas Sasuke dengan wajah cemberut.
"Iya, kakak mengerti, tapi kamu kan bisa-" kata-kata Itachi terpotong.
"Sudahlah kak Itachi, aku rasa ada benarnya juga Sasuke sedikit menunjukan kelebihannya. lagi pula apa salahnya kan membela diri. lagian, seperti yang dikatakan Teme tadi, wajahnya diludahi oleh orang yang mirip Zombi, pasti kalau kita diposisinya, kita juga akan melakukan hal yang sama kan kak Itachi," kata bocah berambut jabrik itu dengan bijak.
Itachi tampak berpikir, dan kemudian berkata, "Baiklah, kakak rasa memang tempat ini tidak aman buatmu Sasuke. jadi kamu boleh menunjukan sedikit kelebihanmu, tapi dengan satu syarat. harus disaat yang sangat genting dan terpaksa. apa kau mengerti Sasuke?" tanya Itachi.
"Iya kak, aku mengerti," jawab Sasuke cuek.
"Syukurlah kalau kamu sudah mengerti. oh ya, bulan depan Naruto akan sekolah bersamamu. aku harap kalian bisa saling bekerja sama," kata Itachi.
"Iya kak, aku juga bosan karena tidak ada teman laki-laki yang mau berteman denganku." balas Sasuke dengan nada sedih.
"Sudahlah Sasuke, kan masa Hukumanmu hanya tinggal dua minggu saja," kata Itachi berusaha menghibur Sasuke.
"Iya kak, terima kasih, dan terima kasih Dobe, sudah mau jauh-jauh datang kesini,"
"Hehe…tak masalah Teme, apa sih yang tidak untuk sahabatku," kata Naruto seraya memeluk pundak Sasuke dari samping.
Sasuke hanya memasang wajah cemberut.
Transmission-19
"Oh, ternyata namanya Naruto toh, nama yang keren," kata Hinata yang pandangannya tidak terlepas dari bocah pirang itu.
"Hah, benar-benar harus ku tabrakan diriku ke buldoser sepulang sekolah nanti," Inner Sakura lagi menanggapi perkataan temannya.
Transmission-19
"Lalu setelah ini kemana kakak akan pergi?" tanya Sasuke.
"Kami akan segera pulang, karna kami kesini hanya untuk memantau keadaan mu saja." Jawab Itachi datar.
"Huft, kakak kira aku masih anak kecil apa," kata Sasuke masih dengan raut wajah cemberut.
Itachi dan Naruto hanya menanggapinya dengan terkekeh pelan yang membuat wajah Sasuke semakin masam saja dibuatnya.
Tiba-tiba mereka terdiam, seakan menyadari sesuatu yang kurang beres disekitar mereka. Dan kemudian…
"Siapa disana?" Tanya Itachi yang pandangannya mengarah pada salah satu pohon yang tak jauh dari mereka. NaruSasu juga menoleh kearah pandangan Itachi.
Transmission-19
"Wah, Sakura, gawat! Kita ketahuan!" kata Hinata yang sudah cemas karna keberadaan mereka sudah diketahui oleh ke tiga pria tersebut.
"I-iya, ayo kita pergi sekarang!" seru Sakura pelan.
Ketika Sakura dan Hinata hendak berbalik untuk kabur, mereka dikejutkan oleh ketiga orang pria yang sedari tadi mereka buntuti sudah ada dibelakang mereka.
"Mau kemana kalian?" tanya Itachi dengan nada menginterogasi, tentunya sambil memasang wajah stoiknya. sedangkan Naruto dan Sasuke berdiri diam dibelakang Itachi.
"Eh? Hehe…." Sakura tidak bisa menjawab karna gugup dan hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, sedangkan Hinata hanya diam saja ditempat.
"Sakura, kenapa kamu membuntuti kami?" tanya Sasuke datar.
"Go-go-gomen Sasuke, a-a-aku tidak bermaksud untuk-" kata-kata Sakura terpotong.
"Kau kenal dengan wanita ini Sasuke?" tanya Itachi pada Sasuke.
"Hn," jawab Sasuke singkat.
"Apa dia pacarmu Sasuke?" tanya Itachi yang nada bicaranya berubah menjadi sedikit, errr….menggoda lah.
Sasuke dan Sakura langsung blusing dibuatnya, dan ketika mereka berdua melirik wajah Itachi, wajah yang semula Stoik kini berubah menjadi raut wajah yang 180 derajad dari yang biasanya a.k.a raut wajah nepsong.
"Apa-apan sih kak? dia kan Cuma teman sekelasku," elak Sasuke.
"I-iya benar senpai, kita berdua hanya teman biasa saja. hehe.." sahut Sakura masih dengan wajah memerah.
"Temen apa temeeeen?" tanya Itachi lagi yang kejahilannya sudah menjadi-jadi.
"Akkhh! terserah kau saja!" balas Sasuke sedikit kesal karena sudah dijahili kakaknya. tapi kalau dilihat baik-baik, wajahnya kini sudah seperti kepiting rebus termasuk Sakura. dilain pihak, tanpa Sasuke, Itachi dan Sakura sadari, ada dua pasang mata yang sedari tadi saling bertatap-tatapan diantara mereka bertiga. yang tak lain dan tak bukan adalah Naruto dan Hinata. mungkin sudah lima menit mereka saling tatap tanpa memikirkan percakapan teman-teman yang lainnya.
"Eh, tunggu dulu, kenapa kalian tadi membuntuti kami?" tanya Itachi yang kesadarannya sudah kembali lagi.
"Eh? go-gomen. kami tidak bermaksud untuk menguping pembicaraan kalian. kami Cuma-"
"Cuma apa?" tanya Sasuke datar.
"Ka-kami Cuma khawatir padamu Sasuke," jawab Sakura pelan.
"Heh? untuk apa kamu khawatir padaku? aku kan bukan siapa-siapanya kamu Sakura," kata Sasuke tegas. nampaknya dia agak sedikit kesal karna hal ini.
"I-itu karna…" Sakura tidak melanjutkan kalimatnya karena wajahnya tiba-tiba sudah memerah, entah apa yang dipikirkannya sekarang.
"Karna apa? cepat katakan!" seru Sasuke tegas.
Sakura tidak menjawab pertanyaan Sasuke, karna sekarang suasana hatinya sedang campur aduk, antara takut, gugup dan bimbang. takut karna melihat Sasuke marah sungguh menyeramkan. Sakura pun hanya bisa menundukan kepalanya.
"Sudahlah Sasuke. jangan terbawa emosi, biarkan mereka pergi." sela Itachi menenangkan Sasuke.
"huft!" Sasuke hanya mendengus kesal.
"Baiklah, kalian berdua boleh pergi, tapi dengan satu syarat. apapun yang tadi kalian dengar dari pembicaraan kami bertiga, jangan kalian beri tahu untuk siapapun. paham!" kata Itachi tegas.
"Ha-hai," balas Sakura seraya menarik tangan sahabatnya Hinata yang sedari tadi Cuma diam saja ditempat dan segera beranjak pergi dari tempat itu.
"Hei, tunggu dulu Sakura, ada apa? kenapa kamu menariku? apa yang sedang terjadi Sakura?" tanya Hinata bertubi-tubi pada Sakura yang posisi mereka sekarang sudah cukup jauh dari tempat tadi.
"Heh? emangnya kamu tadi tidak tahu kita diapain?" tanya Sakura bengong.
"Ti-tidak," jawab Hinata Singkat dan polos.
"jadi dari tadi pikiran kamu kemana saja sampai-sampai tidak tahu kejadian barusan?" tanya Sakura bingung akan tingkah Hinata yang lain dari biasanya.
Hinata tidak menjawab pertanyaan Sakura. tapi terlihat dengan jelas ada semburat merah diwajahnya.
"Grrr…bodo ah!" kata Sakura yang sudah tahu kenapa temannya seperti itu.
Transmission-19
"Sasuke, kami pergi dulu yah," pamit itachi pada Sasuke.
"Hn"
"Naruto, ayo kita pergi!" seru Itachi pada Naruto
=.=
"Naruto?"
"=.=" naruto tak menjawab dan tetap memandang kearah kedua gadis tadi pergi.
"Hei Naruto!"
=.=
"Naruto! kau kenapa?"
=.=
"Hei mahluk!"
=.=
Sasuke melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Naruto, tapi Naruto tetap tidak bergeming. dan akhirnya…
CHIDORI!
gyaaaaaaaaa!
Transmission-19
"Sasuke, pulang bareng yuk," ajak Sakura pada Sasuke. kini sekolah sudah pulang, semua murid sudah pada pulang karna sudah tidak sabar lagi sampai dirumah, hanya ada beberapa anak piket saja yang masih berada disekolah.
"Hn," jawab Sasuke cuek.
"Apa kamu masih marah Sasuke?" tanya Sakura cemas. dia jadi takut kalau sampai Sasuke masih marah padanya dan mungkin jadi membencinya.
"Hn," jawab Sasuke.
"Apa artinya Sasuke?"
"Kenapa kamu tidak pulang saja dengan Hinata?" tanya Sasuke datar.
"Hi-hinata sudah pulang bareng kakaknya Neji-kun, aku tidak ada teman untuk pulang bareng, jadi aku ajak kamu deh," jelas Sakura panjang lebar.
"Kenapa?"
"Eh?" tanya Sakura yang bingung dengan pertanyaan Sasuke.
"Kenapa kamu selalu memperdulikan aku Sakura? kenapa? padahal aku seorang gembel! aku orang yang miskin! lihat penampilanku Sakura! lihat! pakaianku sangat berbeda jauh dari pakaian anak-anak yang lain. tapi, tapi kenapa kamu selalu memberi perhatian lebih padaku Sakura? tidakah kamu lihat bahwa semua anak-anak disekolah ini selalu menjauh jika berpapasan denganku Sakura! lagi pula aku kan bukan siapa-siapanya kamu, kenapa sakura? kenapa?" kata Sasuke panjang lebar, serta memakai nada yang begitu tegas.
Bagai teriris pisau. yah, perasaan itulah yang sedang dirasakan Sakura sekarang. sekarang hatinya sakit, sakit karna dikasarin oleh seseorang yang dikaguminya, dan juga dicintainya. tapi dia berusaha tegar. dia berusaha untuk tegar dan berani menghadai apapun yang akan menjadi resikonya nanti.
"Kenapa Sakura? jawab pertanyaanku!" terdengar lagi seruan Sasuke yang kasar.
Setelah keberaniannya sudah terkumpul dengan mantap, akhirnya Sakura pun angkat bicara.
"I-itu ka-karna…"
"Karna apa sakura?"
"Ka-karna…."
"karna apa? cepat katakan!"
"Karna aku mencintaimu Sasuke,"
Hening, Sasuke tidak bisa berkata apa-apa lagi, wajahnya yang semula menandakan kemarahan kini berubah menjadi datar kembali. sedangkan Sakura, hanya menundukan kepalanya karna malu ketika menyadari hal apa yang barusan dia lakukan.
"Aku mencintaimu Sasuke, apapun kekuranganmu, aku akan selalu menyayangi dan mencintaimu Sasuke," lanjut Sakura lagi, tapi kini dia sudah mengeluarkan air mata.
"Kenapa kamu mencintaiku Sakura? tidakah kamu melihat keadaanku yang tragis seperti ini?" tanya Sasuke yang nada bicaranya sudah melembut.
"Karna kau orang yang sangat Spesial bagiku Sasuke," jawab Sakura yang kepalanyamasih ditundukan karna malu. kini dia sudah tidak sanggup lagi memandang wajah Sasuke.
"Apa kamu tidak malu mempunyai pacar sepertiku Sakura?" tanya Sasuke lagi.
"Tidak, karna ini sudah keputusanku Sasuke, karna kamu adalah orang yang kupilih," jawab Sakura lirih.
Mendengar jawaban itu, Sasuke pun berjalan pelan kearah Sakura. Sakura yang menyadari akan keberadaan Sasuke yang mendekat, kini sudah semakin gugup. dia sudah salah tingkah. dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Sasuke padanya, dia hanya berharap dengan pasti didalam hatinya, agar Sasuke mau membunuhnya karna sudah melakukan hal yang memalukan sepanjang hidupnya.
Kini, posisi Sasuke dan Sakura sudah dekat, dan saling berhadapan. tak lama kemudian, Sasuke menyentuhkan jari jempolnya didagu Sakura dan diarahkan agar wajah Sakura menatapnya. lalu dia menghapus bekas air mata dipipi Sakura. dan kemudian berkata.
"Aku juga mencintaimu Sakura,"
"Eh? hump…" Sakura tidak bisa menjawab lagi karna sekarang bibirnya sudah dikunci oleh bibir Sasuke.
Transmission-19
Kini Sasuke dan Sakura sudah resmi pacaran, dan sudah dua minggu mereka menjalin cinta mereka secara diam-diam. Sakura tidak pernah merasa bahagia seperti sekarang ini, karna sekarang dia sudah mendapatkan cinta seorang Pangeran yang menjadi pujaan hatinya. masa-masa romantis mereka lalui bersama. dan ternyata, pikiran Sakura akan Sasuke yang selama ini dingin ternyata salah, karna Sasuke adalah orang yang romantis baginya. dan tentunya banyak kegombalannya. Sakura tidak pernah mengetahui dimana Sasuke tinggal. tapi itu dia tidak pernah mempertanyakannya. hingga suatu tragedi terjadi…
Transmission-19
Hari itu di KHS, para murid dikelas sakura sedang ribut karna jam pelajaran terakhir Kakashi sensei tidak hadir. semua murid terlihat sedang melakukan aktivitas mereka didalam kelas masing-masing, dan terlihat Sasuke dan Sakura sedang duduk bersama-sama sambil bercanda ria. Ino yang melihat mereka begitu dekat mulai menaruh rasa curiga. dan sebuah ide jahil muncul dalam pikirannya. lalu dia berteriak dengan lantang sehingga semua anak dikelas itu bisa mendengar suaranya.
"Teman-teman! ternyata ada pasangan gembel di kelas kita loh!' teriak Ino dengan keras.
Para siswa yang mendengarnya hanya menertawakan mereka berdua (minus Hinata).
"Heh? apa maksudmu Ino?" tanya Sakura yang sadar bahwa dia dan Sasuke sedang disinggung.
"Pasangan gembel! pasangan gembel! pasangan gembel!" teriak Ino lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Sakura, dan para murid lain (minus Hinata) pun ikut menyoraki mereka pasangan SasuSaku dengan Kalimat yang sama dengan yang dilontarkan Ino.
Sasuke tidak menggubris tindakan teman-teman yang lain dan berusaha menenangkan Sakura, tapi sudah terlambat. Sakura sudah pergi keluar dari kelas sambil menangis tersedu-sedu dan mendapat sorakan yang lebih heboh lagi dari teman-temannya.
Sasuke tidak memperdulikan teman-teman lain yang sedang menyorakinya. dia mengejar Sakura keluar kelas, tapi kini Sakura sudah menghilang. dia kehilangan jejak Sakura. terpampang raut kecemasan diwajah Sasuke. dia mengaktifkan Sharinggannya dan mengedarkan pandangannya keseluruh pejuru. akhirnya dia menemukan Sakura yang sedang menangis dibelakang sekolah. Sasuke pun segera mengejar Sakura.
"Sakura, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Sasuke yang sudah menemukan keberadaan Sakura.
Menyadari akan Sasuke dibelakangnya, Sakura langsung menyeka air matanya. dan kemudian berkata.
"Eh, tidak kok, aku tidak apa-apa," elak Sakura.
"jangan Bohong Sakura, aku tahu kalau kamu sangat sedih akan hal ini." kata Sasuke pelan sambil menyeka air mata dipipi Sakura.
"tidak kok Sas, aku tidak apa-apa, bener deh," balas Sakura sambil tersenyum, senyum yang dipaksakan.
"Haaahh," Sasuke menarik nafas panjang dan kemudian dihembuskannya.
"sakura," panggil Sasuke.
Sakura menegadah kepalanya sehingga mata emeraldnya kini bertemu dengan mata Onix milk Sasuke yang tengah menatapnya dengan serius.
"Apa kamu benar-benar mencintaiku Sakura?" tanya Sasuke.
"Kamu boleh mengambil jantungku jika aku hanya mencintaimu setengah hati Sasuke-kun," jawab Sakura menahan isak tangisnya.
"Ok baiklah Sakura, mereka sudah mempermalukanmu, besok, kita yang akan mempermalukan mereka," kata Sasuke dengan wajah datar.
"ma-maksud Sasuke-kun?
"Tenang saja Sakura, lihat saja besok, dan jangan menagis lagi, nanti jelek loh," kata Sasuke sambil tersenyum tipis.
"Ih, gombal deh," kata sakura sambil memukul pelan dada Sasuke, sasuke hanya tertawa pelan melihat tingkah Sakura.
Transmission-19
Besok paginya, seperti biasa Sakura pergi kesekolah, dia masih penasaran dengan kata-kata Sasuke kemarin yang katanya akan membalas mempermalukan teman-temannya, dia berjalan sambil melamun. dan ketika sampai didepan pagar sekolah, dia bertemu dengan Hinata sahabatnya yang membuyarkan lamunannya.
"Konichiwa Sakura," sapa Hinata.
"Konichiwa Hinata," balas Sakura.
"Apa kamu baik-baik saja Sakura?" tanya Hinata.
"ya, aku baik-baik saja Hinata," jawab Sakura sambil tersenyum.
"Masuk yuk," ajak Hinata kemudian.
"Ayo,"
Ketika mereka akan memasuki gerbang sekolah, mereka dikejutkan oleh sebuah pemandangan indah, Sebuah mobil Careera Lamborgini twin Turbo seri delapan A 2009 berwarna hitam Crhome berjalan dengan pelan menuju ke arah KHS. para murid di lapangan KHS yang melihatnya ikut terpana melihat mobil mewah tersebut yang diketahui harganya mencapai tiga miliar. meraka bertanya-tanya, siapakah orang yang mempunyai mobil langka yang hanya ada satu-satunya di Konoha tersebut. pertanyaan yang sama juga terlintas dibenak Sakura dan Hinata.
Tak lama kemudian, dari pintu sopir dan pintu depan sebelahnya, keluarlah dua orang pria berbadan tegar yang sepertinya adalah Bodiguard dari pemilik mobil tersebut. mereka mengenakan pakaian Drees Hitam beserta kaca mata hitam yang semakin membuat mereka terkesan sangat Eksekutif. Sakura, Hinata dan para murid lain tidak beranjak dari tempatnya karna masih memandang mobil mewah tersebut dengan takjub, dan juga menunggu siapakah pemilik mobil tersebut.
Salah satu bodyguard tersebut berjalan kepintu belakang dan membuka pintu tersebut, dan kemudian keluarlah seseorang anak laki-laki tampan dengan pakaian yang sangat Eksekutif sekali, pria dengan Mata Onix hitam dan rambut yang dibuat seperti pantat ayam sehingga menambah kesan ketampanan pada pria tersebut. pemandangan Itu membuat para Siswa yang melihatnya, terutama wanita dibuat tepar ditempat karna tidak sanggup memandang wajah pria tampan tersebut. ada juga yang berteriak-teriak ngak jelas saking terpananya mereka.
Pria tersebut lalu berjalan dengan sangat perlahan diikuti dua orang Bodyguardnya, semilir angin menerpa wajah dan rambut pria tersebut, membuat rambut pantat ayamnya sedikit terkibar dengan indahnya dan membuat beberapa wanita yang melihatnya pingsan seketika dengan hidung yang mengeluarkan darah segar.
Pria itu tak sengaja melihat Sakura dan Hinata yang masih memandangnya dengan pandangan takjub dan heran. Pria tersebut berjalan menghampiri Sakura dan Hinata, dan setelah sampai, Pria itupun menyapa dengan Suara Khasnya,
"Hai Sakura Hime," sapa Pria tersebut.
"S-s-s-s-s-s-s-s-s-s" Sakura tidak sanggup lagi membalas kata-kata pria tersebut karna masih Syok dan akhirnya pingsan.
"Sasuke? apa ini kau?" tanya Hinata yang masih tidak percaya akan penglihatannya dan tidak sadar bahwa Sakura sudah terkapar disebelahnya.
Bersambung…
Bagaimana minna san? pendekkah? menarikkah? ataukah bagaimana menurut anda?
Oh ya, Untuk para readers yang menjawab dengan benar pertanyaan di Chap sebelumnya, akan saya beri hadiah, yaitu Foto SasuSaku dan NaruHina yang sudah menikah yang foto bareng, mengenakan pakaian ala Eropa, dan kira-kira umur mereka sudah 30 tahunan keatas. dijamin foto ini langka, bagi yang mau, silahkan masukan alamat email atau nama facebook di PM saya, nanti akan saya Tag kalian. ok.
Sekian bacotnya.
Review Please?
