SNOWDROP
Author : Rainy Heart
Length : Series
Rated : T to M
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And other suju member
Pairing : KYUMIN and Other Pair
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themself. But Sungmin punyaku #plak#
Genre : Romance / Drama / agak limun dikit #kekekeke
Warning : Many Typos, Gag pakek EYD yang baek n bener, bahasa acak-acakan, alur ngebosenin.
Summarry : "aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran"
Mianhe jika bahasanya belibet, rencananya mw bikin yang romantis gitu tapi,
YESUNGdahlah mw diapain lagi.
Bacanya pelan aja ya, gag sah ngebut ntar kena tilang Author okeh#plak#
Happy Reading
Previous Chapter 1
Apa-apaan Umma seenaknya saja menyuruhku inilah, itulah. Ah, Umma selalu saja memaksaku seenaknya. Aku mencoba tidur, ' Punggungku sakit semua dan kepalaku' aku meraba dahiku.
'Eh, kenapa bayangan itu muncul ?'
Aku membayangkan tubuh seksi Sungmin yang putih itu. Aish, tubuhnya benar-benar putih, lehernya, dadanya yang agak berisi itu, perutnya dan ahhhh ! "Tidak – tidak " Aku mencoba menggelengkan kepalaku membuang bayangan itu.
Mencoba kembali menutup mataku, dan 'Aish aku akui aku menyukainya sekarang, tubuh itu terus saja berjalan-jalan memutari otakku. Aku rasa aku sudah gila. Tapi, dia itu begitu seksi dan rasanya aku ingin memakannya.
"Mwo ?"
Aku merasa celanaku menyempit, 'Aish, kenapa aku jadi begini ?'
oooSNOWDROPooo
Chapter 2
Sungmin tengah menikmati tidurnya malam itu. Wajahnya begitu cantik dan tenang. Bunga Snowdrop yang ada di luar kamarnya memancarkan cahaya dan pintu balkon itu terbuka. Dua cahaya keluar dari dalam bunga dan masuk ke kamar Sungmin. Cahaya biru dan pink terbang mengelilingi Sungmin.
Cahaya biru berhenti di pipi Sungmin dan menatap cahaya pink "Wookie baby, apa rencanamu ?" Cahaya Pink masih terbang memutar di atas wajah Sungmin "Hah, aku pikir tuan muda Cho itu orang yang baik. Tapi lihatlah dia tadi siang, dia menjatuhkan aku dan menendangku dengan kakinya. Dia itu sungguh menyebalkan."
"Tapi kelihatannya Minnie menyukainya. " Cahaya Biru itu duduk di pipi Sungmin terlihat berpikir keras. "Chagi, bagaimana kalau kita buat tuan muda yang sombong itu mencintai Minnie dan mengakuinya. Aku rasa itu jalan satu-satunya."
"Yesung hyung, kau lihat sendiri kan ? Dia itu gengsinya sangat tinggi dan juga suka marah-marah. Sepertinya sangat sulit melakukannya. Apalagi Minnie itu namja" cahaya pink itu berjalan kesana kemari diatas dahi Sungmin.
Yesung berdiri dan menatap Wookie "Akh, aku akan ke kamar namja menyebalkan itu. Dan kau mengatasi Sungmin. Biar bagaimanapun, aku ingin Sungmin hidup bahagia"
"Memang apa yang ingin kau lakukan Yesung Hyung ?" Cahaya biru mendekati cahaya pink dan berbisik padanya. Cahaya pink mengangguk-angguk mengerti dengan rencana hyungnya "Arraseo"
Cahaya Biru yang bernama Yesung itu menembus pintu menuju kamar Kyu. Cahaya Pink bernama Wookie terus memandangi Sungmin. Dia memainkan tongkatnya dan memutarnya di wajah Sungmin. "Simsalabim Abrakadabra !"
Wookie memainkan tongkatnya, ia tersenyum penuh kebanggaan dan kemudian pergi kembali ke bunganya. Entah apa yang ia perbuat dengan Sungmin.
Yesung yang berada di kamar Kyu mengernyitkan dahinya terheran dengan kondisi kamar Kyu. "Hiii, kamar ini menyeramkan. Kenapa dindingnya berwarna gelap begini, dan juga ini apa ?" Yesung mendekati PSP Kyu dan menusuknya dengan tongkatnya.
"Aish, benda ini akan mengalihkan perhatian Kyu pada Sungmin" Yesung memutar tongkatnya pada PSP Kyu dan mengucapkan mantranya, setelah itu ia tersenyum puas. Yesung mendekati wajah Kyu dan terbang diatasnya.
"Aish, manusia ini menyeramkan sekali. Kenapa wajahnya seperti peri hitam yang menakutkan ? Sim salabim abra kadabra !" Yesung memutar tongkatnya dan mengucapkan mantranya.
"Akh, besok tinggal menonton pertunjukannya. Aku tidur dulu akh" Yesung merebahkan dirinya diatas PSP Kyu.
oooSNOWDROPooo
"Huah, " Sungmin menguap bangun dari tidurnya. Ia langsung menatap jam weker disisi kasurnya "Mwo ?" Sungmin langsung terlonjak dan kabur ke kamar mandi. Dia terlambat, sepuluh menit lagi bel masuk sekolah. Ia segera memakai seragamnya dan turun kelantai bawah. Disana Kyu sudah menunggunya memajang muka sebalnya karena terlalu lama menuggu Sungmin.
"Minahe" Sungmin membungkuk dan duduk di meja makan. "Gwenchana Minnie-ah, kau tidak akan dimarahi jika berangkat bersama Kyu. " Heecul mencoba menenangkan Sungmin.
"Mwo ?" Sungmin terheran dan menatap Heechul. Teukki hanya tersenyum pada putranya dan membuatkan roti selai serta susu untuk Sungmin. "Makanlah sarapanmu chagi, tidak usah buru – buru"
"Tapi Umma, aku sudah terlambat. Kyu, ayo berangkat " Sungmin berdiri dari bangkunya bersiap untuk berangkat.
"Tidak, makan saja dulu Minnie. Aku kan sudah bilang kalau kau tidak akan dimarahi jika berangkat bersama Kyu. Appa Kyu salah satu dewan direksi di sekolah itu dan juga penyumbang dana terbesar untuk operasionalnya. Jadi tenang saja." Heechul memegang bahu Sungmin dan mendudukannya lagi dikursinya.
"Umma " Sungmin menatap Teukki. "Sudah makan saja chagi, Kyu juga tidak akan keberatan menunggumu." Sungmin menghela nafas leganya. "Arraseo"
Sungmin memakan sarapannya sambil mencuri pandang menatap Kyu yang sibuk memainkan PSPnya. Sebenarnya ada yang aneh dengan PSP itu hingga Kyu terus saja hanya menatapnya. Sama sekali tak mempedulikan keterlambatan mereka ataupun mempedulikan Sungmin yang tengah menatapnya.
Teukki dan Heechul menatap kedua putranya dengan senyuman kemenangan. "Teukki-ah, lihatlah bukankah mereka cocok sekali ?" Teukki mengangguk dan tersenyum. "Aish, aku senang sekali Minnie akan menjadi menantuku."
Cho Kyuhyun POV
Aku bangun tidur dan langsung bersiap, kulihat kamarnya masih tertutup. Dasar anak pemalas, sudah siang belum bangun juga. Aku turun ke lantai bawah dan langsung menuju meja makan. Kulihat Appa sudah bersiap akan berangkat. Membawa koper pula. "Appa, pagi sekali sudah mau berangkat ?"
"Nde Kyu, Appa harus pergi ke China selama seminggu atau bisa lebih. Appa harus menyelesaikan semua pekerjaan disana, setelah itu baru mengurus pernikahanmu"
"Mwo ?"
'Baiklah, rasanya aku harus benar-benar melakukan pembelaan atas kesemena-menaan Umma. Seenaknya saja Umma menikahkan aku,' kembali aku menatap Appaku yang malah tersenyum padaku. Aish Umma dan Appa sama saja."Kenapa Kyu ?"
"Aku menikah, begitu maksud Appa ? Menikah dengan Minnie, begitu ?"
"Nde Kyunnie sayang , kau akan menikah dengan Minnie chagi 2 minggu lagi." Umma menatapku dengan mata tajamnya dan seringaian yang begitu mengerikan.
"Umma, mengapa kau selalu seenaknya sendiri sih ? Apa tak bisa kau menanyakannya dulu padaku Umma ?"
"Diam saja kau bocah, yang penting kau menikah titik tidak ada pembantahan atau aku hanguskan semua barang-barang tak berguna itu, termasuk yang ada ditanganmu sekarang juga"
Aku menyembunyikan PSPku yang sedari tadi aku genggam. "Umma, kenapa kau jahat sekali padaku" Aku berusaha merajuk dan menatap Teukki Ahjumma. "Ahjumma, tolonglah bicara dengan Umma, bujuklah dia Ahjumma. Aku ini masih bersekolah dan belum waktunya menikah"
"Ahjuma –Ahjuma, panggil dia Teukki Umma. Dia kan Ummanya Minnie jadi dia juga Ummamu, arra ?" Kembali Umma menatapku dan terus saja menatapku dengan matanya yang seakan mau keluar itu. "Ayo minta maaf padanya. " Umma benar-benar menakutkan.
Aku menatap Appa dengan mata memohonku, "Appa, bujuklah Umma Appa ?" Namun yang aku dapatkan "Kyu, turuti saja Ummamu, kau tahu kan dia itu seperti apa ?"Appa berdiri dan mengusap kepalaku. "Sabar ya Chagi"
"Heenim sayang, aku pergi dulu ya. Jaga dirimu baik-baik." Hangeng mencium kening istrinya. "Hah, kau ini selalu saja pergi kemana-mana. Sepertinya aku ini janda yang tak punya suami. Mengapa nasibku buruk begini ?" Umma mengeluh, hah rasanya kasihan sekali melihat Umma seperti itu. Appa selalu saja sibuk pergi kesana kemari.
"Heenim, jangan berkata begitu. Aku ini kan bekerja, tidak melakukan hal lain. Bagaimana kalau sehabis natal kita berlibur ? Aku akan mengatur waktuku untukmu dan juga keluarga kita. Bagaimana ?"
"Hah, terserah kau sajalah. Sudah sana pergi, membuat moodku rusak saja. Jangan lupa bawakan aku oleh-oleh" Umma mengusir Appa. Yah, biar bagaimanapun memang Umma itu kejam. Dengan Appa saja Umma bisa bersikap begitu.
"Arrasseo chagi, saranghae." Appa mencium bibir Umma. Kemudian tersenyum pada Teukki Ahjumma. "Teukki tolong temani dan jaga istriku yang sangat cantik ini."
"Nde, Tuan Cho." Appa pergi meninggalkan kami. Hah, sejujurnya aku rindu Appa yang selalu ada untuk kami. Mengapa Appa semakin kaya tapi semakin tak terlihat ? Seperti presiden saja, jika ingin bertemu Appa harus atur jadwal dulu lah, harus buat janji dulu lah. Ini lah itu lah. 'Hah, payah.'
"Arrasseo Kyu ? Kau belum menjawab dan melakukan perintah Umma" Umma kembali menatapku. Hah, aku rasa inilah akhir dari seorang Cho Kyuhyun yang sangat tampan dan berkharisma ini. "Arraseo Umma." Aku menatap Teukki Umma. "Teukki Umma, mianhe aku tidak sopan tadi."
"Gwenchana Kyunie, lanjutkan saja sarapanmu chagi" Teukki Umma tersenyum padaku. Aish dia cantik sekali. Sesungguhnya aku senang mempunyai Umma seperti dia, orangnya cantik dan juga sangat lembut dan sayang padaku. Yang aku tidak suka, aku harus menikahi Minnie Hyung.
Oh ayolah, aku ini namja tampan yang bisa mendapatkan yeoja manapun. Tapi mengapa aku harus menuruti kegilaan Umma dan menikahinya? Ckckckckck , dunia ini benar-benar sudah diambang batas. Aku memakan sarapanku dengan malas, ini sudah hampir bel sekolah kenapa dia belum bangun juga.
"Umma, haruskah aku menunggu Minnie Hyung ? Dia lama sekali Umma, mungkin saja dia belum bangun." Aku mencoba mengajak Umma bicara baik-baik, aku tak mau berangkat dengan Minnie Hyung. Apa kata dunia nanti ?
Tapi yang aku dapatkan lagi-lagi tatapan menakutkan dari Umma. "Kau ini, masih sayang dengan game bodohmu itu tidak ?" Hah, lagi-lagi seperti ini. "Arraseo" aku kembali menyandarkan tubuhku yang seksi ini pada kursiku. Aku menatap Teukki Umma yang tengah menatapku dengan tatapan lembutnya.
"Gwenchana Teukki Umma, tak usah khawatir. Umma memang begitu selalu seenaknya sendiri." Aku sangat kesal pada Umma dan tanpa terasa aku baru saja mengatai Umma.
"Kyunnie !" Umma membentakku dan mengepalkan tangannya.
"Arra Umma, mianhe " Aku melindungi PSP ku tercinta dari ledakan kemarahan Umma. Bisa saja dia membanting PSPku ini dan tamatlah riwayat benda kesayanganku. Daripada aku mati bosan menunggunya lebih baik aku memainkan PSP ku.
"Mwo?" Aku sedikit terkejut dengan layar di PSP ku. 'Apa PSPku rusak ya ?' Aku mencoba mengocok PSP hitam kesayanganku. Tapi tetap saja gambarnya tidak berubah. 'Oke, aku matikan dan hidupkan lagi saja' Aku mencoba mematikannya dan mengidupkannya lagi.
'Hah, kurasa memang hari ini adalah hari terberatku'. PSP tercintaku saja sudah berani menggodaku seperti ini. Aku akan segera menjadi gila sekarang, bagaimana tidak ? Bukan game kesayanganku yang muncul tapi malah gambar Sungmin Hyung dengan pose-pose menggodanya yang terus menghiasi PSP ku.
Oke, akan ku coba lagi. Mungkin saja memang PSPku ini tadi sedang error. Aku mematikan dan menghidupkannya lagi, tapi yang keluar malah gambar yang lebih-ehhmm- dari gambar yang tadi.
Aku hanya bisa menelan salivaku dan rasanya tubuhku memanas saat ini, gambar itu telah membuatku gila. Aku terus memperhatikan gambar itu. 'Omona, dia seksi sekali. Kekekekeke'
Tapi memang tak kusangkali, aku suka menatap tubuhnya yang, 'Wuiihhhh, seksoy berat ' membuatku jantungan.'Huahahahaha !'
Cho Kyuhyun POV end
oooSNOWDROPooo
"Kyu, ayo berangkat !" Sungmin mengajak Kyu berangkat sekolah. Ini sudah tiga puluh menit mereka terlambat dan akan lebih terlambat lagi karena Kyu masih asyik menatap PSPnya dan tersenyum gaje sendiri. Sungmin sudah sangat gelisah menatap Kyu yang masih sibuk dengan PSPnya.
"Kyu, ayo berangkat. Aish... !" Sungmin merebut PSP Kyu.
"Kya, kenapa kau mengambil PSP ku ? Kembalikan !" Kyu merebut PSPnya kembali dan menatap Sungmin. Sesaat mereka saling menatap. Tak mempedulikan kedua Umma mereka tengah berdehem ria mencoba menyadarkan mereka, tetap saja mereka masih asyik saling menatap.
'Omona, kenapa dia terlihat lebih cantik hari ini ? Ah pipinya merah sekali, cantik. Dan bibir itu aku ... rasanya aku ingin memakannya' Kyu terus membatin merasakan sesuatu yang benar-benar membuatnya panas menjalar keseluruh tubuhnya.
'Aigo, kenapa aku jadi begini ?' Sungmin menatap Kyu dan menjilat bibir atasnya seakan dia sedang menggoda Kyu. 'Akh, dia tampan sekali. Aku tak tahan '
"Kya, kalian berdua !" Teriakan Heechul sukses membuyarkan acara tatap menatap itu. Kyu langsung saja salting dan menarik Sungmin mengikutinya. "Umma, Teukki Umma aku berangkat." Sungmin mengikuti Kyu berjalan dibelakangnya. "Umma, Heechul Umma, kami berangkat"
Seperti biasa, Kyu memasukkan Sungmin di jok sebelah kemudi dan menutup pintunya. Ia kemudian berlari ke jok kemudinya mendudukkan dirinya dan menutup pintu mobilnya.
Klik
Ia mengunci semua pintunya. Rasa penasaran Kyu membuatnya tak kunjung menjalankan mobil itu. Kyu merasakan tubuhnya hari ini benar-benar aneh. Ia kembali menatap Sungmin yang tengah menyembunyikan wajahnya.
Cho Kyuhyun POV
Aduh, ini benar-benar menjalankan mobilku keluar rumahku, setelah agak jauh aku menghentikannya. Kulihat dia menatapku dengan wajah yang kebingungan, akh biarkan saja. "Kita tidak akan sekolah hari ini "
"Mwo ? Tapi Kyunie, aku tidak mau membolos sekolah. Ayolah Kyunie, kita berangkat sekolah nde ?" Sungmin merengek manja padaku, aku rasa hari ini memang ada yang aneh dengannya dan aku juga merasa kalau aku mungkin saja sedang sakit hari ini.'Eh Kyunie, ah baiklah dia memanggilku begitu manis. Padahal biasanya dia memanggilku Tuan Muda Cho.'
Akh, aku tidak boleh menjatuhkan harga diriku. "Andwe, kita tidak akan sekolah. Kita akan pergi kesuatu tempat." Aku kembali menjalankan mobilku menuju rumah Sungmin.
"Kenapa kita kerumahku ? " dia bertanya dengan mata foxy yang cantik itu terus menatapku. Dengan susah payah aku menelan salivaku. "Itu karena kita tidak akan sekolah hari ini, dan seharian akan disini. Apa kau tidak rindu pada rumahmu ?"
"Tentu saja aku rindu rumahku, aku rindu kamarku juga. Meski baru satu malam tidak tidur di kamarku, aku sangat rindu dengan kamarku. " Aku menyeret Sungmin keluar dari mobil dan mengetuk rumah Sungmin Hyung.
Ahjussi penjaga rumah memandangku heran. "Tuan Muda Cho, Tuan Muda Lee" Ahjussi membungkuk pada kami. "Gwenchanayo Tuan muda ? Mengapa datang kemari ?"
"Gwenchana Ahjussi, aku membolos hari ini dan Minnie Hyung ingin pulang kerumahnya sebentar. Kau pulanglah dulu nanti aku akan menelfonmu jika kami ingin pulang"
"Arrasseo Tuan Muda, kalau begitu aku pulang dulu." Ahjussi masuk kembali kedalam rumahnya sepertinya mengambil mantelnya. Ia kembali membungkukkan badannya dan melangkah meninggalkan kami.
Setelah Ahjussi itu benar-benar pergi, aku masuk kedalam rumah dan menyeret Minnie Hyung dibelakangku. Aku mendudukkannya di ruang tamu dan aku duduk di lantai menatapnya. Aku merasa seluruh tubuhku panas. Lihatlah betapa ia sangat menggoda hari ini.
Aku mendekatinya, menatap wajah cantiknya. Dia terus menundukkan wajahnya. Wajahnya tengah memerah, sampai ketelinganya. Kurasa dia mungkin kedinginan. Tapi salju tidak turun pagi ini, jadi mungkin saja dia ... ? Kekekeke. Aku sungguh ingin tertawa terus hari ini.
"Kyu, aku mau ke kamarku" Sungmin Hyung beranjak meninggalkanku dan naik kelantai atas, ke kamarnya. Aku mendudukkan diriku di sofa itu, mencoba untuk tidur. Aku rasa hari ini aku benar-benar aneh. Mengapa aku jadi begini ?
Hah gara-gara PSP aneh ini, aku terus membayangkan yang tidak-tidak. 'Oh ayolah, kumohon hilanglah dari pikiranku' Aku terus melihat bayangan Sungmin Hyung dengan tubuh seksinya hanya memakai boxer saja berputar-putar dipikiranku. Rasanya aku siap menelannya sekarang juga.
"Aish, ini tidak boleh " Aku mencoba untuk tidur dan menenangkan diriku.
Cho Kyuhyun POV end
Lee Sungmin POV
Kyu terus menatapku. Kurasa hari ini memang ada yang salah denganku, mengapa aku terus berdebar saat Kyu ada didekatku ? Aish, mengapa juga aku jadi begini ? Rasanya aku ingin sekali menggodanya, aku memang menyukainya tapi sebelumnya tidak begini.
"Kyu, aku mau ke kamarku" Aku berusaha sedatar mungkin hari ini. Aku tak mau mempermalukan diriku sendiri, tapi aish mengapa Kyu hari ini sangat tampan. Aku berhenti didepan pintuku dan menatapnya yang sedang tiduran disofa.
Benarkah ia tertidur ? Wajahnya tampan sekali dan juga seksi, bibirnya menggoda. 'Ah, tidak-tidak. Sungmin sadarlah apa yang kau pikirkan hah ?' Aku terus mencoba membuang pikiranku. Rasanya aku memang butuh ekstra tidur untuk menormalkan otakku kembali.
Aku masuk kekamarku mencoba tidur kembali. Ya, aku butuh tidur untuk menghilangkan bayangan Kyu dengan wajah tampannya, dan bibirnya yang sangat menggoda itu. Aish, aku mulai memikirkan yang tidak-tidak. 'Baiklah Sungmin, tidur saja. Berhenti memikirkan hal yang aneh-aneh.'
'Hah, kenapa aku tidak bisa tidur.' Aku terus saja berguling kesana kemari. Aku merasa gelisah dan jantungku terus berdebar. Aku melepaskan dasi sekolahku yang terasa mencekik leherku dan duduk ditepi kasur mungilku. Melepaskan ikat pinggangku yang membuat dadaku terasa sesak.
"Aish, ada apa denganku sih ?" Aku rasa aku butuh minum sesuatu sekarang, padahal ini musim dingin tapi tubuhku terasa panas. Aku keluar dari kamarku dan melangkahkan kakiku ke dapur, berharap ada sebotol air tersisa di kulkas kami. Kurasa Umma masih menyisakan banyak minuman dan makanan juga didalam sana.
Aku menuruni tangga dan melangkah dengan pelan, sengaja aku tak memakai sandal rumah bunnyku karena memang sekarang sandal itu sudah terbang dan ada dirumah Kyu. Akh, aku harus bertelanjang kaki di hari yang dingin ini. Untung saja salju tidak turun pagi ini.
Aku berhenti menemukan sosok yang sedang tertidur sangat tenang. Aku melihat PSP itu masih digenggamannya. Aku sangat penasaran mengapa dia suka sekali memainkan benda hitam ini. Pelan-pelan aku mengambil PSP itu dan ... dapat. Aku membawanya kedapur dan mendudukkan diriku di kursi meja makan.
Aku mencari tombol untuk menhidupkan PSP ini. Akh, ketemu. Aku menghidupkan PSP itu dan 'Tada'
"Akh !" Aku begitu terkejut ketika melihat gambar dilayar itu.
Aku langsung menjauhkan PSP hitam yang aneh itu. Bagaimana tidak gambarnya disana sangat amat tidak layak untuk dilihat. Oke, seharusnya PSP itu berisi game bukan gambar aneh begini dan lagipula secanggih-canggihnya PSP, darimana dia mendapat fotoku dengan pose seperti ini ? Mendownload ? Akh memangnya aku artis apa ?
"Aish, pantas saja tadi pagi dia terus menatap PSP bodoh ini." Ternyata dia menatap gambarku dengan pose yang sangat menggoda begini. Tapi aku tak pernah berfoto seperti ini. Oke, aku menarik dalam nafasku dan mencoba menatap PSP itu lagi, dan 'Tada'
"Ahni !"
"Hah, kenapa gambar begini yang keluar. Aish kurasa PSP ini sudah rusak." Tapi entah mengapa aku ingin melihatnya lagi. Oh ayolah, Kyu yang topless itu sungguh seksi. Aku terus menatap semua gambar Kyu yang ada di PSP itu. Aku akui dia itu sangat seksi dan menggoda.
Lee Sungmin POV end
oooSNOWDROPooo
Sungmin terus menatap layar PSP itu, tak merasakan jika dibelakangnya ada iblis yang tengah menyeringai dan siap menerkamnya. Sungmin terus menatap foto Kyu dengan kaos tipis berwarna putih dan tubuhnya yang basah berkeringat.
"Manly dan sexy, tampan sekali" Sungmin menggumam menatap foto itu.
"Aku memang tampan Hyung, tapi apa kau tak salah menatap fotoku begitu ?" Kyu sedang berdiri dibelakang Sungmin, namun Sungmin seperti tidak terganggu atau malah menganggap suara Kyu itu hanya bisikan lalu.
"Ahni, aku tak salah. Kau memang tampan Kyu, sangat manly dan sexy. Hah rasanya aku benar – benar panas saat ini" Sungmin menjawab pertanyaan Kyu dan mengibas-ibaskan tangannya dilehernya, tanpa melihat ataupun peduli Kyu tengah berdiri dibelakangnya.
Kyu semakin tergoda untuk meledek Sungmin. Ia tertawa dalam hatinya mendengar pengakuan sungmin. "Apa perlu aku dinginkan Hyung ? "
"Ahni, tidak usah. Tidak perlu mendinginkan aku, lagi pula ini musim salju jadi udara memang dingin dan aku membutuhkan udara yang panas." Sungmin terus menjawab dan kembali menatap gambar Kyu. Kini ia tengah menatap gambar Kyu yang topless dengan jeans pendek berwarna putihnya. Abs-nya yang sudah agak terbentuk dan aliran keringat yang menghiasi tubuh Kyu membuat gambar itu terlihat semakin panas.
"Akh hyung, lihatlah. Aku tampan dan panas bukan. Sexy and too hot for you"
"Ahni Kyu, ini tidak panas. Tapi ini sangat menggoda, akh kurasa aku sudah gila sekarang."
Kyu tertawa menyeringai, 'Ya, ada untungnya juga PSP ku menjadi aneh begitu. ' Kyu meniup telinga Sungmin dan sedikit menjilatnya.
"Ish, geli " Sungmin hanya menggerakkan bahunya sebentar dan kembali berkonsentrasi melihat foto Kyu. Kyu yang memang sedang pervert mode on itu langsung saja menjilat kembali telinga Sungmin dan memainkan lidahnya.
"Akhh, Kyuhhh" tak terasa Sungmin mendesah. Kyu menghentikan aksinya dan tertawa tertahan dibelakang Sungmin.
Lee Sungmin POV
Aku merasa ada yang menjilat telingaku. 'Akh, rasanya geli sekali seperti ada kupu-kupu yang terbang memutar diperutku' Aku tak tahan lagi rasanya aku ingin mendesah. "Akhh, Kyuhhh."
'Eh, tunggu sebentar. Kenapa jilatan itu rasanya nyata sekali ?' Aku meletakkan PSP itu di meja dan mencoba meraba telingaku, rasanya rumahku juga tak berhantu jadi mana mungkin ada hantu yang menjilat telingaku.
"Eh, telingaku basah" Aku susah payah menelan salivaku. 'Oh Tuhan, kumohon aku sangat takut dengan hantu. Baiklah Sungmin beranikan dirimu' Dengan perlahan aku menengok kebelakangku.
"Kya ! " Kulihat wajah itu sedang menyeringai menatapku. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku, rasanya aku ingin pingsan saat ini juga.
"Buahahahahha ...!"Oh dia tertawa sekarang, aku benar-benar telah mempermalukan diriku sendiri.
"Diam kau namja mesum ! Kenapa tertawa ? Tidak ada yang lucu tau ?"
"Hyung, kau ini lucu sekali. Lihatlah wajahmu Hyung ! Buahahaha !" terus saja menertawakanku begitu. Habis mau dibagaimanakan lagi wajahku ini. Aku sudah malu setengah mati. Aku menatapnya dengan tatapan tajamku. Baiklah, kali ini aku kalah darinya.
Aku terus menatapnya tajam, akhirnya dia berhenti tertawa. Hah, aku sangat malu. Kenapa juga tadi aku harus mendesah ? MEMALUKAN !
"Hyung, apa aku terlihat sexy ? Manly dan juga menggoda ?" Aish, dia mulai menggodaku.
"Tuan Muda, jangan menggodaku. Aku tadi, emmm ... itu tadi ya cuma salah paham."
"Salah paham apa ? Kau itu tadi menatap gambarku dengan tatapan laparmu yang terlihat jelas, kau bilang salah paham ? Ayolah akui saja kalau kau suka padaku, ya 'kan ?"
"Hei yang benar saja, kau mengada-ada tuan muda. Lagi pula kau juga tadi menjilat telingaku dan menggodaku, akui saja kau menyukaiku 'kan ? " Aku mendorong dan memojokkannya hingga menabrak kulkasku.
"Kau pikir aku tak tahu kalau sebenarnya tadi pagi yang kau lihat di PSP bodohmu itu bukan gamemu tapi fotoku dengan pose-pose yang –ehhem- itu, ya 'kan ? "
"Tapi kau juga suka kan saat aku jilat tadi. 'Akhh, Kyuhhh' " Dia mengejekku dan menirukan lenguhanku. 'Aish paboya Sungmin'
"Itu karena kau seenaknya menggodaku. Ah sudahlah hentikan. Jangan sekali-kali berani melakukan itu lagi padaku, awas saja aku ini pemegang sabuk hitam taekwondo dan bisa ku pastikan kau babak belur ditanganku"
"Coba saja kalau berani, nanti juga kau yang akan dimarahi Umma dan Teukki Umma"
Dia memanggil Umma seenaknya saja, dasar Tuan Muda yang manja dan menyebalkan "Heh, siapa suruh kau memanggil Ummaku begitu ? Dia itu Ummaku dan bukan Ummamu"
"Kau juga, siapa suruh memanggil Ummaku dengan Heechul Umma ? Dia itu Ummaku dan bukan Ummamu"
"Aish, itu karena Ummamu yang menyuruh tau ?"
"Aku memanggil Teukki Umma juga karena Ummaku yang menyuruh. Jadi kalau mau protes, protes saja sana dengan Ummaku jangan memarahiku. Hah kau ini namja menyebalkan. Sedikit-sedikit mengancam mau memukuliku"
"Ya ! Karena kau itu sangat menyebalkan. Dasar kau anak manja !"
"Heh, siapa yang kau sebut anak manja ?" Dia memelototiku dengan mata tajamnya, aish aku akui dia sangat tampan dan juga sexy. Hah, aku tak kan kuat kalau hanya berdua terus dengannya.
"Aish sudahlah. Menyingkir kau aku mau ambil minum " Aku mendorongnya menyingkir dari pintu kulkas.
Hatchiii
"Mwo ?" Aku menatapnya tengah mengusap hidungnya yang memerah. Hah, dia ini lemah sekali.
Hatchii !
"Ya kau anak manja, baru segitu saja sudah bersin-bersin. Kau ini lemah sekali." Aku memasak air hangat dan mencari cadburry coklatku, mungkin saja masih ada.
"Kau duduk saja, dasar tuan muda manja. Sebentar saja kena angin dingin langsung bersin-bersin"
"Kau pikir karena siapa aku bersin begini ? Kau tak lihat apa, rumahmu ini tak ada penghangat ruangannya. Lagipula aku hanya memakai jas sekolahku dan kakiku ini kedinginan dari tadi. Kau sungguh tak berperasaan."
"Diamlah kau bocah, ini juga sedang kubuatkan coklat panas. Hmmm ... Cadburry hot chocolate nikmat" Aku menghirup wangi coklat yang sangat menggoda. "Ini, anak manja. Begitu saja sudah bersin-bersin"
"Aku itdak manja tau, kalau aku bersin itu juga bukan mauku."
"Aishh, sudahlah diam. Minum saja tak usah berisik." Aku meniup coklat panasku, akh rasanya enak sekali. Entah mengapa perasaanku tak nyaman, sepertinya ada yang memperhatikan aku.
Lee Sungmin POV end
oooSNOWDROPooo
Cho Kyuhyun POV
Aku terus menatapnya, aish bibir itu kenapa sangat menggoda ? Akh bibir yang merah dan pipinya yang merona. Apakah aku baru sadar? Dia itu CANTIK. Cho Kyuhyun, akuilah kekalahanmu sekarang. Kau jatuh cinta dengan namja galak seperti dia.
"Waeyo ? Kenapa menatapku seperti itu ?" Dia bertanya padaku, dan rasanya aku sedang tak ingin menjawabnya. Hmmm pemandangan yang indah.
"Kya ! Tuan Muda Cho ! Apa yang kau lihat hah ?"
"Aish, kau ini berisik sekali sih ? Diam bisa tidak ? Aku ini calon suamimu kenapa membentaku kasar begitu ? Mau aku adukan pada Umma dan Teukki Umma ?"
"Dasar kau anak manja, sebentar-sebentar mengadu." Dia mengerucutkan bibirnya. Hah, ku akui bibir merah itu benar-benar menggoda. Aku ingin menciumnya, sekali saja tidak apa-apa kan ?
Lagipula dalam perjanjian itu jika aku ingin dia melayaniku, dia harus mau 'kan ?. 'Huahahahaha, jadi dia tidak akan menolaknya 'kan ?' Aish baiklah, Cho Kyuhyun tunjukkan kalau disini kau yang berkuasa.
Aku mendekatinya dan duduk disampingnya. "Mwo ?" Dia menatapku, bibirnya yang mengerucut itu, matanya, pipinya. 'Omona ! Aku gemas sekali !'
"Memangnya tidak boleh duduk disini ?"
"Ya boleh, silahkan saja tapi jangan menggangguku. Diam saja disitu dan jangan macam-macam"
"Memangnya kau pikir aku mau berbuat apa ? Kau lihat dirimu itu, lagi pula kau ini namja. Mana mungkin aku tertarik dengan namja sepertimu."
"Heh, tak usah berpura-pura. Dari tadi juga kau selalu menatapku dengan mata laparmu itu. Hah, bilang saja kau menyukaiku." Aku terdiam, baiklah kali ini dia benar. Tapi apa kata dunia jika Tuan Muda Cho yang tampan dan berkharisma ini mengakui kalau aku jatuh cinta pada namja galak seperti dia.
"Hah, terserah kau sajalah. Aku hanya ingin duduk disini, dan ingat poin perjanjian kita. Kau akan melayaniku jika aku ingin kau melayaniku. Tidak boleh menolak dan menghindar."
"Terserah kau sajalah. Berisik !"
Yah, beraninya dia meremehkan aku. Baiklah Cho Kyuhyun tunjukkan kekuasaanmu sekarang juga. Aku berdiri dan menyeretnya ke sofa. "Duduklah disini dengan benar dan diam saja"
"Hei, apa yang akan kau lakukan padaku ?"
"Aku bilang diam, jangan banyak bertanya" Aku kembali kemeja dapur dan mengambil coklatku yang sudah agak dingin. "Emmm, coklatku sudah hangat. Rasanya enak sekali." Aku menjilat bibir atasku. Kulihat dia menatapku dengan wajah ketakutannya. Baiklah Lee Sungmin, kali ini kau akan jatuh dikekuasaanku. Kekekekeke.#Ketawa Evil#
Aku mendorongnya hingga tubuh bagian atasnya tertidur disofa. "Apa yang akan kau lakukan Tuan Muda?" Kulihat matanya sudah ketakutan, aish biarkan sajalah. Aku membuka satu persatu kancing seragamnya. Tentu saja dengan susah payah. Dia itu menghalangi tanganku untuk membukanya.
"Lee Sungmin, hentikan mengganggu kesenanganku atau akan kuadukan pada Umma !" Akhirnya dia membiarkan aku membuka jas dan kemejanya, aish lihatlah dada putih itu. Aku menjilat bibirku yang terasa kering, sungguh pemandangan indah didepanku membuatku panas dicuaca yang dingin ini.
Cho Kyuhyun POV end
Lee Sungmin POV
Ia berdiri dan menyeretku ke sofa. "Duduklah disini dengan benar dan diam saja" Aish, apa haknya membentakku begitu. "Hei, apa yang akan kau lakukan padaku ?"
"Aku bilang diam, jangan banyak bertanya" Ku lihat dia kembali kemeja dapur dan mengambil coklatnya. "Emmm, coklatku sudah hangat. Rasanya enak sekali." Dia menjilat bibir atasnya.
Degh ...
.
Degh...
.
Kurasa jantungku akan keluar sebentar lagi. Aku begitu takut melihatnya, apa yang akan dia lakukan padaku.' Ish, seenaknya saja dia mendorongku ' Hah ! Gara- gara perjanjian bodoh itu aku tak bisa melawannya.
Ia mencoba membuka kancing jas dan kemeja seragamku "Apa yang akan kau lakukan Tuan Muda?" Aku berusaha menghalangi tangan nakalnya yang bergreliya mencoba membuka semua kancing bajuku.
"Lee Sungmin, hentikan mengganggu kesenanganku atau akan kuadukan pada Umma !" Akh, menyebalkan. Dia itu selalu saja mengancamku dengan mengadukanku pada Umma. Akhirnya seorang Lee Sungmin harus menyerah kalah pada namja mesum ini. Aku sungguh menyesal pernah menyukainya, tak kusangka dia begitu mesum dan seenaknya sendiri.
"Hei, apa yang kau lakukan Tuan Muda ? Hentikan !" Tapi dia tidak menghentikan tindakannya dia sungguh gila.
Lee Sungmin POV end
oooSNOWDROPooo
Kyu mencoba menumpahkan sedikit demi sedikit coklatnya di tubuh Sungmin. "Hei, apa yang kau lakukan Tuan Muda ? Hentikan !" Tapi Kyu tak menghentikan kegiatannya. Dia terus menumpahkan coklat kental itu di tubuh Sungmin.
Dia meletakkan cangkir itu diatas meja dan menatap Sungmin dengan mata tajamnya. "Diamlah, dan nikmati permainanku." Ia menyeringai menakutkan. Kyu mencengkeram kedua tangan Sungmin dan mulai melakukan pekerjaannya.
Ia menjilati coklat kental yang meleleh di tubuh Sungmin, membersihkannya dan terus menjilat dengan pelan dan lembut. Sungmin susah payah menggigit bibirnya untuk menahan lenguhannya. Ia merasakan tubuhnya menegang seperti ada aliran listrik yang menjalar diseluruh darahnya.
Kyu membersihkan coklat panas yang menjalar diseluruh dada Sungmin. Ia menemukan titik merah yang agak menegang dan dengan jahilnya ia memainkan lidahnya disana. "Akkhhhh Kyuuu " Sungmin tak tahan lagi untuk tidak mendesah, tubuhnya sudah sangat panas dan benar-benar geli saat itu.
Mendengar desahan Sungmin, Kyu semakin bersemangat melakukan aksinya. Ia menekan nipple Sungmin dengan lidah nakalnya, memainkan lidahnya dan sesekali menghisap nipple yang tengah memerah dan menegang itu. "Akhhh Kyuuuu ... please hen-tikhhaaan " Sungmin terus melenguh.
Tubuh Sungmin menggelinjang hebat, ia sudah tak tahan dengan godaan Kyu. Kyu tersenyum dalam pekerjaannya. Ia melanjutkan jilatannya naik ke leher putih Sungmin yang sangat menggoda. Menjilat setiap incinya dan menghisap spot yang menurutnya adalah spot sensitive Sungmin.
"Kyuu, kumohon Kyuuuu" Suara Sungmin terdengar sayu, ia berusaha memberontak agar Kyu melepaskan tangannya. Kaki Sungmin sudah tak berguna lagi karena dikait kencang oleh kaki Kyu. Kyu tak berhenti sampai disitu, ia mengangkat wajahnya dan menyeringai pada Sungmin.
"Hei calon Nyonya Cho, ayo kita selesaikan permainan kita. "
Tubikon...
Heenim disini emang aku bikin sadis, maklum diakan emaknye si epil, and Teukki aku bikin lembut coz dia kan angel without wingsnya aku #akh love teukki#. Mianhe kaluw YeWook disini jadi peri dulu. Jadi manusianya entaran aja dah. Fokus KYUMIN, jadi cast yang laen bener2 cm jd pemeran pembantu.
My other fic PRETTY BOY full lemon, RnR that too please…
Gomawo buat yang udah mau review, author tersanjung banget nih.
Balasan review tapi gag semuanya ya
doradora dongdong : bunga snowdrop itu bunganya putih kecil mungil gitu deh, kaya butiran salju gitu. Bwt lebih jelasnya nanya ma bang gugel dah.
WidiwMin : Yang meninggal tu Kangin, kekeke, mianhe habis di story Kyumin q yg satunya, q ga fokus Kyumin. Ini aku mau fokus Kyumin jadi banyak cast yang gag aku pake deh.
Saeko Hichoru : Umin itu emang awalnya suka ma Kyuppa, bunga snowdrop itu kecil, putih, mungil, imut banget .
diictatorlove : chap depan dah rated M ko and aku mw bikin M-Preg, #kekekekee#ketawaepil#
Jeongmal Gomawo buat : Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, Chikyumin, HeezepKyuminELF, Minyu, and temen laen yang dah review GOMAWO ^_^
