SNOWDROP

Author : Rainy Heart

Length : Series

Rated : M

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

And other suju member

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#

Genre : Romance / Drama / Fantasi / Es Lemon gag acem

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Summarry : "...aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran..."

HAPPY READING

NC A BIT HOT, seperti biasa bacanya pelan ajah okeh

Dimohon untuk mengkhayati tiap katanya and kalow kuat di bayangin NC-nya

INGAT 3 D (DIBACA, DIRESAPI, DIBAYANGIN)#Kekekekekeke*ketawa evil*Plaxxxx#


Previous Chapter 2

Mendengar desahan Sungmin, Kyu semakin bersemangat melakukan aksinya. Ia menekan nipple Sungmin dengan lidah nakalnya, memainkan lidahnya dan sesekali menghisap nipple yang tengah memerah dan menegang itu. "Akhhh Kyuuuu ... please hen-tikhhaaan," Sungmin terus melenguh.

Tubuh Sungmin menggelinjang hebat, ia sudah tak tahan dengan godaan Kyu. Kyu tersenyum dalam pekerjaannya. Ia melanjutkan jilatannya naik ke leher putih Sungmin yang sangat menggoda, menjilat setiap incinya dan menghisap spot yang menurutnya adalah spot sensitive Sungmin.

"Kyuu, kumohon Kyuuuu." Suara Sungmin terdengar sayu, ia berusaha memberontak agar Kyu melepaskan tangannya. Kaki Sungmin sudah tak berguna lagi karena dikait kencang oleh kaki Kyu. Kyu tak berhenti sampai disitu, ia mengangkat wajahnya dan menyeringai pada Sungmin.

"Hei calon Nyonya Cho, ayo kita selesaikan permainan kita. "

oooSNOWDROPooo

Chapter 3

Cho Kyuhyun POV

Aku menyeringai menatap Minnie Hyung, entahlah aku merasa aku benar-benar harus menyelesaikan ini. Aku sudah tak bisa menahannya lagi. "Hei calon Nyonya Cho, ayo kita selesaikan permainan kita. "

Aku sudah tak peduli lagi dengan penolakan ataupun tatapan ketakutkannya, aku terus menjilat lehernya yang putih dan sangat menggoda. Menghisapnya dan menggigitnya pelan, akh aku ingin menuntaskannya sekarang. Benar-benar harus melakukannya sekarang.

Aku mengangkat tubuhku dan melepaskan tanganku yang mencengkeram tangannya. "Kya, kau apa yang akan kau lakukan ?" Dia terus berteriak dan memukul dadaku seperti yeoja yang akan diperkosa. Biarkan saja dia, aku sibuk membuka kancing jas dan kemeja seragamku. Dia harus merasakannya dulu, baru bisa bertekuk lutut padaku.

Aku memperlihatkan tubuh bagian atasku padanya yang kini berkeringat karena kegiatan singkat kami tadi. Aku mengangkat tubuhnya dan mencium bibirnya yang sangat menggoda, menggesekkan tubuh bagian atas kami untuk mengurangi rasa dingin karena udara dingin yang menerpa kami.

"Akhhh, Kyunnieeehhh," dia melenguh dalam ciuman panas kami. Aku menekan tengkuknya dan memasukkan lidahku menjalari semua isi mulut yang hangat ini. Tanganku mengarahkan tangannya untuk melingkar di pingganggku dan kurasa dia mulai menikmati permainanku.

Kurasakan dia menekan tubuhnya erat pada tubuhku dan tangan cantiknya meremas punggungku. Aku merasakan tubuhku makin memanas, aku memperdalam ciuman kami. Mengulum bibir bawahnya yang sangat kenyal dan menghisapnya. 'Akh, dia sungguh nikmat.'

"Enggghhhh... "

'Teruslah melenguh hyung, kau semakin seksi.' Aku terus mencium bibirnya, lidahku tak kalah lincah menjelajahi seluruh isi mulutnya. Lidahnya mulai merespon ciumanku. Lidah kami saling bergelut dan menekan memainkan lidah kami, tanganku tak tinggal diam. Aku menekan tengkuknya dengan satu tanganku dan tanganku yang satu menurunkan baju seragamnya.

Aku menekan tengkuknya dengan kedua tanganku dan menciumnya dengan kasar dan kuat, aku menghisap bibir bawahnya dan mengulumnya tak memberi kesempatan dia untuk bernafas. Dia meremas punggungku dengan kuat seiring dengan lumatan dan hisapanku pada bibirnya.

Aku merasa nafasnya melemah, aku menurunkan lidahku dan menjelajahi lehernya yang sangat menggoda. Aku menghisap bagian bawah telinganya, menyusupkan kepalaku dalam dan terus menjilatnya. " Akhhh... Kyuniehhh."

Aku senang mendengarkan lenguhannya, kurasakan celanaku tengah menyempit. Aku menarik tubuhnya mengajaknya berdiri dan menatap matanya. "Chagi, lepaskan celanaku seluruhnya," dan dia menurutiku. Aku merasa dia benar-benar sudah terbawa permainanku.

Dia berdiri dengan lututnya dan melepaskan celanaku. Akh, kulihat juniorku sudah menegang sempurna. "Chagi, kulumlah. Manjakan dia, aku tahu kau menyukai tuan muda kecilmu ini."

Dia menurutiku, langsung mengulum juniorku yang ukurannya – ehhem – besar- itu. "Akhhh, kau pintar chagi." Aku dapat merasakan lidahnya bermain memutari kepala juniorku, dia benar-benar pintar. Tangan mungilnya memainkan twinsballku dengan sangat pintar.

Aku merasakan giginya bergesek dengan kulit juniorku membuatku makin merinding merasakan geli. Aku menekan kepalanya agar mengulum juniorku lebih dalam dan dia memang sangat pintar. "Akh, lebih cepathhhh."

Dia mempercepat temponya dan menghisap kuat juniorku, kuarasa sebentar lagi aku akan cum "Akkkhhhhh, Minnie !" Aku menyemburkan semua cairanku dalam mulutnya. Kulihat dia menikmati cairanku, aku menariknya dan meminta cairanku juga.

Aku menciumnya dengan panas den keras, tanganku tengah bergreliya melepaskan semua celananya. Dapat kurasakan dengan tanganku jika juniornya tengah menegang. Aku menurunkan semua celananya dan terbebaslah juniornya yang tengah mengacung tinggi minta dimanjakan.

Aku sedikit meliriknya, kulihat dia memalingkan wajahnya malu-malu. Aish, dia cantik sekali. Aku ingin sedikit bermain dengannya. "Chagi, memohonlah dan katakan kau menginginkan aku. Jika tidak aku tak akan melakukan apapun padamu."

Kulihat dia melotot padaku, aku mendorongnya ke sofa dan menindihnya. Aku memilin nipplenya dengan satu tanganku, menjepitnya dan menekannya. Lidahku tengah memanjakan satu nipplenya yang kini sudah menegang dan sangat merah, memutarinya dengan lidahku dan menekannya lembut.

Aku menghisap nipple kanannya dan meremas dada kirinya dengan kuat, aku ingin dia mengerang menyebut namaku. "Akhh Kyu, pelanhhh Kyu..." aku tak mempedulikannya. Aku terus meremasnya dan juniorku, aku gesek-gesekkan dengan juniornya.

Tak kusangka, juniorku akan menegang lagi secepat ini. 'Akh, Minnie mengapa kau nikmat sekali.' Aku melanjutkan gerakan tubuhku menggesekkan juniorku pada juniornya. Aku tak lagi mengerjai nipplenya, tanganku mencengkeram kedua tangannya dan aku berkonsentrasi pada gesekan junior kami.

"Akhhhh Kyu, jangan menggodakuhhhh "

Dia tidak memohon, aku akan terus menyiksanya. Aku menghentikan gesekan kami dan menjilat perutnya. Tanganku memainkan twinsballnya, aku memainkan lidahku di lubang pusarnya. 'Akh perutnya putih dan seksi sekali.' Kenyal dan nikmat, aku terus menghisap kuat perutnya meninggalkan banyak kissmark disana.

Lidahku turun dan aku menjilati selangkangannya, aku ingin dia memohon padaku. Kulihat dia malah menggigit bibir bawahnya. Baiklah hyung, kau yang meminta aku menyiksamu. Aku memainkan lidahku diujung juniornya yang mengeluarkan cairan precum cukup banyak.

"Kyu, pleasehhh Kyuuuhhh. Kulum Kyuhhh, akkhhhuuu ingin cumhhh." Mendengar rintihannya, aku langsung menyerang juniornya dan menghisapnya pelan dan teratur. Aku menaik turunkan kepalaku seiring dengan tanganku yang mengocok bagian bawah juniornya.

Aku sedikit memainkan lidahku diujung juniornya membuat tubuhnya menggelinjang tak karuan. "Kyuuuhhhhh, faster pleasehhhhh. " Aku tersenyum dalam hati dan mempercepat tempoku. Aku terus menghisap juniornya dan tanganku terus mengocok seiring dengan gerakannku. Kurasa juniornya berkedut, aku terus mempercepat tempoku.

"Kyuuuu !" dia meneriakkan namaku dan cum dimulutku. "Kau nikmat hyung, sangat manis. "

Aku menjilat jariku dan melumurinya dengan cairan Sungmin. "Baiklah hyung, kita mulai permainan yang sebenarnya."

Aku menaikkan satu kakinya pada sandaran sofa dan satu kakinya di atas meja. Terlihatlah single hole Sungmin yang merah dan sangat menggoda. Aku menjilatnya dan melumurinya dengan cairan Sungmin yang sudah bercampur dengan salivaku. Entahlah, tapi aku sama sekali tak merasa jijik sekalipun melakukan hal ini padanya. Aku menjilati holenya dan mencoba menusuknya dengan lidahku.

"Akhhhh, Kyu sakiiit."

"Tenanglah hyung, sakitnya hanya sebentar saja. " Aku memposisikan satu jariku pada holenya dan menusuknya pelan. "Kyuuuu ! Sakkkiittt ," dia merintih memanggil namaku. Aku mendekati lehernya dan menjilatinya, berharap dapat mengurangi rasa sakitnya.

Aku merasa nafasnya sudah stabil lagi, aku mencoba memperdalam tusukanku. "Akhhh... " dia melenguh lagi, tapi aku tak peduli. Ini harus diselesaikan sekarang juga. Aku terus berusaha menggerakkan jariku yang serasa terjepit hole sempitnya.

Aku memaju mundurkan jariku pelan dan lama-lama mempercepat temponya. Aku menarik juniorku keluar dan menyisakan ujungnya saja lalu menghentakannya masuk. "Akhhhh Kyuuuuhh, akhhh disanah Kyuuuhhh," aku terus melakukannya hingga kulihat juniornya mulai menegang.

Aku mengulum juniornya seirama dengan tusukan satu jariku padanya. Kulihat dia terus menggelinjangkan tubuhnya, menikmati permainanku. Aku mencoba memasukkan satu jariku lagi, dia sedikit terkejut tapi dia menggigit bibirnya menahan teriakannya.

Aku tahu ini sakit sekali, tapi aku harus melakukannya. Juniorku sudah tak sabar merasakan hangatnya hole Sungmin. Aku berusaha menggerakkan dua jariku didalam holenya yang sangat sempit itu. 'Akh, dia benar-benar sempit.'

Aku kembali menyentakkan jariku dan menyodok sweet spotnya. Aku terus mengulum juniornya dan mempercepat gerakanku. Aku terus melakukannya seraya menyilangkan jariku agar dapat memperlebar holenya.

Juniornya mulai berkedut, aku terus mempercepat tusukan dan kulumanku pada juniornya ."Akkhhhhh Kyuuuu !" dia kembali memanggil namaku dan cairannya yang sangat manis itu memenuhi mulutku. Aku menciumnya untuk membagi cairannya, saat perhatiannya teralih aku mengeluarkan dua jariku dan menggantikannya dengan juniorku yang tengah menegang sempurna.

"Akhhhh ! Kyuu sakit ! " dia menangis. Tapi aku tak peduli, ini belum selesai. Aku merasakan juniorku diremas oleh dinding hole Sungmin, dia benar-benar sempit. Aku mencoba menggerakkan juniorku pelan dan saat kurasa ia mulai rileks dan holenya tak menjepitku keras lagi aku mempercepat tempoku.

"Akhhhh, kyuhhh faster Kyuuu, " dia memohon untuk mempercepat tusukanku. Baiklah Minnie hyung, terima ini. Aku menarik juniorku dan menyisakan kepalanya lalu memasukkan juniorku menghentakkannya dalam ."Akhhhhh Kyuhhh !" aku melakukannya lagi dan kurasa aku berhasil menyodok sweet spotnya.

"Akhh, hyung kau nikmat sekali hyung. Akhhhh sempit sekalihhh," aku merasakan juniorku dipijat dalam holenya, rasanya sungguh nikmat.

"Lagihhh Kyuhhh, disanah lagihhhh. Akhhh nikmat sekali Kyuhhh," dia terus meracau menerima seranganku. Aku menambah kecepatan tusukanku dan terus menyodok sweet spotnya. "Akhh, aku akan keluar Kyu."

Hei, aku saja baru cum sekali. Aku tak akan membiarkan dia cum begitu mudah, aku menutup ujung juniornya dengan jempolku dan terus menyodok sweet spotnya. "Kyuhhhh, pleasehhhh aku ingin cum Kyuhhh."

"Bersamaku hyung, sebentar lagi." Aku merasakan juniorku juga berkedut, aku semakin menghentakkan juniorku keras dalam holenya, aku melepaskan jempolku pada juniornya."Akkhhhh Kyuuuhhhh !" ia cum duluan. Aku masih terus menggenjot tubuhnya, dan aku rasa sesuatu akan keluar dan "Akhhhh Hyung !" aku mengeluarkan cairanku memenuhi holenya, kulihat cairanku sampai keluar membasahi sofa.

"Hyung, kau sangat seksi dan nikmat sekali."

"Kau juga Kyuhh, harus kuakui kau sangat hebat. Akhhhhh !" Aku menarik juniorku keluar dari dalam holenya. Aku duduk di sofa, mengeluarkan semua keringatku. Rasanya tubuhku benar-benar panas saat ini, aku menatap Minnie Hyung yang masih berusaha mengambil nafas setelah kegiatan kami tadi.

"Mianhe hyung, aku tak bisa menahan diriku. Gambar di PSP itu, aku sungguh tak tahu mengapa jadi begitu." Aku sungguh bingung, darimana datangnya gambar terus berusaha mengambil nafasku, rasanya tubuhku panas sekali. Eh, kenapa Minnie Hyung diam saja?

Aku menengok ke arahnya, akh lihatlah dia sudah tertidur. Aish, wajahnya itu sangat cantik. Mengapa bisa dia berwajah menggoda seperti itu meski sedang tidur ?

"Aish, paboya Kyu. Kau sudah melakukan sesuatu yang berlebihan hari ini, jadi hentikan pikiran kotormu itu." Aku memukuli kepalaku sendiri, aku rasa aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya. Bagaimana bisa aku melakukan yang pertama dengan namja seperti dia ? Akh, aku lelah sebaiknya aku tidur saja.

Cho Kyuhyun POV end

Terlihat dua cahaya tengah terkikik pelan diatas cup cokelat milik Kyu. "Wookie chagi, seharusnya kau tak melihat adegan tadi, nanti otakmu yang masih rawan dan innocent itu jadi ternoda."

"Aish hyung, aku ini sudah besar dan cukup dewasa untuk melihat pemandangan yang seperti tadi. Tapi kalau dipikir lagi, yang tadi itu benar-benar panas." Wookie mengubah tongkatnya menjadi kipas dan mengipasi tubuh mungilnya.

Wookie terus terkikik melihat Kyu dan Sungmin, ia menatap Yesungie yang terlihat sedang berfikir. "Bagaimana Wookie, apa kita hilangkan saja sihir itu atau dibiarkan saja ?"

"Akh, biarkan saja hyung. Lagipula aku yakin setelah ini Kyu pasti akan kembali kesifat asalnya."

"Nde, kurasa kau benar Wookie baby. Hah, tuan muda ini benar-benar keterlaluan. Bagaimana kalau kita buat Sungmin tidak kesakitan. Aku tak mau jika dia sakit dan tak bisa berjalan setelah ini." Yesung memainkan tongkatnya dan mengucapkan mantra "Simsalabim Abraka kadabra."

Wookie menatap Yesung penuh arti. " Wae Wookie baby, mengapa melihatku seperti itu ?" Wookie mendekati Yesung dan berbisik padanya. " Mwo ? Kau yakin akan melakukannya?"

"Aish hyung, kalau Sungmin tidak hamil semuanya akan lancar dan tanpa hambatan untuk Kyu. bisa saja Kyu membuang Sungmin setelah ini. Kalau Sungmin hamil, setidaknya bayinya dapat menahan Kyu. Bagaimana ?"

Yesung menggaruk rambutnya yang memang tak gatal, dia terlihat berfikir keras. "Aish Hyung, kau terlalu lama berfikir. Aku bisa mati tua menunggumu." Wookie mengarahkan tongkatnya pada perut Minnie. "Simsalabim Abraka kadabra."

"Kya ! Wookie baby, mengapa kau mau menang sendiri begitu? Jangan gegabah melakukan apapun semaumu. Nanti bagaimana bayinya keluar ?"

"Eh, kau pikir manusia itu bodoh ? 'Kan banyak dokter nanti juga bayinya bisa dikeluarkan. Kalau tak bisa juga, biar aku yang mengeluarkannya. Gitu aja kok repot." Wookie melenggang dengan cantiknya berjalan di depan Yesung.

"Hei, jangan berjalan seperti itu. Kau seperti iklan saja, kesana kemari lewat-lewat terus." Yesung kembali menatap Sungmin dan Kyu. "Wookie baby, kapan kita bangunkan mereka ? "

"Biarkan saja hyung, nanti juga bangun sendiri. Aku mau tidur lagi ah, rasanya badanku capek sekali." Wookie terbang menuju tas sekolah sungmin dan masuk dalam kuncup bunga snowdrop didalam tas itu.

"Aish, lebih baik aku juga tidur. Cuaca sangat dingin, tapi mereka berdua ?" Yesung menatap tubuh naked yang mungkin saja kedinginan. "Simsalabim Abraka kadabra," ia memutar tongkatnya dan muncullah selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.

"Begitu lebih baik," Yesung kembali ke PSP kyu dan tidur didalamnya.

oooSNOWDROPooo

"Eunghh," Kyu bangun terlebih dahulu. Ia menatap heran pada selimut yang menutupi tubuh mereka namun ia tak ambil pusing. Ia menatap Sungmin yang masih tidur. "Hhhhh, dia cantik sekali." Kyu sibuk membatin menatap Sungmin. 'Akh, aku puas sekali. Hei, kami masih naked.' Sebuah pikiran kotor menghampiri otak mesumnya.

Ia membuka kembali selimut, terlihatlah pemandangan yang masih sama dengan pagi tadi. Kaki Sungmin yang putih itu masih bertengger dengan manisnya di sandaran sofa. Kaki Sungmin yang satunya masih cantik diatas meja, membuat single hole yang masih lengket dengan cairan Kyu itu terlihat jelas.

Dengan susah payah, Kyu menahan nafsunya. "Akh, Kyu tahan nafsumu. Jangan gegabah, mau ditaruh dimana harga dirimu jika kau melakukannya lagi ?" Kyu sejenak mengurungkan niatnya. Ia menutup tubuh Sungmin dengan selimut kembali.

Namun pikiran kotor itu kembali muncul saat melihat juniornya yang sudah menegang hanya dengan melihat Sungmin. "Akh, baiklah sekali lagi kan tidak apa-apa ? Toh, dia mau atau tidak mau dia harus tetap melayaniku 'kan ?"

Kyu kembali membuka selimut itu dan mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Ia menjilat bibir Sungmin yang agak terbuka. Tanpa basa-basi dia langsung memasukkan lidahnya kedalam mulut Sungmin. Ia memainkan lidahnya menjelajahi seluruh isi mulut Sungmin.

Tubuhnya yang terasa panas ia gesekkan dengan tubuh Sungmin. Junior mereka kembali bertemu, dan karena Junior Kyu yang tengah menengang itu menekan lembut junior Sungmin yang masih tertidur.

"Enghhhhh," Sungmin melenguh dan melotot ketika melihat Kyu tengah mencumbunya lagi. Ia berusaha melepaskan ciumannya. Tangannya berusaha mendorong tubuh Kyu namun sia – sia saja, tangan Kyu kini mencengkeram kuat kedua tangan Sungmin da kembali menggesekkan juniornya dengan junior Sungmin.

Kyu sudah tak sabar melepaskan ciumannya dan menyeringai melihat Sungmin yang berusaha mati-matian melepaskan tangannya. "Kumohon Kyuhhhniehh, hentikannn."

Sungmin memohon diantara lenguhannya, namun Kyu yang sudah horny berat saat itu sama sekali tak peduli dengan rengkan Sungmin. Ia mengangkat tubuhnya dan langsung menusuk hole Sungmin dengan juniornya yang ehm – besar- itu.

Jleb~

"Akhhh, " Sungmin sedikit terkejut dengan junior Kyu. Meski rasanya sudah tak sesakit tadi tapi tetap saja sakit. Dinidng hole Sungmin bereaksi dan menyempit karena kehadiran junior Kyu yang tiba-tiba. Kyu malah merasakan nikmat atas reaksi dari hole Sungmin itu.

Kyu mulai menggerakkan juniornya dan menggenjot tubuh Sungmin dengan cepat. Ia berusaha menusuk dalam pada hole Sungmin dan menghentaknya keras. "Akhhhhh Kyuuu !" Sungmin berteriak saat itu juga dan ia mencengkeram kuat tangan Kyu.

Kyu menjilati bahu Sungmin mencoba mengalihkan perhatiannya. Ia menjilat dan menghisap leher Sungmin dengan ganas, menimbulkan banyak kissmark dimana-mana. Sungmin yang terlena memegang kepala Kyu kuat dan menghisap lehernya, menjilati dan menggigitnya sesekali untuk melampiaskan rasa sakit pada holenya.

Merasakan itu Kyu tersenyum dan terus menggenjot tubuh Sungmin. "Akh kau nikmath sekalihhh." Melihat junior Sungmin kini tengah menegang sempurna tangan Kyu meraihnya dan mengocok dengan cepat seirama dengan sodokannya. Kyu terus menyentak hole Sungmin dan menyodok sweet spotnya membuat Sungmin menggila.

"Kyuu, lebih cepathh Kyu. Aku akan keluar ahhh" Kyu mempercepat temponya karena ia juga sebentar lagi akan keluar. "Akkkhhhhh !" Mereka berteriak bersama, dan untuk kedua kalinya Kyu cum di hole Sungmin. Semua cairan Sungmin memuncrat membasahi tangan Kyu dan tubuh Sungmin.

"Akhh, kenapa kau suka sekali melakukannya Tuan Muda ?" Sungmin masih berusaha menenangkan dirinya. Ia merasakan ada yang mengganjal di bagian bawahnya dan sadar Kyu tengah menyeringai melihatnya.

"Kumohon Tuan Muda, hentikan. Aku sudah lelah dan lapar. Kumohon keluarkan dari tubuhku." Sungmin menatap Kyu dengan mata memelasnya.

Kyu sama sekali tak berinisiatif melakukan apa yang di minta Sungmin. Yang ada malah ia menggerakkan tubuhnya maju mundur dengan pelan dan memulai permainan lagi. "Akhhh, kau membuatku gila Cho Kyuhyun ! Keluarkan sekarang akhhh !"

Tapi Kyu tetap tak peduli. Ia terus saja menggenjot tubuh Sungmin. Entah akan selesai sampai ronde berapa permainan mereka kali ini.

oooSNOWDROPooo

Sungmin masih setia dengan wajah cemberutnya. Kini ia benar-benar malu harus berada dengan Kyu. Sungmin memang menyukai Kyu, tapi dia tidak suka Kyu yang pervert dan terus menghajar holenya sampai berkali-kali. 'Hah, rasanya tubuhku ini remuk. Aku benar-benar lelah.'

Kyu masih diam dan berkonsentrasi menyetir. Dalam hatinya mengumpat kebodohannya yang tergoda begitu mudah dengan tubuh Sungmin. Tapi tak dapat ia pungkiri juga, 'Tubuh Sungmin benar-benar nikmat. Kapan-kapan aku akan melakukannya lagi.'

Mereka kini sedang ada dimobil dalam perjalanan pulang ke rumah Kyu. Jika bukan karena Heechul menelfon Kyu maka bukan tak mungkin seharian penuh Sungmin akan dihajar oleh Kyu habis-habisan.

Meski Sungmin sudah disembuhkan oleh peri Yesung, namun itu sia-sia karena kali ini rasanya lebih sakit dari yang tadi. Sungmin merasa tubuhnya benar-benar lelah dan butuh istirahat, akhirnya ia tertidur di mobil Kyu.

Sampai dirumah, Kyu membawa Sungmin masuk kedalam rumah ala pengantin baru dan menidurkannya di kamar Sungmin. Ketika Kyu keluar dari kamar Sungmin sudah ada iblis perempuan tengah menyeringai dan menyeret telinga namja tampan itu.

"AWWW ! Umma ! Appo !" Kyu menyentakkan tangan Umma yang menjewernya. Heechul menyeret tangan Kyu menuju ke kamarnya dan menutup pintunya.

"Anak nakal, ini jam berapa ? Sudah jam 23.00 KST tau ? Kau pikir Umma ini orang bodoh apa ? Katakan, kenapa kau baru pulang ?" Heechul duduk di kursinya didepan Kyu yang kini tengah duduk di karpet menyenderkan tubuhya pada kasur Ummanya menghangatkan tubuhnya di depan perapian dikamar Ummanya.

"Siapa juga yang mengatai Umma bodoh ?" Kyu menjawab dengan cueknya dan menguap. Dia benar-benar lelah dan butuh istirahat.

"Kyunnie !" Heechul berteriak geram melihat tingkah Kyu.

"Arra Umma, aku baru dari rumah Sungmin hyung." Kyu menelan salivanya melihat Ummanya tengah melotot menakutkan menatapnya. " Katanya dia merindukan rumahnya, jadi ya kami kesana."

"Tapi kenapa kau tak sekolah hah ? Kau pikir Umma tak tahu kalau kau tak ke sekolah ?"

Kyu sedikit gugup. Ia gelisah dan berkeringat. Bukan karena memikirkan alasan ia bersekolah atau tidak tapi ia mengingat berapa lama ia menghajar Sungmin, berjam-jam dengan belasan ronde. "Aku hanya main di game centre Umma. Kan sudah terlambat, jadi ya sekalian saja tidak berangkat."

"Kau yakin anak nakal ? Awas saja kalau kau membohongi Umma. Kau tahu, aku ini Ummamu ? Jadi aku tahu kau ini bohong atau tidak." Heechul menyeringai dan duduk dilantai mendekati Kyu. Heechul mencium bau tubuh Kyu dan menyeringai aneh pada putra satu-satunya itu.

"Mwo ?" Kyu menatap heran Ummanya.

"Kyunnie, katakan atau tidak ? Apa yang kau lakukan sampai semalam ini dirumah Sungmin ? Kau pikir aku tak tahu, kau ini bau sekali Kyunie. Baumu itu seperti sperma. "

Kyu menelan salivanya banyak-banyak. Ia tak menyangka Ummanya akan sedetail dan sepintar ini. Salahkan saja Ummanya ini orang yang cerdik dan licik, hingga Kyu pun mewarisi kepintaran dan kelicikannya.

Ayolah, kalian pikir darimana Kyu bisa menjadi namja pintar dan juga licik sekaligus kalau bukan dari Heechul. Mereka memang evil.

Kyu terus berkeringat dingin dan gelisah, ia diam saja tak kunjung menjawab pertanyaan Heechul. "Kyunnie sayang, katakan pada Umma atau kau akan kehilangan semua koleksi bodohmu termasuk benda hitam yang selalu kau bawa kemana-mana itu !" Heechul terus menyeringai menatap Kyu.

Kyu sudah berdebar tak karuan, ia terlalu sayang dengan gamenya dan mau tak mau ia harus mengatakannya. 'Hah, toh Minnie nantinya juga jadi istriku. Jadi tidak apa-apa kan ?' Kyu membatin dan terus mencoba berfikir positif.

"Kyunie !" Heechul membentak Kyu dengan keras melihat Kyu yang sedari tadih malah sibuk melamun.

"Arra Umma, tidak usah berteriak begitu kenapa sih ? Nanti aku bisa tuli Umma."

"Katakan Kyunie, atau kau ingin semuanya masuk dalam perapian Umma hah ?"

"Andwe Umma. Baiklah-baiklah aku katakan sekarang. Tapi Umma jangan melakukan apa-apa pada semua koleksiku." Kyu berusaha sekeras mungkin mengatakannya. Ia mengumpulkan semua keberaniannya dan menatap Ummanya yang menatap penuh dengan seringaian seramnya menambah ketakutan Kyu.

"Aku melakukan 'itu' Umma." Kyu mencicit lirih hampir tak terdengar oleh Heechul.

Meski samar, Heechul memang mendengarnya. Ia terus menatap dengan senyuman kemenangan pada Kyu, namun Heechul yang sangat pintar dan licik pura – pura tak mendengarnya. Ia ingin putranya mengatakan lebih keras.

"Apa Kyunie ? Kau ini jika merengek meminta game bodohmu saja suaramu keras, mengapa sekarang suaramu hilang ? Katakan dengan keras Kyunnie, Umma tak mendengar tadi kau bilang apa."

"Aish, Umma hentikan menggodaku. Aku tahu kau mendengarku tadi."

"Kyunnie !"

"Arrasseo !" Kyu mengambil nafasnya dalam dan menatap Ummanya. "Aku melakukan 'itu' Umma" Kyu menatap Ummanya sejenak dan kembali mengalihkan wajahnya menatap api di perapian Ummanya.

Namun jiwa iblis dalam diri Heechul belum puas mengerjai putra semata wayangnya itu. "Itu apa Kyunie, Umma tak mengerti ?"

"Umma, aku tahu kau mengerti. Jadi tak usah berpura-pura," Kyu semakin geram dengan tingkah Ummanya. Ia sungguh malu karena menjatuhkan harga dirinya didepan Ummanya sendiri. 'MEMALUKAN !'

"Kyunnie, kau sudah tak sayang lagi dengan PSP mu atau dengan kaset game mu atau dengan semua koleksi portable mu atau..."

"Arra Umma. Ish, Umma benar-benar ingin membuatku malu." Kyu menatap Ummanya yang masih menyeringai tersenyum menatap dirinya. "Itu yang aku maksud ya 'itu' Umma."

"Itu apa ?"

"Itu lho, yang Umma dan Appa lakukan itu."

"Itu apa Kyunie, Umma tak mengerti."

"Itu lho, yang Appa lakukan dengan Umma terus jadi aku begitu," Kyu malu-malu menatap Ummanya.

Heechul menghela nafas, mencoba menahan tawa melihat wajah polos putra kesayangannya itu." Kau ini berbelit begitu. Katakan saja apa, tak usah susah-susah itu – itu "

"Itu Umma, hubungan itu Umma." Kyu memperagakan dengan tangannya. Dia jarinya jempol dan telunjuknya membentuk lingkaran dan satu telunjuk lainnya menusuk lingkaran itu.

"Buahahahahahaha " Heechul tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Kyu yang sudah berkeringat dan polos itu. Meskipun evil, Kyu tak akan pernah menang dari Heechul. Heechul terus saja tertawa, tak mempedulikan Kyu yang sedang memasang wajah kecutnya melihat tingkah Heechul yang terus mentertawakannya.

"Aish, Umma berhenti mentertawakan aku ! Umma benar-benar mempermalukanku dan menjatuhkan harga diriku Umma !" Kyu sedikit berteriak, hingga membuat Heechul menghentikan tawanya. Kyu benar-benar gemas dan kesal dengan Ummanya yang menurutnya sudah keterlaluan.

"Heh, kau anak bodoh. Yang seharusnya marah itu Umma, kenapa malah jadi kau yang teriak-teriak memarahi Umma."

"Akh terserah Umma sajalah, aku ngantuk mau tidur." Kyunie melenggang hendak meninggalkan kamar Ummanya.

"Bilang saja kau capek. Habis berapa ronde sayang ?" Heechul meledek Kyu habis-habisan.

"Umma, diamlah ! Jangan membuatku bertambah malu Umma !"

Blam !

Pintu kamar Heechul tertutup. Heechul masih tersenyum penuh kemenangan. Ia melangkah keluar kamarnya menuju sebuah pintu disebelah kamarnya.

Tok ... tok ... tok ...

Heechul mengetuk pintu itu, "Teukki-ah, kau sudah tidur ?"

"Belum, sebentar Heenim. Aku bukakan pintunya." Keluarlah wanita cantik dengan baju tidur putihnya. "Ada apa Heenim ? ini sudah malam, kenapa belum tidur ?"

Heechul mendorong Teukki masuk kekamarnya dan menutup pintunya. Mereka duduk di kasur Teukki. Heechul menatap Teukki dengan senyuman cerah diwajahnya.

"Hei, mengapa kau tersenyum begitu ?"

"Akh, Teukki-ah. Mianhe kalau ini akan membuatmu marah. Tapi aku sangat senang, rasanya semuanya berjalan sesuai keinginanku." Heechul terus tersenyum.

Teukki hanya memandang Heechul dengan wajah polosnya yang cantik itu. Akhirnya malam itu juga Heechul menceritakan semuanya pada Teukki.

oooSNOWDROPooo

Pagi yang cerah, Teukki sudah masuk ke kamar Sungmin dan menunggu putranya bangun. "Engh " Sungmin menggeliat merasakan dinginnya tangan Teukki yang menempel pada pipinya. "Umma"

Sungmin kaget dan langsung terlonjak mencoba duduk, meski bagian bawahnya terasa sangat sakit dan menusuk bagaimanapun dia harus duduk dan bersikap biasa. Tidak mungkin dia memberi tahu Ummanya tentang hal gila yang ia lakukan kemarin.

Namun sayang, Teukki yang sudah mengetahui hal itu bukan merasa khawatir malah sangat senang dengan perkembangan hubungan Minnie dan Kyu. Teukki mengusap lembut pipi Sungmin dengan tangan dinginnya.

"Umma ini dingin sekali, kenapa Umma tak memakai sarung tangan Umma." Sungmin memasukkan tangan Ummanya kedalam selimutnya. Ia tak mau Ummanya sakit karena kedinginan.

"Chagi, bagaimana keadaanmu. Gwenchana ? Ada yang sakit tidak ?"

"Umma ? Mengapa bertanya seperti itu ? Aku baik-baik saja Umma, tak usah khawatir." Sungmin melirik jam weker disisi kasurnya. Masih satu jam lagi untuk bersiap berangkat sekolah. Ia menatap Teukki yang tengah tersenyum aneh padanya.

"Umma, kau ini terlalu dekat dengan Heechul Umma dan jadinya kau suka tersenyum menyeringai seperti dia."

"Ahni chagi, Umma senang melihatmu. Bersiaplah sana, berangkat kesekolah."

"Nde Umma, tunggu saja aku di bawah. Aku akan segera kesana."

Teukki berdiri meninggalkan kamar Sungmin. Namun didepan pintu ia berhenti dan menatap Sungmin kemudian tersenyum aneh menyeringai seperti senyuman evil Heechul, " Dan kau harus benar-benar berangkat kesekolah, jangan membolos atau pulang kerumah lagi seperti kemarin."

"Mwo ?"

Sungmin terlonjak kaget mendengar perkataan Ummanya. "Aish Umma, apa jangan-jangan Umma sudah tau ?" Sungmin bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Ia beranjak dari kasurnya dan mengambil baju gantinya bersiap ke kamar mandi. Namun ia terhenti saat teringat akan sesuatu"Akh, Cho Kyuhyun bodoh, kau pasti mengatakannya pada Ummamu. "

Sungmin masuk ke dalam kamar mandinya dengan jalannya yang terpincang-pincang. Dua cahaya keluar dari bunga Snowdrop diluar rumah. "Wookie baby, kenapa Sungmin terpincang begitu ya ?"

"Mollayo Hyung"

"Hah, aku akan menyembuhkannya. Kasihan kalau dia harus terpincang begitu." Yesung memainkan tongkatnya dan cahaya biru menerpa tubuh Sungmin. "Hah, selesai"

Wookie tampak diam berpikir keras, Yesung yang sedari tadi memperhatikan Wookie akhirnya angkat bicara. "Wookie Baby, kau memikirkan apa ?"

"Hyung, bagaimana kalau kita menjadi manusia dan bersekolah. Aku ingin sekolah hyung," Wookie merengek terbang mendekati Yesung.

"Tapi Wookie, saat kita jadi manusia maka kekuatan kita akan hilang. Lalu bagaimana kita membantu Sungmin nanti ?"

"Akh kau benar juga hyung,"Wookie terbang kesana kemari mencoba memikirkan solusinya. "Hyung, kita akan kehilangan kekuatan saat menjadi manusia kan ? Jadi kalau kita jadi peri kekuatan kita tak akan hilang bukan?"

Wookie mendekati Yesung dan merengek padanya "Ayolah Hyung, aku ingin sekolah dan mungkin saja aku akan menjadi sahabat Sungmin disekolah nanti. Bagaimana Hyung ? Ayolah, kita jadi manusia ya ? "

"Hufthh," Yesung menghela nafasnya dan menatap kekasihnya itu. "Arra nae chagiyya, tapi kau tidak boleh genit pada manusia. Aku tak mau mereka mengganggu Wookie Baby-ku yang imut dan menggemaskan ini."

"Gomawo Hyung, saranghae. Jeongmall Saranghe" Wookie terbang memeluk Yesung dan mencium pipinya. Mereka kembali ke kuncup bunga untuk menyusun rencana mereka selanjutnya.

Lee Sungmin POV

Aku selesai memakai seragamku dan bersiap turun ke ruang makan. Kulihat pintu kamar Kyu sudah terbuka, artinya dia sudah ada dibawah. "Aku benar-benar malu bagaimana jika Heechul Umma menyindirku saat sarapan nanti ?" Aku sibuk memikirkan tentang Heechul Umma yang menurutku sedikit narsis.

Teukki Umma juga, kenapa dia jadi aneh dan suka menyeringai menakutkan seperti Heechul Umma? Dan ini lagi, lebih aneh. Aku merasa tubuhku enak dan tak sakit lagi, padahal bangun tidur tadi tubuhku rasanya remuk dan tak kuat untuk berjalan. 'Akh, sudahlah dinikmati saja.'

Aku menelan salivaku banyak-banyak saat kulihat Heechul Umma tengah tersenyum menatapku dan Umma ku tersenyum sangat cantik. Sekarang aku baru mengerti kalau mereka itu benar-benar cocok.

Heechul Umma itu seperti iblis, dan Ummaku itu adalah malaikat yang menetralkannya. Maka dari itu mereka cocok dan kompak sekali. Mataku menatap Tuan Muda Cho yang sibuk memakan rotinya.

Aku duduk dikursiku dan tersenyum pada kedua Ummaku. Aku melirik Kyu yang ada disampingku "Omona !" Aku tak bisa menahan teriakanku. Ternyata teriakanku itu sukses mengalihkan perhatian semua orang.

Bagaimana aku tidak berteriak, dileher Kyunie terlihat jelas tanda Kissmark yang entah bagaimana bisa ada disana. Aku juga tak merasa membuatnya, ayolah kalau bukan aku siapa lagi yang membuatnya. 'Matilah aku sekarang.'

"Apa minnie chagi, kenapa berteriak begitu." Heechul Umma menatapku khawatir. Aku melihat Ummaku juga menatapku penuh tanda tanya, dan Tuan Muda sombong ini tetap saja memakan rotinya dengan sangat enak tanpa terganggu apapun.

"Ahni, buka apa-apa Umma. Aku hanya kaget saja tadi," aku tersenyum pada kedua Ummaku dan memakan rotiku kembali. Kurasakan tenggorokanku kering dan aku minum susu hangat yang dibuat Ummaku.

Uhhukkkk ...

.

Uhhukkk...

.

Sial aku terbatuk. "Minnie Waeyo chagi ?" Teukki Umma menatapku khawatir. "Gwencahana Umma, aku hanya terburu-buru meminum susu tadi jadi tersedak." Akh sial , salahkanlah meja makan ini. Terbuat dari marmer bening menyerupai cermin hingga aku tak sengaja melihat kissmark yang tak tertutup kerah jas seragamku ini. Aish, bagaimana ini ? Aku bisa mati karena malu.

"Chagi, hari ini benar-benar sekolah ya? Tidak boleh bolos lagi seperti kemarin, Arra ?"

Suara Heechul Umma seperti petir menyambar telingaku, akh aku rasa pasti benar. Tuan Muda Cho pasti menceritakan pada Ummanya. MENYEBALKAN. "Nde, arra Umma."

"Minnie chagi, tubuhmu ada yang sakit tidak ?"

"Mwo ?" Aku tak habis pikir, bisa – bisanya Heechul Umma menanyakan itu padaku. Aku sangat gelisah dan bingung mau menjawab apa. "Aku baik-baik saja Umma, memangnya sakit kenapa ?"

" Jangan berpura-pura sayang. Habis berapa ronde kemarin ?"

"Mwo ?"

Lee Sungmin POV end

Tubikon...


Buat yang naya FB author namanya Kau milikku (hujan), tapi aku gag post FF di FB coz banyak tanggepan negative dari temen2 aku yang pada straight. Hah, gag semua orang suka apa yang aku suka.

Jeongmal Gomawo buat : Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, Chikyumin, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X, Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, and temen laen yang dah review GOMAWO ^_^

Jangan lupa untuk chap ini tetep REVIEW, Gomawo !