SNOWDROP
Author : Rainy Heart
Length : Series
Rated : T to M
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And other suju member
Pairing : KYUMIN and Other Pair
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#
Genre : Romance / Drama
Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Summarry : "...aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran..."
Bacanya pelan aja, gag usah ngebut. Okeh ?
HAPPY READING
Previous Chapter 3
"Chagi, hari ini benar-benar sekolah ya? Tidak boleh bolos lagi seperti kemarin, Arra ?"
Suara Heechul Umma seperti petir menyambar telingaku, akh aku rasa pasti benar. Tuan Muda Cho pasti menceritakan pada Ummanya. MENYEBALKAN. "Nde, arra Umma."
"Minnie chagi, tubuhmu ada yang sakit tidak ?"
"Mwo ?" Aku tak habis pikir, bisa – bisanya Heechul Umma menanyakan itu padaku. Aku sangat gelisah dan bingung mau menjawab apa. "Aku baik-baik saja Umma, memangnya sakit kenapa ?"
" Jangan berpura-pura sayang. Habis berapa ronde kemarin ?"
"Mwo ?"
oooSNOWDROPooo
Chapter 4
Cho Kyuhyun POV
"Mwo ?" Aku dan Minnie berteriak bersamaan. Bagaimana tidak, aku sangat heran dengan Ummaku seenaknya saja dia menanyakan hal seperti itu. "Umma kita sedang makan, jangan membicarakan hal seperti itu."
"Kyunnie sayang, kalau Minnie chagie tak mau jawab kau saja yang menjawab. Habis berapa ronde sayang ?" Umma melembutkan suaranya dan bertanya padaku.
"Aish Umma, hentikan !" Aku benar-benar kesal dengan Umma. Aku melirik Teukki Umma kulihat dia juga sedang tersenyum aneh, akh kurasa Ummaku sudah mempengaruhinya hingga Teukki Umma yang tadinya seperti malaikat yang polos dan putih menjadi sama-sama menyeramkan seperti Ummaku.
"Kyunnie, tinggal jawab saja susah sekali. Bagaimana rasanya ?" Umma tersenyum dan melirik nakal padaku dan Minnie. "Atau kau melakukannya berkali-kali jadi tak terhitung ya ?"
Ya itu memang benar, aduh bagaimana aku menjawabnya. "Aigo, Kyunnie kau hebat sekali." Belum juga menjawa Umma sudah seenaknya saja, Umma memang menyebalkan.
"Umma, hentikan !" Hah kenapa aku memiliki Umma seperti dia. 'Ya Ampun !'
"Nde Minnie chagi, tubuhmu tak ada yang sakit kan ?" Kali ini aku mendengar suara lembut Teukkie Umma. Aku melirik Sungmin yang menggelengkan kepalanya menatap Ummanya. 'Aish, dia imut sekali.'
Akh, Minnie memang cantik jadi harus bagaimana lagi kurasa menikah dengannya juga bukan hal buruk. "Mwo ?" Aku melotot melihatnya.
"Kenapa Kyunie ?" kudengar suara Umma begitu dekat denganku. Aku menengok ke belakangku. Akh benar, dia kini tengah berdiri dibelakangku merapikan kerah , Umma seperti hantu saja kesana kemari tak jelas.
"Bukan apa-apa Umma." Jawabku sedatar mungkin. Aish, bagaimana Kissmark itu ada disana. Aku rasa aku menghisapnya sih memang, tapi juga tak dalam jadi tak mungkin ada kissmark. Dan bagaimana aku menjelaskan pada Umma jika dia menanyakannya.
"Kyunnie, biarkan kissmark ini terlihat. Agar anak-anak yang lain tahu kau ini sudah ada yang punya. Hah, Minnie benar-benar pintar membuatnya" Umma tengah merapikan kerah jas sekolahku.
Matilah aku sekarang. "Dimana ada kissmark Umma, jangan mengada-ada." Ya karena aku yakin memang Sungmin tak bermain di leherku. "Ini apa chagi ?"
Entah darimana datangnya cermin itu dan Umma dengan seringaiannya menunjuk leherku yang penuh dengan Kissmark. "Ehm itu, digigit nyamuk Umma."
"Hei, kau pikir Umma ini bodoh. Mana ada nyamuk menggigitnya begini ? Kalau nyamuknya sebesar Minnie, itu baru benar."
Aku hanya bisa pasrah menggaruk kepalaku yang sama sekali tak gatal. Rasanya aku benar-benar sudah kalah dari Umma kali ini.
"Nde Minnie, biarkan saja kissmark itu terlihat dan jangan ditutupi dengan apapun." Kali ini kudengar suara Teukki Umma tengah berbicara dengan Minnie, wajahnya memerah. 'Aish, manisnya.'
"Nde Umma, aku tak akan menutupinya."
"Baiklah, sekarang kalian berangkat sekolah. Ingat Kyunie, bersikap baiklah pada Minnie." Umma menatapku tajam. "Memangnya aku tak bersikap baik apa ?"
"Heh, kau pikir Umma tak tahu ? Kalau kau menurunkan Minnie di tengah jalan dekat sekolah. Bukannya membawa Minnie masuk malah menurunkannya di jalan begitu."
"Aish, Umma. Tau dari mana sih ? Bisa-bisanya Umma ini. "
"Kalau kau berani melanggar sedikit saja dari aturan yang Umma buat, Umma tak akan segan-segan untuk menghanguskan semua benda aneh dikamarmu itu." Umma yang kembali duduk disisi Teukki Umma menatapku tajam. Selalu saja dia menggunakan cara itu untuk membuatku melakukan apa yang dia inginkan.
"Arrasseo Umma." Hah, aku memang selalu kalah dari Umma.
Aku melenggang hendak meninggalkan meja makan dan berangkat sekolah. Tapi lagi-lagi Umma "Kyunie, perlakukan Minnie selayaknya istrimu. Gandeng tangannya ajak ia ke sekolah bersamamu. Jangan ditinggal begitu !" Suara Umma yang cempreng itu terdengar sangat menyebalkan.
Rasanya aku ingin memukuli Umma saat itu juga, kenapa dia sangat menyebalkan dan membuatku menjadi gila dengan segala keinginan anehnya. "Arra Umma." Aku menggandeng tangan Minnie Hyung "Kajja, kita berangkat Hyung," aku mencoba tersenyum padanya dan bersikap selembut mungkin.
Aku melenggang keluar ruangan. "Umma, Teukki Umma kami berangkat."
"Nde Kyunnie sayang, hati-hati. Dan perlakukan Minnie dengan baik karena Umma menyewa mata-mata untuk mengikutimu !" teriak Umma dari meja makan.
Hah, jadi begitu. Umma memata-mataiku. Pantas saja Umma tahu semua yang aku lakukan. Kau benar-benar tamat Cho Kyuhyun.
oooSNOWDROPooo
Sepanjang perjalanan aku merasa gelisah dan terus saja berkeringat dingin. Padahal ini musim dingin tapi tubuhku terus saja mengeluarkan keringat.
"Tuan Muda , apa kau sakit ? Kenapa berkeringat begitu ?" Minnie Hyung bertanya padaku. Kulihat ia menatapku dengan mata cantik yang penuh kekhawatiran.'Akh manisnya.'
"Ahni, aku tidak sakit. Hanya merasa panas" Aku berusaha menjawab sedatar mungkin. Aku tak mau harus menjatuhkan harga diriku didepannya.
"Padahal ini musim dingin, kenapa merasa panas ? Dasar orang aneh."Beraninya dia mengataiku aneh.
"Heh, jangan memulai pertengkaran denganku. Aku sedang tak ingin bertengkar denganmu." Aku kembali berkonsentrasi mengemudikan mobilku. Tiba-tiba saja aku teringat akan satu hal dan menatap Minnie Hyung.
Aku sungguh khawatir, ia akan berjalan pincang saat disekolah nanti. "Minnie Hyung, apa tubuhmu tidak sakit ?"Dia menggelengkan kepalanya cepat. 'Aish, imutnya.'
"Aku tak merasa sakit, padahal kemarin rasanya tubuhku remuk dan tak bisa aku gerakkan." Sungmin merubah posisi duduknya dan menghadapku. "Tuan Muda, kenapa kau menyerangku berkali-kali begitu ? Apa kau begitu menyukaiku sampai bernafsu seperti kemarin ?"
"Mwo ?" Aish kenapa dia bertanya seperti itu sih ? Aku harus menjawab apa ? Masa aku harus menjatuhkan harga diriku dan mengatakan aku memang sangat tergoda melihat tubuh polosnya ?
"Akh, itu. Aku kan sudah pernah mengatakannya padamu jika aku ingin melakukannya kau harus mau melakukannya. Jadi yang kemarin itu karena aku ingin melakukannya. Memang kenapa ? Kurasa kau juga mendesah menikmatinya."
"Itu karena kau terus melakukannya, mau tak mau aku juga mendesah. Habisnya aku harus bagaimana lagi jika kau terus... Akh sudahlah. Kau membuatku mengingat semuanya."
Jujur aku tersenyum dalam hati, yang kemarin itu memang benar-benar daebak dan dia nikmat sekali. "Akh, kau juga yang memulai." Aku kembali menyetir mobilku menuju sekolah.
Cho Kyuhyun POV end
oooSNOWDROPooo
Sekolah
.
.
Meski sudah diancam oleh Ummanya, Kyu tetap saja mengacuhkan Minnie. Mereka memang masuk bersama sampai parkiran sekolah. Namun keluar dari parkiran mereka berjalan sendiri-sendiri. Sungmin merasa tau diri, dia berjalan jauh dibelakang Kyu.
"Minnie !" Hyukkie memanggilnya dengan semangat. Sungmin berhenti dan menunggunya. "Minnie, kenapa kau kemarin tak sekolah ?"
"Mianhe Hyukkie, aku kemarin sakit jadi tak ke sekolah." Mereka berjalan besama menuju kelasnya. 3.7. Sungmin mendudukkan dirinya di kursi dan Hyukkie disebelahnya. Mereka memang duduk satu bangku terus sejak kelas 1. Hyukkie teman terdekat Sungmin, selain karena bertetangga mereka memang selalu saja satu sekolah dan satu kelas dari kindergarten.
Ya, salahkan saja otak mereka yang sama-sama pas-pasan jadi mereka tak pernah bisa masuk ke kelas unggulan lain. Beda cerita dengan Kyu yang ditempatkan dikelasnya, itu karena Kyu lompat kelas langsung 2 tingkat. Hal itu membuat anak kelas unggulan tak mau menerima Kyu dan terpaksa Kyu dilempar ke kelas Sungmin.
"Hyukkie, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan namja kelas sebelah itu ?"
"Akh Minnie," Hyukkie menghela nafas kesalnya. Wajahnya ditekuk berlipat-lipat. "Waeyo, Hyukkie ? Kenapa tak bersemangat begitu ?"
"Aku terus mengikutinya kemarin karena kebetulan kita tidak pelajaran. Guru-guru sibuk membicarakan tentang perayaan ulang tahun sekolah. Aku terus mengikutinya, dari dia di kelas sampai ke kantin sampai akhirnya aku megikutinya ke taman."
"Terus, masalahnya apa ?"
"Nah, itu dia Minnie. Kau tahu Kibum anak pendiam yang cantik itu ? Si Snow White?"
Sungmin mencoba mengingat-ingat yang mana yang bernama Kibum. "Bukankah Kim Kibum, siswa yang loncat kelas satu tingkat dan sekarang dia dikelas Unggulan ?"
Hyukkie mengangguk imut. "Waeyo Hyukkie ?" Sungmin kembali menatap sahabatnya yang tengah gelisah. "Aku melihat Hae bersamanya kemarin. Mereka mesra sekali, berjalan bersama dan kulihat Kibum tertawa bahagia saat Hae menceritakan kekonyolannya. Mereka terlihat sangat dekat Minnie."
Hyukkie semakin melipat wajah cantiknya. "Sudahlah Hyukkie, kan masih banyak yang lain. Kenapa harus dia ? Kau sendiri 'kan juga tahu dia itu sedikit playboy." Sungmin mencoba menenangkan Hyukkie. "Lagi pula dari gosip yang kudengar Kibum namjachingunya Choi Siwon. Ketua club basket yang sangat tampan itu."
"Mollayo Minnie-ah," Hyukkie mengangkat kedua bahunya. "Bagaimana ini ? Aku sangat menyukainya Minnie-ah." Hyukkie menghela nafasnya, ia memalingkan wajahnya menghadap Sungmin yang duduk disisinya.
Tiba-tiba Hyukkie menatap Minnie intens dan menghentikan kesedihannya. Mata cantiknya membulat melihat begitu banyak kissmark dileher Sungmin. Seketika saja otak yadong Hyukkie bekerja dan terus saja menganalisa semua kemungkinan yang terjadi pada Sungmin.
"Heh, kenapa melihatku begitu Hyukkie-ah ?" Sungmin merasa risih terus ditatap tajam oleh Hyukkie mau tidak mau menutupi bagian lehernya yang penuh dengan kissmark.
"Katakan padaku Minnie-ah, kenapa kemarin kau tak berangkat sekolah ?" Hyukkie bertanya penuh selidik dan terus menatap Sungmin.
"Akh ! Itu , aku ... " Sungmin terlonjak kaget mendengar pertanyaan Hyukkie. Ia berusaha menutupi kissmark dilehernya. "Hei, tak usah ditutupi Minnie-ah. Aku sudah melihatnya."
"Akh, itu – aku, bagaimana ya Hyukkie ?" Sungmin bingung harus menjawab apa. Untung saja guru pelajaran pertama langsung masuk dan membawa serta dua namja bersamanya. "Kau belum menjelaskannya padaku Minnie. Kau punya hutang penjelasan dan harus dijelaskan sejelas-jelasnya. Arra ?"
"Nde Hyukkie." Sungmin langsung menatap pada dua namja yang datang bersama guru mereka. "Sepertinya anak baru," Hyukkie menggumam.
"Nde Hyukkie, aku juga belum pernah melihat mereka."
"Tenang anak-anak, kita kedatangan dua teman baru dari Incheon. Silahkan perkenalkan diri kalian"
Dua pemuda tampan itu membungkuk bersamaan kepada para siswa lain dihadapannya. "Kim Ryeowook Imnida. Mohon bantuannya dan perlakukan saya dengan baik. Gomawo."
"Kim Jong Woon Imnida, tapi panggil saja Yesung. Gomawo"
"Baiklah, kalian duduk di bangku kosong didepan Sungmin."
"Gomawo Songsae." Wookie dan Yesung duduk didepan Sungmin. Sungguh sebuah kebetulan yang sangat pas sekali. "Disini, duduklah didepanku. Aku Sungmin tapi panggil saja Minnie dan ini Hyukkie. Selamat datang disekolah dan di kelas kami."
"Nde, aku Wookie dan ini namjachinguku namanya Yesung. Kami senang bisa satu kelas denganmu." Wookie tersenyum manis pada Minnie dan Hyukkie.
Hyukkie terheran menatap dua namja didepannya."Wah kau namjachingunya dia? Pantas saja kalian kelihatannya sangat dekat sekali."
"Nde tentu saja " Wookie kembali tersenyum dan menghadap ke songsae.
"Baiklah, semuanya perkenalannya nanti lagi. Kita lanjutkan pelajaran kita." Jung Songsaenim kembali membacakan cerita dongeng entah tahun kapan itu.
Semua siswa merasa bosan, tapi lain dengan Wookie yang memang sangat bersemangat sekolah. Yesung hanya memandang namjachingunya dengan tatapan tidak percaya karena akhirnya mereka harus menjadi manusia dan pergi kesekolah.
oooSNOWDROPooo
Setelah 4 jam pelajaran pertama akhirnya istirahat juga. "Minnie, ayo jelaskan padaku bagaimana bisa dilehermu banyak tanda begitu ? Pasti ini berhubungan dengan kemarin kau tak berangkat ke sekolah."
Sungmin merasa kalah dari Hyukkie, "Hah, kenapa kau ini selalu saja tahu kalau bersangkutan dengan yadong-isme ? Otakmu selalu lebih encer untuk masalah yang seperti ini." Sungmin menatap Hyukkie yang kini malah senyum gaje padanya.
"Cepat, ceritakan padaku Minnie." Akhirnya Sungmin menyerah, ia mendekati telinga Hyukkie dan berbisik menceritakan semua yang ia alami kemarin. Termasuk serangan Kyu yang bertubi-tubi padanya.
"Jinja !" Hyukkie menelan salivanya banyak-banyak. Ia sungguh kaget dengan pengakuan Sungmin. "Akh, kau hebat Minnie-ah. Tak kusangka Tuan Muda Cho itu benar-benar pervert."
"Ya begitulah Hyukkie, tapi lihat saja dia sekarang. Meski kami sudah melakukan sampai tahap itu, dia tetap saja seperti aslinya. Menyebalkan. Kau lihat sendiri 'kan tadi pagi sewaktu di parkiran aku sengaja berjalan jauh dibelakangnya karena dia tidak mau berjalan bersamaku," Sungmin menunjukkan wajah sedihnya.
"Aku tahu kau menyukainya Minnie-ah, bersabarlah, " Hyukkie memberi semangat pada Sungmin dengan mengepalkan tangannya "Hwaiting !" Hyukkie tersenyum manis padanya.
"Nde Hyukkie-ah." Sungmin mengarahkan pandangannya pada Kyu yang sudah asyik memainkan PSPnya. "Hyukkie-ah, aku ada sedikit urusan dengan Kyu tunggu sebentar disini dan kita pergi ke kantin bersama.
"Nde, jangan lama-lama ya !"
Sungmin hanya mengangguk, 'Apa PSP itu sudah kembali normal ?' Sungmin berjalan mendekati Kyu, hanya untuk menanyakan PSP. Dan bukan untuk yang lain.
Cho Kyuhyunm POV
Aku melihat Minnie tengah duduk di bangku depan mejaku dan menatapku. "Mwo ?"
"Ahni, aku hanya ingin melihat PSPmu." Akh, dia pasti curiga dengan gambar yang ada di PSP ini. Kenapa juga gambarnya tidak hilang dan masih saja menghiasi PSP kesayanganku. Dengan berat hati aku memberikannya. "Lihat saja, tapi sebentar. Jangan lama-lama."
Kulihat ia mengernyitkan dahinya, ya bagaimana tidak. Gambarnya masih sama dengan kemarin. Fotoku yang topless dan berkeringat, ayolah akui saja aku ini sexy dan juga panas. Kekekekeke.
" Ini " dia menyerahkan PSPku kembali. Aish, wajahnya memerah aku jadi ingin menggodanya. "Hei, kenapa wajahmu begitu ? Memang kau melihat apa ?"
"Bukan apa-apa. Aku tak melihat apa-apa. " Ia menggeleng imut, hah kenapa namja seperti dia bisa semanis ini. "Hanya saja kenapa PSP mu masih seperti itu ? Coba dirubah kan bisa ? Dibuang saja gambarku itu kenapa ? Jadi kau tak akan melihatnya setiap hari." Dia mengerucutkan bibir merahnya dan 'Akh manisnya, dia memang cantik'
"Ya suka-suka aku dong. Ini PSP punyaku dan aku yang beli, kenapa kau yang ribut ?" kulihat wajahnya sudah berubah kesal. Dia mengerucutkan bibirnya yang merah itu, 'Aishh dia menggodaku sekarang.'
"Ya aku tahu itu PSPmu tapi kan kalau gambar itu masih disitu aku malu tahu ? Kenapa juga ada gambarku yang seperti itu di PSPmu ? Kau dapat dari mana sih ?"
"Hah, sudah kubilang aku tidak tahu. Lagi pula yang melihat kan cuma aku. " dia kesal dan pergi meninggalkan ku. Akh biar saja, memang aku peduli. Tapi, kalau dipikir lagi bagaimana bisa aku memiliki gambarku begini. Berfoto seperti ini saja aku tidak pernah, 'akh sudahlah'.
Aku merasa melihat gambar Minnie terus-terusan bisa merusak otakku dan bisa saja aku kehilangan kendali dan berbuat seperti kemarin lagi. 'Akh lebih baik aku mencari Hae Hyung, rasanya lama sekali aku tak bertemu dengannya'.
Aku beranjak dari bangkuku, kulihat Minnie hyung dan temanya tengah bergerombol jadi satu entah membicarakan apa. 'Peduli amat,' Aku keluar menuju kelas Hae Hyung.
"Kyu tampan, kau mencari siapa ?" Ikh, Seohyun ini genit sekali sih. Membuatku muak, "Menyingkir kau, aku tak mencarimu. Menghalangi jalanku saja." Aku mendorongnya dari pintu, kulihat dia hampir terjatuh. Biar saja apa urusanku.
Aku mengedarkan pandanganku kedalam kelas Hae Hyung, 'Akh dia sedang apa ? Kenapa mengintip keluar kelas begitu ?'
"Hei Hyung !" Aku memanggilnya. "Aish, Kyu mengagetkanku saja." Kulihat Hae hyung agak gugup, 'memang dia melihat apa sih ?' Aku mencoba melihat keluar jendela, berharap menemukan apa yang dari tadi di lihat Hae Hyung, tapi aku tak menemukan apapun selain Minnie dan semua temannya yang tengah berjalan menuju kantin mungkin.
"Memang melihat apa sih ?" Aku duduk di kursinya, ya kurasa ini kursinya dimejanya tertulis ELFishy Love Anchovy. 'Siapa Anchovy ?' 'Hae Hyung tak kunjung menjawabku dan masih sibuk melihat keluar.
Aku menariknya agar duduk dimeja, "Hyung, aku kesini mau main denganmu bukan untuk diacuhkan begini. Memangnya kau lihat apa sih ?"
"Itu, aku melihat anchovy-ku. Aish dia manis sekali " Hae Hyung kini tengah dreaming dengan mata yang berbinar-binar. "Eh, Anchovy ? Seingatku itu ikan teri ya hyung ?"
"Aish jangan panggil dia ikan teri, panggil Anchovy." Hae Hyung kembali senyum-senyum gaje sendiri. "Dia benar-benar cantik "
Aku benar-benar penasaran, ya memang Hyungku ini playboy dan tak pernah benar-benar menyukai seseorang. Kulihat kali ini Hae Hyung benar-benar bersemangat. "Memang yang mana sih hyung ?"
"Itu lho yang kurus dan berambut almond itu. Dia teman sekelasmu, teman tunanganmu juga."
Kurus, teman Minnie. Masa sih ikan teri yang kerempeng itu ? "Lee Hyukjae ?"
"Oh, jadi namanya Lee Hyukjae, " Hae hyung manggut-manggut gak jelas. "Kenapa hyung ? Kau menyukainya ? Kulihat kau menulis itu dimejamu. Kenapa kau tak mengatakannya saja padanya?"
Pletak
"Hei, kenapa memukulku sih Hyung, seenaknya saja. Lama-lama kau dan Umma sama saja. Aku 'kan tadi bertanya baik-baik malah kau pukul. Memangnya kau pikir kepalaku ini untuk gratisan apa ?" Aish Hae hyung menyebalkan, kepala ku sakit. Malang sekali nasibku setiap hari jadi barang gratisan kena pukul orang.
"Kau sendiri seenaknya menyuruhku, mau ditaruh dimana wajah tampan dan status playboy ku ini jika aku mengatakan padanya aku menyukainya ?"
"Ya dibuang saja wajahmu Hyung, gitu aja kok repot."
"Kya ! Kau mau aku pukul lagi"
"Aish, jangan sembarangan memukulku hyung." Tiba-tiba ada ide cemerlang yang mampir diotakku. Aku mendekati Hyungku dan berbisik padanya. Aku ingin mengerjai Minnie dan sahabatnya itu. Kurasa akan mengasyikan.
Kulihat wajah Hae hyung nampak berfikir. "Ayolah hyung, kau ini mikirnya lama sekali sih, lagipula cuma ini cara yang terpikir olehku untuk membuat Minnie dan juga anchovy-mu mengakui kalau mereka menyukai kita."
"Jadi sebenarnya kau juga menyukai Minnie ?"
Aku hanya mengangguk, ya habis bagaimana lagi. Aku memang menyukainya. Kulihat Hae Hyung akhirnya mengangguk juga. "Baiklah, kita jalankan rencana kita. Oh iya, kemarin aku menemui Kibum dan menanyakan bagaimana bisa PSP mu jadi begini. Dan dia bilang dia tidak tahu jika PSP bisa seperti itu. Yah, anggap saja PSP mu ini PSP ajaib Kyu."
"Ya, PSP ku ini memang PSP ajaib."
Cho Kyuhyun POV end
oooSNOWDROPooo
#OTHER SIDE#
Sungmin, Hyukkie, Wookie dan juga Yesung sudah ada dikantin sekarang. Mereka memesan makanan ringan saja. Istirahat makan siang selama satu jam itu memang terlalu indah jika dilewatkan hanya untuk makan. Rencananya setelah ini mereka akan mengantar Yesung dan Wookie berkeliling.
"Wookie, kau tinggal bersama Yesung ?" tanya Sungmin.
"Nde, aku dan Yesung hyung tinggal bersama. Kami tinggal di satu apartemen dekat sekolah." Wookie membuka satu bungkus sandwich dan menyuapi Yesung didepan Sungmin dan Hyukkie.
"Aish, kalian ini romantis sekali. Sampai makan saja suap-suapan begitu," Hyukkie tersenyum melihat tingkah dua teman barunya.
"Nde Hyukkie-ah, aku saja tidak pernah disuapi Kyu. Akh meski dia akan menjadi suamiku, rasanya akan sulit jika sifatnya tetap saja seperti itu." Sungmin menghela nafas beratnya dan meminum susu strawberrynya.
"Aku rasa, aku akan bernasib sama denganmu. Tapi kau lebih baik Minnie-ah. Kau sudah pasti menjadi istri Kyu meskipun dia itu tetap saja menjadi makhluk yang sangat menyebalkan. Sedangkan aku ?" Hyukkie menghela nafasnya.
Ia mengedarkan pandangannya melihat ke arah lain dan tak sengaja mata cantiknya menemukan satu pemandangan yang sungguh membuat hatinya lega. "Bukankah itu Kibum dengan Siwon, namja ketua club basket yang sangat amat keren dan sexy"
Mata ketiga namja lain langsung mengarah ke tempat yang ditunjuk Hyukkie. Terlihatlah pemandangan yang berhasil membuat buat Hyukkie bernafas lega. Siwon tengah mencium pipi sang Snow White yang sangat pendiam dan cuek itu. Terlihat Kibum juga menikmati perlakuan Siwon padanya.
"Lihat sendiri kan Hyukkie, berarti gosip yang mengatakan Kibum dan Siwon itu berpacaran memang benar. Kau tenang sajalah, itu artinya Kibum dan Hae memang tidak ada hubungan apa-apa."
"Akh, kau benar Minnie-ah." Hyukkie tersenyum senang saat itu juga. Senyumnya lebih mengembang ketika melihat namja yang sedari tadi dibicarakan muncul didepan mereka. "Minnie, itu Kyu dan Hae. Sepertinya mereka menuju kemari."
"Kau benar Hyukkie-ah, sepertinya mereka memang berjalan kemari."
Tak berapa lama Hae dan Kyu duduk di meja Sungmin dan temannya. Mereka langsung saja tersenyum gaje dan sok cool didepan Sungmin dan Hyukkie.
"Ada apa kau kemari ? Merusak suasana saja ," Sungmin menatap Kyu ketus. Ia masih bingung harus bagaimana bersikap dengan Kyu yang terkadang lembut tapi terkadang juga menyebalkan.
"Hyung, kau ini selalu saja memulai masalah. Aku kesini untuk membicarakan satu taruhan denganmu dan juga temanmu ini dan aku pastikan kau akan tertarik." Kyu menunjuk Hyukkie yang duduk di sisi Sungmin.
"Mwo, kenapa aku juga ikutan ?" Hyukkie cengo, tapi ia berusaha menjadi semanis mungkin di depan Hae. "Iya kau ikutan, taruhannya gampang kok gag susah. Dan aku yakin kalian juga senang melakukannya." Kyu mencoba membujuk Hyukkie dan Sungmin.
"Memangnya taruhannya apa dan hadiahnya apa ?" Sungmin merasa tertantang.
"Sekolah kita akan mengadakan pekan raya untuk merayakan hari ulang tahun sekolah. Tantangannya, kalian harus mengumpulkan sebanyak mungkin tanda tangan yeoja disekolah kita selama pekan raya itu." Hae mencoba menerangkan pada Sungmin dan Hyukkie.
" Dari yang kudengar pekan raya akan berlangsung selama satu minggu mulai minggu depan. Berarti dua hari lagi. Tanda tangannya satu orang satu tanda tangan. Yang menang berhak mengajukan satu permintaan apapun pada yang kalah. Artinya yang kalah harus mau melakukan permintaan yang menang dalam taruhan. Bagaimana?"
Kyu menjelaskan pada Sungmin dan Hyukkie tentang hadiahnya. Mereka berdua memang merasa tertantang apalagi dengan hadiahnya, satu permintaan akan dikabulkan.
"Jika aku menyuruhmu untuk menjadi pembantuku selama satu tahun, kau mau melakukannya ?" Sungmin mencoba mengetes niat Kyu.
"Aku akan melakukannya hyung, apapun ku lakukan jika kau menang. Tapi sebaliknya, jika aku menang kau juga harus melakukan apapun yang aku inginkan. Begitu juga dengan Hyukkie dan Hae hyung. Bagaimana ? Deal ?"
Kyu mengulurkan tangannya ditengah, Hae menaruh langsung tangannya diatas tangan Kyu menunggu sedikit lama akhirnya Sungmin dan Hyukkie juga menaruh tangannya diatas tangan Kyu.
"Deal !"
"Baiklah, kau Lee Hyukjae jika kau kalah kau harus mau melakukan apa yang aku inginkan. Arra ?" Hae menatap Hyukkie dengan senyuman yang membuat Hyukkie terdiam kaku. Rasa dingin menjalar keseluruh tubuhnya.
"Nde, arr—ra – sseo . Tapi panggil saja aku Hyukkie," Hyukkie mencoba menanggapi Hae meski dengan tergagap.
"Nde, kalau begitu kami pergi dulu. " Kyu dan Hae langsung meninggalkan Hyukkie dan Sungmin. Mereka sama sekali tak menggubris keberadaan YeWook disana.
"Apa kalian tidak merasa heran, mengapa Kyu dan Hae melakukan taruhan ini ?" Wookie bertanya dengan wajah innocentnya. "Aish, Wookie-ah. Kau ini manis sekali sih" Hyukkie yang tak tahan langsung mencolek dagu Wookie.
Yesung langsung menarik Wookie dalam pelukannya. "Hyukkie-ah, kau ini sudah punya Hae mengapa masih colek-colek Wookie baby ku ? Tidak boleh tau ?"
"Tapi benar apa yang dikatakan Wookie, mereka itu terkenal di kalangan yeoja dan aku rasa akan sangat mudah bagi mereka untuk mengumpulkan sekedar tanda tangan yeoja. Sedangkan kita, kita tidak dekat dengan yeoja Hyukkie-ah. Lagi pula aku juga tak pandai merayu, bagaimana ini ?"
'Hah,kenapa aku baru memikirkannya sekarang ?' Sungmin membatin membayangkan hal apa yang mungkin saja akan terjadi padanya.
"Hah, kita usaha saja hyung. Mungkin saja kita menang meski kemungkinannya kecil." Hyukkie berusaha tetap bersemangat.
YeWook couple hanya menatap mereka iba, karena memang jika dalam wujud manusia mereka tak bisa melakukan apapun. Selesai memakan makanannya, mereka beranjak dari kantin dan mengelilingi sekolah.
oooSNOWDROPooo
#Pulang Sekolah#
Kyu sudah berjalan duluan di depan Sungmin. Ia menunggu cukup lama hingga Sungmin sampai ke mobilnya. "Hyung, kau lama sekali sih. Berjalan dari sana kesini saja lama sekali," Kyu terus saja negdumel tidak jelas memarahi Sungmin.
"Diam kau bocah, kau pikir salah siapa hah ? Kau tak lihat tadi aku memang sengaja berjalan lambat. Kan kau sendiri yang bilang agar aku jangan dekat-dekat denganmu. Dasar namja aneh !"
"Heh, sopan sedikit Hyung. Begini-begini aku masih Tuan muda mu, seenaknya saja mengataiku." Kyu langsung menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah.
Sungmin tak menggubris sama sekali omongan Kyu. Pikirannya sudah larut memikirkan cara untuk memenangkan taruhan bodoh yang ia lakukan dengan Kyu. "Kyu, soal taruhan itu kau tidak berniat melakukan hal buruk padaku kan ?" tanya Sungmin takut-takut.
"Memangnya kau pikir aku mau berbuat apa ? Berbuat burukpun sudah pernah denganmu." Kyu mengeluarkan seringaiannya. Sungmin mengernyit memojokkan tubuhnya pada pintu mobil.
"Jangan melihatku begitu, kau ini selalu saja menunjukkan senyuman menakutkanmu. Aku heran, dari semua yang Appa dan Ummamu miliki kenapa kau mewarisi kejelekan mereka. Seringaianmu itu mirip dengan seringaian Heechul Umma."
"Heh, kau pikir aku ini anak siapa ? Enak saja mengataiku," Kyu kembali berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.
"Ah terserah, kalau kau mengadu sana mengadu saja. Dasar Tuan Muda Cho, anak manja yang selalu berlindung dibalik nama Ummanya."
"Heh, kau mengejekku ya ?" Kyuhyun merasa Sungmin tengah mengoloknya kali ini. Tapi ia teringat pesan Ummanya untuk tidak melanggar satupun aturan Ummanya jika masih ingin melihat semua koleksinya selamat.
"Akh terserah kau sajalah, aku sebenarnya sangat ingin menurunkanmu di jalan tapi jika Umma tahu dia akan langsung membakar semua koleksiku. Lagipula aku pikir kau ini lembut dan sopan ternyata kau juga sangat menyebalkan !"
"Kau lebih menyebalkan lagi, Tuan Muda manja." Setelah pertengkaran kecil itu, mereka sama-sama diam tak bersuara sedikitpun. Sungmin terlalu sibuk memikirkan bagaimana caranya untuk memenangkan taruhannya.
.
.
"Kami pulang !" Sungmin dan Kyu berteriak bersaaman dan langsung masuk kekamarnya masing-masing. Sungmin keluar kamarnya setelah berganti pakaian dan turun ke lantai bawah. Ia mencari Ummanya di kamarnya tapi tak menemukan apapun selain surat diatas meja Ummanya.
Ia membaca surat itu dan langsung berwajah lemas. "Hah, Umma dan Heechul Umma pergi untuk mencari baju pengantin. Kenapa sih mereka pakai pergi segala ? Mana perginya keluar negeri lagi."
Sedang asyik-asyiknya dengan pikirannya sendiri Sungmin dikagetkan dengan teriakan Tuan Mudanya. "Minnie Hyung ! Kemari !"
"Aish, dia itu selalu saja berteriak. Menyebalkan sekali !" Sungmin menyeret langkah kakinya malas keluar dari kamar Ummanya. Ia menemukan Kyu tengah duduk santai di ruang makan yang terletak lurus dengan kamar Ummanya, kakinya diatas meja dan tangannya terus memegang benda hitam yang disebut PSP.
"Ada apa Tuan Muda ?" Sungmin mendudukkan dirinya di kursi didepan Kyu. Kyu menghentikan kegiatannya dan menatap Sungmin. "Minnie Hyung, aku lapar tadi aku tidak makan disekolah. Buatkan aku makanan !"
"Heh, kau pikir aku ini pembantumu. Kenapa tak suruh pelayanmu saja memasak untukmu ?" Sungmin beringsut kesal menatap Kyu yang seenaknya saja padanya. Tapi Kyu yang malas menjawab hanya melemparkan sebuah amplop berwarna coklat tua. "Baca tuh, surat dari Umma ! "
Sungmin mengambil surat dan membacanya. "Ommo ! Mengapa mereka pergi lama sekali. Kenapa menyiapkan pernikahan saja sampai harus menginap diluar negeri dan luar kota begitu ? Mana tidak ada pelayan yang bekerja. Mengapa Heechul Umma meliburkannya Kyu ?"
"Ya aku tidak tahu, yang penting sekarang kau masak untukku. Aku lapar Hyung !"
"Aish, kau ini memang anak manja. Ini gara-gara Heechul Umma yang selalu seenaknya. Mengapa perginya sampai menginap segala? Hah, seminggu ini akan jadi mimpi buruk untukku." Sungmin sibuk menggerutu sendiri menatap surat dari Heechul.
"Hyung, aku lapar hyung ! Kau dengar tidak sih ?" Kyu sedikit berteriak pada Sungmin. "Aish, kau berisik sekali. Ini juga mau aku buatkan, diam dan duduk disitu. Dan satu lagi jangan melihat gambarku yang ada di PSP mesummu. Nanti kau bisa nge-rape aku kalau terus melihatnya. "
"Heh, kau pikir aku semesum itu apa ? Kurang kerjaan sekali, lebih baik aku main game daripada melihat gambarmu yang sok sexy itu."
"Eh, akui saja kalau kau ini menyukaiku. Kalau tidak kenapa kau langsung melakukan itu padaku saat ada kesempatan. Dasar kau pervert , mesum, and raper !" Sungmin mengolok Kyu dan menggoyangkan pantatnya lalu langsung kabur ke dapur.
"Heh, berhenti kau Lee Sungmin. Beraninya kau mengolokku. " Kyu mengejar Sungmin dan akhirnya mereka sibuk berkejaran di dapur. Kyu merasa lelah dan benar-benar lapar. Dari pagi dia hanya makan selembar roti , sama sekali tak berselera makan karena kegilaan Ummanya pagi tadi.
"Berhenti ! Aish, Minnie hyung aku lapar !" Kyu berhenti dan duduk di kursi kecil dekat dapur. "Akh, dasar Tuan Muda manja. Sudah duduk saja disitu, aku akan buat omellet saja yang cepat."
Sungmin sibuk dengan kegiatannya membuat omellet, tak mempedulikan Kyu yang tengah menatap dan tersenyum gaje padanya. 'Aish, cantik' Kyu membatin melihat Min yang tengah memakai kaos putih dengan apron pink bergambar kelinci disakunya.
'Aish, bagaimana bisa namja secantik dan semanis dia ?' Kyu asyik melamun, sama sekali tak bisa mendengar suara Sungmin yang sudah kesal mencoba memanggilnya. Akhirnya dengan menghentakkan kakinya kesal, Sungmin yang tadinya sudah duduk manis di meja makan berjalan mendekati Kyu.
Plak !
Sungmin memukul bahu Kyu dari belakang. "Kya ! Minnie-ah, kenapa memukulku ? Kau pikir aku ini apa, main pukul begitu. Seenaknya saja. Kenapa semua orang dirumah ini suka sekali memukulku ? dan kau ..." Kyu menunjuk hidung Sungmin yang kini tengah menutup mata ketakutan karena kemarahan Kyu.
Kyu menghentikan kata-katanya dan sibuk menatap wajah Sungmin yang menurutnya sangat manis saat itu. Kyu berusaha keras menahan salivanya yang terasa menumpuk dimulutnya. Perlahan tapi pasti Kyu mendekatkan wajahnya dan...
Chu ~
Kyu mencium bibir Sungmin, dan menekannya pelan dan lembut. Sungmin langsung membelakkan matanya saat merasakan ada sesuatu yang hangat dan lembut menyentuh bibirnya. Namun tangan Kyu yang tengah menekan tengkuknya membuat Sungmin tak bisa mengelak dari ciuman Kyu.
Kyu melumat bibir mungil Sungmin dan menghisap bibir bawahnya. Mencoba memaksa Sungmin untuk membuka mulutnya. Meski pada awal tadi Sungmin sama sekali tak merespon ciuman Kyu, lama kelamaan Sungmin kembali menutup matanya dan menikmati ciuman mereka.
Ciuman itu berlangsung lama, Sungmin yang sudah merasa sesak langsung memukul bahu Kyu untuk menghentikan ciumannya. Akhirnya Kyu menjauhkan wajahnya dan tersenyum iblis. "Aku tahu, kau menikmatinya hyung."
Dia terus tersenyum dan meninggalkan Sungmin yang masih cengo karena perkataan Kyu. "Kya ! Memangnya kau pikir siapa yang mencium duluan hah ? Kau ini selalu saja !"
Sungmin mendekati meja makan dan memulai makan sore menjelang malam mereka. Selama makan mereka saling diam dan menikmati omellet buatan Sungmin. Wajah Sungmin merona merah teringat ciuman mereka, 'Hah, aku gila '.
Kyu yang sudah selesai makan berdiri dan menatap Sungmin. Ia membuka suaranya "Omellet buatanmu enak hyung, terima kasih. Aku sudah kenyang." Kyu mengatakan kata-kata manis.
Sungmin tersenyum senang, dalam lubuk hatinya paling dalam Sungmin selalu mencintai Kyu. Meski diluar, dia selalu saja mengolok Kyu. "Hah, kau manis sekali Kyunie."
Tubikon...
Jeongmal Gomawo buat : Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, Chikyumin, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X, Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, Yayang, Cupidshinee, honey 26, fujoshi 103, Mykyuminnie, yuuya, Jungminies, ndok, SparkyuBabyelf, kira berry chanYenny Gaemgyu, and temen laen yang dah review GOMAWO ^_^
Jangan lupa untuk chap ini tetep REVIEW, Gomawo !
