SNOWDROP

Author : Rainy Heart

Length : Series

Rated : M

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

And other suju member

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#

Genre : Romance / Drama / Es Lemon gag acem

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typos disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Summarry : "... aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran ..."

Summarry sama sekali gag nyambung ma story #kekekeke#

HAPPY READING


Previous Chapter 4

Kyu melumat bibir mungil Sungmin dan menghisap bibir bawahnya. Mencoba memaksa Sungmin untuk membuka mulutnya. Meski pada awal tadi Sungmin sama sekali tak merespon ciuman Kyu, lama kelamaan Sungmin kembali menutup matanya dan menikmati ciuman mereka.

Ciuman itu berlangsung lama, Sungmin yang sudah merasa sesak langsung memukul bahu Kyu untuk menghentikan ciumannya. Akhirnya Kyu menjauhkan wajahnya dan tersenyum iblis. "Aku tahu, kau menikmatinya hyung."

Dia terus tersenyum dan meninggalkan Sungmin yang masih cengo karena perkataan Kyu. "Kya ! Memangnya kau pikir siapa yang mencium duluan hah ? Kau ini selalu saja !"

Sungmin mendekati meja makan dan memulai makan sore menjelang malam mereka. Selama makan mereka saling diam dan menikmati omellet buatan Sungmin. Wajah Sungmin merona merah teringat ciuman mereka, 'Hah, aku gila '.

Kyu yang sudah selesai makan berdiri dan menatap Sungmin. Ia membuka suaranya "Omellet buatanmu enak hyung, terima kasih. Aku sudah kenyang." Kyu mengatakan kata-kata manis.

Sungmin tersenyum senang, dalam lubuk hatinya paling dalam Sungmin selalu mencintai Kyu. Meski diluar, dia selalu saja mengolok Kyu. "Hah, kau manis sekali Kyunie."


oooSNOWDROPooo

Chapter 5

Sabtu dan minggu, libur weekend. Rumah sepi tak ada orang hanya Kyu dan Sungmin. Sungmin sengaja bangun siang. Wekernya sudah berada pada angka 10, tapi sungmin masih saja sibuk dengan selimutnya. Bergumul mencari kehangatan. Dua cahaya yang duduk di atas weker Sungmin hanya bisa terkikik pelan melihat wajah polos Sungmin yang tengah tertidur.

"Hyung, lihatlah Sungmin. Wajahnya imut sekali, hyung. Bagaimana kalau gambar ini aku kirimkan ke PSP Kyu? Pasti dia akan semakin menyukai Sungmin." Wookie menggerakkan tongkatnya memutar dan kemudian mengirimkan cahaya berwarna pink keluar kamar.

"Wookie baby, sejak kapan kau jadi pintar begini ?" Yesung gemas dan memeluk namjachingunya dengan erat. Ia mencium pipi tirus Wookie dengan sayang. "Aku mencintaimu Wookie Baby."

"Nado Saranghae, nae Yesungie." Dua peri kecil itu berciuman dan berputar diatas Sungmin membuat salju turun memenuhi halaman rumah dan balkon Sungmin. Bunga Snowdrop yang dia tanam tumbuh subur terkena dinginnya salju.

"Hyung, bagaimana dengan taruhan itu ? Apa kita perlu ikut campur dan membantu Sungmin ?"

"Sebaiknya kita tak membantunya kali ini Wookie baby, aku mendengar pembicaraan Kyu dengan saudaranya kalau itu hanya akal-akalan mereka saja untuk membuat Sungmin dan Hyukkie mau mengakui perasaan mereka."

"Tapi Hyung, bukankah itu akan menjatuhkan harga diri Sungmin ?" Wookie memeluk hyungnya erat dan menyesakkan kepalanya ke dada bidang Yesung.

Yesung tersenyum dan mengecup pucuk kepala Wookie. "Wookie baby, biarkan saja dulu. Kita sebagai penonton hanya melihat pertunjukan yang akan mereka buat. Aku tahu Kyu dan Hae menyukai Sungmin dan Hyukkie." Yesung mengangkat wajah Wookie dan menatapnya dalam.

Chu ~

Yesung mencium bibir mungil Wookie dan menekannya lembut. Melumat bibir bawah Wookie dan menggigitnya pelan. Memasukkan lidahnya bermain dalam mulut Wookie. "Engh..." terdengar lenguhan lirih Wookie yang kini mencengkeram kuat kerah baju Yesung.

Yesung terus memainkan lidahnya bergelut dengan lidah Wookie, saling mendorong mencoba untuk mendominasi ciuman. Wookie menarik tubuhnya menyudahi ciuman mereka karena kehabisan nafas."Hyung, meski kita peri bukan berarti tak butuh udara. Kau hampir menghabiskan semua udara dalam tubuhku tadi. Kenapa menciumku tiba-tiba begitu?"

"Aku hanya merasa, kau terlalu serius memikirkan Sungmin chagie. Sampai kau tak pernah menciumku lagi karena sibuk dengan pikiranmu sendiri."

"Mianhe, nae Yesungie." Kemudian kedua cahaya itu berpelukan dan memutar terbang ke luar ruangan Sungmin kembali ke kuncup bunga snowdrop. Hujan salju turun cukup lebat, membuat udara semakin dingin dan darah bisa membeku.


"Minnie hyung !" terdengar teriakan dari luar kamar Sungmin. Siapa lagi kalau bukan Pervert Kyu yang kelaparan. Kyu sudah mengetuk pintunya berkali-kali,namun sama sekali tak berguna karena Sungmin masih tertidur pulas bergumul dengan selimut hangatnya.

Ceklek ...

Kyu membuka pintu dan masuk ke kamar Sungmin. Dia menatap Sungmin yang tengah tersenyum dalam tidurnya. Kyu mendekati Sungmin dan berlutut disisi ranjang Sungmin. Dengan lembut ia membelai poni Sungmin yang menutupi wajah cantiknya.

Hatinya begitu tertarik dan terpesona dengan wajah cantik yang tengah tertidur itu. Perlahan tapi pasti ia mendekatkan wajahnya dan mencium kening Sungmin. Menciumnya dengan perasaan cinta dan sayang. 'Aku benar-benar mencintaimu Minnie-ah,' Kyu membatin, melepaskan ciumannya dan menatap Sungmin yang masih tertidur.

Kyu berjalan meninggalkan kamar Sungmin dengan senyuman diwajahnya. Ia turun kebawah dan membuat sereal. "Hah, bagaimana lagi ? Salahkan saja aku ini seorang namja dan terbiasa menyuruh orang. Membuat sarapan saja aku tak bisa. Lebih baik makan sereal dan minum susu saja. "

Kyu menyelesaikan sarapannya dan menuju kamarnya kembali. Dua hari liburan, kedua namja ini tidak melakukan hal lain kecuali tidur dan makan. Salju turun dengan lebat selama dua hari ini membuat mereka tidak bisa keluar meski hanya jalan-jalan di luar rumah.

Uri Gaemgyu tentu saja berkutat dengan game portablenya dan Uri Sungminnie asyik membersihkan rumah. Semua pelayan libur jadi mau tidak mau Sungmin yang harus membersihkan rumah dan salju yang menumpuk dimana-mana.

Sungmin selalu menelfon Hyukkie untuk membunuh rasa bosannya. Ketika ia lapar, Kyu sudah memesan delivery untuknya. Hari ini Kyu memesan udon sebagai makan malam mereka. 'Hmmm, sebenarnya kau cukup perhatian padaku Kyu. Gomawo.' batin Sungmin memakan mi udonnya. Sungmin tersenyum melihat Kyu yang masih sibuk dengan udonnya.

oooSNOWDROPooo

##BACK TO SCHOOL##

Hari pertama pekan raya, Sungmin begitu bersemangat untuk berangkat ke sekolah. Ia tampak manis dengan kemeja pink kotak-kotak dan mantel coklatnya. Ini pekan raya, jadi mana ada siswa yang mau memakai seragam ke sekolah.

Kyu hanya memakai kemeja, dan mantelnya hanya di sampirkan (?) di bahunya. Kyu tengah duduk berkencan dengan PSP nya , menikmati game yang sudah ia coba berulang kali untuk menamatkannya.

Pagi ini mereka sarapan sereal seperti biasa, bagaimana lagi semua stok makanan habis dan mereka belum pergi berbelanja. "Tuan Muda nanti sepulang sekolah kita harus berbelanja. Aku bosan setiap hari hanya makan sereal."

"Heemmm," Kyu hanya mengangguk dan menjawab sekenanya. Ia terlalu berkonsentrasi dengan PSPnya.

"Tuan Muda, kau tidak sarapan ? Nanti kau kelaparan."

Kyu hanya menggeleng tak berniat menanggapi Sungmin. Akhirnya karena kesal terus diacuhkan Sungmin mempercepat makannya dan segera mengajak Kyu berangkat ke sekolah.

"Tuan muda , ayo berangkat !" Tapi panggilan Sungmin seperti angin lalu bagi Kyu.

"Aish, lepaskan matamu dari PSP bodoh itu. Ini pekan raya hari pertama, dan aku mau mengumpulkan sebanyak mungkin tanda tangan yeoja untuk segera mengalahkanmu." Sungmin menyeret tangan Kyu yang terus saja menempel pada PSPnya.

"Kya ! Minnie hyung berhenti menyeretku. Kalau mau berangkat, sana berangkat saja sendiri ! Lagipula tidak akan ada pelajaran hari ini. Aku harus menyelesaikan level ini dulu." Kyu menghentakkan tangan Sungmin dan kembali memainkan PSPnya.

"Apa kau lupa, Heechul Umma menyewa mata-mata untuk mengintai semua yang kau lakukan ?" Sungmin ikut menyeringai menakutkan. Seringaian yang sama dengan Heechul dan Kyu.

Melihatnya Kyu hanya bisa menghela nafas "Hah, baiklah. Seluruh orang di rumahku sekarang sudah berubah menjadi iblis yang sangat menakutkan, sama seperti Umma."

Akhirnya Kyu mengalah dan mereka berangkat ke sekolah bersama.

Cho Kyuhyun POV

"Tuan muda , ayo berangkat !" Sebenarnya aku mendengar teriakannya, tapi gameku lebih penting.

"Aish, lepaskan matamu dari PSP bodoh itu. Ini pekan raya hari pertama, dan aku mau mengumpulkan sebanyak mungkin tanda tangan yeoja untuk segera mengalahkanmu." Teriakan Minnie Hyung benar-benar mengganggu konsentrasiku untuk menyelesaikan level yang sangat sulit ini.

"Kya ! Minnie hyung berhenti menyeretku. Kalau mau berangkat, sana berangkat saja sendiri. Lagipula tidak akan ada pelajaran hari ini. Aku harus menyelesaikan level ini dulu." Aku menghentakkan tangannya cukup keras sampai terlepas dari lenganku, sejujurnya aku tak mau melakukannya tapi lihatlah dia. Sungguh menyebalkan dan sangat mengganggu.

"Apa kau lupa, Heechul Umma menyewa mata-mata untuk mengintai semua yang kau lakukan ?" Kulihat ia menyeringai menakutkan. Aku menghela nafasku dalam, "Hah, baiklah. Seluruh orang di rumahku sekarang sudah berubah menjadi iblis yang sangat menakutkan, sama seperti Umma."

Tak kusangka aura hitam Umma berhasil merubah semua angel dirumahku menjadi orang yang sama seperti Umma, tak terkecuali Teukki Umma yang tadinya sangat baik dan lembut lama kelamaan menjadi seperti Umma karena terus bergaul dengan Umma.

Untung saja Appa masih seperti dulu, Appaku yang tampan dan baik hati sama sepertiku.' Hahahaha aku memang tampan.'

"Heh, kenapa kau senyum-senyum sendiri begitu ? Menakutkan !"

"Diamlah hyung, kau duduk saja dan diam disitu. Tak usah banyak bicara, aku mau apa juga terserah aku." Kenapa Minnie Hyung jadi memperhatikan aku ? Biasanya juga dia akan sibuk sendiri dengan pikirannya.

Akh, aku teringat taruhan yang aku lakukan dengannya. Sungguh cara yang mudah untuk menjatuhkan Minnie Hyung. Aku tahu dia pasti tertarik, tapi apa dia tak memikirkan akibatnya?

Kulihat Minnie hyung sama sekali tak mempunyai teman yeoja selain adik kelas yang bernama Sunny itu. Hah, lebih baik aku tak mengingat Sunny. Membuatku muak saja. Tapi aku tanyakan saja padanya tidak apa-apa kan ? Menggodanya selalu menyenangkan. Hahahahaha.

"Hyung, soal taruhan itu kalau kau kalah bagaimana ?"

"Heh, aku tak mungkin kalah Kyu. Aku akan menang dan kau akan memanggilku Tuan Muda Lee. Kau juga akan menjadi pembantuku selama satu tahun penuh. Akh indahnya dunia."

"Heh, jangan mengkhayal dulu. Memangnya aku tak tahu, kau ini tak punya teman yeoja. Kau tahu kan meski jumlah yeoja di sekolah kita melebihi seribu anak, tak mungkin kau bisa mengalahkan aku." Aku terus mengejek Minnie Hyung dan sesekali memperhatikan jalan raya. Aku tak mau mati konyol karena terlalu serius melihat reaksinya.

"Kau ini meremehkan aku, seenaknya saja. Aku masih punya Sunny dan aku akan meminta bantuannya untuk mengenalkanku pada teman-temannya. Pasti aku dapat mengalahkanmu Kyu !" Hah, benarkan dugaanku. Sunny, sepertinya gadis itu harus dilenyapkan. Lama-lama Minnie Hyung bisa menyukainya, aku harus berhati-hati.

Aku hanya menggeleng heran dengan kepercayaan dirinya, sungguh dia yang seperti ini benar-benar menggemaskan. "Tapi kalau aku menang bagaimana Hyung ?"

Kulihat dia terdiam, mungkin memikirkan nasibnya jika kalah denganku. Ayolah, aku ini Cho Kyuhyun pemuda tampan, sexy dan juga mempesona. Siapa yang bisa menolak pancaran kharismaku ? Hahahaha #Narsisbangetdeh# Hanya menjetikkan tanganku saja, seribu tanda tangan bisa kudapatkan dengan mudah.

"Ehmmm," dia mendehem dan memandangku, aku ingin tertawa sungguh wajahnya sangat lucu "Memangnya kau minta apa jika kau menang ?"

"Aku tidak minta uang atau apapun yang aneh-aneh, kau tenang saja hyung." Kami hampir sampai disekolah. Aku memasuki gerbang menuju parkiran yang ada di base floor bawah gedung sekolah.

"Lalu apa ?" Lihatlah, dia menatapku dengan mata foxy yang sangat cantik. Wajahnya yang khawatir itu membuatku gila karena gemas, Minnie hyung jangan menunjukkan aegyomu padaku. Aku bisa tak tahan dan menciummu nanti.

oooSNOWDROPooo

Aku memarkirkan mobilku terlebih dahulu. Kulihat ia sudah penasaran mendengar keinginanku. Aku menatapnya dan menyeringai iblis seperti Ummaku. Aku puas sekali bisa mengalahkannya. "Aku ingin kau..." aku menghentikan kata-kataku dan menunjuk hidung mungilnya dengan telunjukku, aish manisnya.

"Mengakui didepan semua tamu dan juga Appa dan Ummaku, juga Teukki Umma di upacara pernikahan kita."

"MWO ?"

"Buahahahaha... " Aku tak bisa menahan tawaku melihat ekspresinya, mata foxynya hampir keluar karena kaget. Aish, dia sungguh menggemaskan. "Berhenti tertawa Cho Kyuhyun!" Kenapa dia berteriak begitu ? Hehehehehe

"Kenapa berteriak Hyung ? Biasa saja tak usah marah begitu. "

Ia menatapku dengan mata foxy cantiknya dan menunjuk hidung sexyku dengan jari mungilnya. Sungguh ekspresi marah yang sangat menggemaskan, satu kali lagi aku bertanya 'Mengapa ada namja secantik dia ? Dan dia milikku !'

"Aku tahu sekarang, kau sengaja merencanakannya untuk menjatuhkan aku. Iya kan ?"

"Heh, siapa yang menjatuhkan ? Lagi pula kau tak rugi apapun kalau kalah. Hanya mengakui perasaanmu saja 'kan tidak sulit."

"Enak saja, kau pikir aku menyukaimu ? Begitu ?" Dia terus menatapku dengan mata cantiknya. "Jangan bermimpi Tuan Muda Cho, bangunlah agar kau tak terus bermimpi."

Hah, dia pikir bisa membohongiku ? Mengatakan tidak tapi wajahnya terus memerah, dia pikir aku tak tahu ? Ayolah aku ini Cho Kyuhyun, namja pintar yang berhasil naik kelas 2 tingkat sekaligus. "Ehm, dengarkan aku baik-baik calon Nyonya Cho Sungmin. Kau pikir aku tak melihat kalau kau menyukaiku ?"

"Siapa yang kau panggil Nyonya Cho ? Kau pikir aku ini yeoja apa ? Lagipula aku ini cukup tampan jadi tidak mungkin aku kalah denganmu !"

Aku melihatnya, menatap seluruh yang ada diwajahnya sedetail mungkin. "Percaya diri sekali. Kau ini cantik noona, Sungmin bukan tampan."

Pletak

"Aish, seenaknya saja memukul kepalaku ! Aku ini calon suamimu tau ! Yang ada seharusnya aku yang marah – marah dan memukulmu." Sejujurnya pukulannya sama sekali tak sakit, tangan semungil itu tak akan bisa menyakiti Cho Kyuhyun yang tampan ini.

"Kau sendiri yang kurang ajar mengataiku cantik dan noona. Bukankah kau sendiri juga tahu aku ini namja? Jangan memanggilku Noona !"

"Ah iya, aku lupa ! Buahahahahaha !" Aish aku semakin tak bisa menahan tawaku, sungguh dia ini sangat lucu dan menggemaskan. "Aku kan sudah melihat dan mencoba semuanya. Buahahahaha !" Aku menghentikan tawaku dan terus menggodanya.

Aish aku suka menggodanya, dia sangat menggemaskan. Aku menjilat bibir seksiku dan terus menatapnya dengan mata tajamku sampai dia terpojok di pintu. Kulihat dia ketakutan tapi baguslah dia tidak melawanku.

Aku berbisik lirih padanya dan sedikit menjilat telinganya."Aku sudah mencoba semua yang ada padamu Cho Sungmin," aku menelan salivaku banyak-banyak. Berada sedekat ini disisinya membuatku selalu kehilangan kendali. Tak sadar aku menjilat lehernya dan tanganku menahan tubuhnya.

Aku sungguh tak bisa mengendalikan diriku sendiri, perasaan dan hatiku menuntutku untuk melakukan semua pada Minnie Hyung. Aku terus menjilat lehernya dan memeluk tubuhnya erat. Tubuhnya hangat dan sangat wangi. Wangi mint yang membuat tubuh panasku menjadi dingin.

Aku menghisap spot sensitive di lehernya dan mengeratkan pelukan kami. "Ahhh ... Kyuhhhh." Haahhhh, lenguhan itu membuatku menggila. Baiklah Cho Sungmin sedikit mengingatkanmu mungkin akan membuatmu menurut padaku dan tak banyak tingkah lagi.

Aku menyeringai dan mengangkat wajahku menatap wajah sayu yang dari tadi bersusah payah menahan lenguhannya. Kulihat bibirnya sudah merah, mungkin dia menggigitnya tadi. Kurasakan nafasku memburu dan aku semakin tak bisa mengendalikan diriku.

Aku mencium bibir mungil yang merah dan sangat lembut, menekannya keras karena aku sudah tak bisa menahan diriku lagi. Tanganku masih setia mengeratkan pelukan kami sedangkan tangan Minnie kurasa tengah menyusup kedalam kemejaku.

Salahkanlah hari ini adalah hari yang cukup hangat di musim dingin. Karena pekan raya kami, memakai baju bebas ke sekolah dan aku sungguh pintar dengan hanya memakai kemejaku saja.

Tangannya tengah bergreliya di punggungku, tangan mungil itu sungguh pintar dan selalu bisa memancingku. Untunglah mobilku ini memakai kaca film yang sungguh tebal hingga tak akan ada yang tahu apa yang bisa kulakukan dengan Minnie hyung.

Sedikit bermain-main untuk pagi ini boleh kan ?

Aku tetap menciumnya dan satu tanganku menurunkan sandaran jok yang diduduki Minnie Hyung. Aku mengangkat tubuhku dan mendorongnya agar kembali menyandarkan tubuhnya di jok dan mendorongnya hingga posisinya setengah tertidur.

Aku terus menciumnya dan memainkan lidahku dalam mulutnya yang hangat. Dia selalu membuatku menggila. Aku menekan tubuh mungilnya dan menggesekkan juniorku yang sudah menegang ke juniornya. Ternyata little Minnie sudah menegang dan minta dimanjakan.

Tanganku yang satu menurunkan zipper Sungmin dan kini tengah menyusup pintar masuk ke dalam celana panjangnya. Meremas pelan junior yang tengah menegang. Aku merasa Sungmin sedikit mengencangkan cengkramannya pada punggungku dan kini dia berusaha mendominasi ciuman panas yang kami lakukan.

Aku sungguh tak bisa menahannya dan harus menyelesaikan ini dengan cepat. Aku mengangkat wajahku dan menyodorkan tiga jariku padanya."Kulumlah Hyung, dan kita akan menyelesaikan ini."

Dia hanya menurut saja dan mengulum jariku. Setelah basah aku menarik jariku dan kembali menciumnya, melumat bibir mungil yang sangat lembut dan manis. Apakah dia selalu memakan makanan manis sampai bibirnya terasa seperti permen ?

"Lepaskan celanamu hyung," aku berbisik padanya dan menjilat telinganya. Tubuh mungilnya bergetar hebat merasakan semua rangsangan yang aku lakukan. Sekarang terlihatlah junior yang tengah memohon untuk segera dimanjakan. Aku mengulum junior itu dan mulai memasukkan jariku kedalam singgle holenya.

Ia tak menjerit, hanya mencengkeram jok dengan kuat. Ia menutup mata dan bibirnya kuat-kuat.

Aku mencoba menggerakkan jariku dan terus mengulum juniornya. Holenya sudah terbiasa dengan satu jariku karena aku merasakan jariku langsung bisa bergerak longgar, dengan segera aku menambahkan dua jari langsung dan tubuhnya tersentak kuat.

"Kyuu!" ia berteriak tertahan memanggil namaku. Aku terus mengulum juniornya dan mendiamkan jariku dalam holenya. Aku memainkan lidahku menggelitik kepala junior Sungmin, menggesekkan lidahku dengan kulit juniornya dan menghisapnya kuat.

Aku mempercepat tempoku dan saat aku merasakan juniornya berkedut aku semakin bersemangat melakukan blowjobku dan "Akhhhh Kyuuuuuu !" dia berteriak keras memanggil namaku. Aku menelan semua spermanya. Aku mengangkat wajahku dan tersenyum penuh kemenangan padanya.

"Nikmati permainan kita Hyung, lepaskan celanaku dan kita selesaikan semuanya." Dia hanya diam dan menurutiku. Aku rasa dia masih merasakan sakit pada holenya. Dia menurunkan zipper dan menurunkan semua celana dan underwearku.

"Kulum dan basahi dia Hyung, " Minnie mengulum juniorku "Akhhh pintar Hyung, terus kulum. " Aku tak bisa menahan desahanku saat mulut yang hangat itu mengelilingi Juniorku dan memanjakannya dengan lidahnya yang terus berputar-putar pada juniorku. "Akhhh, lepas hyung aku sudah tak tahan."

Aku menarik jariku dan langsung menghentakkan juniorku pada hole Minnie Hyung dan menciumnya dengan cepat agar ia tak berteriak. Aku mengusap air matanya dengan kedua tanganku. Aku tahu ini rasanya pasti sakit sekali. "Tahan Minnie hyung."

Aku mencoba menusuk dalam mencari sweet spotnya dan ketemua "Akhhhh Kyuhhhh ... terus Kyu..."

Dia melepaskan ciumanku dan terus melenguh."Akhhh Kyuhhhh nikmat sekalihhh. " Aku semakin menggila mendengar lenguhan Minnie hyung yang begitu seksi.

Aku semakin mempercepat gerakanku dan melingkarkan kakinya pada pinggangku. Terus menyodok sweet spotnya."Akhhhh, kau nikmat sekali hyung. Sempit dan nikmat sekali ."

"Akh sebentar lagi Kyuhhhh, aku mauh keluarhhhh."

"Bersama Hyung."

"Akhhhhh !" teriakan kami menggema di mobil. Aku sudah tak peduli dengan orang yang mungkin curiga pada mobilku. Biar saja. Nafasku terengah-engah dan rasanya begitu panas. Aku melihat Minnie hyung kini berkeringat dan terus berusaha bernafas setelah ia cum kedua kalinya.

"Kau sangat nikmat hyung, dan juga sangat menggoda." Aku menjilat lehernya dan menghisap spot sensitivenya. "Kyuhhh, berhenti Kyu..."

"Waeyo ?" aku menatapnya bingung. Kulihat wajahnya memerah menahan malu. Aish , cantik sekali.

"Jangan menciumku lagi, atau kau akan melakukan lagi padaku. Ini sekolah Kyu dan aku tak bisa bebas bergerak dimobil begini."

"Jadi, ayo kita pulang kerumah dan melanjutkannya."

"Kyunnie, kumohon. Badanku sakit semua, berhenti oke ?"

"Baiklah chagiyya, Minnieku yang sexy dan sangat sempit."

Blushhhh

Wajahnya langsung memerah, aish aku sangat suka menggodanya. Aku kembali mencium bibir plumpnya yang sangat merah dan empuk. Melumatnya dan menghisapnya, dengan hati-hati aku mengeluarkan juniorku. "Akhhh... "

Dia sedikit tersentak, "Mianhe Minnie baby. " Kulihat ia tersenyum begitu cantik aku memakaikan kembali celana panjangnya dan juga menaikkan celanaku sendiri. Tubuh kami penuh keringat, padahal ini musim dingin.

oooSNOWDROPooo

Kami keluar dari mobil. Aku sedikit khawatir melihatnya, apakah sakit atau tidak ? Aku takut bagian bawahnya membuatnya sulit berjalan. "Hyung, kau bisa jalan tidak ?"

"Aku rasa bisa, sudahlah sana kalau mau jalan duluan." Dia masih menyandarkan tubuhnya pada mobilku. Satu sisi dalam hatiku ingin meninggalkannya karena aku tak mau dekat-dekat dengannya saat disekolah.

Tapi satu sisi hatiku yang sangat mencintainya mengatakan aku harus membantunya sampai sekolah. Biarlah, kali ini saja kan tidak apa-apa. Aku mendekati Minnie Hyung yang masih berjalan tertatih jauh dibelakangku.

Hup

"Kyu ?" Minnie hyung menatapku heran dengan mata cantiknya.

"Kenapa, memangnya tidak boleh ?"

"Bukan begitu, itu – karena itu –"

"Ah, diamlah hyung. Hanya kali ini saja tidak apa-apa. Lagi pula aku yakin kau tak bisa berjalan. Aku akan menyuruh Hyukkie menemanimu di UKS. Aku yakin kau juga tak akan banyak membantu di kelas nanti, lebih baik kau diUKS bersama Hyukkie."

Aku membawa Minnie Hyung bridal style menuju UKS. Padahal Minnie Hyung namja, tapi mengapa tubuhnya sangat ringan ? Lengannya melingkar indah dileherku, aku menatap wajah cantiknya yang kini tengah tertidur pulas. 'Sangat cantik.' Pasti ia lelah, padahal seharusnya yang lebih lelah kan aku. Hehehehehe.

Aku tak bisa berhenti tersenyum mengingat lenguhannya tadi, aish kenapa membayangkannya saja sudah membuat tubuhku panas dingin tak karuan begini. Seluruh yeoja dan namja siswa sekolah terus saja menatapku. Biarkan saja, apa peduliku. Toh minnie hyung akan menjadi milikku, jadi biarkan saja mereka mau berfikir apa.

Mataku menemukan sesuatu yang sangat menarik. Seorang yeoja sok cantik yang tengah menatap dengan matanya yang mau keluar. Kulihat Minnie hyung masih tertidur, jadi tidak apa-apa aku memanfaatkan ini sebentar saja.

Aku sedikit membelok dan sengaja lewat didepan yeoja sok cantik yang sangat menyebalkan itu. Kulihat dia mengikutiku. "Hei, kau berhenti !" Hallow, apa dia tidak mengenalku ? Kenapa memanggilku dengan 'Kau.'

"Aku juga punya nama yeoja centil, dasar berisik !" Aku kembali melanjutkan langkahku. Dia mengikutiku dan menghadang didepanku. Terpaksa aku menghentikan langkahku dan mau tak mau aku bersorak gembira karena rencanaku berhasil 'Hore !'

"Ada apa ? Kenapa menghalangi jalanku ?"

"Kau ! Turunkan Sungmin Oppa !" Yeoja itu berteriak begitu keras. Sejujurnya aku khawatir Minnie Hyung akan bangun. Tapi kulihat dia hanya menggeliat saja.

Hah, dasar yeoja centil yang menyebalkan. "Aku punya nama, dan namaku Cho Kyuhyun. Masa kau tidak tahu? Aku 'kan namja terkenal yang tampan dan pintar, dasar yeoja pendek yang sok cantik !"

"Aish, sudahlah diam ! Cho Kyuhyun, turunkan Sungmin oppa. Kenapa kau membawanya begitu ?"

Beraninya dia membentakku. Aduh Minnie hyung menggeliat lagi. "Aish, tidak usah berteriak. Minnie hyung sedang tidur. Apa kau tak bisa melihatnya ? Jangan berisik." Dadaku berdebar tak karuan, bagaimana tidak kini Minnie hyung tengah menggusap dadaku dengan kepalanya yang terus saja bergerak-gerak. Perutku rasanya teraduk-aduk dan geli sekali. 'Aish.'

Yeoja centil bernama Sunny itu mendekatiku dan melihat Minnie hyung. Tangan nakalnya mencolek pipi Minnie-ku. Aku tak tahan dengan tingkahnya. "Heh pendek ! Jangan sekalipun kau berani menyentuh Minnie hyungku. Dia itu milikku !"

"Mwo ?" Dia melotot dan menatap seakan mengejekku. Sialan, yeoja ini menantangku rupanya. "Hah, milikku-milikku. Memangnya kau siapanya Sungmin oppa?"

"Aku ini calon SUAMINYA !"

"Buahahahaha." Eh, dia malah tertawa. Aish, menyebalkan !

"Heh, apa tidak salah. Sungmin Oppa itu namja dan kau juga namja, kau ini mengada-ada. Apa karena otakmu yang terlalu pintar sampai-sampai kau memikirkan yang tidak-tidak ?" Dia tidak percaya lagi. 'Akh, aku melihatnya.'

"Nih, kau lihat sendiri. Buka sedikit mantel Minnie Hyung dan lihat sendiri." Kulihat Sunny mulai penasaran dan mendekatiku. Ia menyingkap sedikit mantel hangat Minnie Hyung.

"Mworago ?"

"Sudah lihat kan ? Itu aku yang buat. Sudah, kau jangan mengharapkannya lagi. Dia ini milikku dan tak akan pernah menjadi milikmu, menyerah saja." Kulihat dia sangat terpukul, matanya memerah dan menangis. Ia langsung lari meninggalkan aku.

Aku ingin tertawa melihat tingkahnya. 'Kena kau !' Aku merasakan Minnie hyung kembali menggeliat. Ia menatapku dan tersenyum sangat manis. Akh jangan-jangan dia mendengar aku dengan Sunny centil itu lagi.

"Tuan Muda, apa kita belum sampai ? Kenapa lama sekali tidak sampai-sampai ? Aku dingin." Akh iya, aku hampir lupa. "Nde, tadi aku mencari Hae Hyung dulu. Sekarang kita ke UKS." Aku berjalan tegap ke UKS penuh dengan senyum kemenangan.

Dengan susah payah aku membuka pintunya. Tidak ada yang bertugas ternyata. Aku merebahkan tubuh Minnie hyung di kasur dan menyelimutinya. Ia tertidur nyenyak dan sangat manis. Aku tak mungkin meninggalkannya sendiri disini. Nanti kalau ada namja jahil atau Sunny kemari bisa berbahaya.

Aku mengeluarkan ponselku dan menelfon Hae hyung agar mencari Hyukkie dan membawanya ke UKS.

"Hae hyung, bisakah kau mencari hyukkie dan membawanya ke UKS."

"... ?"

"Aku bersama Minnie di UKS"

"...?"

"Nanti kau juga tahu. Cepatlah aku tunggu."

Plip.

Lebih baik aku menunggu Hyukkie disini, sambil menatap wajah cantik Minnie hyung. Milikku.

Cho Kyuhyun POV end

oooSNOWDROPooo

Lee Donghae POV

Aku mencari Kyu di parkiran. Kulihat mobilnya sudah datang tapi dia sama sekali tak terlihat. "Kemana sih ?" Aku berjalan meninggalkan parkiran, ponselku bergetar. 'Kyu ?'

"Hae hyung, bisakah kau mencari hyukkie dan membawanya ke UKS."

"Hyukkie ? Kenapa harus Hyukkie ?"

"Aku bersama Minnie di UKS"

"Mwo ? Kau sedang apa di UKS ?"

"Nanti kau juga tahu. Cepatlah aku tunggu."

Plip.

"Hyukkie ? My Anchovy yang sangat cantik dan seksi. Akh baiklah, Lee Donghae tunjukkan pesonamu pada Hyukkie, your sexy Anchovy." Aku menyemangati diriku sendiri. Mencari Hyukkie ke kelasnya.

Aku melangkahkan kakiku ke kelas 3.7 tapi dia tidak ada. Akh, baiklah dia pasti sedang berusaha mengumpulkan tanda tangan yeoja. Kenapa juga aku tak meminta nomor ponselnya, kalau begini aku jadi susah mencarinya.

Pekan raya baru akan dimulai sore nanti jadi seharusnya dia masih ada disekitar kelasnya. Mungkin dikantin ? Aku mencarinya ke kantin. Mengambil menu sarapanku dan mencari tempat duduk yang paling nyaman.

Aku menemukannya, rambut almond berbentuk jamur dia sedang makan pisang dan susu strawberry di pojok. Dia bersama temannya yang kemarin, tentu saja karena Minnie sedang bersama Kyu menikmati moment mereka.

Aku mendekati Hyukkie. Kulihat dia begitu mempesona, kemeja putih dengan sweater hitamnya. Rambut almond seperti jamur yang membuatnya makin menggemaskan. Aku tahu aku menyukainya, biar saja semua yeoja fansku kecewa karena Hyukkie lebih cantik.

"Hae, mau kemana ?"

Ish, wanita ini menggangguku. "Jess, aku mau kemana bukan urusanmu." Aku kembali melangkah mantap menuju meja Hyukkie, dan lagi-lagi wanita menyebalkan ini menggangguku. Ayolah, bisa tidak sih dia menjauhiku dan tak menempel terus padaku.

"Jess, aku bilang bukan urusanmu. Menyingkir sana." Aku berjalan cepat menghindari Jessica yang sangat amat menyebalkan. Dia itu suka sekali dan selalu saja menempel padaku. Menyebalkan ! Nanti kalau Hyukkie melihat, bisa habis aku karena patah hati. Akh, mau ku taruh dimana wajah tampanku ini kalau aku sampai tidak bisa mendapatkan Hyukkie.

Baiklah aku harus berusaha mendekatinya, aku ini playboy paling keren dan juga tampan. Masa sih, Hyukkie saja aku tak bisa mendapatkannya. "Annyeong," aku tersenyum khusus untuk Hyukkie.

"Hae, tumben sekali kau kesini ? Tidak bersama Kyu ?"

"Ahni, aku tadi diminta Kyu untuk membawamu ke suatu tempat. Tapi aku lapar, jadi sarapan dulu." Aku melihat kedua temannya yang menatapku dengan pandangan heran, ya aku tahu aku ini tampan tapi mengapa melihatku seperti itu ?

"Annyeong, Lee Donghae imnida"

"Kim Jong Woon imnida, panggil saja Yesung dan ini namjachinguku Kim Ryeowook dan kau bisa memanggilnya Wookie. Kami teman Sungmin dan juga Hyukkie."

Akh, yang bernama Wookie memang manis. Tapi mengapa dia mau dengan namja berkepala besar itu ? Aku benar-benar tak menyangka, namja seperti Yesung bisa mendapatkan Wookie jadi kenapa aku tidak bisa mendapatkan Hyukkie.

"Hyukkie, kenapa kau hanya makan pisang dan susu saja ? Apa tak lapar ?" Aku mencoba berbasa-basi padanya. "Ahni, aku sudah biasa hanya makan ini saja. Waeyo ?"

"Seharusnya kau makan yang lebih bergizi." Aku menyendok sarapanku, nasi dan sup ayam. "Aaaa..." aku ingin menyuapinya. Tapi kulihat dia bungkam dan tak mau buka mulut. Apa karena aku memakai sendokku.

Dengan wajah kecewa aku menurunkan sendokku dan berlari menuju dapur kantin meminta satu sendok lagi. Kali ini aku memakai sendok baru, "Aaaaa ..."

.

5 detik

.

10 detik

.

"Hyukkie-ah, kau tak mau aku suapi ? Apa karena ini makanan bekasku jadi kau tak mau aku makan ?" aku memasang wajah memelasku, ayolah aku ini kasihan sekali. Saat aku benar-benar menyukai seseorang dia malah cuek dan tak peduli padaku. Apa karena dia namja ? Akh bisa jadi dia tak menyukai namja, bagaimana denganku nanti ?

"Bukan begitu Hae, itu hanya ..."

"Waeyo ?" aku bertanya padanya, memasang wajah tampanku dengan mata yang berbinar. Kulihat dia terus meminum susunya, kenapa dia ?

"Kau haus Hyukkie ?"

"Ahni, aku hanya ..." Dia hanya diam tak melanjutkan bicaranya. Sebenarnya dia mau bicara apa sih ? Hah, aku sudah lemas. Putus asa dan kecewa. 'Huweeee.'

"Ya, sudahlah kalau kau tak mau bicara." Aku terdiam kembali memakan sarapanku. Tapi tiba-tiba dalam pikiranku terlintas taruhan bodoh yang kami lakukan. Aku jadi ingin menanyakannya, sudah sekeras apa usahanya.

"Hyukkie, bagaimana dengan taruhan itu ? Jika Pekan raya dimulai sore nanti berarti kau sudah harus bekerja keras agar tak kalah dariku."

"Nde, kau benar. Aku harus bekerja keras." Kudengar suaranya lemas, pasti dia putus asa. Aku akui rencana konyol Kyu memang sangat ampuh. Bagus sekali.

" Oh iya, kelasmu membuat apa untuk pekan raya ?"

"Kami membuat sebuah stand roti tart dan kue kering. Ya, itu sih pekerjaan yeoja jadi kami yang namja hanya membantu mendirikan stand saja dan yeoja membuat kuenya. Kalau kelasmu, membuat apa ?"

"Ehm, aku tidak tahu. Tidak begitu peduli dengan mereka, nanti aku bisa disuruh-suruh lebih baik aku pergi jalan-jalan." Kenapa wajahnya merah begitu ? Apa dia sakit ?

"Hyukkie, kau sakit ? Kenapa wajahmu memerah ?" aku khawatir padanya, biar bagaimanapun aku menyukainya dan tidak bisa melihatnya sakit.

"Ahni, " dia menggeleng pelan. Aku rasa memang ada yang aneh dengannya. Sesegera mungkin aku menyelesaikan sarapanku. Wookie dan Yesung pamit, entah mereka mau pergi kemana dan itu bukan urusanku.

"Hyukkie, kajja kita temui Sungmin !" Aku menarik tangannya agar berjalan bersamaku. Tapi ada yang aneh, kenapa tangannya dingin sekali ? Aku berhenti mendadak, langsung berbalik dan akhirnya ...

TBC...


Buat temen2 reviewer and readerdeul yang setia banget ma author gaje ni, low ada yang mw req, boleh ja ditampung kok requestnya, couplenya siapa. Tapi story ikut mood-nya author ya...?

Yang nanya umur author, q tuw lahir 17-08-1988. Dah cukup dewasa, jadi low otak yadong-nya encer gag sah heran,,,, kekekekeke ^_^

Selain itu aku juga berguru ma Hyukkie oppa. jadinya pinter...#pisss#

Jeongmal Gomawo buat : Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, Chikyumin, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X, Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, Park KyuMin, Haemin, Princess Sachie, Yayank JewELF, Sung Hye Ah, Ms. Hyuk, Hyemin Punya Yesung, MeSunny, SparKyu BabyELF, ndok, Park SooHee, Ulfahaeteukkie, Yayang, Cupidshinee, honey 26, yuuya, Maykyuminnie, Jungminnies, and temen laen yang dah review GOMAWO ^_^

Jangan lupa untuk chap ini tetep REVIEW, Gomawo !