SNOWDROP
Author : Rainy Heart
Length : Series
Rated : T
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And other suju member
Pairing : KYUMIN and Other Pair
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#
Genre : Romance / Drama
Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
Summarry : "...aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran..."
Summarry sama sekali gag nyambung ma story #kekekeke# Mianhe jika ceritanya semakin ngawur dan mengada-ada
HAPPY READING
Previous Chapter 5
"Hyukkie, kau sakit ? Kenapa wajahmu memerah ?" aku khawatir padanya, biar bagaimanapun aku menyukainya dan tidak bisa melihatnya sakit.
"Ahni, " dia menggeleng pelan. Aku rasa memang ada yang aneh dengannya. Sesegera mungkin aku menyelesaikan sarapanku. Wookie dan Yesung pamit, entah mereka mau pergi kemana dan itu bukan urusanku.
"Hyukkie, kajja kita temui Sungmin !" Aku menarik tangannya agar berjalan bersamaku. Tapi ada yang aneh, kenapa tangannya dingin sekali ? Aku berhenti mendadak, langsung berbalik dan akhirnya ...
oooSNOWDROPooo
Chapter 6
.
Lee Hyukjae POV
.
"Hyukkie, kau sakit ? Kenapa wajahmu memerah ?" Dia mengkhawatirkan aku, akh bagaimana ini aku tak bisa menahan diriku. Kalau terus begini wajahku akan semakin merah, Hae kau membuatku gila. Hari ini benar-benar hari keberuntunganku.'Yeay !'
"Ahni, " aku menggeleng pelan. Seluruh tubuhku rasanya sudah meleleh, aish tampan. Kekekeke.
Kulihat dia langsung memakan sarapannya dengan lahap, apa dia lapar sekali ? Sebenarnya aku senang sekali jika dia menyuapiku tadi tapi, 'Paboya Hyukkie, kau terlalu terkejut jadi hanya diam saja. Jeongmall paboya Hyukkie.' Aku hanya merutuki kebodohanku karena ini salahku membuang kesempatanku, 'Aish Hae baik sekali dan romantis'.
Wookie dan Yesung pergi meninggalkanku, aku rasa mereka memberi kesempatan untukku dan Hae. 'Hyukkie Hwaiting,' aku harus menyemangati diriku sendiri.
"Hyukkie, kajja kita temui Sungmin !"
'Ommo ! Dia menarik tanganku, aduh jantungku seperti mau kabur berlari keluar. Aku ingin sekali melompat kegirangan, tapi biar bagaimana pun aku harus menjaga sikapku. Nanti jika Hae tak menyukaiku bagaimana ? Akh kasihan sekali aku ini, membayangkannya saja aku sudah tak sanggup.'Akh tidak-tidak ! Hyukkie, kau harus semangat !'
.
Cup ~
.
'Ommo ! Jantungku berhenti berdetak sekarang.' Bibir yang sangat lembut dan sangat aku inginkan. 'Minnie-ah ! Kami berciuman !' Mata kami bertemu, mata yang indah dan dingin. Hah, kurasa sebentar lagi aku akan pingsan.
.
5 detik
.
15 detik
.
30 detik
.
"Akh, mianhe. Aku tidak sengaja. Itu , yang tadi itu... " Hae membungkuk meminta maaf padaku dan dia masih memegang tanganku. Akhh, aku bahagia sekali. Bibirnya sangat lembut. "Gwenchanayo, Hae-ah. Kan yang tadi itu tidak sengaja."
"Jadi, kalau aku sengaja boleh 'kan ?"
"Mwo ?"
"Akh, ahni. Tidak jadi, kajja ke UKS. Sungmin dan Kyu sudah menunggumu."
" Nde," dia kembali menyeret tanganku. Ayolah, yang tadi itu aku tak salah dengar kan ? Aish, kenapa jadi canggung begini. "Hyukkie-ah, kenapa tanganmu dingin sekali. Kurasa hari ini cukup hangat, kenapa tanganmu sangat dingin ?"
"Akh, itu karena emmm..." hah bagaimana aku menjawabnya ? "Akh, karena tadi aku minum susu. Ya pasti karena itu, botol susu itu kan dingin soalnya aku mengambil yang dingin jadi mungkin saja masih tersisa dinginnya di tanganku. Ya, pasti begitu."
"Hei, itu sama sekali tidak masuk akal. Tapi ya sudahlah."
Dia terus menarik tanganku dan aku sedikit berlari mengimbanginya, memang jalanku melambat karena tubuhku terasa lemas seketika. Aku tak sanggup jika harus jalan bersamanya. Ayolah, dia itu sangat mengagumkan dan tampan. Bisa-bisa aku pingsan sekarang juga karena grogi dan canggung.
Kami berjalan cukup lama karena jarak dari kantin ke UKS memang jauh, dan tiba-tiba saja ditengah jalan ada seorang yeoja yang menghadang kami dan menatap Hae dengan matanya yang tajam. 'Siapa dia ?'
"Hae, ayo bantu aku mengurusi stand kelas kita. Kau ini bukannya membantu malah jalan-jalan kesana kemari terus."
"Jess, aku ini sedang sibuk dan sama sekali tak berniat untuk mengurusi stand kelas. Kau pikir aku tak punya kerjaan apa ? Maaf, aku tidak peduli." Hae menabrak yeoja itu sedikit dan kembali menyeretku ke UKS.
Aku melihat kebelakang dan bisa kulihat yeoja yang bernama Jess itu menatapku dengan mata cantiknya yang menakutkan. Ada apa sebenarnya ? 'Mollayo.'
Lee Hyukjae POV end
oooSNOWDROPooo
Di UKS
.
Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Karena Hae sangat amat lama sekali, akhirnya Kyu tidur di ranjang Sungmin dan memeluknya. Pemandangan yang sangat indah, tapi tak ada yang tahu jika seorang Seo Hyun mengambil foto Kyu dan Sungmin. Ia menyeringai menakutkan, tapi biarkan saja ini tak akan jadi masalah.
Hae dan Hyukkie masuk ke UKS tepat setelah Seo keluar dari sana. Mereka memang melihat bayangan Seo tapi tidak terlalu ambil pikir dengan yeoja centil yang menyukai Kyu itu. "Kenapa Seo berlari begitu ?" Hae menggerutu dan menarik Hyukkie masuk ke UKS.
Mereka berdua hanya tersenyum melihat Kyu dan Sungmin. "Baiklah Hyukkie, sepertinya kedatangan kita sia-sia saja."
"Nde, sepertinya begitu." Hyukkie ingin melepaskan tangannya dan kembali kekelasnya, namun tangan Hyukkie digenggam erat oleh Hae. "Mianhe Hae, bisa kau lepaskan tanganku. Aku mau ke kelasku."
"Bagaimana jika aku tak mau melepaskannya ?" Hae berbicara tanpa melihat ke arah Hyukkie. Wajah Hae masih datar dan lurus menghadap KyuMin. "Tapi Hae, Minnie dan Kyu juga sepertinya sudah tak membutuhkan kita lagi. Jadi lebih baik aku kembali ke kelas."
"Kalau begitu, bagaimana jika ku katakan aku yang membutuhkanmu." Tanpa basa basi Hae langsung menarik tangan Hyukkie keluar dari UKS.
.
.
"Hae, kenapa kita ke atap sekolah ?" Hyukkie mencoba mengambil nafas. "Hah, aku capek sekali. Kenapa juga ada lift kalau kita tidak menggunakannya ?" Hyukkie masih ngos-ngosan, berlari lima lantai dari UKS di lantai satu menuju balkon atap sekolah di lantai 5 sangat melelahkan.
"Bukankah mengasyikan berlari denganku ?"
"Hah, mengasyikan kau bilang ? Kurasa memang ada yang salah denganmu." Hyukkie mendudukkan tubuhnya bersandar pada dinding pelindung balkon atap. Di sana tak ada apa-apa selain tumpukan salju dan kursi santai yang memang ditaruh di atap.
"Di sini dingin tidak ?" Hae melangkah mendekati Hyukkie dan duduk didekatnya.
"Tidak juga, lagipula aku ini memakai sweater jadi tidak begitu kedinginan. Kurasa malah kau yang kedinginan. Sudah tau musim dingin begini kenapa hanya memakai kemeja begitu, sepatumu juga bukan boot malah sepatu begitu." Hyukkie seakan memarahi Hae.
"Hah, ternyata dugaanku benar. Jika berlari dapat membuyarkan pikiran tegang seseorang." Hae menatap Hyukkie yang kini ber-blushing ria. "Aku tahu sedari tadi kau ini canggung dan tegang. Sampai tanganmu dingin dan wajahmu merah, padahal cuaca 'kan tidak begitu dingin."
Hyukkie hanya diam saja, seketika saja ia merasa tubuhnya memanas dan kembali tegang. Hae menggeser duduknya dan kini dihadapan Hyukkie, menatap Hyukkie dan tersenyum padanya. "Jawab aku, kenapa kau begitu ?"
"Ya tentu saja kedinginan," jawab Hyukkie sekenanya, jantungnya sudah ingin berlari entah kemana.
"Aku tahu kau tidak kedinginan," Hae mengusap keringat di pelipis Hyukkie."Buktinya kau berkeringat, lagipula kau memakai sweater dan boot juga sarung tangan." Hae kembali tersenyum menatap Hyukkie.
"Katakan padaku Hyukkie?"
"Mwo ? Apa yang harus aku katakan ? Ish, kau ini mengada-ada. Tadi 'kan kita baru saja berlari jadi wajar kalau aku berkeringat." Hyukkie berdiri dan melihat kebawah. Hanya salju dan banyak siswa yang tengah mendirikan stand mereka di halaman depan sekolah.
.
Greep...
.
"Ommo ?" Hyukkie terbengong. Jantungnya berdegub tak karuan.
.
Degh...
.
Degh...
.
Hae berdiri dan memeluk Hyukkie dari belakang. Ia mencium wangi leher Hyukkie dan melesakkan kepalanya di perpangkalan leher Hyukkie.
Hyukkie hanya diam, kaku dan tak tahu harus melakukan apa. Hae tersenyum dalam hati, ia tahu jika Hyukkie memang menyukainya. Hae mendongak sedikit dan menatap wajah Hyukkie yang sudah sangat memerah. "Mengapa kau tak marah saat aku peluk ?"
"Itu karena ..." Hyukkie berusaha dengan susah payah menelan semua saliva yang terasa sangat menumpuk di mulutnya. Ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. "Katakan padaku Hyukkie," Hae tersenyum dan terus mencium leher belakang dan rambut Hyukkie.
Hyukkie hanya diam, seluruh tubuhnya terasa dingin dan kaku. Hae membalik tubuh Hyukkie hingga kini mereka saling berhadapan, dan melangkah maju mendorong Hyukkie pada pembatas balkon yang lumayan tinggi. Hyukkie masih diam tak tahu harus berbuat apa. Pandangannya datar tak jelas melihat apa, tapi yang pasti jantungnya berdegub kencang.
Hae tahu, Hyukkie sedang blank saat ini. Ia tersenyum dan mendekati wajah Hyukkie, satu lengannya memegang pinggang Hyukkie dan satu tangan yang lain memegang erat leher Hyukkie. Hae memejamkan matanya dan menghilangkan jarak antara mereka.
.
Chu~
.
oooSNOWDROPooo
Di UKS
.
"Engh..." Sungmin terbangun dari tidurnya. Ia ingin menggeliat tapi tubuhnya sama sekali tak bisa bergerak. Ia membuka matanya, merasakan nafas hangat yang berhembus dipipinya. Kyu masih tertidur pulas dan memeluk Sungmin.
Sungmin tersenyum, sedikit mengubah posisinya dan menatap wajah Kyu. "Kau sangat tampan Tuan Muda Cho, calon suamiku." Minnie tersenyum mengingat kenyataan itu, jari mungilnya menyusuri wajah Kyu dengan pelan. Jari mungil itu berhenti di bibir Kyu yang lembut.
Sungmin terus memainkan jarinya memutari bibir Kyu, ia mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya pada bibir Kyu. Sungmin terpejam menikmati dinginnya bibir yang sedang ia cium, sedangkan Kyu membuka matanya dan menatap calon istrinya dengan senyuman kemenangan dalam hatinya.
Cukup lama Sungmin melakukan itu, lebih dari 20 menit. Ia membuka mata dan terkejut menemukan Kyu yang masih setia menatapnya. "Tuan Muda," kata-kata Sungmin tercekat. Tak sanggup lagi diteruskan karena sudah dibungkam oleh bibir yang lembut dan daging yang lunak menjalar ke seluruh isi mulutnya.
Sungmin mengeratkan pelukannya pada pinggang Kyu dan terus mencoba mendominasi ciuman mereka. Cukup lama berciuman, Sungmin menyudahinya dan menemukan wajah Kyu yang menyeringai evil menatap Sungmin.
"Kenapa melihatku seperti itu ?" Sungmin melepaskan pelukannya pada Kyu dan memasang wajah cemberutnya. Kyu tersenyum dan mengulangi kata-kata Sungmin yang ia dengar, "Kau sangat tampan Tuan Muda Cho, calon suamiku." Kyu kembali menyeringai dan mendudukkan dirinya.
"Akui saja Cho Sungmin, kau menyukaiku dan sangat mencintai calon suamimu ini."
Sungmin merasa malu dan harga dirinya langsung jatuh, tapi ia tak mungkin mengakuinya pada Tuan Muda yang menurutnya sangat menyebalkan. "Heh, sebenarnya yang senang menjadi suamiku itu kau Tuan Muda. Kau selalu menyebut aku ini Cho Sungmin. Itu artinya kau sangat menyukaiku dan mencintaiku, ayo mengaku saja."
"Hei, jangan bermimpi." Kyu menggunakan satu jarinya mendorong pelan dahi Sungmin. Membuat Sungmin merasa direndahkan dan merasa di remehkan. "Enak saja, kau pikir kepalaku ini gratisan. Seenaknya melakukan itu padaku."
"Awwww, appo ! " Kyu menyingkirkan tangan Sungmin yang tengah mencubit pinggangnya. Ia menyingkap sedikit kemeja bagian pinggangnya, "Kya ! Cho Sungmin, lihat ini kau membuat kulitku menjadi biru begini. Kau ini tega sekali padaku, sakit tau."
Melihat bekas cubitannya yang membiru, Sungmin langsung merasa sangat bersalah. "Mianhe tuan muda, aku bersalah." Sungmin bangun dan membungkuk pada Kyu meminta maaf.
"Aish, kau ini menyebalkan !" Kyu turun dari ranjangnya dan menatap Sungmin dengan mata dinginnya. "Terserahmu sajalah, dan ingat kau tak akan menang melawanku dalam taruhan itu. Aku bukan ingin menjatuhkan harga dirimu, tapi hanya ingin mendengar bahwa kau mencintaiku."
.
Blam !
.
Pintu ditutup dengan keras. Kyu benar-benar marah, ia tak menyangka Sungmin bisa berbuat sampai seperti itu padanya. Tuan Muda Cho, anak yang sangat perfect. Tak pernah ada yang berani melukainya, membantahnya, dan menentang keinginannya.
Hingga ada seorang Lee Sungmin yang seenaknya mencubit pingganggnya hingga berbekas dan sangat biru. Sepanjang jalan ke kelasnya, Kyu terus mengusap pinggangnya yang begitu Sakit. Bekas cubitan Sungmin memang menakutkan.
oooSNOWDROPooo
Cho Kyuhyun POV
Seenaknya saja dia mencubitku begitu, sakit sekali. 'Aish, bekasnya sampai begini. Pingganggku rasanya seperti ditusuk pisau.'
Lee Sungmin, dia satu-satunya yang selalu mencari gara-gara denganku. Selalu membantahku dan selalu saja membuat masalah. Apapun bisa jadi sumber masalah jika aku bersamanya. Aku sangat marah kali ini.
Bukan karena di cubit, tapi merasa tak dihargai oleh calon istriku sendiri. Bayangkan saja, dia kupanggil Cho Sungmin tidak mau tapi melakukan hal 'itu' denganku dia mau. Sebenarnya apa sih maksudnya ? Apa iya aku harus mengatakan kalau aku mencintainya, begitu ?
Hah, mau ditaruh dimana wajah tampan Tuan Muda Cho ini jika sampai hal itu kulakukan. Bukan aku tak mau mengakuinya, tapi Minnie Hyung memang benar-benar menyebalkan dan tak mau mengalah. Lebih baik aku kembali ke kelas.
Ada yang aneh tak biasanya papan pengumuman ramai anak begitu. "Mwo ?" Dari kejauhan aku sudah bisa melihatnya, hal yang sangat mengejutkan untukku. Dengan cepat aku menerobos kerumunan anak-anak yang sedang melihat papan pengumuman dan menarik paksa foto yang terpampang disana.
'Aku harus pergi ke UKS dan melihat Minnie, bisa saja dia diserang yeoja gila yang menyukaiku. Aish, Minie-ah bertahanlah kumohon.'
"Eh, tunggu dulu."Minnie Hyung pemegang sabuk hitam taekwondo jadi tidak mungkin dia ketakutan dan diserang yeoja gila penggemarku, yang ada malah mereka yang babak belur dihajar Minnie Hyung.
Tapi, apa Minnie hyung tega menghajar wanita ? 'Aish, aku harus tetap kesana.' Aku kembali berjalan cepat menuju UKS. Di sepanjang jalan banyak namja dan yeoja yang menatapku dengan pandangan anehnya.'Hah, biarkan saja.'
.
Braak
.
"Kau ! Beraninya kau ini !" aku tak bisa menahan marahku lagi.
Cho Kyuhyun POV end
Lee Sungmin POV
Karena kesal padanya aku mencubit pinggang Kyu keras sekali. "Awwww, appo ! " Dia menghentakkan tanganku dengan kasar dan melihat bekas cubitannya. "Kya ! Cho Sungmin, lihat ini kau membuat kulitku menjadi biru begini. Kau ini tega sekali padaku, sakit tau."
Aku tak menyangka cubitanku itu begitu sakit dan sampai membiru, pantas saja dia sampai berteriak. 'Akh, ahni aku menyakiti calon suamiku sendiri'. Aku bangun dari posisiku dan membungkuk meminta maaf pada Kyu. "Mianhe tuan muda, aku bersalah."
"Aish, kau ini menyebalkan !" Kyu turun dari ranjangnya dan menatap Sungmin dengan mata dinginnya. "Terserahmu sajalah, dan ingat kau tak akan menang melawanku dalam taruhan itu. Aku bukan ingin menjatuhkan harga dirimu, tapi hanya ingin mendengar bahwa kau mencintaiku."
.
Blam !
.
Enak saja dia mau aku mengatakan kalau aku mencintainya, begitu ? Ya memang aku mencintainya, tapi aku tak mungkin mengatakan itu padanya. 'Aish yang benar saja.' Hah, dia itu selalu semaunya menang sendiri dan seenaknya. Menyebalkan sekali ! Aku mencari ponselku dan mencoba menghubungi Hyukkie, dan hasilnya sudah berkali-kali aku menelfon dia tetap saja tidak diangkat. 'Aish, kemana sih anak itu ?'
Lebih baik aku kekelas dan menemui Wookie dan Yesung, dari pada disini sendirian. Aku merapikan diriku dan segera memakai bootku. Saat aku hendak keluar pintu itu terbuka dulu dan masuklah yeoja entah siapa aku tidak mengenal mereka. Ya, jangan salahkan aku yang memang hanya mengenal Sunny karena memang aku tak begitu tertarik dengan yeoja.
"Lee Sungmin, namja cantik yang telah merebut milikku." Gadis gila itu berjalan kesana kemari didepanku, aish sedang apa sih dia ? Aku hanya menatapnya dan kedua temannya yang selalu berjalan kesana kemari.
"Kau !" Dia berhenti dan menunjuk hidungku, aish menyebalkan. "Lee Sungmin, kau sudah sangat berani merebut apa yang menjadi milikku !"
"Hei, tidak usah berteriak begitu. Memangnya kau pikir aku ini tuli apa ? Dasar yeoja gila. Sudahlah aku mau pergi, kalau kau sakit tidur saja sana." Aku hendak beranjak pergi tapi kedua yeoja yang lainnya malah menahan tanganku.
"Hei ! Apa yang mau kalian lakukan, aish !" Aku menghentakkan tangan mereka, apa mereka tidak tahu aku ini pemegang sabuk hitam taekwondo. "Jangan memaksaku untuk memukul kalian !"
"Cho Sungmin ? Nama itu tak pantas untukmu dasar kau banci beraninya merebut Kyu kami." Salah satu dari mereka kembali meneriaki aku. Aku hanya bisa tersenyum menahan tawaku, "Aish, jadi karena itu. Ya ampun kalian ini, berhentilah menggangguku. Aku juga sama sekali tak ada perasaan apapun padanya."
"Jangan berbohong ! Lalu ini apa ? Dia memelukmu seperti itu. Apa sih yang kau lakukan sampai dia bisa seperti itu padamu ?" Darimana dia mendapat foto ini, ini foto saat aku tidur tadi dengannya. 'Aish, mereka jahil sekali.'
Salah satu dari mereka mendekatiku, "Kau harus mengembalikan Kyu pada kami, kau ini sama sekali tidak pantas dengannya." Yeoja gila itu mendorongku, tak kusangka dia mendorongku begitu kuat. Aku terpepet di tembok sekarang, hah biar bagaimanapun aku tak mungkin memukul yeoja.
"Arra, apa maumu sebenarnya ?"
"Aku akan memotretmu saat kau pura-pura berciuman dengan dia, dan aku akan memberikan pada Kyu. Bagaimana ? Kau mau ?"
"Mwo ? Kalian gila !"
Tapi yeoja itu terus mendekatkan wajahnya padaku dan terus berusaha menciumku, yeoja yang lain menonton kami dan mengambil foto kami. Aish, bagaimana jika Kyu melihat fotonya ? Akh kumohon. "Hentikan, menyingkir dariku yeoja gila !"
.
Braak
.
"Kau ! Beraninya kau ini !"
"Tuan Muda !" Aku merasa lega juga takut Kyu akan salah paham melihat posisi kami. Tapi kurasa kekhawatiranku tak menjadi kenyataan.
"Kau ! Seo Hyun, apa yang kau lakukan hah ? Beraninya kau mencium Minnieku ! Pergi kalian semua atau aku akan menyuruh Appaku untuk memerintah Kepala Sekolah mengeluarkan kalian ! "
"Tapi Kyu..."
"Diam Kau Seohyun, atau kau memang sudah ingin pergi dari sekolah ini."
"Ahni, baiklah aku pergi," yeoja gila bernama Seohyun dan kedua temannya pergi meninggalkan kami berdua.
Dengan perasaan takut dan bersalah aku melihat wajah Kyu yang benar-benar marah. Dia menakutkan. "Tuan Muda, gomawo."
"Nde, cheonman. Hah, Minnie Hyung kenapa kau selalu berhasil membuatku gila." Dia berjalan mendekatiku dan menatapku tajam, sungguh menakutkan." Kau bilang kau pemegang sabuk hitam tapi kenapa melawan yeoja saja kau tidak bisa, benar-benar payah."
"Bukan aku tidak bisa, tapi tidak tega. Aku ini namja dan pantang untukku memukul yeoja, rasanya seperti aku memukul Ummaku sendiri."
"Jadi kau senang dicium oleh yeoja gila itu ? Aish, dasar kau murahan !" Kyu mengatakan itu dan hendak berbalik meninggalkanku. "Tuan muda cho, aku tidak murahan. Kau pikir aku mau dicium olehnya ? Aku tidak menyukainya sama sekali."
"Lalu kenapa kau tak memukulnya atau menghindar dari pelukan yeoja itu ? Kau ini selalu saja mencari benarmu sendiri, dasar kau menyebalkan !" dia langsung berlari meninggalkan aku.
"Kya ! Kembali Tuan Muda ! Kau mau kemana?" Aish tubuhku masih sakit semua. Dasar, dia pikir dia siapa seenaknya saja mengataiku murahan. MENYEBALKAN !
oooSNOWDROPooo
"Huh, capek sekali." Aku menghempaskan tubuhku dikasurku yang empuk. Aku capek sekali harus berjalan dari sekolah sampai ke rumah. Salahku sendiri karena terbiasa ikut mobil Kyu aku tak membawa uang dan dompetku, akhirnya aku harus berjalan kaki sampai ke rumah.
Kulihat kamarnya masih terbuka, berarti dia belum pulang. 'Kemana dia ?' Hah, salahkanlah keegoisan kami berdua sampai nomor ponsel saja kami tak saling tahu. Ini sebenarnya aku atau dia yang keterlaluan.
Telfon Hyukkie saja, semoga dia mengangkatnya. Bagaimana jika aku suruh dia main kesini, ide yang bagus. Mengherankan, sebenarnya kemana anak itu tidak biasanya dia mengacuhkan telfonku.
Tuut ... tuut... tuut
Aish, lagi-lagi. Ini sudah kelima kalinya aku menghubungi Hyukkie, sebenarnya dia kemana sih. Akh lebih baik aku pergi berbelanja, sudah tak ada bahan makanan lagi. Tapi jika aku tak bersama Tuan Muda berarti aku harus berjalan kaki, akh mau bagaimana lagi.
.
.
Untunglah supermarket dekat dari rumah Kyu, cukup 30 menit berjalan kaki. Akh, lama-lama aku bisa kurus kering kalau musim dingin begini terus berjalan kaki kesana kemari. "Eh, itu Kyu ?"
Akh iya benar, lebih baik aku mendekatinya. Ya, aku memang salah kali ini. Biarlah aku yang minta maaf, karena memang calon suamiku ini orang yang sangat perfeksionis dan maunya menang sendiri.
"Ehhemm," aku berdehem dan menepuk bahunya dari belakang.
"Aish, mengganggu."
Aku kembali menepuk bahunya. "Kya ! Siapa sih ?," tapi dia tidak menoleh padaku dan sibuk memilih ikan. Aku menahan tawaku, ternyata dia ingat janjinya untuk berbelanja sore ini. Baiklah, aku akan berbaik hati sekarang mungkin memasak sesuatu untuknya akan mencairkan kemarahannya padaku.
Ayolah, rasanya sangat tidak nyaman jika calon suamimu sendiri membencimu sekarang. Akan lebih baik dia memarahiku terus daripada dia mendiamkan aku."Tuan Muda,"aku memanggilnya lirih.
"Jadi kau yang menggangguku dari tadi ? Dasar kau ini tak pernah bisa melihat aku tenang sedikit." Hah, kenapa dia ketus begitu. Baiklah Lee Sungmin, sabar karena disini kau yang salah. "Ehm, bagaimana jika aku masak untukmu malam ini."
"Mwo ? Memangnya kau mau masak apa ? Omellet ? Ramen ? Hah, bosan."
'Yah setidaknya dia tidak mengacuhkan aku. Baiklah Lee Sungmin, hwaiting !' Aku menarik kereta belanjaannya dan mulai mengisi dengan semua bahan yang aku butuhkan. Meski pada awalnya ia masih terlihat marah, tapi akhirnya dia mau juga mengikutiku berbelanja.
.
.
"Tada ! Jeongol buatan Lee Sungmin sudah siap !" aku membawa satu pot besar Jeongol dan tentu saja meski Kyu tak suka sayuran aku harus tetap memaksanya memakan sayuran meski sedikit. Aku mengambilkan sedikit untuknya di mangkoknya. Kulihat dia hanya menatap makan malamnya saja.
"Tuan muda, ini enak lho kenapa hanya di lihat begitu ? Apa kau takut aku meracunimu ?"
"Bukan begitu, kau tahu aku tak suka sayuran ?" Aku hanya mengangguk menatapnya dan memasang wajah aegyoku, aku takut dia akan marah lagi padaku. "Jadi kenapa kau memberiku sayuran ?"
"Sedikit saja juga tidak apa-apa kan ?"
"Andwe, aku tidak mau." Dia langsung memberikan sayurannya padaku. Hah, memang mengubah seseorang itu susah. Disuruh makan sayur saja seperti anak kecil begitu, tapi kulihat dia menikmati makanannya.
Lahap sekali, "Apa kau tidak makan dari tadi pagi Tuan Muda."
"Ye" Dia mengangguk dan terus menelan makanannya. Tapi dia berhenti dan menatapku, menyeringai menakutkan. "Mwo ?"
Dia tersenyum, "Kau tahu sendiri kan aku tak sarapan. Lagi pula tadi pagi aku sudah menguras habis tenagaku untukmu."
Uhhhukk...
.
Uhhukkk
.
"Dasar pervert. Sudah jangan bicarakan itu, nanti kau malah menyerangku lagi." Dia hanya tersenyum, aish calon suamiku ini memang sangat tampan.
Lee Sungmin POV end
oooSNOWDROPooo
Hanya dengan makan bersama dan lebih ramah pada Kyu, Sungmin bisa sedikit melunakkan hati Kyu. Selama seminggu kepergian Umma mereka, Sungmin dan Kyu menjalani hidup seperti biasa, karena Sungmin sedang berkonsentrasi untuk memenangkan taruhan bodoh yang ia lakukan.
Perlu usaha yang keras, dia dan Hyukkie harus berusaha setiap malam hingga larut untuk membujuk yeoja disekolahnya mau memberi mereka tanda tangan.
Sekarang adalah pekan raya hari terakhir, mereka hanya mendapat kurang dari 200, padahal jumlah yeoja lebih dari seribu anak. Kyu dan Hae hanya perlu waktu satu hari dan berhasil mengumpulkan 400 tanda tangan lebih.
Hari-hari Kyu dan Hae selanjutnya hanya digunakan untuk mengintai Sungmin dan Hyukkie, bukan karena takut kalah hanya saja mereka terlalu takut Sungmin dan Hyukkie akan menyukai salah satu dari begitu yeoja yang mereka temui.
"Hyukkie, kau sudah dapat berapa ?"
"175, masih kurang banyak Minnie. Hah, aku sebal sekali. Padahal aku pikir aku sudah cukup dekat dan berteman baik dengan Hae tapi dia tetap mau meneruskan taruhan bodoh ini." Hyukkie memalingkan wajah cantiknya dan menatap Sungmin. "Minnie, bagaimana jika kalah ?"
"Mollayo, aku saja tidak tahu bagaimana denganku nanti. Akan sangat memalukan jika aku mengatakan kalau aku mencintainya." Mereka terus melangkah tak menyadari Kyu dan Hae yang terus asyik mengikuti mereka.
Hyukkie menghela nafasnya, ia merasa sangat kesal. "Hah, kenapa Kyu dan Hae sangat licik ? Tak kusangka mereka akan menggunakan cara seperti ini untuk membuat kita mengakuinya. Aku tahu Hae menyukaiku."
"Aish, kau terlalu banyak mengkhayal Hyukkie. Bagaimana bisa yakin begitu ?" Sungmin kembali melangkah memutari pekan raya dan mencari yeoja.
"Aku yakin Minnie. " Dengan takut Hyukkie memberanikan dirinya untuk mengatakan pada Sungmin apa yang terjadi sebenarnya. "Minnie-ah, sebenarnya saat kau sakit di UKS itu aku dan Hae sudah kesana, dan saat melihat Kyu dan kau tidur aku memutuskan kembali ke kelas."
Hyukkie menundukkan wajahnya, ia tak sanggup melihat Sungmin. " Tapi saat aku ingin pergi keluar Hae tak melepaskan genggaman tanganya dan aku terpaksa mengikutinya karena Hae menarikku. Kami berhenti di atap sekolah , dan dia melakukannya."
Hyukkie mengambil nafas dalam, " Aku sama sekali tak menyangka jika dia akan menciumku dan memelukku." Hyukkie terhenti dibelakang Sungmin saat menatap wajah Sungmin yang tiba-tiba saja berubah.
"Mworago ?" Sungmin sangat terkejut karena memang baru mengetahui hal itu sekarang. " Kya ! Jadi itu alasannya, kenapa kau bohong padaku dan mengatakan kau pergi dengan Wookie dan Yesungie. Aish, kau ini benar-benar ! Kenapa harus merahasiakannya dariku ? Kau pikir aku bukan sahabatmu lagi ?"
Hyukkie tertunduk menyembunyikan wajahnya, ia begitu takut dengan Sungmin. "Mianhe Minnie, sebenarnya aku juga ingin mengatakannya padamu tapi aku takut kau akan marah padaku."
Sungmin menepuk bahunya dan merangkul Hyukkie, "Huh, sudahlah. Sekarang aku tahu kalau sebenarnya memang Hae dan Kyu menyukai kita tapi karena mereka itu sangat menjunjung tinggi harga dirinya jadi malah menjatuhkan kita dengan cara seperti ini."
Hyukkie menatap Sungmin dengan wajah yang lebih sendu, "Minnie, kau tahu Hae menyuruhku mengatakan kalau aku menyukainya di halaman sekolah dan membawakannya hadiah yang sangat istimewa untuknya."
"Mwo ?"
Hyukkie hanya mengangguk imut, "Aish mereka berdua memang seenaknya, Kyu dan Hae sama saja. Lalu Hyukkie, kau akan memberikan apa untuk Hae ?"
"Mollayo, aku masih bingung akan memberikan apa. Membayangkannya saja aku tak sanggup, ayolah Minnie itu sama saja bunuh diri jika aku harus benar-benar melakukannya. Akan sangat memalukan dan pastinya seluruh sekolah akan menertawakan aku karena menyukai playboy yang sangat menyebalkan seperti Hae."
"Huh, kurasa Hae memang lebih keterlaluan dari pada Kyu." Mereka duduk di salah satu stand makanan ringan dan mencoba snacknya. "Kau tahu, Kyu menyuruhku mengakuinya di depan Umma dan Appanya, juga di depan semua tamu saat pernikahanku berlangsung. Setidaknya aku masih punya waktu untuk mempersiapkan diriku menahan malu."
"Menikah ?" Hyuukie menatap Sungmin tak percaya."Nde Hyukkie, hari senin depan aku menikah," Jawab Sungmin lemas.
"Mwo ?" Hampir saja Hyukkie tersedak kue yang sedang ia makan.
"Aish, tak usah melotot begitu. Aku juga tahu ini keterlaluan karena kami masih sama-sama sekolah." Sungmin meminum jusnya dan memainkan sedotannya. "Ini gara-gara Heechul Umma yang seenaknya. Dia ingin sebelum natal aku sudah menjadi menantunya."
"Pantas saja Ummamu dan Nyonya Cho berbelanja ke luar negeri." Hyukkie mengangguk mengerti, "dan kau memang tak mengatakan padaku jika mereka pergi keluar negeri untuk mengurus pernikahanmu. Ternyata kau sangat beruntung Minnie-ah."
Sungmin menatap Hyukkie bingung, "Beruntung dari mana ?"
"Ya karena kau mempunyai calon mertua yang sangat baik seperti Nyonya Cho, meski calon suamimu sangatlah evil. "Kata-kata Hyukkie berhasil mengundang tawa Sungmin, termasuk tawa Hae yang sedari tadi menguntit mereka. "Kyu, kau dengar kan kau ini memang evil." Hae terus tertawa lirih mendnegar kata-kata Hyukkie.
"Aish, enak saja dia mengataiku. Minnie saja tidak pernah mengataiku seperti itu, beraninya dia !" Kyu begitu geram dengan Hyukkie, tangannya sudah mengepal menahan marah. 'Awas saja kau, dasar ikan teri.'
oooSNOWDROPooo
Hyukkie sudah berdiri dengan tubuh gemetar di halaman sekolah. Hari ini adalah hari penentuan dari pengumpulan tanda tangan dan karena sudah pasti Hyukkie yang kalah mau tak mau dia harus melakukan apa yang diinginkan Hae.
"Hyukkie, ayo cepat lakukan." Hae terus mendorong Hyukkie ke tengah halaman yang penuh dengan pohon. Meski tidak begitu banyak siswa yang ada disana, tepi tetap saja dia sangat malu untuk melakukannya.
"Hyukkie ! Ayo cepat lakukan !" Hae berteriak dari tepi halaman. Dia memang menyuruh Hyukkie berteriak dari tengah halaman sekolah dan untuk mengatakan bahwa dia menyukai Hae.
Hyukkie mengambil nafasnya dan menghembuskannya pelan. Ia menatap Hae yang tersenyum penuh kemenangan. "Saranghaeyo Lee Donghae !" teriak Hyukkie. Namun salahkanlah halaman yang begitu luas itu, Hae hanya mendengar suara Hyukkie seperti semilir angin saja.
"Cepat Hyukkie, aku tak bisa mendengarmu !"
"LEE DONGHAE, SARANGHAEYO !" Hyukkie berteriak lebih keras dari yang sebelumnya. Hae menggunakan pengeras suara dan mengatakan, "Lee Hyukjae, aku tidak mendengarmu. Ayo cepat katakan."
"Aish, dia ini seenaknya saja. Dasar namja menyebalkan." Hyukkie sudah kesal dan malu. Mengatakan sekali saja sudah mendapat tatapan menyeramkan dari semua namja dan yeoja yang lewat didepannya. Dan Hae terus memintanya untuk mengulangi lagi dan lagi.
Dia memilih meninggalkan Hae yang masih setia berdiri di tepi lapangan dan melangkahkan kakinya menuju tempat paling aman untuknya. Ruangan club dancing yang ia ketuai.
Melihat Hyukkie pergi, Hae mengikutinya. Sebenarnya ia juga tidak tega melakukannya,"Aish, kenapa malah pergi. Apa dia tidak mencintaiku ? Apa aku yang keterlaluan ? Tapi aku memang tidak mendengarnya, sebenarnya sih aku mendengarnya tapi aku merasa belum puas. Paboya Hae, kau akan kehilangan dia." Hae terus menggerutu, merutuki kebodohannya.
Ia harus berlari cepat karena Hyukkie menaiki lift, sehingga mau tidak mau ia berlari lewat tangga untuk mengejar lift sekolah.
.
Sreek...
.
Hyukkie membuka pintu geser ruangannya. Tiga sisi dengan cermin dan satu sisi masih berupa dinding. Ia meraih remote dan menyalakan musiknya. Hyukkie mulai menari untuk menghilangkan kekesalannya.
Ia memilih musik yang cepat sehingga tariannya juga mau tidak mau ikut cepat. Hae yang sedari tadi menatap Hyukkie masih ngos-ngosan karena harus naik ke lantai 4. Ia berhenti di pintu dan mengintip Hyukkie.
"Cantik," satu kata yang keluar dari mulut Hae. Ia duduk di depan pintu dan terus mengintip Hyukkie.
oooSNOWDROPooo
Cho Kyuhyun POV
Aku sedang mengintipnya, Umma baru pulang dari luar negeri dan memberikan padanya tuxedo berwarna putih. Dan Umma juga Teukkie Umma menyuruhnya untuk mencoba Tuxedo miliknya. Aku sangat penasaran.
"Aish, tidak terlihat." Menyebalkan , pintunya dibuka sedikit sekali. Haruskah aku mendorongnya sedikit saja ? Yah, kurasa tidak apa-apa. Aku mendorong sedikit pintu kamar Sungmin, dan...
.
Brukk
.
"Awww..."
"Buahahahahaha," ya mereka menertawakanku. Sialan, sekali sih kenapa juga pintu ini tadi juga ditarik Teukki Umma jadinya aku jatuh deh. "Ayo aku bantu chagi, mianhe kau jadi ?" Aish, mempunyai mertua seperti malaikat begini mana mungkin aku memarahinya.
"Nde Umma, gwenchana." Teukki Umma mendudukkanku di kasur dan lihatlah Ummaku sendiri masih menahan tawanya. "Umma, jangan bertingkah seperti itu. Kalau ingin tertawa tak usah ditahan tertawa saja, Umma ini memang menyebalkan."
"Kyunnie, tidak boleh berkata seperti itu pada Umma, nde ?" Lagi-lagi Teukki Umma menasehatiku dengan lembut, ini baru Umma yang sebenarnya. Dia melihatku dengan matanya yang cantik dan tersenyum menunjukkan lesung pipi kecilnya dan mengusap lembut bahuku.
Sementara Ummaku sendiri, masih sibuk menahan tawanya."Tapi Teukkie Umma, Umma selalu saja seperti itu. Dia suka sekali melihat aku menderita dan kesusahan." Aku senang merajuk dengan Teukki Umma.
"Tentu saja aku suka kau kesusahan, buahahahaha" Umma terus saja tertawa. Menyebalkan !
"Tidak usah merajuk dengan Ummaku begitu. Kau ini manja sekali Tuan Muda." Aku mendengar suaranya. "Omona, kau tampan Minnie." Siapa lagi yang mengatakan kalau bukan Ummaku. Aku akui dia terlihat tampan dan manis. Tapi aku tak mau mengatakannya, jadi aku diam saja. Sejujurnya aku sangat menyukai Minnie yang seperti ini.
Mewah dan sederhana, tuxedo putih, rompi putih dan juga kemeja pink soft serta dasi berwarna pink cerah. Dia sangat manis. "Kenapa melihat Minnie begitu ?" Aku malu mendengar Teukki Umma berbisik seperti ini ditelingaku. "Ahni Umma hanya saja..."
Ya, dia sempurna. "Katakan saja kau menyukainya, dia terlihat sempurna. Ya kan Teukki ?"
"Nde Heenim-ah, dia sempurna. Kemari chagi, biar Umma memelukmu." Minnie Hyung mendekati Teukki Umma dan memeluknya, aku dapat melihatnya dari dekat dan dia memang sempurna.
"Kenapa melihatku begitu ?" Aish, kenapa juga dia harus menatapku dan duduk didepanku sekarang. Aku melihat Ummaku mengambil satu tas besar dan mengeluarkan isinya. "Aku juga membeli tuxedo untukmu tapi karena kau ini evil jadi aku belikan yang warna hitam untukmu."
"Umma ! Kau ini mengatai anakmu sendiri. Selalu saja seperti ini, jika aku evil maka Umma itu ibunya evil jadi jangan salahkan aku. Sini, aku ingin mencobanya. Siapa tahu aku terlihat semakin tampan."
"Aish, kau narsis sekali Tuan Muda."
"Jangan panggil Tuan Muda chagi, panggil Kyu saja. Dia kan calon suamimu dan bukan atasanmu, arra ?" Kudengar Umma menegurnya. Memang sih aku lebih suka Minnie Hyung memanggilku Kyunnie, terdengar sangat manis.
Aku mencoba tuxedo untukku, warna hitam pekat dengan sedikit blink-blink pada kerahnya dan rompi hitam dengan garis merah di tepi jahitan,kemeja hitam dan dasi merah. Umma ini benar-benar memilihkan warna evil untukku.
"Umma, kenapa warnanya merah dan hitam begini ? Aku semakin terlihat seperti Vampire Umma."
"Ya gampang saja, biar jadi vampire betulan hanya perlu mengganti gigimu dengan taring. Buahahhahaha"
"Umma !"
"Kau tampan chagi," Teukki Umma berjalan ke arahku dan memelukku. Hah, dia ini memang angel dan Ummaku iblisnya. Kulihat Minnie tersenyum melihat Teukki Umma memelukku. "Tapi Umma, kenapa warnanya begini, apa serasi dengan Minnie hyung ?" Aku sedikit merajuk, tidak apa-apa kan ? Dia juga Ummaku. Aku menatapnya dengan puppy eyesku yang aku tahu sama sekali gagal.
Teukki Umma hanya tersenyum dan mengusap bahuku, dia menatapku dengan mata cantiknya. Aku akui mertuaku ini memang angel, dia cantik dan lembut.
Ummaku menarik Minnie Hyung ke sisiku, kemudian dia dan Teukki Umma duduk dikasur menatap kami berdua. "Bagaimana menurutmu Teukki ?" Teukki Umma hanya tersenyum dan mengangguk.
"Sempurna," mereka berteriak bersama seperti anak kecil.
Mau tak mau aku menatap Minnie hyung yang berdiri di sisiku, tersenyum manis dengan pipi merona pink. "Neoumu kyeopta !" kataku lirih dan dia semakin menunduk menyembunyikan wajah cantiknya.
"Jangan melihatnya seperti itu Kyu, seperti mau menelannya saja. Kenapa kau tak memujinya, bukankah dia terlihat sangat cantik dan tampan."Umma berkata dengan senyuman evilnya. Teukki Umma hanya menatap Ummaku dan menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, dia memang sangat sempurna." Mau tidak mau aku menatapnya, akh lihatlah mata foxy yang sangat manis sedang menatapku dan bibir pink itu meminta untuk dicium. Sekali saja menciumnya tidak apa-apa kan ? Dia ini milikku, calon istriku.
Aku mendekatinya, tak sanggup lagi menahan diriku sendiri. Kulihat mata cantiknya terkejut melihatku tapi sungguh aku ingin menciumnya. Aku memejamkan mataku dan menemukan bibir lembut di hatiku.
Aku tak peduli dengan Umma yang terus berteriak tak jelas, tak peduli dengan Minnie Hyung yang ingin mendorongku. Aku sungguh ingin menciumnya, jantungku berdebar sangat kencang dan aku tahu hanya dia yang bisa membuatku begini.
Aku melumatnya, menekan bibir lembutnya pelan dan menjilati bibir ini. Aku dapat melihat sesuatu yang indah, menggigit sedikit bibirnya dan dapat kurasakan hangat ruangannya dengan lidahku, dia sangat sempurna. Aku sangat menyukai rasa ini, menciumnya lebih lama membuatku seperti bertambah muda setiap harinya.
"Kya ! Sesak tau !", dia mendorongku dan berteriak lirih. Menatapku dengan mata yang sendu dan pipi pink merona. Wajahnya yang malu-malu sangat cantik."Kyunnie, jangan menciumku begitu. Lihatlah Umma dan Heechul Umma, aku malu Kyu."
Aku tersenyum dan mencium pipinya, "Yang tadi sebagai latihan saat upacara pernikahan besok. Dan jangan lupakan apa yang harus kau lakukan saat itu." Aku kembali mencium bibirnya sekilas dan pergi meninggalkan kamarnya dengan rasa puas di hatiku. 'Kau sempurna Minnie, saranghae.'
Cho Kyuhyun POV end
TEBECE
Hmmmm, ada yang miss understanding nih,
buat readers yang bingung, YeWook bisa jadi peri and bisa juga jadi manusia, tapi pas jadi manusia mereka gag bisa pake kekuatan peri mereka.
Trus...
Buat yang request ff, ditunggu ja ya... sabar #kekekeke#
Jeongmal Gomawo buat : Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, Chikyumin, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X, Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, Park KyuMin, Haemin, Princess Sachie, Yayank JewELF, Sung Hye Ah, Ms. Hyuk, Hyemin Punya Yesung, MeSunny, SparKyu BabyELF, ndok, Park SooHee, Ulfahaeteukkie, Yayang, Cupidshinee, honey 26, yuuya, Maykyuminnie, Jungminnies, Yayank JewELF, RiriSparkyu, Nam Seul Mi, Yemin, Kim Min Lee, Vitaminielf, Pumkinkyu, sjlittlefish, Kyumin Tupper Story and temen laen yang dah review GOMAWO ^_^
Jangan lupa untuk chap ini tetep REVIEW, Gomawo !
|
||||||
