SNOWDROP
Author : Rainy Heart
Length : Series
Rated : M
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And other suju member
Pairing : KYUMIN and Other Pair
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#
Genre : Romance / Drama / Es Lemon Asem
Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Summarry : "...aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran..."
Bacanya pelan ajah ngga usah ngebut,
selalu terapin prinsip 3 D (DIBACA, DIRESAPI, DIBAYANGIN)
HAPPY READING
Previous Chapter 7
Aku mengangkatnya dan menjatuhkannya ke kasur besarnya. Membuka kaitan baju handuknya dan mulai menikmati pemandangan indah di hadapanku. "Kyu, saranghae. Jeongmall saranghae." Aku belum menjawab pernyataannya karena Minnie hyung langsung melahap bibir sexyku.
Aku sangat heran dengannya saat ini, dia berbeda dan lebih manja. Lebih bernafsu padaku, ayolah aku akui itu bagus, tapi ini seperti bukan dia. 'Apakah dia karena menikahi evil sepertiku ?'
Aku bisa merasakan hangat mulutnya dan juga juniornya yang kini sedang bergesekan dengan juniorku membuat gejolakku semakin meledak. "Engggghhhhh..." dia melenguh keras diantara ciuman kami.
Dia menciumku dengan keras dan terus melumat bibirku. Dia melakukannya dengan sangat ganas. 'Akh, Minnie yang seperti ini benar-benar memabukkanku.'
oooSNOWDROPooo
Chapter 8
Cho Kyuhyun POV
Aku tahu saat ini pasti ada yang salah dengan Minnie Hyung, tapi tidak masalah karena dia yang seperti ini sangat menguntungkan buatku. Aku terus melumat bibir merahnya, aku tak ingin dia menang dan terus mendominasi ciuman kami.
Kuakui dia sangat ganas kali ini, nafasku dan nafsuku terus memburu seakan bisa membakar habis tubuhku. Tangan cantik Minnie masih menekan tengkukku dengan keras dan kakinya mengait kencang kakiku. Pinggulnya terus ia gerakkan hingga junior kami terus bergesekan. 'Akh, Minnie Hyung.'
Jantungku terus berdebar sangat kencang, aku tak menyangka Minnie hyung bisa seperti ini. Rambutnya yang basah dan nafas memburu, entah dia mendapat kekuatan darimana hingga dia bisa membalikkan posisi kami. Aku biarkan dia melakukan segalanya semaunya sekarang
Kini Minnie hyung on top. Dia mengangkat tubuhnya, melepaskan ciumannya dan berkonsentrasi dengan gesekan junior kami. Dapat kulihat keringat menetes dari wajahnya, "Akhh hyung..." Aku tak dapat menahan lenguhanku, gesekan junior kami membuatku gila. Dia menekan keras dan menggerakkan tubuhnya cepat, tangannya sudah mencengkeram lenganku dari tadi.
Tubuhku menggelinjang dan terasa sangat panas, "Minnie Hyung, akhhh biarkan akuuhhh memasukimu." Susah payah aku mengatakannya, tapi hanya mendapat seringaian aneh dan dia menjilat bibirku.
Dia berhenti dan menatapku, menjilat bibir atasnya dan mengedipkan matanya. Dia sedang menggodaku, aku tak bisa menahan senyumanku melihat tingkahnya. "Baby Kyunnie, aku ingin memuaskanmu dulu. Bersabar baby."
Jari mungilnya menjalari seluruh tubuhku dan berhenti di selangkanganku, dia menggosoknya dan kemudian menundukkan wajahnya mengarah ke juniorku. "Jangan menggodaku hyung, akhhh." Sial sekali dia hanya mengulum twinsballku, "Kumohon hyung, akuhhh ingin akhhhh ..."
Pintar, dia langsung mengulum juniorku. Malam pengantin kami memang yang terhebat, dia sangat sexy dan agressive. Aku suka dia yang seperti ini, "Akhhh terussshhh ... ahhhh " aku tak bisa menahan lenguhanku saat tangannya ikut mengocok cepat juniorku, dan mempercepat tempo kulumannya.
Lidahnya sedang bermain dan memanjakan ujung juniorku, "Akhhhh..." dapat kurasakan giginya menggesek kulit juniorku, jantungku berdebar sangat kencang."Hahhh hyunnnnggg, akhhhhh..." Aku tak bisa menahan diriku dan aku sudah cum untuk pertama kalinya, dia menelan semuanya dan menjilat bibirnya.
"Kyunie, kau sangat sexy." Aku hanya bisa menggeleng saja melihat tingkahnya yang melepaskan baju handuk mandi yang sedari tadi masih dipakainya. "Hyung, mengapa kau jadi begini ?" Aku heran dan tak bisa menahan diriku.
"Karena aku sangat mencintaimu baby Kyunie, dan ini sebagai hadiah pernikahan kita dariku."
"Akhhhhh hyung !" Aku tak bisa untuk tak berteriak karena dia langsung saja menyerang leherku dan menghisapnya kuat, "Akhh, kau seperti vampire hyung akhhh." Bisa kubayangkan seberapa merah bekas dari hisapannya, dan ini sangat nikmat. Aku menekan kepalanya keras dan meremas pantatnya yang putih kenyal untuk melampiaskan hasratku.
Aku sudah tak tahan untuk merasukinya, tapi dia terus saja menyerangku. "Kyuniehhh, saranghae." Dia langsung melumat habis bibirku, menghisapnya kuat dan aku semakin tak bisa menahan diriku. Tubuhku bergetar hebat saat merasakan dia menghisap lidahku dan memulai menggesekkan junior kami lagi.
"Hyung, akhhh kumohon. Aku harus menyelesaikan ini." Aku berusaha mendorongnya keras dan membalikkan posisi kami. Aku melakukan hal yang sama padanya, menggesekkan junior kami dengan cepat dan melumat bibir manisnya yang selalu menggoda.
Kurasakan dia mencengkeram kuat punggungku, dan aku tak peduli aku masih ingin membalasnya dengan keras kali ini. Aku terus menggesekkan junior kami cepat dan keras, dan melumat bibir bawah Minnie hyung memasukkan lidahku dan menghisap daging kenyal di dalam mulutnya.
"Ennnghhhh...!" Ia melenguh keras dan dapat kurasakan cairan hangat membasahi perut ku. Dia baru saja cum. Aku melepaskan ciumanku dan tersenyum pada Minnieku, "Aku bisa memberimu apa yang kau inginkan Minnie chagi, hentikan mencari kesenanganmu sendiri. " Aku mencium bibirnya sekilas dan menatapnya lagi.
Dia tersenyum padaku dan merangkulkan lengannya, "Ayo kita lakukan dengan lembut Kyunnie, aku ingin kau lembut dan pelan padaku." Dia berbisik pada telingaku dan menjilatnya, rasa geli menjalar di seluruh tubuhku. "Biarkan aku merasakan kenikmatanmu baby Kyunnie ." Dia kembali menjilati telingaku.
"Enghhh, kau membuatkuhh gila hyung akhhh." Aku tak bisa mengontrol diriku lagi kini, aku melumat bibirnya lembut sesuai yang ia pinta. Tanganku meremas pelan dan kuat pada dadanya yang memang agak berisi. Aku menggerakkan tubuhku memanggil sesuatu yang tertidur dibawah sana.
Benar-benar melakukan dengan pelan dan sangat kuat, aku menekan tubuhnya lebih kuat saat merasakan juniornya sudah menegang. Ciumanku berpindah pada lehernya, aku menghisap spot sensitivenya dan dapat kudengar lenguhan lembutnya ditelingaku."Kyuuuhhhhhh," nafasnya berhembus teratur, pelan dan berat.
Aku tahu dia membutuhkan aku saat ini, jilatanku langsung turun pada perut putihnya. Aku menghisap setiap detail kulit kenyal yang sangat cantik itu. Memberikan banyak tanda disana, tanganku memainkan twinsballnya dan lidahku menjalar ke selangkangannya.
Aku menjilat pelan kulit juniornya dan memainkan lidahku pada ujungnya,"Jangan menggodaku Kyuuuhhhh." Akh, ekspresi wajahnya yang sexy dan keringat diseluruh tubuhnya. Aku menyukai dia yang seperti ini, terlihat sangat sexy.
Aku terus menjilatnya, melihat betapa tersiksanya ia karena godaanku. Tangannya sudah meremas kuat seprei kesayangannya, dia menenggelamkan kepalanya pada bantal empuk untuk melampiaskan hasratnya, "Aku butuh kau Kyuhhhh, please..."
"As you wish baby," aku menatapnya sekilas dan mengulum penuh juniornya dalam mulutku. Melakukan hisapan kuat dengan tempo pelan, kakinya menggelinjang dan tubuhnya bergetar hebat, aku tahu ia merasakan sensasi yang luar biasa."Akkhhhhh Kyuhhhhh... Kyuhhhhh."
Aku mempercepat tempoku dan hanya menghisap kepala juniornya saja,"Kyuhhhh ..!" aku senang mendengar teriakannya dan itu semakin membuatku bersemangat untuk menghisapnya kuat. "Kyu, Kyu, Kyuuuu..." teruslah memanggil namaku hyung.
Aku merasakan juniornya sudah mulai berkedut dan tanganku kini mengocok batang junironya, aku mengulum kuat kepala juniornya. "Kyuuuuhhhh !" dia meneriakkan namaku dan cum di dalam mulutku. Aku tak menelannya tapi melumurkannya pada juniorku,"Aku tak akan melakukan pemanasan hyung, bersiaplah."
"Kyuuuuhhhh !" Aku mendorong kuat juniorku pada hole Minnie, meski susah aku terus mendorongnya. Menaikkan kakinya ke pinggangku dan terus memperdalam juniorku. Teriakan Minnie hyung mungkin sudah terdengar sampai ke seluruh rumah, aku melihat air mata yang mengalir di sudut matanya. Aku menghentikan gerakanku dan menatapnya, "Mianhe chagi, aku hanya sudah tak bisa menahan diriku lagi."
"Gwenchana Baby Kyunie, lakukanlah sesukamu. Akuhhh hadiah untukmu."
"Gomawo chagi," aku menciumnya lembut dan mengusap air matanya dengan jariku. Aku tak bisa melihatnya menangis karena kebodohanku. Dia mendorong dadaku pelan dan tersenyum, "Bergeraklah, aku akan menikmatinya." Dia kembali menarik leherku dan menciumku dengan kuat. Melumat bibirku yang sudah terasa sangat pegal dan hambar. Dia suka sekali menciumku.
Ciuman ganas dan remasan tangannya pada rambutku membangkitkan sesuatu yang sempat tertidur tadi.
Lidah kami saling mendorong dan mencoba bergelut mendominasi ciuman kami, aku bergerak perlahan dan sangat hati-hati. Juniorku terasa terjepit dan terpijat oleh dinding Minnie hyung. "Akhhhh..." aku melenguh merasakan ketatnya hole Minnie hyung.
Dia teus menekan lidahku dengan lidahnya dan menjelajahi seluruh isi mulutku, aku tahu dia sedang menenangkan dirinya sendiri karena pergerakanku dalam tubuhnya." Akhhhhh Kyuhhhh," dia melepaskan ciumanku dan mendesah. Aku mengalihkan hisapanku pada bahunya. Menjilati dan sedikit menggigit bahu putihnya.
Kugerakkan juniorku dengan pelan tapi dalam, aku tak ingin dia kaget dengan gerakanku,"Lebih cepathhh Kyunnieehhh." Aku sudah tahu dimana sweet spotnya, aku mempercepat genjotanku dan menghentikan ciumanku. Aku mengulum junior Minnie hyung dan tanganku memainkan twinsballnya seraya menggenjot kuat holenya.
"Kyuhhhh ! " Dia kembali berteriak karena semua servis yang aku berikan padanya. "Cepath Kyuhhh, " kurasa dia akan cum dan sepertinya aku juga akan cum. "Ahhhhhhhhh, Kyuuuuu!" dia meneriakkan namaku dan cum di dalam mulutku.
Aku menelannya dan tersenyum melihat wajah sendunya yang sangat lelah, "Lelah eoh, " aku terus menggenjot holenya dan mengocok juniornya. "Kyuhhh, aku lelahhhh."
Tapi aku tak peduli, ini bahkan baru dimulai, aku menggenjot cepat hole Minnie hyung. Menariknya keluar dan menghentakkannya keras menusuk sweeet spotnya, "Kyuuu !" dia kembali berteriak dan memanggil namaku. Aku membiarkan juniornya karena kurasa aku sebentar lagi juga akan cum.
"Akhhhhhh Kyuuuu !"
"Minnie Hyung !"
Kami cum bersamaan, tubuhku terasa lelah dan nafasku sangat sesak. Aku benar-benar butuh istirahat sekarang, "Kyunnie, aku tak tahu apa yang terjadi padaku." Aku menatapnya tak mengerti. "Aku sungguh membutuhkanmu. " Dia mendorong tubuhku yang ku hempaskan diatas tubuh mungilnya.
Mencium bibirku lembut dan menggerakkan pinggulnya, "Minnie ?" tanyaku tak percaya. Tapi dia hanya menyeringai, hal sama yang sering aku lakukan,"Ayo kita mulai lagi baby Kyunie."
"Mwo ?" aku sangat terkejut dengan keinginannya. "Baiklah chagi, ayo lanjutkan sampai pagi."
Cho Kyuhyun POV end
oooSNOWDROPooo
"Hyung, lama-lama aku ingin melakukannya ?"kata Wookie dengan tiba-tiba. Mereka kini sedang duduk di pinggiran pot bunga snowdrop milik Sungmin. Yesung baru saja melarikan kekasih innocentnya dari pemandangan malam pengantin KyuMin. Wookie terus menatap intens tanpa berkedip.
Yesung tahu, tubuh Wookie sudah berkeringat sedari ronde pertama tadi, dan sampai ronde ke 5 pagi ini Wookie masih ingin menonton mereka. Terpaksa dengan susah payah Yesung harus melakukan misi penyelamatan untuk pikiran innocent Wookie.
Wookie masih menatap yesung dengan seribu tanya, jujur saja karena Yesung hanya diam mendengar pertanyaan Wookie, dia tidak tahu harus menjawab apa.
Yesung POV
"Hyung, lama-lama aku ingin melakukannya ?"
'Mwo ?' Hah, gara-gara KyuMin aku harus rela berpusing sendiri memikirkan permintaan aneh namjachinguku sendiri. Dia menatapku dengan mata bingungnya yang semakin membuatku gemas padanya.
Bukan aku tak ingin melakukannya, tapi membuang mahkota innocent dan menggantinya dengan hal seperti itu akan merusak pikiran my baby Wookie.
"Hyung," kini dia tengah merangkulkan lengannya pada leherku. Bagaimana ini, jika seperti ini aku takut takkan bisa menahan diriku lagi. "Yesungie..." kenapa dia hanya memanggil namaku ? Ini bahkan lebih menakutkan dari mimpi burukku. Aku belum siap jika harus melakukan hal yang seperti itu pada Wookie baby, aku terlalu mencintainya.
"Yesungiehhhh," suara Wookie yang mendesah ini benar-benar memusingkanku. 'Bagaimana ini ?'
"Awwwww !" Aish dia mencubitku. "Wookie baby, kenapa mencubitku ?" Kulihat dia menatapku dengan mata cantik yang memancarkan kemarahan, akh jangan sampai dia marah karena hal ini. "Yesungie saja yang tidak mendengarkan aku dari tadi, huh ! Menyebalkan !" Wookie terbang meningalkan aku.
Aku benar-benar takut jika harus melakukan hal seperti itu pada Wookie, dan sekarang entah terbang kemana dia, 'Huh, bagaimana ini ?'
Aku terbang keluar balkon kamar Sungmin, meninggalkan dia dan Kyu yang masih melanjutkan desahan yang bagiku sangat mengganggu itu, pagi ini benar-benar buruk untukku. Kemana aku harus mencarinya ?
Aku terbang ke halaman depan dan tak menemukan siapa-siapa, memang ini masih terlalu pagi untuk semua manusia bangun. Lebih baik aku mencari Wookie dengan cerminku. Aku mengeluarkan cermin dan kuucapkan mantranya.
"Wookie baby ! Abra kadabra !" Terlihatlah, Wookie chagiku sedang menangis di balkon atas rumah Kyu. Dalam wujud manusianya memakai tuxedo putih yang sama dengan yang di pakai Sungmin pagi kemarin. Aku langsung terbang menemuinya.
Yesung POV end
Yesung segera terbang menyusul Wookie, lengkap dengan tuxedo hitam, kemeja hitam dan dasi putihnya. Yesung berjalan memeluk Wookie dari belakang. "Wookie baby, mianhe. Aku tak bermaksud menyakitimu. Ayo kita menikah."
"Jinjja !" Suara Wookie terdengar serak. Wookie berbalik dan menatap tak percaya pada Yesung. "Kau tidak berbohong 'kan Hyung ?" Yesung hanya menggeleng dan memeluk Wookie, mencium pucuk kepalanya dengan sayang. Yesung tersenyum dan melepaskan pelukannya.
"Baby, karena tidak ada pendeta jadi biar matahari saja yang menjadi saksi pernikahan kita." Yesung mengeluarkan satu kotak kecil berisi dua cincin dengan permata biru yang membentuk separuh hati disetiap cincinnya. "Ini adalah cincin pernikahan kita." Wookie tersenyum dan mengusap sisa air mata yang masih membasahi pipi tirusnya.
Yesung menggenggam tangan Wookie dan mereka berdua menatap sunrise"Demi matahari dan kerajaan peri, saya Kim Jong Woon berjanji akan selalu setia dan menjaga Kim Ryeowook sampai kematian memisahkan kami." Yesung dan Ryeowook kemudian saling berhadapan.
Yesung menatap dalam mata cantik Wookie yang sayu dan masih merah, "Jangan menangis lagi chagi, aku akan sangat bersalah jika hanya memberi kesedihan padamu." Yesung mencium kedua kelopak mata Wookie yang kiri dan kanan. Tersenyum manis menatapnya. "Saranghae Wookie baby, jeongmal saranghae."
"Nado saranghae hyung," Yesung tersenyum mendengar jawaban Wookie. Yesung memasangkan cincin ke jari manis tangan kanan Wookie, begitu juga sebaliknya.
Tepat saat matahari menyinari wajah mereka, Yesung mencium bibir Wookie dengan lembut dan hati-hati. Mengeratkan pelukan mereka dan menjelajah kedalam mulut Wookie. Tangan mungil Wookie masih setia meremas kerah jas Yesung, rasa panas memenuhi aliran darah didalam tubuhnya.
Lidah pintarnya menjalar ke bibir luar Wookie, terus membasahi wajah cantik Wookie. Menjelajahi pipi tirusnya dan menggigit pelan tulang pipinya. Lidah pintarnya terus menajalar sampai ke telinga Wookie, ia menggigit pelan telinganya dan memainkan lidahnya di lubang telinga Wooki. "Hyunnnnghhhh..." Nafas dan suara Wookie sudah berat. Rangsangan Yesung pada telinganya membuat tubuh mungilnya semakin memanas.
Yesung menghentikan aksinya dan tersenyum, mengusap pipi Wookie menghapus jejak salivanya. "Baby, memangnya kau benar-benar mau melakukannya sekarang ?" Wookie tersenyum malu dan menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah yang sangat merah. "Hei, jawab aku baby." Yesung mengangkat dagu Wookie dan menatapnya.
Jantung Wookie terus berdebar, dalam hatinya terbesit begitu banyak pertanyaan, "Ehmmmm, itu- kita lakukan setelah aku siap saja hyung. Sepertinya aku belum ingin merasakan sakit pada tubuhku. Tapi, bisakah aku minta satu hal padamu hyung ?"
"Mwo ?"
"Bisakah kita melakukannya seperti Kyuhyun dan Sungmin ?" Wookie menatap Yesung dengan mata yang sendu karena malu. "Maksudmu apa baby ?" Yesung menggoda Wookie, dia tersenyum jahil dan mengusap pipi tirus kekasihnya itu. "Aku ingin kita melakukannya dalam wujud manusia dan dikamar kita sendiri. "
Yesung tersenyum dan mengganggukkan kepalanya, "Geurae (sejujurnya) aku sudah menyiapkan rumah kecil dibalik bukit dibelakang sekolah. Aku sudah membuatnya sesuai dengan keinginan dan mimpimu. Hanya saja kau terlalu tidak sabaran Wookie baby, tadinya semua akan menjadi surprise gift untuk natalmu tapi kurasa kau tak akan sabar menanti sampai natal datang."
"Mianhe hyung," Wookie tersipu malu dan memeluk Yesung, menyembunyikan wajahnya di dada Yesung dan tersenyum. "Mianhe jika aku tak sabaran, itu karena aku terlalu iri dengan yang lain hyung. Aku ingin seperti manusia, mereka menikah dan punya anak. Hidup bahagia bersama sebagai satu keluarga yang utuh, " Wookie mencium pipi chubby Yesung. "Gomawo, kau sudah menjadi yang terbaik untukku hyung."
Yesung mencium dahi Wookie, dan mengacak rambut lembutnya"Ye, cheonman. Asal jangan lakukan hal seperti tadi lagi, jika kau marah lagi padaku aku sudah tak punya kejutan apapun untukmu."
"Nde Yesung Hyung."
Wookie dan Yesung menikmati moment hangatnya sunrise di udara dingin pagi itu. Saling berpelukan dan berbagi kehangatan pagi.
oooSNOWDROPooo
Hari Selasa yang indah, matahari hangat tak mampu mengusik ketenangan pengantin baru yang baru saja selesai melakukan malam pengantin mereka. "Heenim, hentikan dan jangan mengintip mereka terus. Sudah biarkan saja, ayo kita pergi dari sini chagi" Hangeng terus berusaha menyeret istri tercintanya yang masih asyik mengintip KyuMin sejak mereka bangun tadi.
Salahkan saja teriakan Kyu dan Sungmin yang sukes membangunkan Hangeng dan Heechul. Heechul langsung bangun dari tidurnya, padahal weker baru menunjukkan pukul 3 pagi. Ia bergegas dan mengguncang kuat tubuh Hangeng, menyeretnya keluar kamar untuk mengintip kegiatan menantu dan anaknya yang super pervert itu.
Teukki yang memang tidak bisa tidur karena terus mendengar suara lenguhan putranya yang terus saja terngiang di telinga dan pikirannya. Akhirnya ia memutuskan pergi ke dapur dan memasak sarapan. Sungguh angel without wings. Dia hanya tersenyum di sepanjang kegiatan memasaknya karena terus mendengar lenguhan Minnie yang tak berhenti.
"Heenim, ayo kita turun saja dan ke dapur. Aku mencium bau toast bread dari dapur." Hangeng menarik pelan pinggang Heechul dan menutup pintu kamar Kyumin. Heechul menatap tajam suaminya, "Hannie, aku hanya ingin melihat mereka saja masa tidak boleh. Kau ini menyebalkan sekali sih."
"Tapi chagi, mereka kan juga sudah tidur. Jadi ayo kita turun saja, hentikan kegiatan mengintip anakmu sendiri. Atau kau ingin melakukan sesuatu denganku hem ? Kenapa kau semangat sekali mengintip Kyu dan Minnie ?" Hangeng menggoda Heechul dengan senyuman di wajah polosnya yang tanpa dosa itu.
Heechul merasa marah dan juga tersipu disaat yang bersamaan, ia tak bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona karena ledekan suami yang sangat ia cintai itu. Segera saja ia turun dengan cepat menuju dapur dan menemui Teukki. Hangeng setia mengikuti istrinya dengan senyuman polosnya. Ia sudah sangat terbiasa dengan sikap istrinya yang memang sedari dulu tidak mau diatur.
"Teukki, kenapa kau yang membuat sarapan. Kan ada pelayan, aku tak menginginkanmu bekerja dirumah ini Teukki. Kau ini adalah Ibu Minnie chagi, itu artinya kau dan aku sama saja. Kumohon, jangan melakukan pekerjaan apapun di rumah ini." Heechul langsung membantu Teukkie membawa menu sarapan mereka ke atas meja. 3 cangkir coklat hangat dan 3 piring sarapan berisi toast bread, telur, kacang panggang, sosis dan bacon.
"Hannie, duduklah. Teukkie membuatkan kita sarapan." Heechul meletakkan semua piring, ia menarik suami yang sangat ia cintai itu untu duduk disisinya dan mereka memulai sarapannya. Untuk beberapa menit mereka saling diam, tapi tiba-tiba saja Heechul teringat cerita kakaknya tadi malam. "Hannie, tadi malam Jae eonni mengatakan kalau Hae menyukai namja. Menurutmu bagaimana Hannie, Teukkie ?"
Heechul menatap Teukkie dan Hangeng. Karena Heebhul sendiri bingung harus bagaimana menanggapi kakaknya yang memang tak menyukai penikahan semacam KyuMin. "Jika mereka saling mencintai dan benar-benar bisa bertahan, kurasa tindakan Jae Nunna ada benarnya. Mungkin saja itu memang rencana Jae Nunna dan juga Yunho hyung."
Hangeng mengusap tangan Heenim yang dingin karena tak memakai sarung tangan. "Aku pastikan semua akan baik-baik saja, aku akan membantu Hae dan kekasihnya, kau tenang saja chagi."
"Nde, aku juga berfikir kalau itu semua hanya satu rencana dari Yunho oppa dan Jae Eonnie. Bukankah mereka selalu tegas dengan Hae." Teukki tersenyum datar.
"Aku dengar dari Kangin, dulu mereka sengaja meninggalkan Hae di Korea karena sifat Hae yang terlalu playboy hingga mantan pacar Hae selalu saja membuat gara-gara dan menuntut pada mereka. Mungkin Yunho oppa hanya ingin menguji Hae." Teukki menghela nafasnya yang terasa berat, "Mengapa aku harus teringat Kangin lagi."
Heechul mendekati Teukkie,memeluk tubuh ringkih Teukkie, "Mianhe Teukkie, aku tak bermaksud membuatmu teringat dengan Kangin. Aku tahu seberapa dekat Kangin dengan Yunho, jika bukan karena Kangin mungkin saja eonniku tak akan bertemu dengan Yunho."
"Nde Heenim, gwenchanayo. Mungkin aku saja yang terlalu merindukannya, tapi aku lihat Hae benar-benar mencintai Hyukkie. Hyukkie teman Sungmin dan tetanggaku dulu."
"Kau mengenal Hyukkie ?" Hangeng menatap Teukkie. Teukkie hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Putra siapa dia ?"
"Dia putra Lee Yoochun dan Junsu. Mereka membuka toko bunga di rumahnya, dan kulihat usaha mereka cukup sukses."
"Ah nde, aku tahu mereka. Heenim-ah, Yoochun itu yang menyuplai bunga untuk hotel dan supermarket kita. Juga untuk pernikahan Kyu kemarin, kenapa aku sampai lupa tak mengundang mereka." Hangeng meraih ponselnya dan mendial nomor Yoochun.
"Annyeong Yoochun-ah, bolehkah aku ke rumahmu nanti sore ?"
"..."
"Ye, tentu saja. Nanti aku datang dengan Heenim dan Teukkie."
"..."
"Nde, arrasseo."
Plip.
"Heenim chagi, Teukkie nanti kita akan kerumah mereka. Mungkin sedikit membantu Hae dan Hyukkie akan mengurangi beban mereka berdua." Heechul beranjak dari duduknya dan memeluk suaminya, "Yeobo, gomawo. Kau memang yang terbaik."
"Jadi jangan pernah marah lagi denganku ya ?"
Heechul langsung melepaskan pelukannya dan menatap sinis suaminya, "Jika kau terus saja pergi keluar negeri selama berhari-hari, aku pastikan aku akan lebih marah dari yang kemarin-kemarin." Hangeng hanya tersenyum datar mendengar keputusan istrinya itu. Heechul kembali duduk ke kursinya dan menatap Teukkie.
"Teukki-ah, kita akan berlibur ke Jepang. Bagaimana kalau kita berbelanja, aku ingin membelikan Minnie baju tidur terusan warna pink dengan bahan yang tipis. Pasti Kyu akan sangat senang melihat Minnie dengan pakaian seperti itu."
"Mwo ? " Teukki menatap Heechul tak percaya, dia hanya tersenyum menatap kenarsisan besannya.
oooSNOWDROPooo
Kini Hyukkie sedang di apartemen Hae. Ia sengaja menginap setelah pesta KyuMin selesai. Dari pagi dia sudah bangun dan menyiapkan sarapan meski hanya sandwich dan susu.
"Hae, bagaimana denganmu ?" Hyukkie meletakkan satu cangkir susu coklat hangat di meja. Hae sedang duduk terdiam di sofa depan TVnya, ia terlalu kalut memikirkan masalah yang sedang ia hadapi.
Melihat tak ada tanggapan dari Hae, kemudian ia meraih bahu Hae dan melingkarkan lengannya dari belakang. Hae masih duduk di kursinya dan tersenyum menatap Hyukkie yang masih menatapnya di sisi wajahnya.
Hae mencium pipi Hyukkie sekilas, "Saranghae Hyukkie, tenang saja semua akan baik-baik saja." Hae menarik Hyukkie dan mendudukkannya di pangkuannya. Mencium wangi tubuh Hyukkie, menyandarkan kepalanya yang terasa berat di dada Hyukkie.
"Aku lihat kau yang tidak baik-baik saja. Kenapa seperti ini Hae ?" Hyukkie mengeratkan pelukannya pada leher Hae. Tak ia pungkiri hatinya sama resah dan galaunya dengan Hae. "Apa kau sudah mengatakan pada Ummamu tentang hubungan kita ?"
"Waeyo ?" Hyukkie menatap Hae tak mengerti. Hae hanya tersenyum dan mencium pipi Hyukkie, "Aku takut mereka juga tak akan menyetujui kita." Hae memeluk Hyukkie dan mengusap-usapkan kepalanya pada dada Hyukkie.
"Hentikan Hae, ini geli sekali. Ahhhaaahahaha," tapi Hae terus saja melakukannya. "Aish aku bilang hentikan. Ini geli sekali Hae," Hyukkie berdiri melepaskan pelukannya pada Hae dan menghempaskan tubuhnya di sisi Hae.
"Kau takut Umma dan Appaku tak merestui hubungan kita ?"
Hae mengangguk mendengar pertanyaan Hyukkie. Hyukkie mengambil sandwichnya dan menyuapi Hae, "Makanlah, agar hatimu tenang. Jangan memikirkan hal lain karena masalah Umma dan Appaku itu adalah urusanku. Tenang saja, aku yakin mereka akan merestui kita."
Hae memakan sandwichnya dan mengembangkan senyuman nakal. Ia terus menggigit kuat sandwich itu hingga Hyukkie kesal dan melepas tangannya yang sedari tadi masih memegangi sandwich Hae. Hae mendekati wajah Hyukkie seakan memberi isyarat untuk berbagi sandwichnya.
Hyukkie menggelengkan kepala melihat tingkah Hae yang selalu saja membuatnya tersanjung, ia mendekatkan kepalanya dan mulai menggigit satu ujung lain dari sandwich itu, hingga akhirnya bibir mereka bertemu.
Hyukkie dapat merasakan rasa asin dari mentega dan telur juga ham yang ia gunakan untuk mengisi sandwich mereka. Bibir saling melumat dan bertukar rasa, lidah saling bertaut dan mendorong. Hae menekan tengkuk Hyukkie dan memiringkan kepalanya.
Mencoba lebih dalam, menyusup ke dalam gua hangat Hyukie. Hyukkie mengeratkan pelukannya dan akhirnya ia tertidur di sofa setelah berhasil menarik tubuh Hae mendekat padanya.
Hae menekan tubuh kurus Hyukkie dan lidahnya menjalar ke leher putih Hyukkie. Membuat kissmark berwarna ungu kemerahan yang tak akan hilang selama beberapa hari. "Ennngggghhh," Hyukkie melenguh saat Hae terus saja menghisap kuat spot sensitive di lehernya.
Hae mengangkat wajahnya dan tersenyum nakal pada Hyukkie. "Terima kasih untuk morning kiss dan sarapanku yang sangat manis."
Blusshhhhh
Hyukkie memalingkan wajahnya yang sudah semerah udang rebus. Ia tak sanggup harus menatap wajah Hae yang terus saja tak berkedip menatapnya. "Hentikan menatapku seperti itu Hae !"
"Aish, ternyata My Anchovy sangat pemalu eoh," Hae kembali menikmati sarapannya dan mencium leher Hyukkie kembali. Memberikan butterfly kiss disepanjang leher dan wajah Hyukkie. Hae sedikit menarik kerah Hyukkie dan menghisap kuat bahunya.
Sungguh ia sudah tak bisa menahan diri untuk tak menikmati kulit putih kekasihnya. Dengan susah payah ia menahan nafsunya tadi malam karena sangat lelah, dan kini melihat kekasihnya yang sudah sangat fresh, langsung menyegarkan otak Hae.
"Enghhhh, Hae ahhhh." Hae masih menghisap bahu Hyukkie dan kini sudah timbul banyak kissmark di sepanjang bahu kanan dan kiri Hyukkie. Dengan nafas yang memburu dan tubuh yang sudah memanas, Hae mengangkat tubuhnya dan menatap wajah sendu kekasihnya yang masih sangat merah.
"Kau selalu cantik Hyukkie, dan wangimu selalu memabukkanku. Kau tahu aku sudah lama jatuh cinta dan memperhatikanmu." Jari tangan Hae mengusap lembut pipi Hyukkie. Hyukkie hanya bisa tersipu mendengar pengakuan Hae.
"Aku sudah sangat lama mengagumi ketua club dance yang sangat seksi dan menarik ini. Lebih menarik dan menggoda daripada semua yeoja yang pernah aku pacari." Mendengar itu Hyukkie agak merasa sebal. Ia entah harus menjadi nomor ke berapa untuk Hae. Sedangkan Hae adalah yang pertama untuknya dan mungkin yang terakhir.
Melihat raut wajah Hyukkie yang berubah, Hae seakan mengerti jika kekasihnya ini sedang cemburu dan sedikit kecewa mendengar perkataannya tadi. Hae mencium sekilas bibir Hyukkie dan kembali menatapnya. "Tapi, apakah kau tahu ? Aku selalu berusaha untuk membuangmu dari pikiranku. Aku tak mau hanya menyakitimu karena memang aku akui aku ini playboy. Padahal dari semua yeoja itu, aku hanya mencari sosok seoarng Lee Hyukjae di dalam sana."
"Aku tak pernah menemukan sosok dirimu yang begitu kuat dan tangguh, juga cantik dan lembut dengan semua sikap dan kekonyolanmu. Aku tahu kau memang yang terbaik untukku Lee Hyukjae, kau sempurna."
"Jeongmall ?" Suara Hyukkie terdengar serak karena ia sempat menahan tangisnya. "Nde, tentu saja." Hae beranjak dan berjalan ke meja kecil disisi tempat tidurnya. Ia mengambil satu kotak kayu berukuran lumayan besar dan juga mengambil laptopnya.
Hyukkie hanya menatap heran pada Hae, terlalu banyak hal yang tidak ia ketahui tentang Hae. Termasuk hal yang satu duduk disisi Hyukkie, memangku laptopnya. Ia membuka satu folder dengan password, "Lihat Hyukkie, aku mengetik passwordku. Karena dulu aku tak tahu namamu maka aku hanya menggunakan 'anchovy' dan tada !"
Keluarlah semua gambar Hyukkie yang sedang menari, di kompetisi antar sekolah, saat mengajar hoobae, juga saat menari sendiri di ruangan clubnya. Saat latihan tango dan dansa, juga saat Hyukkie menyeka semua keringat nya. "Hae," Hyukkie hanya menatap takjub pada apa yang ia lihat. "Benarkah kau memotret ini semua ?"
"Nde chagi, aku memotretnya sejak pertama kali kau masuk sekolah di tingkat 1. Saat rambutmu masih hitam, saat kau masih memakai pakaian monyetmu saat masa orientasi." Hae mengambil kotak kayu dan membukanya.
"Ommona !" Hyukkie tak bisa menahan keterkejutannya saat mengetahui apa isinya. "Ini kan seragam cheers yang aku buang. Bagaimana bisa kau mendapatkan ini ?"
"Aku mengikutimu saat lomba cheers antar high school selesai. Saat itu kau baru kelas satu dan karena kalah, kau sangat membenci club cheers dan mendirikan club dance yang sudah mati disekolah kita. Padahal aku sangat terpesona saat melihatmu dengan rambut pirang dan rok selutut ini," Hae mengangkat bawahan seragam cheers Hyukkie yang memang merupakan rok selutut dengan warna biru putih.
"Ini adalah kenangan pertama dan terburukku Hae, karena aku harus menjadi yeoja dengan rambut pirang dan melompat kesana kemari. Sungguh saat itu aku ingin membunuh sunbaeku yang sengaja memberiku part yang seperti itu. Kenapa juga aku tak dijadikan sebagai namja saja malah disuruh berpakaian yeoja seperti ini ?"
Hae meletakkan kotak itu dan tersenyum pada Hyukkie. Ia menutup laptopnya dan meletakannya di meja disisi kotak kayunya. Menatap wajah Hyukkie dan mengusap pipi Hyukkie, "Karena siapapun tahu kalau kau ini sangat cantik nae anchovy, dan akulah salah satu dari mereka yang tak bisa menahan diriku sendiri dari pesona seorang cheerleaders berambut pirang yang sangat cantik itu."
"Hae, jangan menggodaku." Hyukkie tersipu malu mendengar pengakuan Hae.
"Saranghae Lee Hyukjae, jeongmall saranghae." Tanpa memberi kesempatan menjawab, Hae langsung meraih bibir merah yang menurutnya sangat manis, menekan lembut bibir Hyukkie dan memeluknya erat.
oooSNOWDROPooo
Siang hari yang indah, Hangeng, Heechul dan Teukkie sudah pergi ke rumah Yoochun, meninggalkan Kyu dan Sungmin dirumah bersama satu butler setia mereka.
"Ennghhh," Sungmin menggeliat merasakan tubuhnya sangat tak nyaman. Perutnya terasa teraduk-aduk dan serasa ada yang ingin keluar dari dalam perutnya. Bergegas Sungmin menghentakan kasar tangan Kyu yang masih setia melingkar di pinggangnya, tanpa meraih selimutnya ia berlari ke wastafel di kamar mandinya.
"Hoek !"
.
"Hoek !"
.
Sungmin memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya, ini sudah 30 menit dan ia terus saja muntah dan mengeluarkan semuanya. Mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi, Kyu langsung bangun di tambah lagi saat tak menemukan istri tercintanya disisinya.
Kyu berjalan ke kamar mandi dan terkejut saat melihat Sungmin tengah muntah-muntah. Ia mengurut tengkuk Minnie, "Hoek !", kembali Minnie memuntahkan air, dan rasanya pahit. "Chagi kau kenapa ?" Kyu memapah Sungmin duduk di kasur mereka.
"Mungkin saja aku kedinginan Kyu," Kyu langsung mengambil pakaian Sungmin dan memakaikan seluruhnya pada tubuh dingin istrinya itu. Ia sendiri juga berlari ke kamarnya berbalut selimut dan kembali lagi ke kamar Sungmin setelah memakai lengkap pakaiannya.
Kyu kembali duduk disisi Sungmin dan memeluk tubuh ringkihnya. "Bagaimana perasaanmu sekarang chagi ?" Kyu memeluk Sungmin dan mengecup pucuk kepalanya. Ia meletakkan tangannya di dahi dan leher Sungmin. "Kenapa tubuhmu dingin begini ?"
"Mollayo Kyunnie, aku juga merasa sangat mual." Sungmin kembali berlari ke kamar mandi dan memuntahkan kembali asam lambung karena memang perutnya sudah kosong. Kyu merasa khawatir dengan kondisi Sungmin. "Bagaimana jika kita ke dokter hyung aku tak ingin kau sakit karena keracunan makan tadi malam. Mungkin saja menu resepsi tadi malam ada yang membuatmu alergi Hyung ?"
Kyu kembali memapah Sungmin keluar dari kamar mandi dan mendudukkannya di pangkuannya. "Kyunnie, aku lelah." Sungmin merajuk dan memeluk erat leher Kyu. Melihat kemanjaan Sungmin yang memang tak biasa, akhirnya Kyu menyimpulkan kalau istrinya itu memang sakit.
"Minnie chagi, kita akan ke dokter. Aku takut kau benar-benar sakit." Sungmin hanya mengangguk pelan dalam pelukan Kyu. Mereka keluar kamar dan menuruni tangga ke lantai dasar rumahnya. Diujung tangga sudah ada butler kepercayaan ayahnya. "Kim ahjussi, tolong siapkan supir dan mobil, aku harus pergi kedokter untuk memeriksakan Minnie. Kau tinggal saja dirumah."
"Nde Tuan Muda."
.
.
"Mwo ?" Teriak Sungmin dan Kyu bersamaan. Dokter yang duduk tegang didepan mereka sampai ikut berkaget ria mendengar teriakan KyuMin. "Dokter Kim, mana mungkin ini terjadi paa Minnie ?" Kyu terus saja mencoba menyangkal.
Akhirnya dokter Kim memutuskan untuk kembali memeriksa tubuh Sungmin dan juga urine Sungmin dengan tespack tentunya. Dan kembali lagi dengan keterkejutan yang sama. "Ini sudah pasti Kyu, dan aku tak mungkin salah."
"Tapi dokter, dia ini namja. Dan bisa kupastikan kalau dia namja, dan aku juga yakin kalau kau tahu itu bukan ?" Kyu terus saja mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang terjadi pada Sungmin memang hanya satu omong kosong.
Tapi lihatlah Sungmin, bukan ia tidak bahagia tapi melihat reaksi Kyu membuatnya merasakan sakit di hatinya. "Ya, disyukuri saja Kyu. Karena kulihat tubuh Sungmin dapat menerima dengan baik janin yang ada di rahimnya itu. Ia seperti yeoja hamil biasa jadi jangan terlalu khawatir."
Kyu berpikir keras, dan menyadari bahwa tak ada suara disisinya, ia tahu jika Sungmin tengah merenung dengan wajah muramnya. "Mianhe Kyunnie, jika kau tak suka maka kita buang saja." Perkataan Sungmin langsung menembak mati perasaan Kyu. Seakan tersadar dari tindakannya ia kemudian membimbing Sungmin keluar dari ruangan Dokter Kim.
"Gomawo ahjussi, sampaikan salamku pada Hyunsaeng dan juga Saengi Ahjumma. Aku akan main kerumah kalian jika aku sempat."
"Nde Kyu."
.
.
Kini mereka sudah di taman rumah sakit. Kyu masih setia membujuk Sungmin agar tak marah padanya. "Minnie Hyung, mianhe. Aku tak bermaksud seperti itu. Tentu saja aku senang karena aku akan mempunyai anak dari pernikahan kita."
Kyu memegang dagu Sungmin dan mencium bibir keringnya. "Minnie chagi, aku hanya khawatir akan terjadi hal buruk padamu. Tapi jika kata dokter ini tidak apa-apa, tentu saja aku akan sangat senang memiliki aegya secantik dan semanis dirimu."
"Jeongmal ?" Sungmin menatap Kyu dengan mata sendunya. Kyu hanya mengangguk dan kembali mencium pipi Sungmin. "Kalau begitu bisakah kau mengabulkan permintaanku ?"
"Apa yang kau inginkan chagi ?" Sungmin terlihat berfikir. "Aku ingin es krim rasa strawberry 2 cup besar tapi aku tak mau rasanya manis Kyunnie."
"Jadi ?"
"Aku mau rasanya pedas dan asin. Bagaimana ? Bisa kan ?"
"Mwo ?"
T.B.C.
Jeongmal Gomawo buat : Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, Chikyumin, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X, Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, Park KyuMin, Haemin, Princess Sachie, Yayank JewELF, Sung Hye Ah, Ms. Hyuk, Hyemin Punya Yesung, MeSunny, SparKyu BabyELF, ndok, Park SooHee, Ulfahaeteukkie, Yayang, Cupidshinee, honey 26, yuuya, Maykyuminnie, Jungminnies, Yayank JewELF, RiriSparkyu, Nam Seul Mi, Yemin, Kim Min Lee, Kyumin Tupper Story, Laven agrava gaciall, Ikhaosvz, Superol, Jewel Lee Aihara, Lianzzz, Meong, ndok, Cha, Choi Min Hwa, Ulfaaahae, and temen laen yang dah review GOMAWO ^_^
