SNOWDROP
Author : Rainy Heart
Length : Series
Rated : T to M
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And other SUJU and DBSK member
Pairing : KYUMIN and Other Pair
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#
Genre : Romance / Drama
Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, M-Preg, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Summarry : "...aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran..."
Mianhe jika ceritanya makin gaje and membosankan.
Dan untuk semua reader, please jika gag suka silahkan close page ini. "Don't Like Just Don't Read"
HAPPY READING
Previous Chapter 9
.
.
"Bukankah kau juga belum selesai high school. Lagipula semua asset dan uangmu disita karena itu milik ayahmu. Jadi bagaimana kau mau membahagiakan putraku ?" Hhhh lagi-lagi aku merasa putus asa. Aku merenung mengingat kembali perkataan Appanya Hyukkie.
Namun aku merasakan tangan hangat yang menggenggam jariku. Hyukkie tersenyum sangat cantik disisiku. Dialah semangatku. "Aku akan berusaha dan bekerja keras ahjussi. Dan aku akan membahagiakannya."
"Jika hanya berjanji itu mudah anak muda. Yang sulit adalah merubahnya menjadi kenyataan." Suara lembut Umma Hyukkie seakan menyadarkanku. Aku makin gelisah dan ketakutan.
"Jadi bagaimana kau akan membahagiakan putraku jika kau sendiri tidak bisa melakukan apa-apa." Suara Appa Hyukkie menambah kepenatanku. Apa yang harus kulakukan ?
.
.
oooSNOWDROPooo
Chapter 10
Lee Donghae POV
.
.
"Appa, kumohon jangan menyudutkannya." Hyukkie masih setia duduk disisiku. "Appa, Umma jebal." Hyukkie menatap melas pada Appa dan Ummanya.
"Memang sekarang aku tidak punya apa-apa, tapi aku akan bekerja dengan sungguh-sungguh. Jadi kumohon restui kami." Aku menggenggam tangan Hyukkie. 'Dingin,' dia sama tegangnya denganku.
Appa dan Umma Hyukkie tampak berfikir. "Baiklah, kami akan merestui kalian. Tapi dengan satu syarat."
"Apa ahjussi ?"
"Aku tahu kau dan Hangeng ada hubungan keluarga. Dari yang kudengar, Ummamu kakak adik dengan istri Hangeng. Aku tahu, pasti kau akan meminta bantuan mereka untuk mencari pekerjaan. Benar begitu kan ?"
"Nde ajussie. Karena memang aku masih sekolah pasti sangat sulit mendapatkan pekerjaan."
"Aku tak mau kau bekerja dengan mudah disana. Jadi kau harus bekerja disini dan membantuku menurus toko bunga ini."
"Appa ! Maksud Appa sebenarnya apa sih ?" Hyukkie menatap orang tuanya tak percaya.
"Apa tidak apa-apa jika aku bekerja padamu Ahjussi ? Aku tak mengerti apapun karena sebelumnya aku memang tak pernah bekerja. " Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri dan Appa Hyukkie bahwa ini tak akan menjadi masalah nantinya.
"Appa, sebenarnya apa tujuan Appa ? Kenapa mempersulit kami ?" Hyukkie sedikit kecewa menatap kedua orang tuanya. Aku tahu dia melakukan itu demi aku, tapi aku sungguh tak ingin dia sampai menentang kedua orang tuanya sama seperti yang kulakukan.
Kulihat Ummanya Hyukkie malah tersenyum lembut menatapku dan Hyukkie, "Kau tahu kau ini putra Umma satu-satunya Hyukkie, dan kau juga telah memutuskan siapa yang akan kau pilih menjadi masa depanmu. Meski masa depan pilihanmu itu begitu suram." Ekspresi Umma Hyukkie sangat menggemaskan. Kuakui dia cantik, secantik dan selembut Ummaku. "Umma dan Appa hanya ingin membantu kalian."
"Tapi Umma, jika Hae bekerja disini, itu akan me..."
"Gwenchana Hyukkie, aku akan menuruti keinginan Appa dan Ummamu. Tidak usah terlalu mengkhawatirkan aku." Aku memotong kata-kata Hyukkie. Aku tahu dia membelaku tapi aku sungguh tak ingin dia seperti itu pada orang tuanya.
"Bagus Hae, jadi sekarang pulanglah dan bawa semua barangmu kesini. Kau mulai tinggal disini besok."
Hyukkie langsung berdiri dari duduknya, "Mwo ! Maksud Appa Hae akan tinggal bersama kita ?""Nde, tentu saja. Memangnya kau pikir siapa yang akan memasak untuknya jika hidup sendiri ?" Hyukkie langsung berlari dan memeluk Ummanya. "Gomawo Umma, Appa, Kalian memang yang terbaik."
"Jeongmal gomapseumnida atas restu dan kebaikan kalian." Aku berdiri dan membungkukkan badanku. "Ahjussi, ahjumma sebaiknya sekarang aku pulang dan menyiapkan semuanya."
"Tentu saja kau harus melakukannya. Jangan lupa, bawa semua perlengkapan sekolahmu dan juga seragammu." Aku hanya mengangguk. Orang tua Hyukkie ternyata tak semenakutkan yang ku pikir. "Hyukkie antar Hae ke halte bis depan." Dengan wajah sumringah Hyukkie menuruti Appanya dan menarik tanganku. 'Apakah aku sudah lebih dewasa dan mengerti arti hidup ? Ya, tentu saja.' Senyum tak pernah lepas dari bibirku. Aku sangat bahagia.
"Hae, mianhe jika kau harus bekerja dengan Appa. Aku tahu ini tak akan mudah tapi aku yakin Appa melakukan yang terbaik untuk kita." Kulihat mata cantiknya sedikit memerah.
"Tenang saja Hyukkie, lagipula aku akan berusaha sebaik mungkin. Aku tak mau mengecewakan calon mertuaku, bukankah begitu seharusnya ?"
Wajahnya tersipu mendengar ucapanku. Aish... Cantik sekali. "Baiklah bisnya sudah datang, aku pulang dulu." Aku mencium dahinya sekilas dan melambaikan tanganku.
Perasaanku begitu lega dan juga bahagia.
'Ini lebih baik dari pada tak mendapat restu sama sekali. Lagipula semua perkataan orang tua Hyukkie benar, akh... Dengan begini juga aku akan semakin dekat dengan Hyukkie. Benar-benar membahagiakan.
.
.
Aku masuk ke apartemenku, "Appa ?" Kulihat namja paruh baya yang tampan sepertiku, yaitu Appaku. Duduk dengan posisi yang bisa dibilang sangat angkuh. Dia menatapku dengan mata tajamnya dan membenarkan jasnya. "Kelihatannya kau sangat senang kami membiarkanmu Hae."
"Apa maumu sebenarnya ? Mengapa datang kemari "? Aku duduk di hadapannya. Sama sekali bukan Appa yang aku kenal. "Ini juga asset milikku. Apa ada hakmu melarangku datang ke rumahku sendiri ?"
"Tenang saja Appa, sebentar lagi aku juga meninggalkan apartemen milikmu ini."
"Memang kau mau kemana ? Melarikan diri ? Atau kau bingung ?" Appa menatapku dengan seringaian mengejeknya. Benar-benar menyebalkan. "Akh, aku tahu kau pasti akan kerumah Hangeng."
"Ahni, aku tak akan merepotkan Han ahjussi. Aku sudah mendapat pekerjaan di satu toko bunga dan juga aku akan tinggal di rumah pemilik toko bunga tempat aku bekerja."
"Baguslah kalau begitu." Dia berdiri dan berjalan di belakangku. Berhenti di sisi jendela menatap ke luar apartemenku. Lantai 23. Cukup tinggi dan tentunya pemandangan di luar sangat indah karena memang apartemen Appa termasuk di kawasan Elite.
"Kau yakin, tak merindukan gadismu yang banyak itu ?" Dia tersenyum mengejek padaku.
"Aku mencintai Hyukkie dan tak akan menggantinya dengan yeoja manapun Appa."
"Begitu yakinnya kau dengan cinta anehmu itu. Kau ini cukup tampan anakku. Dan juga kaya, jika kau memutuskan hubunganmu dengannya semua fasilitasmu akan Appa kembalikan."
"Jangan mencoba membuat penawaran denganku Appa." Apa maksudnya ? Kenapa dia harus datang kemari jika hanya untuk membicarakan hal itu.
"Baiklah kalau begitu. Selamat berjuang !" Akh lihatlah senyuman menyebalkan itu. Dia menepuk bahuku dan menyeringai seperti seringaian Heechul ahjumma.
.
Blammm...
.
Dia meninggalkan apartemenku. "Appa benar-benar menyebalkan."
.
.
Lee Donghae POV end
.
.
Namja paruh baya dengan wajah tampannya tengah tersenyum dan menekan tombol hijau di ponselnya. "Nde Boo. Rencanamu berhasil. Kulihat dia sangat mencintai namja itu."
"..."
"Memang disayangkan jika dia memilih namja itu, tapi Hae banyak berubah. Dan aku merasa dia lebih bisa menghargai uang dan orang lain."
"..."
"Nde Boo, tenang saja."
Namja itu meakhiri panggilan di ponselnya, ia tersenyum bangga dan merapikan dasinya. "Namja tampan dengan banyak uang. Putraku memang most wanted namja. Tapi mengapa dia memilih namja itu ? Huh... Semua karena Heechul. Adik Boojae memang benar-benar nyentrik dan aneh."
Namja itu menggumam sendiri melangkah ke basement floor mencari mobilnya. "Hhh... Hal yang bagus."
.
.
oooSNOWDROPooo
.
Yesung POV
.
.
"Hmmmm... Wangi." Aku menggumam mencium wangi yang tiba-tiba saja menusuk hidungku. Wangi makanan enak. Besok libur natal sudah di mulai. Sangat menyenangkan jika tak sekolah.
.
Kruyukkkk...
.
'Aku lapar.' Aku menepuk kasur disisi tubuhku, 'Kosong.' Berarti ini bukan mimpi. Wookie memang sedang memasak dan ini sangat wangi, pasti enak.
Akh, tubuhku lengket semua. Aku harus mandi, hmmm tadi siang hari yang indah. Aku tak bisa menghentikan senyumku, terasa seperti mimpi saat kami menyatu.
Aku bergegas mandi dan membersihkan tubuhku. Rasanya sangat lengket dan juga bau. Bau yang enak. "Chakkaman." Hei, kami sudah melakukannya bukan, bagaimana jika aku buat dia hamil. Akh Yesung, kau pintar.
Aku bergegas menyelesaikan mandiku. Sebuah ide terlintas di kepalaku. Setelah memakai bajuku kembali aku mengubah wujudku menjadi peri untuk bisa menggunakan kekuatanku. "Reparo," Ucapku.
.
Trinng...
.
Wujudku kembali menjadi peri dengan tubuhku yang menyala biru. Aku terbang ke dapur dan menemukan Wookie babyku sedang asyik memasak sambil menyanyikan lagu manusia. 'Mianhe baby, tapi aku ingin kau hamil,' Aku tak bisa menahan diriku. Hah, pasti akan sangat menyenangkan.
Aku terbang di atas Wookie, agak jauh diatas kepalanya. Aku tak mau ketahuan. "Abra cadabra, abhiektuva." Aku mengarahkan tongkatku pada perut Wookie. "Hah, selesai. Saatnya kembali ke wujud manusiaku. Aku terbang ke kamarku kembali, "Experio."
Aku kembali menjadi manusia, bergegas aku menuju dapur. "Selamat pagi Wookie baby." Aku memeluk pinggangnya dari belakang. Melesakkan kepalaku pada perpangkalan leher belakangnya. "Hyung, gelihh. Akh... Hentikan."
"Biar saja baby, aku sedang mencium wangimu. Hmmm... Wangi sekali." Aku mencium leher belakangnya dan rambutnya. Sesekali menhisapnya membuat bercak merah yang samar terlihat. "Hyunghhh, akuhhh sedang masak akh... "
Wookie menggerakkan bahunya tak nyaman. "Hyunghhh, jangan menciumkuhhh begitu." Dia menggerakkan kepalanya dan menatapku. " Geli sekali, kau membuatku merinding hyung."
"Benarkah hanya merinding ?" Aish, ia tersenyum malu. Manis sekali.
"Hyung, kita baru menyelesaikannya. Aku tak mau mengulanginya hyung. Masih sakit."
"Tapi baby, kau sendiri yang menggodaku dengan bajumu itu." Bagaimana tidak menggoda, apa dia tak sadar kaosnya yang kebesaran itu membuatnya terlihat sangat seksi. Dengan bahu putih yang terekspos bebas dan juga boxer pendeknya yang bahkan tak terlihat karena tertutup kaosnya yang sangat amat kebesaran baginya.
."Tapi hyung..." Dia mengusap pelan pipiku.
"Arraseo," Aku melepaskan ciumanku dari lehernya dan mencium pipinya dari belakang. "Morning kiss Wookie baby."
"Baiklah Yesungie." Dia menengok sebentar ke wajahku dan mencium sekilas bibirku. Sangat manis.
"Kau sedang masak apa sih ?" Kulihat, masakannya hanya berupa sup kental seperti saus. "Apa itu baby ?"
"Manusia bilang, ini saus, saus untuk makanan itu. Aku melihatnya di TV tadi."
Aku melihat dua piring dengan sesuatu seperti mi dan juga jus jeruk. "Hmmm dinnernya pasti enak." Wookie mematikan kompornya dan melepaskan lenganku dari pinggangnya. "Ayo hyung, duduk dengan baik di meja makan." Aku mengekor dibelakangnya dan duduk di kursiku. Dia menumpahkan saus yang dia buat di atas mi itu. Wangi yang enak, sausnya seperti jamur dan juga sayuran kering.
"Mereka bilang ini spaghetti Hyung."
Aku menatap semangat makananku. "Ayo makan ! "
Kami memulai makan malam kami. Untuk beberapa menit aku sangat menikmati makananku, sampai tanpa kuduga Wookie menanyakan hal yang membuatku mati kutu.
"Hyung, bisakah kau menjawab jujur padaku ?" Wajahnya terlihat sangat serius. Aku mengangguk pasti dan tersenyum padanya. "Aku akan jujur padamu baby." Dia tersenyum simpul dan mengunyah kembali spaghettinya.
"Waeyo ? Kenapa bicara begitu ?"
Dia menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan. "Apa yang kau lakukan padaku saat terbang diatasku tadi ?"
"Mwo...?" Bagaimana dia tahu."Akh, itu aku hanya..."
"Ingat hyung, jangan berbohong padaku."
"Akh baiklah, tadi aku menyihirmu."
"Untuk apa ?" Dia mendesakku. Haruskah aku mengatakannya ? Akh baiklah, dia sudah menghentikan makannya dan menatapku tajam.
"Aku ingin kau hamil baby. Mianhe, jika tak memberitahu dan membicarakannya dulu denganmu." Aku melihatnya dengan takuy dan khawatir,
Dia terlihat biasa saja, tak terkejut atau marah sekalipun. " Baby, kau tak marah kan ?" Dia hanya diam saja. Ah... Jangan sampai dia meninggalkan aku karena masalah ini."Baby... " Aku memanggilnya.
Tapi dia hanya melirikku dan berdiri dari kursinya, "Tentu saja aku tak marah hyung !" Dia menghambur memelukku. "Jeongmal ? Kau tak marah ?"
"Ahni hyung. Bahkan sedari tadi sambil memasak aku juga sudah memikirkannya untuk meminta hal itu padamu."
Akh, dia memang yang terbaik. "Gomawo baby, jeongmal saranghaeyo."
"Nado saranghaeyo hyung." Dia mencium pipiku.
Kulihat rona merah menghiasi wajahnya. Aku mendudukkannya di pangkuanku dan menyuapinya. Tingkahnya manja seperti namja kecil dengan semua kepolosannya.
Hari yang indah, dan aku semakin mencintainya setiap harinya.
.
Yesung POV end
.
.
"Minnie chagi ! Kyu Baby !" Teriakan heboh menggema di rumah besar nan megah itu. Bukan dari ibu sang namja cantik nan manis, tapi teriakan itu keluar dari mertua yang sangat hyperaktif dan selalu membuat kejutan dengan segala kenarsisannya."Aish kemana sih mereka ?"
"Heenim tenanglah ? Jangan bersikap berlebihan."
Tapi Heechul menepis tangan suaminya yang hendak menahan langkahnya, "Aish, jangan menarikku. Aku mau ke atas. Kajja Teukkie." Heechul menyeret Teukkie dan meninggalkan suaminya. "Yeobo, kau ke kamar dulu sana. Ini urusan ibu-ibu." Hangeng hanya melempar senyum datar pada butler mereka yang sedari tadi menatap istrinya. "Sudah sangat biasa dia seperti itu."
Heechul dan Teukki bergegas menuju kamar Sungmin, Heechul langsung membuka pintunya. "Minnie chagi." Heechul dan Teukkie masuk ke kamar Sungmin dan menemukan Sungmin dan Kyu yang sudah tidur dan saling berpelukan. "Manis sekali ya."
"Nde, Heenim-ah. Mereka berdua sangat manis. "
Heechul mendekati Sungmin dan melepaskan sarung tangannya. Ia mengusap pipi merah Sungmin dengan sayang. "Teukki, apa kau merasakan kalau Sungmin terlihat semakin cantik sekarang."
"Nde, dia memang semakin cantik. Mungkin pengaruh kehamilannya."
.
Kruukkk...
.
Terdengar bunyi perut yang cukup keras. "Ish, mulas sekali." Kyu bangun dan langsung lari ke kamar mandi.
"Kyu baby gwenchana ?" Heechul mendekati pintu kamar mandi dan mengetuknya.
Tak lama keluarlah namja berambut ikal dengan wajah kusut dan rambut acak-acakan. "Are you okkay baby ?" Heechul mengusap wajah Kyu dengan sayang. Kyu mengangguk dan duduk lemas di kursi panjang di kamar Sungmin.
Sungmin masih tidur pulas. Teukki mendekati Kyu dan mengusap bahunya. "Kajja kita turun saja, Umma rasa Sungmin masih sangat lelah."
"Nde Teukki, kau benar." Heechul membantu Kyu berdiri. "Umma aku lemas sekali."
Dengan susah payah Kyu melangkah ke lantai bawah. Teukki langsung mencari obat sakit perut di kamarnya. "Minumlah Kyu, kau pasti butuh ini."
"Gomawo Umma." Kyu meminum obatnya. "Katakan pada Umma, apa penderitaan pertamamu ? Kelihatannya kau sangat kusut dan menderita baby." Siapa lagi yang mengatakan ini kalau bukan Heechul
"Ish, Umma. Kenapa kau terlihat sangat senang melihatku menderita."
"Tentu saja Baby Kyunnie, Umma kan jarang bahagia. Sering - seringlah menderita dan Umma akan terus bahagia melihatmu."
"Heenim..." Teukki menatapnya lembut dan menggelengkan kepalanya pada Heechul. "Arra Teukkie." Heechul menatap lembut Kyu dan mengusap pipi pucatnya.
"Katakan apa kata Dokter Kim tentang kehamilan Minnie ?"
"Dia hamil muda Umma. Usia kandungannya baru dua minggu lebih. Menurut Dokter Kim, kandungannya tak bermasalah, sama saja dengan yeoja hamil. Tubuhnya juga merespon dengan baik. Sama sekali tak ada masalah."
"Hem, baguslah. Mianhe Kyu, jika Sungmin memintamu melakukan hal yang aneh dan membuatmu susah." Teukkie menatap tak enak pada Kyu.
"Gwenchana Umma, itu sudah menjadi tanggung jawabku." Heechul tersenyum penuh arti menatap Kyu. Dalam hatinya sangat bangga mempunyai putra yang begitu menjaga dan menyayangi istrinya. "Itu bagus Kyunnie. Kau sedikit berbeda dari Appamu."
"Kelihatannya ada yang mulai membicarakan aku." Hangeng tiba-tiba saja muncul dan mencium pelipis istrinya. "Jangan menjelekkan aku Heenim. Begini-begini aku suamimu yang paling tampan dan pengertian. Dan aku tahu pasti kau sangat mencintaiku."
"Ish... Hentikan bersikap seperti itu didepan Kyu dan Teukkie." Heechul marah bercampur malu.
"Ehm, sebenarnya appa ingin membicarakan tentang liburan kita. Bagaimana menurut kalian, kita jadi ke Jepang atau di Korea saja ?"
"Nde Heenim, kita harus mempertimbangkan kondisi Minnie. Aku tak mau jika dia kelelahan."
"Nde Teukki, "Heechul menatap Kyu. "Kalau menurutmu bagaimana Kyunnie ?"
"Aku sih ikut Minnie saja Umma. Umma sendiri juga tahu kan jika orang hamil itu sangat sensitif dan banyak maunya. Mungkin saja dia ingin ke suatu tempat."
"Nde Kyu kau benar sekali. Huh, appa jadi ingat waktu Umma hamil dirimu. Benar-benar menyiksa Appa. Semua yang aneh-aneh diminta dan selalu saja susah dicari. Entah itu sebenarnya keinginanmu saat diperut Ummamu atau keinginan Ummamu sendiri." Perkataan Hangeng langsung mendapat deathglare dan...
"Awwww, appo Heenim. Mianhe - mianhe. " dan cubitan mesra dari Heechul.
"Sekali lagi kau menyinggung masa lalu kita, aku akan pergi ke luar negeri bersama Jae eonni."
"Nde Chullie my Cinderella. Jeongmal mianhaeyo, jangan pergi nde." Kyu hanya menatap nanar pada tingkah kedua orang tuanya. Ia tersenyum dan menatap Teukki. "Memang bagaimana bisa kau mulas seperti itu Kyunnie ?" Tanya Teukki pada Kyu.
"Minnie hyung menyuruhku untuk memakan ice cream yang ia pesan Umma. Satu cup besar dengan rasa yang sangat aneh. Asin dan pedas."
Teukkie tersenyum datar pada Kyu. "Jadi Teukki Umma, aku rasa itu penyebabnya sampai aku mulas begini. Tadi juga aku hanya terlelap sebentar Umma dan kembali bangun lagi dan lagi. Padahal aku sangat mengantuk dan sangat lelah Umma Huh, rasanya semua isi perutku sudah keluar tak tersisa."
"Yah, namanya juga mengidam Kyu. Nanti kau juga harus menuruti semua keinginannya. Arra ?"
Kyu mengangguk, "Nde, appa. Aku tahu."
.
"Kyunie !"
.
"Kyunie !"
Terdengar teriakan pilu dari lantai atas tepatnya kamar Sungmin. "Minnie hyung," dan mereka berempat langsung bergegas munuju kamar Sungmin. "Kyunnie ! "
Kyu langsung masuk ke kamar Sungmin dan menemukan Sungmin sudah meringkuk memeluk boneka kelinci besar miliknya. Menyembunyikan wajahnya pada boneka itu. "Kyunie !" Sungmin kembali berteriak.
"Nde Minnie Hyung, wae ?" Kyu duduk disisi Sungmin dan memeluknya. Mengusap punggung Sungmin dengan lembut. Sungmin melepaskan bonekanya dan memeluk Kyu dengan erat. Ia terisak pelan dan mengusap-usap kepalanya ke dada Kyu.
"Kyunie, kau kemana ? Kenapa meninggalkan aku sendirian ? Hiks... Hiks..." Sungmin melepaskan pelukannya dan menatap Kyu dengan wajah sendunya.
Kyu tersenyum pada Sungmin dan menghapus air mata di pipi chubbynya. "Aku hanya kebawah chagi, menemui Appa dan Umma." Kyu lalu mencium kedua kelopak mata Sungmin. "Nah, sudah kucium. Jangan menangis lagi." Sungmin mengangguk manis.
"Kyunnie, jangan pergi-pergi lagi. Aku takut sendirian Kyunnie." Sungmin kembali memeluk Kyu, sama sekali tak mempedulikan tatapan heran dari orang tua mereka.
"Manis sekali."
"Nde Heenim, sangat manis." Hangeng merengkuh istrinya dalam pelukannya.
"Teukki, bagaimana ini ? Sepertinya mereka tak bisa diganggu."
"Bagaimana ya ?" Teukki menatap senang pada anak dan menantunya. Jarang sekali bisa melihat Sungmin semanja itu. "Kita tinggalkan saja, biar Kyu yang menanyakannya."
"Arrasseo, kajja Hannie." Heechul menyeret suaminya ke bawah dan kembali ke kamar mereka. Teukkie duduk di balkon samping, menatap hujan salju yang baru turun sore hari itu.
.
Cho Kyuhyun POV
.
.
Umma dan Appa meninggalkan kami berdua di kamar. Kehamilan Minnie hyung membawa perubahan besar pada dirinya. Sejak kapan dia menjadi begitu manja padaku. Masa aku tinggal sebentar saja sudah menangis seperti tadi. Dan sampai sekarang dia masih memelukku. Ya aku akui ini bagus, selama tak menyusahkan aku.
Tapi bisa kupastikan kalau penderitaanku karena kehamilannya baru saja di mulai. Huh, aku harus mempersiapkan diriku sendiri.
"Kau kenapa Minnie hyung. Apa ada yang membuatmu takut ?" Aku bertanya padanya. Aku membelai lembut rambut lurusnya yang sudah agak memanjang dan mencium wangi anggur. Shampo anak-anak. "Apa yang membuatmu seperti ini Minnie ?" See, dia hanya diam saja. Kurasa Minnie hyung bukan ketakutan, tapi sedang manja padaku.
Aku melepaskan pelukannya pada pinggangku dan menjauhkan tubuhnya. Siapa yang tak pegal jika harus duduk dalam posisiku tadi selama hampir dua jam dan Minnie hyung hanya diam, tak berkata apapun.
"Kyunie..."
Akhirnya dia membuka suaranya. "Nde Minnie," dan lihatlah dia. Kembali memelukku menyandarkan kepalanya pada bahuku. Meski tak seerat pelukannya tadi. "Kyu, diluar hujan salju, dan aku kedinginan." Jadi, hanya karena itu dia memelukku begitu lama. Huh, kenapa tak bilang dari tadi. Aku kan bisa memanaskannya.
Kepala Minnie yang menyandar di bahuku membuat lehernya terekspose. Akh... Bercak kissmark masih terlihat jelas dan kulihat bekasnya belum memenuhi semua kulit leher putihnya. Aku menjauhkan tubuh Minnie dan menatapnya. Maya polos yang tak memahami apa-apa. Sangat menggemaskan.
"Aku bisa menghangatkanmu hyung." Aku sudah bersiap untuk menciumnya tapi...
"Stop Kyunnie, jangan melakukan apapun padaku. Aku sedang tak ingin melakukannya." Kemudian dia memelukku kembali, "Aku hanya ingin memelukmu Kyu, jadi jangan melakukan apapun padaku."
Huh... Sirna sudah semua bayangan Minnie yang tengah melenguh dan menggodaku. Akh... Ini membuatku frustasi.
"Kyunie."
"Nde Minnie."
"Aku mau sesuatu. Kau bisa mengabulkannya tidak ?"
"Katakan saja dulu apa keinginanmu Minnie ?"
"Aku ingin berlibur bersama Hyukkie, Wookie, dan adik sepupumu yang hadir di pernikahan kita kemarin."
Sepupu ? "Siapa ya ? Yang mana hyung."
"Itu yang pipinya sangat chubby dan menggemaskan itu Kyunnie."
"Henry ?" Dia mengangguk. "Akh, baiklah aku akan meminta Appa membawa mereka juga. Tapi kau ingin pergi ke mana Minnie ?"
"Aku ingin ke satu pulau yang penuh dengan pasir putih dan air yang jernih. Aku juga ingin menyelam di pantai itu dan menikmati pemandangan bawah laut. Bagaimana Kyunnie ? Kau bisa membawaku ke tempat seperti itu ?"
"Itu mudah Minnie, tenang saja. Kita akan kesana." Aku tak tahu harus kemana, tapi kurasa Appa tahu tempat yang bagus.
"Kyunnie aku ada satu permintaan lagi." Huh, semoga kali ini mudah dan tak mengganggu jam tidurku. Aku benar-benar lelah. "Katakan Hyung."
"Aku ingin mewarnai rambutku dengan warna merah, sama dengan rambutmu."
"Tapi rambutmu sudah bagus hitam hyung, tak usah diwarnai juga sudah bagus."
"Tapi Kyunnie, aku ingin warnanya merah."
"Tapi hyung, " baru saja aku hendak menyangkalnya lagi tapi lihatlah dia sudah menatapku seakan ingin memakanku. "Aish... Baiklah Minnie. Kita akan ke salon besok jika tak hujan salju."
"Siapa bilang aku mau ke salon."
"Jadi ?" Jangan katakan jika dia... "Aku ingin kau mengecatnya untukku Kyunie. Bisa kan ?"
"Mwo ! Mana bisa Hyung, nanti rambutmu rusak bagaimana ? Nanti kalau merahnya jelek dan tak rata bagaimana ?"
"Jebal Kyunnie." Dia memohon dengan puppy eyes dan wajah aegyo memelasnya. "Huhhh. Arasseo. Aku akan melakukannya. Tapi nanti kalau tidak bagus jangan marah padaku."
"Tentu saja aku tidak marah. Tapi bisa kupastikan kau tak akan menyentuku selama beberapa bulan kedepan karena aku akan tidur dengan Umma." Dia itu selalu saja. Apa-apa inginnya mengancam seperti itu. Memangnya dia pikir ini perjanjian apa ?
Eh perjanjian ? Aku masih punya surat perjanjian itu. "Minnie hyung, kau masih ingat 'kan jika kau sudah menandatangani surat perjanjian denganku yang menyatakan bahwa kau akan melakukan semua yang aku inginkan."
"Kyunie, bukankah kita sudah menikah. Mengapa membawa perjanjian bodoh itu ?" Akh iya benar juga. Tapi, aku ingin nambah jatahku yang semalam.
Ini semua juga salah Minnie Hyung sendiri. Siapa suruh dia memakai baju tidur yeoja dengan model terusan dan leher yang lebar dan rendah. Membuat semua yang indah terlihat termasuk nipplenya yang sedikit menonjol di dadanya.
"Tapi aku ingin melakukannya Hyung."
"Shirreo, sana kau pergi saja membeli cat rambut untukku."
"Tapi hyung, diluar sedang hujan salju. Biar pelayan saja yang membelinya."
"Andweyo Kyunnie. Aku mau kau yang membelinya."
"Tapi Hyung...".
"Kubilang pergi sekarang. Dan satu lagi, aku ingin kau memasakkan makanan yang enak untuk makan malam. Ehm... Bulgogi boleh, kimbab, atau masakan barat juga boleh. Dan ingat, cepatlah karena aku hanya akan mengijinkanmu melakukan semua itu dalam waktu dua jam."
"Tapi Minnie Hyung."
"Waktu aku mulai hitung." Dia memasang alarm di wekernya tepat di angka delapan pada jam bodoh itu.
"Baik aku berangkat." Aku berlari turun ke lantai bawah, "Tolong siapkan supir dan mobil untukku." Aku duduk sebentar di ruang tamu, menemui appa dan umma juga Teukki yang ada di sana.
"Mau kemana Kyu ?" Aku dengan sopan meminum kopi Appa. "Aku mau membeli cat rambut untuk Minnie hyung." Kulihat mereka mengernyit heran menatapku. "Kenapa membeli cat rambur, salon kan banyak Kyunie."
"Nde Umma, tapi Minnie hyung maunya aku yang mengecat rambutnya."
"Huh, bawaan Baby kalian." Aku menagguk pada Appa.
"Mianhe, menyusahkanmu Kyu." Aku tersenyum pada si angel, mertuaku yang cantik. "Gwenchana Umma."
" Oh iya, Appa tahu sebuah tempat atau pulau dengan pemandangan pantai yang indah dan bawah laut yang bagus tidak." Appa terlihat berfikir, "Memangnya kenapa Kyu ?"
"Minnie hyung, dia ingin berlibur ke tempat seperti itu. Dia juga ingin kita mengajak Hyukkie dan Wookie sahabatnya. Dan juga Appa sepertinya kau harus mendatangkan Zhoumi gege dan Mochi."
"Waeyo ? Memangnya Minnie ingin mereka ikut juga dengan kita ?" Aku mengangguk. " Nde Umma, Minnie hyung ingin mochi ikut dengan kita jadi sekalian ajak Zhoumi gege."
"Kalau begitu kita akan naik pesawat pribadi. Kalian bisa berbelanja besok karena kita akan berangkat lusa. Bagaimana kalian setuju ?"
"Baiklah, kami akan pergi berbelanja. Kyu dan Minnie akan ikut dengan kami besok. Dan kupikir kau pasti tak akan bisa menemaniku. Iya kan Hannie sayang ?"
."Memang kau pintar Heenim, aku tak bisa ikut karena harus menyelesaikan beberapa dokumen dan kontrakku. Aku akan bertemu dengan klien dan pulang larut." Hangeng mencium kening istrinya.
"Hmmm, ya sudah pergi saja rapat sana. Siapa juga yang ingin kau ikut dengan kami ?" Umma memasang wajah sedih dan bete (?). Siapapun tahu, jika sesunggungnya Umma ingin Appa menemaninya. Sedangkan appa hanya tersenyum datar dan menggenggam tangan Umma. Mereka memang cocok.
"Baiklah Appa, Umma, Teukki Umma aku harus pergi dulu. Kalau tidak Minnie hyung tak akan memberikan jatahku selama berbulan-bulan."
Aku bergegas menuju supermarket untuk membeli cat rambut dan juga bahan makanan. Entah apa yang akan aku masak untuknya. Huh sungguh memusingkan.
.
.
Cho Kyuhyun POV end
.
T.B.C.
.
.
Ada yang tanya usia kandungan Umin berapa sih ?
Usianya kalow author gag salah info, tuh 2 minggu lebih. Menurut dokter 'mbah Gugel', low ngidam tu dari usia kandungan 10 hari udah ada yang ngidam.
Buat yang bingung ma peri YeWook, tuh murni kemauan author yang pengennya semua-mua jadi kenyataan and bisa dilakukan. So, harap dimaklumi kegajean author ini.
Jeongmal Gomawo buat : Chikyumin, 2093, Melani Kyumin ELFshawol, Hie, Arisa Ichigawa, Putry Boo, Jiji Love Yoyo, Yuya Love Sungmin, Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X, Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, Park KyuMin, Haemin, Princess Sachie, Yayank JewELF, Sung Hye Ah, Ms. Hyuk, Hyemin Punya Yesung, MeSunny, SparKyu BabyELF, ndok, Park SooHee, Ulfahaeteukkie, Yayang, Cupidshinee, honey 26, yuuya, Maykyuminnie, Jungminnies, Yayank JewELF, RiriSparkyu, Nam Seul Mi, Yemin, Kim Min Lee, Kyumin Tupper Story, Laven agrava gaciall, Ikhaosvz, Superol, Jewel Lee Aihara, Lianzzz, Meong, ndok, Cha, Choi Min Hwa, Ulfaaahae, and temen laen yang dah review GOMAWO ^_^
