SNOWDROP
Author : Rainy Heart
Length : Series
Rated : T to M
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And other SUJU and DBSK member
Pairing : KYUMIN and Other Pair
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#
Genre : Romance / Drama
Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, M-Preg, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Summarry : "...aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran..."
Mianhe jika ceritanya makin gaje and membosankan.
Dan untuk semua reader, please jika gag suka silahkan close page ini. "Don't Like Just Don't Read"
HAPPY READING
Previous Chapter 12
.
.
"Aku tahu kau sedih melihat Henry dekat dengan Minnie. Mian Kyu aku tak bisa menjauhkan Henry. Sejujurnya aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Tapi aku tak tega memisahkan mereka."
Kyu menatap sedih pada Zhoumi. "Hmmm, kita senasib seperjuangan Mimi ge. Huwe... Minnie hyung, kenapa jahat sekali padaku ?"
Zhoumi menarik Kyu dan menepuk bahunya pelan. Sedikit mendekatkan tubuhnya agar Kyu bisa menyandarkan kepalanya pada bahu Zhoumi. "Huhhh... Menyedihkan sekali Mimi Ge."
"Hiks... Kyu..." Seorang namja cantik menangis melihat suami tercintanya sedang bermesraan dengan orang lain. Setidaknya itu pemikirannya. "Tenanglah hyung, kita bisa membicarakannya baik-baik dengan Kui Xian ge nanti ." Henry mengusap bahu Sungmin tapi tanpa diduga Sungmin malah memeluknya. 'Oh no...' Henry menjerit tertahan dalam hati saat melihat Kyu tengah menatap tajam padanya. 'Please my Lord, save me.'
.
.
oooSNOWDROPooo
Chapter 13
Lee Sungmin POV
.
.
Sungguh aku merasa tidak dicintai lagi oleh Kyu, aku memeluk Henry dan menangis menyandarkan kepalaku pada bahunya. Melampiaskan semua perasaanku dan amarahku. Hatiku sangat sakit melihat Kyu bermesraan dengan Mimi, tapi aku juga tak mungkin memarahinya. Aku sudah lelah menghadapi Kyu. "Hyung..." Suara Kyu terdengar sangat dekat denganku, aku mengangkat kepalaku dan menoleh ke belakangku. Mataku menemukan namja tampan yang berstatus suamiku tengah menatapku tajam. Apa dia marah ? Tidak seharusnya dia marah, karena justru aku yang harusnya marah padanya.
"Ayo ikut aku."
"Tapi Kyu... Aku tak mau me..."
"No excuse baby Min. Kita harus menyelesaikan masalah kita sekarang juga." Dia menyeretku ke kamar. Dengan susah payah aku mengimbangi langkah cepatnya. "Heh pabbo, kau ini tidak punya perasaan sekali sih. Kenapa main tarik begitu Kyu ? Pelankan langkahmu, ini tangga, nanti jika aku jatuh bagaimana ? Kau mau membunuh aegya kita ya ?"
Dia menghentikan langkahnya dan menolehku . Aish, dia menyeringai padaku. Apa yang akan dia lakukan ?
.
Huupp...
.
"Dengan begini maka perjalananmu sampai ke kamar kita akan aman." Aku hanya tersipu malu dan tersanjung menerima perlakuannya. Dia menggendongku dan aku hanya bisa menyandarkan kepalaku pada bahunya, melingkarkan lenganku pada pinggangnya. "Kau bertambah berat Min."
.
Pletak...
.
"Kau pikir aku jadi begini itu hasil perbuatan siapa ?" Seenaknya saja mengataiku gemuk.
.
Cup...
.
"Eh..." Dia mencium bibirku. Tersenyum dan menghentikan langkahnya didepan kamar kami. "Bukankah kau berjanji akan tetap menjadi Sungmin yang dulu ? Apa kau lupa chagi ? Kenapa kasar sekali dengan suamimu tercinta ini ?" Hei, sejak kapan dia lembut padaku ? Apa karena aku hamil atau...
Dia membuka pintu dan mendudukkanku di kasurku. Dia memegang daguku dan menatapku dalam. Mata tajam itu sama sekali tak terlihat menakutkan sekarang. Malah sangat lembut dan terkesan sendu. "Hyung, kau mencintaiku bukan ?"
Aku mengangguk cepat, "Tentu saja Kyunnie."
"Tapi, mengapa kau malah asyik dengan Henry dan tak menganggapku ?"
"Kau sendiri yang terus menempel dengan Mimi, bagaimana aku tidak kesal Kyunie ? Kau selalu saja membuatku jengkel. Kau menyebalkan Kyunie, sangat menyebalkan." Aku memukuli dadanya dan tak terasa aku menangis. "Kau jahat hikssss... Kau jahat Kyunie..."
Jari besarnya menghapus air mataku yang membasahi pipiku. "Hei, mengapa menangis ?" Aku juga tak mengerti mengapa aku menangis. Rasanya aku sangat marah dan kesal. Apakah aku cemburu ? "Kau cemburu chagi ?" Bagaimana aku menjawabnya ?
"Itu, aku menangis karena aku..." Aku tak tahu harus bicara apa. Dia sudah menatapku tajam. "Mianhe chagi, aku tak melakukan apapun dengan Mimi ge. Dia hanya menenangkanku. Kau tahu, hari ini kau terlalu dekat dengan Henry dan itu menyakitiku." Jadi, semua salahku ? Aku yang menyebabkan dia dengan Mimi bersama. "Tapi, kenapa kau tidak menjauhinya Kyunie ? Bukankah kau tahu, aku tak suka kau dekat-dekat dengannya ?" Aku mengerucutkan bibirku, rasanya saat ini aku sangat ingin bermanja-manja padanya. "Jangan memasang wajah seperti itu, kau mau aku menyerangmu ?"
"Kyunie kau ini menyebalkan sekali. Dasar pervert ! Jika aku dekat dengan Henry, bukan berarti kau boleh dekat dengan Mimi, arraseo ?"
"Nde, baiklah Princess Ming."
"Mengapa memanggilku begitu ? Aku bukan yeoja Kyunie ?" Aku berpura-pura marah didepannya. Tapi sesungguhnya dalam hatiku aku sangat senang. Kyu sangat manis saat ini. "Karena kau adalah Princessku. Jadi, jangan marah lagi ya ?"
"Aku tak akan marah, tapi aku mau kau melakukan sesuatu untukku."
Dia menggenggam jari tanganku erat dan menciumnya. "Katakan apa syaratnya Princess Ming ? Kau mau makan ? Mau jalan-jalan ? Atau mau honeymoon lagi ? Atau kau mau aku melakukannya dengan kasar dan kuat dan panas ?" Ish, dasar dia mesum sekali sih.
"Pervy boy ! Kau mesum sekali Kyunie. Aku ingin makan ramen buatanmu Kyunie."
"Tapi chagi, aku tidak bisa masak, meski cuma ramen tapi aku sungguh tidak bisa membuatnya. Nanti kalau tidak enak bagaimana ? Nanti kau sakit perut bagaimana ? Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Princess Ming-ku dan juga aegya kita."
"Aku tidak mau tau Kyunie, pokoknya kau harus membuatnya untukku. Lagipula cara membuatnya juga mudah."
Dia merfikir keras sampai dahinya berkerut, setelah sekian menit berfikir akhirnya dia mengangguk pelan, "Hemm... Baiklah chagi, aku akan membuatnya. Kau mau aku membuatnya kapan ? Besok ? Atau nanti malam ?"
"Tentu saja sekarang Kyunie, aku masih lapar."
Dia mendekatiku dan mencium bibirku sekilas. "Tunggu ya chagiyya." Dia langsung keluar dari kamarku. "Mmmm, ramen yang enak." Dengan membayangkannya saja perutku sudah berbunyi karena lapar. Aku heran, kenapa aegyaku membuatku memakan makanan yang sama sekali tak kusukai sebelumnya. Aku mengusap perut rataku. Hmmm, baru satu bulan. "Perjalanan kita masih panjang aegya sayang." Aku mendekati pintu kaca menuju balkon kamarku. Hujan salju tak begitu lebat, bunga snowdrop mati dan tumbuh dengan cepat. "Appa, bogoshippoyo."
Entah, tiba-tiba saja aku merindukan Appa. Bagaimana kabarnya di atas sana ? "Appa, sebentar lagi natal, apa kau merayakannya ? Kau tahu appa, kau akan menjadi Harabeoji." Aku tersenyum menatap langit mendung dengan rintik salju yang turun tak terlalu lebat. "Aku lapar."
.
Lee Sungmin POV end
.
Cho Kyuhyun POV
.
.
"Aish, bagaimana sih caranya ?" Aku sudah membaca petunjuk membuatnya di belakang bungkusnya. Tapi tetap saja kenapa bentuknya aneh begini. Ini sudah kelima kalinya aku membuatnya dan masih gagal. Terdengar derap langkah masuk ke dapur, itu pasti Minnie Hyung.
"Kyunie, kenapa lama sekali ? Aku lapar Kyu."
"Mianhe chagi, aku tak bisa membuatnya. Kau lihat hasilnya." Aku menunjukkan lima mangkuk berisi percobaan gagalku. Mangkuk berisi ramen yang terlalu matang, ada yang hingga mie-nya berwarna hitam karena sayuran dan telurnya terpanggang gosong kehabisan air, ada juga yang seperti kolam renang. "Aku lapar Kyu. Kenapa bentuknya aneh semua ? Bagaimana memakannya ? Aku lapar."
"Nde chagi mianhe, ambilah ini. Menurutku ini yang paling bagus. Meski rasanya aneh. Mian chagi, membuat ramen saja aku tidak bisa." Aku mengambil mangkuk ramen dengan mie yang terlalu matang. Hingga mie-nya lembek dan menempel jadi satu. Huh, untung saja sayuran dan telurnya tidak buruk jadi kurasa juga rasanya pasti enak.
"Ehmmm, gwenchanayo baby Kyunie." Minnie hyung langsung melihat ramen hasil buatanku. Pertama dia menatapnya, mungkin saja dia menimbang-nimbang mau memakannya atau tidak. Tapi akhirnya, dia memakannya dengan lahap. Hei, apakah chagiku ini benar-benar kelaparan ? Kenapa dia makan sampai seperti itu ?
"Selesai Kyunie. Rasanya lumayan, rasanya masih seperti ramen. Meski sedikit berantakan tapi ini enak."
"Gomawo chagi," aku senang dia mulai lembut. "Ehm, chagi seminggu lagi natal akan datang. Kau ingin merayakan berdua denganku atau dengan keluarga dan sahabatmu seperti kemarin ?" Dia terlihat berfikir. Wajahnya sangat menggemaskan. Tubuhnya semakin gemuk dan pipinya semakin chubby. Matanya sangat cantik dan bersinar. Rambut hitamnya panjang dan poni yang hampir menutup semua dahinya membuatnya terlihat semakin cantik. "Nae Minnie, kau sangat cantik. Semakin cantik setiap harinya."
"Jinja ! Jangan menggodaku Kyu." Dia tersipu malu, aish manisnya ! Dan satu hal yang perlu kalian tahu, dia milikku ! Kalian dengar, dia Milikku. Bukan milik Henry, ataupun namja lain. Tidak juga dengan Kibum yang terus dia tempel selama liburan. Liburan yang sungguh menyebalkan dan semoga saja Minnie mau merayakan natal berdua saja denganku. "Jadi, bagaimana chagi ?" Wajahnya masih merona merah, ish cantiknya !
"Berdua saja denganmu juga boleh. Memangnya kau mau kemana Kyu ?"
"Itu rahasia chagi, surprise untukmu." Aku akan mempersiapkan semuanya dengan sempurna. "Ini masih sore, kau mau kemana ? Belanja atau chek up ke dokter Kim ? Mungkin kau ingin mengetahui kabar aegya kita."
" Nae Kyunie," dia menghambur padaku dan memelukku erat. "Sejak kapan evilKyu berubah menjadi Appa yang baik ?" Dia mencium bibirku, "Ayo kita ke dokter. Terus setelah itu aku ingin jalan-jalan. Rasanya kamar kita belum penuh Kyu, masih banyak sudut yang kosong. Dan satu hal lagi, bolehkah aku merubah kamarmu ?"
"Mworago !"
"Nde Kyunie. Aku ingin kamarmu menjadi kamar aegya kita nanti, jadi kamarmu yang gelap dan suram itu akan aku rubah. Semoga saja anak kita nanti namja, jadi dia akan sangat tampan dan pintar sepertimu."
Huah... Kamarku ! Dia bilang kamarku ! "Tapi jangan rubah kamarku chagi, apa tidak berlebihan. Lagipula aegya kita juga lahirnya masih lama." Ayolah, kamar itu tempatku sejak kecil, kenapa dia merubahnya ? Aku tak bisa membiarkannya melakukan semua kemauannya. "Banyak kamar lain chagi, kenapa harus kamarku. Di sisi kamar kita juga kamar kosong, jika kau mau, kita bisa meminta Umma untuk menyuruh orang menghilangkan dindingnya hingga kamarmu jadi lebih luas. Bagaimana ?" Wajahnya berubah lagi dan menatapku tajam.
"Kyunie, kau ini pelit sekali sih. Sudahlah, sekarang antar aku menemui dokter Kim. Aku akan meminta dokter itu memberiku obat penenang. Kau selalu saja membuatku jengkel." Aish, dia marah lagi, sedikit-sedikit marah. Huh, lama-lama aku bisa kurus kalau begini. "Kyunie, ayo kita pergi. ! Aku ingin pergi sekarang !" Dia melangkah berteriak sambil berjalan ke pintu depan.
Aish, dia menjengkelkan sekali. Seandainya saja dia tidak hamil, huhh ! "Kyunie !" Hei, dia memanggilku seperti aku ini pembantunya saja.
"Iya chagi, sebentar !" Aku berteriak dari dapur. Aku harus mengganti bajuku dan berlari ke lantai atas dulu. Aku berlari keluar menuju halaman rumah, dia sudah duduk manis di dalam mobil. "Ayo cepat masuk, aku harus segera memastikan anak kita nanti yeoja atau namja jadi nanti aku bisa berbelanja semuanya untuk mengisi kamarmu." Hah, kamarku lagi ! Dia ini benar-benar keras kepala. "Tapi chagi, jangan kamarku. Jebal, aku tinggal dikamar itu dari kecil. Kau tega sekali mengubahnya. Meski sekarang aku tidak tidur disana tapi itu tetap kamarku chagi."
"Akh, masalah itu akan aku pikirkan lagi nanti. Jangan mencoba membujukku Kyunie."
Dia kembali sibuk dengan dirinya sendiri, bermain game di ponsel barunya hasil perburuan di Singapur kemarin. Hei, dia terlihat sedikit berbeda, sebelumnya dia tak pernah seperti ini. Sejak kapan dia menjepit poninya itu hingga rambut poni itu berdiri ke atas. Dia memakai syal pink bergaris putih dan juga mantel berwarna putih. Penutup telinga berwarna pink dan sarung tangan pink. Sangat menggemaskan. "Chagi, kau sangat cantik."
"Jinjayo !" Dia menatapku, matanya bersinar dan sangat mempesona. Giginya yang rapi dengan bibir yang tersenyum itu sangat menggoda. Cantik sekali.
.
Cup...
.
Aku tak tahan dan mencium bibirnya sekilas, sangat manis dan cantik. "Untuk kamarku, sekarang terserah kau sajalah." Rasanya berkorban apapun untuknya tak apa. Tapi dia malah menatapku dan tersenyum. Dia mencium pipiku, "Mianhe Kyunie," dia menatapku lembut. Huhhh, bagaimana aku bisa marah padanya jika seperti ini. "Nde chagie, gwenchanayo."
.
.
"Kembar ?" Benarkah anak kami kembar. Wah , ini sangat bagus. Aku benar-benar pintar membuatnya. Kekekekke. "Nde, yeoja dan namja. Anak kalian kembar. Jadi jaga baik-baik kehamilannya ya ?"
"Nde Kim ahjussi, aku akan menjaga kandunganku baik-baik."
"Ingat Kyu, kau juga harus menjaganya secara fisik dan mental. Jaga juga kestabilan emosinya. Jangan membuatnya jengkel dan tertekan."
"Nde, tentu saja Kim ahjussi." Aku mengusap lembut tangan Minnie hyung. Dan dia tersenyum padaku, aish manis sekali. Aku jadi ingin menggodanya. "Jadi, bagaimana ? Masih ingin meminta obat penenang ?"
"Mwo ! Obat penenang."
"Nde ahjussi, tadinya dia akan meminta obat penenang karena merasa jengkel padaku."
"Kau tahu, obat penenang itu berbahaya untuk orang hamil. Bisa menyebabkan cacat bahkan melukai janin itu."
"Ahniya, aku tidak memintanya. Ishh... Kyunie !"
"Awww... Appoyo... Sungmin hentikan mencubitku. Appo !" Aish, dia mencubitku keras sekali. Rasanya sangat sakit.
"Akh, sudah hentikan bercanda kalian. Bagaimana dengan Umma dan Appamu ?"
"Mereka baik ahjussi. Ehm, Saengi ahjumma bagaimana kabarnya Ahjussi ?" Aku teringat istri Kim Ahjussi. "Apa dia semakin cantik ? Awww... Appoyo !"
"Kyunie, beraninya kau menanyakan yeoja lain didepanku !" Kekekeke, dia cemburu. Lucu sekali.
"Tenang saja Sungmin, Saengi itu istriku."
.
Cho Kyuhyun POV end
.
.
oooSNOWDROPooo
.
Rumah Yunjae
.
.
"Jadi bagaimana Eonnie ?" Heechul sedang berusaha membujuk kakaknya untuk merestui hubungan putranya dengan Hyukkie. "Kau yang memulainya Heenim. Jika kau tak menikahkan Kyu dengan namja mungkin Hae-ku tidak akan menyukai namja dan sekarang tergila-gila padanya." Yunho mengusap bahu istrinya agar mengurangi kemarahannya. "Boo, tenanglah." Tapi Jaejong menatap tajam suaminya. "Yun, kau juga marah bukan ? Kau juga sama kecewanya denganku bukan ? Dia aegya kebanggaan kita, yang aku lahirkan susah payah hingga akhirnya harus mengangkat rahimku. Dan dia seenaknya saja mengecewakanku." Jaejong sedikit terisak mengingat kenyataan itu.
"Nunna itu bukan salah Heenim, lagi pula kau sendiri yang selalu mengeluh tentang sikap Hae yang playboy. Bukankah itu bagus jika sekarang dia mencintai satu orang. Meski itu namja, cobalah mengerti dan merestui mereka nunna. Biar bagaimanapun, Hae tetap putramu." Hangeng menggenggam tangan istrinya kuat. Heechul sudah hampir kehilangan kendali sekarang. Wajah Heechul sudah merah menahan marah.
"Nde, eonni. Lagipula Hyukkie anak yang baik." Teukki berkata lembut dan mendekati Jaejong. "Eonni, bukankah lebih baik Hae mencintai Hyukkie. Kedua orang tua Hyukkie juga tidak menerima Hae begitu saja. Dia juga harus berjuang. Apa kau lupa, dia hartamu satu-satunya eoni. Cobalah berfikir ke sisi positive eonni."
"Tapi Teukki, bukan begini yang kumau. Kami satu keluarga hanya memiliki Hae dan aku tak bisa punya anak lagi setelah melahirkan Hae. Kurasa kau juga tahu masalah itu. Kami tak akan punya penerus perusahaan kami jika Hae menikahi namja. Bagaimana dia bisa punya aegya jika begini ?" Jaejong menyandarkan kepalanya pada suaminya. Ia begitu kalut dan takut.
"Hyukkie anak yang baik eonni, kurasa mengadopsi anak juga bukan jalan yang buruk. Aku yakin Hyukkie akan menjadi Umma yang baik."
"Terserah kalian sajalah !" Jaejong meninggalkan ruang tamu itu. Menyisakan suaminya yang sama kalutnya. "Teukki, mianhe jika sikap BooJae seperti itu."
"Gwenchana oppa. Tapi aku sungguh berharap kau mau merestui mereka."
"Akan aku pikirkan lagi. Perlu waktu untuk meluluhkan hati BooJae. Dan aku juga akan melihat bagaimana perkembangan Hae."
.
Rumah YooSu
.
.
"Hyukkie, jadi kita hanya berdua hari ini ?" Hae mendekati Hyukkie yang tengah memetik bunga dan merangkainya dengan cantik. "Buket yang indah, tapi kau lebih indah."
"Aish, jangan merayuku. Pervy namja." Hyukkie tersenyum sambil terus membuat buket bunganya. "Memang appa dan ummamu kemana chagi ?"
"Mereka pergi membeli perlengkapan dan juga setelah itu mereka akan ke kantor Han ahjussi. Mungkin saja ada sesuatu yang perlu mereka bicarakan. Tadi Han ahjussi menelfon Appa."
Hae yang sedari tadi berdiri agak jauh dibelakang Hyukkie tersenyum pervy dan mulai melangkah mendekati Hyukkie. "Chagi." Hae berbisik pada telinga Hyukkie.
"You are too hot today baby." Donghae memeluk Hyukkie dari belakang dan berbisik ditelinga Hyukkie yang sudah semakin merah. "Hhh..hae.. Lepashhh." Hyukkie menggeliat merasakan geli yang merasuk ke seluruh tubuhnya. Pakaian Hyukkie memang terlalu hot untuk hari yang tidak begitu dingin saat ini. Kaos lengan panjang yang longgar dengan kerah yang lebar, menunjukkan betapa putih bahunya. Leher yang jenjang terekspos bebas seperti mengundang Hae untuk melukis kata cinta disana.
"Eunghh... Hae, pleaseh... Ahhh..."
Hyukkie melenguh seraya mendongakkan kepalanya. Menikmati hisapan-hisapan kecil yang diberikan Hae di leher putihnya. Bekas kissmark kecil tercipta di leher itu. Tangan Hae tidak tinggal diam, tangan nakal itu sudah merayap masuk kedalam baju Hyukkie. Mengusap abs Hyukkie dan menekannya lembut. Tangan itu terus merangkak naik dan kembali diam saat menemukan dua tonjolan kecil dan memilinnya. "Ooohhhh... Hae... Akhh... Hentikan !"
Hyukkie sedikit menjerit saat Hae mencubit kecil nipplenya. "Ohhh, Hae ahhh...ssss..."
"Nikmati saja Hyukkie, aku tahu kau menyukainya." Hae membalik tubuh Hyukki dengan cepat. Lalu tersenyum nakal pada Hyukkie. "Dimana remot kontrol penutup gerbang depan."
"Wa...eyohh..." Hyukkie terus bergetar dan seluruh tubuhnya semakin panas merasakan jari nakal Hae yang memelintir nipplenya dengan kuat, "Kita harus menutup toko dulu dan melanjutkannya chagi, aku sudah tidak tahan."
"Mwo !" Mata Hyukkie terbelalak lebar karena kaget, "Assshhhh... Hhh... Hentikan... Akhhh..." Hyukkie kembali meracau tak jelas saat lidah nakal Hae bermain ditelinganya. Menjilati dan memutari liang telinganya. Sesekali menggigigtnya dan tangan nakal itu meremas kuat dada Hyukkie. Dengan sisa tenaganya Hyukkie meraba sakunya dan mengeluarkan satu remot kecil dan menekan tombol merahnya. "Sudah aku tutup Hae... Ahhh..."
"Bagus sayang, ayo lanjutkan !" Hae menggendong Hyukkie sampai ke sofa untuk tamu di tokonya. Ia terdiam menatap mata Hyukkie yang sudah sayu karena kegiatan tadi, "Akh, kau lama sekali Hae."
"Hyuk..."
Hae terkejut saat tiba-tiba saja Hyukkie menarik wajahnya dan mencium keras bibir itu. "Mmmppt... Akhhh..."
Suara lenguhan mengisi ciuman basah itu. Hae menekan lembut tubuh ringkih Hyukkie dan menggesekkan junior mereka.
"Hhh...hhhh... Akhhh..."
.
.
Di kamar Zhoury
.
.
Kamar yang berada di lantai bawah itu dengan pintu yang tertutup. Kamar yang terdapat disisi kamar Teukki, kamar Zhoury, kamar yang sedari tadi sepi.
"Mimi ge, kau marah ya ?"
"Ahniya."
"Jadi, kenapa kau diam padaku ? Jika itu karena masalah dengan Minnie hyung, aku..."
"Sudahlah," Zhoumi menaruh satu jari dibibir Henry. "Itu tidak penting Mochi. Aku hanya merasa sedikit aneh, mengapa kau seperti menikmati perlakuan Sungmin padamu ?"
Henry sedikit terlonjak dan bingung. Dia sendiri baru menyadarinya. "Apa memang terlihat seperti itu Mimi-ge ?" Tak dapat ia pungkiri ada sebersit rasa bersalah menyelimuti hatinya.
"Tidak terlihat tapi bisa kurasakan." Zhoumi menggenggam tangan Henry, memberi kecupan kecil dan mengusap pipi chubby itu. "Kau tahu bukan, aku sangat membutuhkanmu. Kau seperti oksigenku dan aku akan mati tanpamu. Meski kau mungkin tidak menyadarinya, tapi kumohon jangan lakukan itu lagi padaku."
Henry menatap tak percaya pada Zhoumi. Namjachingu yang selama dua tahun terakhir telah bersamanya. Namjachingu yang diberikan oleh Daddy dan Mommy-nya karena pertunangan semasa mereka masih kecil dan Henry masih didalam perut Mommy-nya. "Mimi-ge, aku..."
"Jika kau belum sepenuhnya bisa menerimaku, cobalah lebih keras mulai sekarang Henry. Aku bukan memaksamu, tapi aku akan mati jika sampai akhir kau juga tidak pernah mencintaiku. Aku akan ma..."
.
Cupp...
.
Bibir merah itu menempel sempurna pada bibir Zhoumi. Namja kecil itu menutup mata dan menekan lembut bibir namja di depannya. Ia hanya menempelkannya saja. Tangan Henry menapak pada dada Zhoumi, merasakan detak jantung yang berpacu cepat yang terjadi pada tubuh Zhoumi. Tubuhnya bergetar hebat, dan ia masih terdiam hingga saat Henry melepaskan ciumannya dan tersenyum menatapnya. "Aku juga sudah mencintaimu Mimi ge, hanya saja mungkin tidak terlihat."
"Henry," Zhoumi menatap Henry tak percaya. Ia sangat terkejut mendengar perkataan namja mungil yang kini memeluknya dan menatapnya lembut. Pipi chubby dan bibir merah itu selalu membayangi hidupnya. Mata cantik sebentuk bulan sabit yang berbinar itu seakan mengatakan tak ada kebohongan dalam ucapannya. Zhoumi masih terdiam kaku menatap wajah itu lekat dan dekat.
.
Brukk...
.
"Henry..." Zhoumi semakin terkejut dengan tingkah namja yang kini menindih tubuhnya dan mengalungkan tangannya pada leher Zhoumi. "Bukankah sebentar lagi kita akan menikah gege, kenapa sepertinya kau tak percaya padaku ?"
"Bukan begitu, aku hanya terlalu terkejut dengan semua perlakuanmu dan pengakuanmu Henry." Semakin terkejut lagi saat Zhoumi merasakan sesuatu menegang diantara mereka. "Kau tahu gege, saat di Singapura kemarin, aku hampir gila mendengar lenguhan keras dari kamar sebelah kita. Kamar Kyumin itu sangat berisik dan kau tega sekali padaku. Kau malah tidur dan membiarkan aku pusing sendiri." Henry mempoutkan bibirnya.
Zhoumi hanya tersenyum tipis dan melepaskan kacamata yang sedari tadi masih menempel setia di wajahnya. "Mianhe Henry."
Henry semakin merajuk dan memainkan jarinya didada bidang Zhoumi. "Kau juga tidak tahu aku keluar kamar bukan ?" Zhoumi mengangguk dan tersenyum innocent. "Tentu saja kau tidak tai, tadinya aku akan ke kamar Hae hyung tapi malah tiga kamar di bawah itu seakan berlomba untuk mengeluarkan suara anehnya yang membuatku semakin frustasi. Ah Hae terus... Ah Wonie lebih cepat ah Wookie kau sempit sekali, ah ah ah." Henry menirukan semua suara yang ia dengar dari tiga kamar yang ada di lantai bawah itu. Membayangkan wajah Henry saja, Zhoumi sudah terkikik menahan tawanya. "Hei, jangan berwajah seperti itu. Kau menyebalkan !" Zhoumi menatap lekat wajah yang tengah berpura-pura marah padanya. Wajahnya sangat menggemaskan dengan pipi merah yang kini tengah menahan malu. Zhoumi seakan mengerti apa yang diinginkan namja mungil dalam pelukannya itu mulai melakukan aksinya. Tangan besar Zhoumi yang sedari tadi melingkar setia di pinggang Henry mulai naik meraba punggung Henry.
"Jadi, apa maumu Mochi nakal ? Sepertinya kau butuh bantuanku." Henry tersipu dan memukul pelan dada Zhoumi.
"Dasar pervert."
"Hei, kenapa mengataiku pervert, padahal kau yang sepertinya menggodaku dari tadi dengan menceritakan hal itu. Apa kau tidak menyadarinya ?" Zhoumi menyeringai nakal, saat mengingat kenyataan jika namja yang ada dalam pelukannya ini ternyata selama ini mencintainya.
"Itu karena aku..." Wajah Henry sudah semerah tomat sekarang. Ia terus menunduk menyembunyikan wajahnya. "Akh sudahlah." Henry merasa kesal dan malu. Semua perasaannya tertumpuk menjadi satu dan membuatnya sangat gugup dan canggung pada calon suaminya itu. Ia mencoba menghilangkan rasa gugupnya dan beranjak dari atas tubuh Zhoumi namun ia ditarik kembali oleh Zhoumi. "Kau mau kemana ?"
"Aku haus jadi aku akan mengambil minum dulu." Henry meremas kaos Zhoumi untuk menghilangkan gugupnya.
"Memangnya kau mau minum apa ?" Henry terlihat berfikir, "Coklat panas pasti sangat enak. Sore ini sedikit dingin gege." Henry berusaha beranjak lagi, namun tangannya ditahan oleh Zhoumi. "Kau mau aku memberimu yang lebih enak dari coklat panas Henry ?"
Henry mengernyit heran mendengar penawaran Zhoumi, ia sungguh tak mengerti apa maksud Mr. Pervy yang satu ini. "Apa itu gege ? Kau akan mengajakku membelinya ?"
"Ahniya, tidak ada yang menjualnya, jadi tidak bisa dibeli."
"Jadi, bagaimana cara kita mendapatkannya ?" Henry berfikir keras, firasatnya buruk melihat senyuman yang lebih mirip seringaian evil terlukis dibibir Zhoumi. "Memangnya apa gege ?" Zhoumi menyeringai mesum.
"Henry, kau sudah menggodaku sedari tadi, dan jika kau akan pergi kau harus menyelesaikannya semuanya yang kau mulai dulu. Lagipula, di rumah ini hanya tinggal kita berdua. Semua pelayan dan buttler libur natal. Jadi..."
"Andwe gege, aku tidak akan melakukannya. Kita belum menikah dan aku..." Seketika otak Henry seakan langsung connect dan dengan pintar menangkap maksud dari namja yang kini masih menyeringai evil padanya.
"Henry, bukankah kau mau menunjukkan cintamu padaku ? Sekarang aku masih belum bisa melihatnya Henry."
"Mimi gege, akuhhh... Ahhh... Ge..." Henry melenguh menerima rangsangan pertama pada perpotongan antara leher dan bahunya. Tempat paling sensitif bagi Henry. Dengan susah payah ia menahan tubuhnya agar tak bereaksi lebih menanggapi rangsangan dari Zhoumi. Ia menggigit bibirnya kuat saat tangan Zhoumi menyusup nakal meremas lembut sesuatu yang tengah menegang diantara mereka.
.
.
Cho Kyuhyun POV
.
.
Ini sudah dua jam, apa dia tidak lelah,lapar atau setidaknya mencari minum. Aku sangat haus hingga serasa hampir pingsan. Mendorong trolly belanjaan yang penuh dengan barang entah apa ini. Bahan makanan, fressh food, daging, ikan, sayuran, fishball sampai canned mushrooms, juga ada banyak susu untuk ibu hamil dengan segala merek yang ia ambil tanpa membaca warning ataupun kegunaannya. Juga makanan instan. Dan yang lebih mengagetkan lagi dia sudah menyuruh pelayan untuk mengirimkan 50 kardus ramen dengan berbagai rasa kerumah kami. Meskipun supermarket ini milik appaku tapi apa dia sanggup menghabiskan semuanya ? Ini gila ! Sedikit menyesal aku mengajaknya berbelanja sekarang. Dia sungguh mesin penghambur uang. "Kyu, kita sudah selesai disini. Ayo Kyu kita membayar dan pergi ke lantai atas."
Kini kami tengah mengantri, untung saja ada supir dadakan yang Umma sewa untuk mengantarku kemana-mana. Jadi aku tidak perlu bersusah membawa ini ke mobil. "Kyu, suruh supirnya membawa semua barang ini ke rumah. Lalu minta dia kembali lagi kesini." Hei, aku merasa Minnie hyung sedikit mirip Heechul Umma. Dia suka berbelanja dan juga memerintahku. "Kyu ! Kau dengar tidak sih !"
"Nde chagi, baiklah. Aku akan melakukannya dan kita akan ke lantai atas."
Aku menelfon supir kami dan menyuruhnya ke tempat kami sekarang. Ada sepuluh tas besar berisi semua belanjaan Sungmin, haisshhh... Apa lagi yang akan dia beli ? "Kau akan membeli apa lagi chagi ?" Aku melangkah lelah dibelakang Sungmin. Sekarang kami ada dilantai dua, tempat pakaian dan juga sepatu. Kulihat dia malah menatap lekat satu sudut dengan pakaian baby yang terpampang menggoda mata untuk membelinya. Aku tahu dia ingin kesana. Dia menatapku dan menyatukan kedua telapak tangannya, dia memohon padaku. Aish, sangat menggemaskan. Bagaimana aku bisa menolak mata itu ?
"Kyunie..." Dia memanggilku dengan suara lembutnya.
"Hmmm..." Sengaja aku ingin menggodanya. "Kyunie, bukankah uang di kartu itu masih banyak ?" Aku mengangguk. "Waeyo chagiyya ?"
Dia menunduk dan mengerucutkan bibirnya, memasang wajah sesedih-sedihnya dan berpura-pura menangis. "Huwe... Huwe... Aku ingin membeli itu Kyunie. Disana Kyunie..." Dia merengek seperti anak lima tahun. Sungguh lucu, ditambah dengan poninya yang masih berdiri keatas membuatnya terlihat sangat menggemaskan. Seluruh pelayan di supermarket ini menatap Minnie hyung dan tersenyum melihat tingkahnya. Hei, sejak kapan Minnie hyung jadi suka diperhatikan orang seperti sekarang ini ?
Dia menghentakkan kakinya dan memeluk lenganku, "Jebal Kyunie, aku ingin membelinya." Lama-lama aku menjadi kasihan melihatnya. Dia sudah mengeluarkan air mata betulan dan terisak pelan . "Arraseo, jangan menangis. Kita akan membelinya chagi."
"Jinjja ?" Aku mengangguk dan mengusap sisa air matanya. "Jangan melakukan hal seperti itu tadi. Kau hanya cukup meminta padaku dengan cara yang lembut dan wajah manis ini." Aku mengecup bibirnya sekilas dan mengajaknya masuk ke sebuah toko dengan berbagai macam perlengkapan baby.
Sebuah perburuan baru dimulai. Huh, Minnie hyung semakin mirip Umma, dia juga semakin pervert. Apa aegya kami akan meniru Ummaku dan aku ? Ahniya ! Itu tidak boleh terjadi. Kuharap salah satu dari mereka meniru Minnie hyung. Bukan karena apa, tapi aku tak ingin menghadapi anak nakal sekaligus suka memerintah seperti Ummaku.
Aku kembali memperhatikan istri tercantik dan terseksi-ku itu. Dia tengah mencoba baju untuk pregnant mom dengan bahan kain yang halus.
"Kyunie, seandainya aku yeoja, aku pasti akan memakainya." Dia berkata padaku dengan wajah sendunya, "Sayangnya aku namja Kyunie." Aku menghentikan tindakannya merendahkan dirinya sendiri. Ku usap pelan rambut lembutnya. Poni yang berdiri itu menggelitik leherku dan rasanya sungguh geli. Seandainya saja ini bukan di supermarket, maka aku akan menyerangnya sekarang juga. "Ayo pilih yang kau suka chagi. Tenang saja, jangan merusak niat belanjamu sendiri. Jangan memikirkan hal yang tak seharusnya kau pedulikan. Aku mencintaimu Minnie, dan kau harus ingat itu."
Kami melanjutkan perburuan kami. Hari ini sangat melelahkan.
.
Cho Kyuhyun POV end
.
.
Di satu rumah diatas bukit.
.
"Wookie, ayolah."
"Shireo hyung."
"Wae Wookie ? Kenapa kau tega sekali padaku ?" Namja tampan bernama Yesung itu sedang berusaha membujuk Ukenya untuk dirasuki malam ini. "Chagi, menurut perhitungan bulan, malam ini sangat baik untuk melakukan itu chagi." Wookie terdiam disisi kasurnya, ia terlihat berfikir dengan serius. Yesung akhirnya bisa menangkap Wookie dalam pelukannya. Ia mengangkat tubuh ukenya itu ke tengah kasur mereka dan menatap lekat pada manik hitam itu.
Tak menyiakan kesempatan, langsung saja diremasnya sesuatu yang masih tidur di bawah sana. "Hyunghhh... Akhhh..." Wookie tak bisa menahan lenguhannya saat tangan mungil Yesung mengocok pelan juniornya dan mencumbu lembut leher putih kekasihnya itu. "Ouchh... Akkhhhh..." Tubuh Wookie menggelinjang hebat merasakan celana tidurnya kini tengah di rasuki oleh tangan Yesung dengan mudahnya. Dan Yesung menurunkan celana itu. Terbebaslah junior Wookie yang sudah berteriak minta dimanjakan. "Oh, hard already baby."
Yesung langsung memasukkan junior itu kedalam mulutnya dan memainkannya dengan pintar. Lidahnya seperti melilit di kepala junior Wookie dan menghisapnya kuat.
"Hyunghhh akhhh... Akhhh... Akh..." Suara desahan nafas berat Wookie membuat Yesung mengalihkan perbuatannya tadi dan kini melumat leher putih Wookie. Membuat banyak kissmark disana. Tangannya dengan pintar melepaskan celana dan boxernya sendiri dengan sekali tarik tanpa melepaskan ciumannya di leher Wookie. "Ouchhh... Akhh... Yesung hyung, akhhh..." Tubuh Wookie menggelinjang hebat merasakan gesekan antar dua junior yang semakin membuatnya geli. Yesung menekan kuat bagian juniornya itu dan memaju mundurkan tubuhnya menggesekkan junior mereka. "Akhh.. Yesung hyung, jangan menggodakuhh..." Wookie mulai meracau tak jelas merasakan sensasi itu.
Yesung beralih dari leher Wookie dan kembali menuju ke junior Wookie. Kepala junior yang basah karena precum sedari tadi. "Ouchhhh... Akhhh good... Yesungie..." Wookie mulai meracau saat Yesung mempercepat tempo hisapannya.
.
.
.
T.B.C.
.
.
.
Jeongmal Gomawo buat : Chikyumin, 2093, Melani Kyumin ELFshawol, Hie, Arisa Ichigawa, Putry Boo, Jiji Love Yoyo, Yuya Love Sungmin, Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X, Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, Park KyuMin, Haemin, Princess Sachie, Yayank JewELF, Sung Hye Ah, Ms. Hyuk, Hyemin Punya Yesung, MeSunny, SparKyu BabyELF, ndok, Park SooHee, Ulfahaeteukkie, Yayang, Cupidshinee, honey 26, yuuya, Maykyuminnie, Jungminnies, Yayank JewELF, RiriSparkyu, Nam Seul Mi, Yemin, Kim Min Lee, Kyumin Tupper Story, Laven agrava gaciall, Ikhaosvz, Superol, Jewel Lee Aihara, Lianzzz, Meong, ndok, Cha, Choi Min Hwa, Ulfaaahae, and temen laen yang dah review GOMAWO ^_^
