SNOWDROP

Author : Rainy Heart

Length : Series

Rated : M

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

And other SUJU and DBSK member

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#

Genre : Romance / Drama

Warning : LEMONADE, Boy x Boy / BL / YAOI, M-Preg, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Summarry : "...aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran..."

Mau ngejawab Review-an readerdeul dulu.

ada yang nanya, usia kandungan Minppa tuh berapa : Nginjek 6 minggu

ada juga yang nanya, kok bisa tahu anaknya kembar : Coz ada teknologi USG 4D sekarang, and teknologi USG 5 D yang author ciptain sendiri jadi kandungan udah bisa dideteksi sedini mungkin, kekekekeke

Kata mbah gugel, bunga snowdrop itu gag hidup lama, tapi terus dapat tumbuh selama ada musim salju

Jeongmal Gamsahamnida !


Mianhe karena updatenya luama buanged, Antara tega and Gag tega, author NGELEMPAR MAHKOTA INNOCENT "Henry "

#ketawa evil#

KALAU KURANG HOT, NONGKRONG AJA DIATAS KOMPOR, #SENYUM INNOCENT#

HAPPY READING

TETAP PEGANG PRINSIP 3 D (DIBACA, DIRESAPI DIBAYANGIN)

oooSNOWDROPooo

Chapter 14

.

"Henry, kau sudah menggodaku sedari tadi, dan jika kau akan pergi kau harus menyelesaikannya semuanya yang kau mulai dulu. Lagipula, di rumah ini hanya tinggal kita berdua. Semua pelayan dan buttler libur natal. Jadi..."

"Andwe gege, aku tidak akan melakukannya. Kita belum menikah dan aku..." Seketika otak Henry seakan langsung connect dan dengan pintar menangkap maksud dari namja yang kini masih menyeringai evil padanya.

"Henry, bukankah kau mau menunjukkan cintamu padaku ? Sekarang aku masih belum bisa melihatnya Henry."

"Mimi gege, akuhhh... Ahhh... Ge..." Henry melenguh menerima rangsangan pertama pada perpotongan antara leher dan bahunya. Tempat paling sensitif bagi Henry. Dengan susah payah ia menahan tubuhnya agar tak bereaksi lebih menanggapi rangsangan dari Zhoumi. Ia menggigit bibirnya kuat saat tangan Zhoumi mulai menyusup nakal meremas lembut sesuatu yang tengah menegang diantara mereka.

"Nghhh... Ahhh... Mi aaaaah..."

"You like it baby ?" Henry tak bisa menjawab karena saat itu juga Zhoumi langsung menyerang bibirnya. Zhoumi menghisap kuat bibir bawah Henry. Terus melumatnya dan menekannya kuat, memancing hasrat Henry untuk melakukan 'itu' dengannya. Menghisap bibir yang semerah cerry dengan penuh nafsu dan kasar. Henry hanya bisa mencengkeram punggung namja yang kini tengah menindih kuat tubuhnya untuk melampiaskan rasa panas yang mulai menguasai tubuhnya. "Nnnnghhh... Ennnnghhh," Henry melenguh tertahan saat tangan Zhoumi bermain nakal di paha Henry. Tangan dengan jari cantik itu tengah menyusup ke dalam celana training Henry yang memang longgar. Jarinya menjalar dan mengusap lembut setiap inchi selangkangan dan paha Henry. Sesekali menyusup nakal kedalam underwear Henry dan bermain dengan bulu halus yang tubuh di sekitar junior Henry. Meremas dan memainkan twinsball Henry dengan gemas.

Lenguhan tertahan Henry membuatnya terpaksa membuka mulutnya sedikit. "Gegehh akhhhh...akuhh..." Henry kembali dikejutkan saat tangan nakal Zhoumi beralih dari selangkangannya dan menyusup ke dalam sweater hangatnya. Zhoumi menyudahi ciumannya dan menyeringai pada namja yang tengah tersipu malu seraya mengambil nafas memenuhi dadanya yang terasa kosong. "Wae, hhhh... melihatku sepertihh ituh ?" Henry berusaha bersikap seketus mungkin pada Zhoumi berharap Zhoumi akan menyudahi permainannya. Tapi seorang evil tidak akan puas sebelum ia menyelesaikan semuanya. "Ahni, aku hanya menatap wajahmu yang sangat seksi Henry. Kau selalu menggodaku. Membayangkan tubuhmu saja sudah bisa membuatku menggila. Kau seksi sekali." Zhoumi menjilat bibirnya dengan gaya seseduktif mungkin tapi Henry hanya membulatkan matanya dan melengos menanggapi Zhoumi. Ia masih terlalu takut membayangkan serangan apa lagi yang akan diterimanya.

Jangan lupakan, tangan Zhoumi yang masih setia menyusup bebas kedalam sweater hangat Henry, "Akhhhh ! Gege ? Akhhh,,, akh,,," Henry melenguh keras saat dua tangan itu meremas dan menekan keras dadanya. "Like it baby ?" Lagi-lagi Henry tak sempat menjawabnya, Zhoumi langsung kembali menyerang bibir merah yang ranum itu. Ia menyusupkan lidahnya ganas dan bermain bebas menyusuri semua sudut di dalam mulut Henry. Tangan Henry tak tinggal diam, seakan sudah terbawa dengan foreplay dari Zhoumi, Henry meremas kuat rambut Zhoumi dan menggeliatkan tubuhnya. Zhoumi terus menjelajahi mulut hangat wangi strawberry itu, sesekali ia melilitkan lidahnya bertautan dengan lidah Henry yang sudah mulai merespon ciumannya. Ia menyusuri setiap dinding dan gigi Henry. Sesekali Henry menghisap kuat bibir Zhoumi untuk melampiaskan semua hasratnya. Tangan Henry kini tengah menekan kuat kepala Zhoumi untuk memperdalam ciumannya. Zhoumi semakin terangsang dan mulai menyalurkan salivanya, membuat ciuman mereka benar-benar panas dan basah. Deep kiss itu berlangsung sangat lama. Henry hanya bisa mencuri nafas dalam ciuman panas mereka. Zhoumi terus menghisap bibir atas dan bibir bawah Henry, melumat dan terus menekannya kuat. Lidahnya pintar menyusuri seluruh bibir itu dan merangkak ke hidung Henry, digigitnya hidung mungil yang sudah sangat merah itu.

Tangan Zhoumi masih bebas bergreliya dengan jarinya yang menjepit kedua nipple Henry yang kini tengah menegang. Nipple yang termasuk besar untuk ukuran namja. Henry terus meliukkan tubuhnya menerima semua perlakuan Zhoumi. Tubuhnya terasa panas dan penuh keringat.

Merasa tubuhnya sudah mulai tak kuasa menahan panas dan berkeringat, dengan cepat Henry mendorong tubuh Zhoumi yang sedari tadi menindihnya membuat Zhoumi menghentikan aktivitasnya seketika. "Waeyo Mochi ?"

Wajah Henry langsung memerah mendengar pertanyaan Zhoumi. Ia sangat bingung dan juga malu sekarang, entah bagaimana ia bisa menyampaikannya. "Akk- aku.. " Henry melengos melihat kearah lain saat melihat seringaian evil dari Zhoumi. Tak ayal jantungnya bergetar lebih cepat. Ia akhirnya bercicit lirih menahan malu yang bergumul diwajahnya. "Akuh merasa panash hyunghhh. Bisakah kau membantuku, melepaskan sweaterku ?" Setelah mengatakan itu, Henry langsung kembali menatap Zhoumi. Ia langsung mengigit kuat bibirnya, menahan perasaan antara takut dan keinginannya. Bagaimana Henry tak mengigit kuat bibirnya saat ini, Zhoumi tengah menyeringai evil dan kini malah ia mulai asyik menggerakkan tubuhnya. Ia menekan kuat bagian bawahnya hingga dengan tepat menindih junior Henry, membuat keduanya menggelinjang hebat. Zhoumi kembali melanjutkan kepintaran tangannya.

Ia menaikkan tubuhnya sedikit dan menarik sweater longgar Henry. Terlihatlah, kulit yang berwarna kecoklatan yang sudah menegang sempurna meminta dimanjakan. Segera saja Zhoumi menyambarnya dengan lapar. Ia menghisap kuat nipple kanan Henry sembari memijatnya dan tangan lainnya masih terus memijat dada kiri Henry.

Lidah Zhoumi bermain pintar dengan nipple Henry, menekan kuat dan sesekali menjilat nipple merah kecoklatan itu.

"Akhh...akkkhhh...eunghhh aaasssshhh." Henry membanting kuat kepalanya, meremas seprei kasurnya untuk melampiaskan sensasi yang ia rasakan. Henry menggelinjangkan tubuhnya dan mulai menggerakkan tubuh bagian bawahnya, seakan mencari sensasi lebih dari apa yang ia rasakan kini.

Zhoumi mengangkat tubuhnya dan kembali menyeringai kepada Henry. "So impatient eoh ?" Henry hanya tersipu malu dan mengalihkan pandangannya dari mata nakal Zhoumi. "Wait for next part baby." Zhoumi langsung melucuti semua pakaiannya termasuk underwearnya. Naked. "Gege ?" Henry menatap innocent, antara mau dan tidak mau melihat sesuatu yang tengah mengacung bebas ditubuh bagian bawah Zhoumi. Zhoumi langsung mendekat pada Henry dan menarik kuat celana Henry sekaligus dengan underwearnya. Kini mereka sudah sama-sama naked. Zhoumi langsung menyerang junior Henry. Ia mendekati junior yang sudah menegang itu. Lidahnya menyusuri batang junior Henry. Membasahi dengan salivanya, menjilat pelan setiap inchi junior Henry. Tangannya berkonsentrasi memainkan twinsball Henry.

"Pleashhhh, akhhhh...gege...aaassshhh ..." Henry hanya bisa terus melenguh dan menahan tubuhnya yang menggelinjang kuat menahan sensasi yang mengaduk kuat perutnya.

Lidah Zhoumi bermain pintar di kepala junior Henry, menjilat lubang yang sudah mengalirkan precum dan membersihkannya. "Gehh...please... Don't tease me...akhhhh..."

Henry mengetahui niat jahil Zhoumi yang hanya menggodanya. Namun Zhoumi belum ingin menyudahi permainannya. Ia terus menjilat batang junior Henry yang berwarna kemerahan itu. Menyusuri urat yang terlihat dan menjilatnya. Melilitkan lidahnya dan memutari kepala junior Henry. "Gegehh akhhh...please..." Henry kembali memohon, ia sudah tak tahan lagi sekarang. Ia membuka matanya dan menatap dengan pandangan memohon pada Zhoumi. "Gegehhh pleashh." Merasa kasihan pada Henry yang terus memohon, akhirnya ia memasukkan junior Henry yang berukuran lumayan besar itu kedalam mulutnya. "Ohhhh goood...akhhh goood Gege... Oussshhh...fashhhterrr..."

Henry hanya bisa melenguh dan melenguh, jantungnya tengah berdebar lebih cepat kali ini. Tangan Zhoumi terus memainkan twinsball Henry. Lidahnya tengah melilit cantik di kepala junior Henry. Ia menghisap kepala junior itu kuat, "Akhhhh ! Hah...hahh..." Henry berteriak merasakan hisapan kuat pada kepala juniornya. Ia merasakan sensasi yang sangat memabukkan menjalar di tubuhnya. Juniornya semakin menegang dan memanas, ia merasakan ada sesuatu yang seakan menyeruak memaksa untuk keluar. "Fashhh...terrr akhh... akhhh...fashh...akhhh..." Zhoumi mempercepat gerakkan naik dan turunnya. Ia mengeratkan giginya menggesek lembut kulit daging yang terus mengeras itu. Zhoumi terus melakukannya dengan cepat dan kuat. Ia dapat merasakan junior Henry yang mulai berkedut.

"Mi...akh...Mimi...!"

Henry menembakkan spermanya kedalam mulut Zhoumi. Matanya menutup rapat menahan kenikmatan yang mendera tubuhnya.

Zhoumi melepaskan kulumannya dan tersenyum melihat wajah sendu Henry yang semakin menambah nafsunya. Zhoumi langsung membasahi tiga jarinya menggunakan sperma Henry yang bercampur dengan salivanya. "Akhhh...appo !"

Henry menjerit keras merasakan sesuatu mengoyak hole-nya. Sudut mata Henry sudah tergenang air mata, ia juga menggigit kuat bibirnya untuk melampiaskan rasa sakit yang menyiksa holenya.

Zhoumi tidak tinggal diam, ia langsung menyambar bibir merah Henry dan melumatnya dengan kasar. Ia mendiamkan sejenak dua jari yang baru saja memaksa masuk kedalam single hole Henry. Zhoumi terus memancing Henry untuk merespon ciuman panasnya. Pertukaran saliva, pergulatan lidah, saling menekan dan menghisap, membuat Henry kembali menemukan gairahnya. "Unnnnggghhh..."

Henry terus melenguh diantara ciuman mereka. Tangannya tak lagi meremas seprei, tapi sudah menekan kuat tengkuk Zhoumi. Zhoumi kembali memulai yang sempat ia hentikan tadi. Jarinya bergerak perlahan mengoyak hole Henry. Ia memaju mundurkan jarinya pelan dan terus mencium Henry. Sesekali Zhoumi menusuk dalam dan cepat, mencari sweet spot Henry, "Akhhh nde... There...assshhhh... Goood gege..."

Merasa sudah menemukan sweet spotnya, Zhoumi terus semakin mempercepat gerakannya dan sedikit menyilangkan dan merenggangkan kedua jarinya, memperlebar hole Henry.

Tangannya yang lain sudah mengocok juniornya sendiri dan mempersiapkannya tepat didepan hole Henry. Tanpa aba-aba, ia mendorong pelan juniornya, membuat Henry melenguh tertahan menahan sakit. Ia tak dapat berteriak karena bibirnya masih dikuasai oleh Zhoumi. "Appphhh... Akkkhhh... Ennnnggghhh..." Henry meremas kuat rambut Zhoumi dan Zhoumi melingkarkan kaki Henry pada pinggang Zhoumi dan mencoba memasukkan juniornya yang memang berukuran besar dibanding milik Henry.

Zhoumi masih berusaha memasukkan juniornya pelan sembari mencoba menggerakkan juniornya yang terjepit kuat oleh dinding hole Henry.

.

Jleb !

.

Junior Zhoumi tertanam sempurna di dalam hole sempit nan hangat Henry. Zhoumi mendiamkan juniornya sebentar dan mulai menggerakkannya pelan. Juniornya terasa hangat dan nikmat, terpijit oleh sempitnya hole Henry.

"Ungggghhh...ahhhh..." Henry melenguh dan melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Zhoumi. Tubuhnya menuntut banyak oksigen. "Akkkhhh... Akh..."

"Kau sangat nikmat Henry, akkkhhhh... Sangat uhhh... Sempit uhhhh..." Zhoumi terus meracau diantara gerakan maju dan mundurnya. Semakin lama ia semakin menusukkan juniornya dalam dan menusukknya kuat. Dan akhirnya ia dapat menemukan titik kenikmatan Henry. Tangan Zhoumi memijat lembut junior Henry seiring dengan genjotannya pada hole Henry. "Fashhhterr... Akkhhhh, Mimi...akhhhh."

Henry terus meracau dan menggelengkan kepalanya merasakan sensasi yang terus memberikan nikmat pada tubuhnya. Zhoumi menarik juniornya hingga tersisa sedikit dan menghentakkannya keras, "Akhhhh ! So hard ! Ouhhhh...uhhh...nikmathhh..." Henry meremas kuat bantalnya melampiaskan rasa sakit dan nikmat pada holenya. Zhoumi terus melakukannya berulang-ulang, menggenjot juniornya dengan sekuat tenaga.

Ia menaikkan kaki Henry pada pundaknya, membuat hole Henry semakin terekspose dan membuat genjotannya semakin dalam. Tak terasa peluh dan nafas sudah memburu menambah panasnya permainan mereka. Zhoumi menggenjot kuat hole Henry dan mengulum junior Henry. Zhoumi menghisap kuat junior itu, melampiaskan rasa nikmat yang membuat juniornya ingin memuncratkan seluruh isinya.

"Uhhh... Deepeerr...Sebentar lagih gege..."

Henry meracau merasakan sesuatu yang ingin melesak keluar dari dalam juniornya. "Lebih cepat gegeh... Ouh... Ini nikmat sekalihhh, akkkhhhhh..."

Zhoumi mempercepat genjotannya dan semakin mendorong dalam juniornya. Ia sudah tak lagi mengulum junior Henry. Ia sibuk melenguh dan meracau tak jelas menahan rasa yang membuatnya terbakar.

" Akhhhh, akuhhh akan keluarrr gegehhh..."

"Bersamaku Chagi," Zhoumi menggenjot kuat dan kasar hole Henry, terus menyodok sweet spotnya. Tangan Zhoumi mengocok junior Henry dan mengocoknya cepat, seiring dengan genjotannya.

"Ukhhhhh Mimi ! Akhhh...!"

"Oushhhhh...Henry !"

Suara teriakan kenikmatan itu menggema dirumah besar nan sepi milik keluarga Cho. Seakan tak peduli pada siapapun yang ada di luar kamar mereka.

Zhoumi menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Henry. Ia tersenyum evil dan mulai mendekati telinga Henry yang sudah memerah. "Kini kau sudah tahu bukan, apa yang dilakukan couple lain malam itu ?" Henry hanya mengangguk malu menanggapi pertanyaan Zhoumi.

Zhoumi menjilat liang telinga Henry membasahi dengan salivanya, sesekali mengigit daun telinganya. Jari Zhoumi sudah memelintir kuat nipple Henry, membuat namja imut itu melenguh tertahan menggigit bibir bawahnya, dengan wajah yang sudah sangat merah.

"Kau sangath nikmathhh." Zhoumi mengangkat wajahnya dan menatap wajah menggoda Henry dengan bibir merahnya.

"Gege ?" Henry menatap Zhoumi yang tengah menyeringai, dan dapat Henry rasakan, sesuatu membesar dan mengisi penuh holenya. "Kita akan melakukannya lagi Henry, bersiaplah."

Zhoumi menjilati telinga Henry dan turun ke leher Henry. Menghisapnya kuat, tak perlu ada jawaban dari Henry, karena meski Henry tak mau melakukannya, Zhoumi tentu saja akan memaksanya untuk melakukan 'itu' dengannya.

"Oushshhhh, lagihhh gege... Ini sangat nikmath..."

Henry mulai terbawa permainan Zhoumi. Henry menggeliatkan tubuhnya dan menarik wajah Zhoumi dan menciumnya ganas.

Dimulailah teriakan penuh nafsu dan panas dari dalam kamar itu.

"Ouhhhh, deeepeeerrr akhhh...!"

.

.

SKIP TIME

Lee Sungmin POV

.

Hari yang hangat untuk Desember kali ini. Menurut perkiraan cuaca, hari ini akan cerah dan sedikit hangat. Sungguh natal yang fantastis. Aku mempunyai keluarga lengkap, meski tanpa Appa, tapi masih ada Han appa yang tampan dan baik hati. Umma juga terlihat bahagia dengan Heenim umma. Dan Kyu ? Dialah hadiah natal terbaik untukku dari The Great Santa.

Malam nanti, aku akan pergi bersama Kyu. Entah apa yang ia rencanakan sekarang.

Aku merasa sangat senang sekarang karena kandunganku menginjak usia 8 minggu, dan sejak sering makan ramen perutku sangat tenang. Jarang sekali morning sick. Hanya saja rasanya sangat aneh, entah mengapa aku tak bisa mengerem keinginan belanjaku. Apa karena menuruni Heenim Umma ? Heenim Umma, yang sangat suka menghamburkan uang dan berbelanja. Untung saja Han appa sangat kaya, hingga tak perlu pusing memikirkan tagihan kartu kredit Heenim Umma.

"Minnie chagi, boleh kami masuk ?"

Tuh 'kan ? Baru juga aku kepikiran Umma, mereka berdua sudah datang ke kamar kami. Aku mendekati pintu dan menemukan 2 sosok evil and angel yang tersenyum gaje menatapku. Ada apa dengan mereka ? Tatapannya aneh, dan sangat mengherankan. "Waeyo Umma ?"

Mereka hanya menggeleng, "Ahni, tidak ada apa-apa. Hanya saja kami ingin memberimu ini chagie." Teukki umma memberiku satu kantung kertas yang sepertinya berisi sebuah pakaian. Aku sangat penasaran dengan isinya. Apa ini ?

"Pakailah saat kau berdua dengan Kyu di kamar kalian." Suara Heenim umma mengejutkanku seketika. Apa maksudnya ?

Aku hanya tersenyum pada Ummaku, "Nde Umma." Kulihat mereka langsung pergi menuju keluar kamarku. "Chagi, cepatlah. Kyu sudah menunggumu di bawah."

Akh tidak sempat melihat hadiah Umma. Aku memasukkannya dalam koper, aku membuka koperku lagi. Aku sudah memasukkan boneka bunnyku, kaos, celana panjang, hem... Mantel dan sweater hangat. Sudah semua, aku harus segera turun ke bawah.

"Minnie Chagi !"

"Nde Kyunnie !" Aku meraih mantelku dan menjepit poniku. Entahlah, rasanya sangat nyaman melakukannya. Meski sekarang rambutku sudah sebahu lebih, aku tidak ingin memangkasnya. Aku merasa lebih cantik.

"Minnie chagi ! Kenapa lama sekali ?" Aish, Kyu itu benar-benar tidak sabaran.

Aku turun ke bawah dan segera berpamitan dengan appa dan kedua Ummaku.

Sepanjang perjalanan, Kyu sama sekali tak mengajakku berbicara. Ia seperti sangat menikmati kegiatan menyetirnya itu.

"Kyu, kau kenapa ?" Aku mencoba bertanya padanya, tapi ia hanya menggeleng tanpa melihatku. Apa dia marah karena aku terlalu lama berdandan ? "Kyuhyunie ?"

Aku mencoba memanggilnya lebih lembut dan ternyata hasilnya sama saja. Aish, menyebalkan sekali ! Aku ingin menelannya bulat-bulat. Kenapa hari ini dia sangat dingin padaku ? Apa salahku ?

kami telah sampai di satu tempat, sepertinya sebuah pelabuhan. Ia menghentikan mobilnya dan menatapku, wajahnya merah dan terlihat sendu. Apa dia sakit ?

"Kyu..." Aku semakin takut sekarang, ada sesuatu yang salah padanya. Mengapa dia seperti ini padaku. Dia melihatku dengan pandangan datar yang menyebalkan itu, membuatku takut dan sedikit kecewa.

.

Greeepp...

.

"Ommo..." Dia memelukku, erat sekali. "Waeyo Kyuhyunie ?" Dia hanya menggeleng, dapat kurasakan hangat nafasnya berhembus dileherku. Akh, ada apa dengannya ?

"Minnie hyung." Dia berbisik memanggilku lirih. "Hmmm..." Aku hanya menjawabnya singkat dan mengeratkan pelukanku. Saat itu juga aku merasa ada satu benda aneh menjilati leherku dan menghisapnya lembut. "Ouuhhh...Kyuhhh..."

Dia malah semakin menghisap sensitive spot di leherku. Setelah beberapa kissmark tercipta, dia menghentikan kegiatannya dan menatapku, "Selamat datang di hadiah natalmu Minnie Chagie."

Seketika itu juga, begitu banyak fireworks yang menghiasi langit diatas pelabuhan ini. Malam natal yang indah. Aku segera keluar dari mobil dan menikmatinya. Kyu memelukku dari belakang dan kembali mencium leherku. "Ouhhh Kyuhhh... Hent-tikhhannn..." Dia menghisap kuat leher belakangku, membuatku mati-matian menahan geli yang menjalar diseluruh tubuhku. Benar-benar, tindakannya kali ini membuat libidoku naik.

"Ommo !" Dia mengangkat tubuhku lalu membawaku kedalam sebuah kapal besar di pelabuhan itu. Ia mendudukkanku di satu ruangan nahkoda dalam kapal yang cukup mewah lalu ia pergi meninggalkan aku sendirian. Kapal ini sungguh mewah dan besar. Tak lama kemudian, dia kembali dengan semua barang bawaan kami. Dia meletakkannya dan mengambil ponsel dalam sakunya. Sepertinya menelfon seseorang. Lalu dia kembali menatapku dengan seringaiannya itu.

Jujur, aku takut melihatnya seperti itu. "Minnie chagi..." dia berbisik lembut di telingaku, lalu kembali meraih tubuhku dalam pelukannya. Entah mengapa jantungku berdebar cepat sekarang, dia sangat errr... Romantis. Bagaimana tidak, sekarang ia sudah mendudukkanku di sebuah meja makan lengkap dengan lilinnya. Dan seperti biasa, dia memberiku ramen. "Aku tahu Minnie, kau tak suka makanan lain, jadi sekarang kita makan ramen dulu, besok mungkin kau akan memakan makanan lain selain ramen. Aku takut aegya kita tak tumbuh baik jika kau hanya terus memakan ramenmu saja."

"Jadi, karena itu kau mendiamkanku Kyunie ?" Dia menghentikan makannya dan menatapku. "Maksudmu ?"

"Iya Kyuhyunie, kau mendiamkanku. Istrimu yang cantik dan seksi ini kau diamkan sepanjang perjalanan tadi, kenapa kau melakukannya ?" Aku kembali bertanya pada suamiku tercinta yang terkadang sangat aneh seperti sekarang ini. Tapi dia hanya diam dan tersenyum. Aish... Ada yang salah dengannya sekarang, kenapa sepertinya dia sangat menikmati aksi diamnya itu padaku, apa maksudnya ?

"Minnie chagi, mianhe jika membuatmu khawatir, tapi aku sungguh tidak apa-apa." Aku hanya mengangguk mendengar jawabannya. Kami sibuk dalam makan malam kami. Setelah selesai, kami keluar dari ruangan itu dam kulihat diluar sudah ada Butler Kim dan juga dua pelayan yeoja. Terlihat juga satu namja berpakaian nahkoda yang mulai menjalankan kapalnya. "Selamat datang Tuan Muda, kita akan segera menuju ke pulau yang tuan muda inginkan. Silahkan beristirahat dan nikmati malam ini tuan."

"Nde," Kyu langsung menyeretku dan melangkah menuju sebuah ruangan yang terdapat di lantai dasar kapal, kamar yang luas dan sangat indah. Banyak bunga hidup yang menempel bebas menghiasi dinding kapal. Seperti anggrek putih ini misalnya. Dia menghias cantik ruangan yang sangat luas dengan king size bed ini. Kyu langsung mendorongku hingga aku jatuh ke atas kasur empuk itu. Dia tersenyum jahil dan mengangkat tubuhnya. "Mandilah dulu chagi, dan kumohon jangan mengikat ponimu lagi seperti tadi." Eh, kenapa ? "Waeyo Kyuhyunie ? Kau tidak menyukainya ?"

Dia menggeleng lalu mengangkat tubuhnya, "Ahni, hanya saja, kau terlihat sangat seksi dan menggoda jika melakukannya. Kau tahu kenapa aku diam dari tadi ?" Aku menggeleng, dan dia kemudian berdiri mendekati pintu keluar. "Karna kau sangat menggoda Minnie hyung. Apa kau tak sadar, kau sangat cantik malam ini." Dia lalu meninggalkan kamar kami.

Akh, alasan apa itu ? Apa aku sebegitu mempesonanya sampai dia sangat memujiku. Aku mendekati sebuah lemari pakaian dengan kaca besar di pintunya. Saat di mobil tadi aku memang membuka mantelku karena cuaca tidak begitu dingin. Rambut poniku masih aku ikat seperti tadi. Aku memang merasa lebih, errr 'Seksi' sekarang. Aku tahu apa yang dimaksu Kyu tadi. Memang pipiku terlihat merah karena sedikit kedinginan dan dengan rambutku yang lumayan memanjang, aku sudah terlihat seperti yeoja. Dan satu hal lagi, ada yang sangat aneh terjadi pada tubuhku. Aku merasa dadaku sedikit membesar dan ehm, pentatku sedikit lebih seksi dari sebelumnya. Aish, aku sungguh tak menyadarinya. Tiba-tiba saja, aku merasa ponselku bergetar disakuku.

"Yeobosseoyo Heenim Umma."

"Nde chagi, kau sudah sampai di kapalnya ?"

"Nde, Umma. Sekarang kami juga tengah menuju satu pulau Umma."

"Akh, bagus kalau begitu. Nikmati honeymoon kedua kalian chagi. Dan jangan lupa, pakailah pakaian yang umma berikan padamu tadi."

"Nde Umma."

Pliip...

Aku mendekati koperku dan mencari tas kecil berwarna coklat yang diberikan Umma. 'Baju macam apa ? Kenapa tasnya kecil begini ?'

Penasaran ? Tentu saja. Tasnya saja kecil sekali. Aku membuka tas itu dan sedikit heran melihat pakaian aneh dengan kain berenda yang sangat tipis. Aku mengangkat baju itu dan kuletakkan di atas kasurku. "Hwaddd ? Lingerie ?"

Aish, Umma ! Bagaimana bisa mereka berdua bersekongkol menyuruhku memakai pakaian macam ini ?

"Chagi, ini lingerie untukmu. Pastikan kau memakainya malam ini juga. Buatlah malam natal kalian menjadi lebih indah. Kami tahu kau sangat mencintainya. Hwaiting ! With all of our love, Teukki Umma and Heenim Umma."

Aku hanya bisa menghela nafasku membaca pesan kedua Ummaku. Sebenarnya sih, aku juga ingin memakainya. Jujur saja, lingerie ini memang sangat transparan dan juga seksi. Huh... Bagaimana ini ?

.

Lee Sungmin POV end

.

Cho Kyuhyun POV

.

"Tuan Muda, kita sudah sampai." Akhirnya, aku bisa membawa Minnie hyung ke pulau ini. Pulau cantik dengan pemandangan romanitis ala winter sonata. "Bawa semua barang-barang kalian ke mobil yang sudah disiapkan appa dan kalian berangkat saja duluan. Butler Kim, kau dan pelayan juga nahkodanya, tinggalah di villa didekat villaku. Aku ingin kalian mengatur rumahnya untukku. Aku sudah cukup lelah hari ini, mungkin aku akan kesana besok, jadi tinggalkan kami dan biarkan supir yang sudah disiapkan appa pulang dengan kalian. Besok minta dia menjemput aku disini tepat pukul 10 pagi."

"Nde Tuan Muda." Butler Kim langsung pergi bersama yang lain meninggalkan kapal. Aku langsung kembali ke kamarku, meninggalkan Minnie hampir setengah jam saja, membuatku gila karena merindukannya. "Minnie Chagi, aku kembali !" Aku berteriak semangat memasuki kamar kami, dan, "Ommo ! Minnie ...!"

.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

"Ommo ! Minnie ...!"

Kyuhyun terkejut melihat seseorang berjalan menggoda ke arahnya. Namja cantik yang berjalan seduktif mengigit bibirnya dan mengedipkan mata genitnya mendekati Kyu yang masih terdiam, terpesona. Lee Sungmin, sudah mengenakan hadiah dari Ummanya. Sebuah lingerie hitam yang sangat seksi yang jatuh ditubuhnya. Menunjukkan setiap lekuk tubuh indahnya yang montok dan terbentuk seksi, hingga putih kulitnya terlihat indah dibalik balutan lingerie hitam yang sungguh transparan. Lengerie yang hanya bisa menutupi pantatnya saja dengan bahan renda dan kain yang sangat tipis. Kyu berusaha sekuat mungkin menahan nafsunya. Ia menelan salivanya banyak-banyak melihat pemandangan indah didepan matanya. Sungmin menarik Kyu dalam pelukannya dan melingkarkan lengannya di pinggang Kyu. Ia lalu berbisik lirih ditelinga Kyu. "Am I too hot to handle baby Kyu ?" Lalu Sungmin menjilat telinga Kyu pelan, membuat sang empunya merinding tak karuan merasakan darahnya yang mendidih seketika.

Kyu berusaha menahan nafsunya, ia ingin mengetahui apa lagi yang akan dilakukan Sungmin padanya. Sungmin menjilat lagi telinga Kyu dengan lembut dan sedikit menggigitnya. Ia mengarahkan tangan Kyu agar meremas bokongnya yang kini tak memakai apapun. Sungmin memang hanya memakai lingerie tanpa underwear.

Junior Kyu yang sudah menegang bergesekan langsung dengan junior Sungmin. Tangan Sungmin sudah terampil membuka ikat pinggang dan kaitan celana panjang Kyu. Ia menurunkan celana Kyu hingga terbebaslah junior yang kini sudah mengacung menggoda Sungmin.

Sungmin kembali mengeratkan pelukannya pada pinggang Kyu dan menggerakkan pinggulnya, membuat junior mereka saling bergesekan.

"Ouuuhhhh...hhhh..." Sungmin melenguh dengan kegiatannya sendiri. Junior mereka saling bergesekan dan ditambah dengan Kyu yang semakin meremas kuat pantat Sungmin, membuat Sungmin semakin menggila.

"Kyuhhh...I need you so hard akhhh..."

.

oooSNOWDROPooo

.

Rumah Yunjae

.

.

"Boo, ini natal pertama tanpa Hae. Apa kau masih akan memegang teguh keputusanmu ? Tidakkah kau akan menyetujui hubungan mereka ?"

"Yunie, jangan mencoba merayuku. Aku memang merindukan Hae, tapi tidak namja itu. Aku masih ingin melihat Haeku normal." Yunho berjalan mendekati istrinya yang tengah menatap langit malam kota Tokyo.

Mereka merayakan natal di Jepang, seharusnya juga Hae bersama mereka di Jepang. Yunho memeluk istrinya dan mencium dahi dengan kulit putih pucat itu.

"Kau tahu Yunnie, aku sangat merindukan Hae. Mengapa dia sangat keras kepala ? Mengapa dia tak mau mengubah pilihannya ? Dia meninggalkan kita dan memilih namja itu. Aku merasa terbuang Yunnie, dibuang oleh aegyaku sendiri." Mata Jaejong memerah menahan kekesalannya. Ia tak bisa marah lagi, hanya menangis sekarang. "Yunnie, aku ingin Hae kembali pada kita, hiksss...hiksss..."

Yunho merengkuh tubuh Jaejong yang bergetar menangis dalam pelukannya. Jika ia bisa jujur, ia juga merindukan istrinya yang dulu sangat cantik dan ceria. Tidak seperti sekarang, setiap malam Jaejong menangis dan menatap foto Hae. Natal yang dingin di Jepang.

.

Rumah YooSu

.

"Wah, natal kita hanya berdua saja Hyukkie, ini sangat menyenangkan. Seperti pengantin baru saja." Hae tersenyum berjalan mendekati Hyukkie yang tengah asyik menikmati banana tart dan juga jus strawberrynya. "Hmmm," Hyukkie mengangguk. "Natal yang indah. Seandainya saja Umma dan Appa tidak pergi ke rumah Halmeoni pasti akan lebih ramai dan menyenangkan."

"Bagiku lebih baik begini Hyukkie, hanya kau dan aku dirumah. Ternyata Appa dan Umma sangat pengertian padaku. Mereka membiarkan kita menghabiskan malam ini berdua saja." Hae lalu duduk di hadapan Hyukkie dan menatap dalam pada matanya. "Kau sangat cantik chagi," lalu Hae mencolek sedikit krim yang menghiasi banana tart yang ada di samping Hyukkie. Ia mencolek hidung Hyukkie dengan jarinya, "Aish, kau ini, mengotori hidungku Hae." Hyukkie hendak membersihkan hidungnya dengan tangannya, namun seketika itu juga Hae menghentikan tangan Hyukkie dan mencium hidung Hyukkie, menjilatnya dan kemudian jilatan itu semakin turun pada bibir Hyukkie. Hae mencium bibir itu sekilas dan tersenyum melihat Hyukkie dengan wajah memerahnya yang tengah menunduk malu. "Hei, jangan sembunyikan wajah cantikmu chagi." Hae lalu meraih dagu Hyukkie dan mencium bibir merah itu lagi. "Noumu saranghae ne Hyukkie."

"Nado saranghae Hae, nae fishy. Merry christmas."

Mereka mengeliminasi jarak antara mereka. Saling merasakan lembutnya bibir satu sama lain. Hyukkie melingkarkan lengannya pada pinggang Hae dan mengeratkan pelukannya. Lidah Hae sudah masuk menyusup kedalam mulut hangat Hyukkie dan mengabsen setiap sudutnya. Tangan Hae juga sudah menekan kuat tengkuk Hyukkie, memperdalam ciuman mereka.

"Nnnnghhhh... Huhhhh..." Hyukkie melenguh diantara ciuman itu. Mereka berciuman panas dan basah. Hingga akhirnya Hyukkie menyudahi ciumannya karena nafasnya yang sudah sesak. Terlihatlah wajah merah nan sendu itu dengan mata cantiknya menatap Hae dengan malu-malu. "Kau adalah hadiah natal terindah Hyukkie."

Hae mencium sekilas bibir merah Hyukkie dan tangannya meraih sebuah kotak di sakunya. "Merry Christmas neomu saranghae nae Hyukkie." Hae lalu membuka kotak itu dan mengeluarkan isinya.

"Ini bagus sekali Hae. Tapi pasti mahal, bagaimana bisa kau membelinya untukku. Ini terlalu berlebihan Hae." Hae hanya tersenyum dan memakaikan kalung dengan liontin salib itu di leher Hyukkie.

"Selalu ada jalan untukku membahagiakanmu Hyukkie. Meski aku harus bekerja lebih keras untuk mewujudkannya, apapun akan ku lakukan untuk membahagiakanmu. Terima kasih telah memberi Appa dan Umma yang terbaik untukku. Terima kasih telah tetap bersamaku meski aku hanya menyusahkanmu." Hyukkie meletakkan jarinya di mulut Hae dan mencium pipinya.

"Hae, jangan berbicara seolah aku tak melakukan kesalahan. Mianhe, telah menjauhkanmu dengan appa dan ummamu." Hyukkie hampir menangis jika saja Hae tak langsung mencium bibir merah itu.

Tak ada lagi kata-kata yang mereka ucapkan. Seperti semua telah melebur dalam ciumannya. Semua rasa bersalah, kesedihan dan luka di hati mereka, melebur bersama dengan cinta yang kini merasuk menjalar di hati mereka. Hae memeluk erat tubuh Hyukkie dan menggendongnya duduk di pangkuannya. Tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Malam natal yang hangat, mengalir didalam darahnya.

'You don't know how much I love You Hyukkie. I love you more than things that i could imagine.'

.

Mianhe, adegan KyuMin akuw Cut, kekekeke... Req buat besok, mau pilih Kyumin apa Hanchul ? Aku tunggu reviewnya...

.

.

T.B.C.

.

.

.

Jeongmal Gomawo buat : Chikyumin, 2093, Melani Kyumin ELFshawol, Hie, Arisa Ichigawa, Putry Boo, Jiji Love Yoyo, Yuya Love Sungmin, Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X, Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, Park KyuMin, Haemin, Princess Sachie, Yayank JewELF, Sung Hye Ah, Ms. Hyuk, Hyemin Punya Yesung, MeSunny, SparKyu BabyELF, ndok, Park SooHee, Ulfahaeteukkie, Yayang, Cupidshinee, honey 26, yuuya, Maykyuminnie, Jungminnies, Yayank JewELF, RiriSparkyu, Nam Seul Mi, Yemin, Kim Min Lee, Kyumin Tupper Story, Laven agrava gaciall, Ikhaosvz, Superol, Jewel Lee Aihara, Lianzzz, Merli, Meong, ndok, Cha, Choi Min Hwa, Ulfaaahae, and temen laen yang dah review GOMAWO ^_^