SNOWDROP
Author : Rainy Heart
Length : Series
Rated : M
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
And other SUJU and DBSK member
Pairing : KYUMIN and Other Pair
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#
Genre : Romance / Drama
Warning : LEMONADE, Boy x Boy / BL / YAOI, M-Preg, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Summarry : "...aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran..."
Phuih…! (Ngelap Keringet) Pada Kurang panas yah…?
Nih, Aku kasih hadiah buat readerdeul yang baek hati
LEMON KYUMIN
Mianhe Jika kurang HOOOOTTTT !
HAPPY READING
TETAP PEGANG PRINSIP 3 D (DIBACA, DIRESAPI DIBAYANGIN)
oooSNOWDROPooo
Chapter 15
.
"Ommo ! Minnie ...!"
Kyuhyun terkejut melihat seseorang berjalan menggoda ke arahnya. Namja cantik yang berjalan seduktif mengigit bibirnya dan mengedipkan mata genitnya mendekati Kyu yang masih terdiam, terpesona. Lee Sungmin, sudah mengenakan hadiah dari Ummanya. Sebuah lingerie hitam yang sangat seksi yang jatuh ditubuhnya. Menunjukkan setiap lekuk tubuh indahnya yang montok dan terbentuk seksi, hingga putih kulitnya terlihat indah dibalik balutan lingerie hitam yang sungguh transparan. Lingerie yang hanya bisa menutupi pantatnya saja dengan bahan renda dan kain yang sangat tipis. Kyu berusaha sekuat mungkin menahan nafsunya. Ia menelan salivanya banyak-banyak melihat pemandangan indah didepan matanya. Sungmin menarik Kyu dalam pelukannya dan melingkarkan lengannya di pinggang Kyu. Ia lalu berbisik lirih ditelinga Kyu. "Am I too hot to handle nae baby Kyunie ?" Lalu Sungmin menjilat telinga Kyu pelan, membuat sang empunya merinding tak karuan merasakan darahnya yang mendidih seketika.
Kyu berusaha menahan nafsunya, ia ingin mengetahui apa lagi yang akan dilakukan Sungmin padanya. Sungmin menjilat lagi telinga Kyu dengan lembut dan sedikit menggigitnya. Ia mengarahkan tangan Kyu agar meremas bokongnya yang kini tak memakai apapun. Sungmin memang hanya memakai lingerie tanpa underwear.
Junior Kyu yang sudah menegang bergesekan langsung dengan junior Sungmin. Tangan Sungmin sudah terampil membuka ikat pinggang dan kaitan celana panjang Kyu. Ia menurunkan celana Kyu hingga terbebaslah junior yang kini sudah mengacung menggoda Sungmin.
Sungmin kembali mengeratkan pelukannya pada pinggang Kyu dan menggerakkan pinggulnya, membuat junior mereka saling bergesekan.
"Ouuuhhhh...hhhh..." Sungmin melenguh dengan kegiatannya sendiri. Junior mereka saling bergesekan dan ditambah dengan Kyu yang semakin meremas kuat pantat Sungmin, membuat Sungmin semakin menggila.
"Kyuhhh...I need you so hard akhhh..."
"Do you teasing me baby Min ? Huhhhh…"
Kyu memulai kegiatan panas mereka. Meremas kuat bokong Sungmin dan menjilat lembut lehernya, sementara Sungmin tengah memainkan lidahnya di telinga Kyu. Posisi mereka masih berdiri ditepi king size bed mereka. Lampu kamar yang sedikit gelap dan dengan kondisi kapal yang tenang diatas air, membuat suasana sangat mendukung semua yang akan mereka lakukan malam ini.
Kyu menggesekkan juniornya dan meremas kuat bokong Sungmin. "Lebih keras Kyuhhh, akhhh… pintar baby Kyunnie."
Sungmin mendongakkan kepalanya, membuat leher putihnya terekspose bebas. Kyu segera menyerangnya, membuat begitu banyak kissmark di leher putih Sungmin. Menghisap kuat setiap inchinya, menjilat dan menggigit adam apple Sungmin. Jari tangan Kyu tengah asyik memainkan nipple Sungmin. Dan tangan yang satunya masih sibuk meremas bokong kenyal Sungmin yang tersembunyi dibalik lingerie hitamnya.
"Ukhhhh… Terusshhh Kyuniehhh, akkhhhh…" Sungmin terus meracau tak jelas. Tangan Sungmin tak kalah aktifnya tengah meremas rambut Kyu, melampiaskan rasa nikmat yang melanda tubuhnya.
"Kyuh….Ohhh, aku tak tahan lagihhh."
.
Brukkk…
.
Sungmin mendorong Kyu hingga jatuh ke kasur mereka. Ditindihnya Kyu dengan tubuh mungilnya. Menciumi wajah Kyu dengan kasar dan ganas. Kyu hanya bias terus tersenyum dalam hati. Sama sekali tak pernah terpikir bahwa Sungmin akan seagresif ini.
"Ouchhhh… akhhh… Nikmath… akhhh terus Minnie…. Akhhhaa…"
Kyu hanya bisa terus melenguh, merasakan lidah nakal Sungmin yang bermain di nipplenya. Entah sejak kapan kemejanya sudah terbuka hingga dengan bebas Sungmin mengerjai dada Kyu. "Ukhhh…. Akhhh… lebih keras chagi…"
Lidah Sungmin tengah memainkan nipple Kyu. Dijilati dan dihisapnya, sesekali menggigit kecil menggoda. Tangan Sungmin yang lain tengah meremas kuat junior Kyu, memberikan servis terus menerus membuat Kyu menjerit keenakan.
Bosan dengan nipple Kyu, jilatan Sungmin turun ke perut Kyu. Menggigit dan menghisap kecil perut rata Kyu, memberikan begitu banyak kissmark. Memainkan lidahnya di pusar Kyu dan terus menjilat ke bagian bawah perut Kyu hingga menemukan junior Kyu yang sudah sangat tegang.
Sungmin memainkan lidahnya, menusuk lubang junior Kyu yang tengah mengeluarkan precum. Menusuk dan menjilati lembut kepala junior Kyu. Tangan Sungmin sibuk memanjakan twinsball Kyu.
"Ukhhh… Cho Sungmin, cepat masukkan. Jangan menggodaku."
Tapi Sungmin masih bertahan, ia terus menjilati junior Kyu dari pangkalnya. Menjilat juniornya, terkadang memberi gigitan kecil, mengurut pada urat junior Kyu. Terus menggoda Kyu tanpa mengulum juniornya. Menghisap twinsball Kyu dan menggigitnya kecil. Kyu hanya bisa terus berteriak frustasi karena kejahilan Sungmin. Lidah Sungmin hanya menjilati junior Kyu terus menerus, tanpa mempedulikan teriakan frustasi dari suaminya.
Kyu sedikit duduk untuk bisa menggapai juniornya, ia sudah tidak tahan lagi dan harus segera cum. Namun saat tangannya hampir sampai pada juniornya, Sungmin menghentikan kegiatanya menjahili Kyu dan menatap tajam kearah Kyu.
"Kyu, 'Kyuhyun junior' itu milikku. Kau tak boleh menyentuhnya sendiri."
"Tapi Minnie chagi, akuhhh… akhhhh… good, faster baby Min… hell yeahhhh…"
Sungmin langsung mengulum junior Kyu. Menghisapnya kuat, memasukkan seluruh junior itu hingga ia hampir tersedak sendiri. Menghisap kuat dan menggesekkan giginya pelan pada kulit junior Kyu. Sungmin melakukannya dengan cepat dan terus menerus.
Seakan tak kehabisan tenaga, Sungmin masih sempat menjepit nipple Kyu dan tangan yang satunya memainkan twinsball Kyu.
"Ouhhh… kenapa kau sangat hebat chagi, akhhh ini nikmathhh sekalih... akahhh…"
Sungmin menaikkan kepalanya, menghisap kuat ujung junior Kyu, membuat tubuh Kyu menggelinjang hebat merasakan nikmat yang terus di berikan oleh Sungmin.
"Faster… akhhh hampir keluar…"
Sungmin mempercepat gerakannya, dan terus menghisap kuat junior Kyu. Hingga akhirnya junior Kyu menembakkan spermanya di dalam mulut Sungmin. Dengan segera Sungmin mencium Kyu, berbagi cairannya. Mencium dengan ganas, menghisap dan saling bertukar saliva. Melilirkan lidah dan saling mendorong. Sungmin terus berusaha mendominasi ciuman mereka.
Kyu sudah merasakan tubuhnya memanas kembali. Dengan sigap, Kyu membalikkan posisi dan menindih kuat tubuh Sungmin, ia sudah benar-benar panas sekarang. Dirobeknya lingerie tipis yang membalut kulit putih Sungmin. Diremasnya kuat dada Sungmin yang semakin terlihat montok dan berisi. Ia menggesekkan juniornya dengan junior Sungmin.
"Hati-hati… akhh, dengan perutkuhhh Kyuhhh."
"Akh, mianhe. Hampir saja lupa."
Kyu merobek semua lingerie mahal dari Ummanya hingga terlihatlah tubuh polos Sungmin yang sangat menggoda. Dikecupnya pelan perut Sungmin. "Biarkan appa memberikan Ummamu sedikit pelajaran chagi, karena Ummamu telah berani menggoda appa."
Sungmin hanya tersenyum malu mendengar perkataan Kyu. Dengan cepat Kyu mengulum junior Sungmin dan menghisapnya kuat. "Kyuhhh… akhhh Kyuhhh…"
Sungmin meremas kuat bantalnya dan melengkungkan tubuhnya, merespon tindakan Kyu. Kyu terus menghisap junior Sungmin, menekan lubang juniornya menggoda Sungmin. Gigi Kyu menggesek kulit junior Sungmin seperti memberikan sengatan pada tubuh Sungmin. Tangan Kyu masih setia meremas kuat dada Sungmin dan sesekali menjepit nipplenya. Merasakan junior Sungmin yang mulai berkedut, ia mempercepat temponya, menghisap kuat dan mengocok pangkal junior Sungmin dengan tangannya.
"Akhhhhh…. Kyuhhhh !"
Sungmin orgasme untuk yang pertama kalinya. Kyu membiarkan spermanya mengalir hingga membasahi hole Sungmin. Kyu mengoleskan sperma Sungmin pada juniornya yang tengah mengeras dan dengan satu hentakkan memasukkan junior besarnya kedalam single hole Sungmin.
"Pabo ! Sakiiit Kyuhhh !" Sungmin menangis merasakan sakit yang luar biasa pada holenya.
"Mian chagi, aku sudah tidak tahan lagi."
"Aish.. kau ini kebiasaan sekali." Meski agak kesal, Sungmin berusaha membiasakan tubuhnya dengan junior Kyu yang semakin membesar. Setelah beberapa menit, " Bergeraklah."
Kyu mulai menggerakkan pinggulnya, menggenjot pelan hole sempit Sungmin. Dia mencium bibir merah Sungmin dan melumatnya pelan dan lembut. Ia sangat hati-hati, takut akan melukai baby yang ada didalam perut Sungmin.
Namun seperti tak sehati, Sungmin yang mulai terbiasa dengan junior Kyu malah mulai menggerakkan pinggulnya berlawanan arah dengan genjotan Kyu. Kyu melepas ciumannya dan menyeringai pada Sungmin.
"Tak tahan eoh ?"
Sungmin memalingkan wajahnya, menghentikan kegiatannya. Malu ? Tentu saja. Namun sepertinya Kyu sangat bernafsu sekarang. Ia mengangkat kedua kaki Sungmin ke pundaknya hingga junior Kyu terasa penuh menusuk ke sweet spot Sungmin.
"Akhhh… there.. Ouch fuckk.. akhhh Kyuhhh deep…eer"
Sungmin terus meracau menikmati genjotan Kyu yang dalam dan juga keras menusuk sweet spotnya terus menerus. Kyu menarik juniornya dan menghentakkannya kuat kedalam hole Sungmin.
Nafasnya tengah memburu, keringat Kyu sudah menetes. Dan Sungmin meremas bantalnya hingga tak berbentuk lagi. Tubuh Sungmin menggila, karena Kyu masih saja bias bertahan meski ini sudah 30 menit ia melakukannya. Sungmin saja sudah cum 2 kali.
"Kyuhhh, kenapahhh lama sekalihhh… akkhhh.. akhhh…"
"Chagi, sebentar lagi." Kyu lalu memiringkan tubuh Sungmin hingga juniornya benar-benar terjepit sekarang. "Ouhhh… kau nikmath Minnie.. akhhh…ahhhh"
Kyu terus menggenjot juniornya kuat dan meremas bokong kenyal Sungmin. Ia merasakan Sungmin menjepit kuat juniornya dan dinding hole Sungmin tiba-tiba saja memijit kuat junior Kyu.
"Oukkkggghhh, kau nakal chagi…"
"Akuhhh keluar Kyuhh… akhhh !" Sungmin sudah orgasme lagi. Merasakan juniornya sudah mulai berkedut Kyu menggenjot kuat hole Sungmin dan menusuk sweet spot Sungmin terus menerus.
"Minnie akhhh !"
"Ukhhh, akhirnya… !"
"Apa yang berakhir ?" Kyu membenarkan posisi Sungmin dan menjatuhkan tubuhnya disisi Sungmin tanpa melepaskan juniornya. "Kau pikir sudah selesai ? Hemm ?"
Sungmin menoleh ke arah Kyu dan menatapnya tajam. "Jangan katakan kau akan melakukannya lagi."
"Aku tak akan melakukannya lagi. Tenang saja chagi."
"Jadi, keluarkan 'itu' sekarang ?" Sungmin menunjuk kearah bawah karena merasakan tanda bahaya di sekitar holenya.
Tapi Kyu hanya tersenyum kecil dan mulai menjilati lekukan leher Sungmin. "Kyuhhh, cepathhh akhhh… Kyuhh !"
Sungmin meremas kuat rambut Kyu dan menekannya, Kyuhyun tersenyum dalam hati merasakan Sungmin yang seakan menerima ajakannya untuk memulai ronde baru dalam permainan mereka.
"Nakal sekalihhh, Kyuhhh… hentikan !"
Tapi Kyu malah mulai mengangkat tubuhnya dan menggenjot pelan juniornya yang semakin menegang dan membesar didalam hole Sungmin.
"Kyuhhh, akhhh… please… akhhh…"
Kyuhyun terus menggenjot juniornya dengan cepat. Lidahnya menjilat liang telinga Sungmin, memberikan sensasi nikmat yang berlipat mendera tubuh Sungmin. Tak peduli dengan rasa asin kulit Sungmin yang basah karena keringat, ia menjilat leher Sungmin dan menghisapnya lagi.
"Kyuhhh… akhhh… Kyuhhhh."
Kini Kyuhyun memusatkan perhatianya pada junior Sungmin yang menganggur. Dikocoknya dengan cepat seiring dengan genjotannya. Namun kejahilan Kyuhyun mulai keluar dengan jempolnya yang menutup ujung junior Sungmin, menahannya untuk cum.
"Kyuhhh, please… akhhh…"
Tapi Kyu lagi-lagi hanya menyeringai nakal dan terus mengenjot hole Sungmin. Sungmin yang semakin tersiksa terus mengelinjangkan tubuhnya. Ia meremas kuat dadanya sendiri.
"Kyuhhh… akhhh please…"
Melihat Sungmin yang sudah sangat tersiksa, akhirnya Kyu melepaskan jempolnya dan menggenjot keras dan dalam juniornya hingga akhirnya ia juga merasakan juniornya yang berkedut dan semakin menegang.
"Minnie…akhhh !"
"Kyuhhhh….!"
Akhirnya, Kyu jatuh lemas menimpa tubuh Sungmin. Nafasnya berat berhembus di telinga Sungmin.
.
oooSNOWDROPooo
.
Pulau Nami
.
Pulau cantik nan romantis, meski ditengah dinginnya salju. Kyu dan Sungmin sudah sampai di Villa mereka. Sedikit beristirahat, Sungmin yang seakan tak mengenal lelah mengajak Kyu untuk berjalan-jalan menikmati pemandangan di Pulau Nami.
"Chagi, makanlah dulu. Aku tak ingin kau makan ramen lagi. Jadi biarkan pelayan memasak untukmu."
Sungmin hanya mengangguk pelan. Ia memang sudah sedikit bosan makan ramen terus menerus. Mereka duduk di ruang makan, menanti menu sarapan mereka. Secangir cappucino hangat untuk Kyu dan satu gelas besar pregnant milk untuk Sungmin. Masalah kembali dimulai.
"Kyu, waeyo ? Aku tak suka vanilla. Waeyo, kau memberiku vanilla."
Kyu hanya menghela nafasnya, "Berikan yang rasa coklat." Segera saja pelayan menggantinya dengan rasa coklat. "Nah chagi, sekarang minumlah." Tapi Sungmin tak kunjung meminumnya. "Waeyo Minnie ?"
"Kyu, bantu aku meminumnya." Sungmin pervert mode on. Kyu hanya bisa tersenyum dan menggeleng tak percaya dengan tingkah Sungmin. "Kalian semua, tinggalkan kami dan kembali ke villa kalian."
Tak butuh waktu yang lama untuk semua pelayan pergi. Kyu segera meminum susu Sungmin dan menahannya di dalam mulutnya. Ia mendekat dan mencium bibir Sungmin. Menyalurkan susu yang ada di dalam mulutnya. "Emmm... Mashitta !" Sungmin menjilat sisa susu di bibir Kyu.
Mereka melakukannya hingga satu gelas besar susu Sungmin habis. "Gomawo nae Kyunnie. Kau appa yang baik." Sungmin mencium pipi Kyu.
"Nde, nae cheonsa yang pervert." Sungmin hanya tersipu mendengar julukan baru untuknya.
.
.
Sekarang hari menjelang sore, Kyu dan Sungmin tengah berjalan diantara tumpukan salju di depan villa mereka. Menikmati pemandangan indah sebuah pulau bernuansa winter sonata. "Kau suka tempatnya Minnie chagi ?"
"Nde Kyu. Ini indah sekali, dan sangat romantis. Coba kita kesini saat musim semi, pasti lebih indah."
"Tapi musim semi tahun depan, kita pasti akan sibuk dengan kelahiran aegya kita." Sungmin hanya mengangguk. "Nah, ayo duduk disini." Kyu mengajak Sungmin duduk disalah satu bangku dan mengambil beberapa genggam salju. Membuat boneka salju kecil. "Minnie, kau pernah menontonnya dalam winter sonata tidak ?"
"Yang bagian mana ?"
"Bagian yang duduk disini. Membuat boneka salju bersama, sangat romantis."
Sungmin mencubit lengan Kyu dan menggandengnya. "Hei, kenapa kau jadi romantis begini ? Seperti bukan dirimu saja."
Kyuhyun lalu beranjak dari duduknya dan mengajak Sungmin berjalan lagi. "Aku hanya ingin berubah Minnie. Aku tidak mau nanti aegya kita meniruku terlalu banyak. Sekarang saja, sangat terlihat kau berubah Minnie."
"Mwo ? Jeongmallayo ?" Sungmin menatap Kyu penuh tanya. Mata cantiknya mengerjap imut, dan bibirnya merah sangat menggoda. "Nde, memang kau lama-lama terlihat sepertiku dan sedikit seperti Umma. Pervert dan shopaholic."
"He...em, entahlah. Aku juga sedikit merasa seperti itu Kyu. Aku terkadang merasa sangat panas dan sedikit bernafsu untuk melakukan 'itu' jika melihatmu. Membayangkannya saja bisa membuat seluruh tubuhku panas dingin." Sungmin menatap wajah Kyu malu-malu dan tangannya mulai memainkan mantelnya. Ia menunduk menyembunyikan wajahnya. "Dan mianhe, aku menghabis-habiskan uangmu karena kebiasaan baruku. Sungguh, terkadang aku benar-benar tak bisa mengontrolnya Kyu. Mianhe."
Kyu menghentikan jalannya dan memeluk Sungmin. "Aku tidak apa-apa Minnie chagiyya. Karena kebiasaanmu itu sama dengan Umma, aku bisa memakluminya. Meski sedikit melelahkan terus mengikutimu kesana-kemari seperti tak mengenal lelah." Kyu sedikit menunduk, menyamakan wajahnya menatap Sungmin. Ia menyeringai nakal dan mencium sekilas bibir Sungmin, "Tapi jujur, aku suka pervy Minnie. Sangat sexy dan panas. Am I too hot to handle baby Kyunnie ?" Kyu menggoda Sungmin dengan menirukan gaya Sungmin tadi malam. Mendengar itu Sungmin mencubit kecil pinggang Kyu. "Dasar kau, pervert !"
Mereka lalu melanjutkan berjalan ke villa mereka. "Kyu, kita akan kesini lagi 'kan ?"
"Nde, tentu saja. Tapi setelah Sunghyun dan Minhyun lahir."
"Sunghyun dan Minhyun ?"
"Nde, nama untuk kedua aegya kita." Kyuhyun tersenyum dan menoel sedikit hidung Sungmin.
Sungmin tersenyum dan mengangguk manis. "Baiklah, setelah Sunghyun dan Minhyun lahir." Sungmin mengusap perutnya yang sudah sedikit menonjol, "Chagi, kita akan pergi kesini lagi bersama appa. Kalian suka tidak ?"
Kyu hanya tersenyum melihat tingkah Sungmin. Tiba-tiba saja angin dingin berhembus kencang, "Ayo, disini dingin Minnie. Lagipula hari sudah mulai gelap."
Kyu mengeratkan mantel Sungmin dan menggandeng tangannya, membimbingnya pulang ke villa. "Kyu, siapa bilang aku mau jalan kaki sekarang ?" Kyu mengernyit heran mendengar kata-kata Sungmin. "Jadi ?"
Sungmin membentangkan kedua tangannya dan tersenyum. "Give me a piggy ride back Kyuhyunie."
"Mwo ?" Kyuhyun hanya bisa berkaget ria. Biar bagaimanapun Sungmin bertambah berat setiap harinya dan Kyu bertambah kurus karena sedikit tertekan dan pusing dengan semua kebiasaan Sungmin. "Hem, baiklah. Piggy ride ya ?" Kyu lalu berjongkok dan bersiap menggendong Sungmin. Sungmin terus tersenyum dan melingkarkan lengannya pada leher Kyuhyun. Ia menyandarkan kepalanya pada punggung Kyu. Menghembuskan nafas hangatnya. "Saranghaeyo Kyuhyunie."
"Mianhe, aku tidak mencintaimu."
"Mwo ?" Sungmin mengangkat kepalanya dan menjitak pelan kepala Kyuhyun. "Mana boleh kau bicara begitu padaku. Harusnya kau bilang nado saranghae Cho Sungmin."
Kyuhyun hanya terkekeh pelan menanggapi kemarahan Sungmin. "Hei, aku jadi ingat saat kita masih bersekolah dulu. Kau selalu saja keras kepala dan selalu menolak panggilan Cho Sungmin. Sekarang malah kau sendiri yang memanggil dirimu Cho Sungmin. Nyonya Cho Sungmin, istri dari Tuan Muda Cho Kyuhyun. Bukankah terdengar bagus Minnie-ah."
"Ahniyo. Sama sekali tidak bagus. Aku bukan yeoja Kyuhyunie. Aku ini namja. Mengapa kau suka sekali memanggilku Nyonya ? Butler Kim saja memanggilku Tuan Muda Cho Sungmin."
"Kau ini uke chagi. Kau itu yang jadi yeoja dalam hubungan kita. Kyuhhh... Akhhh teruss Kyuhhh... Deepeeerr... Akhhh..."
"Kya ! Berhenti menggodaku !" Sungmin memberontak dalam gendongan Kyu dan memukul pelan punggung Kyu. Tapi Kyu seakan tak peduli, dia tetap menirukan suara Sungmin.
"Atau yang seperti ini chagi. Akhhh Kyuhhh, biarkan akuhhhh cumm, akhhhh... Kyuhhhh..."
"Kya ! Berhenti menggodaku Kyuhyun !"
.
Natal cerah di Kota Seoul
.
"Wah, tak kusangka rumah kalian bagus sekali. Bagaimana bisa kalian membangun rumah diatas bukit begini ?"
"Tentu saja bisa."
"Tapi, kenapa terlihat seperti ada yang aneh dengan Wookie. Kenapa dia terus saja memakan ice cream di luar. Udara sedang dingin Yesung. Kau tak menyuruhnya masuk."
"Bukan aku tak menyuruhnya masuk Hyukkie. Tapi dia tidak mau masuk. Dia seperti itu sejak pagi tadi, sebelum kalian kesini. Dia sudah seperti itu. Ini lebih baik, dia hanya makan ice cream. Saat aku tak memberinya ice cream, dia pernah memakan salju."
"Benarkah ?" Hae yang sedari tadi sibuk melihat tingkah Wookie akhirnya ikut berbicara. "Memangnya dia kenapa ? Sampai seperti orang yang mengidam saja. Atau dia memang hamil, seperti Minnie ?" Hae menduga dan dugaannya memang tepat. Yesung tersenyum dan mengangguk.
"Benarkah ?" Haehyuk langsung sedikit tersentak dan menatap Yesung tak percaya. "Nde, usia kehamilannya baru beberapa minggu. Mungkin hanya berjarak beberapa hari dari Sungmin."
"Omo !" Hyukkie berteriak heran. "Ini sungguh keajaiban natal."
"Nde, seandainya saja kau hamil, pasti hubungan kita tak akan sesulit ini chagi." Hae menggumam pelan yang masih bisa didengar Yesung dan Hyukkie.
"Memangnya kenapa dengan hubungan kalian ? Apa appa dan ummamu masih belum menyetujuinya Hae ?"
Hae hanya mengangguk pelan. Dapat dilihat dengan jelas, raut wajahnya yang sedih dan sedikit takut. "Aku hanya takut, jika sampai akhir nanti Appa dan Umma tetap tak merestui kami."
"Bagaimana jika kalian menanam ini di rumah kalian. Bukankah rumah Hyukkie itu toko bunga. Tanam saja, pasti ada keajaiban natal malam ini." Wookie mendekat dan menyerahkan satu pot kecil yang penuh dengan bunga Snowdrop. "Wookie baby." Yesung langsung membimbing Wookie yang masih asyik menjilati ice creamnya dan satu tangannya membawa pot bunga Snowdrop. Yesung lalu mendudukkan Wookie di pangkuannya, membuat sepasang namja didepannya menjadi iri dengan kelakuan mereka berdua.
"Nde, semoga saja natal bisa memberikan keajaibannya pada kami. Aku jadi teringat Sungmin. Ia selalu meminta bunga Snowdrop pada appa. Meski dirumah kami punya bunganya, tapi aku akan tetap membawanya. Gonawo Wookie-ah." Hyukkie mengambil satu pot bunga Snowdrop itu dan memangkunya.
"Bunga Snowdrop ini berbeda dengan yang ada dirumahmu. Percayalah Hyukkie-ah."
"Nde, semoga saja." Hae menggumam pelan. Sangat terlihat ia sudah sedikit putus asa.
.
.
"Kau yakin Hae ? Kau benar-benar yakin jika aku juga bisa hamil seperti Sungmin dan Wookie ?" Hyukkie bertanya pada Hae yang kini memangkunya. Mereka tengah asyik menatap hujan salju yang turun perlahan dari balkon kamar Hyukkie. Orang tua Hyukkie masih belum pulang, hingga memungkinkan mereka berdua terus sepanjang natal. "Aku yakin Hyukkie. Percayalah, The Great Santa pasti akan memberikan hadiahnya pada kita." Hae mencium leher Hyukkie, menghisap aromanya. Hyukkie memejamkan matanya, menikmati perlakuan Hae. "Saranghae Lee Hyukjae."
Hyukkie mengangguk pelan, menutup matanya, menikmati hembusan nafas hangat Hae dilehernya. "Nado saranghae Lee Donghae."
.
.
Skip Time
.
"Minnie chagi, hentikan atau tidak !" Sungmin hanya menggeleng menanggapi omelan Kyu sore itu. Ini sudah bulan Juli, mendekati kelahiran aegya mereka. Namun Sungmin masih saja suka sekali berbelanja. Kini mereka masih berada di supermarket milik keluarga Kyu. Sungmin tengah memasuki area toys and kids shop. Ia sibuk mengambil begitu banyak buku hingga kaset musik lullaby. Meski semua untuk baby mereka, bukan berarti Sungmin bisa menggotong semuanya dan memindahkannya ke rumah mereka, kamar mereka tepatnya.
"You see Kyunnie. Ini Mother Goose series, sangat bagus dan musiknya juga ceria. Minhyun dan Sunghyun pasti akan sangat menyukainya."
Kyu yang sepertinya sudah kehabisan tenaga hanya bisa mengangguk lemah. "Terserah kau sajalah chagi."
Sungmin semakin menggila. Ini bukan tanpa sebab, ini semua karena Heechul. Mereka memang menjadi partner belanja sekarang.
Flashback On
.
.
Sore yang indah di bulan Mei. Terlihat namja cantik tengah sibuk membaca bukunya. 'Mom and baby.' Satu namja lain sibuk menatap layar PSP kesayangannya, sesekali mengangguk mendengar pernyataan namja manis di pangkuannya. Kyu memang tengah duduk di sofa nyaman yang terletak di ruang keluarga, memangku kepala Sungmin yang masih sibuk membaca bukunya. Yeoja cantik dengan lesung pipi di ujung bibirnya tengah duduk merajut benang membuat sweater hangat untuk kedua aegyanya.
Satu namja lain, sibuk menatap layar laptopnya. Sesekali menikmati kopi hangat yang setia menemaninya. Namun perhatian semuanya teralih saat tiba-tiba saja, Cho Heechul berdiri dengan senyumannya dan berjalan menuju kamarnya. Ia kembali dengan membawa sesuatu di tangannya, wajahnya menyunggingkan senyuman tak jelas. Ia lalu mendekati Sungmin dan memintanya untuk duduk. Mengusap lembut perut besar Sungmin dan menciumnya.
"Halmeoni sangat menyayangi kalian."
"Nde Umma, mereka juga menyayangi Umma." Heechul mengusap rambut Sungmin dan menyingkap poni di dahinya. "Umma ada sesuatu untukmu."
"Umma, apa ini ?" Sungmin mengernyit heran menerima amplop kecil dari Heechul. Heechul hanya tersenyum manis pada Sungmin dan menatap tajam pada Kyu dan juga Hangeng yang memang kini tengah menatap tajam padanya. Sementara Teukki hanya bisa menggelengkan kepalanya, pasrah melihat tindakan Heechul. "Bukalah chagi, umma tahu kau sangat membutuhkannya. Dan mungkin kau akan sangat menyukai hadiah Umma."
Sungmin meletakkan bukunya, dan segera saja membuka amplop itu. "Mwo ?" Sungmin mengerjapkan matanya imut. Ia menatap kartu berwarna biru dengan logo UOB di sudutnya. "Kredit card ?"
Heechul mengangguk mantap dan tersenyum manis pada Sungmin. "United Overseas Bank. Kau bisa melakukan semua transaksi dinegara manapun chagi."
Sungmin langsung memeluk Heechul erat, "Gomawo Umma !"
"Aish, habislah sudah sekarang. Bisa-bisa aku kurus kering menemani Minnie di supermarket."
"Ini bukan masalah tagihannya, tapi lebih ke rumah kami. Bagaimana dan dimana nanti akan diletakkan semua barang yang dibeli dua orang shopaholic ini ?" Namja tampan itu mengurut keningnya seraya menatap keseluruh rumahnya yang sudah seperti taman bermain. Sedangkan yeoja cantik yang sedari tadi duduk diam hanya bisa mengelus dadanya, membatin. 'Kangin-ah, sebenarnya Sungmin itu meniru siapa ?'
.
Flashback End
.
.
Seorang yeoja cantik tengah berdiri menatap jendela luar sebuah kamar di lantai dua. Ia menggenggam cincin emas putih bertahta batu safir biru berbentuk hati. Menggenggamnya kuat, sesekali mencoba mengusap air mata yang terus saja turun perlahan.
Seorang namja tampan berjalan ke arahnya dan memeluknya dari belakang. Mencium lembut leher yeojanya dan menggigitnya pelan. "Stop it Yunie."
Namja itu menghentikannya dan mengajak istrinya duduk di kasur itu. Mengambil foto Hae kecil saat pertama ia masuk ke kindergarten. "I Know you miss him much more than i do, Boo."
"No, i'm not."
"Terimalah pernikahan mereka, semuanya akan lebih mudah Boojae." Yunho mencoba mengambil cincin dalam genggaman Jaejong. Namun sayang, jaejong masih setia dengan keputusannya. "I'll never do that Yunie. Jangan mencoba membujukku lagi."
"Tapi, Hyukkie sudah hamil Boo. Jadi apa lagi yang menjadi pikiranmu ? You miss him, don't you ?"
Jaejong menatap tajam suaminya. Biar bagaimanapun, dia dan Heechul adalah kakak beradik, hingga sifat mereka juga mirip. Yunho menelan salivanya banyak-banyak, jujur ia sedikit takut dengan Jaejong sekarang. "Aku tidak merindukannya Yun. Tidak sama sekali. Dia saja tidak peduli padaku, untuk apa aku mempedulikannya." Jaejong memakai kembali cincinnya. "Lihat, ini cincin yeoja bukan namja. Dan kebodohan terbesar Hae adalah membuat aib bagi kita. Dia menikahi namja, dan itu semua karena kau Yun."
Jaejong menghapus air matanya kasar, ia benar-benar kesal sekarang. "Kau yang menyetujui mereka. Kau yang mengijinkan mereka menikah. You do all of that silly things on your own. You just push my baby Hae into a verry deep hole Yunnie. How do you pull him out huh !" Jaejong mulai kesal dengan tingkah Yunho yang mulai merestui hubungan aneh putranya itu. "You never even care about me. How much that things hurt me ? You never even care 'bout that things Yunnie. Hikss... Hikss... You much not now how deep i love him."
Yunho hanya memeluk kuat Jaejong dan mencium lembut pucuk kepalanya. Ia tahu, semuanya memang begitu berat untuk istrinya. "I know you love him Boo, and I care 'bout that."
.
.
Setelah memastikan Jaejong tidur, Yunho segera mengambil ponselnya dan menelfon seorang namja diseberang sana.
"Hae-ah."
"Nde appa, bagaimana ?"
"Mianhe chagi, Ummamu masih belum bisa menerima kalian."
"Hmmm, gwenchanayo Appa. Suatu saat nanti Umma pasti bisa menerima kami."
"Nde, jaga Hyukkie baik-baik." Yunho mematikan telfonnya dan ikut tidur disisi Jaejong.
.
.
"Bagaimana Hae ?" Namja cantik dengan kaos putih longgarnya duduk disis Hae. Menatap penuh harap pada namja yang sudah menjadi suaminya sejak lima bulan yang lalu. Hae mengusap pelan perut Hyukkie dan mengecupnya. Menyingkap kaos Hyukkie dan berusaha mendengar detak jantung aegya mereka. "Lee Eunhae, ini appa chagi."
Kehamilan Hyukkie, memasuki usia 6 bulan. Mereka sudah menikah, meski hanya dengan restu dari Yunho. Semua fasilitas Hae sudah kembali, termasuk keuangannya. Kini ia dan Hyukkie tinggal bersama di apartemennya, tentunya atas seijin ibu mertuanya. Junsu sangat khawatir pada Hyukkie. Ia selalu datang meski hanya untuk memasakkan makanan yang sehat untuknya.
Hae melirik meja makan, semuanya masih utuh, menandakan Hyukkie tidak jadi menyantap dinner mereka. "Yunho appa mengatakan apa padamu Hae ?" Mendengar pertanyaan Hyukkie, Hae kembali menurunkan kaos Hyukkie dan menatap lembut namja cantik di hadapannya itu. "Makanlah dulu chagi, kau pasti belum makan." Hae mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tapi Hae ak..." Belum selesai dengan kalimatnya, Hae sudah berjalan menuju meja makan. Ia mengambil mangkuk dan sup. Ia duduk di dekat Hyukkie kembali, mencoba membujuk Hyukkie untuk makan. "Aaaahhh... Ayo buka mulutmu chagi."
Tapi Hyukkie masih diam, "Katakan padaku Hae ? Meski nantinya tidak menyenangkan saat mendengarnya, aku akan mendengarkannya Hae." Hae terdiam sekilas, ia menghela nafasnya.
"Umma belum menyetujui hubungan kita. Dia masih teguh pada keputusannya." Hae mengatakannya tanpa menatap wajah Hyukkie. Dan memang, seketika saja Hyukkie berubah muram saat mendengarnya. "Mengapa Jae Umma begitu membenciku Hae ? Mengapa dia tetap tidak mau menerima pernikahan kita ?"
Hae meletakkan mangkuknya dan membimbing Hyukkie untuk duduk di pangkuannya. Memeluknya erat, mencium aroma tubuh Hyukkie. Hae mengusapkan kepalanya pada leher Hyukkie dan memberikan butterfly kiss di leher indahnya. "Ssshhhttt... Tenanglah chagi."
Inilah cara Hae menenangkan Hyukkie. Hae tahu, Hyukkie hampir menangis saat ini. Hae terus melakukannya hingga terdengar isakan kecil yang menghentikan aktifitasnya.
"Hiks...hikss... Aku takut Hae, aku takut...hikss..."
"Uljima Hyukkie-ah. Semua akan baik-baik saja. Tenanglah."
"Bagaimana nanti jika Eunhae lahir ? Akan sangat menyedihkan jika halmeoninya sendiri sangat membencinya." Hyukkie mengusap lembut perutnya yang membesar.
"Itu tidak akan terjadi, percayalah padaku."
Namun, Hyukkie terus saja meracau tak jelas. Pikirannya teramat berat sekarang. "Aku tak apa jika Umma tak menerimaku, tapi tidak untuk Eunhae. Aku tak bisa menerimanya Hae, Eunhae pasti akan sangat terluka. Hiks...hiks... Bagaimana dengan Eunhae ? Bagaimana dengan aegya kita ?"
Tangis Hyukkie semakin menjadi, hatinya teramat sakit karena penolakan Jaejong yang hingga kehamilannya mencapai usia 6 bulan sekarang, Jaejong tetap menolak kehadiran Hyukkie dalam garis keluarganya.
Hae memegang kedua pundak Hyukkie yang masih duduk di pangkuannya, "Lihat aku Hyukkie." Hyukkie mengangkat wajahnya dan menatap wajah tampan dihadapannya. Hae mengusap lembut pipi basah Hyukkie dan mencium leher putihnya sekilas. "Kau percaya padaku bukan ?"
Hyukkie mengangguk pelan, "Jadi, jangan terlalu memikirkan Jae Umma. Arasseo ?"
Hyukkie kembali mengangguk. "Baiklah, sekarang kau makan. Hae meraih mangkuknya dan bersiap menyuapi Hyukkie, namun Hyukkie masih saja menolak untuk makan. "Uljima chagiyya, jangan menyiksa dirimu sendiri atas semua ini. Ku juga harus makan, aegya kita juga butuh makanan."
Hyukkie masih saja membungkam mulutnya, menolak suapan dari Hae. "Baiklah, kalau begini, aku akan melakukan sesuatu padamu." Hae menurunkan Hyukkie dari pangkuannya lalu memakan suapannya dan bergegas mencium Hyukkie. Mau tak mau Hyukkie menelan makanan yang didorong oleh Hae kedalam mulutnya. "Enak bukan ? Dengan cara ini pasti terasa lebih enak."
"Dasar pervert !" Hyukkie menggerutu pelan dan tersenyum, Hae terus melakukannya hingga satu mangkuk makanannya habis. "Ingat, jangan menyiksa dirimu sendiri dan aegya kita. Kau tahu bukan Yunho appa sangat menyayangi aegya kita ?"
Hyukkie mengangguk pelan. "Dan aku juga sangat menyayangimu dan aegya kita. Jebal Hyukkie-ah, jangan menyiksa dirimu sendiri terus menerus."
Hyukkie mengangguk pelan dan memeluk Hae. "Sarangheyo Hae-ah."
"Nado saranghae, Hyukkie-ah."
.
.
Rumah Kyumin/Hancchul
.
"Bruk !"
Kyu menjatuhkan dirinya kasar diatas sofa di ruang tengah, ia baru saja pulang malam itu setelah seharian menemani Sungmin berbelanja. Dimana Sungmin ?
Dia sudah ada di kamarnya, kamar mereka yang juga kamar kedua aegyanya yang akan lahir nanti. Akhirnya, kamar Kyu selamat, karena Sungmin mau menggunakan kamar di sebelah kamar mereka untuk kamar aegyanya. Dengan sedikit puppy eyesnya, ia meminta Heechul untuk merobohkan dinding penyekat kamar mereka, sehingga kamar Kyumin menjadi sangat luas sekarang.
Kamar bernuansa pink dengan wallpaper berwarna soft pink bergambar baby rabbit yang lucu. Dua buah box bayi berwarna pink dan biru, satu rak penuh buku dongeng, satu rak lagi penuh dengan kaset lullaby. Ia bahkan sudah membeli baby walker untuk bayinya yang bahkan belum lahir. Dua ranjang kecil yang sudah disiapkannya disisi tempat tidurnya. Satu kabinet khusus, penuh dengan baju hasil serbuannya bersama Kyu dan Ummanya. Baju bayi untuk kedua aegyanya. Dan jangan lupakan, kamar mandi mereka. Sudah penuh dengan segala kebutuhan bayi, dari baby bathtub-nya sampai sabun dan shamponya. Segala macam lotion dan baby oil dengan segala merk ada di kamar mandi itu. Beralih kembali keluar. Sungmin tengah duduk manis menyandarkan tubuhnya di kepala kasurnya. Ia sudah menyalakan tapenya. Terdengarlah alunan merdu lullaby untuk aegya mereka nanti.
Ia tengah begitu menikmati suasana malam itu, hingga tiba-tiba saja rasa nyeri yang teramat sakit mendera bagian bawah tubuhnya. Ia meringis menahan sakitnya, "Kyunie ! Kyunie !"
Panggilan Sungmin memang keras, hingga membuat seluruh orang dirumah mereka terbangun, juga Kyu yang tadinya memang sedang berjalan ke kamar mereka, kini semakin mempercepat langkahnya. Ia membuka kamarnya dan menemukan Sungmin yang menggeliat tak nyaman. "Waeyo Minnie ? Kenapa kau berkeringat begini ?"
"Kyunnie, sakit. Hiks...sakit Kyunnie."
"Aigo, dia akan melahirkan. Bagaimana ini ? Hannie cepat telfon rumah sakit dan suruh mereka membawa ambulance kemari." Heechul langsung panik dan menyuruh Hangeng menghubungi rumah sakit, sementara Teukki menggenggam kuat tangan Sungmin dan menyeka semua keringatnya. "Tahan sebentar chagiyya, tahan ya."
"Umma, ini sakit sekali Umma."
"Sshhhh, tahanlah sebentar." Teukkie meninggalkan Kyu dan Sungmin di kasur mereka, ia dan Heenim mempersiapkan koper kecil Sungmin dan mengisinya dengan segala kebutuhan Sungmin. Hangeng ikut sibuk, menyuruh supirnya untuk menyiapkan mobilnya.
"Kyuhhh, appoyo Kyuniehhh hiks..." Sungmin sekarang memeluk erat tubuh Kyu. Sedangkan Kyu yang tak mengerti apapun hanya bisa membalas pelukannya. "Tenanglah chagi, tahan sebentar."
"Ayo Kyu, bawa Minnie ke bawah, sebentar lagi ambulance-nya akan sampai."
Dengan sedikit kepayahan, Kyu membawa Sungmin ke lantai bawah dan langsung menuju ambulance yang sudah menunggu didepan rumahnya. Di dalam ambulance itu hanya ada dia dan Sungmin. Sedangkan appa dan Ummanya naik mobil mereka sendiri.
Kyu menggenggam erat tangan Sungmin dan mengusap lembut keringat di dahinya yang terus keluar. "Tahan chagi."
"Tapi ini sangat sakit Kyunnie ... Hikss...hikss..." Sungmin terus menangis dan Kyu hanya bisa terus memberinya kecupan lembut untuk menenangkannya. "Sebentar lagi kita sampai rumah sakit, tahanlah chagi."
.
.
"Lakukan operasinya Hyun." Hangeng menyuruh sahabatnya untuk segera mengambil langkah apapun untuk mengeluarkan bayi yang ada di dalam rahim Sungmin. Biar bagaimanapun, Sungmin adalah seorang namja, jadi mau tidak mau, dokter akan melakukan operasi caesar. "Baiklah, mungkin sebelum aku memulai operasinya, Kyu ingin ikut denganku untuk melihatnya."
Kyu terlihat berfikir keras. Antara iya dan tidak. Ia memang ingin mendukung Sungmin selama proses operasi itu, tapi disisi lain, ia juga takut melihat Sungmin yang akan dioperasi nanti.
"Ehm... Ahjussi, aku..."
.
.
T.B.C.
.
.
Jawaban Review : (Beberapa aja dah...)
Mrs. Lee Hyukjae : Di Chap 1, appanya Sungmin meninggal coz kecelakaan pas masang lampu untuk pohon natal di supermarket Appanya Kyu
Jiji Love Yoyo : #Ketawa INNOCENT bareng Min Oppa ma Henry# Abis, author yadong akut... mianhe jika isinya NC mulu... namanya juga RATE M...
Mau Minta Pendapatnya nih. Kira-kira kalau aku bikin KyuMIn chibi, pada suka gag yah…. ? #Harus suka#
Jeongmal Gomawo buat : CHO SUNGHYUN, Kyumin NC, Yuminnie, Aurinz Soona, DICKyuMin, KyuHyunJiYoon, izumy-naimuchi, justELF, Perisai Suju, My Sparkyu, Little Cloud, Cloudsomnia 3424, Chosi Kyumin, Onew Jinki, SJ Little Fish, KeytaELF, Kyuanae, Ziacchi Love Sasunaru, May Kyuminnie, Black Sappire597,Wookppa Myhusband, Mega Kyu, Cho Devi, Putry Boo, Cho Yui Chan, Mrs. Lee Hyukjae, Chikyumin, 2093, Melani Kyumin ELFshawol, Hie, Arisa Ichigawa, Putry Boo, Jiji Love Yoyo, Yuya Love Sungmin, Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X (Maki Kisaragi), Merli, Jiji Love Yoyo, Dina Luv Kyumin , Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, Park KyuMin, Haemin, Princess Sachie, Yayank JewELF, Sung Hye Ah, Ms. Hyuk, Hyemin Punya Yesung, MeSunny, SparKyu BabyELF, ndok, Park SooHee, Ulfahaeteukkie, Yayang, Cupidshinee, honey 26, yuuya, Melanie KyuminELF shawol, Jungminnies, Yayank JewELF, RiriSparkyu, Nam Seul Mi, Yemin, Kim Min Lee, Kyumin Tupper Story, Laven agrava gaciall, Ikhaosvz, Superol, Jewel Lee Aihara, Lianzzz, Merli, Meong, ndok, Cha, Choi Min Hwa, Ulfaaahae, AND temen yang NO NAME and Readerdeul laen yang dah review GOMAWO ^_^
