SNOWDROP

Author : Rainy Heart

Length : Series

Rated : M

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

And other SUJU and DBSK member

Pairing : KYUMIN and Other Pair

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But Sungmin punyaku #plak#

Genre : Romance / Drama

Warning : LEMONADE, Boy x Boy / BL / YAOI, M-Preg, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Summarry : "...aku tak akan hidup saat bunga lain bermekaran namun aku akan mekar saat bunga lain telah berguguran..."

Please be patient with me...#pinjem puppy eyesnya Minppa#

JEONGMALL MIANHAMNIDA ! Updatenya LAMA... Ada yang nunggu ampe jamuran lagi, mianhe#Kekekeke# This is the END of story. Mianhe jika kurang greget... (cieh apadeh#bahasaluhthor#

Mianhe jika FF ini melulu NC, coz ini bener2 rate M and full of NC21.

Mianhe juga, jika ceritanya terkesan sangat amat garing and membosankan #authorsadardiri# Gomawo untuk yang tetep setia mau membaca apalagi me-Review fic gaje author gaje ini.

Sengaja story ini aku buat seringan mungkin tanpa masalah. Karena terlalu sayangnya aku sama Minppa sampai aku gag tega buat nyiksa dia meski di FF sekalipun. Semoga bisa menjawab semua pertanyaan yang ada di Mind readerdeul. Memang terasa hambar, but this is my story. Aku hanya terlalu mencintai seorang Lee Sungmin

Be patient with me please... Happy reading

oooSNOWDROPooo

Chapter 16

.

Kyu menggenggam erat tangan Sungmin dan mengusap lembut keringat di dahinya yang terus keluar. "Tahan chagi."

"Tapi ini sangat sakit Kyunnie ... Hikss...hikss..." Sungmin terus menangis dan Kyu hanya bisa terus memberinya kecupan lembut untuk menenangkannya. "Sebentar lagi kita sampai rumah sakit, tahanlah chagi."

.

.

"Lakukan operasinya Hyun." Hangeng menyuruh sahabatnya untuk segera mengambil langkah apapun untuk mengeluarkan bayi yang ada di dalam rahim Sungmin. Biar bagaimanapun, Sungmin adalah seorang namja, jadi mau tidak mau, dokter akan melakukan operasi caesar. "Baiklah, mungkin sebelum aku memulai operasinya, Kyu ingin ikut denganku untuk melihatnya."

Kyu terlihat berfikir keras. Antara iya dan tidak. Ia memang ingin mendukung Sungmin selama proses operasi itu, tapi disisi lain, ia juga takut melihat Sungmin yang akan dioperasi nanti.

"Ehm... Ahjussi, aku..."

"Jangan takut Kyu, ayo ikut denganku."

Hangeng melangkah mendekat pada Kyu. Memeluk putranya dan mengusap hangat punggungnya, mencoba menenangkan putra tersayangnya itu. "Nde Kyu, ikutlah dengan Hyun , yakinkan Minnie didalam. Dia pasti tengah gelisah dan takut."

Kyu melangkah ragu di belakang Dokter Kim. Sesekali ia masih menoleh kebelakang. Menatap pada kedua orang tuanya dan juga pada Teukkie. "Baby Kyu, tidak usah takut melihat darah. Kau ini sudah besar dan sebentar lagi menjadi Appa. Mengapa masih saja takut melihat darah ? Kau ini payah sekali."

"Umma, hentikan mengejekku." Kyu yang kesal menatap tajam pada Ummanya. "Umma ini selalu saja menyebalkan !"

"Aish, kalian berdua ini selalu saja." Yeoja cantik itu mengusap lembut punggung menantunya. "Jangan takut Kyu, pikirkanlah Sungmin, dia membutuhkanmu. Dan kedua aegya kalian pasti juga akan sangat senang bisa melihatmu saat kau menerima mereka dengan kedua tanganmu. Ayo Kyunnie, demi Sungmin dan kedua aegyamu. Mereka sudah menunggumu didalam."

Kyu mengangguk, masih setengah ragu dan takut. "Ayo ahjussi, aku ikut denganmu."

.

"Sangat menegangkan Hannie, aku berdebar. Akh, sebentar lagi rumah kita akan ramai dengan tangis baby."

"Bagaimana kalau kita buat satu lagi ?" Heechul menatap penuh tanya pada suaminya. "Maksudmu ?"

"Ya, kita buat satu lagi. Mungkin saja rahimmu ini masih bisa menampung satu baby seperti Kyu lagi. Akh, mungkin kali ini yeoja. Pasti akan sangat cantik sepertimu." Hangeng mengusap pelan perut rata istrinya.

"Aku sedang tak ingin hamil Hannie, jangan macam-macam."

"Tapi kau ingin 'itu'nya kan ?" Hanggeng mendekap kuat tubuh istrinya yang kini ia dudukkan di pangkuannya. "Aish... Dasar pervert. Sekarang turunkan aku Hannie. Ini rumah sakit. Kau selalu saja seperti ini, menggodaku dimanapun."

"Karena kau memang selalu saja berhasil membuatku tergoda. Ayolah, aku ingin kita juga punya baby. Setelah mengurus Kyu dan Sungmin kita bisa mengurus dan memulai pembuatan aegya baru kita. Bagaimana menurutmu ?"

"Ishhh... Hannie, hentikan menggodaku ! Lepaskan aku sekarang." Heechul menggeliat tak nyaman di pangkuan Hangeng, namun tetap saja Hangeng masih melingkarkan lengannya dengan indahnya di pinggang Heechul. "Yeobo, ayolah..."

"Hei Mr. Pervy hentikan ! Ini rumah sakit. Kau ini mesum sekali sih !"

"Biar mesum tapi suka kan ?" Hangeng mencium leher Heechul. "Ish, Pervert !" Akhirnya, meski susah payah Heechul berhasil melepaskn diri dari pelukan Hangeng. "Kau ini, bisa tidak ? Tidak melakukan hal seperti itu ditempat umum. Selalu saja membuatku malu."

"Sayangnya aku tidak bisa yeobo..." Hangeng mencoba beranjak dan mendekati Heechul. "Berhenti mendekatiku, ish... Kenapa aku bisa menikah denganmu ?" Heechul menggumam lirih berjalan menuju pintu ruang operasi, menemani Teukkie yang masih setia berdiri didepan pintu. "Pasti sangat menegangkan ya ?"

"Nde Heenim, sangat menegangkan. Rasanya sungguh satu keajaiban, bisa melihat Sungmin dan Kyu seperti ini. Tak pernah terfikir jika Sungmin bisa hamil dan langsung memberikan dua baby lucu pada kita." Teukkie terus menggumam yang disambut dengan anggukan Heenim. Mereka menatap ke dalam ruangan operasi melalui sebuah kaca kecil yang terdapat didepan pintu.

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

"Kyu, aku takut," Minnie menggenggam kuat tanganku. Tangannya begitu dingin dan terlihat jelas wajah pucatnya yang menyiratkan ketakutan.

"Aku akan membuatnya tetap sadar, obat bius tak baik untuk aegya kalian. Aku hanya akan memberi anestesi lokal padanya. Kau bisa melihatnya dan terus memberi semangat padanya Kyu."

"Nde Ahjussie." Aku kembali menatap Minnie Hyung, mencium keningnya yang penuh dengan keringat. Mengusap pelipisnya yang basah dan terus menghujani pipi putih kenyalnya dengan kecupanku. Tak aku pedulikan lagi tatapan aneh dari perawat dan dokter lain yang menangani Minnie hyung.

Sejujurnya, aku sendiri juga takut melihat operasi ini, dan untuk menghilangkan ketakutanku, sengaja aku menatap terus wajah cantik yang terus menatapku dengan mata sayunya. Tak ada satupun kata keluar dari bibir poutynya yang merah.

Tak perlu lagi ada kata-kata yang digunakannya untuk melukiskan betapa ia sungguh takut sekarang. Aku sudah tahu semuanya dari tatapan matanya, mata indah yang sayu menatapku. Tangannya yang menggenggam kuat jariku. "Sakitkah ?" Tanyaku padanya. Dia hanya menggeleng. Memang tak terasa sakit, tapi aku tahu ia sakit karena ketakutannya sendiri. "Kyuhh..."

Dia memanggilku lirih dan tersenyum padaku. "Yeoja dan namja. Cho Sunghyun namja, Cho Minhyun yeoja."

"Nde Minnie chagi. Sunghyun dan Minhyun. Keluarga kita akan utuh chagi. Bertahanlah, sebentar lagi, dan semuanya akan berakhir."

Dia mengangguk lemah, kembali aku mencium bibir pouty merahnya yang kerap ia gigit kecil. Sungguh, Minnie yang seperti ini membuatku semakin takut kehilangannya. "Saranghaeyo Kyuhyunie..."

"Nado Saranghae nae cheonsa..."

Tak ada lagi suara diantara kami. Hanya diam dan deru nafas Sungmin yang terdengar begitu berat. Sedikit aku beranikan diri melihat apa yang tersembunyi dibalik kain penghalang berwarna biru itu.

Hyun ahjussi tengah berusaha memulai operasinya. Kulihat ia mulai menyayat kulit putih Sungmin. Lapisan demi lapisan kulitnya yang aku sungguh tak bisa melihatnya lagi.

Benar-benar menakutkan. Aku tak sanggup melihat perut Minnie di sayat seperti itu. Cukup lama aku terus menatap wajah Minnie, tanpa ada rasa bosan sedikitpun untuk terus dan terus menatapnya.

Detik berganti menit dan berganti menjadi jam. Entah sudah berapa lama aku duduk dan terus menggenggam tangan Minnie hyung. Hyun ahjussi mendekatiku dan melepaskan maskernya sejenak, "Ayo, lihatlah aegyamu."

Aku melihatnya, satu baby merah dengan plasentanya. Aku bisa merasakan, jantungku berdebar kencang, aku mendekatkannya dengan Minnie. Kulihat dia tersenyum dengan sedikit buliran air mata di ujung mata cantiknya. Aku tahu, itu tangis bahagia. Aku tahu yang ada di kedua tanganku ini namja, dialah Sunghyun. Saat dimana aku menerimanya dengan kedua tanganku ini, mengusap lembut kulit merahnya adalah saat terbaik dalam hidupku. Matanya lembut menatapku, mata foxy khas milik Minnie yang sangat cantik. Perawat memintanya dariku, aku tahu aegyaku harus dibersihkan. Tinggal satu lagi. Minhyun, putriku. Kulihat Hyun ahjussi sedikit kesulitan melihat ia mengeluarkan banyak keringat di pelipis dan dahinya. Ia kembali melepas maskernya dan mendekat padaku. "Waeyo ahjussi ?"

"Untuk yang satu lagi, kurasa dia sedikit kesulitan untuk bernafas. Sabarlah Kyu."

Aku mengangguk lemah, mengetahui hal ini, sedikit banyak menambah kekhawatiranku pada aegya kami. Usia kehamilan Minnie hyung yang masih kurang beberapa minggu dari sembilan bulan, ditambah dengan sulitnya mengatur Minnie agar tidak terlalu banyak bergerak, kurasa itulah penyebabnya. Dan operasi caesar ini, tak boleh merenggut satupun dari ketiga makhluk cantik yang sangat aku sayangi ini.

Aku kembali mendekat dan duduk disisi Minnie hyung. Melepaskan sarung tangan yang penuh dengan darahnya dan mengusap pelan air mata yang mengalir dipipi Minnie. "Menangislah karena bahagia yeobo. Sedikit lagi, bertahanlah untukku dan aegya kita." Dia mengangguk dan tersenyum manis padaku.

Kulihat Hyun ahjussie kembali mendekatiku, dia membawa satu baby merah di tangannya. Aku menerimanya dengan hati yang penuh kebahagiaan. Aku menerima baby kami, mendekatkannya pada Minnie hyung. "Lihatlah Minhyun, dia menatapmu."

Bodoh memang, aku tahu, baby belum bisa melihat. Tapi aku tahu Minhyun pasti tengah menatap Ummanya yang sangat cantik ini. "Kami akan meletakkan yang ini dalam inkubator. Dia harus berada disana selama beberapa hari."

Perawat lain datang dan membawa pergi aegyaku. Aku kembali menatap Minnie, "Semuanya sudah berakhir Minnie. Dan kaulah pemenangnya, kau istriku yang hebat. Gomawo..."

.

.

Dan disinilah aku sekarang. Setelah memastikan Minnie tidur lelap di ruangannya bersama dengan Sunghyun dan ditemani Teukki Umma, aku pergi ke ruang baby. Menuju kotak inkubator dan menatap yeoja mungil yang tengah berjuang untuk bertahan hidup. Terdapat begitu banyak slang yang menempel ditubuh mungilnya yang masih merah. Bagaimana bisa dia menuruni penyakitku yang selalu payah jika bernafas dalam udara dingin. Aku menatapnya, dadanya naik turun lemah menandakan ia sedang berusaha keras untuk bernafas.

Hari ini sungguh satu hari yang penuh keajaiban. Penuh kebahagiaan dengan lahirnya dua malaikat kecil kami. Wajahnya begitu sempurna dan sangat mirip dengan Sunghyun dan Minnie, lengkap dengan bibir poutynya. Minhyun sangat cantik, ia tidur dengan tenang.

Aku kembali ke kamar Minnie dan menemukan Teukki umma yang tengah bersiap. "Umma akan pulang dulu. Kau disini, temani Sungmin. Nanti mungkin Heenim dan Appamu akan datang, jaga sungmin baik-baik."

"Nde Umma. Umma beristirahatlah. Umma pasti lelah." Aku memeluk ibu mertuaku yang sangat penyayang ini. Selama dua hari ini, dia yang mengurus Minnie dan sunghyun. Setelah mengantarnya ke pintu, aku kembali ke sisi Minnie. Mengambil baby kami di bed-nya dan meletakkannya disisi Minnie. "Kyu..." Suara lirihnya memanggilku lembut. "Nde chagi, waeyo ?"

"Bagaimana dengan Minhyun ? Apa dia baik - baik saja ? Dia pasti kesepian disana Kyu." Minni mengusap lembut tangan mungil Sunghyun.

"Dia akan sehat chagi, tidak akan kesepian karena aku akan selalu mengunjunginya. Tenanglah."

"Kami datang !" Hem, kehadiran mereka membuat suasana tenang kami berubah seketika. "Bagaimana kabarmu Minnie ?" Hyukkie mendekat pada Minnie. Seketika Minnie mengusap pelan perut Hyukkie yang sudah membesar. "Aku baik. Sangat baik malah. Bagaimana dengan Eunhae Junior di dalam sini ? Apa dia juga baik ?"

"Putra kami baik Minnie, dan dia sudah tidak sabar untuk keluar dari perut ibunya." Hae hyung memeluk Hyukkie didepan kami. Sedikit kasihan, melihat betapa susahnya perjuangan mereka.

"Apa benar, kau menemaninya saat operasi itu berlangsung ?" Aku mengangguk. "Nde Hae hyung. Setiap setailnya, dan aku tak akan melupakan saat itu."

"Wah, Yesungie aku juga mau kau menemaniku. Bagaimana ?"

"Baiklah, untukmu akan aku lakukan apapun." Yesung berwajah pucat, kurasa dia juga sedikit takut saat ini. "Hyukkie, ini bulan keberapa ?" Sungmin terus mengusap perut Hyukkie. "Bulan ke tujuh, dan sebentar lagi aegyaku juga lahir."

"Semoga dia membawa satu keajaiban Hyukkie." Hyukkie mengangguk "Nde, semoga saja."

"Kami datang !" Huh, benar-benar ramai. Sekarang empat orang ini merusak suasana kami. Sedikit melirik Hyukkie yang kini menggenggam erat tangan Hae Hyung. Aku tahu ia tengah ketakutan."Ommona ! Sunghyun cantik sekali. Dia mirip denganmu chagi." Entah mengapa, Ummaku yang satu ini selalu saja bertingkah narsis dan ekstrim. Ia menoel lengan Sunghyun, mencoba mengganggu tidurnya.

"Umma , jangan mengganggunya. Nanti dia bangun."

"Biar saja. Jae eonni, ayo kemari. Lihatlah betapa lucunya Sunghyun. Dia mirip sekali dengan Sungmin."

Meski dengan terpaksa, dia menuruti keinginan Umma. Aku tak menyangka sedikitpun, wajah lembut dan cantik ini bisa begitu keras hati. Jujur, aku kasihan melihat Hyukkie dan Hae hyung. Mereka terlihat begitu tertekan sekarang.

"Bukankah cantik dan tampan sekaligus. Wah, eonni bagaimana nanti aegya Hae ya ? Pasti Eunhae junior juga akan tampan dan cantik sekaligus." Kumohon, seseorang hentikanlah Umma. Dia sudah terlalu banyak bicara.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

"Sebaiknya kami pergi." Kulihat Wookie dan Yesung beranjak dari duduknya. "Wookie perlu banyak istirahat. Jaga dirimu baik-baik Minnie."

"Nde, terima kasih telah mengunjungiku."

"Kami juga akan pulang saja. Mianhe, mengganggu waktu istirahatmu Minnie. Nanti mungkin appa dan umma akan datang dengan Teukki ahjumma."

"Tidak 'kah kau ingin menemaniku lebih lama Hyukkie ?" Hyukkie hanya menggeleng. Ia sungguh canggung jika harus berhadapan langsung dengan Jaejong. Yunho menarik Jaejong dari sisi Heechul dan mengajaknya bicara. Ia mengarahkan pandangan Jaejong pada Haehyuk couple yang kini sudah keluar dari ruangan Sungmin. "Boo, ubahlah hatimu sekarang. Lihatlah betapa sedih wajah menantu di keluarga kita. Bandingkan dengan wajah bahagia Sungmin."

"Yunnie..." Jaejong menatap tajam pada suaminya. Seakan memastikan apa yang baru saja ia dengar. "Boo, kumohon padamu. Kasihani cucu kita yang ada di dalam rahim Hyukkie. Dialah penerus keluarga kita."

Sedikit kesal, Jaejong melangkah keluar meninggalkan semua orang di ruangan Sungmin. Yunho mengejarnya dan mendapatinya tengah berhenti didepan Haehyuk couple.

"Mianhe Umma." Hyukkie membungkukkan tubuhnya dan terus meminta maaf pada Jaejong. Namun seperti tak bergeming, Jaejong terus menatapnya tajam. "Umma, hentikan melihat Hyukkie seperti itu. Tidak bisakah kau merubah pikiranmu dan menerima kami ? Dia sedang hamil Umma, dan itu cucumu sendiri."

"Beraninya kau memarahiku Hae. Aku ini Ummamu, yang dengan segala kepayahan melahirkanmu. Mengapa kau memarahiku seperti itu." Jaejong sedikit terisak. Melihatnya, Hae sudah tak tahan lagi. Ia benar-benar rindu dengan wanita cantik yang ada didepannya ini. Ia memeluknya dan mengecup sayang pipi putih pucat Jaejong.

"Umma, kau mempersulit keadaan kita. Terimalah Hyukkie Umma, agar tak ada lagi alasan bagiku untuk takut memelukmu Umma."

Jaejong menangis dalam pelukan Hae. Betapa ia merindukan putra satu-satunya itu. "Anak bodoh ! Bagaimana bisa kau sejahat itu dengan Umma. Kau pikir aku tidak merindukanmu ? Kau tak pernah mengunjungi Umma meski kalian tahu Umma dan appa sudah di Korea. Kau keterlaluan Hae."

"Mianhe umma, aku hanya terlalu takut Umma akan memarahi dan semakin membenci Hyukkie." Jaejong melepaskan pelukannya dan menatap Hyukkie. Ada begitu banyak perasaan tak tergambarkan di pikirannya.

"Peluk dan restuilah dia Boo. Dia menantu kita, biar bagaimanapun namja inilah yang dipilih Hae." Yunho berjalan memegang kedua bahu istrinya yang masih bergetar karena menangis.

Antara berani dan takut, Hyukkie merogoh kantung mantelnya dan mengeluarkan sapu tangannya. Mengulurkan tangan, mencoba mengusap air mata di pipi putih yang pucat itu. Jaejong hanya diam. Dia tidak menolak perlakuan Hyukkie padanya. Tidak juga memarahi atau menatap Hyukkie dengan tatapan kebenciannya.

"Aku sangat menyayangimu Umma. Kumohon, jangan menangis karena kebodohanku. Mianhe, jika aku terlalu mencintai Hae dan merebutnya darimu."

Jaejong menghentikan kegiatan Hyukkie. Menangkap tangannya dan mengambil sapu tangan itu. Ia lalu mengeluarkan cincin putih yang melingkar di jari manis tangan kirinya dan meletakannya pada genggaman Hyukkie.

"Lahirkan Eunhae kecil untuk Umma. Rawat dan jagalah Hae untuk Umma. Mianhe..."

"Umma..." Hyukkie hanya bisa menangis tertahan dan memeluk erat Jaejong. Ia tak pernah berani bahkan untuk bermimpi sekalipun. Akhirnya ia diterima oleh wanita cantik yang kini tengah mengusap lembut perutnya itu. 'Terima kasih Umma.' Hae hanya bisa membatin dan menatap appanya. Kedua namja ini terus memperhatikan betapa sayang dan lembutnya Jaejong pada Hyukkie.

.

oooSNOWDROPooo

.

.

"Aigo ! Lucu sekali cucu Halmeoni ini." Heechul tengah menemani cucunya. Sunghyun dan Minhyun. Sementara Teukki tengah membuatkan susu untuk kedua cucunya. Jangan tanya kemana kedua orang tua dari baby kecil nan mungil ini. Mereka berdua tengah mengunjungi Hyukkie dan Hae yang baru saja pulang dari Jepang.

Karena kehamilan Hyukkie yang sedikit bermasalah, membuat namja cantik itu harus melakukan operasi caesar di Jepang atas rujukan dokter Hyun. Dan karena urusan bisnis keluarga Lee, akhirnya Hae dan Hyukkie menetap di Jepang hingga usia baby mereka memungkinkan untuk dibawa ke Korea.

"Aish... Jangan masukkan tanganmu kemulut baby." Heechul segera mendekat pada Sunghyun yang tengah mencoba memakan semua jari mungilnya. "Eih...a... a..." Sunghyun yang tengkurap berusaha mengambil mainan yang ada di depannya.

Minhyun tengah sibuk menatap mainan yang bergantung diatas bednya. "Aaa...! Eeee...!" Dia tertawa riang menatap mainannya.

Teukki kembali dari dapur, membawa dua botol susu formula. Ia menurunkan Minhyun dari bednya. Mendudukkannya di pangkuannya. "Time to take a nap baby." Namun sayang, Minhyun belum lelah siang itu. Ia terus saja menggeliat tak nyaman menolak susu yang disuguhkan Halmeoninya.

"Huwah, baru usia 10 bulan saja mereka sudah sangat lucu. Aku gemas sekali Teukkie." Heecul tengah menjaga Sunghyun yang mulai merayapi setiap benda di tepi kamar itu. Sepertinya juga Minhyun ingin mengikuti kegiatan Oppanya. Ia kemudian merangkak menyunggingkan senyumannya. Merayap menyusuri dinding dan lemari.

Teukkie mengambil satu soft toy berbentuk kelinci dan mengayunkannya jauh didepan kedua bayi kecil itu. "Ayo kemari, ayo siapa yang dapat hadiah dari halmeoni sekarang. Ayo kemari."

Sungguh tak terduga, dengan semangatnya Minhyun berjalan dengan cepat dan menabrak Sunghyun hingga mereka jatuh bersama. Menangis ? Tentu saja.

"Huwe... Uwee... Mammmammma... Huwe..." #idih nangisnya jelek banget#.

"Hahahahaha... Lihatlah ! Minhyun sangat aktif Teukki. Dia sangat pintar." Heechul segera menggendong Minhyun. "Sepertinya kau banyak menuruni Kyu. Kau nakal dan aktif. Juga maunya menang sendiri, tidak mau kalah."

"Nde, kau benar, dan Sunghyun itu sangat mirip dengan Sungmin kecil dulu. Dia sabar dan juga banyak diam." Kedua yeoja itu terus bermain dengan kedua cucunya. Suasana yang hangat dan ramai di rumah megah itu.

.

Skip Time

.

.

Dua tahun kemudian

"Ommo ! Ini melelahkan sekali. Hei, kalian ! Bisa diam tidak sih ! Cepat berikan pada Daddy."

Terus saja kedua bayi kecil itu merangkak cepat kemana-mana. Sesekali berdiri merayap memegangi apa saja yang bisa dijadikan pegangannya. Seorang namja lain sibuk dengan handycamnya , merekam semua kegiatan kedua aegyanya dan appanya.

"Aish, Minnie-ah. Mengapa sangat melelahkan sekali terus bersama mereka. Aku capek Minnie, kurasa mereka masih akan menggodaku terus. Seharusnya liburan kantor begini, aku akan bahagia menikmatinya. Tapi lihatlah kedua bocah ini, mereka merebut dua PSPku."

"Kyu, kalau kau mau rebut saja PSPnya. Coba saja kalau kau bisa menang dari kedua aegyamu."

Kyu terus mendengus kesal. Dia hanya punya dua PSP dan keduanya sudah berada di tangan mungil kedua aegyanya.

"Kya ! Jangan asal pencet Minhyun !" Kyu sesegera mungkin merangkak menuju Minhyun yang mencoba menyalakan PSP Kyu. "Kenapa kau suka sekali memainkannya. "Eihhh... Daddy..." Minhyun memainkan PSP itu tepat didepan wajah Kyu. Seakan menggoda Appanya untuk menarik PSP-nya.

"Kyu, lihatlah Sunghyun." Suara Sungmin mengalihkan perhatian Kyu. "Ahniya !" Kyu berteriak histeris saat Sunghyun mencoba memakan PSP kesayangannya yang masih penuh dengan foto sexy Sungmin. "Kukira, kau tak akan melihat foto itu lagi Kyu. Pasti PSP itu sudah rusak."

"Berikan pada Daddy Sunghyun." Kyu mencoba meminta baik-baik pada aegyanya. Ia menengadahkan tangannya dan tersenyum semanis mungkin. "No... Daddy..."

"Sunghyun sayang, berikan pada Daddy. Nanti rusak bagaimana." Tapi Sunghyun malah berdiri dan berlari ke bathtube yang ada di pojok kamar mereka.

.

Plung...

.

"Ahniya !" Kyu hanya bisa berteriak histeris. "Huahahahahaha... Habislah riwayat PSP kesayanganmu itu Kyuhyunie."

"Sunghyun ! Kau ini nakal sekali !" Kyu memasang wajah kesalnya. Ia menggenggam tangannya kuat. "Hehehehehehe... Daddy... Hehehehe..." Lihatlah baby itu tertawa innocent dan sedikit berjalan berjinjit mendekati Sungmin. "Good job Sunghyun."

"Minnie-ah, kau ini tega sekali. Hiks... PSP kesayanganku." Kyu meratapi PSPnya yang tengah berendam di bathtub baby mereka. Tamatlah sudah riwayat PSPnya. Ia lalu menatap pada Minhyun.

"Minhyun sayang, kau sayang pada Daddy bukan ?" Minhyun mengangguk, "Nde Daddy...Chun yang Daddy."

"Jadi berikan PSPnya." Minhyun kembali menggeleng. Ia kemudian berdiri mendekati Sungmin.

"Mummy... Mummy..." ia memanggil manja pada Sungmin menyodorkan PSP Kyu. Sungmin sudah bersiap menerimanya tapi... "Terima kasih cha..."

.

Brak...

.

"Ommona ! PSP ku !" Kyu berteriak histeris sambil memunguti PSPnya yang sudah pecah berkeping karena membentur dinding keras akibat dilempar dengan kasarnya oleh Minhyun.

"Holleee...holleee..." Minhyun naik ke punggung Kyu yang masih memunguti pecahan PSPnya dan menarik rambut ikalnya. "Hols... Hols..."

"Haishh... Harusnya mereka memang ada di sekolahnya. Kenapa juga play group itu libur setiap hari Sabtu dan Minggu."

"Ahkahakaha... Daddy... Hols... Hols... Mummy... Daddy Hols..." Sunghyun berlari ceria mendekati Kyu dan naik di punggungnya.

"Kalian pikir appa ini kuda apa !" Sungmin hanya bisa terkikik lirih seraya terus memegang handycamnya. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas sabarnya, mengingat dua aegyanya tengah naik dengan elitnya di punggungnya.

.

Rumah YeWook

.

"Kim Jongki ! Ayo cepat bereskan mainanmu." Seorang namja imut nan cantik tengah memarahi putranya yang masih sibuk menghamburkan mainannya. "Kya Jong Ki ! Kau dengar umma tidak sih ?"

"Sileo Umma. Umma... Umma..." Ia berlagak layaknya majikan yang tengah memerintah pembantunya untuk merapikan kamarnya.

"Rapikan sendiri anak nakal. Jong Wonie ! Kemari !" Wookie meneriaki suaminya yang tengah asyik membersihkan kolam kura-kuranya. "Kya ! Kim Yesungie !"

"Ndee...!" Ia berteriak menyahuti Wookie. Kemudian mengangkat tubuh Jong Ki. "Appa...ppa...ppa..."

"Nde Jong Ki. Jangan membuat umma marah. Nanti dia bertambah kurus. Sekarang, ayo appa bantu merapikan mainanmiu."

"Shileo...shileo..." Ia menggeleng cepat dan berlari menjauh dari Yesung. "Aish... Dia ini benar-benar membuatku lelah. Bagaimana bisa dia senakal itu. Selalu saja memberantakkan semua yang sudah aku tata rapi. Tidak lemarinya, box mainannya, rak sepatunya, sampai semua perlengkapan mandinya, dan jug..."

"Nenenene...nenenenene...nenenene..." Jong Ki tengah menirukan gaya Wookie yang tengah mengomel. "Ups..." Jongki menutup mulutnya menyadari sang Umma tengah menatapnya.

"Jong Ki nakal !" Wookie bersiap berlari menerkam putranya itu. "Akkhhhakhakha... Umma..." Jong Ki tertawa di pelukan Ummanya.

"Sudahlah Wookie, sebaiknya kita bersiap. Katamu kau ingin mengunjungi si kembar. Lagipula kita akan berlibur bersama mereka."

"Min... Min... Min..." Jong Ki berputar gembira saat mendengar jika dia akan mengunjungi sikembar. "Umma tak akan mengajakmu karena kau belum menjadi anak yang baik."

"But... Min... Min...Min..."

"Tidak ada Minhyun jika kau belum membereskan semuanya."

"Ppa...apppa...ppa..."

"Jangan bantu dia Yesungie, biarkan dia membereskannya sendiri."

"Huuhh...! Allaso...!" Akhirnya dengan sedikit berteriak karena kesal, Jong Ki merapihkan semua mainannya. "Good boy." Kata Wookie kemudian beranjak pergi menyiapkan barang-barang Jong Ki.

.

Rumah EunHae

.

.

"Kya ! Monyet kecil berhenti bergerak. Kau ini mau ikut tidak sebenarnya !" Hae sedikit membentak putranya yang selalu saja bergerak. Saat itu ia memang sedang memakaikan baju pada putranya itu. "Nyet...nyet...nyet..." Eunhae memonyongkan bibirnya seakan tak terima dikatai monyet oleh appanya sendiri.

"Jangan mengatainya Hae, biar begitu dia itu putramu."

"Moom... Jjang...jjang...jjang..." Dia memberikan dua jempolnya pada Ummanya. "Mommy tahu, kau memang sangat menyayangiku."

"Appa... Huhhh..." Dia memberikan jempol terbalik pada Appanya. "Sungguh menyebalkan kau litlle Hae !"

"Ahhhahahahaha...apppa... Akkhhahahaha..." Hae, tengah mencium dan menggelitik gemas pada putranya yang baru berusia dua tahun itu.

"Sudah hentikan Hae... Dia bisa menangis." Hyukkie merapikan bekal yang akan mereka bawa ke rumah Sungmin.

"Moom, ada Chunhyun ?" Eunhae menarik kaus Hyukkie yang kebesaran. "Nde tentu saja ada si kembar."

.

Ting tong... Ting tong...

.

"Itu pasti Halmeoni dan harabeoji. Ayo bersiap Junior. Buka pintunya untuk Appa."

"Nde ppa..." Eunhae berlari kencang dengan kaki mungilnya. Pantatnya yang kecil seakan tenggelam oleh besarnya celana panjangnya. Sepatunya berdecit dan terkadang ia kesusahan berlari meraih pintu yang mungkin berjarak lima meter lebih dari ruang tengah apartemen luas milik Hae.

"Mooni..." Eunhae berteriak girang setelah memencet tombol open pada pintu geser itu. Memeluk erat kaki Halmeoninya.

"Aigo, cucu Halmeoni tampan sekali." Jaejong mengangkat Eunhae dan menggendongnya.

"Tampan sekali cucu harabeoji ini." Kemudian mereka masuk dan duduk sebentar di ruang tamu. "Hae, Hyukkie berikan barang Eunhae pada Appa. Kami akan berangkat duluan."

"Aish, Umma memang pengertian sekali." Hae tersenyum senang dengan keputusan Ummanya. Ia mengantar kedua orang tuanya dan Eunhae ke pintu depan. "Junior, jangan nakal ya. Appa dan Umma akan datang kesana nanti sore."

"Allaseo appa ! Payy...payyy..."

"Huh ! Kenapa kau membiarkan Eunhae bersama Umma. Nanti Umma kelelahan Hae." Seakan tak mempedulikan ocehan Hyukkie, ia menyeret Hyukkie ke kamar mereka. "Waeyo Hae ?"

Hyukkie menatap aneh pada suaminya. "Masa kau tidak tahu. Jae umma saja tahu." Bagaimana tidak tergoda, hingga mertuanya saja terus tersenyum penuh arti menatap Hyukkie. Hyukkie, memakai kaus tipisnya yang kebesaran. Karena mereka akan berlibur ke Pulau Nami di musim panas ini. Sengaja ia memakai baju longgar dan celana selutut.

Tidak ada yang menggoda sebenarnya, jika saja bahan pakaian Hyukkie tidak setipis ini. "Kau terlalu panas untuk musim panas ini Hyukkie-ah."

"Mwo... Hae... Akhhh...hhh hentikan. Kita harus pergi Hae... Akhhh..."

Satu ronde untuk pagi yang indah di musim panas itu. Huah... Hidup ini memang indah.

"Akhhh... Hae... Akhhh..."

.

.

Rumah Hanchul / KyuMin

.

"Hannie, akhhh... Hentikan menciumku. Aku harus bersiap. Eonni sudah menungguku di bawah." Heechul terus berusaha menghindari kepervertan suaminya.

"Sedikit saja menciummu, akhh... Kau semakin cantik dengan dress itu Heenim. Sangat seksi. Tak akan ada yang berfikir kalau kau sudah mempunyai cucu." Hangeng terus saja menciumi bahu putih istrinya yang terekspose bebas menambah indahnya pemandangan.

"Hannie, akhhh hentikan..." Heenim hanya bisa terus menggeliat lemah menahan serangan terus menerus di lehernya. Tangan Hangeng tengah aktif menyusup kedalam rok mini Heechul.

Salahkanlah Umma kita yang satu ini. Dia terlalu modis dan menjaga tubuhnya, hingga tetap saja terlihat cantik setiap harinya.

.

.

"Kita akan berangkat sore nanti Wookie. Mungkin kau ingin istirahat dulu." Sungmin mengantar Wookie ke salah satu ruang tamu di rumahnya. Meninggalkan Kyu dan Yesung yang tengah menjaga keempat angel kecil di kamar KyuMin.

"Apa Hae dan Hyukkie tidak ikut ?"

"Mereka ada sedikit urusan. Kata Jae ahjumma, mereka akan datang sore nanti."

"Hem... Bagaimana perkembangan Minhyun dan Sunghyun. Mereka sehat ?"

"Nde Wookie, meski Minhyun masih alergi dingin, tapi dia yeoja yang kuat." Sungmin menemani Wookie di kamarnya. Saling berbagi cerita tentang baby mereka. Berbeda dengan keempat orang dewasa yang tengah sibuk bermain dengan keempat angel lainnya.

Suasana ramai yang tercipta menutupi berisiknya desahan kecil di kamar lama Kyu. Ya, Hangeng dan Heechul melakukannya di kamar Kyu. Tadinya Heechul mencari handycam Kyu tapi entah bagaimana ceritanya, Hangeng masuk dan langsung memeluknya dari belakang.

Sama sekali tak ada yang curiga ataupun sekali saja memikirkan dimana keberadaan pasangan ini.

Teukki datang bersama Yoochun dan Junsu. Langsung disambut oleh Sungmin dan Wookie. "Ayo Umma, ahjussi, ahjumma. Kita ke atas, disana ramai sekali."

.

.

Pulau Nami

.

.

"Wah...villanya luas sekali." Teriak Mereka bersamaan. Ini adalah villa baru milik keluarga Cho. Bersama beberapa pelayan, mereka akan menghabiskan waktu libur selama sebulan penuh di Pulau Nami. Mereka beristirahat sejenak. KyuMin bisa tenang menikmati liburan ini. Karena si kembar terus saja menempel dengan Teukki dan buttlernya.

.

.

"Aku sudah menepati janjiku Minnie. Kita bersama Sunghyun dan Minhyun ke Pulau Nami." Kyu berbisik lembut di telinga Sungmin. Saat ini, mereka sedang menikmati pemandangan malam yang indah dari balkon kamarnya.

"Nde Kyu, gomawo. Kau telah menjadi appa dan suami terbaik untukku." Sungmin mengecup sekilas bibir Kyu. Namun salahkanlah Mr. Pervert yang tengah sangat amat bernafsu hari itu. Ia langsung saja menarik kembali leher Sungmin dan memperdalam ciumannya.

Tdiak tanggung-tanggung, Kyu menggotongnya dengan mudah ke bed mereka. Terus menghujani tubuh sungmin dengan pelukan dan ciumannya. "Akhhh...Kyuhhh..."

.

FIN.

.

Gimana endingnya ? Gag gantung kan ? Hmm, mianhe jika ni story jadinya panjang banget kaya sinetron di Indonesia. Gomawo untuk yang udah selalu setia bersama author and ngeriview fic ini. Ada yang mau sekuel ?

Jawaban Review : (Beberapa aja dah...)

Secret admirer : Mianhe jika updatenya lama. Author bener-bener sibuk, kohon dimaafkan. #bow 90 derajat#

Sibum Lover's :Mianhe, untuk bikin Sibum, author belum dapet feelnya. Mianhe.

Jiji Love Yoyo :Memang sih terkesan datar ceritanya. Abis author sangat amat gag tega menyiksa seorang Lee Sungmin. I just love him so much.

Ury : Mianhe, jika terlalu banyak Nc, author kelewat yadong #hehehehe#.

Tunggu FIC terbaru aku, Chiken Soup for our familly, ini sekuel Snowdrop. Tapi kalau ada yang mau. Kalau gag ada yang mau, gag jadi aku post deh

Jeongmal Gomawo buat : Park Minnie, E.L.F, Ghea D'Liona21432, KMS akut, Mega Kyu, Dita9397 sunggie, Cho Devi, KeytaELF, fitri KyuminELF, jie hyun, Sibum Lover's, Secret admirer, snowdrop fans, gaemgyumin, Nana Sparkyu 4ever, CHO SUNGHYUN, Kyumin NC, Yuminnie, Aurinz Soona, DICKyuMin, KyuHyunJiYoon, izumy-naimuchi, justELF, Perisai Suju, My Sparkyu, Little Cloud, Cloudsomnia 3424, Chosi Kyumin, Onew Jinki, SJ Little Fish, Kyuanae, Ziacchi Love Sasunaru, May Kyuminnie, Black Sappire597,Wookppa Myhusband, Mega Kyu, Putry Boo, Cho Yui Chan, Mrs. Lee Hyukjae, Chikyumin, 2093, Melani Kyumin ELFshawol, Hie, Arisa Ichigawa, Putry Boo, Jiji Love Yoyo, Yuya Love Sungmin, Rule Violation, doradora dongdong, Kyuminlinz92, Kyoko Sato,Shin Ri Aoki, My Blackfairy, Jung Seonni, Minniegalz, Kyubule, Hyugi Lee, diitactorlove, Mutyotter, JiYoo861015, Meytha Shora Andriyan, WidiwMin, KyuMinnie, Rima Kyumin Elf, HeezepKyuminELF, Minyu, Sena, Kangkyumi,Miss A7X (Maki Kisaragi), Merli, Dina Luv Kyumin , Saeko Hichoru, Wulan Yeppo, honey26, Kyu Minnie, Jung Hana Cassie, Cho Kyuki, Yenni Gaemgyu, reader no name, Jirania, Park KyuMin, Haemin, Princess Sachie, Yayank JewELF, Sung Hye Ah, Ms. Hyuk, Hyemin Punya Yesung, MeSunny, SparKyu BabyELF, ndok, Park SooHee, Ulfahaeteukkie, Yayang, Cupidshinee, honey 26, yuuya, Melanie KyuminELF shawol, Jungminnies, Yayank JewELF, RiriSparkyu, Nam Seul Mi, Yemin, Kim Min Lee, Kyumin Tupper Story, Laven agrava gaciall, Ikhaosvz, Superol, Jewel Lee Aihara, Lianzzz, Merli, Meong, ndok, Cha, Choi Min Hwa, Ulfaaahae, Kyu Minnie, KyuHyunJiYoon, AND temen yang NO NAME and Readerdeul laen yang dah review GOMAWO ^_^