Disclaimer : Kuroshitsuji itu MILIKKU *Dirajam Yana Tobosho*
Cast : Sebastian M, Ciel P, Grell Stucliff.
Genre : Tentukan sendiri! *di timpuk*
Rated : T
Chapter: 1/?
warning : abal, gaje, alay, OOC, plot gak jelas. Don't like dOn't Read!
a Kuroshitsuji fict
Kuroshitsuji © Yana Tobosho
Story © Aizawa ichii & Eturn Misaki
enjoy!
"Sebastian" sebastian mendengar suara Ciel memanggilnya. Ia menoleh perlahan.
"Bocchan, a..apa yang anda lakukan? Ini sudah saatnya anda tidur" Ciel hanya memandang Sebastian. Ia melihat Ciel berjalan terhuyung ke arahnya. Reflek, sebastian menangkapnya.
"Young master, kenapa anda bangun? Angin malam tak baik untuk kesehatan anda" sebastian hanya mendapati ciel menatapnya lekat.
"Apa yang kau lakukan di sini? Melihat bulan, eh?" Tanya Ciel seraya menatap bulan yang bertengger manis di langit kelam. Malam ini bulannya penuh. Mengundang decak kagum bagi siapa pun yang memandangnya.
"Yes My Lord. Malam ini bulannya indah bukan? Cantik sekali" Sebastian tersenyum memandang Ciel.
"Tch, penghuni neraka tak pernah melihat bulan , atau di neraka memang tak ada bulan?" Ciel mengintrogasi. Sebastian hanya terkekeh mendengar pernyataan dari Ciel. "Apa yang kau tertawakan? Apa kau pikir kau pantas tertawa di hadapanku, hah?" Ciel mendelik kesal.
"Apa begitu asumsi anda terhadap warga neraka, nanti anda juga akan tahu." Sebastian menyeringai.
Ucapan dari Sebastian seakan menjadi sebuah pengingat. Saat ia mati nanti, Sebastian akan membawa nyawanya ke neraka, tempat para iblis bersarang.
Ciel terus memikirkan dirinya saat mati nanti. Ia tak akan pernah bertemu dengan kedua orangtuanya yang ada di surga. Ia justru tenggelam dalam lautan siksa neraka. Kontrak yang ia ikat bersama sang iblis tak bisa diputus. Permintaan Ciel untuk membantai seluruh musuhnya di penuhi oleh Sebastian dengan nyawa sebagai imbalan. Kekal di neraka.
Neraka mungkin tempat yang pantas bagi Ciel yang menjadi anjing ratu. Neraka juga sebanding untuknya yang telah bersekutu dengan iblis. Hanya neraka tempat yang akan menjadi tujuannya setelah ia mati.
"YUUHHHUUYYY"
Sebuah suara berisik membuyarkan pikiran Ciel akan kematian. Mata shapire Ciel membulat sempurna saat ia melihat seorang pria berambut merah tengah mengayunkan pedang ke arahnya. Sontak Sebastian segera menarik Ciel.
"GREELLL!" Pekik Sebastian.
"Sebbyyy-chan~" Pria yang merupakan Shinigami bernama Grell Stucliff lagi-lagi mengayunkan pedang ke arah Sebastian.
"Bocchan, kita harus pergi" Setelah menyelesaikan kalimatnya, Sebastian menggendong Ciel ala bridal style. Kemudian dari punggung Sebastian muncul sayap yang anggun dengan warna kelam, sekelam malam.
Tanpa mngantongi izin dari Ciel, Sebastian membawa Ciel terbang.
"IBLLIIISSS.. JANGAN KABUR!" Grell mengejar Sebastian yang kebur beserta majikannya. Grell terus mengejar Sebastian.
"Iblis, apa yang kau lakukan? Turunkan aku. Aku benci ketinggian!" Ciel meronta.
Sebastian tak menghiraukan ucapan Ciel. Yang ia lakukan hanya terus terbang menghindari kilatan dari pedang yang diayunkan oleh Grell. Sedikit saja ia lengah, maka ia akan tamat di tangan Shinigami idiot itu.
"Sebastian. Turuti kata-kataku" Ciel menatap kesal Sebastian.
"Maaf Bocchan, kalau anda turun di sini, anda yang akan menjadi sasaran Grell. Dan tamatlah anda" ujar Sebastian tanpa memandang wajah tampan Ciel.
"Apa kau tak diajarkan sopan santun oleh orangtuamu? Kalau berbicara, kau harus menatap wajah lawan bicaramu." cibir Ciel atas perlakuan Sebastian. "Hey, kau tak tuli kan Seb-... ARRRhgH" ciel menjerit saat Sebastian menambah kecepatannya.
"Kau bisa membunuhku, iblis rendah" Umpatnya.
"Maaf. Tapi kita terdesak My Lord"
.
.
.
To Be Continued
