CHAPTER 2
Akhirnyo sayo lanjutin ini ff ;A; ..Maap ya buat nyang nungguin ;w;
Silahkan dinikmati chapter dua yang juga cuma sekedarnya... OTL
"Roppi-san~ Roppi-san~" ucap Tsukishima riang sambil berjalan kearah ruang tamu, dimana Roppi sedang duduk dan menonton TV.
Hari itu sangat cerah dan Tsukishima ingin mengajak Roppi berjalan ditaman, tetapi..
"Ada apa, sih? Kau itu berisik sekali.." ucap Roppi yang merasa terganggu oleh suara Tsukishima.
Tsukishima terdiam. Ia jadi ingat kejadian tiga hari yang lalu ketika is tiba ditempat tinggal keluarga Orihara..
-FLASHBACK-
"Ah, aku sampai lupa. Kata Shizu-chan, kamu akan berada disini kira-kira satu minggu, ya?" tanya Izaya sambil memandang Tsukishima dengan mata merahnya.
Tsukishima mengangguk lalu menunduk. Ia takut dengan mata merah yang dimiliki oleh Izaya maupun Roppi.
"Jangan sungkan begitu~ . Shizu-chan sudah banyak bercerita tentangmu jadi kurang lebih aku bisa memahami tentang dirimu, Tsuki-kun.." ucap Izaya sambil tertawa dan menarik tangan Tsukishima untuk masuk keruangannya.
"Eh?"
"Sebenarnya aku tidak perlu diberitahu, sih..tapi menurut informasi yang kupunya, kamu itu pemalu, buta arah, penakut, dan alasanmu memakai kacamata adalah karena kamu terlalu sering membaca buku..apa aku benar..?" ucap Izaya sambil tersenyum kearah Tsukishima yan takjub.
"A-Ano..a-apakah anda-"
"Oh..dan aku tentu saja bukan stalker. Harap Tsuki-kun mengingat hal itu baik-baik.." potong Izaya sambil tersenyum lagi.
"T-Tapi darimana anda—"
"Aku dipanggil informan itu bukan hanya sekadar panggilan saja, Tsuki-kun~" potong Izaya lagi sambil duduk dikursinya.
KRING~!
Tiba-tiba telepon berbunyi.
"Hhh..Ini pasti Shizu-chan.." gumam Izaya sambil menekan tombol 'loudspeaker' pada teleponnya.
"Oi, flea! Adikku sudah sampai belum disana?" tanya suara yang ada diseberang sana.
Izaya tertawa dan berkata, "Kau khawatir sekali, Shizu-chan~ Apa jangan-jangan kau ini mengidap penyakit brother complex, eh~?"
"Sialan! Aku kan hanya bertanya! Lagipula kau tidak tahu betapa parahnya dia kalau tersesat!" seru orang yang tidak lain adalah Shizuo.
"Oh ya~? Boleh aku tahu?" tanya Izaya sambil memainkan sebuah pulpen ditangannya.
"Dia pernah nyasar naik pesawat dari Tokyo ke Amerika gara-gara dia salah beli tiket padahal tujuannya hanya ke Osaka." terang Shizuo.
Izaya terdiam lalu menatap Tsukishima yang gugup.
"Apa itu benar, Tsuki-kun?" tanya Izaya setengah tidak percaya.
Tsukishima hanya mengangguk malu sambil menunduk, mengingat kejadian itu mengakibatkan Shizuo harus ke Amerika untuk menjemputnya yang sedang berada dibandara dalam keadaan menangis ketakutan.
"Oh..dia sudah disana rupanya. Biarkan aku berbicara dengannya.." ucap Shizuo sambil menghela nafas lega.
"…." Izaya speechless.
"Flea? Kau disana?" tanya Shizuo bingung.
"..hah? Oh iya, iya, silahkan.." ucap Izaya yang baru saja sadar dari bengong(?)nya.
Tsukishima mendekat keara meja Izaya dan berkata, "Shizuo-nii? Ada apa?"
"Ah..Tsuki..syukurlah kau tiba dengan selamat. Aku Cuma mau bilang kalau aku akan pergi selama satu minggu jadi selama satu minggu ini kamu akan tinggal dirumah fle—maksudku Izaya. Kamu mengerti kan, Tsuki?" terang Shizuo.
"Iya, Shizuo-nii.." jawab Tsukishima sambil tersenyum.
"Oh iya, kalau misalkan Izaya macam-macam denganmu, kamu telepon saja kakak. Saat itu juga kakak akan segera kesana dan menghajar pria brengsek itu, oke?" ucap Shizuo yang entah kenapa terdengar agak horor.
"I-Iya, kak.." jawab Tsuki agak sweatdrop.
"Baiklah kalau begitu. Ingat, jangan merepotkan orang-orang dirumah itu, ya?" ucap Shizuo dengan nada yang lebih tenang.
"Iya, kak..Oh ya, kak.."
"Apa?"
"Selamat jalan dan hati-hati disana.." ucap Tsukishima sambil tersenyum.
"…ah. Tentu saja. Terima kasih, Tsuki.. Kalau begitu sampai jumpa minggu depan.." dan telepon dari Shizuo pun berakhir.
"Tsk tsk tsk..Shizu-chan ternyata memang brother complex.." ucap Izaya sambil menaruh gagang teleponnya lalu menoleh kearah Tsukishima. "Saa..Tsuki-kun..Jadi bagaimana caranya kamu bisa bertemu Roppi tadi?" tanya Izaya penasaran.
"Umm..tadi tanpa sengaja aku menabraknya dan.." Tsukishima lalu menceritakan kejadian tadi.
"Hmm..tapi sepertinya Roppi menyukaimu, Tsuki-kun~!" ucap Izaya senang.
"E-Eh? Tapi dia sepertinya malah membenciku.." ucap Tsukishima bingung.
Lagi-lagi Izaya tertawa.
"Tsuki-kun..Roppi itu tidak suka dengan mahkluk hidup paling indah di bumi bernama manusia. Sebisa mungkin dia akan menghindari pembicaraan atau bertatap muka dengan orang lain. Tapi kau malah bisa mengobati lukanya dan dia mau mengantarkanmu kesini..Itu tandanya Roppi tertarik padamu~" terang Izaya sambil tersenyum penuh arti.
-FLASHBACK END- (woh flashbacknya panjang bener yo? =w=)
"Umm..baiklah kalau begitu.. A-Aku pergi dulu, Roppi-san.." ucap Tsukishima sambil berjalan keluar dari apartemen itu.
Setelah Tsukishima keluar, Ropi berbalik dan memandang pintu keluar lalu menghela nafas.
"Sial.." gumamnya sambil mengutuki sifatnya.
Tsuki berjalan-jalan tak tentu arah sambil sesekali menghela nafas. Dia yakin sekali kalau keputusannya berjalan-jalan didaerah yang tidak ia kenal itu sangat buruk. Sekali lagi SANGAT BURUK. DIdaerah rumahnya saja ia tersesat, bagaimana disini? Oh, rasanya Tsukishima ingin sekali menelepon Shizuo dan memintanya untuk segera datang menjemput, tapi mana tega dia menelepon kakaknya yang tengah berada di luar negeri untuk menjemputnya dan membawanya pulang. Jujur saja, Tsukishima takut berada diapartemen keluarga Orihara. Izaya sih ramah walaupun agak aneh..baiklah, coret kata agak tadi. Belum lagi Roppi yang judesnya bukan main. Kata Shizuo, keluarga Orihara bukanlah keluarga yang berisi orang-orang baik. Tsukishima menggelengkan kepalanya. Ia tidak boleh berpikiran buruk tentang orang-orang yang saat ini masih dengan baik mau mengurusnya. Tapi tanpa sadar, selama Tsukishima berpikir, kakinya melangkah membawanya entah kemana.
"Sudah kuputuskan! Pulang nanti aku akan berusaha mengajak Roppi-san bercakap-cakap…? Loh? Aku…dimana?" gumam Tsukishima bingung sambil melihat sekelilingnya.
"Oh..aku tersesat lagi.." lanjutnya sambil menghela nafas.
"Hei, Roppi~ Tsuki-kun mana sih?" tanya Izaya sambil bermalas-malasan diatas sofa.
Roppi yang sebenarnya juga sedang menanyakan hal itu dalam pikirannya hanya menjawab singkat, "Tidak tahu."
"Hmm..apa dia tersesat lagi, ya? Ne, ne Roppi~ kau tidak khawatir padanya?" tanya Izaya dengan nada menggoda.
"Untuk apa aku khawatir padanya? Itu bukan urusanku.." jawab Roppi yang memang sebenarnya khawatir.
"Hee~ tapi menurut spekulasiku, kalau dia tidak dijemput sekarang, mungkin dia bisa sampai ke..engg..Sapporo?" gumam Izaya sambil tersenyum mencurigakan (?).
"…"
Roppi tidak berkata apa-apa. Dia segera bangkit dari duduknya dan pergi keluar dari apartemen itu.
Izaya melihat dari jendela, melihat Roppi yang berlari entah kemana untuk mencari Tsukishima.
"Ahahahaha! Ini benar-benar menarik.. Mungkin aku akan menahan Tsuki-kun sedikit lebih lama dari waktu yang seharusnya.." gumam Izaya sambil mengeluarkan telepon genggamnya dan menelepon seseorang.
Tsukishima berjalan menuju kearah taman terdekat dan duduk disebuah ayunan. Ia menghela nafas tertinggal dikamar dan dia tidak membawa apa-apa. Ia sadar kalau ini bukanlah kawasan tempat tinggalnya. Entah bagaimana nasibnya sekarang..
"Bagaimana aku bisa kembali ke apartemen Orihara-san?" gumam Tsukishima sedhi sambil mengayunkan ayunannya sedikit.
"Heeeeei! Heiwajimaaaaa!"
"Ng? Ada yang memanggilku?" gumam Tsukishima sambil melihat sekelilingnya.
Tak lama, muncul sosok Roppi yang sedang berlari dari arah pintu masuk taman.
"R-Roppi-san..?" ucap Tsukishima tidak percaya.
Roppi berhenti didepan Tsukishima sambil berusaha mengatur nafasnya.
"Kenapa..kau bisa ada disini..?" tanya Roppi sambil mengusap peluhnya.
"A-aku tidak tahu..tiba-tiba saja aku sudah ada disini.." jawab Tsukishima gugup.
"…Ini sepuluh kilometer dari apartemen…" ucap Roppi sambil menghela nafas.
"M-Maaf..aku sudah merepotkan.." gumam Tsukishima sambil menunduk.
Roppi hanya menghela nafas dan mengelus kepala Tsukishima dengan lembut.
"Sudahlah..yang penting aku sudah menemukanmu.." ucap Roppi sambil menggandeng tangan Tsukishima dan berjalan. Dipipinya terlihat sekilas semburat merah menghiasi kulit wajahnya yang pucat.
Tsukishima tersenyum lembut dan menggandeng balik tangan Roppi sambil mengikutinya.
Sementara itu, diatas sebuah gedung didekat taman tersebut..
"Hmm..jadi dugaanku benar.." gumam seseorang berbaju hitam dengan binokularnya sambil menyunggingkan senyumnya.
AKAN BERLANJUT KAPAN-KAPAN
Oke akhirnya saya update ini cerita yeah~ =w=/ *tebar2 konfetti*
TheMasochistDevil-san : I-Itu sudah saja lanjutin..a-ampun.. ;w; *ngumpet dibalik Tsugaru*
kay-san: Sudah~! =w=
Crescent-san : Ini..panjangan..sedikit.. .w. *plaaak*
Reviews are rabu~! 8DD
