CHAPTER 4

Hurrrrrr~~~ ;3; Maaf saya super lama updatenya! DDDX

Habis saya sibuk banget sama ulangan ;-;

Semoga reader masih tetap mau membaca ff saya ya.. ;w;


DAY 14

KRRRINGGGG!

"...nggg? Sudah pagi, ya..?" gumam Tsukishima sambil mematikan alarmnya dan menguap.

'...jadi aku akan berada disini selama satu bulan, bukan satu minggu..?' pikirnya sambil mengingat-ingat pembicaraannya di telepon kemarin dengan Shizuo..

-FLASHBACK-

"Loh? Shizuo-nii? Tumben menelepon.." gumam Tsukishima sambil mengangkat telepon genggamnya yang berbunyi.

"..halo? Tsuki? Err...aku minta maaf sebelumnya.." ucap Shizuo dengan nada bersalah.

"Eh? Memang ada apa?" tanya Tsukishima bingung.

"..sepertinya aku akan meninggalkanmu lebih lama dari waktu yang sudah ditentukan karena orang yang harus kami kejar entah kenapa sulit ditemukan.." jawab Shizuo pelan.

"Oh begitu...b-berapa lama?" tannya Tsukishima.

"Kurang lebih selama satu bulan.." jawab Shizuo.

"Begitukah? Baiklah..ungg..semoga pekerjaan Shizuo-nii cepat selesai, ya?" ucap Tsukishima sambil tersenyum.

"Un! Terima kasih atas pengertianmu, Tsuki. ...oh iya...si Izaya tidak melakukan hal yang macam-macam denganmu, kan?" tanya Shizuo yang sudah siap mengamuk kalau ada apa-apa dengan adiknya itu.

"T-Tidak, kok! Izaya-san sangat baik kepadaku!" ucap Tsukishima panik. Ia tentu tidak mau tuan rumah tempat yang sekarang ia tinggali ini dalam masalah.

"Syukurlah...ya sudah...sampai jumpa nanti, Tsuki.. Tenang saja, aku sudah bilang ke Izaya kok kalau kau akan disini lebih lama." ucap Shizuo.

"Baiklah..sampai jumpa, Shizuo-nii.."

-FLASHBACK END-

Hari ini adalah hari Minggu dan masih sekitar jam 6.30 pagi. Tsukishima keluar dari kamarnya setelah rapi dan mendapatkan Izaya yang sedang membaca koran diruang tengah.

"Ah, selamat pagi, Tsuki-kun~ Shizu-chan bilang kau akan tinggal bersamaku selama satu bulan, ya? Jangan khawatir..aku senang kok kau tinggal disini!" ucap Izaya sambil tersenyum.

"T-Terima kasih banyak, Izaya-san! A-Aku janji aku akan berusaha untuk tidak merepotkan Izaya-san dan Roppi-san..." ucap Tsukishima sambil membungkuk.

"Ah..bicara soal Roppi... Tsuki-kun rajin sekali pagi-pagi begini sudah bangun..tidak seperti seseorang yang saat ini masih tertidur pulas dikamarnya.." ucap Izaya sambil menatap kamar Roppi.

Tsukishima melihat sekelilingnya.

'Benar juga..biasanya jam segini Roppi-san sudah bangun, kok.' pikir Tsukishima bingung.

"Ne, ne, Tsuki-kun..bisa tolong bangunkan Roppi tidak? Aku harus bersiap-siap pergi untuk pekerjaanku~" ucap Izaya sambil melipat koran dan berdiri dari tempat duduknya.

"Tentu, Izaya-san.. dan selamat bekerja." ucap Tsukishima sambil mengangguk dan tersenyum.

Izaya tersenyum. Ia mengambil jaketnya dan berjalan kearah Tsukishima lalu mengelus kepala Tsukishima dengan lembut.

"Anak baik..pantas saja Shizu-chan sayang padamu.." gumam Izaya sambil tertawa kecil.

Tsukishima hanya menyembunyikan wajahnya dibalik syal karena malu.

"Kalau begitu aku pergi dulu~ sampai jumpa, Tsuki-kun!" ucap Izaya sambil berjalan keluar dari flatnya.

Setelah Izaya pergi, Tsukishima berjalan kearah kamar Roppi dan mengetuk pintunya.

"R-Roppi-san..sudah pagi..ayo bangun.." ucap Tsukishima pelan.

Tidak ada jawaban.

Tsukishima menghela nafas pelan dan membuka pintu kamar Roppi dengan perlahan agar sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.

"Roppi-san..?" gumam Tsukishima sambil mengintip dari balik pintu.

Karena masih tidak ada jawaban, Tsukishima melangkah masuk ke kamar Roppi. Ia berjalan sampai disisi tempat tidur dan menatap wajah Roppi yang sedang tertidur pulas.

'Wajah Roppi-san kalau tidur benar-benar damai dan manis..' pikir Tsukishima sambil tertawa kecil.

"Apa yang kau tertawakan, Tsukishima?" gumam Roppi tiba-tiba.

Tsukishima kaget. Wajahnya langsung bersemu merah dan dengan gugup ia menjawab, "T-Tidak ada apa-apa, Roppi-san! M-Maaf.."

Roppi menguap dan menatap Tsukishima dengan tatapan mengantuk.

"..untuk apa minta maaf?" tanya Roppi.

"K-Karena sudah membangunkan Roppi-san.." jawab Tsukishima pelan.

"Kau kan disuruh Izaya jadi ini bukan salahmu. Lagipula aku juga berniat untuk bangun..aku hanya menunggu Izaya pergi." jawab Roppi sambil bangun dari tempat tidurnya.

"Eh? Kenapa?" tanya Tsukishima bingung.

"Aku tidak mau dia mengejekku karena aku bangun siang. Lagipula aku tidak suka melihat wajahnya..menyebalkan.." gumam Roppi sambil menghela nafas.

"Ng? Tapi wajah Roppi-san dan Izaya-san kan miri-"

"Apa katamu?" potong Roppi menatap Tsukishima dengan tatapan tajam.

"T-Tidak jadi!" ucap Tsukishima takut.

Roppi menghela nafas kesal.

"Jangan pernah menyamakan diriku dengan orang yang punya cinta abnormal pada makhluk bernama manusia itu..lagipula apa sih bagusnya manusia? Mereka egois, jahat, dan suka semaunya sendiri..dan yang paling menyedihkan..aku adalah salah satu dari mereka.." ucap Roppi sambil tersenyum sedih.

"U-umm..tapi menurutku Roppi-san adalah orang yang menyenangkan!" ucap Tsukishima panik.

"Kau pasti hanya mengatakan itu untuk menyenangkan hatiku.." balas Roppi sambil menghela nafas. Ya, semua manusia melakukan hal itu.

"T-Tidak! Aku benar-benar berpikir seperti itu kok!" ucap Tsukishima dengan nada yang agak putus asa.

"Ya,ya..terima kasih atas komentarmu.." ucap Roppi sambil membereskan ranjangnya.

Tsukishima terdiam sambil memperhatikan Roppi. Dia berpikir bagaimana caranya agar ia bisa menyadarkan Roppi kalau tidak semua manusia itu jahat seperti anggapannya.

"…kita sarapan apa?" tanya Roppi setelah membereskan ranjangnya.

"E-Eh? Umm..tadi Izaya-san sudah membuatkan roti panggang.." jawab Tsukishima yang baru sadar dari alam pikirannya.

"..aku tidak mau makan makanan buatannya." jawab Roppi singkat.

"Loh? Kenapa?" tanya Tsukishima bingung.

"Setiap kali aku memakan makanan buatannya, aku pasti sakit keesokkan harinya. Kadang-kadang dicamput obat cuci perut lah, wasabi lah..kadang-kadang aku juga menemukan mata ikan dibawah mangkuk nasiku. Menyebalkan.." jelas Roppi kesal.

"J-Jadi Roppi-san mau makan apa?" tanya Tsukishima yang ber-sweatdrop-ria mendengarkan penjelasan Roppi.

"Apa saja boleh. Yang penting kau yang buat." ucap Roppi sambil membuang muka.

"Bahkan bila aku membuat roti panggang sekalipun..?" tanya Tsukishima pelan.

"Bahkan jika kau membuat roti panggang sekalipun..aku tidak peduli. Intinya aku akan memakan makanan buatanmu dan bukan buatan Izaya. Titik. Sekarang cepat buat. Aku lapar." ucap Roppi sambil melangkah kearah kamar mandi sambil membawa handuknya.

"B-baik!" ucap Tsukishima gugup sambil pergi ke dapur.

Roppi menatap Tsukishima sampai sosoknya menghilang dibalik pintu kamarnya. Ia menghela nafas dan bergumam, "Kenapa sih aku tidak bisa bicara lebih halus..?"


"Aku buat apa ya?" gumam Tsukishima bingung.

Ia berjalan kearah lemari es dan membukanya. Didalam sana ada miso, tahu, kaldu ayam, dan ikan salmon.

'Aku buat sup misoshiru dan ikan salmon goreng saja deh..' pikir Tsukishima sambil mengeluarkan bahan-bahan yang ia butuhkan.

Tak lama ia sudah mulai sibuk dengan kegiatannya didapur sampai-sampai ia tidak menyadari kehadiran Roppi yang memperhatikannya dari pintu masuk dapur sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

"Jangan terlalu banyak daun bawang ya..? Aku tidak terlalu suka.." gumam Roppi ketika ia melihat Tsukishima sedang memotong daun bawang.

"A-Ah baikl-?" Tsukishima menoleh dan menemukan Roppi tengah berdiri disamping lemari es.

"Roppi-san? Sejak kapan..?" Tsukishima bingung.

"Sejak kau mulai memotong tahu.."jawab Roppi singkat.

"O-oh..a-aku lanjutkan memasaknya, ya?" ucap Tsukishima sambil kembali memotong daun bawang.

Roppi mengangguk dan duduk disebuah kursi yang ada didapur. Ia memperhatikan tiap gerakan Tsukishima sambil terkadang memberitahukan Tsukishima apa yang ia suka dan tidak.

30 menit kemudian..

"Sudah jadi~! Silahkan makan, Roppi-san.." ucap Tsukishima senang sambil menaruh nampan berisi sarapan ala Jepang diatas meja makan.

"…itadakimasu.." ucap Roppi sambil mulai memakan sarapannya.

Tsukishima memperhatikan Roppi dengan seksama dan gugup.

"…."

"B-Bagaimana, Roppi-san?" tanya Tsukishima ragu.

"..tidak buruk.." jawab Roppi sambil memakan ikan salmon gorengnya.

"Benarkah? Syukurlah kalau begitu..a-aku senang…" ucap Tsukishima sambil tersenyum lega.

"…" Roppi berhenti makan dan menatap wajah Tsukishima.

"..? A-ada apa, Roppi-san?" tanya Tsukishima khawatir. Jangan-jangan dia salah memasukkan garam jadi gula.

"Kenapa kau tersenyum? Apa ada hal yang menyenangkan?" tanya Roppi datar.

"E-eh? Unn..aku tersenyum karena Roppi-san mau memakan makanan buatanku dan buatku itu adalah hal yang menyenangkan.." jawab Tsukishima dengan wajah yang agak bersemu merah sambil menyembunyikan senyumannya dibalik syal putih yang selalu ia kenakan.

"Benarkah? Aneh sekali.." komentar Roppi sambil memusatkan kembali perhatiannya pada sarapannya.

"M-mungkin itu aneh tapi entah kenapa bila melihat Roppi-san mau memakan makanan buatanku, hatiku seperti berbunga-bunga dan senyumku mengembang sendiri.." ucap Tsukishima sambil mencari kata-kata yang tepat.

"…" Roppi kembali berhenti makan dan menaruh sumpitnya lalu berdiri.

"E-Eh? Roppi-san mau kemana?" tanya Tsukishima bingung.

"Aku mau memasak untukmu.." jawab Roppi singkat sambil melangkah kearah lemari buku milik Izaya.

"T-Tapi aku sudah sarapan-"

"Roti panggang kan? Makan sedikit lagi tidak akan jadi masalah.." ucap Roppi tidak peduli.

"Uhh..tapi apa tidak merepotkan Roppi-san? M-maksudku, aku cukup kok sarapannya roti panggang saja..." ucap Tsukishima merasa segan.

"Tentu saja tidak. Aku melakukan ini demi diriku sendiri kok. Aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya 'perasaan senang' yang kau rasakan.." ucap Roppi sambil mulai mengobrak-abrik lemari buku Izaya. "Oh iya, kau mau makan apa?"

"Eh? Umm..apa saja boleh, kok!" ucap Tsukishima sambil memperhatikan buku-buku yang mulai berjatuhan ke lantai. 'Membereskannya pasti akan repot sekali...'

"Itu tidak membantu, Tsukishima… sebutkan secara spesifik. Aku bingung." ucap Roppi sambil mengelurkan semua buku masak yang dimiliki Izaya. Ya ampun, dia tidak pernah menyangka kalau Izaya benar-benar punya buku masak.

"..p-pancake.." ucap Tsukishima pelan.

"…kau benar-benar mau makan itu?" tanya Roppi sambil menatap Tsukishima.

Tsukishima mengangguk malu lalu menunduk, menyembunyikan wajahnya dibalik syalnya lagi.

Roppi melihat reaksi Tsukishima yang menurutnya..manis. Tidak. Menurutnya itu adalah hal termanis yang pernah ia lihat seumur hidupnya.

"Tsukishima, kemari.." ucap Roppi sambil menatap Tsukishima dengan tatapan datarnya.

"?" Tsukishima bingung tapi ia berjalan kearah Roppi.

Roppi menatap wajah Tsukishima yang tengah bersemu merah menatap balik Roppi dengan mata merah yang bisa dibilang hampir sama dengan miliknya dibalik kacamata yang sering kedodoran itu.

Roppi mengelus kepala Tsukishima dengan lembut. Pandangannya tidak lepas dari wajah Tsukishima yang matanya membesar kaget saat Roppi mengelus kepalanya. Rambut pirang itu entah kenapa terasa begitu nyaman dirasakan oleh jari jemari Roppi.

"R-roppi-san..? Umm..a-apa yang sedang kau lakukan..?" tanya Tsukishima bingung.

"..sedang mengelus kepalamu..kau manis sekali, Tsukishima…" gumam Roppi sambil tersenyum kecil.

Tsukishima menatap wajah Roppi dengan setengah tidak percaya. Roppi tersenyum. Ya, ia tidak salah lihat. Walaupun mungkin ia tidak begitu senang disebut manis, setidaknya ia bisa melihat senyuman Roppi. Entah sejak kapan ia selalu menanti-nantikan senyuman langka itu.

"Ah iya..aku akan membuatkan pancake untukmu.." ucap Roppi yang kembali berwajah datar.

"B-Biarkan aku membantumu, Roppi-san.." ucap Tsukishima sambil tersenyum kecil.

"Tidak perlu.. kau harus duduk dengan manis disana dan biarkan aku melakukan urusanku." balas Roppi sambil menunjuk kearah sofa.

Tsukishima mengagguk dan berjalan kearah sofa lalu duduk. Matanya tidak lepas dari sosok Roppi yang bisa ia lihat dari tempat ia duduk. Mungkin hal ini belum mereka sadari tapi bibit cinta mulai tumbuh diantara mereka berdua.

BERLANJUT KAPAN-KAPAN


OMAKE

"…bagaimana, Tsukishima..?" tanya Roppi sambil menatap Tsukishima.

"Ungg…rasa pancakenya..unik…" jawab Tsukishima sambil menatap pancake berwarna hijau itu…HIJAU.

"…ternyata keputusanku mencampurkan sayur kedalam adonan pancake itu salah.."ucap Roppi sambil menutup matanya dan menghela nafas. "…lain kali aku tidak akan gagal. Untuk saat ini, habiskan semuanya, ya?"

"Hiee! S-Semuanya?" tanya Tsukishima tidak percaya.

"..aku tidak akan mengulangi ucapanku. Aku akan tetap disini sampai kau mengabiskan semuanya." ucap Roppi sambil menatap Tsukishima.

Tsukishima hanya bisa pasrah sambil membatin, 'Apa aku bisa bertahan tinggal disini ya..?'


Aldred-san : Saya akan berusaha =w=7

Athenna-san : M-Makasih! ;A; I-Ini sudah saya lanjutkan ;u;

Akhirnya kelar juga ngetik ini ff~! =w=a

...saatnya kembali belajar sejarah ;3;