.
Karena banyak yang minta ini di lanjut, akhirnya daku lanjutin aja deh, mumpung kadar cintaku sama Changmomo ini masih meluap-luap~
Buat yang sudah minta lanjutannya FF ini, douzo~
.
.
.
Ela-Kyuhyunnie a.k.a Laila-ela Shim MinKyu YeWook presents
"Our Story" ch 2
Main Pair : Se7Min (salahkan pada eL-chan yang sudah meracuni saya)
Rate : M for MESUM dan MATURE content!
Warn : SMUT! NC! LEMON kurang kecut dan nggak ada asemnya! TYPO's
Saya ingatkan, FF ini ada adegan rated M, jadi bagi yang belum kuat baca, silahkan klik close icon.. dan juga buat yang tidak suka dengan pair ini, saya tak memaksa anda untuk membaca, dan seperti tadi, segeralah klik close icon agar anda tak perlu membuang waktu untuk membaca FF saya, OK?
To eL-chan n WiidiwMin, dan semua yang minta FF ini TBC aja, this is for you,guys~ (demi apa saya sampai meneruskan FF ini?)
.
.oOSe7MinOo.
.
.
.
Hari ini benar-benar seperti bencana bagiku. Jika tadi pagi aku terbangun dengan perasaan tak enak, firasat buruk itu akhirnya terjawab sudah.
Oh, maaf sebelumnya. Namaku adalah Shim Changmin. Aku adalah maknae dengan stage name Choikang atau Max di sebuah boyband yang—
Aakh.. aku tak sanggup melanjutkannya lagi.. Aku tak tahu apakah aku akan tetap bisa bersama hyungdeulku jika begini jadinya. Mungkin saja... mungkin saja ini adalah akhir dari keeksistensian grup kami, DongBangShinKi.
Oh, kalian tahu? Jadi, berita itu sudah menyebar lewat seluruh media dan juga sudah menjadi trending topik di mana-mana?
Ya, tentu saja begitu. Sekarang lihat saja, kalau tiga dari lima member grup DBSK a. a.k.a TVXQ itu menggugat SMEntertainment, yang ternyata ketiganya adalah lead vocal di dalam grup kami, tentu saja masyarakat tak akan melewatkan berita menggemparkan itu kan?
.
Menyedihkan.
Apakah ini adalah akhir dari perjalanan kami berlima? Setelah bertahun-tahun kami berlima berusaha dengan keras menjalani masa training dan juga menjalani kehidupan berat sebagai idol dan akhirnya bisa membuat lautan red oceans tersebar di seluruh dunia, beginikah akhirnya?
Tidak, tidak. Jika kalian berpikir aku menyalahkan ketiga hyungku—Jae-hyung, Junsu-hyung dan Yoochun-hyung—kalian salah sangka. Tak pernah sedikitpun terbersit dalam benakku untuk menyalahkan ketiganya. Mereka bertiga tidak salah, karena memang, perlakuan dari manajemen terhadap kami berlima sangat keras dan cenderung tidak manusiawi. Jae-hyung, Junsu-hyung dan juga Yoochun-hyung yang memiliki perasaan dan hati yang lembut, pasti akan merasa tambah tersiksa jika meneruskan ini semua.
.
Tapi kalau begitu, bagaimana nasibku dan Yunho-hyung yang kalian tinggalkan?
Mungkin saja—mungkin saja kalau di persidangan nanti kalian bertiga menang, kupikir—kurasa Yunho-hyung juga akan mengikuti jejak kalian. Aku sangat tahu kalau Yunho-hyung sangat mencintai Jae-hyung. Kalau Jae-hyung sudah tak ada di DBSK, lalu untuk apa lagi ia tinggal?
Dan kalau begitu jadinya, akankah aku jadi sendirian? Sanggupkah aku menjalani hari-hariku tanpa kalian, hyungdeul? Sudah terlalu lama kita hidup berlima, sampai rasanya kalian terlalu memenuhi hidupku. Dan kalau sekarang kalian meninggalkanku, bagaimana aku harus mengisi kekosongan hatiku ini?
.
.oOSe7MinOo.
.
*Author PoV*
Dorm DBSK terlihat sesunyi tempat pemakaman. Tak ada lagi gelak tawa yang memenuhi ruangan luas itu seperti biasanya. Hanya suara televisi yang menyala tanpa ada yang menontonnyalah sau-satunya suara yang terdengar di dalam dorm yang kini hanya ditinggali oleh Yunho dan Changmin. Tadi pagi-pagi buta, Jaejoong, Yoochun dan Junsu sudah mengepak barang-barang mereka dan meninggalkan dorm.
Changmin yang akhirnya merasa kehausan karena sedari tadi hanya duduk diam merenung di kamar, memutuskan untuk keluar dari kamarnya.
Hatinya langsung teriris perih ketika melihat keadaan dorm yang gelap dan sunyi. Tak ada lagi Jaejoong yang biasanya berkutat di dapur untuk sekedar membuatkan camilan. Tak ada lagi Junsu yang biasanya berada di depan TV plasma mereka dan memainkan PS3 di sana. Tak ada lagi Yoochun yang biasanya bersantai di sofa dan menggumamkan lagu-lagu aneh.
Terlalu sunyi dan sangat suram.
Dengan langkah terseok, Changmin berjalan melintasi ruang tengah menuju ke kulkasnya. Dengan wajah sembab karena tadi habis menangis—ya, kalian tak salah, seorang Choikang Changmin yang biasanya selalu bertingkah evil dan paling jarang menangis itu tadi mengeluarkan air matanya dan—ia membuka kulkasnya. Sepasang matanya yang terlihat sayu itu menatap tanpa minat ke seluruh makanan yang berada di dalam tubuh kekasihnya itu.
"Haaahh.." terdengar helaan nafas dari Changmin saat akhirnya ia hanya meraih minuman energi dari dalam kulkasnya itu.
"—dan marilah kita saksikan Comeback Stage dari Se7en-eleven kita, Choi Dong Wook~!"
Suara MC yang terdengar di TV Plasma mereka itu sontak membuat Changmin menoleh. Ia menatap tak percaya pada namja tampan yang kini tengah berdiri di atas panggung megah untuk ComeBacknya setelah vakum tiga tahun karena harus mengejar karirnya di benua Amerika sana.
"Se7en-hyung," lirih Changmin yang kini terpaku menatap layar kaca. "Kau sudah kembali, hyung?" gumamnya sambil terus menatap ke arah TV Plasma yang menampilkan sosok yang dulu pernah menyatakan cinta padanya, namun ia tolak.
Bukan! Bukan karena namja manis kita itu tak mencintainya, tapi karena Se7en menyatakan perasaannya saat namja itu akan berangkat ke Amerika! Tentu saja Changmin menolaknya. Baginya, hubungan jarak jauh itu hanya akan membuat bumerang bagi keduanya. Apalagi dengan posisi sesama idol yang sering di kenai gosip miring, itu akan membuat semuanya menjadi runyam.
Changmin ingat, kalimat yang ia katakan waktu itu, akan bisa mereka buktikan sekarang.
.
.
—'Aku akan menerimamu jika saat kau kembali nanti, rasa itu belum hilang dari hatimu, hyung'—
.
.oOSe7MinOo.
.
*Changmin PoV*
Jika kupikir hari ini akan semakin membaik seiring berlalunya detik jam di dinding, tidak, adalah jawabannya. Dengan Yunho-hyung yang hanya mengurung diri di kamar, membuat semua ini semakin terasa memburuk. Jika Jae-hyung ada disini, dia pasti akan menemaniku saat aku merasa rapuh seperti sekarang ini, menenangkanku, dan dengan Junsu-hyung di sampingnya, mereka berdua pasti akan mengeluarkan candaan hingga akhirnya bisa membuatku tertawa. Namun itu tak lagi bisa, karena kini keduanyalah yang membuatku merasa begitu bersedih.
Dan di tambah dengan kesendirian karena Yunho-hyung mengurung diri di kamar, membuat ini semua terasa berkali-kali lipat lebih buruk. Rasanya hanya akulah yang di tinggalkan disini. Tapi kurasa itu benar.. karena jika Jae-hyung benar-benar bisa keluar dari DBSK, Yunho-hyung pasti akan mengikutinya, dan aku.. hanya akan sendirian...
...hanya aku...
—yang ditinggalkan oleh mereka...
.
.
..tes..
"Aish! Apa-apaan kau Shim Changmin!" sergahku kesal sambil mengusap air mata yang kembali mengalir dari sudut mataku. Melankolis dan cengeng bukanlah sifatku!
"Ish! Aku pergi saja dari sini!" seruku kesal, sambil dengan cepat aku mengganti bajuku dengan setelan gelap—kaus hitam pas badan dan celana hitam—dan sebelum pergi aku menyempatkan diri meraih sebuah topi untuk menutupi wajahku.
Passion. Ya, tempat yang tak buruk untuk di kunjungi. Selain karena pengamanan yang ketat disana, di tambah dengan adaya satu pojok yang gelap, hingga nantinya tak akan ada yang mengenali dirinya. Sungguh ia tak ingin ada orang lain di dekatnya saat ia sedang ingin sendirian dan melampiaskan emosi.
.
.
"Red Wine, five bottles, please," ucapku yang kini mengambil tempat di sudut meja bar yang gelap dan cukup tersembunyi. Kulesakkan topiku dalam-dalam untuk mencegah adanya orang yang mengenaliku.
Kuedarkan padanganku ke seluruh penjuru Passion, dan sedikit rasa kecewa merambat di hatiku saat tak kutemukan sosok yang kucari. Yaah, mungkin nanti ia akan datang, lagipula ini baru jam 10 malam. Masih terlalu dini untuk seorang Se7en datang kemari.
"Silahkan," ujar sang bartender yang meletakkan minuman di depanku. Lima botol red wine yang malah membuatku merasa bertambah buruk saat melihat warna merah itu. Merah berarti red ocean. Red ocean.. cassiopeia.. DongBangShinKi...
Dengan penuh emosi aku segera menuangkan minuman merah beralkohol tinggi itu ke dalam gelas, dan langsung kuminum dalam satu tegukan besar. Masih merasa tak puas, kembali kuisi gelasku, dan kembali kuminum minuman memabukkan itu. Kuulangi kegiatan itu berkali-kali.
"..ukh.. hidup sungguh menyebalkan.." gumamku ketika aku membuka botol ke lima dan menuangkannya ke dalam gelas. Kudongakkan kepalaku dan kuminum cepat red wine itu sampai habis.
"Aku penasaran, apa yang dilakukan seorang Shim Changmin sendirian di tempat seperti ini," terdengar suara yang cukup familiar di telingaku.
...dan setelahnya... aku tak ingat apa-apa lagi selain wajah tampan Se7en-hyung yang memenuhi otakku.
.
.oOSe7MinOo.
.
*Author PoV*
Pagi menjelang dan matahari kini mulai nampak dan membagikan sinarnya pada seluruh dunia. Tak terkecuali di kamar hotel yang menjadi saksi kegiatan malam antara Se7en dan Changmin.
Sepasang mata milik namja tampan berstage name Se7en itu mulai terbuka ketika cahaya matahari memasuki kamarnya melalui celah tirai dan membuatnya terjaga. Senyum merekah indah di wajah tampannya ketika ia melihat wajah polos namja yang sudah menjadi incarannya sejak lama.
Bukan perasaan sebagai seorang fans yang mengidolakan pujaan hatinya, namun rasa penasaran yang terus menyeruak di dalam hatinya, serta keinginan menggebu-gebu dalam hatinya untuk mengetahui semua hal mengenai namja yang kini tertidur pulas di atas tubuhnya itu membuatnya sadar. Ia bukan hanya tertarik, namun ia sudah terjerat dalam tatapan polos milik Changmin semenjak pertama kali mereka berjumpa dalam salah satu acara televisi.
Dan semua itu terasa memburuk ketika ia jauh dari namja berwajah kekanakan itu. Perasaan rindu yang menggerogoti hatinya memaksanya untuk terus mengikuti seluruh kegiatan DBSK seperti seorang stalker. Ia menonton seluruh acara yang menampilkan seorang Shim Changmin di dalamnya. Dan jika kebetulan ia tak bisa menonton acara itu secara langsung, ia akan merekamnya lewat DVD recordernya, dan menontonnya setelah acara itu selesai.
Tak perlu waktu lama bagi Se7en untuk menyadari kalau perasaan tertarik yang begitu mengusai hatinya pada Changmin itu adalah perasaan yang di sebut cinta. Dan saat akhirnya ia mulai dekat dengannya, ia malah harus pergi ke Amerika selama tiga tahun.
Se7en kembali menatap wajah polos namja manis yang ia cintai itu lekat-lekat. Pandangan matanya menyapu setiap detail wajah Changmin, dan merekamnya dalam benaknya.
"Minku, irreona," gumam Se7en berusaha membangunkan Changmin. Minku. Ya, ia memanggil Changmin dengan nama itu setelah ia cukup dekat dengan Changmin. Alasannya? Karena ia tak ingin memanggil Changmin dengan cara yang biasa. Minnie, Prince Shim, Lord Voldemin, Maxie, Changie, BabyMin, Changmomo, Changdola dan Min Min adalah panggilan yang sering di tujukan pada Changmin. Dan ia ingin memiliki panggilan khususnya sendiri untuk Changmin. Panggilan yang hanya ia saja yang memanggil Changmin dengan sebutan khusus itu.
Minku. Terdengar seperti pet's name, karena keinginan egoisnya yang ingin memiliki Changmin sebagai peliharaannya sendiri. Min itu sendiri ia ambil dari nama Changmin, dan saat ia memanggil nama Minku, kata terakhir membuat bibirnya mengerucut seakan ia bisa langsung mencium Changmin seusai ia menyebutkan namanya.
Sound so cheesy, eoh?
Tapi Se7en tak peduli, selama hanya ia saja yang memanggil Changmin dengan panggilan itu. Akan sangat tidak bagus bagi orang lain jika Se7en mendengar orang itu memanggil Changminnya dengan sebutan Minku.
"Uungghh.." Changmin menggeliat pelan dalam tidurnya, membuat Se7en tak bisa menahan senyumnya melihat pemandangan manis yang langka ini.
"Irreona, Minku," panggilan itu kembali memasuki indra pendengaran Changmin. Namun saat ini tubuhnya terasa begitu lelah dan ia masih belum mau kehilangan perasaan hangat yang menyelubungi tubuhnya itu. Jadi ia tak mempedulikan panggilan itu dan menyurukkan kepalanya ke dalam kehangatan itu.
Se7en terkekeh melihat tingkah manja Changmin padanya. Jika menuruti keinginan egoisnya, ia tak akan mau membangunkan Changmin, dan akan membiarkannya terlelap hingga ia bisa memandanginya sepuas hatinya.
Tapi akal sehat lebih berkuasa pada namja yang memiliki golongan darah B itu. Ini sudah pagi, dan sejak semalam, Changmin terus bersamannya tanpa mengabari hyungdeulnya. Ia sungguh tak mau merasakan amukan dari hyungdeul Changmin yang terkenal memanjakan maknae mereka satu ini.
"Minku.. irreona.." panggil Se7en lagi sambil menepuk-nepuk lembut pipi Changmin. Changmin yang merasa terganggu dengan tepukan di pipinya itu membuka kedua kelopak matanya, dan menemukan Se7en yang tengah tersenyum padanya.
"Aku masih ngantuk, Se7en hyung," gumamnya lirih, sambil kembali menutup kedua matanya, dan mengubur kepalanya dalam dada bidang Se7en.
.
..
...
"Se7en.. hyung.. ?" panggil Changmin dengan ragu, berharap kalau yang tadi ia lihat bukanlah kenyataan. Sangat tak mungkin kalau kini Se7en berada di depannya—di bawahnya, lebih tepatnya.
"Waeyo, Minku? Wanna wake up now?" sahut Se7en yang dengan lembut mengelus surai madu milik Changmin.
"MWO? ... A-aarghh!" erang Changmin ketika ia tiba-tiba menegakkan diri dan menarik tubuhnya menjauh dari Se7en, yang mengakibatkan kejantanan Se7en yang masih tertanam di holenya sedikit tertarik keluar dari tempatnya, memberikan rasa nyeri di bagian bahwa tubuhnya itu, yang membuat Changmin menatap horor pada Se7en.
"Ap-ap-apa yang—Arghhh!" Changmin yang panik ketika mendapati milik Se7en tertanam di holenya yang selama ini masih berpredikat virgin itu mengangkat tubuhnya dengan tergesa-gesa, membuatnya merasakan perih karena gerakannya itu membuat kejantanan Se7en menggesek dinding rektumnya dan menimbulkan nyeri.
"Aaakhh~" desah Changmin tanpa sadar ketika tubuhnya kembali jatuh karena tak kuat menahan nyeri pada bagian bawah tubuhnya dan juga nyeri pada kepalanya—hangover—dan membuat kejantanan Se7en kembali masuk dengan cepat dan keras ke dalam tubuhnya, dan menyentuh titik prostatnya.
"Uukhh.." Se7en menggeram rendah ketika merasakan nikmat pada kejantanannya yang kini kembali di himpit oleh lubang ketat milik Changmin.
"Se-Se7en hyung.." Changmin kembali berusaha menjauhkan tubuhnya dan mengeluarkan milik Se7en dari dalam tubuhnya—ia sungguh tak bisa membayangkan bagaimana ia bisa berada di sini dengan milik Se7en yang bersarang dalam tubuhnya. Namun Se7en yang menganggap itu sebagai sinyal bahwa Changmin ingin 'bergerak', di tambah dengan cara Changmin memanggil namanya, membuat Se7en membantu sang namja manis untuk menurunkan dirinya dan membuat miliknya kembali merasuk ke dalam diri Changmin.
"Aaakhhh~!" desah Changmin yang malah membuat Se7en semakin turn on. Dengan cepat ia menaik-turunkan tubuh Changmin yang kini mendesah-desah di atasnya, menumbuk dengan tepat titik prostat Changmin dan membuat namja itu kelimpungan karena merasakan kenikmatan itu secara nyata.
"Cari kenikmatanmu sendiri, Minku," desah Se7en sambil meraup bibir Changmin yang begitu menggodanya dengan desahan-desahan erotisnya. Lidahnya dengan segera memasuki goa hangat Changmin dan mengeksplorasi isinya dengan rakus.
Disisi lain, Changmin yang sudah terlanjur merasakan kenikmatan ketika kejantanan Se7en menumbuk prostatnya, kini mulai menggerakkan tubuhnya sendiri, berusaha menemukan kenikmatan yang sama seperti yang Se7en berikan tadi.
"Aahh.. good boy.." desah Se7en saat merasakan kenikmatan yang kini menyelubungi kejantanannya. Ia melepaskan pelukannya dan menatap Changmin yang kini bergerak naik-turun di atas tubuhnya. Kepala namja manis itu mendongak menahan sensasi nikmat yang melandanya, dan kedua tangannya meremas bahu Se7en, melampiaskan sekaligus membantu tubuhnya untuk bergerak dengan lebih mudah. Dan bibirnya yang sudah Se7en bebaskan itu terus-menerus mengeluarkan erangan dan desahan-desahan erotisnya yang memenuhi seluruh penjuru kamar.
Se7en yang tak bisa menahan dirinya melihat tubuh sexy Changmin kini mendekatkan wajahnya pada dada Changmin yang terus bergerak di depan matanya.
"A-aahhh... ooghhh... aahhh... hyuunghhh..." desah Changmin makin keras ketika ia merasakan lidah dan bibir Se7en yang mengeksploitasi nipplenya. Tubuhnya sendiri kini bergerak makin cepat dan makin keras karena menginginkan kenikmatan yang lebih.
"A-AAHHH... hyuunghh... aahhh.. yeesshhh... oohhh..." desah erotis Changmin makin keluar dengan keras saat tangan nakal Se7en bermain dengan juniornya yang sudah menegang. Dengan menyesuaikan tempo gerakan naik-turun Changmin, Se7en mengocok junior Changmin sambil sesekali menekan-nekan lubang pada ujung junior Changmin, membuat tubuh Changmin menggelinjang penuh hasrat dan melengkung menahan kenikmatan.
"Ahh.. faster..Miinhh.." desah Se7en dengan suara beratnya yang membuat Changmin langsung menggerakkan tubuhnya naik turun dengan cepat.
Masih belum merasa puas dengan pergerakan Changmin di atas tubuhnya, Se7en akhirnya ikut menggerakkan tubuhnya berlawanan dengan gerakan Changmin. Saat Changmin menaikkan tubuhnya, Se7en menjauhkan pinggangnya, dan ketika Changmin menjatuhkan tubuhnya—
"Aaaahhhh~!"
—ia mendorong pinggulnya hingga kejantanannya bisa melesak makin dalam di hole Changmin, dan membuat Changmin mengerang nikmat.
"Aahh.. hyunghh.. ak-akuuhh.. tak kuaathh.. laghiihh..." ucap Changmin di antara desahan-desahan yang sedari tadi berebutan ingin keluar dari bibirnya.
Melihat Changmin yang sudah mulai melemah gerakannya, Se7en dengan cepat membalik posisi tubuh mereka hingga kini ia yang berada di atas tubuh Changmin, dan dengan keras dan cepat, ia memasuk-keluarkan kejantanannya yang sudah semakin berkedut-kedut ke dalam hole Changmin yang semakin lama semakin ketat meremas kejantanannya.
"Aahhhh... aakuuhh... aahhh... SE7EN HYUUUNGGHHHH~!" Changmin mengerang keras ketika akhirnya ia mencapai klimaksnya. Tubuhnya melengkung mengekspresikan kenikmatannya, dengan junior yang kini menyemburkan cairan sperma ke tubuh Se7en dan juga tubuhnya.
"Ukhh.. so.. tighthh.." desah Se7en keenakan ketika merasakan hole Changmin berkontraksi dan meremas kejantannya dengan kuat dan panas. Dan dengan satu hentakan terakhir, Se7en menghujamkan dirinya dalam-dalam dan mendesahkan nama Changmin ketika akhirnya ia mencapai klimaksnya.
.
.oOSe7MinOo.
.
"Haahh.. Morning sex memang sangat nikmat." Gumam Se7en yang kini melingkarkan tangannya di tubuh Changmin yang masih berusaha menstabilkan nafasnya. "Apalagi kalau yang 'kumakan' adalah kau, Minku. Saranghae," lanjut Se7en sambil mengecup pipi menggemaskan milik Changmin.
"B-bagaimana bisa—" Changmin tak melanjutkan kalimatnya karena saat ini Se7en malah mengeratkan pelukannya, membuatnya jadi tak tahu apakah harus meneruskan pertanyaannya ataukah diam saja.
"Saranghae, Minku. Jadilah milikku mulai sekarang, dan aku tak akan pernah membuatmu bersedih," ucap Se7en sambil membenamkan wajahnya pada surai madu Changmin dan menghirup wangi shampoo yang masih terasa di sana.
Di lain pihak, Changmin sendiri kini terdiam mendengar pernyataan Se7en padanya. Yang pasti, ia masih marah-sangat marah dan sangat tak terima karena Se7en sudah menyetubuhinya tanpa ijin. Di tambah lagi ini adalah saat dimana ia sedang di rundung masalah. Bagaimana mungkin Se7en malah menyatakan perasaannya saat ini?
"A-aku—"
.
.
.
~TBC~
Annyyeeoongg~!
akhirnya author balik bawa lanjutannya FF ini deh~
oh, buat yang akhirnya sadar, settingnya ini emang waktu taun 2010~ waktu Se7en ngelakuin comebacknya setelah 3 taun di amrik~
Dan parahnya, akhirnya author putuskan buat ini jadi threeshot!
next Chap bakal jadi chapter terakhir~
Balasan review :
eL-ch4n males login : ne, ne.. ini nih req darimu.. eh? 10 ronde? bisa-bisa bukannya maen ama Se7en, tapi Changminnya malah ajak sendiri ke dalem kamar gara2 udah nggak kuat#plak . Ini bakal lanjut sampe chap depan nih ,
Park YUIrin : #hug . senengnya ketemu Uke!Changmin shipper juga~ Iya, ini udah aku lanjut nih~ terjawab kan, gimana perasaan Changmin ke Se7en..
OktavLuvJejeTooMuch : iya nih, gara2 eL-saeng yang nyebarin virus se7min disini, aku kan jadi tertarik juga~ ini udah di lanjut, semoga tak mengecewakan~
Kira itu Jung Dabin Naepoppo : ini udah di lanjut nih~ udah tau reaksi Changmin waktu bangun kan?
Jisuu Kim : iya nih.. virus Se7Min mulai menyebar di sini.. mari salahkan eL-saeng yang memulainya!
WidiwMin lupa Password : kagak doyan ama bulu ketek Changmin, doyannya bulu yang laen#plak . Iya nih, eon lanjutin~ eon kasi NC lagipula! kurang apalagi?
Park Minnie : apanya yang panas? Kompor? #plak . Iya, iya.. ini nggak jadi end, dan malah bakal jadi 3shot ="=
RaaHyun : iyaaa~ ini udah di lanjut~ dan udah kejawab kenapa Minnie ada di bar~
Airhy santi : omo~ masih belum kuat? padahal di chap ini masih ada NCnya lagi, kuatkanlah hatimu~ #plak. Udah liat reaksi Changmin pas bangun kan?
Suminnie Changminnie : iya nih.. salahin sepenuhnya ke eL-saeng cz udah bikin aku tertarik cari pairing Changin yg laen.. yg pasti, daku butuh SEME buat nae Changminnie~ . Iya~ ini nggak jadi END deh~
Aoi no sora : kekeke~ salam kenal aoi~ pas sekali yah daku publish FFnya~ aih,kurang HOT kah? apa perlu aku panasin di atas kompor dulu nih, biar HOT? hehehe, iya, ini aku lanjutin~
Min Yeon Rin : iyaaaa~ ini udah aku bikin jadi TBC dan nggak jadi END.. masih kurang puas? Ini aku kasih TBC lagi di akhir sini~ #plak
minIRZANTI : iya, udah di lanjut ASAP kan ini? MWOYA? Tante? sejak kapan aku kawin sama Om kau? Biarpun aku kenalannya umma kau(eL-saeng), daku masih belom terima di panggil tante! , huweee.. don' call me tante #mewek ke pelukan ChangKyu #dibakar
elizxie aire ; iya, iya.. ini sudah lanjut~ ada NCnya juga nih~ masi kurang? kalo iya, berarti emang yadong akut nih ="=
Dark Yunjae : salam kenal dark~ iya nih, akhirnya aku buat lanjutannya nih~ eothokkae?
ChoZhie : Oke! Ini sudah di lanjut~
Lee sorA : iya, ini udah di lanjut~ uda ketauan gimana perasaan Changmin ke Se7en?
ChaaChulie247 : ="= sejak kapan Changmin pudung gara2 di tolak fans? . NIh, ud aku kasih lanjutannya. eh? pelafalan Se7en itu ya seven, kayak nyebut angka tujuh dlm bahasa inggris gitu~
azcya : iya, cya~ ini udah di lanjut~ dan tadi juga udah apdet HoMin dan YooMin koq~
sept036 : salam kenal juga sept~ . Oke, udah di lanjut dan pertanyaanmu sudah kejawabdi chap ini~
lee hyun mi : gomawo~ #hug . Oke! Sudah di lanjut nih~
daehyun : eh? NCan di dalem mobil? boleh juga tuh~ soalnya biasanya aku bikinnya NCan di taman bermain, dia dalem ferishwheel. belom pernah kepikir buat bkin NC di dlm mobil! kalo FF ini endingnya g angst, author buatin deh~
Cho Ji Hyeon : ne~ udah di lanjut nih~ Changmin galau cz JYJ mau keluar noh~ dan jgn berani2 santet appa mertua saya!#plak
Enno KimLee : iya nih~ sudah aku lanjutin sesuai req~ reaksi Changmin? ya begitulah*tunjuk atas* malah jadi NCan lagi ="=
Reita : Iya nih, udah aku kasih lanjutannya~
Leeyasmin : oke~ sudah di lanjut ini~ reaksi Changmin sudah di jelaskan seperti di atas~
jungyunhae : iyaaa~ g jadi end nih~ eh? MinPreg? err.. ituu... di cerita laen aja ya~ cz kalo pake plot Changmin as Max Changmin, kalo d buat MPreg, harus keluar dong si Changmomo dari DBSK..
Oke, balasan review udah semuah~
dan author masih rada ragu mau d bkin hepi ending ato di bikin angst aja ya? *pengen sekali-kali bkin angst soalnyah
ada sarankah, readerdeul tercintah?
Yah, pokoknya kalau mau lanjutannya, gimme review, Ok?
