Tittle : The Trouble Mushroom
Disclaimer : Fairy Tail milik Hiro Mashima
Genre : Adventure/Humor
Warning : OOC, typo, gaje, ancur, acak-acakan, bahasa gaul yang berlebihan, dll.
Selamat Membaca…
"APA! coba ku lihat"
"Nih"Lucy langsung memberi buku itu pada Happy, Natsu dan yang lainnya dengan antusias membaca buku itu dengan seksama.
"Woi Happy, apa nama jamurnya?" Tanya Natsu dengan muka 'sok' serius, setelah itu dia langsung meloncat ke buku itu.
"Namanya…um… apa ini tulisannya" Kata Happy sambil mengkerutkan keningnya karena nggak bisa baca tulisan yang ada didalam buku
"Oi, itu tulisannya Reducers Mushroom OON!" Sahut seluruh anggota guild tanpa berprikemanusiaan (apa hubugannya?), membuat Happy pundung di pojokan dengan aura suram.
"Hah? Gaje amet namanya" Komen Natsu.
"Yah kan itu yang tertera di bukunya" kata Lucy sambil memegangi jamur yang dimakan Natsu.
"Hah… biar gue aja yang baca" ujar Levy yang langsung mengambil buku itu dengan tidak beradab, membuat Natsu yang ada diatas buku yang tadinya posisi nya berdiri, menjadi bergantungan di ujung buku dengan arti kata mau jatuh.
"LEVY LO HATI-HATI DIKIT KALAU MAU NGAMBIL TU BUKU! NI LIHAT NI HAH, GUE HAMPIR JATOH TAU!" Teriak Natsu yang masih bergelantungan di ujung buku sambil menyemburkan api yang tentunya nggak panas (?). Levy langsung kaget melihat posisi Natsu yang hampir jatuh.
" Eh, sorry Natsu. Aku nggak ngelihat lo tadi di atas buku" Kata Levy…
"Ie ie nggak apa-apa" Natsu Langsung naik ke atas buku itu.
"Baik akan ku baca. Nama jamurnya… Body Reducers Mushroom (?)" Kata Levy, yang lain malah masang muka oon mendengar nama jamurnya. 'Apa-apaan nama jamurnya tuh' Pikir seluruh anggota guild kecuali Levy dan Natsu. Kalau Natsu pikirannya kayak gini nih 'Ni jamur pasti yang ngasih namanya author gendeng nih, karena mana ada jamur bentuknya antic seantik jamur yang gue makan'. Nah kalau Levy 'Ampun gue lupa, buku ni kan buku nyasar yang kemarin gue temuin tergeletak dengan tak elitnya di depan pintu guild, itu pun waktu itu gue baca nya sekilas pula. Setelah dibaca sekali lagi ternyata isanya gaje amet!'.
"Ehm…" Master Makarov berdehem layaknya orang yang 'sok' berwibawa (author : Hoek!) "Lanjutkan lagi bacanya Levy" kata Master Makarov dengan gaya 'sok' berwibawa lagi, membuat author yang melihatnya langsung ngacir ke wc untuk melakukan ritual #Plak!
"Baiklah…" Kata Levy yang langsung melanjutkan acara membacanya tadi "Sekilas jamur ini tampak seperti jamur biasa, yang membuatnya berbeda dengan yang lain adalah warnanya yaitu berwarna ungu dan mempunyai bintik polkadot dan kuning" Levy langsung mengerutkan keningnya melihat tulisa yang baru dia baaca tadi, yang lain (kecuali Natsu, Gray, Juvia) hanya bisa cengo dan langsung memandangi jamur yang dimakan Natsu yang tergeletak dengan tak elitnya di atas meja. 'Ia ya, bentuknya kayak jamur biasa, tapi warnya antic banget' Pikir mereka sehabis melihat jamur itu.
"Levy, biar aku yang baca lagi ya" Ujar Lucy. Levy langsung memberikan buku itu pada Lucy dengan hati-hati.
"Baiklah, disi katanya, bagi siapa saja yang memakan jamur itu, tubuhnya akan mengecil dan umurnya tidak akan berubah, jadi…"
"Jadi gimana Lucy? Ada nggak penawarnya?" Tanya Natsu yang udah penasaran.
"Makanya, lu awas dulu dari buku itu tau!" Kata Lucy dengan aura membunuh. Dengan ketakutan, Natsu langsung turun dari buku itu.
"Dasar. Jadi bagi siapa yang memakan jamur ini…." Mata Lucy langsung terbelalak melihat lanjutan dari kalimat yang dia baca tadi.
"Oi Luce, ada apa sih?" Tanya Natsu dengan muka serius.
"T…tidak mungkin" Guman Lucy pelan "Be…berdoa saja semoga ada keajaiban yang bisa membuat tubuh anda kembali seperti semula, karena penawarnya tidak ada" Kata Lucy dengan muka pucat. Yang lain mukanya juga nggak kalah pucat dengan muka Lucy, apa lagi Natsu.
"J…ja…jadi…" Gray langsung memandangi Natsu dengan tatapan horror
"P…pe…pe…penawarnya…" Juvia dan seluruh isi guild termasuk Happy langsung memandangi Natsu dengan tatapan yang sama sama Gray.
"n…nga..ngak…ngak ada" Sambung seluruh anggota guild. Dan ini sudah sukses membuat muka Natsu pucat pasi. Yaiyalah pucat, secara nggak ada penawar, tubuhnya nggak kan bisa kembali seperti semula. Poor Natsu (Natsu : AUTHOR KEJAAAMMMM!)
Karena saking pucat pasi dan otak Natsu mulai lola, dia harus mencerna perkataan seluruh anggota guild tadi…
1 menit…
5 menit…
10 menit…
1 jam… (Ampun, lola amet otaknya)
"WHAT THE HEEELLLLLLL!" Teriak Natsu membahana di seluruh guild karena saking shoknya. Yang lain hanya masang muka iba melihat penderitaan Natsu yang disebabkan oleh author super sarap ini. Huahahahaha!
"Jadi gimana nasib ku ni!" Beberapa detik kemudian Natsu langung nagis nggak karuan gara-gara penawarnya nggak ada "HUAAAAA! EMAAAKKK! KENAPE GUE HARUS MENJALANI HIDUP DENGAN TUBUH SEKECIL INI! HUAAAA!" semua yang melihat Natsu hanya bisa membantu dengan ngengangkat tangan dan doa.
"Woi, lu semua nebantu dengan doa sih boleh-boleh aja, tapi usaha dikit dong ngebantuin nyari penawarnya!" Teriak Natsu yang masih nangis dengan gaya yang amat sangat mendramatisir.
"Tapi mau gimana lagi, kan di buku itu katanya penawarnya nggak ada" Kata Bikslow yang membuat Natsu makin nangis dan suasana di sana makin mandramatisir.
"Sabar ya Natsu, pasti ada penawar yang bisa membuatmu kembali seperti semula" Hibur Lucy yang membuat mata Natsu langsung berbinar-binar kayak ada bintang-bintang nyasar di matanya. Lucy yang melihatnya dengan sukses langsung muntah ditempat.
"Benarkah.." Kata Natsu masih dengan mata yang berbinar-binar dan ditambah dengan linangan(apa betul tulisannya kayak gini?) air mata yang jatut dari matanya. Membuat Author, Lucy, dan seluruh anggota guild yang melihatnya langsung muntah darah berjamaah.
"Lho kalian kenapa, dan ni author juga, kenapa muntah darah sih?" Tanya Natsu dengan muka nggak berdosa. 'Jangan pura-pura nggak tau lo, jelas gue muntah darah gara-gara ngelihat muke lo tau!' Teriak mereka dalam hati.
Back To Story…
"Ah… nggak apa-apa kok Natsu" Sahut Lucy yang udah berhenti muntah…
"Oh" Natsu hanya ber oh ria "Jadi, apa benar yang kau bilang tadi, apa ada penawar yang bisa membuatku kembali seperti semula" Tanyanya. Lucy hanya bisa mengangguk
"Ya" Kata Lucy tersenyum manis ke arah Natsu "Tapi kemungkinannya hanya ada 0,000000999%" Lanjutnya yang sukses membuat Natsu kembali pundung di pojokan meja.
"Hm… Aku rasa tidak" Sahut seseorang yang sedang membaca buku yang dibaca Lucy, sontak semua orang yang ada disana langsung memalingkan wajah mereka ke arah sumber suara, dan yap sumber suara itu berasal dari sesosok roh nyasar#dibantanMavis yang diketahui dulunya dia adalah master Fairy Tail pertama, ya siapa lagi kalau bukan Mavis Vermilion. Seluruh isi guild yang otaknya rada lola (kecuali master Makarov and Laxus) langsung berteriak "HANTUUU!" dan lari tunggang langgang mencari tempat untuk bersembunyi. Master Mavis sama maste Makarov hanya bisa bersweetdrop ria melihat tingkah mereka yang rada lola.
"Hah? Kenapa mereka lari tunggang langgang ya Makarov?" Tanya Mavis pada Makarov, yang ditanya hanya menggelengkan kepala.
"Entahlah, mereka semua pada rada lola" jawab master Makarov.
"Woi kalian semua, kenapa pada lari sih! Kayak kalian nggak pernah melihat gue aja!" Teriak master Mavis yang sukses membuat seluruh anggota guild berhenti berlarian.
"Siapa kau?" Tanya Natsu dengan oon-nya yang sukses membuat master Mavis dan master Makarov bergubrak ria. Laxus langsung aja menokok kepala Natsu pake panci nyasar, dan yah bukan kepalanya aja yang gepeng, tapi seluruh tubunya ikut gepeng gara-gara di tokok Laxus pake panci nyasar.
"WOI LAXUS! LO MAU NGEBUNUH GUE YA!" Teriak Natsu sambil nyemburin api.
"Masih mending gue tokok pake panci dari pad ague setrum lo pake petir gue, lagian lo nggak sopan banget sih sama master Mavis" Kata Laxus samba menujuk ke arah master Mavis yang membuat Natsu merinding disko karena udah di death-glare sama orang yang punya nama.
"Natsu, kau ingin ku tolong atau mau mati dengan cara nggak elit hah?" ancam master Mavis yang udah ngeluarin jurus pamungkasnya yaitu Fairy Glitter. Natsu yang melihanya langsung merinding disko.
"A…am…ampun Master Mavis, ampun! Jangan ambil nyawa ku sekarang!" Jerit Natsu.
"Hm… Baiklah" Master Mavis langsung mengurungkan niatnya untuk menggunakan Fairy Glitter, lalu master Mavis mengambil buku yang dibaca Lucy tadi yang ia letakkan di meja.
"Baiklah, saat Lucy membacakan Kalimat terakhir dari penjelasan tentang Body Reducers Mushroom, ada satu kalimat yang tertinggal" Kata Master Mavis sambil menunjukkan sebuah tulisan yang sangat kecil yang mirip dengan tulisan yunani kuno. Semua anggota guild dengan antusian melihat apa yang ditunjuk master Mavis.
"Master Mavis, tulisannya kecil banget" Komen Natsu.
"Baiklah kalau kalian nggak bisa membacanya biar aku yang baca" Ujar Master Mavis dan langsung membaca tulisan yang sangat kecil itu.
"Ehm, di sini katanya, bagi yang bersikeras tubuhnya kembali seperti semula, dia harus menemukan sebuah jamur yang warnanya putih transparan dan mempunyai bintik hijau dan merah yang tidak diketahui namanya. Biasanya jamur itu tumbuh di hutan tropis yang sangat jauh dari Magnolia" Natsu langsung membelalakan matanya saat mendengan kata 'sangat jauh' yang dilontarkan Master Mavis.
"S…sangat jauh…"
"Iya"
.
.
.
.
.
TBC
Author : HUAA! Akhirnya chapter 2 selesai juga…
Gilgamesh : Oh… itu aja baru, untuk chapter yang lain udah belum?
Author : Eh, lo ngapain di sini Gilgamesh?
Gilgamesh: Yah itu terserah gue dong, mau gue nongol dimana kek, kapan kek, itu kan terserah gue
Author : Tapi…
Gilgamesh : Ia ia gue tau, btw, lo nggak balas review author
Author :Oh ya lupa. Ok saatnya balas review
Sadsa : Makasih udah review fic pertama saya di Fandom ini ya. Ini udah saya up date chap 2 nya
bjtatihowo : Hai, saya panggil bj aja ya. Yah memang kalau nggak salah dulu ada juga fic yang kayak gini juga, tapi ini alur nya lain lho. Hoho, btw makasih udah ngereview ya.
NaLuVerz : Hoho…walau terkesan mirip tapi sebenarnya alurnya beda lho… Yah saya usaha in nanti ada pair NaLu nya ya… and makasih udah ngereview fic saya…
Author : Baiklah...jangan lupa review fic saya ya please…
Gilgamesh : Seperti biasa, Flame tidak diterima
Natsu : Semakin banyak review, semakin cepat update.
