Yaaaak! Ya Tuhan ternyata ada yang suka dan ngeREVIEW cerita kyuu, ya ampun terima kasih banyak yah*bungkuk 90°. Terima kasih kepada kalian para readers yang bersedia dan mau membaca cerita kyuu, oh iya kyuu hampir lupa kyuu mau ngucapin terima kasih kepada kakak kyuu Inarsih Meutia dan teman kyuu yang selalu mendukung kyuu terima kasih*nangis gaje.
Oh ya waktu kyuu bca reviewan readers , salah satu readers menanyakan alamat facebook kyuu, dengan senang hati kyuu akan memberitahukannya, tapi kalo mau menjadikan kyuu sebagi teman jangan lupa izin dulu sama kyuu, soalnya kyuu jarang banget mau konfirm orang hahahaahha*plak. Nama fb kyuu itu Mona Nabilah karena fb kyuu terlalu banyak kalian bisa memilih apapun yang kalian suka oke!. Hhehheee cerita kyuu yang pertama masih terlihat ambigu yah? Oke no problem . Mungkin para readers masih bingung dengan alur cerita ini, dan siapa sebenarnya pemain" di cerita ini, mungkin di chap selanjutnya kyuu akan memberitahukan yang sedetail-detailnya.
Mohon maaf jika kata-kata yang saya gunakan di cerita ini kasar atau kurang dimengerti, dan apabila ada kesamaan tokoh atau jalan cerita saya selaku pembuat cerita ini meminta maaf, karna saya ini juga seorang manusia, dan manusia itu tak kan pernah luput dari dosa. Sudah dipastikan disini pairnya KYUMIN!. Bagi yang ngk suka dgn cerita saya bisa pergi kejamban terdekat.
~~~~~~~~~~~~~BIG HEAD~~~~~~~~~~~~~~~
" Akkkkhhhhhhh" hanya itulah yang bisa kulakukan sekarang. Hanya berteriak dan berharap seseorang menyelamatkan hidupku. Walaupun aku pria aku tak bisa bela diri, karna sedari kecil hidupku selalu dilindungi oleh para bodyguard, sehingga tubuhku tak bisa untuk dijadikan tameng atau berkelahi. Pria itu mendorong dan menyudutkan ku ke tembok sedangkan dua pria lainnya hanya menonton dan tertawa menikmati tontonan didepan mata mereka.
Tuhan apa yang harus kulakukan? Siapapun tolong aku!
My Love Bodyguard, HE?
RATE :T
PAIR : KYUMIN
Kyuu Bighead 1324
HAPPY READ
Sungmin POV
Laki-laki itu mendekati ku lagi. " Yaaaaakkkkkk! Jangan dekati aku!, sedikit saja kalian melakukan hal yang tidak-tidak kepada ku, ku pastikan kalian tidak akan melihat matahari untuk besok dan selama-lamanya", dengan susah payah aku mengumpulkan keberanianku ini. Ketiga pria itu tertawa mendengarkan ancaman yang baru saja ku lontarkan kepada mereka. Seorang pria dari mereka mendekati ku, dia menatapku dengan pandangan yang sangat menjijikan menurutku. Tangan kanannya mulai terangkat dan mencoba menyentuh wajahku. Aku benar-benar merasa takut dan benar-benar merasa sangat bodoh, kenapa? Karna aku menyesal terlahir menjadi seorang pria yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi diriku sendiri, kupejamkan mataku dengan erat. Tapi entah kenapa aku tak merasakan apapun yang menyentuh wajahku, perlahan ku coba untuk membuka mataku dan yang kulihat lengan pria yang mencoba menyentuhku dicengkram dengan seseorang dan kemudian memelintir tangan pria itu . Pria itu dengan cekatan menghajar ketiga pria brengsek itu, kemudian menarik tangan ku dan membawaku lari dari tempat terkutuk itu.
END SUNGMIN POV
Disuatu taman ditengah kota, tepatnya di bangku taman yang tak jauh dari area bermain anak-anak. Terlihat beberapa orang berlalu lalang melalui daerah itu.
Sungmin pov
" Duduklah, aku akan membelikan mu minuman sebentar", ucap pria itu ketika kami tiba di taman kota. Entah kenapa tanpa berfikir panjang aku langsung saja mengikiuti pria yang baru saja menolongkan. Tak lama kemudian pria itu kembali dan menyodorkan secangkir coffee hangat padaku.
" Minumlah, lumayan untuk menghangatkan badan", ucapnya.
" Gomawo", jawabku singkat.
Kuperhatikan pria itu diam-diam, wajahnya yang putih dan tampan, tiga kancing kemeja bagian teratasnya dibiarkan terbuka dan memperlihatkan T-shirt putih didalamnya.
" kenapa kau bisa berada di tempat seperti itu?", ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya ke arahku. Sekaligus membuatku tersadar dari lamunan ku yang entah sudah kemana-mana.
Aku tertunduk mendengar ucapannya, "A.. aku ingin tau, apa seseorang menganggapku berharga.." jawabku lemas.
Pria itu menautkan alisnya tanda dia tak mengerti dengan ucapanku. " Hari ini adalah hari yang sangat special untuk ku. Hari dimana aku tepat berusia 17 tahun. Aku ingin merayakannya dengan orang yang sangat special untukku, tapi sayang di tak menganggapku special dihatinya", jelasku lebih perinci.
" Eeeehhhmmmm mianhae", jawabnya merasa bersalah
Aku tersenyum melihat ekspresi bersalahnya itu. " Gwaenchana, jadi tak perlu meminta maaf padaku", balasku.
Aku mulai merasa nyaman berada didekatnya, meskipun dia tak begitu banyak berbicara dan terkesan dingin dan cuek, tapi aku cukup merasa senang bebicara dengannya.
Entah kenapa suasana menjadi hening, aku yang tidak begiti menyukai keheningan mencoba untuk memulai pembicaraan.
" lalu kenapa kau ada di sana?", tanyaku mencoba menghilangkan suasana hening diantara kami
Kulihat dia menghela napas sejenak kemudian memandangku. " hanya menyegarkan otakku saja", jawabnya.
"memangnya kenapa? Apakah ada masalah dengan otak mu itu?, jawabku sambil tesenyum meremehkan. Lagi-lagi dia memandangku tapi kali ini dengan tatapan penuh dengan selidik.
Tatap
Tatap
Tatap
Cukup lama kami saling bertatapan akhirnya , aku melanjutkan perkataan ku sambil tertawa. " hahahahaa, anniyo bukan itu maksud ku, apa kau sedang ada masalah?".
Eksperisanya tiba-tiba langsung berubah menjadi serius. Aigho kenapa ekspresinya cepat sekali berubah? Apa aku salah berbicara?
" aku butuh uang , saudaraku sedang menjalani masa pengobatan, tapi aku tak punya pekerjaan", jawabnya.
Aku terpaku mendengar ucapan yang baru saja terlontar dari bibirnya. Begitu susahkan kehidupannya?
" aahh sudah larut, sebaiknya kuantar kau pulang. Tapi aku hanya bisa mengantar mu dengan berjalan kaki". Tak kusangka pembicaraan kami sudah sampai selarut ini, pembicaraan dengan pria disampingku ini membuatku lupa waktu dan merasa penasaran terhadapnya.
" Tak apa setidaknya ada yang menemaniku", balasku sambil tersenyum. " Oh ya, aku sampai lupa, perkenalkan namaku sungmin, Lee Sungmin. Kau?". Lanjutku. Aku lupa bahwa sedari tadi kami belum sambil mengenal.
" Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun". Jawabnya
Aku hanya mengangguk tanda aku mengerti dan mulai melangkahkan kakiku mengejar dia yang sudah berjalan terlebih dulu.
END SUNGMIN PPOV
~~~~~~~~~~~~~~Big Head~~~~~~~~~~~~~~~~
Sungmin POV
Setelah 15 menit kami berjalan kaki, akhirnya kami tiba juga dirumahku. Rumah yang mengusung gaya klasik eropa dengan interior-interior mewah di dalamnya. Terlihat dari luar gerbang, appa sedang memarahi kelima pengawal yang menjagaku. Lalu tiba-tiba Siwon Ahjusshi yang dari tadi berdiri disamping appa langsung berteriak ketika melihatku.
" Tuaaann!" teriaknya yang memekakan telinga
Appa yang mendengar teriakan itu langsung mengikuti arah pandangan Siwon Ahjusshi, kemudian berlari kearah ku. Appa langsung memeluk ku dengan erat, hingga akhirnya dia menyadari lengan tuxedo yang kukenakan robek.
" Apa yang terjadi? Kenapa tuxedo mu robek? Siapa yang melukai mu?", ucapnya dengan nada marah dan khawatir.
Lalu tiba-tiba appa langsung menatap tajam kyuhyun yang masih berdiri disampingku.
"Kau ! kau apakan anak ku?" bentaknya
Seketika itu pengawal-pengawal yang mengikuti appa langsung menahan tubuh dan memelintir tangan kyuhyun kebelakang dan membuat dia tak dapat bergerak.
Aku cengok terdiam seketika . " Lepaskan dia!" ucapku kasar pada pengawal-pengawal bodoh itu. Kemudian kutatap appa dengan tatapan marah dan kesal.
" Appa, kalau bukan karna dia mungkin appa akan melihat tubuhku yang dikerubuni lalat-lalat besok pagi, karna menjadi korban pemerkosaan", ucapku gusar plus menjadi galau.
Dengan seketika appa langsung membawaku kepelukannya. " apa kau baik-baik saja?", tanyanya dengan nada lembut dan masih terdengar khawatir
" memangnya appa masih memperdulikan ku? Bahkan appa tidak perduli dengan ulang tahun ku" jawabku sembari melepaskan pelukanku darinya.
" Aigho!, kenapa kau berbicara seperti itu? Tentu saja kau sangat penting dari apa pun yang ada dimuka bumi ini" ucapnya.
Aku mendegus kesal. "tapi nyatanya apa? Bahkan appa melewatkan ulang tahun ku", ucapku kesal
"mianhae, appa benar-benar minta maaf karna appa datang terlambat", ucapnya sambil memasang wajah sedih
" Hn" jawabku singkat
Appa merengkuh wajah ku dan menatapku dengan penuh kasih sayang. Aku tau dia begitu menyayangi ku meskipun dia tak memiliki banyak waktu untuk ku. " kau adalah harta paling berharga bagiku. Arasseo, appa tau appa salah, sekarang apapun yang kau inginkan appa akan menurutinya", ucapnya coba merayuku.
Akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulut appa ku. Aku langsung menarik lengan kyuhyun dan memandang wajah appaku lagi.
" aku mau dia!". Ucapku dengan semangat dan langsung membuat appa terperangah
Kyuhyun menatapku dengan tatapan " apa kau bercanda?" dan aku hanya membalasnya dengan senyuman.
"Mwo?" ucapnya shock
"Ne, aku mau kyuhyun menjadi pengawal pribadiku. Hanya KYUHYUN", tegasku lagi dengan penekanan diakhir kalimat.
" Tapi.."
" aku ngak mau ada tapi tapi tapi, pokoknya appa harus menepati janji kalau tidak aku tidak akan menganggap appa appa ku lagi" ucapku sarkatis
" tapi aku..." ucap kyuhyun terbata
" kyu, bukannya kau sedang membutuhkan banyak uang dan sekarang kau tak punya pekerjaan. Oleh karna itu kau harus menjadi pengawalku mau tidak mau!" ucapku sok boyshi
" umurmu berapa?" tanya appa pada kyuhyun
" 19 tahun" jawab kyuhyun
" apa kau ingin menjadi pengawal putra ku ini?" tanya appa lagi
Kulihat Kyuhyun terdiam seketika ketika mendengar penawaran tersebut
" ayolah kyuuuuu, aku janji tidak akan nakal" jawabku sambil merengek dilengan kyuhyun
Appa tersenyum melihat tingkah laku ku dan melihat ke arah kyuhyun lagi." Sepertinya hanya kau yang bisa menundukannya, aku belum pernah melihat putra ku seperti itu. Kuharap kau bisa menjaganya dengan baik" ucap appa
" baiklah" jelasnya
"yeeeee!" teriakku kesenangan kemudian lagsung joget-joget tidak jelasnya dan membuat semua orang yang ada disitu tertawa.
"kalau begitu besok pagi kau datanglah. Mulai besok kau akan menjaga anak nakal ini" ucap appa sembari mencubit pipiku.
Kyuhyun mengangguk tanda langsung beranjak pergi. Mulai besok aku akan memiliki pengawal pribadi yang super tampan dan keren, membayangkannya saja membuat ku malu sendiri.
" Tuan Han, sebaiknya kita masuk kedalam. Udara semakin dingin ini tak baik untuk kesehatan anda dan Tuan sungmin," ucap Siwon Ahjusshi.
Aku pun langsung menggandeng tangan appaku dan melangkah masuk kedalam rumah dengan hati yang berbunga-bunga.
~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~~``
Wah akhirnya chap 2 selesai juga aduduh maaf yah updatenya lama hhehehehe, jadi kalo kalian suka diREVIEW yoooo
