Tittle : The Trouble Mushroom

Disclaimer : Fairy Tail milik Hiro Mashima

Genre : Adventure/Humor

Warning : OOC, typo, gaje, ancur, acak-acakan, bahasa gaul yang berlebihan, dll.

Selamat Membaca…


"Iya" Kata Master Mavis dengan santainya

"Emang hutan tropisnya dimana?" Tanya Gray yang langsung disembur oleh master Mavis

"Kan sudah gue bilang tadi, jauh dari Magnolia oon!" Sembur Master Mavis.

"Ia gue tau, tapi yang gue tanya lokasinya dimana!" Teriak Gray sambil memuncratkan hujan lokal yang pastinya nggak kan kena sama Master Mavis, secara master Mavis kan roh, pastilah nembus tu hujan lokan. Yang ajaibnya, hujan lokal itu malah mengenai Natsu yang secara jaraknya agak jauh dari master Mavis.

"Ya elah, gue lagi yang kenak hujan lokal dadakan" guman Natsu dengan raut muka yang super culun yang sukses membuat Gray ngakak nggak ketulungan. Gajeel yang nggak sengaja melihat raut wajah Natsu langsung ikut-ikutan ngakak seperti si Gray.

"Woi, ngapain lu berdua ketawa hah?" Tanya Natsu sinis, yang ditanya malah makin ngakak nggak karuan sampai guling-guling nista di lantai. Yang lain yang ngelihat tingkah nista Gray sama si Gajeel hanya bisa bengong dengan pikiran yang sama 'ni orang berdua pasti udah habis obatnya' yah seperti itulah pikiran mereka.

Lucy dengan rasa iba melihat Natsu yang terkena hujan lokal tiga kali langsung mengambil sapu tangan yang entah dari mana asalnya dan langsung mengelap tubuh Natsu menggunakan itu.

"Wah… makasih banyak Lu…!" Perkataan Natsu terhenti ketika Lucy mencium pipinya. Yah walau hanya bisa dibilang kecupan biasa, tapi itu sudah sukses membuat muka Natsu memerah semerah tomat yang baru matang. Dan untung aja nggak ada yang lihat muka Natsu yang memerah(kecuali Lucy dan sesosok roh yang kalian tau siapa dia kan), secara kan mereka semua pada ngelihatin Gray sama Gajeel yang lagi ngakak dengan nistanya dilantai.

Tanpa rasa dosa atau bersalah, Lucy malah berkata "Wah… wajah Natsu memerah, so imut banget! Aku jadi ingin memeluknya" dan Lucy langsung memeluk Natsu mini dengan eratnya, yang dipeluk malah sesak nafas dengan muka yang memerah dari yang sebelumnya dan hidung yang hampir mengeluarkan darah alias mimisan. Kenapa mimisan, ya karena saat Lucy memeluk Natsu, kepala nya si Natsu itu mendarat di dadanya Lucy yang er… yah kalian tau lah sendiri.

"L...Luce lefasan afu, afu ngga iza nafaz(Lucy lepaskan aku, aku nggak bisa nafas)" Guman Natsu yang mulai kehabisan nafas. Lucy langsung melepaskan pelukannya dan meletakkan Natsu di atas meja dengan muka super duper merah sambil menghirup oksigen.

"Wah, wajah Natsu memerah tuh" Sahut Master Mavis yang ternyata dari tadi memandangi Natsu.

"A…apa-apan sih Master Mavis!, wajah ku tidak…" Yah, perkataan Natsu dipotong lagi oleh Lucy yang mengunci mulutnya dengan sebuah kecupan. Dan bisa kita lihat sekarang bahwa wajah Natsu sudah berubah jadi merah padam.

Dalam hitungan

Lima…

Empat…

Tiga…

Dua…

Satu…

'GUBRAK' Natsu langsung pingsan di meja dengan tak elitnya dengan muka yang merah padam."Yang tadi itu untuk apa ya Lucy" Tanya Master Mavis pada Lucy, yang ditanya malah cengar-cengir gak jelas.

"Itu untuk membuatnya bungkam biar gak bicara lagi" Jawabnya yang masih cengar-cengir gak jelas.'Kalau untuk buat bungkam, kenapa dia sampai pingsan segala?' Pikir Master Mavis.

Gray dan Gajeel yang sudah berhenti ketawa langsung mengambil kamera digital yang entah-dari-mana-asalnya dan menjepret jepret Natsu yang lagi pingsan dengan muka yang sudah author bilang tadi, entah untuk apa juga alasannya mereka jepret jepret Natsu yang lagi pingsan, author juga nggak tau tuh, mungkin untuk koleksi dan untuk disebarin ke media massa.

Entah dihasut setan apa, master Mavis malah ikut-ikutan jepret jepretan bersama Gray dan Gajeel 'lumayan, untuk kenang-kenangan nanti balik ke surga' batin Master Mavis. Lucy yang jaraknya paling dekat dengan acara jepret jepretan ria itu hanya bisa bersweetdrop ria.

"Hah… dasar" Guman Lucy pelan sambil memperhatikan dua orang aneh dan satu mahluk ghaib yang lagi berjepret–jepret ria. "Master Mavis, apa ada rute atau peta untuk untuk menuju ke hutan tropis itu?" Tanya Lucy pada Master Mavis.

Yang ditanya beserta dua orang lainnya langsung memberhentikan aksinya dan memalingkan wajah mereka ke arah Lucy. Dengan santainya Master Mavis malah berkata "Ada yang memanggil namaku ya?" yang sukses membuat perempatan jalan berwarna merah muncul di kepala Lucy, pertanda sang pemilik kepala akan mengamuk.

Tanpa memperdulkan Lucy yang hampir ngamuk, Master Mavis dengan santainya malah berkata "Gray, apa kau dengar ada orang memanggilku tadi?" tanyanya tanpa memperdulika orang yang ditanya sudah mati ketakutan sambil nunjuk-nunjuk ke arah Lucy yang akan memasuki evil mode. Master Mavis yang melihat arah tangan Gray langsung menghadap ke belakang, dan… tampaklah Lucy yang sudah memasuki evil mode (bayangin aja Erza lagi ngamuk, nah kayak gitulah Lucy sekarang), tapi kayaknya itu nggak membuat Master Mavis ketakutan.

"Eh Lucy kau kenapa?" Tanya Master Mavis dengan insonennya, membuat Lucy makin ngamuk dan mengeluarkan death-glarenya pada Master Mavis.

"Lucy, gue cuma bercanda kok" Kata Master Mavis yang ngelihat death-glarenya si Lucy "Kalau petanya sih ada, ini dia" Lanjutnya sambil menunjukkan sebuah gulungan kertas yang diketahui benda itu adalah peta.

"Lihat" Lucy langsung mengambil dan membuka gulungan peta itu. Gray, Gajeel Natsu yang baru bangkit dari kuburan #plak, maksudnya dari pingsannya, dan seluruh anggota guild langsung melihat isi gulungan peta itu.

"WHAT THE HELL! PETA MACAM APA INI!" Teriak mereka semua saat melihat gambar peta itu. Gimana nggak teriak, secara gambar petanya hancur lebur kayak coretan anak tk. Yang lebih parahnya lagi, di seluruh ujung peta itu ada kata-kata mutiara yang tak layak dibaca (walau ada satu yang masih layak dibaca) yang kalau setiap kata itu disambung akan jadi seperti ini F***** B**** You D***.

"Master Mavis, kenapa petanya kayak ginian sih! Master mau buat kami mati hah!" Teriak Natsu pake toa.

"Hah mana coba ku lihat" Lucy langsung member peta nista itu padaa Master Mavis.

"OH! Maaf maaf, gue salah kasih peta, hehe" Kata Master Mavis sambil cengar-cengir gaje setelah melihat isi peta 'palsu' tersebut.

"Ya elah, jadi mana peta aslinya?" Tanya Natsu.

"Oh, ini peta aslinya" Jawab Master Mavis sambil memberikan gulungan peta 'asli' itu pada Lucy.

Lucy langsung membuka gulungan peta itu, dan para anggota guild masih 'setia' melihat peta itu dengan antusiasnya.

'Fyuuh… untung yang ini masih bisa dibaca' batin seluruh anggota guild saat melihat peta itu.

"Yosh!" Teriak Master Mavis dengan semangat 45. "Akan ku jelaskan route perjalanannya" Lanjutnya masih dengan semangat 45."Baiklah, pertama-tama, kalian harus melewati gurun ini"Katanya sambil menunjuk gambar hamparan pasir di peta itu.

"Jaraknya berapa meter dari sini?" Tanya Natsu.

"Mp… jaraknya kalau nggaksalah dua puluh km" jawabnya dengan muka datar, yang sukses membuat Natsu bergidik dibuatnya.

"Jauh bener tuh" Kata Natsu sambil ngelihat peta itu

"Ya itu pula rutenya oon!" Sembur Master Mavis. "Ehm… Ok, setelah melewatigurun ini, kalian harus melewati pegunungan ini" Jelas Master Mavis sambil menunjuk ke gambar gunung yang ada di peta."Setelah itu, kalian akan melewati laut ini" Lanjutnya sambil mengarahkan jari telunjuknya ke gambar hamparan air yang diketahui gambar itu adalah gambar illustrasi laut. " Dan sampailah kalian ke hutan tropis"

"OH" Seluruh anggota guild ber oh ria

"Tapi…!" Master Mavis langsung menghentakkan tangan ke meja. Walhasil meja itu langsung hancur seketika, Natsu yang ada di meja sebelah hanya bisa cengo….

"Tapi apa Master Mavis?" Tanya Juvia bingung…

"Hanya orang yang memakan jamur itu yang harus pergi ke hutan itu…" Lanjut Master Mavis dengan muka yang sengaja dibuat-buat serius. Seluruh anggota guild (nggak semua kok) masang muka horror, Gray dan Gajeel bengong, Erza hanya bisa cengo, Natsu langsung kenak serangan jantung dadakan, master Makarov hanya bisa geleng-geleng kepala, Laxus megang kepalanya yang sakit, dan Master Mavis hanya masang muka nggak bersalah ngelihat Natsu yang kenak serangan jantung.

Dan terjadilah keheningan untuk yang kedua kalinya…

1 menit…

5 menit…

1 jam…

12 jam…

48 jam… (Readers : WOI LAMA BENER!)

Dan akhirnya….

"THEDDAAAAKKK!" Teriak Natsu dengan gaya yang sangat dramatis, membuat Gray ngakak dengan nistanya, Gajeel hanya bisa cengo ngelihat ke dramatisan Natsu, master Mavis masih memasang muka nggak bersalah ngelihat Natsu, yang lain hanya masang muka iba seraya berdoa "semoga Natsu *tidak* selamat dalam perjalanan AMIN!"

"Woi lu pade jahat bener sih!" Seru Natsu dengan suara yang keras dan masih dengan gaya yang sangat dramatis. Gray makin ngakak nggak henti-hentinya sampai guing-guling nista di lantai.

"WOI MATA SAYU! NGAPAIN LU KETAWA HAH? KETAWANYA TU NISTA PULA LAGI!" teriak Natsu dengan muka yang super culun

"BWAHAHAHA! SUMPAH MUKANYA LUCU! SI FLAME HAD MUKANYA LUCU BANGET BWAHAHAHA!" Gray makin menjadi-jadi ngakaknya sambil gegulingan nista dilantai, Natsu hanya bisa cengo dibuatnya.

"Ampun, ni anak kerasukan kunti apa sih?" guman Natsu pasrah melihat orang gila yang ada didepannya.

"BWAHAHAHA… AP!" Juvia langsung nyumpelin mulut Gray pakai botol saus yang super pedes. Akhirnya Gray langsung tepar seketika dengan muka yang merah karena kepedasan...

"GYAHAHAHA! MAMPUS LO KUALAT JUGA LO AKHIRNYA! GYAHAHAHA!" Dan sekarang giliran Natsu yang ketawa nista sambil guling-guling dimeja, itu pun ketawanya sambil nyemburin api pula….

'Ampun, bukan gray aja yang gila, tapi si Natsu juga gila, bahkan lebih gila dari Gray' batin Gajeel yang ngelihat Natsu ketawa sambil nyemburin api. Nggak nyadar diri ni orang, padahal dia juga sama gilanya sama Gray dan Natsu.

"WOI!" Teriak Master Mavis sambil menghentakkan tangannya ke meja lagi sampai meja itu hancur untuk yang kedua kalinya.

"Wow" Natsu yang tadinya ketawa sekarang hanya bisa ber wow ria "Aku nggak pernah ngelihat hantu bisa menghancurkan meja dua kali" lanjut nya yang membuat master Mavis ngamuk. 'Hantu, hantu katanya!' geram master Mavis dalam hati. Nyadar mbak, kamu memang sudah menjadi hantu kok #dibantaiMavis

"Iya ya, bener juga tuh" Sahut Gajeel meng iyakan apa kata Natsu tadi.

"SUDAH CUKUP!" Bentak Master Mavis sambil menggebrakkan tangannya ke meja dan mengakibatkan meja itu hancur lagi untuk yang ketiga kalinya. Natsu dan Gajeel hanya bisa bengong ngelihat Master Mavis yang ngamuk.

'Haduh… berapa kerugian ku mengganti meja yang rusak ini?' Batin Master Makarov yang ngelihat tiga meja yang hancur berkeping-keping akibat Master Mavis yang tangannya kayak iron…

"Jadi, gimana Natsu? Apa lo sanggup menjalankannya seorang diri?" Tanya Master Mavis sambil menunjukkan seringainya yang bisa dikatakan agak mengerikan itu. Natsu langsung bergidik ngeri melihatnya.

"Master udah gila ya! Mana mungkin aku bisa melakukannya sendirian dengan tubuh yang sekecil ini!" Master Mavis malah cengar-cengir gaje mendengar perkataan Natsu.

"Siapa bilang lu perginya sendiri, tu ada yang nemenin lo tu pergi kesana" kata master Mavis santai.

"Hah! Siapa ?" Tanya Natsu semangat..

"Ya siapa lagi kalau bukan kucing elo si Happy" Balas Master Mavis dengan seringai yang menyeramkan. Natsu langsung pundung ditempat. Cup cup, kasihan #dibakarNatsu

"Master Mavis, jangan aku dong! Lucy aja yang ngawanin si Natsu!" Timpal Happy

"Maaf, tapi Lucy akan pergi bersamaku untuk membeli kue" Sahut Erza dari belakang Happy dengan aura yang mengerikan.

"Atau nggak si Gray aja" Happy langsung di glare Juvia yang lagi masukin segalon air ke mulut si Gray.

"Nggak bisa! Lagian si Gray harus dipulihin dulu mulutnya yang abis kebakar karena makan sebotol saus yang pedesnya inalillahi. Jadi selamat berjuang Natsu dan Happy" Kata Master Mavis yang langsung menghilang.

"Oi tunggu woi tunggu!" Teriak Happy pake toa.

"Hah… baiklah, Happy, pegang petanya. Kita akan pergi sekarang" Perintah Natsu yang baru selesai pundung

"Aye sir!" Happy langsung mengambil peta yang tergeletak di meja dengan tak elitnya dan langsung meletakkan Natsu ke kepalanya.

"BYE MIN'NA!" Teriak mereka berdua dan langsung pergi mencari jamur penawar.

Setelah lima menit Natsu dan Happy pergi, Master Mavis langsung memunculkan dirinya ke seluruh anggota guild yang ada…

"Master Mavis kok nongol lagi?" Tanya Gray yang mulutnya baru pulih dari kebakaran (baca: kepedasan).

"Gini, sebenarnya ada satu hal yang ingin aku sampaikan" Kata Master Mavis sambil cengar cengir gaje.

"Memangnya ada apa Mavis?" Tanya Master Makarov.

"Gini, sebenarnya…"

.

.

.

TBC


Author : HUA! Chap 3 akhirnnya selesai juga!

Natsu : Kampret lu tor jahat bener sih sama gue! *ngelemparin tumat busuk kke arah author*

Author : *ngehindari tomat dengan gaya the matrix* WOI! Lu mau ngajak perang hah?

Natsu : Siapa takut! Sini lo!

Gilgamesh : Baiklah, mumpung si author nista tu lagi perang tomat sama si naga api, jadi saya yang akan menggantikan Author untuk membalas review dari kalian…

Baik, dimulai dari

NaLuVerz : Mohon dimaklumin lah ni author memang nista dan otak nya lagi korslet rada-rada waktu updatenya buru-buru. Jadi nggak ada deh NaLunya.

Author : Jadi maaf banget ya, mungkin di chap ini ada NaLunya walau dikit karena, ada rahasia tertentu dibalik perubahan Natsu yang berubah jadi mini. Dan maaf banget ya, mungkin chap depan nggak Nalu nya… Huhuhu… and makasih udah ngereview fic saya.

Gilgamesh : Eh uda selesai perang ?

Author : Udah, ok lanjut

Kosuke uchiha :Kependekan ya? Hehe… besok saya panjangin lagi deh.., btw, thaks udah ngereview fic saya

bjtatihowo males log-in : Makasih banget atas sarannya ya! Memang ia sih, sebenarnya saya belum pernah di flame, tapi udah pernah kenak spam, tapi bukan karena kemunculan saya di fic ini lho…. Btw, thank untuk reviewnya!

Diarza : Hai! Salam kenal juga… panggil aja ami ok! Itu udah nasibnya Natsu menderita, jadi nggak usah dikasianin lagi..

Natsu : JAHAT LU TOR!

Author : Biarin, btw, Diarza, makasih buat reviewnya ya… maaf nggak bisa update kilat..

Guest : Yah… bahasanya memang kegaulan sih, karena saya buatnya buru-buru. Btw, makasih sudah mereview.

Guest : Namanya Rin rin-chan ya? Ok Makasih atas reviewnya ya! Ni udah di update..

sykisan : Yah, maunya sih begitu tapi karena ini semua adalah…Ups rahasia mwahahaha! Yang jelas ini adalah tentangan tersendiri buat Natsu… jadi nggak bisa dibantu sama kelompoknya. Tapi aman kok ada juga satu orang Teamnya Natsu yang akan menolongnya… OK, makasih atas reviewnya ya!

Author: Ok, akhir kata, mohon direview fic saya please!

Gilgamesh : Seperti biasa, Flame tidak diterima...

Natsu : Semakin banyak review, semakin cepat update