Tittle : The Trouble Mushroom

Disclaimer : Fairy Tail milik Hiro Mashima

Genre : Adventure/Humor

Warning : OOC, typo, gaje, ancur, acak-acakan, bahasa gaul yang berlebihan, dll.

Selamat Membaca…


"Gini, sebenarnya…"

"Sebenarnya apaan sih master Mavis?" tanya seluruh anggota Guild yang lagi ada disana (Sekitar enam orang lah yang tinggal di guild, karena semuanya pada ngejalanin misi).

"Sebenarnya jamur yang dimakan Natsu itu, adalah jamur buatan ku" kata Master Mavis dengan senyum jailnya, yang membuat seluruh anggota guild yang ada disana hanya bisa masang muka oon, ya secara untuk mencerna perkataan master Mavis tadi.

Lima jam kemudian…

"HAAAAHHH!" teriak semua anggota guild sambil memuncratkan hujan lokal mereka. Karena Master Mavis itu tranparan, jadi nggka kenak hujan lokal deh.

"Enggak kenak" sahut Master Mavis loncat-loncat kayak anak kecil.

"Juvia, Master Mavis ini masa kecilnya kurang bahagia ya?" bisik Gray ke Juvia.

"Kayaknya sih iya" balas Juvia sambil berbisik.

"Hei, apa yang sedang kalian bisikkan?" tanya Master Mavis dengan aura yang sangat mengerikan, membuat bulu kuduk Gray dan Juvia tegak sambil goyang ngebor…

"Ng-ngak a-a-ada kok" balas mereka terbatah-batah.

"Oh" Master Mavis ber oh ria

"Jadi dengan arti kata…" perkataan Master Makarov dipotong oleh Master Mavis

"Ini adalah rencana balas dendam ku pada Natsu" kata Master Mavis dengan aura suram yang sangat mengerikan.

"Emangnya Natsu salah apa?" tanya Juvia.

"Oh, itu karena waktu kalian pulang misi tadi, Natsu menduduki kakiku. Kalau kalian Tanya kenapa bisa, itu karena aku nggak sengaja numpang lewat tadi saat kalian istirahat. Karena kakiku sangat teramat sakit habis diduduki si Natsu, jadi aku letakkan jamur yang baru ku bawa dari surga dekat Natsu pundung" jelas Master Mavis panjang, padat, dan tak jelas.

"Oh" seluruh anggota guild ber oh ria

'Cuma gara-gara itu doang kok bisa jadi barabeh masalahnya' batin Gray dan Juvia.

"Tapi bukan itu aja alasannya" sambung Master Mavis yang sukses membuat kaget selurh anggota guild.

'Sudah ku duga bukan itu saja alasannya' batin Master Makarov

"Apa alasan lainnya ?" tanya Gray.

"Alasan lainnya yaitu…karena dari dulu aku emang ingin mengerjai Natsu, tapi berhubung nggak ada kesempatan, jadi hari ini lah kesempatannya" kata Master Mavis dengan muka ceria tingkat dewa tanpa ada rasa berdosa atau pun bersalah sekalipun.

'Oh pantes aja' batin seluruh anggota guild yang ada.

"Tunggu, kalau ini semua hanyalah keisengan mu, jangan-jangan jamur penawarnya…" Master Makarov nggak bisa melanjutkan perkataannya karena anggukan dari Master Mavis.

"Yoi, jamurnya bisa ditemukan diseluruh dunia, di depan sini pun juga ada" spontan saja seluruh anggota guild yang ada langsung melihat keluar, dan benar sajalah apa kata Master Mavis, jamur penawarnya ada di depan guild Fairy Tail.

"Ok, kalau kalian ingin mengejar Natsu, kejar aja. Tapi," Master Mavis langsung menunjukkan seringai horornya "hati-hati dengan trap yang ada di setiap tempat yang ku tunjuk tadi dipeta!" ujar Master Mavis yang sukses membuat Gray merinding disko.

" Demikian yang dapat saya sampaikan. Jika ada kesalahan, mohon dimaafkan. Wabillahi tofik walhidayah wassalamuallaikum warahmatullahi wabarokatu. Bye bye" Master Mavis langsung ber dadah ria dan menghilang ditelan cahaya.

"Dia tadi baca pidato atau apa sih?" tanya Romeo dengan muka oon.

"Entahlah" jawab Juvia datar.

"Ok, kalau kayak gini, siapa yang mau mengejar Natsu sekarang?" ujar Master Makarov, yang lain hanya diam membisu.

"Lah kok nggak ada yang mau sih!" teriak Master Makarov pake toa mesjid.

"Ogah ah, males. Nanti gue bisa mati gara-gara trapnya Master Mavis!" sahut Gray.

"Yaudah kalau nggak mau, suruh Lucy untuk menyusul si Natsu" perintah Masteh Makarov.

"Orangnya nggak ada" seru Laxus santai.

"Lah kok nggak ada. Memangnya Lucy kemana?" tanya Master Makarov

"Lucy pergi menjalankan misi sama si iblis Erza dari tadi" balas Gajeel yang lagi makan beton.

"Suruh yang lain aja, kayak si Levy, Jett, Droy, Mirajane, Freed, atau siapa kek" ujar Master Makarov.

"Masalahnya itu, seluruh orangnya nggak ada Kakek!" seru Laxus.

"Emangnya semua pada kemana?" tanya Master Makarov lagi.

"Kakek masa lupa sih, semuanya kan juga ngejalanin misi tau! Bahkan yang tersisa di guild hanya aku, Gray, Juvia, Romeo, Gajeel, dan Kakek tau!" balas Laxus.

"Oh, maklumlah Laxus, kakekmu ini sudah tua" guman Master Makarov.

"Jadi siapa yang akan menyusul si Natsu?" tanya Gajeel yang masih makan beton.

"Yang jelas bukan aku" seru Laxus yang lagi nyandar di pintu.

"Siapa ya?" guman Master Makarov sambil mikir.

Lima menit kemudian…

"AHA!" tiba-tiba muncul bohlam lima wat di atas kepala Master Makarov, pertada yang punya kepala mendapat ide.

"Bohlam murahan" komen Gray yang langsung mecahin bohlam lima wat yang ada dikepala Master Makarov.

"Yah Gray! Ngapain dipecahin tu bohlam" Sahut Gajeel dari belakang.

"Kan nggak guna lagi" kata Gray sambil nginjak-nginjak pecahan bohlam.

"Masih berguna kok kak, tu lihat, lampu depan sama lampu yang ada didalam udah mati!" Seru Romeo.

"Kan ada Laxus yang ngehidupin tu lampu" Laxus langsung melotot saat mendengar perkataan Gray.

"Hah, kok gue yang ngehidupin lampu!" protes Laxus.

"Lo kan bisa ngunain sihir petir lo itu untuk ngehidupin lampu itu kan?" kata Gray sambil nunjuk ke arah lampu depan guild Fairy Tail.

"Udah udah! Ni urusannya kok bisa nyampai ke bohlam sih!" teriak Juvia yang udah stress dari tadi diiringi dengan aura suram yang mengakibatkan langit yang tadinya cerah, berubah menjadi berawan dan pastinya ini pertanda badai bakalan datang. Aura suram Juvia sukses membuat Laxus dan Gray langsung diam ditempat. Yang lain sudah mati ketakutan dari tadi.


Di tempatnya Natsu berada (pastinya lagi dalam perjalanan)...

"Natsu, Natsu!" panggil Happy.

"Ha, ngapa Happy?" Tanya Natsu seraya memanndang ke atas dengan tatapan heran.

"Lah, tadi bukannya langitnya cerah-cerah aja tuh" seru Natsu saat melihat ke atas.

"Itulah yang ingin aku bilang dari tadi" kata Happy sambil memegangi peta "Sepertinya badai bakal dating" lanjutnya dengan tatapan ngeri

"Aku rasa ini pasti akibat si Gadis hujan itu lagi ngamuk" ujar Natsu.

"Mungkin aja" Happy langsung terbang mencari tempat perlindungan yang aman dari terpaan badai.


Balik lagi ke Guild Fairy Tail…

"J-Juvia! J-j-jangan ngambek d-dong please!" bujuk Gray yang nggak dihiraukan sama Juvia. Bahkan langit yang mendung itu malah makin mendung dengan diiringi hujan lebat, petir yang menyambar dengan indahnya, dan angiin badai yang dahsyat, pertanda aura suram Juvia makin menjadi.

"W-woi Gray, lu bukannya nenangin tapi malah buat dia makin ngamuk!" sahut Gajeel yang udah ketakutan.

"Gray, cepat dikit nenanginnya napa! Tu lihat, hujan lebat yang disertai angin topan udah datang tu!" teriak Laxus.

"Lu pade sabar dikit napa! Hoy Gajeel lu kan dulu sebelum masuk Fairy Tail se guild sama dia, jadi saat dia ngamuk apa yang kalian lakuin untuk nenangin dia?" tanya Gray dalam keadaan panik.

"Mana ku tau! Dia jarang ngamuk waktu di Phantoms! Lu kan pacarnya Gray, sebagai pacar lo harusnya tau apa yang bisa buat dia tenang!" bacot Gajeel sambil berpegangan pada tiang terdekat karena angin yang sangat teramat kencang.

"Benar juga ya" Gray langsung mikir ide untuk ngebuat Juvia tenang.

Dua belas menit kemudian…

"Oh ya aku dapat ide!" teriak Gray girang

"Kelamaan oon! Cepat tenangin si Juvia!" desak Gajeel, Laxus, Mater Makarov dan Romeo berbarengan. Kondisi mereka saat ini yah… tragis, kenapa? Ya karena mereka udah basah-basahan karena hujan dan hampir terbang akibat tiupan angin topan yang sangat dahsyat.

"Iya iya sabar dulu bego!" sahut Gray sambil mendekati Juvia yang tentunya lagi ngamuk.

"ELO TU YANG BEGO!" teriak Gajeel pake toa nyasar.

"Juvia, jangan ngamuk please. Kalau kamu berhenti ngamuk, aku bakal ngajak kamu kencan ke tempat yang kamu suka. Aku janji" Juvia langsung menatap Gray dengan tatapan 'kau-tidak-bohong-kan?'. Seolah mengerti arti tatapan Juvia, Gray langsung berkata "Iya, aku nggak bohong"

Seketika itu awan hitam dan badai topan yang dahsyat tadi langsung menghilang. Dan sekarang, langit kembali cerah seperti biasa. Itu pertanda bahwa hati Juvia lagi senang banget. Gajeel dan Laxus langsung sujud syukur karena mereka selamat dari terjangan angin topan yang begitu dahsyat, begitu juga dengan Master Makarov. Romeo? Kalau Romeo sih, dia ngucapin syukur berates-ratus kali karena berhasil selamat dari terjangan angin topan.

"Kami-sama! Terima kasih karena sudah menyelamatkan ku dari terjangan angin topan yang super mengerikan itu!" kata Gajeel, Laxus dan Master Makarov sambil sujud sembah.

"Ampun, mereka semua pada udah habis…." tanpa aba-aba, Juvia langsung memeluk Gray dengan sangat teramat erat, melebihi eratnya pelukan Lucy tadi. Muka Gray langsung merah padam, selang beberapa detik kemudian Juvia langsung melepaskan pelukannya.

"Cie cie! Gray mukanya memerah tuh" goda Gajeel yang langsung di death-glare oleh Juvia, yang di death-glare langsung diam ditempat

"Ehm" Master Makarov ber dehem "Baiklah, Gray, Juvia, Gajeel dan Romeo, kalian berempat cepat susul si Natsu sebelum dia pergi ke White Sand Place" perintah Master Makarov.

"Baiklah" mereka berempat langsung pergi menyusul si Natsu dengan sangat amat terpaksa. Awalnya mereka mau menolak, tapi karena di death-glare oleh si Laxus, mereka mau tak mau harus menyusul Natsu sebelum dia pergi ke White Sand Place.

(´◕ ▽ ◕`)The Trouble Mushroom(´◕ ▽ ◕`)

"Happy, masil lama lagi nyampe nya?" Tanya Natsu lesu.

"Ya begitulah, dipeta ini katanya kita harus berjalan kaki selama sekitar satu jam" balas Happy samba membaca peta itu (dan pastinya lagi berjalan kaki)

"Petanya aneh" komen Natsu

"Emang aneh, toh yang ngebuat ni peta bukan Master Mavis, tapi si Author sableng itu yang buat" woi Happy, ngapain lu buka-buka rahasia orang! #digamparNatsu

"Hah? Si Author nista itu yang buat! Wah kurang ajar banget sih lu author!" udalah Natsu, terima aja nasib mu itu. Lagian ini yang terbaik untuk mu.

"By the way, walaupun si author nista itu yang buat ni peta, nggak masalah kok. Tapi, kenapa lo harus jalan kaki ngikutin apa yang dikatakan dalam peta itu Happy! Ngapain lu nggak terbang aja biar cepat sampainya!" teriak Natsu pake toa gedung putih (?)

"Oh iya ya" Natsu langsung bergubrak ria dibuatnya. Happy langsung mengepakkan sayapnya dan langsung terbang.

55 menit kemudian…

"Akhirnya kita sampai juga ke White Sand Place!" teriak Natsu girang sambil sembah sujud dengan gajenya. Happy juga ikut-ikutan sembah sujud dengan gajenya. Ck… ternyata mereka belum tau bahaya apa yang akan menerjang mereka di White Sand Place ini…

"Terus kita ngapain lagi?" tanya Happy.

"Nggak tau" balas Natsu simple.

"Kok nggak…" perkataan Happy terhenti ketika tanah (hamparan pasir putih) yang mereka pijak tiba-tiba bergetar.

"W-w-w-woi! K-k-kok bisa di dataran pasir kayak gini terjadi gempa!" teriak Natsu panik.

"Mana ku tau!" balas Happy yang juga panik.

Tiba-tiba munculah seekor kalajengking raksasa dari dalam tanah yang past nya membuat Natsu dan Happy kaget setengah idup.

"WAAAAA! MONSTEEERRRR!" teriak mereka berbarengan karena saking kagetnya.

Kalajengking raksasa itu langsung mengarahkan ekornya yang sangat beracun ke arah Happy, dengan cekatan, Happy langsung menghindar dari serangan sang scorpion dengan gaya ala the matrix. Setelah itu dia langsung terbang setinggi mungkin, tapi karena tenaga Happy udah habis, jadinya mereka jatuh dan mendarat dengan mulusnya di haparan pasir putih itu.

"Aduh! Sakit!" rintih Happy sambil memegangi punggungnya yang sakit akibat jatuh dari ketinggian.

"Kepalaku puyeng" kata Natsu samba memegangi kepalanya.

Tanpa ba-bi-bu, kalajengking itu langsung menyerang Natsu dan Happy menggunakan capitnya.

"W-w-w-w-waaaa!" teriak Natsu mulai ketakutan.

"Aku belum mau mati!" rengek Happy.

"HUWAAAAAAA!" capit kalajengking itu makin mendekat ke arah Happy, dan…

"Es dibuat, Naga es!"

"Water canon!"

"Raungan naga besi!"

"Rasakan ini!"

Pucuk dicinta ulam pun tiba, di saat Happy dan Natsu terdesak, bala bantuan dating disaat yang sangat tepat.

Capit kalajengking raksasa itu langsung putus akibat serangan dari mereka berempat yang tain lain dan tak bukan adalah Gray, Juvia, Gajeel, dan Romeo.

"Yo Natsu! Sepertinya kami datang disaat yang tepat ya. Ya secara kami gitu" sapa Gray sambil membanggakan dirinya.

"Natsu nii, Happy, kalan nggak apa-apa kan?" tanya Romeo khawatir.

"Yah, lumayan lah" balas Happy

"WOI GRAY! NGAPAIN LU NGEBANGGAIN DIRI SAMPE KAYAK GITU HAH?" teriak Natsu sambil nyemburin api.

"Biarin, ngapain lu protes? Lagian gaya gaya gue…"

"Khukhukhu…"

"Siapa itu?"

.

.

.

TBC


Natsu : Author! Kenapa dikau membuat sulit keadaan! Tu lihat, gue hampir mati gara-gara kalajengking raksasa!

Gilgamesh : Kasihan!

Author : Tapi kan lo nggak kenak serangan dari scorpion itu.

Natsu : Tapi tetap aja gue hampir mati bukan!

Gilgames : Tapi ada yang nyelamatin mu bukan?

Natsu : Ia sih tapi..

Gilgamesh : Jangan banyak protes atau lo bakal mati *ngeluarin ratusan senjata dari gate of Babylon*

Author : Woi Gilga, jangan ngeluarin senjata seenak mu saja! Nanti ancur rumah gue gimana?

Gilgamesh : Kan lu yang rugi bukan gue..

Author : Ni anak kayaknya pengen cari masalah deh! Yaudah, saatnya balas review

Kosuke uchiha: Hoho… saya nggak bisa update kilat karena…

1. Masuk pagi, pulang sore. Capek!

2. Tugas sekolah yang bejibun.

3. Buntuh ide.

Ok, makasih atas reviewnya ya. Kapan-kapan saya usahain update kilat.

Vino : Oh, pantes aja waktu gue gedor pintu kamar lo, ada suara kayak orang ketawa. Gue kira obat mu habis #dibantai

Btw, makasih atas reviewnya nii-san. Nih udah diudate dah.

Natsu : biar gue yang balas lagi

Author : terserah

Natsu : Baiklah, for Diarza : Kok kamu ketawa? Emang ada apa dengan muka ku?

Author :(dalam hati : dasar begok lu Natsu)

Natsu :Btw, makasih sudah mereview fic author yang satu ini ya.

Hikaru Dragneel : Ya, enak, enak banget. Sampai aku nggak bisa nafas dibuatnya!

Untuk rencana Master Mavis, kita tanyakan aja pada orang nya aja langsung…

Master Mavis : Eh aku? Tapi Natsu pergi sana jauh-jauh!

Natsu : Iya, gue pergi *langsung pergi dari tkp*

Master Mavis : Huhu… rencana ku sebenarnya yaitu balas dendam dan pengen ngerjain Natsu, kenapa balas dendam? Yah jawabannya udah dijelasin tadi tu dicerita.

Author : Ok, makasih atas reviewnya Hikaru Dragneel. Ni udah di update

Chiha Asakura Dragneel : Kecupan? Oh ya benar sekali, artinya memang kissing selamat-selamat!

Btw, thanks atas reviewnya!

Gilgamesh : Dan yang terakhir….

All: REVIEW PLEASE!

Natsu : Seperti biasa. Flame tidak diterima!

Master Mavis : Semakin banyak review, semakin cepat UP DATE! :D