Tittle : The Trouble Mushroom
Disclaimer : Fairy Tail milik Hiro Mashima
Genre : Adventure/Humor
Warning : OOC, typo, gaje, ancur, acak-acakan, bahasa gaul yang berlebihan, dll.
Selamat Membaca…
"Khukhukhu…"
"Siapa itu?" tanya Natsu saat mendengar suara seseorang yang tertawa.
Lagsung saja mereka yang ada disana mengedarkan penglihatan meraka ke arah sumber suara.
Dan, tada… suara itu ternyata berasal dari seorang berjubah hitam yang sedang terbang di atas kalajengking raksasa itu.
"Khukhukhu… Natsu, kalian nggakkan bisa mengalahkan penjaga White Sand Place ini" Kata si jubah hitam itu sambil menyeringai.
"Siapa dia ya?" tanya Natsu dengan bego nya tanpa memperdulikan perkataan sang Jubah Hitam tadi.
"Entahlah, gue nggak tau tuh" balas Gajeel
"Tapi kok dia bisa kenal sama Natsu ya" kata Gray.
"Apa dia peramal?" tanya Juvia.
"Bisa jadi" balas Gray
"Apa dia nggak mbah dukun? Kan pakaiannya mirip mbah dukun" seru Happy.
'Apa kau bilang tadi, Happy! Mbah dukun! Emang muka gue yang super cute ini kayak mbah dukun? Awas lu Happy, setelah selesai semua ini gue bakalan nyecincang elo hidup-hidup!' gerutuk si Jubah Hitam dalam hati.
"Ah… mana mungkin, pasti dia penyihir." kali ini Romeo juga ikut-ikutan nongol di pembicaraan mereka.
'Ya iyalah gue penyihir bego!' geram si Jubah Hitam.
"Masa sih? Peramal kali tu." kata Juvia ngotot
"Nggak! Dia Kuntilanak!" sahut Natsu dari belakang Juvia
Sementara mereka semua lagi berdebat tentang siapakan-si-jubah-hitam-itu, sang jubah hitam yang diperdebatkan mulai ngamuk karena dikacangin dari tadi.
"WOI KALIAN NGAPAIN PADA NGACANGIN GUE HAH? LO KIRA KEBERADAAN GUE NI NGGAK ADA?" teriak sang Jubah hitam itu sambil mengeluarkan seluruh amukannya.
"Eh, dia bisa ngamuk. Hebat!" Natsu berdecak kagum melihat sang Jubah Hitam itu lagi ngamuk.
'Bego amet lo Natsu' batin Si Jubah Hitam itu.
Yang lain kecuali Romeo (karena, dari lima orang plus satu kucing yang ada disana, hanya Romeo lah yang masih ditingkat waras) juga ikut-ikutan berdecak kagum.
"YA TUHAN MEREKA INI MEMANG BENAR-BENAR UDAH PADA KAGAK WARAS SEMUA" sindir sang Jubah Hitam itu sambil berteriak.
'Sepertinya gue kenal dengan suaranya deh, tapi siapa ya?' pikir Gajeel
"WOI, KAYAK LO WARAS AJA! PADAHAL LO JUGA KAGAK WARAS DASAR ORANG GAJE!" ejek Natsu sambil berteriak plus nyemburin api.
"HAH! SIAPA YANG NGATAIN GUE ORANG GAJE TADI!"
"GUE, EMANG NAPA?"
"BERANI LO, SINI, LAWAN GUE DASAR KURCACI!"
"WOI, SIAPA YANG BILANG GUE KURCACI TADI HAH?"
"GUE, EMANG NAPE. BERANI LO SAMA GUE!"
"SINI LO, BIAR GUE PANGGANG JUBAH PLUS TUBUH LO!"
"SINI JUGA LO, BIAR GUE CINCANG TUBUH LO SAMPAI NGGAK BERBENTUK!"
"OH! BERARTI LO NGAJAK PERANG SAMA GUE HAH?"
"IYE EMANG NAPE! SINI PERANG SAMA GUE! BAKALAN GUE BUAT LO JADI DAGING CINCANG, TERUS GUE KASIH KE IKAN HIU ATAU NGAK KE PAUS BIRU !"
"STOOOOOOPPPP!" kali ini Juvia bakal ngamuk unuk yang kedua kalinya. Langit yang tadinya cerah banget, kini telah berganti dengan awan mendung dan badai angin yang dahsyat.
"MAYDAY MAYDAY! JUVIA NGAMUK LAGI!" teriak Gajeel.
"Uwaaa! Semuanya cepat cari tempat pengumsian yang aman!" pekik Romeo yang udah ketakutan. Hah bego, mana ada tempat pengungsian yang aman di DATARAN PASIR KAYAK GINI!
Yang lain termasuk si jubah hitam udah kocar-kacir kagak jelas karena saking takutnya. Takut apa? Ya takut mati lah, masa takut panas.
"ANYBODY, PLEASE HELP MEEEE!" terian Natu dan si Jubah Hitam sambil berpelukan ala teletubis dan diiringi dengan efek dramatis.
"Kami-sama, tolonglah hamba mu ini sekali lagii!" pekik Gajeel sambil berdoa kepada Tuhan. Tapi sepertinya, doa mu gak bakalan dikabulin deh #plak
"J-Juvia-chan, j-j-j-angan ngamuk lagi ya. Please!" Bukannya tenang, tapi ngamuknya malah makin menjadi. Seketika, hujan lebat yang dahsyat pun datang untuk membasahi tubuh , jarang-jarang tuh di gurun pasir terjadi hujan lebat yang dahsyat kayak gini.
"Uwaaa!" teriak Happy panik.
"Ya Tuhan, kenapa kejadian yang seperti ini harus terjadi untuk yang kedua kalinya!" jerit Gray.
"Woi Gray, cepet bujuk dia lagi!" desak Gajeel yang hampir terbang.
"Iye, sabar dulu nape!"
"Kelamaan oon!" pekik Natsu dan si Jubah Hitam berbarengan.
"J-J-Juvia, udah, nggak usah marah lagi, ya. Nanti aku traktir kamu makan malam direstoran bintang lima (Author : emang lo punya duit Gray?)" bujuk Gray dengan susah payah. Tapi sepertinya bujukan itu nggak ngaruh sama Juvia. Bahkan hujan lebat yang dahsyah itu malah makin dahsyah dan ditambah dengan segerombolan petir (Natsu : emang lo kira petir tu apa hah?) yang sedang menari dengan indahnya di langit yang hitam.
Dan dengan awesome-nya, petir itu menyambar Natsu dengan kekuatan 100 juta volt. Tapi dengan cekatan, Natsu menghindar dari sambaran petir itu.
Akibat petir itu, tanah yang dipijak Natsu tadi langsung jebol alias berlubang sampai ke kedalaman tiga puluh meter!
"B-b-b-buset dah! Ng-ng-ngeri b-b-b-banget s-s-s-sambaran p-p-pe-petinya!"kata Natsu sambil niru gaya Azis Gagap di pairingin sama Lady Gagap #Author dibantai Natsu tanpa ampun
"Wow, kalau sampai kenak tadi, pasti kau sudah manjadi abu dan nyawamu pasti sudah berada di neraka" komen si Jubah Hitam sambil berdecak kagum.
"Iya ya…Eits… tunggu, ape lu bilang tadi, masuk nerak? EMANG LO KIRA GUE PENGHUNI NERAKA APA!" wah si Natsu, disaat bahaya kayak gini, masih bisa juga nyari ribut sama si Jubah Hitam.
"Iya" jawab si Jubah Hitam itu dengan inconnent "Mau cari rebut lo?"
"BENER-BENER GUE PANGGANG JUGA ELO YA!"
"OK, BERANI, SINI LO!"
"WOI, KALIAN BUKANNYA PANIK, TAPI MALAH BERTENGKAR!" teriak Gajeel saat melihat dua orang abnormal yang baru kabur dari RSJ itu kelahi.
"Oh, iya juga ya…" lima menit kemudian… "UWAAAA!" teriak duo sarap (Natsu dan si Jubah Hitam) sambil lari kocar-kacir dan akhirnya berhenti sendiri akibat mereka berdua saling bertabrakan. Huh, dasar sarap..
"Yee, ni orang berdua pada ngadain acara tepar berjamaah!" celetuk Gray.
"Udah, nggak usah pikirin duo sarap itu. Sekarang yang penting… GIMANA CARA KITA MENGHENTIKAN JUVIA!" Gray langsung tuli seketika akibat teriakan dari Gajeel.
"Woi pekak tau!" pekik Gray sambil memegangi telinganya yang sakit.
Hujan yang dahsyat itu makin menjadi-jadi dahsyatnya, para petir pun dengan idahnya menari-nari di atas awan yang gelap dan meyambar-nyambar dengan awesome-nya ke arah Gajeel. Dengan awesome-nya Gajeel menghindar dengan gaya ala the Matrix.
"Ya elah, kok ke gue sih petirnya!" protes Gajeel
"Mungkin atas kepala lo terdapat partikal ion positif kali" terang Natsu yang baru sadar dari alam kubur #dibogemNatsu eh, salah. Maksudnya dari pingsannya
"Iya juga kali tu" kata si Jubah Hitam yang 'juga' baru sadar meng iyakan perkataan Natsu.
Sepertinya penderitaan mereka belum selesai, karena…ANGIN TORNADO YANG SANGAT BESAR datang menghampiri mereka! Mereka yang ada disana langsung berpelukan ala teletubbis kesambar petir (kecuali Gray)
"UWAAA! EMAKK! GUE BELUM MAU MATI!" teriak mereka berlima dengan efek yang sengaja dibuat-buat dramatis.
"Dasar orang sinting!"teriak Gray yang mulai galau. Galau kenapa? Ya galau karena kalau dia nggak bisa menghentikan kegilaan Juvia, nyawa dia dan teman-temannya bakalan melayang dengan tak elitnya dan menysul Master Fairy Tail pertama yang mukanya paling cute, Master Mavis.
"J-Juvia, jangan ngamuk dong, please! Apa kamu rela pacar kamu yang keren dan ganteng (Author :HUEKS!*muntah darah*) ini mati dengan cara yang sumpah kagak elit begini?"bujuk Gray agak narsis dengan seluruh kemampuan yang dia punya. Tapi… NIHIL! Juvia tetap tidak peduli dengan bujukan si Gray. Terima ajalah nasib sial kalian…
Angin tornado yang mulanya itu satu, sekarang sudah bertambah menjadi tiga, dan satu diantaranya adalah tornado air (?).
"WADUUUUUHHH! NYAWA KITA BISA BARABEH NIH!" teriak Natsu ketakutan.
"Hah? Kok tornado ada yang air sih!" celetuk Happy
"Udah, yang penting…. DIMANA TEMPAT PENGUNGSIAN YANG AMAN!" teriak Gajeel yang ditambah efek dramatis dan ditambah sebuah tabokan mesra dari Natsu yang langsung mendarat tepat di kepalanya.
"AW! Sakit tau!" protes Gajeel sambil memegangi kepalanya.
"Ye elu sih bego banget!" timpal Natsu.
"Eh, coba lihat itu" kata si Jubah hitam itu sambil menunjuk ke arah tiga tornado tadi. Natsu dkk langsung emngedarkan pandangannya ke arah yang ditunjuksi Jubah Hitam tadi.
"WHAAAAATTTT!" teriak Natsu dkk berjamaah. Ok, yang dilihat Natsu dkk tadi adalah… TIGA TORNADO YANG MENJADI SATU! Wow, gimana caranya tu ya? Entahlah, saya juga nggak tau tuh #digilasrame-rame
Tiga tornado yang sekarang sudah menjadi satu itu jaraknya sudah sangat dekat sama mereka. Sang kalajengking raksasa itu langsung melayang diterbangkan tornado itu ke langit. Dan sekarang giliran mereka.
Ok dalam hitungan…
Tiga..
Dua…
Satu..
"UWAAA!" mereka berenam (Natsu, Gray, Gajeel, Happy, si Jubah Hitam dan Romeo) langsung melayang dengan indahnya di langit karena diterbangkan sang tornado yang agung. Oh ya… di dalam tornado itu banyak petir yang akan siap siaga menyambar mereka dengan senang hati tanpa di bayar. Jadi saya hanya bisa mendoakan kalian dengan doa aja ok #dimutilasikrumunananakbebek
6 jam kemudian…
Yak, bisa kita lihat dan kita rasakan di lubuk hati kita (Readers: nggak nyambung!) bahwa badai yang tadinya sedang menggila akhirnya berhenti dengan sendirinya, awan hitam yang mendominasi seluruh langit sekarang sudah berganti dengan awan putih dan langit yang mulai kemerahan, pertanda hari sudah sore, petir yang tadinya sedang menari dan menyambar dengan indahnya sekarang sudah tiada seiring dengan awan hitam yang sudah berganti tadi, tornado dahsyat yang sukues menerbangkan enam orang gak waras tadi sekarang sudah menghilang.
Sedangkan sang pembuat badai a.k.a Juvia, dia hanya bisa bengong melihat keadaan gurun pasir yang entak kenapa kok bisa jadi porak poranda dengan para korban yang berserakkan dimana-mana dengan tak elit dan tubuh mereka yang gosong akibat sambaran petir di dalam tornado tadi.
"Lah, kalian kenapa?" tanya Juvia dengan muka nggak berdosa.
Sigh!
Sunyi, nggak ada satupun yang jawab, yaiyalah nggak ada ya ng jawab, secara mereka semua pada tepar!.
Lima menit kemudian, Juvia baru sadar kalau mereka semua pada hampir mati. Spontan aja Juvia langsung menyirami mereka pake air. Dan, apa yang dilakukan Juvia tadi nggak sia-sia. mereka yang tekapar tadi langsung bangkit dengan sendirinya dari alam kubur (?)
"A-apa aku masih hidup" tanya Natsu.
"Sepertinya kita masih hidup" sahut Gray sambil memegangi kepalanya yang gak sakit.
"Eh si Jubah Hitam mana?" tanya Juvia
Mereka semua langsung melihat ke sekeliling mereka, dan… tidakk ditemukan sosok yang sedang dicari mereka….
"WHAAATT! KOK BISA NGGAK ADA!"
.
.
.
TBC
Author : Yeee… chapter lima akhirnya bisa update!
Gilgamesh : Wow… tornado yang mengerikan…
Natsu : WOI AUTHOR! Perasaan gue mulu yang kenak sial deh!
Author : Itu karena banyak teman ku reques untuk membuat mu sial sesial mungkin.
Gilgamesh : Oh ya ngomong-ngomong, siapa sih sebenarnya si Jubah Hitam itu?
Author : Itu rahasia... Ok bagi readers yang tau siapa wujud sebenarnya si jubah hitam itu? silahkan beritau jawaban anda ke saya lewat review! Ok saatnya balas review…
bjtatihowo: Wah, nggak nyangka fic yang berasal dari mimpi gaje ini menurut anda keren… Makasih banyak atas reviewnya.
Sammy Williams : Thank atas reviewnya Sammy-chan, ni udah di update
Kosuke Uciha : Ok, bakal ku buat si Natsu makin sengsara, nyahahaha!
Natsu : Jahat lu tor!
Author : Biarin, ok makasih atas reviewnya
VinoJonathan : Emang badai yang dahsyat! Oh… iya emang napa sadist?
Ok thanks atas reviewnya sadistic nii-san!
Sawada Ikuto : Gue mana mau tanggung jawab oon! Lagian salah sendiri, siapa suruh punya penyakit mag? Ok, just kidding.
Btw, makasih atas reviewnya Sawada sepupuku yang maniak panah!
Gilgamesh : Terakhir... mohon di review fi author sinting ni ya!
Author : seperti biasa... Flame tidak diterima!
