Akhirnya setelah manjat gunung (?), temukan juga chapter 2. Hai, readers! gimana keadaannya? baik-baik saja kan? jangan sampai sakit-sakitan, ntar ga bisa baca chapter 2 lho, oke, kita lanjut aja.
Disclaimer: Kamichama Karin & Kamichama Karin Chu milik Koge Donbo, lho!
Char: Hanazono Karin, Kujo Kazune, Kujo Himeka, Kujo Kazusa, Kujo Kazuto, Jin Kuga, Nishikiori Micchi, Sakurai Yuki, I Miyon, Karasuma Kirihiko
Pairing: Karin X Kazune
Good Reading & Good Review ^^
Kazune Pov
Berarti... 2 dewa itu... aku dan... Karin...?
Aku tidak bisa mempercayai hal ini (Kazune: Ini gara-gara 2 author yang maksa aku untuk percaya sih). Aku melihat ke sekelilingku.
"Hoiii...! apa ada orang!" teriakku.
"kau ini bodoh sekal! di tempat seperti ini mana ada orang!" bentak Karin.
"ada! kita kan orang!" balasku.
"iya ya..." kata Karin.
'Dasar, sendirinya malah bodoh, huh! kalau begini terpaksa aku harus bersama dengan Karin' Pikirku.
"Karin!" panggilku.
"hn" balas Karin.
"aku... aku mau minta bantuanmu!" kataku.
"minta bantuan? bantuan apa?" tanya Karin.
"aku mau kau dan aku menyatukan kekuatan bersama!" jawabku.
"Apa? menyatukan tubuh? kau ini gila!" bentak Karin.
Aku langsung kaget terhadap kata-kata yang barusan di keluarkan Karin.
"bukan menyatukan tubuh, bodoh! emang bisa apa? aku bilang menyatukan kekuatan!" kataku lebih keras.
"ohh..., bilang dong dari tadi!" tegur Karin.
"tadi udah aku bilang! kamunya aja yang pikirannya aneh!" bentakku.
Karin memberikan tatapan kesal kepadaku.
"aku tidak mau membantumu!" kata Karin.
"apa?" kataku.
"Blek!" kata Karin sambil menulurkan lidahnya.
Dan kinilah saatnya aku tampil di acara 'ANGRY Meter Show' yang di persembahkan oleh Fanfic Kamichama Karin dan di dukung oleh 2 author.
"mengapa tidak mau? mau cari ribut denganku ya?" tantangku.
"siapa takut!" kata Karin.
Akhirnya setelah melewati 'Fight Talk' dan 'ANGRY Meter show', sekarang terjadilah perdebatan antara petir dan api.
Karin sudah mau berlari, aku sudah tau itu.
"UHH...! TAK AKAN KU BIARKAN KAU LARI!" kataku.
Karin menjulurkan lidahnya lagi kepadaku lalu berlari-lari. Aku mengejarnya, Karin hanya beerlari mutar-mutar sehingga menjadi lingkaran kalau di lihat dari atas. Aku pun mendapat cara agar dapat menghentikan pelariannya itu.
Aku berhenti berlari, Karin akan berlari ke arah sini. Karena Karin baru sadar kalau aku sebenarnya berhenti berlari, dia pun menghentikannya juga, tapi tepat setelah dia menabrakku.
BRUKK!
Tabrakan itu tentu tidak sia-sia. Tabrakan yang tidak sia-sia, tapi membawaku ke dunia yang menyeramkan. SANGAT tanpa sengaja, Karin mencium bibirku. Aku segera bangun dan menjauhinya.
Tapi, ketika melakukan hal yang sangat MENYEBALKAN itu, langsung saja aku merasa ada reaksi aneh di dalam tubuhku. Pakaianku berubah menjadi dewa Apollo.
"a-apa yang terjadi...?" tanyaku.
Kulihat Karin yang begitu kaget, dia juga memakai sebuah pakaian dewa, dewa... Athena.
"ouh...! tidak! apa yang kau lakukan?" tanya Karin sambil berdiri.
"eh?"
"apa yang kau lakukan? kenapa kau bisa tiba-tiba menciumku?" tanya Karin.
"hei! asal kau tau saja! ini juga bukan keinginanku!" jawabku.
"kalau begitu kenapa kau melakukan itu terhadapku?" tanya Karin.
"kau duluan! siapa suruh tidak lihat-lihat!" jawabku.
"gara-gara kamu juga, aku harus pakai gaun! padahal aku tidak suka gaun!" bentaknya.
'aneh sekali, tidak suka pakai gaun? kalau dia menikah pakai baju apa? eh? ngapain aku pikirin ya?' pikirku.
"sudahlah... tapi..."
"hn? ada apa?" tanya Karin.
"kau mau bantu aku tidak?" tanyaku.
Karin Pov
"kau mau bantu aku tidak?" tanya Kazune.
Aku terdiam sebentar, aku bingung mau membantunya atau tidak, karena melakukan hal tadi, sih. Bisa saja di jalan, Kazune akan bilang 'Huhh...! kau ini merepotkan sekali!'. Tapi, aku tidak mungkin sendirian di tempat ini, lebih baik aku ikuti sajalah.
"baiklah..." jawabku lemas.
Aku dan Kazune pun pergi mencari pintu keluar. Tapi, susah sekali menemukannya, setiap kami jalan serasa berputar-putar, karena tempat yang di datangi selalu sama.
"hei, sebenarnya pintu keluarnya dimana sih?" tanyaku.
"aku juga tidak tau" jawab Kazune.
'WHAT? dia yang mengajakku! tapi, dia tidak tau pintu keluarnya?' pikirku.
SINGG!
Tiba-tiba, terdapat sebuah tongkat yang panjang di tanganku dan Kazune.
'Pasti ini untukku perang dengan Kazune, Karin VS Kazune!' pikirku konyol.
BURRR!
"eh! kaget kaget!" kataku.
Aku melihat Kazuneyang menggunakan tongkatnya menghancurkan tembok goa ini.
"hei Karin, sudah ada jalan keluar nih" kata Kazune.
"iya" balasku.
Aku dan Kazune pun keluar dari goa tanpa pintu ini. Akhirnya bebas juga dari tempat ini.
"selanjutnya kemana nih, rambut blonde?" tanyaku.
"aku punya nama!" kata Kazune.
"iya, aku tau" kataku.
"terus, kenapa panggil aku dengan sebutan 'rambut blonde'?" tanya Kazune.
"karena ku kira kau lebih lucu di panggil seperti itu" jawabku sambil tersenyum.
Muncul semburat merah di pipi Kazune, tapi halitu tentunya tidak merusak image Kazune.
"sudahlah, jangan bahas hal itu lagi, sebaiknya sekarang kita pergi" ajak Kazune menutupi rasa tersipunya.
Baru pertama kali ini aku melihat Kazune tersipu. Ternyata orang bersifat dingin seperti Kazune itu bisa tersipu juga.
'kalau di lihat-lihat, makin lama, kok makin tampan ya? ah...! Karin! jangan berpikir seperti itu!' batinku.
Kini giliranku yang mendapatkan semburat merah. Semoga Kazune tidak melihat hal ini. Tapi, sayangnya Kazune malah menoleh ke belakang.
"Karin, ada apa denganmu?" tanyaku.
"eh! ah..., ti-tidak, tidak apa-apa, kok" jawabku.
Mengapa aku jadi salah tingkah begini ya? aku ini memang aneh. Mana mungkin aku menyukai Kazune, itu mimpi.
"kita sudah sampai di dekat sebuah desa" kata Kazune.
Aku melihat dari samping Kazune, memang benar, terdapat sebuah desa. Di sebelah Kazune, terdapat sebuah papan yang bertuliskan sesuatu, tapi tulisannya tidak jelas.
"tulisan apa ini?" tanyaku.
"ntahlah, tulisan tidak penting!" jawab Kazune cuek.
-_-_-Chapter Finish-_-_-
Readers, GaJe-an chapter 1 atau chapter 2?
Send your review ^^
