Selamat datang kembali di fanfic ini! Author akan bahagia melihat review dari sang reviewers. Walau belum lihat review-reviewnya, tulis saja untuk persiapan ^^
Disclaimer: Kamichama Karin & Kamichama Karin Chu milik Koge Donbo, lho!
Char: Hanazono Karin, Kujo Kazune, Kujo Himeka, Kujo Kazusa, Kujo Kazuto, Jin Kuga, Nishikiori Micchi, Sakurai Yuki, I Miyon, Karasuma Kirihiko
Pairing: Karin X Kazune
Good Reading & Good Review ^^
Kazune Pov
Aku masih dalam keadaan bingung, mengapa aku tidak memiliki suatu ide untuk menyelamatkan mereka? aku memang bodoh.
"waktumu tinggal 1 menit" kata Karasuma.
Hal itu tentu membuat amarahku naik. Kemudian ia mengeluarkan Himeka dan Kazusa dengan tumbuhan yang di kendalikannya. Seketika itu juga, muncul sebuah alat pemotong yang sangat tajam.
Setelah itu, Karasuma mengeluarkan pedang dari tangan kirinya dan mengarahkan pedang itu ke leher Karin.
"kau sudah ada pilihan, Kazune?" tanya Karasuma.
Waktuku tidak banyak, tapi masih belum ada jawaban apapun di otakku. Dan akhirnya, aku menemukan taktik yang cukup cemerlang.
"Hei! Karasuma! daripada kamu membunuh mereka ber-3, kenapa kamu tidak coba membunuhku saja?" tanyaku sambil tersenyum.
"apa? kau rela mengorbankan nyawamu demi 3 orang yang tidak penting?" tanya Karasuma tidak percaya.
"itu menurutmu, tapi, menurutku mereka semua adalah... KELUARGAKU!" jawabku.
Karin, Himeka, Kazusa dan Karasuma kaget mendengar perkataanku. Kemudian, Karasuma melepaskan Karin, Himeka dan Kazusa.
Perlahan Karasuma mendekatiku. Tapi, sebelum itu, aku telah memberi isyarat kepada Karin agar menyerang Karasuma saat dia sudah mau membunuhku.
Setelah itu, Karasuma mengangkatku dengan tangan kanannya. Karin berdiri, ia siap untuk menyerang Karasuma. Kemudian, Karasuma menyiapkan pedangnya di tangan kirinya. Karin pun perlahan mendekati Karasuma.
"DEWA HALILINTAR (God Thunder)!" ucap Karin sambil mengarahkan tongkatnya ke arah Karasuma.
GLEGGARR!
"AHHH!"
Sayangnya sihir Karin tidak dapat mengenai Karasuma, mengapa? ternyata Karasuma tau kalau Karin menyerangnya dari belakang. Justru, Karin terkena sihir dewanya sendiri.
Kemudian, Karasuma berbalik menghadapku. Ia menatapku dengan tatapan marah.
"ternyata ini ya rencanamu? kau kira aku tidak tau apa yang kau rencanakan? dasar pengecut!" ledek Karasuma sambil melemparku ke arah Karin.
DUAKK!
"awh...!" kata Karin kesakitan karena tepat saat Karasuma melemparku, kepalaku menabrak kepala Karin (uhh...! pasti sakit sekali! T^T).
"kak Kazune!" panggil Himeka dan Kazusa.
Aku tidak mempedulikan panggilan Himeka dan Kazusa. Karasuma mendekatiku dan Karin.
"kalian ber-2 memang pasangan yang pantas untuk di bunuh!" kata Karasuma.
Kemudian, tangannya mulai mengeluarkan cahaya, tapi berwarna merah kehitaman.
"bersiaplah un-"
BRUUKKK!
Karasuma tiba-tiba tertimpah batu. Ternyata, hujan batu terjadi, aku segera memeluk Karin dengan maksud melindunginya (Himeka dan Kazusa gimana?). Tapi, di luar dugaan, itu bukan hujan batu. Terlihatlah 4 orang yang sedang terbang.
"Yu-Yuki!" panggil Karin.
"Karin! kau baik-baik saja kan?" tanya Yuki yang terbang khawatir.
"siapa Yuki?" tanyaku.
Normal Pov
Ketika Karasuma hendak menyerang Karin dan Kazune, ia tiba-tiba tertimpah batu. Kazune mengira itu adalah hujan batu, tapi ternyata bukan. Datang 4 orang yang terbang menuju Karin dan Kazune.
"siapa Yuki?" tanya Kazune.
"dia saudaraku" jawab Karin.
Sebelum bertanya, sepertinya Kazune tampak cemburu. 4 orang yang terbang itu pun akhirnya mendarat.
"siapa lagi mereka?" tanya Karasuma bangun dari timpahan batu dengan kesal.
"aku adalah pahlawan pemberani! Nishikiori Micchi!" kata seorang lelaki berambut karamel.
"aku adalah pahlawan kebijakan! Sakurai Yuki!" kata Yuki saudara Karin.
"aku adalah pahlawan kebaikan! Jin Kuga!" kata seorang lelaki bermata kuning layaknya kucing.
"aku adalah pahlawan keadilan! I Miyon!" kata gadis berambut tosca.
"kami adalah... PAHLAWAN PEMBELA KEBENARAN!" jawab 4 pahlawan itu dengan bergaya seperti powrangers (?).
"seperti anak kecil saja..." kata Karin.
"dasar pengganggu! padahal, kalau tidak ada bocah-bocah kecil ini, aku pasti sudah berhasil membunuh Karin dan Kazune!" kata Karasuma.
Kazune dan Karin hampir saja kena maut dari Karasuma. Untung saja ada pahlawan-pahlawan yang seperti anak kecil (PLAKK! #author di tabok Micchi, Miyon, Jin dan Yuki).
"kalau begitu, Karin, Kazune, mari kita satukan kekuatan kita!" ajak Micchi.
Micchi, Yuki, Jin dan Miyon menghampiri Karin dan Kazune.
"Karin, kau masih sanggup menyatukan kekuatanmu kan?" tanya Yuki.
"iya, tapi..." kata Karin.
"kalian jangan lupa jaga Himeka dan Kazusa" kata Kazune.
Karin mengangguk mengiyakan perkataan Kazune.
"kalian jangan khawatir, biar aku yang menjaga Himeka dan Kazusa" kata Miyon.
Kemudian, Miyon menghampiri Himeka dan Kazusa. Posisi Miyon berada di depan Himeka dan Kazusa.
"HEHH! aku benci kedamaian!" teriak Karasuma.
Karin dan Kazune pun berdiri lagi, mereka siap dengan tongkat mereka. Micchi, Jin dan Yuki juga sudah siap menyerang Karasuma. Kini pertarungannya 5 VS 1.
"Dewa halilintar!" ucap Karin.
"Surya panah (Sagitta Solis)!" ucap Kazune yang tongkatnya tiba-tiba berubah jadi panah.
Serangan Karin dan Kazune sudah keluar, semua pun ikut menyerang. Sedangkan, Karasuma hanya perlu mengumpulkan kekuatannya saja. Terkumpul-lah kekuatan di tangan Karasuma, ia pun balas menyerang.
Karin dan Kazune mencoba mempertahankan kekuatan mereka, itu karena kekuatan mereka tadi hampir habis terpakai untuk menyerang Karasuma.
Dalam waktu sesaat, kekuatan Karin, Kazune dan pahlawan lainnya pun dapat mengalahkan kekuatan Karasuma.
BRRUKK!
Karin, Kazune dan Karasuma jatuh di waktu yang bersamaan. Karin dan Kazune hanya pingsan saja, tapi Karasuma hilang lenyap.
Himeka dan Kazusa yang sudah lepas dari lilitan tumbuhan pun menghampiri kakaknya yang pingsan. Miyon, Yuki, Jin dan Micchi menghampiri Karin.
"Hehh..."
"Kazune, kau sudah bangun?" tanya Micchi.
"iya" jawab Kazune.
Kazune menengok ke sebelah kirinya.
"Kazusa, Himeka" kata Kazune sambil memeluk Himeka dan Kazusa.
"kakak" kata Himeka dan Kazusa juga memeluk Kazune.
Micchi, Yuki, Miyon dan Jin menatap Kazune dengan tatapan terharu.
Kazune Pov
Aku teringat kepada Karin, aku melepaskan pelukanku, Himeka dan Kazusa juga. Ku lihat ke sebelah kananku, Karin masih terbaring pingsan.
"kakak, itu siapa?" tanya Kazusa.
"dia ini Karin, yang menyelamatkan kalian juga" jawabku.
Aku masih melihat Karin, aku melihat ke arah matanya walaupun tertutup. Tampak matanya akan terbuka.
"Ehh..."
"wah..., kau sudah sadar ya, Karin" kata Yuki.
Karin mengangguk, sepertinya di bagian dahi kepalanya ada sedikit darah.
"kak Karin, kepalamu kenapa berdarah?" tanya Himeka.
Aku langsung teringat ketika Karasuma melemparku ke arah Karin sehingga kepalaku bertabrakan dengannya.
"Kazune juga" kata Miyon.
"sepertinya ada 1 pasangan pahlawan nih" goda Micchi.
"ciye..." kata semuanya kecuali aku dan Karin.
Lantas pipiku dan pipi Karin memerah. Kemudian, kami pergi keluar dan melihat suasana sekitar. Semua telah kembali seperti semula.
Kazusa, Micchi, Himeka, Miyon, Jin dan Yuki pergi duduk di bawah pohon. Sedangkan aku dan Karin duduk di atas tebing, bawahnya adalah laut.
"Karin" panggilku.
"hn" Karin menengok.
"be-begini... um..." wajahku kembali memerah.
"a-aku..."
"ada apa?" tanya Karin.
"aku menyukaimu, Karin..." kataku.
Karin tampak terkejut dengan perkataanku. Ada rona merah yang menghiasi pipinya.
"sebenarnya..." kata Karin.
Kata-kata Karin membuat hatiku berdebar-debar.
"aku juga menyukaimu..." sambung Karin.
"ciye...!" sorak Himeka dan yang lain di belakangku dan Karin.
"ka-kalian sejak kapan disini?" tanyaku.
"hahaha! kau ga usah tau!" jawab Jin.
Mereka mulai tertawa. Aku hanya bisa menahan rasa malu, sedangkan Karin terlihat sedih.
"kenapa kau terlihat sedih, Karin?" tanyaku.
"kita kan berasal dari dunia manusia, setelah ini... pasti kita akan berpisah" kata Karin.
"itu bisa saja terjadi, tapi, kalau kita bertemu lagi, kau harus menuruti perintahku ya, gimana?" tanyaku.
Karin mulai tersenyum. Aku senang melihatnya tersenyum.
"baiklah" jawab Karin.
"ciye...!" lagi-lagi teman-teman baru di belakang kami bersorak.
Tiba-tiba, timbul sebuah lubang di atas.
Normal Pov
Muncul sebuah lubang di atas kepala Karin dan Kazune.
"sepertinya sekarang saatnya kita berpisah" kata Karin.
"sayonara, Karin" kata Kazune.
"sayonara" balas Karin.
Dalam sekejap, lubang itu menghisap Kazune dan teman-teman lainnya.
Karin Pov
BUUP!
Akhirnya, aku kembali ke kamarku yang dulu.
'apa tadi itu mimpi?' batinku.
Aku melihatke arah mejaku, masih terdapat sebuah buku yang tadi aku baca, tapi kartu bergambar pedang dan bulan itu menghilang. Tiba-tiba, aku teringat kepada Kazune.
'semoga aku bisa bertemu dengannya lagi' pikirku.
-_-_-Fanfic Finish-_-_-
Akhirnya fanfic ini selesai juga
Oh iya, ini adalah fanfic kami yang ke terakhir, karena setelah fanfic ini di publish CCL akan keluar dari Fanfiction
Semoga readers menikmati fanfic ini, Arigato
