Dilupakan

Terjadi kesalahan lagi, gomeeeeeeeeennn~ w emang Aho! Kemaren tuh nama band nya sukona bukan sukano…. Cuz w ngambil dari kata suna konoha…. W nulis chapy 2 jam 2 malem dan lagi sakit jadi ga konsen-konse amet, mau gimana tu ide dating nya jam segitu….

Ya udah sekarang enjoy the limit aja ya, update cepet untuk permintaan maaf… ^o^/

Disclaimer: Masashi kisimoto

Genre: Fantasy, Mistery

Warning! miss-typho, typho, AU, OOC, Shonen-ai dkl (dan kekurangan lainnya) XP DLDR...

summary: seandainya dia mengingat ku..# aku ingat semuanya Gaara# tapi kenapa?# fanfic pertama di Naruto land… XD flash update chapter 3 ^o^…


chapter 3: Dilupakan part 2

Naruto P.O.V

Eh? Apa? Kenapa aku bisa tau kamarnya dimana? Aneh, ada apa dengan ku? Tadi aku bahkan berjalan ke apartement nya padahal sudah jelas aku tidak tau dimana tempatnya. Tapi aku tetap sampai, seakan aku memang hapal dan sering pergi ketempat ini. Ugh! Ini membuat ku pusing… mungkin kan aku mengenalnya? Jika iya, kenapa aku melupakannya?

Aku mengganti baju ku, dengan baju kering yang di berikan Gaara untuk ku pakai. Dan lagi aku juga tak merasa asing dengan baju itu, sepertinya memang baju ku, ukurannya sangat pas. Tapi tidak mungkin kan, bagaimana bisa baju ku ada di rumahnya. Semua hal ini benar-benar membuat ku bingung…


Normal P.O.V

Gaara berjalan menuju dapur, dia berinisiatif untuk membuatkan tamunya minuman hangat.

"Apa yang akan aku buat? Hemm… oh ya, aku ingat bukankah Naruto menyukai coklat panas? Yah akan aku buatkan itu saja, mungkin jika aku membuatnya dia akan lebih mengingat ku."ucapnya pada dirinya sendiri.

Entah kenapa ada perasaan yang menginginkan supaya Naruto mengingatnya.


Gaara P.O.V

Pikiran ku kembali ke setahun lalu, saat kami berkumpul membuat lagu baru. Saat itu Neji, Shikamaru, Sasuke dan Naruto menginap di rumah ku, disini. Sama seperti sekarang hari itu hujan mengguyur kota Konoha, dan sebagai tuan rumah aku harus membuatkan mereka minuman hangat agar kami bisa tambah bersemangat membuat lagu baru kami.

Shikamaru adalah drummer band kami, meski dia pemalas dan selalu tertidur saat ada waktu lenggang tapi dia sangat jenius jika sudah membuat composer lagu. Aku selalu kagum dengan caranya menggabungan genre music yang berlainan, apa lagi saat dia memainkan drum nya. Bahkan kau tak akan mengira dia adalah seorang yang pemalas, karna setiap tabuhannya benar-benar energik.

Selanjutnya Sasuke, dia gitaris pertama. Orangnya super dingin, mirip dengan ku. Tapi dia juga hebat, jika berambisi untuk menulis lagu maka dia akan melakukannya dengan serius. Tidak ada yang bisa mengalahkan keseriusannya jika dia sudah berambisi. Dia juga teman dekat Naruto, bahkan terkadang aku berpikir lebih dari sekedar itu. Dan itulah yang terkadang membuat ku kesal, entahlah aku juga tidak tau kenapa.

Berikutnya Neji, dia gitaris kedua. Rambutnya panjang dan halus, kau akan mengira dia perempuan jika dia tak bersuara. Tapi jangan coba-coba mengatakan dia perempuan, atau kau akan mati dihajarnya. Wajar saja dia dulu adalah juara pertama karate tingkat nasional. Dia mungkin agak temperamental, tapi saat kau melihat lirik-lirik yang ia buat kau hanya akan merasa tersentuh, semua kata-kata di liriknya mempunyai arti yang dalam. Yah dia memang puitis sih.

Dan terakhir orang yang saat ini menjadi tamu ku, Naruto. Dia teman pertama ku, sekaligus orang yang mengajak ku bergabung di band ini. Dia orang yang ceria juga cerewet, bahkan bisa dibilang berisik. Tapi tanpa dia hari mu akan terasa sepi, dia ibarat matahari. Mungkin lirik yang ia buat tidak sebagus buatan ku atau yang lain, tapi permainan bass nya jangan ditanya. Dia mungkin adalah panutan bagi beberapa Band indie di negri ini.

Jika kami berkumpul di rumah ku ini, dan saat ku akan membuat minuman hangat. Shikamaru pasti meminta kopi panas, sedang sasuke dan neji lebih memilih teh panas dan Naruto dan aku akan memilih coklat panas. Haah… semua ini benar-benar membuat ku mengingat mereka, tapi sekarang mereka sudah melupakan ku. Apa lagi yang aku harapkan?

Aku jadi ingat dulu, bahkan mungkin sampai sekarang, aku sering melupakan mereka, maksud ku mengabaikan mereka. Ya, aku tak pernah mengaggap mereka penting. Terkadang aku bermain musik di band atau berkumpul bersama mereka hanya untuk melampiaskan kesepian ku. Mungkin hanya Naruto yang lumayan dekat dengan ku, atau hanya Naruto lah yang selalu mendekati ku? Ya, ku rasa Naruto lah yang selalu mendekati ku sedang aku tidak. Kalau di pikir-pikir memang begitu, dia selalu ada buat ku sedang aku mungkin tak pernah ada untuknya. Bahkan kemarin aku sempat membentaknya, hanya karna aku bad mood karna pacar ku. Aku melampiaskan kemarahan ku padanya, padahal dia hanya menjalankan kewajibannya sebagai leader untuk mengingatkan ku. Tidak hanya itu, dia juga memberi ku waktu tiga hari untuk menenangkan diri, tapi apa yang ku lakukan? Aku memang tidak tau diri. Dia selalu mengerti aku sedang aku menganggapnya ada saja tidak, sama seperti teman ku yang lain, Neji, Shikamaru dan Sasuke.

Ugh! Mungkin memang lebih baik begini, mungkin mereka lebih baik tanpa ku… bahkan kakak-kakak ku juga mungkin lebih baik tanpa ku, aku selalu menyusahkan mereka. Terakhir kali ku bertemu dengan mereka saja aku malah pergi begitu saja hanya karna aku sedang malas bertemu orang lain. Ku rasa wajar jika aku di lupakan, meski menyakitkan…


"Gaara-san?" panggilan seseorang membuyarkan lamunan ku, yang ternyata Naruto. Sepertinya dia sudah selesai ganti baju. Aku pun segera membawa dua cangkir coklat panas yang tadi ku buat dan menuju ke tempatnya berada. Dia di ruang tamu.

"Ini buat mu" ucap ku dan menyerahkan segelas coklat panas padanya.

"Ah! Terima kasih" ucapnya dan mengambil gelas dari tangan ku. "ma,maaf meropatkanmu" lanjutnya.

"Tidak sama sekali. Sebaiknya kau menginap saja, hujan nya semakin deras, mungkin akan badai. Yah jika kau mau." Tawar ku, dia terlihat ragu. Wajar saja, dia bahkan tak mengenal ku bagaimana mungkin kau akan begitu saja menginap sendirian di rumah orang "asing" kan?

"Umm.. baikalah" ucapnya.

Aku seidikit kaget dengan jawabannya, hey apa kau ini benar-benar dobe seperti yang di katakana Sasuke huh? Aku ini orang asing, bagaimana bisa kau malah menerima tawaran ku? Bagaimana jika aku berbuat jahat padamu? Walau itu tidak mungkin setidaknya berhati-hatilah. Haah… walau begitu aku juga tidak tega jika harus membiarkannya pulang di tengah badai begini.

"Kalau begitu kau bisa tidur di kamar ku, aku akan tidur di sofa."ucap ku.

"Eh? Tapi.."

"Kau tamu, ingat" potong ku, dia hanya mengangguk walau masih terlihat tidak setuju.


Keheningan menyelimuti kami, ck! Aku benci suasana begini, kenapa jadi canggung begini dan kemana kecerewetan Naruto? Bukan kah dia selalu bercerita banyak setiap kali kami berkumpul. Tiba-tiba aku jadi ingin mendengar celotehnya lagi, beginikah rasanya Naruto? Saat aku selalu tidak peduli padamu dan melupakan mu? Aku memang bodoh…

"Maafkan aku" ucap ku memecah keheningan, dia terlihat bingung dengan ucapan ku. "maaf tadi pagi aku mengacau saat kalian latihan"lanjut ku, dan maaf karna selama ini mengacuhkan mu dan melupakan keberadaan mu yang sangat berharga, jika saja aku bisa mengatakan itu.

"Tidak apa-apa, Gaara-san. Kami juga baru mulai latihan jadi tidak mengganggu kok."ucapnya sambil tersenyum. Ah, ya aku juga tak menyadari bahwa senyum nya sangat menyenangkan jika di pandang.

"Oh, ya Gaara-san" ck! Berhentilah memanggil ku dengan sebutan itu. "kenapa kau berkata aku mengganti posisimu dengan posisi Sasuke tadi pagi?" Tanya nya.

"Ah, itu. Lupakan saja, aku hanya sedang ada masalah jadi terkadang aku suka begitu"jelas ku.

Bagus! Alasan yang tidak masuk akal, tapi aku juga tidak bisakan mengatakan kepadanya bahwa aku kemarin adalah Vokalis band-nya dan kemudian seorang malaikat aneh mengubah semua nya dan membuatnya melupakan ku juga semua orang yang ku kenal. Hah! Aku tidak sebodoh itu, siapa yang akan percaya alasan macam itu, walau alasan yang ku beri juga tidak bisa di percaya.

"Oh begitu" ucapnya, mengerti. Hey apa itu dia menggeser tempatnya duduk. Bagus! Aku membuatnya takut pada ku juga.

"Tenanglah aku tidak akan berbuat begitu lagi"ucap ku menenangkanya. Dia hanya tersenyum canggung melihat ku menyadari tingkah nya.

"Sebaiknya kau tidur, ini sudah larut. Aku akan mengambil bantal dan selimut di lemari, kau ke kamar ku saja" ucap ku, dia hanya mengagguk dan menuju kamar ku, sedang aku mengambil selimut dan bantal di lemari.


Jam menunjukan pukul 2 pagi. Aku masih tak bisa memejamkan mata ku, padahal aku ingin tidur dan bertemu dengan malaikat aneh itu. Kemudian meminta penjelasn padanya. Aarrrrghhh! Ini menyebalkan, aku terduduk di sofa kemdian berdiri dan berjalan menuju balkon. Kulihat butiran-butiran air yang menerpa jendela pintu balkon, badai masih saja belum menandakan akan reda.

Jika melihat hujan aku jadi ingat pertama kali bertemu Naruto, saat itu hujan juga kan? Dia datang memberikan ku payung saat aku kabur dari rumah dan terduduk kedinginan di samping tong sampah. Dia memang selalu ada buat ku. Haaah… kenapa aku memikirkannya terus, tapi aku memang tak bisa bohong aku ingin dia mengingat ku lagi. Tanpa sadar aku menyanyikan lirik yang sempat kami perdebatkan sebelum kecelakaan itu terjadi sebelum semuanya menjadi begini…

Mado tataku kaze no oto

tsuyokute Nemurenai yoru

hontou ni urusai no wa

kitto kokoro no zawameki

Anata no koto o omou yo

waratte'ru tsumori na no ni

hana no oku no hou tsunto

nattte su koshi itai

nakitaku nanka nai no ni…


"Gaara.." aku langsung berhenti bernyanyi saat ku dengar suara Naruto, ku balikan badan ku.

Bruk!

Eh? Mata ku membesar saat naruto menabrak dan memluk tubuh ku.

"Gaara! Gaara! Aku ingat semuanya! Maafkan aku! Maafkan aku karna melupakan mu! Hiks" ucapnya sambil menangis. Tunggu dia menangis dan tadi dia bilang dia mengingat ku? Benarkah? Tapi kenapa bisa?

"Tapi bagaimana bisa?"Tanya ku. Naruto mendongakan wajahnya dan menatap ku.

"Aku mendengar kau bernyanyi, lagu itu. Lagu itu yang membuat ku ingat dengan mu. Kau menunjukan lirik itu saat kita membuat lagu tahun lalu kan? Aku sangat suka lagu itu. Makanya aku langsung ingat semuanya.". Jelasnya. Oh, ya lagi itu memang ku buat untuk nya kan.

"Ya, ternyata kau masih ingat. Aku senang kau akhirnya mengingat ku, Naruto."ucap ku sambil tersenyum dan memeluknya.

"Tapi kenapa semua orang melupakan mu, termasuk aku?"Tanyanya.

"Ceritanya panjang." Ucap ku dan kemudian menceritakan semuanya. Dia hanya kaget dan tidak percaya, tapi semua itu memang benar.

"Jadi, malaikat itu yang membuat semuanya jadi begini? Tapi kenapa?"

"Aku juga tak mengerti."

Tiba-tiba pintu balkon terbuka, angin kencang langsung menerpa kami. Ruangan menjadi gelap, ku peluk tubuh mungil Naruto. Dia ketakutan.

"Gaara aku takut"ucapnya lirih, sambil memeluk ku erat.

"Tenanglah, aku disini."ucap ku menenangkan.

Sebuah cahaya datang tiba-tiba, dan kemudian ruangan menjadi putih. Malaikat itu ada di depan kami, tunggu! Aku sendiri dimana Naruto?

"Dia tidak di butuhkan lagi."ucap malaikat itu.

"Apa maksud mu?! Dimana naruto!"bentak ku dan menhampirinya saat aku ingin memegang nya dia menghilang dan ternyata sudah di belakang ku.

"Dia baik-baik saja."

"Berhentilah bermain-main dengan ku! Apa maksudmu membuat ku seperti ini hah?!"bentak ku lagi. Aku benar marah sekaligus bingung. Dia benar-benar harus menjelaskan apa maksud semua ini.

"Aku tidak mempermainkan mu, tapi aku membuat mu belajar. Ini adalah pelajaran bagi mu,dan ini masih belum selesai. Kau masih haru memilih, dan ini pilihan kedua mu. Melupakan" ucapnya. Dan dia menunjukan bola hitam yang kemudian bersinar menyelimuti ku.

"Hey! Tunggu! Kau masih belum sepenuhnya menjawab! Hey!" aku masih terus berteriak memanggilnya tapi malaikat itu mulai menghilang berbarengan dengan cahaya yang menyelimuti ku dan saat aku sadar aku telah membuka mata ku di sebuah ruangan. Rumah sakit, lagi.

TBC…


Fufufufu…

Update cepet nih… kenapa karna besok w udah mulai sibuk jadi takut gak sempet update…

Sekalian mumpung ide masih ngalir, walau lagi sakit nekat nulis… akakakak…

Thanks for Review and yang yang udah jadiin ni fanfic favorite….

W terharu baget,,,, huhuhu… ToT

Gaara: Halah author lebay…

Author: diem lu… w gibeng baru tau lu…

Gaara: w sabaku lebih tau lu…

Author Vs Gaara: saling natap tajam sampe ada aliran listrik#

Naruto: udah-udah jangan berantem mulu dung, mending bales review…

Author: huaaaa… Naru-chan~ peluk*

Naruto: ga. Bi sa na pas… .

Gaara: Sabaku!

Author: aaaaaaa~ DX

Gaara: bye bye author jelek… peluk naru*

Naruto: ih Gaara nih~ bacain Review nya dung…

Gaara: iya iya…

for Aoi Ko Mamoru: author gila itu emang sengaja buat bingung, abis baca chapter ni pasti kamu bakal lebih bingung lagi…. Tapi kata dia bakal di jawab di akhir chapter…. Jadi baca ampe abis ya…. ^^. Oh ya, itu apartemen ku, Cuma karna perasaan Naru-chan kuat ama aku, jadi dia samar-samar inget ama letak-letak nya. Dan baju naruto itu ketinggalan waktu kami buat lagu tahun lalu. Thanks udah review yaw…

Akakakak… w balik lagi… oh ya lagu yang dinyanyiin Gaara itu lagu Aimer- (lupa judulnya) pokoknya ending Kimi To Boku 1 dah… ya udah ya, thanks udah baca fanfic aneh ini, dan jangan lupa review pliss… apapun w terima…. XD