My Lovely Stalker

By : Nam Jinna

.

.

.

Special YeWook side :D

Enjoy~


Seoul, Agustus 2009

:: Ryeowook pov ::

Jepang, akhirnya aku kembali lagi kesini. Sudah setahun yang lalu sejak aku menginjakkan kakiku di Jepang. Terakhir kali kesini untuk mengadakan konserku, dan sekarang aku kembali untuk mengadakan fanmeeting. Ah kudengar Super Junior sedang berada di Jepang juga, berarti 'orang itu' juga ada disini. Aku malas bertemu dengan 'orang itu', tapi aku juga merindukannya. Sudahlah Ryeowook-ah, fokus pada pekerjaanmu di Jepang, tidak udah memikirkan yang lain.

Beberapa fans sudah berdiri di dekat pintu kedatangan, mereka menungguku. Senang sekali rasanya melihat mereka menungguku datang, meskipun ini bukan yang pertama kalinya, tapi aku tetap merasa senang. Aku tersenyum melewati mereka kemudian masuk ke dalam mobil. Karna hari sudah malam, maka aku harus langsung menuju hotel.

Setelah satu jam perjalanan akhirnya aku sampai di hotel. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam saat aku tiba di hotel. Aku mengedarkan pandanganku, ini pertama aku menginap di hotel ini. Hotel ini sangat mewah. Tiba-tiba aku melihat sosok yang familiar di depanku.

"Kyuhyun-ah", panggilku

"Wookie? Kau di Jepang?", tanyanya sambil berjalan menghampiriku.

"Hmm. Besok aku ada fanmeeting. Wah akhirnya Super Junior mengadakan konser juga di jepang", ujarku sambil menepuk bahu Kyuhyun.

"Tapi ini bukan super show"

"Ya ya aku tau. Tampangmu kusut sekali dan bajumu basah, ada apa?"

"Kita cari tempat lain untuk bicara, aku akan menceritakannya padamu", jawabnya sambil menggandeng tanganku.

Dan disinilah Kyuhyun dan aku sekarang. Di atap hotel, menikmati musim panas Jepang di malam hari dari ketinggian, ditemani dengan dua gelas jus segar.

"Jadi, ada apa?", tanyaku membuka pembicaraan, sedikit bosan karna sedari tadi Kyuhyun hanya mengaduk jusnya.

"Kau percaya kalau kau bisa jatuh cinta pada seseorang yang baru beberapa kali kau temui?", tanyanya sambil tetap mengaduk-aduk jusnya.

"Percaya saja, kenapa tidak. Tunggu dulu, kau sedang jatuh cinta, Kyu? Dengan siapa?", tanyaku penasaran dan sedikit heboh. Aku tau Kyuhyun memang cukup dekat dengan beberapa wanita, tapi dia tidak pernah menceritakan tentang wanita-wanita itu kepadaku. Yang satu ini pasti spesial.

"Tidak penting dengan siapa", jawabnya. Mungkin kesal karna melihatku sedikit heboh.

"Ya! Kau ini. Ayolah cerita, mungkin aku bisa membantumu"

"Kubilang tidak penting. Lagipula dia sudah punya pacar"

"Benarkah? Kau tau dari mana?"

"Tadi pacarnya menelfon dan dia memanggilnya chagiya. Itu sudah bukti kan", jawabnya. Bodoh sekali. Memangnya harus menjadi pacar untuk memanggil chagiya. Aku sering memanggil Kyuhyun dengan sebutan chagi, tapi faktanya aku dan Kyuhyun adalah saudara sepupu.

"Lalu kau mau menyerah begitu saja?"

"Kau sendiri? Bagaimana dengan Yesung hyung? Apa kau mau menyerah begitu saja? Aku tau kau masih mencintainya". Kyuhyun selalu membawa nama 'orang itu'. Satu perusahaan dengannya sudah cukup, kenapa pula sepupuku harus satu grup dengannya juga.

"Kenapa kau malah membahasnya, Cho Kyuhyun-ssi?", kata-katu berubah formal

"Karena kalian benar-benar seperti anak kecil, Kim Ryeowook-ssi", balasnya dengan bahasa formal juga.

"Kau menyebalkan"

"Aku ingin kembali ke kamar, aku lelah. Kau masih mau disini? Atau sebaiknya aku telfon Yesung hyung agar dia kemari sehingga kalian berdua bisa bicara? Ah benar, aku akan menelfonnya", tanpa menunggu jawabanku, Kyuhyun mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi 'orang itu'. "Hyung, aku dan Wookie ada di atap hotel, kau kemarilah, aku lelah dan ingin kembali kemar, tapi Wookie masih ingin disini, kau bisa kan temani dia?... Hmm baiklah jangan lama-lama"

"Ya! Cho Kyuhyun kenapa kau menelfonnya? Kau benar-benar menyebalkan", tanyaku sambil memukul-mukul bahu Kyuhyun.

"Berhenti memukulku Wookie-ah. Setelah ini aku yakin kau akan sangat berterima kasih padaku dan berbalik memelukku", ujar Kyuhyun sambil tertawa. "5 menit lagi Yesung hyung akan sampai, bicaralah dengannya"

5 menit? Dasar sepupu gila. Dia benar-benar menyebalkan. Aku belum siap bertemu dengannya.

"Kyuhyun-ah?", terdengar suara dari belakangku dan Kyuhyun.

"Oh Yesung hyung sudah disini. Baiklah Wookie, aku harus kembali ke kamar sekarang. Bicaralah baik-baik", ujar Kyuhyun sambil menepuk pelan bahuku. "Aku pergi dulu hyung. Awas kalau kau apa-apakan sepupuku ini"

"Baik-baik aku mengerti", balas Yesung.

Dia berjalan mendekat kemudian duduk di sebelahku. 5 menit.. 10 menit.. kami hanya diam. Tidak satupun dari kami yang membuka pembicaraan. Mungkin tidak tau harus mulai dari mana.

"Kau, bagaimana kabarmu?", tanyanya tanpa melihatku. Pandangannya tertuju pada langit malam yang gelap. Apa langit itu lebih indah daripada diriku? Aih bicara apa aku ini.

"Baik", jawabku singkat. Berada sedekat ini dengannya setelah sekian lama membuat jantungku berdebar tidak karuan.

"Aku... merindukanmu", kalau aku punya penyakit jantung, bisa kupastikan sekarang ini aku akan langsung terkena serangan jantung. "Apa kau masih marah padaku?", tanyanya, dan kini dia menatapku. Aku harus apa?

"Ehm Yesung-ssi, kurasa ini sudah terlalu larut dan aku lelah, aku ingin kembali ke kamar", aku bangkit dari tempat dudukku.

"Aku belum selesai bicara. Kau tidak boleh pergi sampai kita selesaikan masalah kita", balasnya sambil memelukku dari belakang. Tolong, jantungku.

"A-aku tidak merasa punya masalah yang harus kuselesaikan denganmu Tuan Kim", aku menundukkan wajahku yang kini mulai memanas.

"Benarkah? Apa kau sudah lupa dengan kejadian 4 tahun yang saat kau membentak dan menamparku Nona Kim?", tanyanya. Margaku memang Kim, tapi nada suaranya tidak menyiratkan bahwa aku adalah nona 'Kim' yang berbeda keluarga dengannya.

:: Ryeowook pov end ::

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

[ Flashback on ]

Seoul, Oktober 2005

"Apa yang kau lakukan disini? Angin sedang sangat dingin", seorang gadis cantik dengan rambut ikat bertanya pada pemuda yang sedang duduk membelakanginya.

Pemuda tadi menolehkan kepalanya dan tersenyum begitu mendengar sebuah suara yang familiar di telinganya. "Hanya duduk. Kemarilah", jawabnya sambil menggeser posisi duduknya, memberikan sedikit ruang untuk sang gadis duduk.

"Kau gugup?", tanya sang gadis sambil mengusap lembut pipi pemuda disampingnya.

"Tentu saja. Minggu depan adalah untuk pertama kalinya aku akan berada di stage"

"Berada di panggung tidak seburuk yang kau kira, apalagi kau tidak sendiri, ada 9 orang temanmu yang lain"

Yesung tersenyum. "Kau tau, aku sangat ingin berduet denganmu", ujar sang pemuda sambil menatap gadis cantik disebelahnya.

"Mintalah pada President Soo-Man", jawab Ryeowook sambil tertawa kecil.

"Aku khawatir", lanjut Yesung.

"Hm? Apa yang kau khawatirkan?"

"Hubungan kita setelah aku debut"

"Tidak akan ada yang berubah setelah kau debut. Kau tetap kekasihku dan aku tetap kekasihmu", Ryeowook membelai rambut Yesung yang sedikit panjang.

"Bagaimana kalau ada gosip tentang kita?"

Ryeowook menatap Yesung bingung. "Gosip maksudmu?"

"Kim Ryeowook menjalin kasih dengan penyanyi pendatang baru, misalnya"

"Lalu? Itu bukan gosip, tapi fakta", jawab Ryeowook dengan sedikit emosi. "Apa ada masalah kalau kau digosipkan denganku? Apa aku sangat buruk sehingga kau malu jika digosipkan denganku?", tanya Ryeowook. Kini emosi telah menguasai dirinya.

"Bukan itu, tapi kau tau kan, kau sudah lebih dulu debut dari pada aku. Karirmu sudah sangat bagus dan kau sudah sangat terkenal. Orang mungkin akan berpikir kalau aku hanya memanfaatkanmu"

"Apa peduliku? Selama aku mencintaimu dan kau mencintaiku, aku tidak peduli dengan gosip diluar sana. Kecuali kau memang benar hanya memanfaatkanku dan tidak mencintaiku. Ah benar, bodoh sekali kau Kim Ryeowook", setetes air mata mulai keluar dari mata caramel milik Ryeowook.

"Wo-wookie ah bukan seperti itu"

"Lalu apa?", teriak Ryeowook. "Kau tidak ingin ada gosip tentang kita kan? Kita akhiri saja semuanya. Anggap tidak pernah terjadi apapun selama 2 tahun ini. Lupakan semuanya!", teriak Ryeowook kemudian berlari meninggalkan Yesung sendirian.

"Ryeowook-ah", teriak Yesung. Namun Ryeowook telah jauh berlari meninggalkannya. Menyesal? Tentu saja.

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

Seoul, 2006

"Hari ini member ke 10 akan datang ke dorm. Biarpun kalian sudah hampir setahun debut dan sudah mempunyai banyak fans, tetap bersikap baiklah pada member yang baru, biar bagaimanapun dia adalah magnae disini", ujar manager kepada 9 member Super Junior yang sedang duduk santai di dorm.

"Baik hyung", balas mereka serentak.

TING TONG

"Sepertinya itu dia, biar kubuka pintunya", manager melangkahkan kakinya menuju pintu depan. "Ah kau sudah datang. Masuklah", ujarnya setelah membukakan pintu. "Anak-anak, perkenalkan ini Cho Kyuhyun. Dia member Super Junior yang baru"

"Perkenalkan, namaku Cho Kyuhyun. Senang bertemu dengan kalian dan mohon bantuannya", Kyuhyun membungkuk 90 derajat kepada member yang lain.

"Teukie-ah, kuserahkan Kyuhyun padamu, aku ada rapat dengan manager yang lain"

"Ah baik hyung", jawab Leeteuk. Dan dimulailah perkenalan antar member lama dan member baru. Tidak butuh waktu lama untuk mereka untuk saling dekat, namun Kyuhyun masih bersikap sedikit canggung di depan para hyungnya.

"Aku sudah di dorm, kenapa?", tanya Kyuhyun yang terlihat sedang memegang ponsel yang tengah berada di telinganya. Sepertinya sedang menelfon seseorang. "Katakan pada umma dan appa ku, jangan terlalu khawatir, mereka semua sangat baik", lanjutnya. "Ya! Kim Ryeowook kau sangat menyebalkan. Baik aku akan menemuimu sore ini", ujarnya sambil sedikit tertawa. "Baiklah kututup dulu"

"Kim Ryeowook?"

"Ah Yesung hyung, kau membuatku kaget", ujar Kyuhyun sambil memegang dadanya.

"Kau berbicara dengan Kim Ryeowook? Ryeowook yang penyanyi itu?", tanyanya tanpa memikirkan kekagetan Kyuhyun.

"Iya, kau salah satu penggemarnya hyung?", tanya Kyuhyun sedikit terkekeh.

"Itu..."

"Aku tau hubungan kalian", lanjut Kyuhyun.

"Bagaimana..."

"Aku sepupu Ryeowook", belum sempat Yesung menyelesaikan pertanyaannya, Kyuhyun sudah lebih dulu menjawabnya.

"Tapi margamu dan Ryeowook berbeda"

"Ibunya Ryeowook adalah adik dari ayahku. Setelah menikah dengan laki-laki bermarga Kim, bibiku merubah marganya menjadi Kim, mengikuti suaminya", jelas Kyuhyun. "Ah aku ada janji bertemu dengan Ryeowook sore ini, hyung tolong bilang pada Leeteuk hyung ya kalau aku akan pulang agak malam", lanjutnya.

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

"Ryeowook-ah"

"Oh Kyu, kau sudah sampai, aku baru saja memesan kopi, kau mau?"

"Tidak, terima kasih. Tapi bisakah kau belikan aku kue?", tanya Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

"Dasar artis miskin", jawab Ryewook sedikit tertawa.

"Ya! Aku belum resmi jadi artis, jadi aku belum mempunyai uang sebanyak kau"

"Aku hanya bercanda. Bagaimana member yang lain? Mereka menerimamu dengan baik kan?"

"Kau bertanya soal semua member atau hanya 'satu member' itu?", Kyuhyun tersenyum jahil.

"Tidak lucu Kyu", jawab Ryeowook sambil mempoutkan bibirnya.

"Aku sudah bertemu dengannya, kami sedikit mengobrol tadi"

"Apa yang kau katakan padanya?"

"Dia tidak sengaja mendengar aku menyebut namamu saat kau menelfonku tadi, lalu dia bertanya apa aku mengenalmu, dan aku hanya bilang kau sepupuku"

"Oh begitu"

"Kenapa reaksimu seperti itu? Kau ingin mendengar kalau dia merindukanmu?", lagi-lagi Kyuhyun memasang senyum jahilnya.

"Apa? Yang benar saja, aku tidak butuh kata-kata itu", Ryeowook memalingkan wajahnya ke arah jendela. Haruskah ia senang mendengar bahwa sepupunya satu grup dengan orang yang pernah-atau mungkin masih- ia cintai.

"Kurasa ia masih mencintaimu, aku melihat matanya berbinar saat aku berbicara tentangmu", ada rasa hangat menjalar ke seluruh tubuh Ryeowook mendengar ucapan Kyuhyun. "Sudah hampir satu tahun Ryeowook-ah, beri dia kesempatan untuk bicara", lanjut Kyuhyun.

"Aku belum siap untuk bertatap muka dengannya", Kyuhyun hanya menghela nafas mendengar alasan Ryeowook. Selalu alasan itu yang dilontarkan Ryeowook.

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

"Kyuhyun-ah, apa aku mengganggumu?"

"Tidak hyung, ada apa?"

"Hm tentang Ryeowook, apa dia pernah mengatakan sesuatu padamu?"

"Sesuatu? Tentang?", tanya Kyuhyun. Sebenarnya dia tau apa maksud pertanyaan Yesung.

"Pacarnya, atau mantannya, mungkin", jawab Yesung dengan suara pelan.

"Beberapa tahun yang lalu dia pernah memberitauku kalau dia punya seorang pacar. Pacarnya adalah hoobaenya di perusahaan, namanya Kim Jongwoon. Beberapa bulan yang lalu dia juga mengatakan bahwa pacarnya akan memulai debut sebagai member sebuah boyband bernama Super Junior. Hanya itu", jawab Kyuhyun setengah berbohong.

"Kau tau kenapa kami putus?"

"Tidak, Ryeowook tidak pernah mengatakan alasannya", kali ini Kyuhyun benar-benar berbohong. "Tapi kuharap kalian bisa kembali bersama", lanjutnya.

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

Seoul, Februari 2008

:: Ryeowook pov ::

Recording untuk variety show hari ini berjalan lancar, biarpun aku harus menahan perasaan yang bergemuruh di dadaku. Bagaimana tidak, ini adalah pertama kalinya aku berada dalam satu acara bersama member Super Junior, meskipun ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan mereka. Aku cukup sering bertemu dengan mereka di perusahaan, dan aku juga cukup dekat dengan Siwon. Jangan berpikir yang tidak-tidak, aku dan Siwon dekat karna dia menyukai adikku yang berprofesi sebagai penulis, tidak lebih. Bagaimana bisa aku menyukai orang lain selain 'orang itu'.

"Ryeowook-sshi, bisa aku bicara sebentar?", panjang umur, orang baru saja aku bicarakan kini muncul di hadapanku. Rasa canggung muncul di antara kami. Hatiku senang sekaligus sakit disaat bersamaan.

"Maaf Yesung-ssi tapi aku harus pulang. Kyuhyun-ah, aku pulang bersamamu ya?", aku berdiri kemudian berjalan ke arah Kyuhyun. Kyuhyun hanya menoleh kemudian menganggukkan kepalanya.

"Mau sampai kapan kau menghindar darinya. Kau bahkan sampai kabur ke Jepang", ucap Kyuhyun tanpa mengalihkan pandanganya ke arah jalan yang berada di depannya.

"Aku tidak menghindar dan aku tidak kabur ke Jepang. Aku kesana untuk konser Kyu"

"Jadwal konsermu itu hanya 2 hari dan kau berada di Jepang selama 2 minggu, apa itu namanya kalau tidak kabur? Beri dia kesempatan untuk meminta maaf, paling tidak berbicara sedikit denganmu", lanjut Kyuhyun. Aku bosan mendengar nasehatnya. Memang benar aku ke Jepang untuk konser, dan 2 minggu sisanya, aku punya hak untuk liburan kan? Selain untuk menangkan pikirannya yang penuh dengan pekerjaan, juga untuk menenangkan hatiku.

"Ya! Umurmu ini sebenarnya berapa, berani sekali menasehatiku", aku memukul pelan kepala Kyuhyun, membuat pemuda itu sedikit meringis.

"Ish, aku kan hanya memberimu saran"

"Sudahlah. Aku akan berbicara dengannya nanti, aku masih sakit hati mendengar kata-katanya waktu itu. Dan kau berhentilah menasehatiku"

"Baik baik, kau ini galak sekali. Hanya Yesung hyung yang sabar dengan sikapmu ini", aku terdiam mendengar ucapan Kyuhyun. Benarkah hanya dia? "Sudah sampai. Cepatlah keluar, aku harus segera kembali ke dorm atau Kangin hyung akan mengamuk"

"Kau itu! Terima Kasih sudah mengantarku", aku segera keluar dari mobil Kyuhyun dan melambaikan tangan kearahnya.

Setelah mobil Kyuhyun tidak terlihat lagi, aku segera masuk ke dalam rumah. Aku merebahkan diriku ke kasur, memikirkan kembali kata-kata Kyuhyun. Apa aku harus bertemu lagi dengan Yesung? Tapi aku belum siap. Apa yang harus kukatakan padanya. 2 tahun membuatku canggung untuk sekedar berdekatan dengannya.

:: Ryeowook pov end ::

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

:: Yesung pov ::

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi Kyuhyun belum terlihat menampakkan dirinya. Aku hanya ingin tau apa yang mereka bicarakan dan apakah Ryeowook selamat sampai rumahnya.

Setengah 11, pintu dorm terbuka, menandakan adanya seseorang yang masuk ke dalam. Itu Kyuhyun. "Kau bicara apa saja dengan Wookie?", tanyaku tanpa basa basi.

"Ya! Aish kau membuatku kaget hyung", ya Kyuhyun baru sampai di dorm, bahkan belum sempat menutup pintu dorm.

"Cepat jawab, kau bicara apa saja?"

"Tidak banyak, hanya mengobrol tentang konsernya"

"Hanya itu?", aku menatapnya dengan tatapan menyelidik.

"Dia bilang dia akan berbicara denganmu setelah sakit hatinya sembuh"

"Haah kenapa sulit sekali", aku menghela nafas berat. "Apa begitu sulit untuk memaafkanku", tanyaku entah kepada siapa. Sedangkan Kyuhyun hanya mengangkat bahunya.

"Dia pasti akan memaafkanmu. Aku tau watak Ryeowook seperti apa", Kyuhyun menepuk pelan bahuku sebelum masuk kedalam kamarnya.

:: Yesung pov end ::

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

Seoul, 21 Juni 2009

:: Ryeowook pov ::

Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan sepanjang hidupku, bagaimana tidak, hari ini adalah hari ulang tahunku sekaligus comeback ku setelah peluncurak mini album kelimaku beberapa hari yang lalu. Fans juga banyak sekali yang datang, dan mereka menyanyikan lagu ulang tahun untukku.

Aku melangkahkan kakiku, mencari sosok Kyuhyun. Aku memang sudah janji untuk makan malam dengan Kyuhyun dan dengan adikku. Aku berjalan melewati ruang-ruang tunggu yang biasa dipakai artis. Kakiku tiba-tiba berhenti mendadak, tubuhku lemas. Aku melihat 'dia' sedang bersama denga Jessica. Aku mengenal gadis itu, dia member girlband baru yang dibentuk SM. Mereka terlihat dengan, seperti sedang mengambil selca bersama. 'Ini sudah 4 tahun, wajar jika ia mencari gadis lain', bisikki dalam hati. 'Kau saja yang terlalu bodoh, Kim Ryeowook, kau menolak berbicara dengannya, bahkan hanya beratatap mukapun kau menolaknya. Ini lah balasannya', bisik hatiku lagi. Sakit. Air mataku perlahan turun membasahi pipiku. Apa yang harus kulakukan?

"Kibummie? Aku tidak enak badan, bisa kita batalkan makan malam hari ini?... aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing... sepertinya aku pulang ke apartemen, tolong bilang pada umma dan appa ya... terima kasih Kibummie", aku memutusan sambungan telfon dan berjalan menuju mobilku. Aku tidak langsung melajukan mobilku menuju apartemen. Bagaimana bisa aku menyetir kalau air mataku terus keluar seperti ini. 10 menit berlalu, air mataku sudah mulai mengering. Kunyalakan mesin mobil dan keluar dari parkiran.

BRAK

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

"Ryeowook-ah kau baik-baik saja?", teriak Eunhyuk dengan nada sedikit khawatir. Donghae, Kyuhyun, Hangeng dan Heechul oppa, kemudian masuk ke dalam kamar rawatku setelah Eunhyuk oppa.

"Aku baik-baik saja oppa. Kepalaku hanya mendapat benturan ringan dan retak di bagian kaki", jawabku sedikit tertawa. "Hanya berempat, dimana yang lain?", tanyaku melihat wajah tampan mereka satu persatu. Mungkin bagi Kyuhyun, pertanyaanku ini bermakna ganda. Ya 'dia'. Sedang sibuk bersama pacar barunya kah?

"Leeteuk hyung dan Shindong hyung sedang mengisi acara, Siwon sedang kerumah temannya, Kangin hyung ke rumah orang tuanya, dan Yesung hyung, katanya dia ingin istirahat di dorm", jawab Eunhyuk panjang lebar. Mereka semua adalah hoobae ku di SM, tapi umur mereka jauh lebih tua dariku, kecuali Kyuhyun tentunya. Aku melihat Kyuhyun sedikit tersenyum saat melihatku.

"Bagaimana bisa kau kecelakaan di hari ulang tahunmu Ryeowook-ah", kali ini Heechul oppa yang bertanya.

"Itu sudah takdir oppa", jawabku sedikit tertawa.

"Ah benar. Ayo kita beli kue untuk Ryeowook", ujar Donghae oppa dengan nada bersemangat dan disetujui dengan anggukan dan member lain.

"Aku akan menemani Ryeowook disini", ucap Kyuhyun. Lagi-lagi member lain hanya menganggukkan kepala mereka.

"Apa yang terjadi?", tanya Kyuhyun setelah semua member keluar.

"Apa maksudmu?", tanyaku tanpa menatap mata Kyuhyun.

"Jangan bodoh. Beberapa menit sebelum aku menemukan mobilmu tertabrak, aku menerima telfon dari Kibummie. Dia bilang kau membatalkan makan malam kita hari ini dan dia bilang kau agak tidak enak badan. Kau bohong kan?"

"Hisk dia..."

"Yesung hyung? Aku sudah bilang padamu kan untuk memberinya kesempatan, tapi apa yang kau lakukan? Kau membuang kesempatan untuk bisa kembali bersamanya. Kau bodoh"

"Hisk aku tau, aku..."

"Kau apa? Menyesal? Terlambat Kim Ryeowook. Kau yang membuang kesempatanmu sendiri, jangan tangisi itu"

"Cukup Kyu", air mataku kembali mengalir. Ingatanku berputar saat melihat 'dia' dengan Jessica. Kyuhyun memelukku. Membiarkan aku menangis di dadanya.

"Maafkan kata-kataku", ucapnya sambil mengelus lembut rambutku.

:: Ryeowook pov end ::

[ Flashback off ]

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

"Tidak perlu diingatkan, aku mengingatnya dengan jelas. Bahkan melihatmu berfoto dengan pacar barumu", Ryeowook menjawab pertanyaan Yesung sambil menundukkan wajahnya.

"Pacar? Aku tidak menjalin hubungan apapun setelah denganmu"

"Jessica. Jahat sekali tidak menganggap pacarmu sendiri. Kalian bahkan selca bersama"

"Jessica? Selca? Ah itu, jadi kau melihatnya? Jess memang ingin mengambil selca dengan semua member. Tidak hanya dengan personil Suju, dia juga melakukannya dengan member DBSK. Kau cemburu huh?", ujar Yesung sambil tersenyum jahil.

"Ti-tidak. Untuk apa?"

"Aku minta maaf", lanjut Yesung sambil meletakkan dagunya di pundak Ryeowook yang sedikit lebih pendek darinya. "Aku lelah. Aku ingin menjelaskan semuanya sekarang. Soal 4 tahun yang lalu, aku tidak bermaksud berkata seperti itu. Aku sudah cukup stres untuk perform debut pertama, dan lagi aku tidak mau ada gosip tentang kita karna aku tidak mau karirmu hancur. Bagaimana kalau fansmu pergi setelah mengetahui kau sudah punya kekasih? Aku tidak mau itu terjadi. Aku tidak bermaksud untuk mengakhiri semuanya, aku hanya ingin kita merahasiakan hubungan kita dari media. Kau tau, aku masih mencintaimu sampai sekarang. Kau mau kan memaafkanku?", ujar Yesung sambil mengecup sebentar leher Ryeowook, membuat semburat merah di wajah Ryeowook semakin menjadi-jadi.

"Kenapa waktu aku kecelakaan kau tidak menjengukku?"

"Kau pasti akan mengusirku dan membuat member lain tau mengenai masalah kita. Cukup Kyuhyun dan Siwon yang tau, biarlah member lain tau kalau kita memang tidak akrab dari dulu. Jadi bagaimana kau memaafkanku?"

"Hmm"

"Apa? Ya! Nona Kim aku sudah dua kali bertanya padamu. Jawablah dengan benar"

"Iya aku memaafkanmu, aku juga merindukanmu dan aku juga mencintaimu tuan Kim Jongwoon", jawab Ryeowook cepat sambil melepaskan pelukan Yesung dan mencium singkat bibir pemuda tampan di depannya. Dengan secepat kilat Ryeowook lalu berlari meninggalkan Yesung. Salahkan kaki Ryeowook yang tidak panjang dan tubuhnya yang tidak bisa bergerak cepat, sehingga dengan cepat Yesung menarik tangannya dan mencium bibir Ryeowook. Kali ini lebih lama dari yang Ryeowook lakukan.

"Kita kembali, sebelum orang-orang mencari kita", ucap Yesung setelah sesi ciuman mereka selesai. Ryeowook hanya menganggukan kepalanya tanda setuju. Pipinya sudah merah merona.

::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::

To: Evil Kyunnie

Terima Kasih ^^

END


Special YeWook partnya selesai. Dibuat dalam 1 hari, di publish jam 3:50 pagi dan tanpa edit, semoga ga mengecewakan ya dan kalo ada typo mohon dimaafkan Buat kyuminnya, lagi aku buat kok, kalo moodku bagus mungkin minggu depan aku post.

Yang mau review, kotaknya di bawah ya

Twitter: KiiriKirin

Tumblr: kiirikirin . tumblr . com (banyak barang fansite disana #promosi kkk)

Thank you ^^