-Kyumin fanfiction-
.
.
.
My Lovely Stalker
By : Nam Jinna
.
.
.
Cast:
Leeteuk, Heechul, Hangeng, Yesung, Kangin, Shindong, Eunhyuk, Siwon, Donghae, Kyuhyun (Boy)
Sungmin, Ryeowook, Kibum (Girl)
Main Pairing : KyuMin
Slight pairing : YeWook, SiBum and others pairing
Disclaimer : Mereka milik diri mereka dan official pairingnya masing-masing
Rated : T
Warning : yaoi + GS (for Sungmin, Ryeowook and Kibum), abal, typo, cerita pasaran
Summary : Kyuhyun, seorang artis terkenal sekaligus member Super Junior, jatuh cinta pada stalkernya. Disaat Kyuhyun hampir mendapatkanya, sang stalker malah balik membenci Kyuhyun karna kebodohan sang artis. Apa Kyuhyun bisa mendapatkan hati sang stalker kembali?
Enjoy~
"K-kalian? Pacaran?
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
Chapter 4
-Donghae pov-
"Donghae-ya, ikutlah sebentar, tidak enak kalau kau tidak ikut. Setelah itu kau boleh pergi", ucap Leeteuk hyung sambil membantu Kangin hyung memakai bajunya.
"Baik hyung. Aku keluar dulu, aku mau menghubungi temanku dulu", aku segera keluar dari ruang ganti dan langsung menghubungi Sungmin. "Minnie-ah kau sudah sampai?... Leeteuk hyung menyuruhku untuk ikut makan malam sebentar, kau tidak apa-apa kan menungguku sebentar?... Aku janji tidak akan lama... Hmm sampai nanti"
"Pacarmu hyung?", aku menolehkan kepalaku kebelakang, anak setan ini benar-benar mengagetkanku.
"Ya! Kau mengagetkanku Kyu. Kau kenapa disini?"
"Aku hanya kebetulan lewat. Ayo kita ke restoran, aku sudah lapar"
"Ayo", aku kemudian berjalan beriringan bersama Kyuhyun menuju restoran tempat diadakannya makan malam bersama staff dan management.
Aku melirik jam tanganku, sudah jam setengah 8, sudah lewat setengah sejak aku janjian dengan Sungmin. Sebaiknya aku pergi sekarang.
"Hyung, aku harus pergi sekarang", bisikku pada Leeteuk hyung yang duduk tidak jauh dari tempatku.
"Hmm baiklah, jangan pulang larut"
"Sepertinya aku akan menginap hyung"
"Begitu? Yasudah, hati-hati Donghae-ya"
"Sampaikan salamku pada yang lain, hyung. Maaf aku pergi duluan"
"Iya iya", balas Leeteuk hyung sambil memamerkan angel smile-nya.
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
Aku berjalan menyusuri jalanan di kota Tokyo yang tidak begitu ramai, mungkin karna sekarang sudah malam, aku tidak peduli, yang kupikirkan hanya Sungmin. Tunggu, aku merasa ada yang mengikutiku. Aku menolehkan sedikit kepalaku ke arah belakang, melihat melalui ekor mataku, itu Kyuhyun. Sedang apa bocah itu mengikutiku. Sangat penasaran kah dia dengan 'pacarku'?, aku sedikit menunjukkan smirk ku. Tanpa terasa aku sudah sampai di restoran tempat ku janjian dengan Sungmin. Kulihat Sungmin duduk membelakangi pintu masuk.
"Sungminnieeeee", ujarku sambil memeluknya dari belakang. Kuliah dia sedikit kaget, tapi kemudian dia tersenyum. "Maaf membuatmu menunggu lama", lanjutku.
"Tidak apa-apa, yang penting kau datang dan tidak membuang-buang waktuku", balasnya sambil tertawa.
Aku melihatnya. Kyuhyun. Bocah itu masuk lalu melihat kearahku, tentu saja aku pura-pura tidak melihatnya.
"Hyung! Tidak menyangka aku akan bertemu denganmu disi...", kulihat dia menghampiriku dengan senyum lebarnya, tapi sedetik kemudian senyumnya menghilang.
"Kyu? Apa yang kau lakukan disini?", aku bertanya dengan santai. Tentu saja dengan santai, aku sudah tau kalau dari tadi dia mengikutiku. Dasar bocah.
Kulihat Kyuhyun menatapku dan Sungmin bergantian dengan tatapan tidak percaya. "K-kalian? Pacaran?", tanya nya dengan sedikit gagap. Matanya menatap Sungmin, seperti sudah mengenalnya.
"Ti..."
"Kalau iya kenapa?", jawabku memotong ucapan Sungmin. "Dia sangat cantik bukan?", kulihat Sungmin menatapku tajam. Aku tidak peduli.
"Sejak kapan?", tanyanya lagi.
"15 tahun yang lalu? 17? 19? Entahlah aku tidak ingat", jawabku sekenanya. Kulihat raut wajah Kyuhyun berubah suram. Entah apa yang membuatnya begitu, tapi dia terlihat tidak senang aku bersama Sungmin.
"B-be-benarkah?", dia bertanya lagi.
"Hm, dan kau menggangu acara kencan kami", jawabku sambil sedikit mempoutkan bibirku.
"Ya! Aish Lee Donghae kau mau mati? Apa-apaan berbicara seperti itu", Sungmin yang daritadi diam tiba-tiba berteriak. Untung restoran ini cukup sepi sehingga teriakan Sungmin tidak mengundang perhatian dari pengunjung yang lain. Kulihat Kyuhyun juga cukup kaget dengan teriakan Sungmin. Ekspresi wajahnya benar-benar lucu.
"Kau kenapa chagi?", tanyaku dengan ekpresi wajah memelas.
"Kyuhyun-ssi, tolong jangan dengarkan kata-kata ikan ini", wajah kaget Kyuhyun sekarang berubah bingung.
Baiklah kurasa sudah cukup."Hahahahaha ya, Kyuhyun-ah, kau bodoh sekali. Tidak mungkin aku pacaran dengan Sungmin, dia ini sepupuku", aku tertawa terbahak-bahak melihat ekspresinya yang seperti ingin memakanku hidup-hidup. Kulihat Sungmin juga menatapku tajam.
-Donghae pov end-
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
"Duduklah, tidak pegal berdiri terus?", ujar Donghae sambil menggeser posisi duduknya. Sekarang yang berada di depan Sungmin bukanlah Donghae, melainkan Kyuhyun. "Kyuhyun-ah, ini Sungmin, dia sepupuku. Dan Sungminnie, dia Kyuhyun, kau pasti tau dia"
"Aku tau, dia kan salah satu sta... aww", belum selesai Kyuhyun bicara, dia merasa kaki Sungmin menendang tulang keringnya.
"Kau tidak apa-apa?", tanya Donghae, sedangkan Kyuhyun melemparkan tatapan tajam dan penuh tanda tanya kepada Sungmin.
"Tidak apa-apa hyung"
"Baguslah. Eh lanjutkan, kau sudah mengenal Sungmin?", tanya Donghae dengan ekspresi penasaran terlukis jelas di wajahnya.
"Dia... aku tidak sengaja bertemu dengannya kemarin. Dia menonton konser kita kan?", lanjut Kyuhyun setengah berbohong.
"Waaah hebat sekali kau bisa mengingat wajah fans", ujar Donghae sambil menepuk bahu Kyuhyun. "Kyuhyun-ah, Sungminnie, aku ke toilet dulu ya", lanjut Donghae.
"Jangan bilang pada Donghae kalau aku adalah stalkermu", ucap Sungmin dengan nada suara sedikit mengancam.
"Kenapa?"
"Dia hanya tau aku fansmu, tidak lebih"
"Bagaimana kalau aku tidak mau?", tanya Kyuhyun sambil menunjukkan smirknya.
"Ya! Kau menyebalkan sekali. Kau sudah bosan hidup? Aish bagaimana bisa aku menyukai orang menyebalkan sepertimu", cecar Sungmin.
"Kau jadi wanita yang anggun lah sedikit, galak sekali. Tentu saja karna aku tampan makanya kau menyukaiku", balas Kyuhyun narsis dan hanya dibalas deathglare gratis dari Sungmin. "Jadi kau sekarang tinggal di Korea sendirian? Dan Donghae tidak tau akan hal itu?"
"Hm, makanya jaga mulutmu, jangan sampai Donghae tau atau dia akan membunuhku"
"Iya iya. Ngomong-ngomong kau tinggal dimana?"
"Kenapa bertanya seperti itu? Mau melamar menjadi pembantu di apartemenku?"
"Kau..!"
"Hahaha aku hanya bercanda. Aku tinggal tidak jauh dari dorm kalian"
"Sampai kapan kau akan menyembunyikan identitasmu dari Donghae?"
"Tidak tau, sudahlah itu bukan urusanmu"
"Maaf lama. Wah kalian terlihat akrab", ujar Donghae sekembalinya dia dari toilet. Sedangkan Sungmin dan Kyuhyun hanya tersenyum.
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
"Kau dari mana saja Kyuhyun-ah? Lama sekali", tanya Siwon yang tengah asik memainkan ponselnya.
"Hanya berjalan-jalan", jawab Kyuhyun sambil melempar tubuhnya ke kasur.
"Kau tau kalau Yesung hyung dan Ryeowook sudah berbaikan?"
"Tentu saja, semua itu berkatku", Siwon melirik Kyuhyun sebentar kemudian kembali asik dengan ponselnya.
"Semua orang di restoran terkejut melihat Yesung hyung dan Ryeowook datang ke restoran berdua dan sambil bergandengan tangan. Semua orang taunya mereka canggung satu sama lain. Aku tidak tau apa yang akan terjadi saat mereka kembali ke Seoul dan bertemu dengan orang-orang di perusahaan"
"Tentu saja mereka akan terkejut. Hyung sendiri dari dulu hanya jalan di tempat, kapan akan menyatakan perasaanmu pada Kibumie?"
"Aku akan mengatakannya, tapi tidak sekarang"
"Aku harap Kibumie akan segera menemukan laki-laki yang cepat dan tidak lambat sepertimu hyung"
"Ya! Cho Kyuhyun!", Siwon melempari Kyuhyun dengan semua bantal yang berada di kasurnya, membuat Kyuhyun tertawa terbahak-bakah melihat kelakuan hyungnya"
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
"Aku pulang. Umma aku bawakan ikan"
"Kau sudah pulang Sungmin-ah? Mana ikannya?". Sungmin segera menunjuk pemuda tampan di sampingnya. "Umma kira kau benar-benar membawa ikan. Ayo masuk Donghae-ah. Kau akan menginap malam ini"
"Iya ahjumma"
"Umma aku ke kamar dulu", Sungmin segera berlalu ke atas, menuju kamarnya.
"Hm", jawab umma Sungmin singkat. "Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Kau semakin tampan saja Donghae-ah. Ah ahjumma baru ingat, kau itu personil Super Junior kan. Berarti kau kenal dengan Cho Kyuhyun?"
"Ahjumma juga tetap cantik. Tentu saja aku mengenalnya, apa ahjumma mengenal Kyuhyun juga?"
"Tidak, ahjumma tidak mengenalnya. Seperti apa Kyuhyun itu?"
"Kyuhyun? Dia anak yang baik, meskipun kadang-kadang usil dan menyebalkan. Dia juga magnae di grup kami. Ada apa ahjumma menanyakan tentang Kyuhyun?"
"Ahjumma hanya ingin tau, karna Sungmin rela meninggalkan kuliahnya untuk pindah ke Seoul demi Kyuhyun", kening Donghae mengerut, memikirkan kata-kata bibinya.
"Sungmin? Seoul?"
"Iya. Apa kau tidak pernah bertemu dengannya? Setau ahjumma dia selalu datang dimanapun Kyuhyun atau Super Junior muncul di acara. Ah anak itu benar-benar, ahjumma kira setelah appanya menyuruhnya untuk fokus kuliah selama setahun, dia akan berhenti menyukai Kyuhyun, tapi ternyata dia malah menjadi semangat kuliah agar diberikan ijin pindah ke Seoul", ujar umma Sungmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedangkan Donghae mulai tidak fokus mendengarkan ucapan nyonya Lee.
"Sejak kapan ahjumma? Sejak kapan Sungmin pindah ke Seoul?"
"Dia sempat tinggal di Seoul tahun 2007, selama beberapa bulan. Lalu kembali ke Jepang untuk kuliah karena dipaksa appanya dan kembali lagi Seoul baru-baru ini. Sungmin juga tinggal di dekat dorm kalian". Pikiran Donghae kembali fokus ke Sungmin. Kejadian di restoran, tatapan mata Kyuhyun ke Sungmin, apa Kyuhyun sudah mengenal Sungmin? Banyak pertayaan muncul di kepala Donghae.
"Ahjumma, sepertinya ini sudah larut dan besok aku harus kembali ke Seoul pagi-pagi sekali. Aku ke kamar dulu", pamit Donghae sopan.
"Ah baiklah Donghae-ah"
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
"Kau mau kemana?"
"Hm? Ke... aku mau ke Seoul, ya aku mau ke rumah nenek. Kau tau, aku rindu masakan nenek", Sungmin tertawa canggung menjawab pertanyaan Donghae.
"Kau satu pesawat denganku", Donghae memperhatikan tiket pesawat Sungmin.
"Appa yang membelinya, ternyata kita satu pesawat"
"Setelah sampai di Seoul, aku akan mengantarmu ke rumah nenek"
"Ah ti-tidak perlu Donghae-ah, kau pasti lelah, langsung pulanglah ke dorm. Lagipula aku masih ingat jalan ke rumah nenek kok"
"Benarkah? Haaah teruslah berbohong nona Lee", ujar Donghae dengan suara berbisik.
"Kau berkata apa?"
"Tidak. Cepatlah atau kau akan ketinggalan pesawat. Manager sudah di bawah untuk menjemputku. Aku duluan ya"
Sungmin menatap pintu yang baru saja di tutup Donghae. 'Aneh sekali orang itu', pikir Sungmin.
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
:: Sungmin pov ::
Hampir saja aku ketinggalan pesawat. Semua gara-gara appa yang mendadak sakit perut saat akan mengantarku dan membuatku harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan taksi.
Aku sudah berada di dalam pesawat. Aku mulai mencari nomor kursiku. Tunggu itu Kyuhyun, dan dia duduk bersama seorang wanita. Mereka terlihat sedang asik bercanda, sesekali wanita itu menepuk lembut bahu Kyuhyun. Aku tau wanita itu, dia kan penyanyi terkenal Kim Ryeowook. Jadi Kyuhyun bersama wanita itu. Mataku terasa berat, air mataku hampir tumpah. Aku berjalan cepat menuju kursiku.
"Kau tidak apa-apa?", kudengar orang di sebelahku berbicara denganku.
"Aku tidak apa-apa. Eh kau kan Lee Hyukjae", meskipun Eunhyuk memakai kacamata hitam dan topi, tapi aku tau kalau itu Eunhyuk.
"Waah kau hebat sekali bisa mengenaliku, padahal aku sudah memakai kacamata dan topi", Eunhyuk tersenyum, menunjukkan Gummy Smile nya. "Kau terlihat sedih, ada apa? Ah kau fans Kyuhyun ternyata. Kyuhyun dan Ryeowook memang dekat, tapi setauku mereka tidak pacaran, jangan di ambil hati", Eunhyuk tersenyum lagi padaku.
"Eunhyuk-ah, ponselmu hampir saja tertinggal... Eh Sungminnie"
"Kau mengenalnya Hae?"
"Dia sepupuku, Lee Sungmin"
"Jadi kau sepupu Donghae? Ya ikan, kenapa tidak memberitauku kalau kau punya sepupu semanis ini. Harusnya kau kenalkan padaku"
"Kau mau mati?", kulihat Eunhyuk hanya tertawa mendengar pertanyaan Donghae.
"Dia hanya cemburu saat aku mengatakan kau manis", bisik Eunhyuk. Apa maksudnya dengan cemburu?
Setelah perjalanan selama 2 jam, akhinya aku sampai di Seoul. Dan kebetulan sekali hari ini Kyuhyun tidak ada kegiatan apa-apa, jadi aku bisa tidur seharian di apartemen.
Aku meletakkan koperku di pojok kamar dan langsung melemparkan tubuhku ke kasur. Pikiranku kembali melayang ke kejadian di pesawat tadi. Dilihat-lihat Kyuhyun memang cocok dengan Ryeowook. Mereka juga sama-sama penyanyi terkenal.
TING TONG
Hmm? Bunyi bel pintu. Setauku tidak ada yang tau tempat tinggalku di Seoul. "Tunggu", teriakku sambil berjalan menuju pintu. "Cho Kyuhyun? Kau, sedang apa disini? Dan darimana kau tau aku tinggal disini?"
"Mengikutimu", jawabnya sambil mengangkat bahu. "Tidak menyuruh tamumu masuk?"
"Ah, hmm", apa yang harus kulakukan? Dia akan melihat semuanya kalau masuk kedalam.
"Permisi", belum sempat aku menyuruhnya masuk, tiba-tiba saja dia sudah berada di dalam. Dasar tidak sopan. "Ckckck kau benar-benar fansku ternyata, dinding ruang tamu milikmu pun penuh dengan fotoku. Aku benar-benar tampan, iya kan?"
"Percaya diri sekali", ucapku, padahal aku mengiyakan ucapannya di dalam hati. "Jadi ada apa kau sampai mengikutiku?"
"Aku tidak ada jadwal hari ini, dan karena aku bosan di dorm, jadi aku memutuskan untuk mengikutimu"
"Alasan macam apa itu. Dan kau mengganggu tidur siangku tuan Cho"
"Kalau kau ngantuk, tidur saja, aku akan duduk disini sampai kau bangun"
"Aku akan menghubungi Donghae untuk menyeretmu pulang"
"Dan aku akan adukan ke Donghae hyung kalau selama ini kau tinggal di Seoul dan menjadi stalkerku"
"...", dia menang telak. "Lakukan sesukamu", ujarku frustasi.
:: Sungmin pov end ::
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
:: Kyuhyun pov ::
"Hyung, aku tidak ada jadwal kan hari ini?", tanyaku pada manager hyung yang sedang duduk disebelahku.
"Tidak ada, kau bebas bermain game hari ini"
Tiba-tiba saja sebuah ide melintas di otak jeniusku. "Hyung, aku pinjam mobilmu ya?"
Manager hyung menatapku bingung. Aish apa susahnya sih langsung bilang iya. "Kau mau pergi?"
"Hanya sebentar, boleh ya hyung", aku memasang ekspresi wajah sememelas mungkin.
"Baiklah", jawabnya sambil meyerahkan kunci mobilnya.
Setelah 2 jam perjalanan akhirnya kami semua sampai di Incheon airport. Mataku mencari-cari sosoknya. Bisa gagal rencanaku kalau tidak menemukan dia. Aku mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru airport, ah itu dia, dia sedang mengangkat koper besarnya. Wajahnya sangat imut. Berbekal penyamaran, yang kuyakini tidak akan ada yang bisa mengenaliku, aku terus mengikutinya dari belakang. Kulihat dia menaiki sebuah taksi dari depan airport. Sial aku lupa mengambil mobil. Dengan cepat aku berlari menuju parkiran dan mengikuti taksi yang membawa Sungmin ku pergi. Tunggu, barusan aku bilang apa? Sungmin ku?
Sudah 40 menit aku mengikuti taksi yang membawa Sungmin. Aku mulai familiar dengan daerah yang kulewati. Tentu saja, daerah ini dekat dengan dorm Super Junior. Ternyata Sungmin berkata jujur saat di restoran waktu itu.
Sebenarnya sudah 10 menit aku sampai di basement apartemen Sungmin, tapi aku tidak berani keluar dari mobil. Jangan jadi pengecut Cho Kyuhyun. Aku keluar dari mobil, menuju lift dan naik ke lantai 5. Untung otakku jenius haha aku sempat bertanya pada penjaga apartemen, berbekal beberapa lembar won aku berhasil mengetahui nomor kamar Sungmin.
:: Kyuhyun pov end ::
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
"Ahjumma, boleh aku minta alamat apartemen Sungmin?... ada barang milikku yang tidak sengaja terbawa olehnya... hmm baik ahjumma... terima kasih"
TING TONG
Kyuhyun bergeming menatap pintu kamar Sungmin. Ada yang menekan bel, apa yang harus dilakukannya. Orang di luar sana masih setia menekan bel apartemen Sungmin. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk membukakan pintu.
"Donghae hyung? Kau-"
"Kyu? Sedang apa kau di apartemen Sungmin? Dan dimana Sungmin?"
"Hyung tau darimana apartemen Sungmin?"
"Tentu saja dari umma nya. Mana Sungmin?"
"Di kamarnya"
Tanpa permisi, Donghae langsung masuk kedalam apartemen Sungmin. Sedikit terkejut melihat banyak foto Kyuhyun tertempel rapih di dindingnya. Banyak majalah berserakan di lantai dan sebagian besar dengan Suju sebagai covernya. Puas melihat ruang tamu, Donghae langsung masuk ke dalam kamar Sungmin. Sedangkan Kyuhyun hanya mengekor kemana Donghae pergi. Donghae berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di sebelah Sungmin yang sedang tidur membelakangi dirinya.
"Sungminnie", ujar Donghae manja sambil memeluk Sungmin dari belakang.
"Eung? Ada apa Donghae-ah? DONGHAE?", teriakan Sungmin sontak membuat Donghae menutup telinganya. Kyuhyun hanya bisa menatap Donghae iri, karna Donghae bisa dengan bebas memeluk Sungmin.
"Ish tidak usah teriak"
"Dari mana kau tau aku disini?"
"Tentu saja dari ahjumma. Dan aku juga sudah tau kalau selama ini kau menjadi stalker bocah itu, iya kan", ucap Donghae sambil menunjukkan jarinya ke arah Kyuhyun. "Aish apa yang ada di pikiranmu Lee Sungmin? Apa hanya bocah itu? Aku tidak menyangkan kau seserius ini, kukira kau hanya bercanda saat bilang menyukainya", Sungmin hanya bisa menundukkan kepalanya.
Disinilah mereka bertiga sekarang, duduk di meja makan sambil menikmati makan siang buatan Sungmin.
"Sejak kapan kau tau", Sungmin yang pertama kali membuka suara.
"Sejak dirumahmu. Ahjumma menceritakan semuanya. Kenapa kau tidak memberitauku semuanya?"
"Kau pasti akan menertawakanku dan melarangku"
"Hyung, kenapa kau overprotective sekali kepada Sungmin? Kau kan hanya sepupunya"
"Kalau dia bukan sepupuku, akan kupastikan dia akan menikah denganku"
Uhuk, Kyuhyun tersedak mendengar ucapan Donghae. "Tidak boleh tidak boleh, hyung tidak boleh menikah dengannya!", Donghae dan Sungmin menatap Kyuhyun bingung, membuat Kyuhyun salah tingkah. "Ehem maksudku, kalian... aish sudahlah lupakan", ucap Kyuhyun sambil mengaduk makanannya dengan kesal.
::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::
::::::::::::::::::::::::::
"Kau menyukai Sungmin?", tanya Donghae saat ia dan Kyuhyun sudah berada di dalam mobil.
"Jangan sok tau hyung"
"Kalau kau tidak suka dengannya, jangan dekati dia. Anggaplah dia sama seperti fansmu yang lain. Dan untuk apa kau mengikutinya sampai ke apartemen? Biasanya kau betah bermain game di kamar"
"Tidak usah di bahas hyung", suasana canggung tiba-tiba menyeruak di tengah Donghae dan Kyuhyun.
Hanya butuh waktu 15 menit dari apartemen Sungmin menuju dorm. Setelah memarkir mobilnya, Kyuhyun dan Donghae berjalan beriringan menuju lift. Kyuhyun baru saja meletakkan tangannya di gagang pintu, dengan tiba-tiba Kyuhyun membalikkan tubuhnya, menatap Donghae yang sedang berdiri dibelakangnya.
"Bagaimana kalau aku menyukai Sungmin?"
TBC
lama ga update, pendek dan ceritanya ga seru... aku merasa gagal TT dan respon YeWook specialnya juga ga begitu bagus... makin merasa gagal T^T
maaf ya readers yang masih mau review, kotaknya masih di bawah kok
follow KiiriKirin tapi jangan comment fanfic aku disitu ya, soalnya itu twitter shop, buka personal account ku kkkk
check .com buat liat barang2 fansite.. ada KyuMin juga loh #tetep promosi kkkk
thank you ^^
